cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 200 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN FARINGITIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS K BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Febi Anisa; Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.5480

Abstract

Faringitis adalah peradangan pada mukosa faring dan sering meluas ke jaringan sekitarnya. Bakteri Streptokokus Grup A adalah penyebab umum faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien faringitis berdasarkan pedoman Pharmaceutical Care penyakit saluran pernafasan tahun 2005 dan pedoman pengobatan dasar di puskesmas 2007 dan untuk mengetahui persentase kerasionalan penggunaan antibiotik berdasarkan parameter tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pasien,tepat obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat lama pemberian, tepat interval. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskripstif serta pengumpulan data secara retrospektif. Hasil penelitian kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien faringitis di Puskesmas K Bandar Lampung Tahun 2020 sudah sesuai berdasarkan pedoman Pharmaceutical Care penyakit saluran pernafasan tahun 2005 dan pedoman pengobatan dasar di puskesmas 2007 dengan persentase kerasionalan penggunaan antibiotik berdasarkan kemenkes RI (20011) didapatkan hasil yaitu tepat diagnosis 100%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, dan tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, tepat lama pemberian 100%, tepat interval 100%.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI BAWANG DAYAK (ELEUTHERINE PALMIFOLIA (L.) MERR) DAN DAUN INSULIN (TITHONIA DIVERSIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIINDUKSI NA2EDTA Yoga Purnama Haidir; Gusti Ayu Rai Saputri; Dessy Hermawan
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.7004

Abstract

Umbi bawang dayak dan daun insulin merupakan tanaman tradisional yang digunakan sebagai tanaman obat tradisional yang memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa darah dari bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan dosis 250 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, 250 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB, 300 mg/kgBB terhadap tikus putih jantan galuh wistar yang diinduksi Na2EDTA. Metode penelitian adalah pre and post control group design. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Sebelumnya tikus diinduksi Na2EDTA kecuali tikus pada kelompok kontrol normal Kelompok I (Kontrol normal) tanpa perlakuan, kelompok II (Kontrol negatif) diberi Na CMC 0,5% kelompok III (Kontrol positif) diberi suspensi metformin 45mg/kgBB, kelompok IV, V dan VI diberi bawang dayak dan daun insulin dengan dosis 250mg/kg BB dan 300mg/kgBB, 250mg/kg BB dan 600mg/kg BB, 500mg/kg BB dan 300mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan selama 15 hari. Pemberian kombinasi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan dosis 500 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB merupakan dosis yang lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan dosis 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB, dosis 250 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Berdasarkan hasil uji LSD (Least Significance Different) sebagai uji lanjutan atau post hoc test menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dosis 500mg/kgBB dan 300mg/kgBB memiliki akitivitas penurunan kadar gula darah setara dengan kontrol positif, hal ini dapat dilihat dari nilai (P>0,05).
Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-off Limbah Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca var.sapientum) sebagai Antioksidan Sudewi Mukaromah Khoirunnisa; Dirga Dirga; Irfanianta Arif Setyawan; Atika Dalili Akhmad
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.6350

Abstract

Provinsi Lampung merupakan penghasil pisang terbesar dengan jumlah sebanyak 1,48 juta ton atau 21,59 % dari total produksi pisang nasional. Jenis pisang yang banyak dikonsumsi masyarakat adalah pisang ambon (Musa paradisiaca var.sapientum.), namun pemanfaatan pisang sebagai bahan obat, kosmetik maupun pangan masih terbatas pada buahnya dan pengolahan bagian lainnya yang berupa limbah seperti kulit buah masih sedikit. Kulit pisang dilaporkan memiliki khasiat sebagai antioksidan, antikolesterol, antinyeri, antidiare, anti hipertensi, dan antihiperglikemi. Melihat besarnya potensi dari kulit pisang, maka diperlukan studi untuk memanfaatkan kulit pisang ambon sebagai sediaan masker gel peel-off yang stabil, berefek, dan aman. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode Diphenylhydrazylpicryl (DPPH). Formulasi masker gel dibuat dengan basis Polyvinyl Alcohol (PVA) dengan konsentrasi 10%. Evaluasi sediaan masker gel meliputi pengamatan perubahan konsistensi, warna, bau, pH, dan viskositas selama 28 hari pada suhu penyimpanan yang berbeda, yaitu pada suhu 4◦C dan 27◦C. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit pisang ambon memiliki IC50 sebesar 13,542 ppm. Dari hasil uji fisik menunjukkan bahwa formula 2 memiliki syarat yang paling baik sebagai sediaan masker. Hasil evaluasi aktivitas antioksidan, ketiga formula masker memiliki aktivitas antioksidan yang baik (IC50<50), namun formula yang disimpan dalam suhu 4◦C memiliki aktivitas antioksidan yang lebih baik.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN METODE BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) Muhammad Havel AlTasyah; Diah Astika Winahyu; Ade Maria Ulfa
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.5707

Abstract

ABSTRAK Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) banyak digemari dikarenakan rasanya yang lezat serta dipenuhi dengan nutrisi, banyak protein, serta lemak yang rendah. Selain itu jamur tiram putih juga mempunyai metabolit sekunder yang bermanfaat untuk pengobatan antibakteri, antioksidan, antitumor, antivirus, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas ekstrak etanol jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap larva udang (Artemia salina L.) serta mengetahui nilai LC50 ekstrak jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap larva udang (Artemia salina L.). Ekstrak dibuat dari sampel serbuk jamur tiram dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak pekat dilakukan uji skrinning fitokimia dan uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan larva udang Artemia salina L. yang berumur 48 jam. Efek toksik ekstrak diidentifikasi dengan persentase kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Dari hasil uji skrinning fitokimia mengandung metabolit sekunder golongan polifenol, tanin, saponin, flavonoid, dan terpenoid. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) memiliki efek toksik terhadap larva udang (Artemia salina L.) dan nilai LC50 <1000 μg/mL. Ekstrak etanol jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) memiliki efek toksik terhadap larva udang (Artemia salina L.) dengan toksisitas sedang dengan nilai LC50 ekstrak etanol jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap larva udang (Artemia salina L.) sebesar 259,519 mg/L (ppm).
FORMULASI SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL SERAI DAPUR (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Tutik Tutik; Dewi Chusniasih; Rizki Yuliana Rahayu
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.6726

Abstract

Serai dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf) merupakan tanaman yang telah banyak diteliti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan sabun cair ekstrak serai dapur terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Simplisia serai dapur dimaserasi menggunakan etanol 96%. Uji efektivitas antibaktri dilakukan dengan metode difusi cakram untuk KHM dan untuk menentukan efektivitas antibakteri sediaan sabun cair antiseptik. Hasil maserasi diperoleh rendemen sebanyak 19,4 %. Hasil KHM diperoleh pada konsentrasi 10% dengan diameter zona hambat 7,25 mm pada bakteri Staphylococcus aureus dan 8,33 mm pada bakteri Escherichia coli. Hasil pengujian mutu sabun cair antiseptik memenuhi persyaratan sesuai standar yang ditetapkan SNI. Hasil uji efektivitas antibakteri sabun cair ekstrak serai dapur dengan konsentrasi 10% diperoleh zona hambat sebesar  7,25 mm pada bakteri Staphylococcus aureus dan 8,25 mm pada bakteri Escherichia coli. Hasil uji efektivitas kedua bakteri tersebut kurang efektif karena masih dalam kategori zona bambat yang sedang.Kata kunci: Serai Dapur (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf), Sabun CairAntiseptik, Staphylococcus aureus, Eschericia coli
ANALISIS KANDUNGAN SAKARAN PADA MINUMAN ES YG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA BENGKULU Elly Mulyani; Herlina Herlina; Yoega Marsyah Putra
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8673

Abstract

Minuman es merupakan salah satu minuman yang sering dijumpai baik di tempat-tempat umum maupun pasar tradisional. Dalam pembuatan minuman es seringkali produsen menggunakan pemanis buatan salah satunya seperti sakarin. Dalam beberapa penelitian ditemukan bahwa penggunaan pemanis buatan yang tidak memenuhi syarat akan menimbulkan penyakit yang karsinogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sakarin yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu. penelitian ini menggunakan metode probabilitas sampling dalam pengambilan sampel yang mana sampel diambil secara acak sederhana dan sampel yang diambil di pasar tradisional Kota Bengkulu baik sampel A, sampel B, sampel C, sampel D, sampel E, dan sampel F. Analisis sampel dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif  dengan menggunakan metode uji warna dan spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semua sampel yang di uji sebanyak 6 sampel yang berada di Pasar Tradisional Kota Bengkulu yang semuanya negatif sakarin.
EVALUASI FISIK DAN KIMIA BASIS PEG 4000 DAN PROPILENGLIKOL SEBAGAI ANTI JERAWAT KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) Helisya Putri; Niken Feladita; Angga Saputra Yasir
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8012

Abstract

Jerawat adalah penyakit inflamasi kronik yang terjadi pada unit pilosebaseus. Acne juga merupakan penyakit multifaktorial yang berkembang di dalam folikel sebaseus. Patofisiologi acne  terjadi  karena  4  faktor  yang berpengaruh  ialah hiperkeratinisasi folikuler, kolonisasi bakteri Propionibacterium acnes, peningkatan produksi sebum, dan inlamasi. Propionibacterium acnes ialah target utama untuk pengobatan antibakteri jerawat. Daun sirsak (Annona muricata L.) adalah tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, tanin, fitosterol, kalsium oksalat, dan alkaloid antioksidan yang terkandung dalam daun sirsak antara lain adalah vitamin C. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain, saponin, flavonoid, tannin, ditemukan senyawa bersifat bioaktif yang dikenal dengan nama acetogenin. Daun jambu biji (Psidium  guajava  L.)  mengandung  zat-zat  aktif  yang  berperan  sebagai  zat  anti bakteri. Senyawa-senyawa kimia tersebut diantaranya adalah tanin, saponin, etanol, polifenol, flavonoid, minyak atsiri (eugenol), asam malat, asam ursolat, asam psidiolat, asam  kratogolat,  asam  oleanolat,  asam  guajaverin  dan  lain-lain. PEG 4000 sebagai pelarut dan pembawa dalam pembuatan sediaan farmasi dan kosmetik khususnya untuk zat-zat yang tidak stabil atau tidak dapat larut air. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui Mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirsak dan daun jambu biji yang paling efektif sebagai krim anti jerawat.Penelitian ini menggunakan   metode difusi cakram. Konsentrasi yang digunakan adalah 3%, 6%, dan 9%. Ekstrak daun sirsak dan daun jambu biji memiliki efek antibakteri, Pada konsentrasi 9% ekstrak daun sirsak dan daun jambu memiliki  daya hambat yang lebih efektif terhadap bakteri  Propionibacterium acne. Analisis data menggunakan one way ANOVA hasil menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P>0,05.
EVALUASI KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS BERNUNG GEDONG TATAAN PESAWARAN Hesi Arista; Martianus Perangin Angin; Nofita Nofita
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.6968

Abstract

Saat ini bukan hanya pasien mendapat obat bermutu tetapi juga layanan dari petugas kesehatan yang bermutu karena orientasinya sudah bergeser ke patient center. Kepuasan pasien terhadap layanan kesehatan menjadi fokus yang saat ini digalakkan oleh pemerintah. Penelitian tentang Evaluasi Kepuasan Konsumen Terhadap Kualitas Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Bernung Gedong Tataan Pesawaran bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Bernung Gedong Tataan. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif non eksperimental. Data dikumpulkan dengan survey menggunakan metode Cross Sectional. Penilaian terhadap kepuasan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner SERVQUAL yang memuat 5 dimensi pelayanan kefarmasian. Analisis data menggunakan nilai kesenjangan rata-rata harapan dan rata-rata kinerja, persentase kesesuaian kepuasan pasien, dan Importance Performance Analysis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian didapatkan nilai terbesar pada dimensi kehandalan (Reability) yakni 89,21%; dimensi ketanggap (Responsivines) yakni 89,46%; dimensi keyakinan (Assurance) 82,67%; dimensi empati (Empaty) yakni 86,28% dan dimensi berwujud (Tangibles) yakni 88,22% untuk nilai rata-rata persentase sebesar 87,17%. Hal ini menunjukan bahwa pasien rawat jalan sudah merasa puas dengan pelayanan yang sudah diberikan oleh petugas farmasi akan tetapi pihak puskesmas perlu memperbaiki apa yang menjadi harapan pasien yang belum tercapai guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian.
FORMULASI DAN EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) Rizky Novela Indarala; Ade Maria Ulfa; Martianus Perangin Angin
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.7007

Abstract

Telang merupakan herbal yang bisa dikatakan istimewa di dalam pengobatan tradisional. Seluruh bagiannya mulai dari akar hingga bunga dipercaya memiliki efek mengobati dan memperkuat kinerja organ (Mukherjee et al., 2008). Senyawa yang terkandung di dalam bunga telang tersebut seperti flavanoid yang mengandung 20,07 ± 0,55 mmol/mg bunga dan antosianin 5,40 ± 0,23 mmol/mg dari total dalam bunga telang yang bermanfaat sebagai terapi antiasma, antikanker, dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk emngetahui efektivitas ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) dalam bentuk sediaan salep terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih (rattus novergicus). Tikus dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif yang hanya diberikan basis salep, kontrol uji 1 diberikan salep konsentrasi 10%, kontrol uji 2 diberikan salep konsentrasi 20%, kontrol uji 3 diberikan salep ekstrak 30%, dan kontrol positif diberikan salep komersil. Salep diberikan 2 kali sehari selama 14 hari. Parameter penyembuhan luka diamati dengan mengukur Penuruna Panjang luka. Hasil menunjukkan bahwa salep ekstrak bunga telang dengan konsentrasi 30% memberikan kesembuhan pada hari ke- 7, salep dengan konsentrasi 10% dan 20% pada hari ke-8. Dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak bunga telang dapat menyembuhkan luka sayat.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN ASETON BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus Ade Maria Ulfa; Kenedi Nanda Putra; Selvi Marcellia; Dwi Susanti
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.8224

Abstract

Penyakit infeksi merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri, paling banyak diderita oleh penduduk di negara berkembang, termasuk Indonesia. Bunga telang (Clitoria ternatea) mengandung senyawa kimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polifenol yang berfungsi sebagai antibakteri. Penelitiaan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi hambat minimum ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram dan diekstraksi secara ultrasonik menggunakan pelarut etanol 96% dan aseton. Hasil ekstraksi etanol bunga telang diperoleh rendemen sebesar 38,75% sedangkan hasil ekstraksi aseton bunga telang diperoleh rendemen sebesar 24%. Konsentrasi ekstrak bunga telang yang digunakan adalah 5%; 15%; 25%, dan 35%. Dari hasil penelitian konsentrasi hambat minimum ekstrak etanol dan aseton bunga telang didapatkan pada konsentrasi 5% dengan zona hambat ekstrak etanol sebesar 5,26 mm dan zona hambat ekstrak aseton sebesar 2,73 mm. Ekstrak Bunga telang memiliki efek antibakteri, semakin tinggi konsentrasi ekstrak bunga telang, semakin luas zona hambatnya. Hasil analisis one way ANOVA menunjukan adanya perbedaan bermakna antar setiap kelompok perlakuan P<0,05. Ekstrak Etanol dan ekstrak aseton bunga telang (Clitoria ternatea) efektif sebagai antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) diperoleh pada konsentrasi 5%.Kata Kunci: Bunga Telang, Staphylococcus aureus, Difusi Cakram, KHM

Page 9 of 20 | Total Record : 200