cover
Contact Name
Angga Yasir
Contact Email
anggayasir92@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26550679     EISSN : 26552701     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) merupakan kumpulan hasil pengabdian masyarakat dan ulasan (review) yang dilakukan oleh dosen baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan mahasiswa atau pihak lainnya di bidang kefarmasian dan kesehatan serta keilmuan lain terkait. Hasil pengabdian yang dipublikasikan dalam jurnal ini berbentuk pengabdian eksperimental maupun non eksperimental. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
PEMANFAATAN INFUSA TANAMAN HERBA MENIRAN SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN PENYAKIT DISENTRI DI KELURAHAN KEDAUNG KOTA BANDAR LAMPUNG Susanti, Dwi; Primadiamanti, Annisa; Ramadhani, Muhammad
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i2.18185

Abstract

Disentri masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia dan Dunia. Infeksi pada saluran pencernaan ini yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan parasit dapat menyebabkan diare berdarah, lendir pada feses, dan nyeri pada saat buang air besar. Herba meniran merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan bertujuan untuk memberikan edukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat tentang pemanfaatan infusa tanaman herba meniran sebagai alternatif pengobatan penyakit disentri di Kelurahan Kedaung Kota Bandar Lampung. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan alat bantu kuesioner, leaflet, video, dan alat demonstrasi. Hasil pretest dari 31 peserta penyuluhan menunjukkan persentase tingkat pengetahuan masyarakat masih rendah 45,7%, sedangkan tingkat pengetahuan tinggi 94% pada hasil posttest. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Kelurahan Kedaung Kota Bandar Lampung tentang pemanfaatan infusa tanaman herba meniran sebagai alternatif pengobatan penyakit disentri meningkat secara signifikan setelah dilakukan penyuluhan, sehingga turut berkontribusi dalam upaya penanganan penyakit disentri.
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER ALAMI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN POLA HIDUP SEHAT DI SDN 2 GADINGREJO UTARA KABUPATEN PRINGSEWU Nofita, Nofita; Rahayu, Dian; Lestari, Diana; Wijayanti, Fisca
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i2.18161

Abstract

Pemakaian hand  sanitizer bisa  menjadi  pilihan saat  sulit mencuci tangan memakai sabun serta air yang mengalir. Hand sanitizer biasanya cenderung menggunakan bahan kimia yang dapat menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan  dan  lingkungan. Pembuatan hand sanitizer dalam bentuk sediaan cair yang higenis dari bahan tumbuhan alami dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti alkohol. Salah satunya adalah tanaman jeruk nipis yang mengandung unsur-unsur senyawa kimia yang bermanfaat sebagai antibakteri yaitu flavonoid yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aereus (kuman pada kulit) dan juga memiliki aroma yang khas. Oleh karena itu, Tim PKM Universitas Malahayati memberikan pelatihan mengenai cara atau proses pembuatan hand sanitizer dari bahan alami serta siswa/i mampu menghasilkan produk hand sanitizer secara mandiri di SD Negri 2 Gadingrejo Utara Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan metode Partisipatori, metode ini melibatkan peran dan partisipasi siswa/i secara langsung dan melakukan penyuluhan yang meliputi penyuluhan, tanya jawab serta demonstrasi praktik pembuatan hand sanitizer daun sirih dan jeruk nipis. Adanya aktivitas pengabdian tersebut Siswa/i dapat membuat hand sanitizer secara mandiri untuk digunakan secara pribadi dan siswa/i peserta pelatihan dapat lebih meningatkan pola hidup sehat dan bersih.
PENGARUH EDUKASI DAGUSIBU (DAPATKAN, GUNAKAN, SIMPAN DAN BUANG) SEDIAAN OBAT SIRUP ANAK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DI LANGKAPURA BANDAR LAMPUNG Ulfa, Ade Maria; Sunowo, Joko; Muliyanti, Reni; Putri, Restika Ananda; Liani, Reza
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v7i2.18238

Abstract

ABSTRACTDagusibu is an educational program established by the Indonesian Pharmacists Association (IAI) related to obtaining, using, storing, and disposing of medicine correctly. The lack of knowledge regarding information on how to manage drugs from getting the medicine until it is no longer consumed and finally disposed of, so that the impact of misuse of syrup in the community can be prevented. This counseling activity was aimed to determine the increase in mother's knowledge about DAGUSIBU for children's syrup preparation before and after counseling in Langkapura Bandar Lampung. The method used was survey method in the form of discussion, interviews, and observation and statistical analysis using paired T test. The results showed an increase in knowledge of mothers who had babies / toddlers about DAGUSIBU children's syrup medicine correctly seen from the average value obtained before counseling amounted to 36.94% and after counseling, namely amounted to 91.11% so that an increase of an increase of 54.17%. Statistical data showed that there was a relationship between providing education with increased knowledge of mothers who have babies / toddlers where the p-value was 0.00 with a confidence level of 95%. Keywords: DAGUSIBU, education, medicine, counseling, syrup. ABSTRAKDagusibu adalah program edukasi yang dibentuk oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) terkait dapatkan, gunakan, simpan, dan buang obat dengan benar. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai informasi tentang tata cara pengelolaan obat dari mendapatkan obat hingga sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang, sehingga dampak dari kesalahan penyalahgunaan obat sirup pada masyarakat dapat dicegah. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan mengetahui peningkatan pengetahuan Ibu tentang DAGUSIBU sediaan obat sirup anak sebelum dan sesudah penyuluhan di Kelurahan Langkapura Bandar Lampung. Metode yang digunakan  metode survei berupa diskusi, wawancara, dan observasi dan analisis statistik menggunakan uji paired T test. Hasil edukasi didapatkan peningkatan pengetahuan ibu-ibu yang memiliki bayi/balita tentang DAGUSIBU obat sirup anak dengan benar dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh sebelum penyuluhan sebesar 36,94% dan setelah dilakukan penyuluhan yaitu sebesar 91,11%  sehingga diperoleh peningkatan sebesar 54,17 %. Data statistik menunjukkan  ada hubungan antara pemberian edukasi dengan peningkatan pengetahuan ibu-ibu yang memiliki bayi/balita dimana p-value 0,00 dengan taraf kepercyaan 95%. Kata Kunci: DAGUSIBU, edukasi, obat, penyuluhan, sirup
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Nusantari, Candra Saka; Retananingsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KECACINGAN MELALUI PENYULUHAN (UPAYA PREVENTIF) DI PANTI ASUHAN AS-SALAM HAJIMENA KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG Widianingsih, Mastuti; Adyana, Ketut Sudi; Fauziyah, Sekar; Antika, Sindi
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19200

Abstract

Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2017 telah melaporkan bahwa prevalensi Infeksi Kecacingan di Indonesia bervariasi dari 2,5% hingga 62% di setiap provinsi dan dapat menjangkit semua kelompok usia. Namun demikian, anak-anak usia di bawah lima tahun dan sekolah dasar menjadi kelompok yang paling rentan. Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing yang sering menyerang anak-anak dan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas, menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit sehingga berakibat menurunnya kualitas sumber daya manusia dan risiko tinggi kesakitan dan kematian. Penyebaran cacing salah satu penyebabnya adalah kebersihan perorangan yang masih buruk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan bertujuan untuk memberikan edukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam upaya pencegahan penyakit cacingan kepada di Panti Asuhan As-Salam Hajimena terletak di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan alat bantu kuesioner, leaflet, video, dan alat demonstrasi. Hasil kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan pada 25 peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta. Rata-rata nilai sebelum penyuluhan adalah 78,4%, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 95,2%.
LAPAT (LANSIA PATUH OBAT) PADA PENDERITA HIPERTENSI & PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL JAHE (Zingiber officinale) UNTUK MENDUKUNG PENGOBATAN HIPERTENSI Saputri, Gusti Ayu Rai; Mu’azzarah, Aza; Irawan, Bunga Fisqia; Mahadhiti, Fayza
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19371

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit generatif yang penderitanya sebagian besar lansia, Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi menjadi salah satu faktor penentu dalam mengendalikan tekanan darah. Penyebab ketidakpatuhan lansia dalam minum obat hipertensi karena kesibukan dalam bekerja, menurunnya daya ingat saat waktu pemberian obat dan dosis obat yang benar,.Terapi yang dapat dilakukan pada kasus hipertensi ada dua yakni terapi farmakologi dan non farmakologi Contoh terapi non farmakologi yang bisa menurunkan hipertensi adalah terapi rebusan jahe karena kandungan kalium di dalam jahe berfungsi untuk memperlambat pembebasan renin Angiotensin yang bisa menambah ekskresi air dan natrium sehingga akan menyusut dan terjadilah hipotensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan lansia dalam menggunakan  obat  hipertensi  dan  Meningkatkan  pengetahuan  pengolahan minuman herbal jahe untuk mendukung pengobatan hipertensi. Metode kegitatan ini adalah penyuluhan serta pengisian kuisioner dan demonstrasi pembuatan minuman herbal jahe. Dari hasil analisis terkait dengan posttest dan pretest, diperoleh informasi bahwa sebelum pemaparan meteri ibu-ibu memperoleh skor persentase (80%) Sedangkan setelah pemaparan materi ibu-ibu memperoleh skor (100%) Hasil yang diperoleh menunjukan kenaikan yang menjadi penanda keberhasilan penyusun dalam melakukan penyuluhan
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa oleifera L) UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI ANEMIA DI DESA CIPADANG KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Lestari, Yovita Endah; Angela, Fidiya Puspa; Dinanti, Mutiara Dewi; Putri, Sabilita Lailatul
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23595

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari pada nilai normal. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Pencegahan dan pengobatan anemia dapat menggunakan Daun Kelor (Moringa oleifera L). Zat besi dalam Daun Kelor dapat membantu proses pembentukan sel darah merah sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang efektivitas daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan terkait anemia dan pemanfaatan daun kelor sebagai pengobatan anemia, pengisian pre-test dan post-test, serta pembagian pamflet sebagai sumber informasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan daun kelor meningkat dari 63,2% (kategori sedang) menjadi 95,8% (kategori tinggi).
PELATIHAN PEMBUATAN HAIR TONIC LIDAH BUAYA(ALOE VERA L) UNTUK MENJAGA KESEHATAN RAMBUT PADA REMAJA Nofita, Nofita; Dewi, Dinda Puspita; Amanda, Dita Dwi; Putro, Igho Reynaldi Nugroho
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19229

Abstract

Rambut merupakan bagian tubuh yang esensial yang memiliki fungsi baik secara estetika maupun fungsi proteksi terhadap kulit kepala, Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa sediaan kosmetik diantaranya kosmetik pembersih rambut seperti hair tonic, Hair tonic merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk melebatkan pertumbuhan rambut atau merangsang pertumbuhan rambut saat terjadi masalah kebotakan atau rambut rontok, sebagian masyarakat terutama di desa secara tradisional masih menggunakan bahan bahan alami dalam mengatasi rambut rontok seperti lidah buaya (aloe vera L), dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Dalam penelitian ini bertujuan untuk membuat atau memformulasikan sediaan hair tonic herbal yang seluruh bahan sintetisnya akan digantikan dengan pembawa dari bahan herbal, metode kegiatan ini adalah demonstrasi sediaan hair tonic lidah buaya (aloe vera L) untuk menjaga kesehatan rambut pada remaja di panti asuhan kemala puji bandar lampung, dari hasil analisis terkait evaluasi pelatihan pembuatan sediaan hair tonic pada remaja di panti asuhan kemala puji bandar lampung didapatkan bahwa anak-anak di panti asuhan kemala puji telah memahami bagaimana cara menggunakan hair tonic dengan baik dan benar. Melalui pengabdian masyarkat ini anak-anak di panti asuhan mendapat pengetahuan mengenai cara pembuatan hair tonic lidah buaya(aloe vera) serta manfaat dari tanaman lidah buaya.
SOSIALISASI MANFAAT DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) DALAM MASKER ORGANIK TERHADAP PENGURANGAN JERAWAT Setiawan, Iwang Davi; Dinda, Bevi Mutiara; Nanda, Widya Dwi; Putri, Sakilla Adelia; Cahyani, Arta Arum
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.22061

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris adalah penyakit kulit yang paling umum, yang mempengaruhi hampir 80 % orang pada usia 11 sampai 30 tahun. Penyakit ini tidak fatal, tetapi cukup merisaukan karena berhubungan dengan menurunkan kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah penderita. Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami, salah satunya adalah daun binahong yang dibuat dalam bentuk masker organik. Daun binahong memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, dan polifenol yang secara empiris dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jerawat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i di SMPN 27 Pesawaran. Dengan dilakukan penyuluhan siswa akan tahu pemanfaatan tanaman daun binahong sebagai masker organik. Sehingga siswa tahu pemanfaatan tanaman daun binahong, kandungan, khasiat dan cara pengolahannya. Penyuluhan ini menggunakan metode sosialisasi, wawancara, dan pengisian kuesioner dengan menggunakan alat bantu berupa banner, proyektor, laptop, meja, alat pengeras suara dan bingkisan. Hasil pre-testdari 40 peserta penyuluhan menujukkan persentase tingkat pengetahuan masyarakat lumayan tinggi yaitu 80%, sedangkan tingkat pengetahuan semakin tinggi sebesar 86% pada hasil post-test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan siswa SMPN 27 Pesawaran tentang pemanfaatan tanaman daun binahong sebagai masker organik meningkat setelah dilakukannya penyuluhan. Kata kunci: Daun Binahong, Jerawat, Masker, Organik, Penyuluhan
SOSIALISASI SERBUK KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENGGANTI ZAT BESI UNTUK MENGATASI ANEMIA DI DESA RULUNG SARI, KEC. NATAR LAMPUNG SELATAN Ulfa, Ade Maria; Aprilia, Berlian Nindi; Lestari, Dian; yah, Ina
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19318

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian anemia adalah faktor ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) dan diikuti faktor asupan nutrisi ibu hamil selama masa kehamilan yang tidak adekuat. Tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe sangat mempengaruhi keadaan anemia pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi  bertujuan untuk memberikan edukasi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat Posyandu Mawar, Dusun II Suka Bandung, Desa Rulung Sari, Kec. Natar Lampung Selatan tentang pemanfaatan serbuk daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai makanan alternatif pengganti untuk pencegahan atau mengatasi anemia. Sosialisasi ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan bantuan brosur dan alat demonstrasi. Hasil pretest dari 30 peserta sosialisasi menunjukan persentase tingkat pengetahuan masyarakat masih rendah 47.3 %, sedangkan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 93% pada hasil posttest. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sidodadi tentang pemanfaatan serbuk daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai makanan alternatif pengganti untuk pencegahan atau mengatasi anemia meningkat secara signifikan setelah dilakukannya sosialisasi.