cover
Contact Name
Sudianto
Contact Email
didacticalmathematics@unma.ac.id
Phone
+6285317777552
Journal Mail Official
didacticalmathematics@unma.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya K H Abdul Halim No.103, Majalengka Kulon, Kec. Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Didactical Mathematics
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 26227525     EISSN : 26549417     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Efektivitas Discovery Learning Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA 1 Bengkulu Tengah Puji Hartati
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.29 KB) | DOI: 10.31949/dmj.v2i2.2071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan model discovery learning ditinjau dari kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dimana sasaran penelitian berupa kelompok yang sudah ada. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Bengkulu Tengah. Pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan kelas yang terpilih yaitu kelas X IPA-3 sebagai kelas eksperimen dan X IPA-1 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Analisis data untuk menguji keefektifan discovery learning ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan  Uji independent t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa, penerapan discovery learning efektif. Hal ini ditunjukkan dari hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebsar 4,702 dengan signifikansi sebesar 0,002 pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran discovery yaitu sebesar 80,20 dan lebih tinggi dari kelas deengan pembelajaran ekspisitoru yaitu sebesar 62,00.
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik Siswa Vici Suciawati
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.21 KB) | DOI: 10.31949/dmj.v2i1.1963

Abstract

Perasaan tidak mampu siswa ketika menghadapi pelajaran matematika dapat menciptakan kondisi dan situasi yang memungkinkan siswa untuk tidak melakukan proses berpikir kreatif. Ketika berhadapan dengan hal-hal yang berkaitan dengan matematika, Siswa yang kurang yakin atas kemampuan dirinya dalam menghadapi pelajaran matematika akan menemukan kesulitan dalam menyelesaikan masalah matematika, sebaliknya siswa yang merasa yakin akan dapat melakukan langkah-langkah belajar yang tepat dalam meyelesaikan soal matematika dan mampu berpikir logis, analistis, sistematis, kritis dan kreatif. Salah satu tujuan jangka panjang pembelajaran matematika adalah mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. kurangnya keyakinan diri siswa terhadap kemampuan dirinya juga merupakan suatu faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir kreatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self efficacy terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan uji statistika menggunakan regresi linier sederhana. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Siti Khadijah Sindangwangi Majalengka yang terdaftar pada Tahun pelajaran 2015/2016. Sampel yang digunakan adalah kelas VIII A. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen tes kemampuan berpikir kreatif matematik dan angket skala self efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematik siswa.
Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa SMA Melalui Problem Based Learning Kartika Apriani
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.872 KB) | DOI: 10.31949/dmj.v2i2.2073

Abstract

Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa masih sebagian besar mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah matematika, sehingga kemampuan penalaran matematis siswa masih dapat dikatakan rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan menggunakan Problem Based Leaarning dan mendeskripsikan perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang menggunakan Problem Based Learning ditinjau dari kemampuan awal matematis (tinggi, sedang, dan rendah). Metode penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan bentuk The One Group Pretest-Protest Design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan melalui purposive sampling dimana sampel yang diambil adalah kelas XI MIPA 3 dengan jumlah siswa 32 orang yang terdiri dari 4 orang siswa dan 28 orang siswi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes berupa soal essay, angket, dan lembar observasi. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu analisis data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest dengan uji t (Paired Sample T-Test) dan uji One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perbedaan kemampuan penalaran matematis siswa sesudah pembelajaran lebih baik daripada sebelum pembelajaran dengan menggunakan Problem Based Learning; (2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa dengan menggunakan Problem Based Learning ditinjau dari kemampuan awal matematis (tinggi, sedang, dan rendah); (3) Hasil analisis angket respon siswa juga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki respon positif terhadap penggunaan Problem Based Learning dengan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 51,63%.  
Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Matematika Erik Santoso
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.602 KB) | DOI: 10.31949/dmj.v2i2.2085

Abstract

Pendidikan karakter menjadi isu hangat diberbagai negara dan menjadi perhatian serius. Hal ini juga dirasakan di Indonesia penerpan pendidikan karakter menjadi prioritas penting dalam pembelajaran. 18 karakter dapat menjadi rujukan oleh guru dalam mengembangkan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Guru matematika memiliki peranan penting dalam mengembangkan pendidikan karakter melalui pembelajaran di kelas. Metode penelitian digunakan dalam pembahasan topik utama dalam artikel ini menggunakan model analisis kausal efektual dengan menggunakan pendekatan rasional yang dirangkai berdasarkan hasil kajian pustaka (literature review). Melalui kajian dan analisis dengan penelaahan secara mendalam kajian teori maka pembelajaran matematika bisa menumbuhkan karakter pada diri siswa. Karakter diperlukan agar siswa mampu menjadi manusia yang cerdas dan baik. Selain itu karakter juga diperlukan sebagai modal dalam menghadapi era digital dengan persaingan yang ketat. Pembelajaran matematika bisa menjadi sarana dalam membiasakan pendidikan karakter yaitu melalui pembelajaran yang didalamnya diberikan soal pemecahan masalah. Pemberian karakter ini diharapkan menjadi kebiasaan dalam diri siswa sehingga siswa memiliki karakter yang baik.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Pemahaman Matematik Peserta Didik Ahmad Hasan Basri; Erik Santoso
Jurnal Didactical Mathematics Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.54 KB) | DOI: 10.31949/dmj.v1i1.2196

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes pemahaman matematik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Ciawi. Sampel dalam penelitian diambil dua kelas secara acak menurut kelas dari seluruh populasi, yaitu kelas XI H sebagai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 32 orang dan kelas XI I sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 31orang. Kelas eksperimen diberi pembelajaran dengan model pembelajaran TAI dan kelas kontrol diberi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung. Teknik analisis data menggunakan uji perbedaan dua rata-rata. Berdasarkan analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh thitung = 2,62 dan ttabel = 2,39 ternyata thitung > ttabel, maka H0 di tolak dan H1 diterima. Diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif penggunaan model pembelajaran TAI terhadap pemahaman matematik peserta didik
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Padangsidimpuan Hamni Fadlilah Nasution
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dmj.v2i1.3058

Abstract

Pemahaman matematis mahasiswa terhadap konsep-konsep yang diberikan masih rendah serta mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi apa yang diketahui dari soal yang diberiukan.. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kemampuan pemahaman matematis mahasiswa dalam matakuliah matematika ekonomi yang berkaitan dengan fungsi peawaran dan permintaan. Metodologi penelitian yang digunakan menggunakan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 40 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman matematis mahasiswa untuk matematika ekonomi dengan materi mengambarkan fungsi penawaran dan permintaan masih kurang. Kemampuan pemahaman untuk soalr satu hanya mencapai 42,5% mahasiswa berada pada kategori baik dan sangat baik dan Soal nomor dua hanya 37,5%. Hal ini disebabkan kebanyakan mahasiswa tidak paham untuk menentukan yang diketahui dari soal cerita yang diberikan tentu menunjukkan kurang pemahaman mahasiswa untuk mengkoneksikan dengan kehidupan sehari-hari. Jadi ini menunjukan indikator pemahaman matematis yaitu koneksi masih lebih rendah sibandikang dengan kemampuan pemahamam komputasi.
Upaya Meningkatkan Pembelajaran Matematika melalui PJBL Variasi Group Resume dengan Media Permainan BuHaRun Pada Siswa Kelas IVA SD Negeri Tunas Harapan Losarang Indramayu. Wiwin Winarsih
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dmj.v2i3.2495

Abstract

Berdasarkan observasi dan refleksi peneliti di kelas IVA SD Negeri Tunas Harapan Losarang Indramayu.  menunjukkan bahwa siswa kurang memiliki kemampuan dalam pembelajaran dan menghasilkan suatu karya dalam pembelajaran, dan guru belum menggunakan media pembelajaran yang menarik siswa. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Maka dari itu dilakukan perbaikan dengan menerapkan model PJBL Variasi Group Resume dengan Media Permainan untuk meningkatkan  kualitas  pembelajaran  matematika.  Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) keterampilan guru pada siklus I dan II memperoleh skor 32 (baik) dan 39,5 (sangat baik); (2) aktivitas siswa pada siklus I dan II memperoleh skor 17,16 (baik) dan  24,96 (sangat baik); (3) iklim pembelajaran pada siklus  I dan  II memperoleh  skor 12 (sangat baik)  dan 13 (sangat baik); (4) kualitas materi pembelajaran pada siklus I dan II memperoleh skor 5,5 (baik) dan 6 (sangat baik); (5) kualitas media pembelajaran pada siklus I dan II memperoleh skor 14 (sangat baik) dan 14,5 (sangat baik); (6) hasil belajar siswa pada siklus I dan II memperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 70% dan 81,8%.
Pendekatan Saintifik Dalam Perspektif Teori Belajar Vygotsky Megita Dwi Pamungkas; Erik Santoso; Rochmad Rochmad; Isnarto Isnarto
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dmj.v2i3.2525

Abstract

Diterapkannya Kuruikulum 2013 mengharuskan guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merubah paradigma bahwa peran guru dalam pembelajaran harus berkurang, hal ini sesuai dengan teori belajar Vygotsky mengenai Scaffolding. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik memiliki irisan dengan teori belajar Vygotsky. Bahwa di dalam pendekatan saintifik perlu adanya lingkungan social yang baik sangat sesuai dengan teori yang dikembangkan Vygotsky. Teory Vygotsky yang terkenal salah satu diantarnaya mengenai scaffolding. Teori ini sangat berhubungan sekali dengan pendekatan saintifik bahwa peran guru dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik harus menjadi fasilitator melalui bimbingan kepada siswanya.
Pengembangan Modul Integral Menggunakan Geogebra berbasis revolusi 4.0 Ma’ulfi Kharis Abadi; Nur Hidayanti
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dmj.v2i3.3072

Abstract

Penelitian ini menggunakan aplikasi geogebra dalam membuat materi integral, dengan tujuan mempermudah dalam memberikan materi kepada mahasiswa. Karena banyak kendala yang dialami dalam memberikan materi integral yang sifatnya dimensi tiga jika dalam menulis manual di whiteboard. Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan modul integral dengan menggunakan aplikasi GeoGebra berbasis revolusi 4.0 sesuai dengan perkembangan zaman. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan model ADDIE (Analisys, Desaign, Development, Implementation, Evaluation). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Banten Jaya, sedangkan sampel yang diambil adalah mahasiswa program studi teknik sipil pada fakultas teknik. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa modul yang dikembangkan oleh peneliti sudah layak digunakan dengan uji ahli dan bisa dilanjutkan untuk dijadikan bahan ajar.
Pembelajaran Aritmatika Sosial Melalui Metode Kerja Kelompok Di Kelas VII H SMP Negeri 1 Tukdana Warlan Warlan
Jurnal Didactical Mathematics Vol 2, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dmj.v2i3.2509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Matematika agar menjadi lebih baik (maksimal) baik secara individu maupun klasikal. Proses pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga siswa merasa jenuh dan bosan untuk belajar khususnya mata pelajaran matematika dan hasil belajar yang tidak optimal.  Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian tindakan kelas dalam pembelajaran matematika dengan menerapkan Metode Kerja Kelompok yang menekankan aspek-aspek pembagian dalam kelompok besar, penyampaian melalui ceramah, demonstrasi, praktek mengamati dilapangan dan diskusi kelompok. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu ((1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi hasil penelitian tindakan. Subyek penelitian adalah siswa Kelas VII H SMP Negeri 1 Tukdana Kabupaten Indramayu pada semester genap Tahun pelajaran 2013/2018, yang berjumlah 37 siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai, yaitu: 1.Hasil awal  menunjukkan skor rata-rata 58,25. Hasil pada siklus I naik menjadi skor rata-rata: 70,25. Hasil pada siklus II naik menjadi skor rata-rata: 83,50.        Aktivitas belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran Matematika pada materi  “Aritmatika Sosial“ siswa yang mengajukan pertanyaan atau mengungkapkan permasalahan cukup meningkat. Siswa yang bisa menjawab pertanyaan atau permasalahan meningkat. Siswa yang menyampaikan pendapat meningkat. Siswa yang memperhatikan secara aktif meningkat. Siswa yang bekerja dan belajar secara aktif cukup meningkat.