cover
Contact Name
Doni Septian
Contact Email
doni.septian@stainkepri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
doni.septian@stainkepri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Perada: Jurnal Studi Islam Kawasan Melayu
ISSN : 26567202     EISSN : 26556626     DOI : -
Jurnal Perada fokus pada kajian keislaman di kawasan Melayu. Kajian utama jurnal Perada meliputi: Studi Islam di Melayu: meliputi kajian Alquran dan tafsir, hadis, syariah, tarbiyah, dakwah, sosiologi agama, sejarah serta disiplin ilmu lain yang terkait kajian kawasan Melayu. Pemikiran Islam: meliputi kajian tentang pemikiran tokoh-tokoh Islam di Melayu. Kajian Kemelayuan: meliputi adat istiadat, sejarah, khazanah dan lainnya yang berkembang di Melayu.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2024)" : 8 Documents clear
Abdullah Saeed’s Contextual Approach to The Qur’an: Interpretation of Q. 24: 31 Dzikrillah Alfani, Ilzam Hubby; Mukhsin Mukhsin
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study of Q. 24: 31 is not new in the world of Quranic exegesis, as various methods and approaches in the field have been used to explore the main message of Q. 24: 31. Explicitly, Q. 24: 31 commands the preservation of dignity by covering one’s body (aurat). However, the core message has undergone distortion due to current phenomena. In both the real and virtual worlds, many claim to exhibit Islamic character, yet their behavior contradicts the ethical and religious norms. This can be seen in trends such as jilboobs, turbans, Yakult bottles, and others. Building upon these phenomena, this study aims to reassess the interpretation of Q. 24: 31 and its contextual relevance. This qualitative research relies on a literature review as its primary method of analysis. The data is analyzed descriptively using Abdullah Saeed's contextual approach. The study concludes that historically, women of the past did not wear the khimar properly, merely draping it over their heads, leaving parts of their bodies exposed. In response, Q. 24: 31 provides specific guidance on the norms and ethics that Muslim women should follow, including wearing a khimar that fully covers the head and chest. Q. 24: 31 is universal, as evidenced by its repetition in other verses, indicating that its values are constant and comprehensive. The contextualization of Q. 24: 31 for today serves as a guide not only for covering the body but also for adhering to the norms and ethics of Islam. Covering the body should be accompanied by maintaining a woman’s dignity and honor, which is an integral part of observing modesty.
Niniak Mamak's Permission in Minangkabau Community Marriage Perspective of 'Urf (Case Study in Kenagarian Panampuang, West Sumatra) Siregar, Ihram Ahmed; Amar, Riski; Yuni, Safira
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The permission of niniak mamak as a condition of marriage in Minangkabau society is one of the customary rules that must be carried out before a marriage takes place, even though it is not regulated by Islamic law or state law. Departing from this, this research aims to explore the reasons for this customary rule and analyze its relevance to Islamic law. This research is qualitative by conducting a field study. Data collection uses interview, observation and documentary techniques and uses 'urf as an analytical. This article finds, first, the rule of niniak mamak permission as a condition of marriage is a customary rule that has been carried out for generations, besides that, this rule is also a place for silahturahmi the mamak of both parties and this rule aims to protect the children of the kemenakan and avoid unwanted things in the future. Secondly, from the perspective of 'urf, the permission of the niniak mamak in the marriage of the Minangkabau people is included in the 'urf shahih because this rule is to maintain the benefit of the children and does not violate the Shari'at.
Pendekatan Pedagogis Integratif dalam Pengembangan Nilai-Nilai Islam Wasathiyah: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pringsewu Umam, Khoirul; Achadi, Muh. Wasith; Asy’ari, Muhammad
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan pedagogis integratif dalam kultivasi nilai-nilai Islam wasathiyah di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pringsewu. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai seperti tawassuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, dan syura diintegrasikan ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pedagogis integratif yang meliputi integrasi kurikulum, pembelajaran aktif, experiential learning, dan pemanfaatan teknologi, efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai wasathiyah oleh santri. Efektivitas ini terlihat dari peningkatan pemahaman konseptual, pengembangan kemampuan analitis, perubahan sikap dan perilaku, serta penguatan identitas keislaman yang moderat. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi dan area potensial untuk pengembangan lebih lanjut. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pendidikan Islam yang moderat dan kontekstual di era global.
Manuskrip Mushaf Al-Qur'an LSM MJ 014 diMuseum Masjid Jami' Lasem: Analisis Kodikologi Dan Tekstologi As-Sidiq, sholihah; Aziizatul Khusniyah
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan artikel ini memiliki tujuan guna membahas karakteristik dan sejarah fisik manuskrip atau naskah kuno atau manuskrip  mushaf Al-Qur’an koleksi Museum Masjid Jami’ Lasem nomor LSM MJ 014, yang mencakup analisis sejarah penulis serta aspek fisik seperti penyimpanan, ukuran, jenis tulisan, bahan, penjilidan, dan tinta, dengan fokus pada penggunaan rasm dan qira'at sesuai kaidah rasm utsmani. Melalui pendekatan filologi, historis, dan studi kodikologi, penelitian ini menemukan bahwa manuskrip ini berasal dari Syekh Musthofa pada tahun 1294 H dan memiliki ukuran 32,5 x 19,5 cm, tersimpan rapi, serta menggunakan rasm campuran dengan elemen Hadhf dan Ziyadah dalam kaidah rasm utsmani. Implikasi dari penelitian ini adalah mendukung upaya pelestarian warisan budaya manuskrip atau naskah kuno Al-Qur’an di Indonesia serta menambah pemahaman tentang pemakaian kaidah atau aturan rasm utsmani pada tradisi penulisan naskah Al-Qur’an kuno di wilayah Nusantara.
Interpretasi Hadis Tentang Hubbud Dunya Perspektif Syaikh Abdus-Shamad Al-Falimbani Fauziyah, Farichatul; Fauzia, Anis; Muhid
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya kecenderungan cinta dunia (hubbud dunya) di kalangan masyarakat modern, terutama di Indonesia, yang dipicu oleh materialisme dan hedonisme. Hal ini berpotensi mencapai pencapaian kebahagiaan akhirat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pemikiran Syaikh Abdus-Shamad Al-Falimbani mengenai hubbud dunia dan relevansinya bagi kehidupan masyarakat muslim saat ini. . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni dengan analisis teks, yang fokus pada kitab “Hidayatus Salikin” karya Syaikh Abdus-Shamad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syaikh Abdus-Shamad menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani, serta mengingatkan bahwa kecintaan yang berlebihan terhadap dunia dapat meningkatkan iman dan menjauhkan seseorang dari tujuan hidup sejati. Ia mengacu pada hadis-hadis Rasulullah SAW untuk menekankan bahwa meskipun ada hal-hal duniawi yang disukai, prioritas utama harus tetap pada amal yang bermanfaat untuk akhirat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa cinta dunia yang berlebihan dapat menghambat pertumbuhan spiritual dan kebahagiaan di akhirat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengadopsi pendekatan seimbang yang mengutamakan spiritual di atas keuntungan materi, agar dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan selaras dengan ajaran Islam.
Integration of Tumbaga Holing as a Legal Framework: Realizing Justice and Harmony in The Mandailing Traditional Society Lubis, Ikhsan; Siregar, Taufik; Lubis, Duma Indah Sari; Lubis, Andi Hakim
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the integration of local values, particularly the Tumbaga Holing customary law, into Indonesia's national legal framework. Tumbaga Holing, as the customary legal system of the Mandailing community, plays a crucial role in regulating social life and maintaining communal harmony. However, the process of integrating it into positive law faces various challenges, ranging from differences in legal paradigms to the marginalization of communal rights (ulayat). This research adopts a normative juridical approach, analyzing specific articles within the Basic Agrarian Law (UUPA) and regulations related to indigenous communities. The results show that Tumbaga Holing has the potential to contribute to the national legal system, particularly in the areas of natural resource management and dispute resolution. However, challenges such as lack of formal recognition, legal bureaucracy, and political-economic power imbalances hinder this integration. Proposed solutions include strengthening indigenous institutions, promoting customary law awareness, and revising regulations to be more inclusive of indigenous communities. These efforts are expected to ensure that local values ??are fairly accommodated within the national legal framework.
The Synergy of Religion and Malay Culture in Improving the Empowerment of Islamic Communities Towards Achieving SDGS Aldi, Muhammad; Khairanis, Retisfa
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many Malay Muslims face challenges related to social and economic development in pursuit of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially those related to social justice and poverty. Conversely, the synergy between Islam and Malay customs has untapped potential in helping the general public to achieve the SDGs. The objectives of this study are to (1) examine how integrating Islam and Malaysian culture can improve the well-being of the general public, (2) identify factors that contribute to this collaboration in relation to poverty and well-being (SDG 1 and SDG 10), and (3) investigate the contribution of Islam and Malaysian culture in the development of an inclusive society (SDG 11 and SDG 16). The method used was descriptive qualitative, interview data collection using religious and secular texts, participatory observation, and document analysis. Data analysis was done thematically to identify factors that contribute to the well-being of the general public. The results showed that the synergy between Islam and Malay culture is crucial in enhancing social solidarity, poverty alleviation, and community development. The strong application of religious values and customs is proven to promote the achievement of SDGs at the local level and strengthen social cohesion. Keyword : Islam, Malay Culture, SDGs
Prinsip Etika Komunikasi dalam Tradisi Melayu-Islam: Telaah Filosofis terhadap Pemikiran Raja Ali Haji dan Raja Ali Kelana Mawazi, Abd Rahman; Dwiyanti, Nova
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi prinsip-prinsip etika komunikasi Raja Ali Haji dan Raja Ali Kelana, dua pemikir terkemuka dari Kesultanan Riau-Lingga, sebagaimana tercermin dalam Gurindam Dua Belas dan Kitab Kumpulan Ringkas Berbetulan Lekas. Kedua tokoh ini menekankan nilai-nilai universal seperti kejujuran, kesopanan, introspeksi, pengendalian emosi, penghormatan sosial, dan moderasi dalam berbicara. Raja Ali Haji, melalui ungkapan yang ringkas dan puitis, menekankan kewajiban moral untuk menjaga integritas dan menghindari tindakan seperti berbohong, menggunakan bahasa kasar, atau membuka aib orang lain. Sebaliknya, Raja Ali Kelana memberikan panduan yang lebih terperinci, menyoroti aplikasi praktis dalam berbagai konteks sosial, seperti menyesuaikan komunikasi dengan hierarki sosial (maqom), mendengarkan dengan penuh perhatian, dan menyelesaikan konflik dengan empati dan kebijaksanaan. Analisis ini mengintegrasikan perspektif dari etika Islam, deontologi Kantian, virtue ethics Aristotelian, Stoikisme, Konfusianisme, dan utilitarianisme, yang menunjukkan relevansi prinsip-prinsip ini dalam komunikasi modern. Aplikasinya meliputi penanganan tantangan dalam komunikasi digital, dialog lintas budaya, interaksi di tempat kerja, dan diskursus publik, di mana kejujuran, empati, dan moderasi dapat mencegah konflik serta meningkatkan pemahaman bersama. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut tentang analisis komparatif dengan tradisi lain dan integrasi ke dalam kerangka pendidikan serta etika digital. Dengan menghubungkan ajaran Raja Ali Haji dan Raja Ali Kelana yang bersifat abadi dengan tantangan komunikasi kontemporer, penelitian ini menegaskan signifikansi prinsip-prinsip tersebut dalam mendorong interaksi yang harmonis, saling menghormati, dan etis dalam berbagai konteks.  

Page 1 of 1 | Total Record : 8