Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

PENDIDIKAN ISLAM DALAM SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Achadi, Muh. Wasith
Al Ghazali Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pendidikan nasional yang berpijak pada Undang-undang no. 20 tahun 2003 tentanga system pendidikan nasional telah memberikan ruang yang luas bagi pendidikan Islam dengan berbagai bentuk dan model pelaksanaannya. Bagi muslim di Indonesia, hal ini tentu menjadi suatu hal yang sangat strategis berkaitan dengan kelangsungan pendidikan Islam sebagai salah satu pondasi utama melestarikan dan meneruskan nilai-nilai ajaran Islam melalui proses Pendidikan. Tulisan ini mencermati bagaimana system pendidikan Islam menempatkan posisi dan kedudukan system Pendidikan Islam sebagai suatu sub system dalam system pendidikan nasional, dengan memeperhatikan berbagai aspek yang melingkupinya, serta bagaimana realitas pendidikan Islam/lembaga pendidikan Islam (madrasah/pesantren) di Indonesia. Sehingga akan nampak, kelebihan dan kekurangan dari penempatan posisi tersebut sebagai landasan utama untuk pengembangan penyelenggaraan pendidikan Islam diIndonesia.
NILAI-NILAI FILOSOFIS RELIGIUS SERAT WULANGREH Achadi, Muh. Wasith
Al Ghazali Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : STAINU Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya Jawa yang adiluhung tentu memiliki sumber kearifan yang mengakar dari ajaran-ajaran leluhur yang tetaplestari karena merasuk dalam kehidupan keseharian. Akhlak dan moralitas bagi masyarakat Jawa sangat dijunjung tinggi. Karena bagi mereka keutamaan manusia terpancar dari ketinggian moralnya. Serat Wulangreh karya Sinuwun Paku Buwana IV merupakan salah satu karya monumental sebagai warisan sastra budaya Jawa yang konsep-konsep ajarannya sangat mempengaruhi perspektif hidup masyarakat Jawa. Ajaran-ajaran tersebut ternyata banyak memuat dan bersinggungan dengan nilai-nilai keagamaan yang puncak tertingginya adalah upaya menyeimbangkan kehidupan manusia dalam kosmos lahir dan batin, dunia dan akhirat dengan menyandarkan perilaku kehidupan dunia pada nilai ilahiyah transenden. Kata kunci: serat wulangreh; budaya Jawa; pandangan hidup.
Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Kurikulum Merdeka di Kelas 2 MIN 2 Bantul Yogyakarta Huda, Shokhekul; Achadi, Muh. Wasith
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 8, No. 1 (Januari 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v8i1.2929

Abstract

Kurikulum Merdeka dirancang lebih fleksibel dan dikondisikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik, sehingga guru akidah akhlak di MIN 2 Bantul merancang pembelajaran sesuai prinsip kurikulum Merdeka dengan berpedoman pada E-book yang diterbitkan kementerian Agama, tanpa melakukan pelatihan khusus baik dari guru penggerak maupun dari berbagai institusi kementerian Agama. Sehingga Tujuan Penelitian adalah Mengetahui Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak Berbasis Kurikulum Merdeka Di Kelas 2 MIN 2 Bantul. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, pengumpulan berupa observasi partisipasi dan non partisipasi, wawancara dan dokumentasi.  Keabsahan data dengan triangulasi teori dan triangulasi teknik. Teknik analisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa pada aspek 1) Perencanaan pembelajaran akidah akhlak berbasis kurikulum Merdeka dengan mengembangkan modul ajar dengan pendekatan saintifik, kondisi belajar dan kemampuan belajar peserta didik berupa projek pengembangan karakter. 2) Pelaksanaan pembelajaran akidah akhlak berbasis kurikulum Merdeka berupa pembelajaran berbasis projek based learning dengan projek berupa mewarnai kaligrafi lafal tayyibah. 3) Assessment Pembelajaran akidah akhlak berupa assessment formatif penilaian pada saat proses pembelajaran berjalan, assessment sumatif penilaian pada akhir pembelajaran untuk memantau perkembangan belajar peserta didik dan tahap berkelanjutan untuk mengembangkan kemajuan belajar.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN FIQH DI MADRASAH TSANAWIYAH Nabila, Nisa Afrinauly; Achadi, Muh. Wasith
AT-TAJDID Vol 7, No 2 (2023): JULI-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i2.2974

Abstract

EFEKTIVITAS KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP TERPADU DI KABUPATEN JOMBANG ABIDIN, MOHAMMAD KHOIRUL; Achadi, Muh. Wasith
PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Vol 6 No 2 (2023): PARAMUROBI: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UNSIQ Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/paramurobi.v6i2.5860

Abstract

This article describes the effectiveness of the independent curriculum which includes the implementation of the independent curriculum, improving the quality of PAI, and the effectiveness of the independent curriculum in PAI learning. the independent curriculum is a solution provided by the ministry of education and research to develop the potential of students and improve the quality of post-pandemic education. there are four major changes in the independent curriculum, namely a flexible curriculum, focusing on essential material, using various teaching tools, and utilizing digital technology. The research is descriptive qualitative. The method of extracting data through interviews using a structured interview instrument guide. Data analysis through data reduction by clarifying and sharpening research results, presenting data in descriptive form, and verifying data or drawing conclusions from interviews, observations, and literature review results. The research results show: The effectiveness of the independent curriculum in Islamic Religious Education subjects does not yet have an effective final increase because it is still in the process of adjustment. But every semester has improved well, both in terms of the learning process or in terms of practicum in the form of projects.
Navigating Existence and Community Harmony: A Case Study of Pondok Pesantren in Muslim Minority Ende, Nusa Tenggara Timur Sabarudin, Sabarudin; Mubin, Muhammad Nurul; Maghfuri, Amin; Achadi, Muh. Wasith; Mardeli, Mardeli; Syarnubi, Syarnubi; Widodo, Sembodo Ardi
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v12i3.1152

Abstract

This study examines Pondok Pesantren Wali Sanga Gunung Meja’s strategies to thrive within a Catholic-majority community in Ende, Nusa Tenggara Timur, emphasizing interfaith harmony and educational resilience. This study employs a qualitative case study approach to delve into the institution’s adaptive methods and contributions to communal harmony. It does so through semi-structured interviews, non-participant observations, and document analysis. Results highlight the institution’s ability to foster mutual respect and social cohesion through various programs grounded in its foundation of collaboration between Islamic and Catholic figures. The study identifies critical factors for its sustainability: fostering Silahturahmi (communication and friendship), collaboration with the Catholic community, and commitments to social-cultural integration, education, and self-reliance. These elements collectively enhance the Pesantren’s role in promoting religious understanding and community harmony. The findings suggest that Pesantren’s approach offers a model for navigating religious identity complexities and community integration. Limitations include the study’s focus on a single institution and reliance on qualitative data, pointing to the need for broader comparative research to generalize findings. The study underscores the potential of religious education in advancing social harmony, advocating for further exploration across diverse settings.
Pendekatan Pedagogis Integratif dalam Pengembangan Nilai-Nilai Islam Wasathiyah: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pringsewu Umam, Khoirul; Achadi, Muh. Wasith; Asy’ari, Muhammad
PERADA Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pendekatan pedagogis integratif dalam kultivasi nilai-nilai Islam wasathiyah di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Pringsewu. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai seperti tawassuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, dan syura diintegrasikan ke dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pedagogis integratif yang meliputi integrasi kurikulum, pembelajaran aktif, experiential learning, dan pemanfaatan teknologi, efektif dalam meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai wasathiyah oleh santri. Efektivitas ini terlihat dari peningkatan pemahaman konseptual, pengembangan kemampuan analitis, perubahan sikap dan perilaku, serta penguatan identitas keislaman yang moderat. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam implementasi dan area potensial untuk pengembangan lebih lanjut. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pendidikan Islam yang moderat dan kontekstual di era global.
Enforcement Women in Cases of Nusyuz and Polygamy in the Perspective of Ali Abdul Halim Mahmud and its Relevance to Islamic Education (Study of Q.S. An-Nisa [4]: 127-130) Awaluddin, Raisa Zuhra Salsabila; Achadi, Muh. Wasith
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 18, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jii.v18i2.2969

Abstract

This paper discusses some of the provisions for dealing with women in nusyuz and polygamy. Data from Kompas.com shows that the divorce rate in 2022 will be the highest. The leading cause is not feeling love with her husband or his wife. This is what people often call nusyuz disagreement or indifference on the part of the husband and wife, but this verse only explains the husband. The problem in this paper is how surah An-Nisa [4]: 127-130 is contextualized with education in the book Tarbiyah Al-Islamiyah fi Surah An-Nisa by Ali Abdul Halim Mahmud. To get educational values and change people's views on the case of nusyuz and polygamy, the research method in this paper uses a literature study, namely, taking data from books, articles, and books. The analysis used is descriptive-analytical. The results of the writing of educational values explain that marital relationships must be reconciled well to obtain full rights. If a man wants polygamy, he should be fair, but fair treatment is challenging to apply because it has become human nature. If there is no peace in the marriage, it is permissible for you to separate in a good way
indonesia Efforts of Islamic Religious Educational Institutions in the Era of Globalization Al-Atsari, Abdul Rohman; Achadi, Muh. Wasith
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1854

Abstract

This study aims to analyze the role and efforts of Islamic religious education institutions in facing the challenges of globalization. Globalization has a significant impact on the world of education, including Islamic education, by presenting opportunities to expand access to information and innovation, as well as challenges in maintaining Islamic values amid global cultural changes. The research method is a descriptive qualitative approach, collecting data through interviews and literature studies. The results showed that Islamic religious education institutions need to implement strategies that include the formation of self-awareness, integration of Islamic values with general knowledge, and applying adaptive learning methods. This effort is expected to form a generation that is not only intellectually competent but also has a strong personality in facing the negative impact of globalization.
The Impact of Religiosity on the Psychological Well-Being of Female Quran Memorizers at Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum MAN 3 Sleman Taufikurohman, Mohammad; Achadi, Muh. Wasith
Fahmina: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : UIN SYEKH ALI HASAN AHMAD ADDARY PADANGSIDIMPUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/fahmina.v2i1.13597

Abstract

The primary objectives of this research are to assess the religiosity of female students in the Quran memorization program at Pondok Pesantren Muntasyirul Ulum and to evaluate the improvement of their psychological well-being. This study seeks to fill the gap in existing literature by providing empirical evidence on how religious practices, specifically Quran memorization, influence the mental health of students in a pesantren setting. Utilizing a qualitative descriptive method, the research involved documentation, interviews, and observations with 31 selected female students. Data analysis was conducted through condensation, presentation, conclusion drawing, and verification, with data validity strengthened through triangulation of techniques and sources. The findings indicate that students exhibit high levels of religiosity across five key dimensions: belief, practice, knowledge, experience, and consequences. Additionally, significant improvements were noted in various aspects of psychological well-being, including self-acceptance, positive relations, autonomy, environmental mastery, purpose in life, and personal growth. This research underscores the integral role of a supportive religious environment in fostering both spiritual and psychological well-being, offering valuable insights for the development of educational practices that holistically address the needs of students. The study contributes to the broader understanding of how religious education can enhance mental health and provides a foundation for future research in similar educational contexts.