cover
Contact Name
Lestari Lorna Lolo
Contact Email
thenextambition1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
thenextambition1@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL FENOMENA KESEHATAN
ISSN : 26211513     EISSN : 26563444     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Fenomena Kesehatan dibentuk dalam rangka mengembangkan peningkatan ilmu pengetahuan dalam proses pembelajaran yang berbasis evidence based. Jurnal Fenomena Kesehatan merupakan jurnal pendidikan kesehatan yang memuat naskah hasil penelitian dalam bidang kesehatan antara lain kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan dan bidang kesehatan yang diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada Bulan Mei dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 73 Documents
PENGARUH PRAKTIK HYGIENE GENITALIA PADA REMAJA PUTRI DI SMPN 1 SULI Ulvy Pratiwi
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.405 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menentukan hubungan yang paling berpengaruh terhadap praktik hygiene genitalia.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional Study sampel 175 remaja. Tekhnik pengambilan data dengan cara wawancara menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh peran orang tua (p=0.0022) nilai (<ɑ=0.05), akses media (p=0.000) (< ɑ 0.05), pengetahuan (p=0.000) (<ɑ=0.05), Sedangkan yang tidak ada pengaruh dengan praktik hygiene genitalia yaitu informasi teman sebaya dengan (p=0.330) (>ɑ=0.05). Hasil analisis variabel yang paling signifikan berpengaruh dengan praktik hygiene genitalia adalah konsep diri (p=0.000, Exp (B)= 66.843). Kesimpulan terdapat pengaruh antara peran orang tua, akses media informasi, pengetahuan, sikap, konsep diri terhadap praktik hygiene genitalia. Sementara informasi teman sebaya tidak memiliki pengaruh terhadap praktik hygine genitalia. Di harapkan pada remaja untuk lebih menghargai dirinya sendiri. Dan memperdalam pengetahuannya tentang hygiene genitalia, dan mengakses informasi melalui internet.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK KOLABORASI PERAWAT-DOKTER DI RSUD SAWERIGADING PALOPO DAN RSUD ANDI DJEMMA MASAMBA Nfn Hardin
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.399 KB)

Abstract

Kolaborasi antara perawat dan dokter merupakan proses interaksional yang kompleks antara kelompok-kelompok profesional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan bersama dan kerja tim, peduli terhadap penyembuhan, otonomi perawat, dan dominasi dokter dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, serta mengetahui perbedaan praktik kolaborasi perawat-dokter antara RSUD Sawerigading Palopo dengan RSUD Andi Djemma Masamba. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan sampel sebanyak 59 Ners dan 28 Dokter. Pengambilan sampel menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan uji mann whitney. Hasil penelitian di RSUD Sawerigading Palopo menunjukan ada hubungan antara pendidikan bersama dan kerja tim (p=0.000), peduli terhadap penyembuhan (p=0.000), dan dominasi dokter (p=0.014) dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, sedangkan otonomi perawat tidak ada hubungan dengan praktik kolaborasi perawat-dokter (p=0.195). Begitu halnya dengan hasil penelitian di RSUD Andi Djemma Masamba, dimana ada hubungan antara pendidikan bersama dan kerja tim (p=0.045), peduli terhadap penyembuhan (p=0.008), dan dominasi dokter (p=0.015) dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, sedangkan otonomi perawat tidak ada hubungan dengan praktik kolaborasi perawat-dokter (p=0.431). Tidak terdapat perbedaan praktik kolaborasi perawat-dokter antara RSUD Sawerigading Palopo dengan RSUD Andi Djemma Masamba (p=0.143). Praktik kolaborasi perawat-dokter akan berjalan dengan baik apabila dokter dan perawat membangun pendidikan bersama dan kerja tim sejak awal sehingga pelayanan kesehatan kepada pasaien bisa lebih ditingkatkan.
ANALISIS BEBAN KERJA SEBAGAI DASAR PENENTUAN KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD BATARA GURU KABUPATEN LUWU Hairuddin Safaat; Nfn Husnaini
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.289 KB)

Abstract

Dalam menjawab keluhan perawat mengenai besarnya beban kerja di ruang rawat inap Kelas III bedah dan Interna RSUD Batara Guru Kabupaten Luwu, perlu dilakukan analisis kebutuhan tenaga perawat dengan menggunakan menggunakan formula yaitu, Workload Indicator Staff Needs (WISN). Penelitian dilakukan di ruang rawat inap kelas III bedah laki-laki dan wanita dan interna laki-laki dan wanita menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi terhadap aktivitas perawat menurut metode work sampling serta in-depth interview. Hasil penelitian menyatakan beban kerja perawat pada kategori produktif (80%) dengan Proporsi waktu kerja produktif perawat di ruang rawat inap kelas III bedah dan interna berkisar 80.41-81.55, teringgi diruang rawat bedah lai-laki (81.55) dan terendah di ruang interna wanita (80.41). Standar beban kerja kegiatan keperawatan langsung lebih besar dibandingkan keperawatan tidak langsung. Kebutuhan tenaga keperawatan berdasarkan metode WISN di Ruang Bedah dan Interna adalah 57 orang, jika dibandingkan dengan keadaan jumlah tenaga keperawatan yang ada pada saat ini sebanyak 63 orang, maka tenaga keperawatan kelebihan 6 orang. Kebutuhan tenaga keperawatan di ruang bedah laki-laki kekurangan 3 tenaga perawat sedangkan di ruangan bedah wanita mengalami kelebihan 5 orang demikian halnya dengan ruangan interna laki-laki mengalami kelebihan 4 orang sedangkan ruangan Interna wanita sudah memenuhi jumlah kebutuhan tenaga perawat. Diharapkan pihak manajemen Keperawatan perlu mengajukan usulan penambahan tenaga keperawatan pada ruangan bedah laki-laki, ruangan interna laki-laki sudah memenuhi kebutuhan sedangkan di ruang bedah wanita dan interna laki-laki perlu menata kembali penempatan tenaga di untuk dipindahkan ke ruangan yang membutuhkan / kekurangan.
FORMULASI SEDIAAN DEODORANT LOTION DARI MINYAK ATSIRI NILAM (Pogostemon cablin Benth) Nfn Ervianingsih; Abd. Razak
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.672 KB)

Abstract

Deodorant merupakan produk yang digunakan untuk mengatasi bau badan yang disebabkan oleh keringat bercampur dengan bakteri. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi bau badan yaitu tanaman nilam. Tanaman ini mengandung minyak atsiri dengan senyawa golongan terpenoid sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi deodorant lotion dari minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin Benth) menggunakan asam stearat dengan variasi konsentrasi 1%, 3%, dan 5%, serta melakukan uji evaluasi fisik sediaan yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, dan uji iritasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu ekperimen dengan sampel berupa minyak atsiri nilam untuk membuat deodorant lotion dan dilakukan evaluasi stabilitas sediaan yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, dan iritasi. Hasil penelitian deodorant lotion diperoleh pH 7-8, homogen, berwarna putih kekuningan, berbau khas minyak atsiri nilam, serta tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Sediaan deodorant lotion menunjukkan konsentrasi asam stearat 3% dan 5% mempunyai konsistensi yang stabil dibandingkan konsentrasi 1%. Sehingga dapat disimpulkan deodorant lotion minyak atsiri nilam dengan konsentrasi asam stearat 3% dan 5% stabil digunakan sebagai deodorant.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MULTIVITAMIN TABURIA TERHADAP STATUS PERTUMBUHAN BALITA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Ummi Kalsum Marwan
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.745 KB)

Abstract

WHO/UNICEF merekomendasikan 4 hal penting yang sangat berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu: memberikan air susu ibu segera dalam waktu 30 menit setelah melahirkan, memberikan hanya air susu (ASI) saja atau pemberian ASI secara ekslusif sejak lahir sampe bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan atau lebih, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas program multivitamin taburia terhadap status pertumbuhan pada balita usia (6-24 bulan ) di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2017. Penelitian ini menggunakan disain quasi eksperiment dalam bentuk time series design. Sampel penelitian adalah balita usia (6-24 bulan) yang terdaftar dalam program pemberian multivitamin taburia di kota Makassar, Kabupaten Pangkep, dan Kabupaten Jeneponto yg berjumlah 675 orang. Data dianalisis dengan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang mendapat multivitamin mengalami pertambahan berat badan dengan rata-rata 0.45 kg dan panjang badan rata-rata 1.43 cm dari T0 ke T4. Terjadi peningkatan yang bermakna dari T0 ke T4 untuk berat badan dan panjang badan (p<0.05). Besar persentase laju pertumbuhan berat badan dan panjang badan lebih tinggi pada balita yang patuh mengkonsumsi multivitamin taburia dari pada yang tidak mengkonsumsi multivitamin taburia setelah pemberian taburia selama 120 hari. Dose respon terjadi pada bulan ke 3 untuk percepatan berat badan dan panjang badan setelah pemberian taburia dengan mengkonsumsi 36 bungkus (cut off pont 60%) multivitamin taburia sudah bisa memperbaiki pertumbuhan balita
HUBUNGAN ASFIKSIA NEONATORIUM DAN FRAKTUR CLAVIKULA DENGAN PERSALINAN PERVAGINAM LETAK SUNGSANG Nfn Musyahida
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.633 KB)

Abstract

Sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri belakang bagian bawah kavum uteri pada letak sungsang berturut-turut lahir bagian- bagian yang makin lama makin besar dimulai dari lahirnya bokong, bahu kemudian kepala. Tujuan : Untuk mengetahui adakah hubungan kejadian asfiksia nenotarium dan fraktur clavikula dengan persalinan pervaginam letak sungsang. Metode : Survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. Teknik pengambilan sampel pourpusive sampling. Pengumpulan data melalui lembar observasi bentuk check lis dan dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chis quare serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Analisa univariat untuk mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat hubungan asfiksia neonatorium dengan persalinan pervaginam letak sungsang (p = ,064). Hubungan fraktur clavikula dengan persalinan pervaginam letak sungsang (p = 1,000). Kesimpulan: Ada hubungan asfiksia neonatorium dengan persalinan pervaginam letak sungsang di kamar bersalin Rumah Sakit Dr. Sumantri Parepare, tidak ada hubungan antara fraktur clavikula dengan persalinan pervaginam letak sungsang.
PENGARUH SENAM NIFAS TERHADAP INVOLUSIO UTERI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ANDI MAKKASAU KOTA PAREPARE Nfn Samsinar
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.005 KB)

Abstract

Involusio uteri merupakan pengecilan yang normal dari suatu organ setelah organ tersebut memenuhi fungsinya, misalnya pengecilan uterus setelah melahirkan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap involusio uteri di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi-eksperiment dengan pendekatan non-equivalen control group atau non-rondomized control group pretest-postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare periode April 2018. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 40 responden yang dijumpai selama penelitian pada periode bulan Maret sampai September dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Pengumpulan data melalui data primer (lembar observasi) dan data sekunder. Data diolah dan dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square test serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Ada pengaruh senam nifas terhadap involusio uteri (ρ-value = ,000 ˂ ,05). Kesimpulan: Ada pengaruh senam nifas terhadap involusio uteri di Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau Kota Parepare tahun 2018.
TINGKAT STRES DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI: STUDI CROSSECTIONAL Nfn Rezki; Nfn Irmayanti; Devi Darwin
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.687 KB)

Abstract

Menstruasi adalah proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan yang teratur dari uterus sebagai tanda bahwa organ kandungan telah berfungsi matang. Umumnya, remaja yang mengalami menarche adalah pada usia 12 sampai dengan 16 tahun. Menstruasi yang terjadi pada perempuan biasanya mengalami gangguan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah perubahan kadar hormon akibat stres atau dalam keadaan emosi yang kurang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan tingkat stres dengan gangguan menstruasi pada remaja putri kelas X di SMA 1 Palopo Tahun 2018. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional Study. Jumlah populasi pada penelitian ini sebanyak 197 siswa. JumLah sampel sebanyak 66 orang siswa kelas X di SMA 1 PALOPO TAHUN 2018.penelitian ini di lakukan pada bulan september. Penelitian ini diolah dengan menggunakan SPSS 22,0 for Windows. Berdasarkan hasil penelitian dari 66 responden menunjukkan bahwa siswa remaja putri kelas X yang mengalami tingkat stres berat dengan gangguan menstruasi berat sebanyak 23 orang (46,9%). Hasil analisis dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman dengan angka α <0,05. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan Sig. 0,010 yang menunjukkan ada hubungan tingkat stres dengan gangguan menstruasi. Arah hubungan positif (searah) dengan keeratan hubungan tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat stres maka menstruasi akan mengalami gangguan.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KONSEP DIRI LANSIA Nfn Cheristina; Maryam Suaib; Nfn Dewiyanti
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.665 KB)

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami kemunduran atau perubahan kondisi fisik, psikososial, dan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri lansia di Desa Pongsamelung Kabupaten Luwu Tahun 2018. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yang bersifat cross sectional yang bertujuan untuk mengungkapkan korelasi antara variabal bebas dan terikat. Populasinya adalah semua lansia yang ada di Desa Pongsamelung Kabupaten Luwu sebanyak 138 orang. sampel dalam penelitian ini sebanyak 58 orang. Berdasarkan hasil analisa data di dapatkan responden yang mendapat dukungan keluarga baik sebanyak 35 orang (60,3%) dan dukungan keluarga kurang sebanyak 23 orang (39,7%). Responden yang memiliki konsep diri positif sebanyak 40 orang (69%) dan memiliki konsep diri negatif sebanyak 18 orang (31%). Dan akhirnya bisa di tarik kesimpulan bahwa Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan konsep diri lansia di Desa Pongsamelung Kabupaten Luwu Tahun 2018, p = 0,011 < α = 0,05.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN LAMA PERAWATAN PASIEN DIARE Bestfy Anitasari; Jumeis Sappe
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.99 KB)

Abstract

Lama rawat pasien diare ditentukan oleh banyak faktor antara lain umur, status gizi, kelas ruangan perawatan, riwayat pemberian ASI eksklusif, darah penderita (normal atau tidak), protein urine positif atau negatif, derajat dehidrasi, makanan dan minuman yang diminum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan lama perawatan pasien diare di BLU RSU Sawerigading Palopo. Desain penelitian ini menggunakan kohort retrospektif. Jumlah sampel yaitu sebanyak 156 anak. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan analisa data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara faktor derajat dehidrasi dengan lama perawatan dengan nilai p-value = 0,000 < α =0,05, ada hubungan antara status gizi dengan lama perawatan dengan nilai p-value = 0,049 < α =0,05 dan tidak ada hubungan antara pemberian ASI dengan lama perawatan dengan nilai p-value = 0,064 > α =0,05. Pihak rumah sakit diharapkan terus meningkatkan pelayanan dalam perawatan diare pada anak sehingga lama perawatan anak diare di rumah sakit semakin singkat