cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
LOGOS (Jurnal Filsafat - Teologi)
ISSN : 14125943     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Terbit 2 (dua) kali dalam setahun, Bulan januari dan Bulan Juli oleh Fakultas Filsafat Universitas Katolik Santo Thomas . Majalah ini berorientasi pada Nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan ini dimaksudkan sebagai media untuk mengangkat dan mengulas pengalaman manusia dan religius berdasarkan disiplin ilmu filsafat dan teologi serta ilmu-ilmu humaniora yang terkait dengannya.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
BONUM COMMUNE SEBAGAI SASARAN GERAKAN BURUH MENURUT AJARAN SOSIAL GEREJA Nadeak, Largus G.
LOGOS Vol 1 No 1 (2002): Januari 2002
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.455 KB) | DOI: 10.54367/logos.v1i1.214

Abstract

The labourers’ numbers have increased in line with the development ofindustrialization. But this development did not parallel to the appreciationon the fruit of the labourers’ work. Since long labourers become theobject of work and violence. Church social teaching has anticipatedlabourers’ problem since the year 1891 through the Encyclical letter“Rerum Novarum”. It’s main point is that man is homo laborans. Whenhuman put in on the job, they will fulfil their needs and also form theirself-integrity. Therefore men’s/women’s job must be paid in a properpayment in accordance to the fruit of their work and ability of enterprise.Communion secure and prosperous should be the aim of this movement.Bonum Commune gives assurance to the rights of every human asindividual, and right of every human in the certain social communities.The church social teaching should be the light on the labourers’movement to make a change in an injustice toward bonum commune.
ASKETISME DALAM TRADISI MONASTIK KRISTEN Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 15 No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.428 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i2.322

Abstract

Askese, yang secara sederhana dimengerti sebagai matiraga, termasuk unsur essensial dalam tradisi monastik kristen. Dengan penyangkalan diri, puasa, hidup bertarak dan meninggalkan dunia ramai menuju tempat yang sunyi dan sepi, para petapa dan para rahib ingin mengejar kesempurnaan hidup seturut Injil dengan mengutamakan hidup doa dan kontemplasi. Tradisi monastik muncul sebagai bentuk protes atas kendurnya penghayatan nilai-nilai kekristenan khususnya ketika Agama Kristen mendapat kebebasan terlebih lagi pada saat menjadi agama negara. Dalam upaya mengejar keserupaan dengan Kristus, askese badani sangat ditekankan, kendati bukan menjadi unsur yang paling utama. Askese merupakan medium atau sarana, dan bukan tujuan. Pemahaman mengenai askese berkembang dengan semakin ditekankannya nilai interior atau batiniah, yang meliputi iman, kerendahan dan kesatuan hati, kesabaran, ketaatan, pelayanan, kerja keras, ugahari, doa dan kontemplasi.
MENCINTAI KELUARGA : Mengahayati Keadilan dan Belas Kasih Nadeak, Largus
LOGOS Vol 14 No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.231 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i2.336

Abstract

Tantangan, masalah, dan krisis dalam keluarga dengan bervariasi jenis sudah  lama terjadi dan akan berlanjut. Aturan yang sudah dirumuskan dalam masyarakat dan dalam umat Gereja bisa membantu keluarga, tetapi cenderung menghukum keluarga yang bersalah, sehingga kurang membantu keluarga untuk memperbarui diri. Paus Fransiskus dalam Bulla Misericordiae Vultus (Wajah Kerahiman) dan Anjuran Apostolik Paska Sinode Amoris Laetitia (Kegembiraan Cinta) mengajak umat agar setiap keluarga bergegas menghayati kekudusan sakramental perkawinan dalam kehidupan real, sehingga bergembira saling mencintai dengan keadilan dan belas kasih. Daya belas kasih ilahi yang hidup dalam keluarga sakramental akan bangun kalau keluarga memaafkan kekurangan dan meneguhkan kebaikan sehingga nyata dialami suka cita yang bisa mengatasi tantangan dan masalah. Dengan membaca dan mendengar Sabda Allah, keluarga mendapat inspirasi dari pengalaman keluarga beriman untuk menghayati keterlibatan Allah. Dengan berdoa bersama di keluarga dibantu media yang tersedia dewasa ini, serta kreatif menggunakan waktu secara bersama dalam kesibukan harian akan mendatangkan berkat baru untuk keluarga.
KEMBALI KE YANG ALAMI : Tawaran Keluarga Berencana Alamiah Nadeak, Largus
LOGOS Vol 2 No 2 (2003): Juni 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.956 KB) | DOI: 10.54367/logos.v2i2.352

Abstract

Family is a basis of social life in transforming and improving the values of life. Being a good family depends on how the family is planned. When we speak about a family planning, we touch a responsible and happy family. A family must plan the number of its member. And it demands right means. Nowadays, the means of family planning often used are artificial. These means have inclination to despise the organ of human procreation.Catholic Church suggests us to use natural family planning. This method respects natural riches of creation. The effectivity of this method depends on one’s ability to understand the phenomena of the organ of human procreation. For most families, it is not easy to understand these phenomena and the method of natural family planning. Therefore, though not appropriate to the traditional norm, KWI (Indonesian Bishop’s Conference) gives a possibility, that if a family has difficulty using natural family planning, this family can use alternative unabortive and permanent sterilisation means beside natural family planning. This idea is not contradict with natural family planning, but really in promotion of natural family planning.
RUMAH TRADISIONAL BATAK TOBA MENUJU KEPUNAHAN : Suatu Analisis Antropologis Antono, Yustinus Slamet
LOGOS Vol 4 No 2 (2005): Juni 2005
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.368 KB) | DOI: 10.54367/logos.v4i2.397

Abstract

The progress of science and technology give a great effect to human culture. New inventions or methods, either they are beneficial or not for human life, slowly put aside the people way of life is the which has already been practiced along the centuries or even take its place. One of the richness of Indonesian cultures is that there are so many kinds of traditional houses. It is one of the identities of tribes. Almost in all places in Indonesia, the forms of the traditional house-buildings are changing, even some of them are going to be disappeared. This article is a result of research on a changing culture, especially that of orientation of the Bataks in building their dwelling. Through library research on the traditional-house building of Toba Batak’s and studies on theory of culture and field research, this article describes the causal factors of the decreasing of the traditional-house building among the Toba Bataks.
PATROLOGI, STUDI TENTANG BAPA-BAPA GEREJA Sebuah catatan pengantar Situmorang, Sihol
LOGOS Vol 8 No 1 (2011): Januari 2011
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.906 KB) | DOI: 10.54367/logos.v8i1.270

Abstract

Kongregasi untuk Pendidikan Katolik mengeluarkan Instruksi tentang Studi Bapa-bapa Gereja dalam Pembinaan Imam karena melihat sumbangan para Bapa Gereja yang tak ternilai harganya bagi teologi dan hidup Gereja masa kini, khususnya dalam kerangka pembinaan caloncalon imam. Mereka berjasa dalam menetapkan dasar iman, kanon Kitab Suci, memprakarsai liturgi yang stabil. Di tengah rumitnya persoalan yang dihadapi Gereja pada masa mudanya, para Bapa Gereja mewariskan kepada kita cara berteologi yang berorientasi pada Kitab Suci dan bermuara bagi pengembangan hidup rohani umat beriman. Mereka menggagas inkulturasi tanpa kehilangan nilai-nilai fundamental iman. Karya mereka yang sarat dengan kekayaan kultural, spiritual, kateketik, homiletik dan apostolik ini merupakan sumber inspirasi bagi teologi masa kini.
KRISTUS BANGKIT MENEBUS DUNIA: Refleksi Ekologis Atas Paska Nadeak, Largus
LOGOS Vol 15 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.992 KB) | DOI: 10.54367/logos.v15i1.330

Abstract

Perayaan Paska menghadirkan kenyataan kebangkitan Yesus Kristus Penebus semua ciptaan. Allah Pencipta berinkarnasi, hadir dan tinggal bersama ciptaan-Nya dengan kelahiran dan kehadiran Yesus Kristus di bumi. Allah yang hadir bersama ciptaan nyata menderita, mati dan terutama bangkit untuk menebus semua ciptaan, bukan hanya manusia tetapi semua ciptaan yang hidup dan tidak hidup, yang kelihatan dan tak kelihatan. Manusia penghayat iman kebangkitan Kristus yang ditebus, mengaktualisasikan penebusan yang dialami dengan memelihara ciptaan agar pengalaman kebangkitan ciptaan menjadi nyata. Sikap dan tindakan paska direalisasikan secara personal dan bersama di tempat masing-masing, sehingga bumi menjadi tempat tinggal yang harmonis untuk Allah Pencipta dan ciptaan-Nya termasuk manusia dan ciptaan lain.
SPIRITUALITAS CIPTAAN DAN HIDUP UGAHARI Simanullang, Gonti
LOGOS Vol 2 No 1 (2003): Januari 2003
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.305 KB) | DOI: 10.54367/logos.v2i1.347

Abstract

What is creation? Creation is all things, human beings and non human beings. What is spirituality? The Spirit is life, ruah, breath, wind. To be spiritual is to be alive, filled with ruah, breathing deeply, in touch with the wind. What, then, is creation spirituality? Creation spirituality is a way of living based on creation. In another word, we can learn a way of living by reflecting on creation itself. One of the many things we can learn from creation that makes us to be fully alive is simple living, living aerodinamically, living lightly but abundantly.
ALLAH BERBICARA MELALUI MIMPI (AYUB 33:13-18) Tantiono, Paulus Toni
LOGOS Vol 3 No 1 (2004): Januari 2004
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.818 KB) | DOI: 10.54367/logos.v3i1.392

Abstract

The lamentation of Job (Job 31:35) needed to be answered by God, whom Job considered extremely unjust by causing great sufferings into his life. His three closed friends (Eliphaz, Bildad and Zophar) were rather his enemies in defending the traditional thesis of retribution. Although he pleaded against God, he found no answer from God. In his desperation, finally, Job appealed to a legal metaphor against God, and in this moment Elihu appeared as an arbiter, who presupposed to judge Job in God’s stead, and tried to respond to Job’s requests in judicial style. Elihu tried to convince Job that God did hear his lamentation and answered him. Only Job could not hear it, since God was greater than human beings and He answered in unpredictable ways, in this case He was talking “through dreams” as “a divine revelation”. Dream was God’s effort to turn Job from wrongful deeds or pride (Job’s arrogance in assuming complete integrity before God). It tended to warn Job to change his attitude into a faithful life.
MENGALAMI SANG MISTERI MELALUI LITURGI SUCI: MENGGALI PESAN PASTORAL BERDASARKAN TELAAH HISTORIS-TEOLOGIS Hidayat, Elvin Atmaja
LOGOS Vol 14 No 1 (2017): Januari 2017
Publisher : UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.962 KB) | DOI: 10.54367/logos.v14i1.408

Abstract

Katolisisme mengajarkan bahwa “Allah adalah Misteri”. Meskipun Ia Yang “Transenden” itu senantiasa berusaha membuat diri-Nya dapat terjangkau oleh manusia melalui inisiatif kompasionis-Nya dengan berinkarnasi sebagai Allah Putra (mewujud dalam Yesus Kristus), Ia tetap Allah yang “Misteri”. Sebab, Allah dan karya-Nya yang agung, secara mutlak selalu mengungguli segala rumus dan paham insani yang terbatas. Karenanya, umat beriman mengalami kesukaran untuk berinteraksi dan mengalami Dia. Padahal, iman mengandaikan relasi/intimitas dengan Allah yang diimani. Bahkan, untuk beriman dengan mantap, manusia sebagai “makhluk simbolik”, senantiasa membutuhkan berbagai macam instrumen atau sarana yang dapat dicerap secara inderawi, sesuatu yang mewujud (memiliki form). Gereja memiliki sarana pengungkapan “Misteri” itu, yakni liturgi suci. Liturgi, dengan segala artifisialitas sekaligus divinitasnya, menjadi salah satu bentuk/sarana terbaik yang mampu menyentuh “sensus religiosum” umat. Melalui kajian historisteologis atas aspek misteri dalam liturgi yang disajikan dalam tulisan ini, diharapkan bahwa liturgi semakin mampu membantu umat berimanmerasakan dan mengimani benar bahwa Allah itu eksis, imanen, dan sangat mengasihi mereka.

Page 4 of 23 | Total Record : 230