cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
yosnofendri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yosnofendri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
Perancangan Alat Pemotong Tanaman Tarum (Indigofera) Roni Suhartono; Agung Pratomo
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v7i2.6633

Abstract

AbstrakTanaman tarum (indigofera) merupakan suatu tanaman yang digunakan sebagai pakan ternak seperti sapi. Untuk dapat digunakan untuk pakan ternak harus melalui beberapa proses yaitu 1) memanen batang dan daun yang ada ditanaman, 2) memperkecil ukuran batang atau daun dengan ukuran sekitar 10 cm, 3) pengeringan, dan 4) packing. Dalam setiap proses tersebut di atas semua menggunakan mesin yang berbeda-beda dan fokus penelitian ini pada perancangan mesin pemanen batang atau daun indigofera. Proses perancangan dilakukan menggunakan Software Autodesk Inventor. Sebelum melakukan proses perancangan menggunakan software Autodesk inventor dilakukan tahapan-tahapan, yaitu: 1) observasi tanaman indigofera, 2) studi literatur, 3) perancangan. Hasil dari perancangan didapatkan dimensi ukuran 1600x600x710mm dengan bagain-bagian: rangka utama, rangka kaki, mata pisau, motor, blower, sistem transmisi, dudukan rodan dan mesin.Kata kunci: Perancangan, Alat Pemotong, IndigoferaAbstractTarum plant (indigofera) is a plant that is used as animal feed such as cattle. To be used for animal feed, it must go through several processes, namely 1) harvesting the stems and leaves that are planted, 2) reducing the size of the stems or leaves to about 10 cm in size, 3) drying, and 4) packing. In each of the processes mentioned above all use different machines and the focus of this research is on designing indigofera stem or leaf harvesting machines. The design process is carried out using Autodesk Inventor Software. Before carrying out the design process using Autodesk Inventor software, the stages were carried out, namely: 1) observing indigofera plants, 2) studying literature, 3) designing. The results of the design obtained dimensions of 1600x600x710mm with the parts: main frame, leg frame, blades, motor, blower, transmission system, wheel holder and engine.Keywords: guidance, writing, format, titel
Perancangan Pengunci Side Guide Holder pada mesin Roll Former di PT. Inkoasku Muchamad Syaeful Alan
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v7i2.6667

Abstract

AbstrakSide guide holder merupakan saah satu bagian di mesin roll former yang berfungsi untuk menahan peleksaat di bentuk profile agar tidak keluar dari jalurnya. Side guide holder ini sering mengalami permasalahan saat proses maintenance atau saat pembersihan, dimana saat side guide holder ini dilepas akan sangat membutuhkan waktu dalam proses pemasanganya karena harus diukur ulang sesuai dengan profile yang dibentuk. Tujuan penelitian ini untuk membuat pengunci pada shaft side guide holder untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan yaitu dengan observasi, wawancara dan pengujian menggunakan software. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu sebuah desain side guide holder yang sudah terdapat pengunci pada bagian shaft.Kata kunci: Pelek, side guide holder, pengunciAbstractThe side guide holder is one part of the roll former machine that serves to hold the wheel when it is profiled so that it doesn't get out of line. This side guide holder often experiences problems during the maintenance process or during cleaning, where when the side guide holder is removed it will take a lot of time in the installation process because it must be re-measured according to the profile formed. The purpose of this research is to make a lock on the shaft side guide holder to overcome these problems. The method used is by observation, interviews and testing using software. The results obtained from this study are a side guide holder design that already has a lock on the shaft.Keywords:  wheels, side guide holder, lock
Pengaruh Airfoil dan Jumlah Sudu pada Perancangan Vertikal Axis Wind Turbine (VAWT) untuk Kecepatan Angin Rendah Sholichan, Sholichan; Uyun, Aep Saepul; Novianto, Bangun; Fitriani, Fitriani; Ibrahim, Riki Firmandha; Sugiyanto, Didik
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.6681

Abstract

AbstrakSelain potensi angin karena bentuk geografisnya, Indonesia juga memiliki potensi angin yang dapat dimanfaatkan dari  pergerakan arus lalu lintas di jalan raya atau jalan tol. Pergerakan kendaraan  berkecepatan tinggi di jalan raya menghasilkan angin lokal, yang  dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Angin lokal ini memiliki variabilitas yang lebih kecil, terutama jika lalu lintas  jalan raya  konstan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendesain Vertical Axis Wind Turbine yang dapat bekerja pada kecepatan angin rendah. Pada pendekatan teoritis, software Qblade digunakan  untuk menganalisa beberapa jenis Airfoil yaitu NACA 0012, NACA 0013, NACA 0014, NACA 0015, NACA 0016 dengan variasi sudu 2, 3 dan 4 angka pada masing-masing konfigurasi aerodinamis. Koefisien performa turbin angin sumbu vertikal yang optimal dapat diperoleh pada simulasi turbin yang menggunakan airfoil NACA 0016 sebesar 1,33 dengan konfigurasi jumlah sudu adalah empat buah pada TSR 3,5 sehingga diperoleh daya sebesar 87,78 watt pada kecepatan angin 5 m/s dan kecepatan putar 300 rpm. Kata kunci: VAWT, Darrieus, Qblade  AbstractApart from wind potential due to its geographical shape, Indonesia also has wind potential which can be exploited from the movement of traffic flow on highways or toll roads. The movement of high-speed vehicles on the highway generates local wind, which can be used to generate electrical energy. These local winds have less variability, especially if road traffic is constant. The main objective of this research is to design a vertical axis wind turbines to operate in low wind speed. In the theoretical approach, Qblade software is used to analyze several types of airfoils, namely NACA 0012, NACA 0013, NACA 0014, NACA 0015, NACA 0016 with 2, 3 and 4 number blade variations on each aerodynamic configuration. The optimal vertical axis wind turbine performance coefficient can be obtained in a turbine simulation that uses a NACA 0016 airfoil of 1.33 with a configuration of four blades at a TSR of 3.5 so that a power of 87.78 watts is obtained at a wind speed of 5 m/s and rotating speed 300rpm. Keywords: VAWT, Darrieus, Qblade  
Analisa Penerapan Preventive Maintenance Pada Mesin Kompresor Sentrifugal dengan menggunakan Metode Mean Time Between Failure dan Mean Time to Repair Kurnianto, Ario; Joanda, Alfian Destha; Ghifari, Muamar Al
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.6684

Abstract

  AbstrakKemajuan teknologi di bidang manufaktur memberikan kemudahan dalam proses produksi, diantaranya dengan berkembangnya mesin-mesin pendukung pekerjaan. Mesin sebagai sarana produksi dalam sebuah industri dituntut untuk dapat bekerja seoptimal mungkin untuk mencapai target produksi yang ditetapkan. Kondisi ini dapat menyebabkan mesin harus bekerja non-stop. Untuk mencapai kondisi optimal bagi sebuah mesin dan agar dapat bekerja dengan baik maka perlu dilakukan perawatan yang rutin dan berkala. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kondisi manajemen perawatan yang dilaksanakan di PT SMC Automation Indonesia pada mesin Kompresor Sentrifugal. Fokus penelitian ini adalah pada Preventive Maintenance dengan menggunakan metode Mean Time Between Failure (MTTF) dan Mean Time To Repair (MTTR). Hasil dari penelitian ini adalah usulan perbaikan jadwal perawatan, dimana sebelumnya untuk perawatan mesin kompresor sentrifugal dilakukan dalam 3 (tiga) bulan sekali, menjadi periode 2 (dua) bulan sekali. Kata kunci: Preventive Mainenance, MTTF, MTTR, Penjadwalan AbstractTechnological advances in manufacturing provide convenience in the production process, including the development of job support machines. Machines as production facilities in an industry are required to be able to perform as optimally as possible to achieve the set production targets. This condition can cause the machine to work non-stop. To achieve optimal condition for a machine and to work properly it is necessary to carry out routine and periodic maintenance. The purpose of this study is to analyze the condition of maintenance management carried out at PT SMC Automation Indonesia on Centrifugal Compressor machines. The focus of this research is on Preventive Maintenance using the Mean Time Between Failure (MTTF) and Mean Time To Repair (MTTR) methods. The result of this study is a proposed improvement of the maintenance schedule, where previously maintenance schedule for centrifugal compressor machines was carried out every 3 (three) months, to a period of 2 (two) months.Keywords: Preventive Mainenance, MTTF, MTTR, Schedulling  
Analisa Kinerja Sistem Maintenance dan Six Big Losses Mesin pada Kapal KN TRISULA P-111 Muktar Sinaga; Riskana Riskana
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 7, No 2 (2022): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v7i2.6698

Abstract

Batas ambang untuk nilai Physical Avaibility mesin KN P-111 mencapai 87,34% dimana ini masih dibawah standar JIPM sebagai standar baku internasional. Six big losses dari komponen mesin diesel yaitu dari Filter Udara dan Engine Radiator dari KN P-111 karena ada keterlambatan spare suku cadang yang berulangkali mengalamai trouble.
ANALISA TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM) PADA MESIN DIESEL JEMBIO P-215 Sinaga, Muktar; Nurtjahyo, Heru
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6734

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui model dan jenis pemeliharaan mesin yang diterapkan oleh perusahaan dan masalah –masalah yang muncul dalam sistem pemeliharaan, dan tingkat biaya pemeliharaan baik preventive maintenance maupun corrective maintenance yang selanjutnya menentukan alternatif kegiatan pemeliharaan yang maksimal. Penelitian dilakukan di kapal Jembio KN P-215. Berdasarkan hasil penelitian penulis, dengan menggunakan metode TPM untuk perhitungan nilai OEE yang mengacu dari nilai AR, PR, QR diperoleh bahwa kegagalan sistem mesin dengan terdampak dari minmalnya pemeliharaan sehingga rendahnya nilai-nilai efektifitas mesin pada tahun 2022 pada 70,61%, 84,05%, dan 94,12%.Kata kunci : TPM, OEE, pemeliharaanAbstractcontains the main of the problems, the solution of methodology and the results obtained. Abstract written in Indonesian and English, accompanied by keywords (keywords) below. The original text in the form of s oft copy sent direct writer will be
PENGUJIAN KUAT TARIK DAN UJI LENGKUNG BAJA TULANGAN SIRIP 280 PADA SNI 2052:2017 Sinaga, Muktar; Saidah, Andi
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6769

Abstract

AbstrakSalah satu cara untuk mengetahui sifat mekanik dari material adalah dengan cara pengujian tarikdan uji kelengkungan. Pengujian tarik akan menampilkan kekuatan material sehingga bisa merancang suatu kontruksi sesuai dengan karakteristik material. Dari pengujian tarik akan diperoleh benda kerja yang putus karena proses penarikan, juga dihasilkan sebuah kurva tarik uji tarik antara tegangan dan regangan. Kurva ini merupakan gambaran dari proses pembebanan pada benda kerja mulai dari awal penarikan hingga benda kerja itu putus. Tujuan dari penelitian kuat tarik ini adalah untuk mengetahui sifat-sifat mekanik BJTS 280 dalam memenuhi syarat mutu SNI 2052 :2017 Baja Tulangan Beton. Dalam penelitian ini dikembangkan bagaimana mengelola data yang diperoleh dari pengujian tarik tersebut menjadi sebuah kurva tegangan dan regangan. Data-data yang diperoleh tersebut berupa besarnya pembebanan, besarnya perpanjangan dan perubahan luas penampang yang terjadi pada benda kerja. Pembebanan dan dan perubahan panjang benda kerja inilah yang nantinya akan dikonversikan kedalam kurva uji tarik. Perencangan mesin uji tarik dipasang alat bantu yang sangat terpenting yaitu load cell untuk mendeteksi besarnya perubahan dimensi jarak yang disebabkan oleh suatu elemen gaya, sehingga dapat menghasilkan sebuah kurva tegangan-regangan yang akan mengimformasikan berapa kekuatan tarik tarik benda yang di uji tarik. Hasil pengujian diperoleh batas ulur sebesar 413, 43 MPa, kuat tarik pada 615,75 MPa, regangan 21,02 %, rasio Ts/Ys 1,49 dan uji lengkung 180 derajat duri pelengkung 3,5 x Diameter tidak retak.Kata kunci: uji tarik , uji kelengkungan, SNI 2052 :2017, modulus elastisias, BJTS 280
PENGEMBANGAN DAN PERANCANGAN DESAIN CLOTHES CABINET PT. ATMI SOLO DENGAN SISTEM KNOCK-DOWN Nugraha, Aditya; Hutomo, Rizky; Prasetyo, Hermawan Budi
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6759

Abstract

AbstrakFurniture merupakan perlengkapan rumah tangga yang berfungsi untuk duduk, berbaring ataupun menyimpan pakaian. Clothes cabinet merupakan salah satu contoh produk furniture PT. ATMI Solo yang materialnya didominasi oleh plat baja yang berfungsi untuk menyimpan pakaian  atau barang pribadi. Kemajuan jaman menuntut perusahaan untuk menciptakan produk furniture yang memiliki sifat ringkas dan praktis, maka terciptalah desain clothes cabinet yang menerapkan konsep knock-down dengan sistem penguncian baut untuk menyatukan komponen – komponennya. Penerapan konsep knock-down dapat meningkatkan kepraktisan dan sifat ringkas dalam hal pengemasan produk sehingga dapat mengurangi biaya pengiriman. Desain clothes cabinetknock-down memiliki dimensi 1800 mm x 1000 mm x 500 mm dan dimensi produk produk saat dikemas adalah 1820 mm x 540 mm x 295 mm. Pengembangan rancangan produk clothes cabinetknock-down dapat mengurangi volume pengemasan sebesar 70%, meningkatkan kapasitas pengiriman sebesar 400% dan mengurangi biaya pengiriman dan pengemasan sebesar 47%.Kata kunci: furniture, knock-down, clothes cabinet, PT ATMI SoloAbstractFurniture is household equipment that functions to sit, lie down, or store clothes. A clothes cabinet is an example of PT. ATMI Solo, whose material is dominated by steel plates that function to store clothes or personal items. The progress of the times requires companies to create furniture products that are concise and practical, so a clothes cabinet design is created that applies the knock-down concept with a screw locking system to unite its components. Applying the knock-down concept can increase the practicality and concise nature of product packaging to reduce shipping costs. The knock-down clothes cabinet design has 1800 mm x 1000 mm x 500 mm, and the product dimensions when packaged are 1820 mm x 540 mm x 295 mm. Developing a knock-down clothes cabinet product design can reduce packaging volume by 70%, increase shipping capacity by 400% and reduce shipping and packaging costs by 47%.Keywords: furniture, knock-down, clothes cabinet, PT ATMI Solo
RE-DESAIN SISTEM PENDINGINAN BIJI KOPI PADA BLOWER COOLANT TRAY MESIN ROASTING KOPI PRATTER PT. PATMANUNGGAL REKA ABADI Nugroho, Yohanes; Nugraha, Aditya; Rozaq, Almas Abdur; Pramudya, Axel Satya
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6767

Abstract

AbstrakKualitas kopi ditentukan oleh penangananselama panen dan pasca panen. Biji kopi dihasilkan melalui proses pengupasan, pencucian, pengeringan, dan roasting. Pada proses roasting, pemilihan bloweruntuk pendingin merupakan aspek penting. Masalah yang terjadi pada sistem pendinginan mesin roasting kopi pratter kapasitas 1,5 kg adalah pemilihan blower kurang optimal dikarenakan waktu pendinginan lama. Penelititan tentang blower pada sistem coolant tray bertujuan mengatasi permasalahan tersebut, sehingga cita rasa kopi tidak berubah setelah proses roasting. Mesin roasting memiliki bagian utama yang berfungsi untuk menurunkan suhu panas pada kopi yaitu blower coolant tray. Fokus penelitian terletak pada pembuatan blower yang sesuai dengan perhitungan rumus heat transfer dengan parameter berupa penurunan suhu dari 170° C menjadi 35° C dengan mempertimbangkan hasil kecepatan pendinginan pada blower serta faktor yang dapat meningkatkan daya hisap volume udara. Hasil perhitungan menghasilkan blower dengan dimensi 301 x 358 x 246 mm, panjang ducting pipa 400 mm, dan penggerak motor 2 HP dengan putaran 3000 rpm. Hasil simulasi software solidwork menggunakan fitur CFD (Computational Fluid Dynamics) didapatkan tingkat kecepatan hisap sebesar 2,359 m/s dan daya hisap volume sebesar 0,000115m3/s.Kata Kunci: Blower, heat transfer, CFD, roasting.AbstractCoffee quality is determined by handling during harvest and post-harvest.Coffee beans are produced through the process of peeling, washing, drying and roasting.In the roasting process, the selection of blowers for cooling is an important aspect.The problem that occurs in the cooling system for a pratter coffee roasting machine with a capacity of 1.5 kg is that the selection of the blower is not optimal due to the long cooling time.Research on blowers on coolant tray systems aims to overcome these problems, so that the taste of coffee does not change after the roasting process.The roasting machine has the main part that functions to reduce the heat temperature of the coffee, namely the blower coolant tray.The focus of the research lies in making a blower according to the calculation of the heat transfer formula with parameters in the form of a temperature drop from 170° C to 35° C by considering the results of the cooling speed of the blower and factors that can increase the suction power of the air volume.The calculation results produce a blower with dimensions of 301 x 358 x 246 mm, a ducting pipe length of 400 mm, and a 2 HP motor drive with 3000 rpm rotation.Solidwork software simulation results using the CFD (Computational Fluid Dynamics) feature obtained a suction speed level of 2.359 m/s and a volume suction power of 0.000115 m3/s.Keywords: Blowers, heat transfer, CFD, roasting 
MODIFIKASI MEKANISME PINTU PORTAL DENGAN KENDALI OTOMATIS Rahmadin, M Ikhwan
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.6757

Abstract

Tujuan dari penulisan tugas akhir ini yaitu merancang dan mengimplementasikan sebuah rangkaian kelistrikan yang berfungsi untuk membuka dan menutup pintu portal dengan kendali otomatis. Perancangan dan pembuatan alat pintu parkir otomatis ini diharapkan nantinya dapat direalisasikan dan terpasang pada pintu masuk area parkir dengan tujuan untuk membantu operator dalam proses membuka dan menutup pintu portal dengan mekanisme otomatis sehingga lebih efektif dalam menekan waktu tunggu.Cara kerja dari sistem parkir ini adalah dengan cara kendaraan mendekat kearah area pembacaan sensor infra merah buka maka pintu portal akan terbuka dan setelah kendaraan melewati sensor infra merah tutup, maka pintu portal akan tertutup. Spesifikasi dari palang portal ini yaitu memiliki panjang lengan 1 meter yang terbuat dari Aluminium serta didukung penggerak motor DC 12V 12 Watt 130 rpm dengan daya supply 220VAC dan mamiliki sudut buka sampai dengan 90°.Kata kunci: Sistem Parkir, Kendali Otomatis, Pintu Portal, Motor DC.