cover
Contact Name
Yos Nofendri
Contact Email
yosnofendri@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yosnofendri@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN
ISSN : 2502843X     EISSN : 24069671     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal yang berhubungan dengan Teknik Mesin khususnya bidang ilmu : 1. Konversi Energi 2. Proses Manufaktur 3. Perencangan 4. Material Engineering
Arjuna Subject : -
Articles 181 Documents
ANALISIS VARIASI KUAT ARUS DAN KELEMBAPAN ELEKTRODA PADA PENGELASAN SMAW TERHADAP CACAT LAS PADA PENGELASAN BAJA SS400 DENGAN METODE NON- DESTRUCTIVE TEST (NDT) PENETRANT TESTING Avilla, Gilang; Suhendra, Bobie; Naubnome, Viktor
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7004

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas mengenai pengaruh perbedaan kuat arus dan tingkat kelembapan elektroda pada pengelasan SMAW dengan metode Non-Destructive Test (NDT) Penetrant test yang bertujuan untuk menentukan apakah spesimen uji dapat diterima berdasarkan acceptance criteria ASME. Penelitian ini menggunakan material baja SS400 dengan dimensi 150 mm x 100 mm x 10 mm dengan kampuh 60˚ yang disambungkan dengan pengelasan SMAW posisi 1G dan dengan elektroda lembap tingkat kelembapan sebesar 2,8585%. Spesimen yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 6 spesimen. Hasil inspeksi penetrant test pada 6 jenis perlakuan spesimen didapatkan bahwa 3 dari 6 jenis spesimen mengalami reject dan dinyatakan tidak memenuhi kriteria ASME Sec V Article 6 Acceptance Criteria Penetrant Testing.Kata kunci: Pengelasan SMAW, NDT-PT, ASME, Kelembapan elektrodaAbstractThis study discusses the effect of differences in current strength and electrode humidity levels in SMAW welding using the Non-Destructive Test (NDT) Penetrant test method which aims to determine whether the test specimen can be accepted based on ASME acceptance criteria. This study used SS400 steel material with dimensions of 150 mm x 100 mm x 10 mm with a seam of 60˚ which was connected by SMAW welding at 1G position and with a damp electrode with a humidity level of 2.8585%. The specimens used in this study amounted to 6 specimens. The results of the penetrant test inspection on the 6 types of specimen treatment found that 3 of the 6 types of specimens were rejected and declared not meeting the criteria of ASME Sec V Article 6 Acceptance Criteria for Penetrant Testing.Keywords: Welding, SMAW, NDT-PT, ASME, Moisture content
RANCANG BANGUN MESIN PEMIPIL JAGUNG MENGGUNAKAN TENAGA MATAHARI / SOLAR PANEL Agustinus, Nicolas Tua; Susilowati, Sri Endah
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i1.7684

Abstract

Kemajuan teknologi dalam sektor pertanian semakin berkembang berbagai macam mesin produksi dalam sektor pertanian telah hadir, seperti mesin pengelolah hasil pertanian, maupun mesin produksi lainnya yang menjadi alat bantu bagi para petani dalam produksi dan pengolahan hasil pertanian. Ada pun teknologi pertanian dalam  penanganan pasca panen, seperti mesin pemipil jagung. Perkembangan alat ini dengan berbagai inovasi yang dilakukan telah menghadirkan mesin pemipil jagung yg lebih ekonomis dan ramah lingkungan, mulai berinovasi dari teknologi yang menggunakan motor bakar ke penggunaan energi listrik, dan solar cell akan sangat diperlukan dalam hal menunjang berbagai inovasi teknologi modern ini dalam sektor pertanian. Sedangkan alatnya mempunyai spesifikasi sebagai berikut dengan dimensi alat pemipil jagung padi tinggi 17 cm, lebar 19 cm, panjang 17 cm, dengan pisau pemipil jagung perontok padi diameter 5 cm, panjang 10 cm, menggunakan motor listrik dengan daya 12 V 150 W, dan untuk panel surya menggunakan solar cell dengan kapasitas baterai 12 V5 Ah, dengan bidang kemiringan panel surya 15˚. Kemiringan panel surya tidak boleh terlalu tinggi untuk memperoleh intensitas cahaya matahari yang maksimal agar seluruh permukaan silikon dari panel surya bisa mendapatkan panas yang merata. Panel surya membutuhkan panas yang konstan agar memperoleh daya pengisian yang maksimal.
VARIASI WAKTU PADA STAINLESS STEEL 201 TERHADAP KEKUATAN TARIK DENGAN MENGGUNAKAN MESIN SPOT WELDING Murdiana, Fadhil; Suhendra, Bobie; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7071

Abstract

dhilmurdiana1@gmail.com*Corresponding author – Email : fadhilmurdiana1@gmail.comAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pengaruh dari variasi waktu terhadap kekuatan sambungan las spot welding potable, mengetahui nilai dari kekuatan hasil sambung las plat Baja Stainlees Steel 201 dengan melakukan pengujian Tarik (tensile test). Dari hasil pengujian yang sudah dilakukan pada masing-masing sampel material uji dengan menggunakan tiga variasi kuat arus pengelasan dan tiga variasi waktu penahanan pengelasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Pada pengelasan spot welding variasi waktu las memiliki pengaruh terhadap kekuatan sambungan las spot welding potable. Semakin lama waktu pengelasan semakin kuat pula sambungan. Berdasarkan data pengujian tarik menunjukkan bahwa maksimum load terendah didapatkan pada sampel A1 dengansebesar 742,82 N dan maksimum load tertinggi didapatkan pada sampel A5 dengan sebesar 2047,23 N.Pada sampel A2 ke A3 terjadi lonjakan maksimum load dengan selisih maksimum load adalah 484,91 N. Terjadi karena arus yang dikeluarkan pada sampel A3 lebih besar dibandingkan A2. Kata kunci: spot welding, pengujian tarik, variasi arusAbstractThis study aims to determine the effect of time variation on the strength of spot welding potable joints, to determine the value of the strength of 201 Stainless Steel plate welding joints by conducting a tensile test.From the results of the tests that have been carried out on each sample of the test material using three variations of welding current strength and three variations of welding holding time, it can be concluded as follows: In spot welding, variations in welding time have an influence on the strength of potable spot welding joints. The longer the welding time the stronger the connection. Based on the tensile test data, it shows that the lowest maximum load was obtained in sample A1 with 742.82 N and the highest maximum load was obtained in sample A5 with 2047.23 N. In samples A2 to A3 there was a maximum load spike with a maximum load difference of 484. 91 N. Occurs because the current released in sample A3 is greater than A2.Keywords: spot welding, tensile testing, current variations
Analisis kekuatan rangka pada perangkat Grading Fish menggunakan software Solidworks Ariadnalaska, Argan; Santoso, Deri Teguh
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.6985

Abstract

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan parameter Stress, Displacement, Strain, dan Safety Factor, dapat disimpulkan bahwa rangka perangkat grading fish yang terbuat dari stainless steel dengan ukuran 30 × 30 × 3 mm memenuhi standar perhitungan dan berada dalam kondisi pembebanan yang aman sebagai perangkat penyortir ikan. Hasil ini menunjukkan bahwa rangka perangkat memiliki kekuatan yang cukup untuk menahan beban yang diberikan selama proses penyortiran ikan. Hal ini mengindikasikan bahwa perangkat dapat digunakan secara efektif dan memenuhi kebutuhan operasional dengan aman.
UJI KELAYAKAN TABUNG PEMADAM API MENGGUNAKAN ALAT HIDROTEST Hidayat, M Fajri
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i1.7701

Abstract

Perkembangan alat pemadam kebakaran selalu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, baik dalam bentuk modern maupun tradisional. Tabung pemadam dikalangan masyarakat saat ini sangat banyak di luar pengamatan pihak terkait atau juga pihak pengguna yang tidak memahami pengunaannya. Dalam hal ini untuk pengujian tekanan kita menggunakan tekanan maksimalnya 225 bar, cara kerja alat hidrotest yang menggunakan mesin booster pump, serta kapasitas tabung yang digunakan. Pengujian ini bertujuan untuk menentukan apakah tabung pemadam kebakaran tersebut layak atau tidak digunakan. Menentukan kelayakan tabung tersebut dapat di lihat dari beberapa faktor yaitu, tahun pembuatan tabung, lokasi dimana alat pemadam api diletakkan, kelalaian manusia dalam menggunakan alat pemadam tersebut, dan sambungan atau lasan. Dengan melakukan pengujian ini nantinya di dapatkan hasil semakin tinggi tahun pembuatan tabung kemungkinan untuk tabung tersebut layak digunakan tinggi juga.
Analisis Variasi Tipe Sambumgan pada Material Komposit dengan Serat Sintesis Bimantoro, Bagus; Anjani, Ratna Dewi; ., Kardiman
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7089

Abstract

Scanning Electrone Microscope dilakukanpada salah satu spesimen sebelum dansesudah pengujian geser, guna melihatefektifitas sambungan dan kegagalan tiapsambungan yang digunakan. Terlihat padaspesimen yang disambungkanmenggunakan adhesive bonding dengantingkat kekasaran yang tinggi dapatmenyerab dengan baik pada keduaspesimen uji yang disambungkan,sehingga pada pengujian gesermendapatkan nilai beban maksimal yangpaling tinggi. Untuk kegagalan yangterjadi pada adhesive bonding adalahpengelupasan (peeling) yang disebabkanoleh sifat adhesive yang elastis dan tidakgetas, dan terlihat pada serat juga terjadikerusakan yang disebabkan olehpengelupasan adhesive di sekitar area yangdirekatkan menggunakan adhesivebonding.Sedangkan pada spesimen uji denganstandar ASTM D5961 yang disambungkanmenggunakan mur dan baut memilikitingkat kerapatan yang tinggi padaspesimen dengan tingkat kekasaran yangrendah. Namun memiliki beban maksimalyang dapat diterima pada spesimen ujidengan tingkat kekasaran yang cukuptinggi (kode spesimen B2) dengan nilaisebesar 3791,25 N.
Analisis Lift Performance Sayap Pesawat Terhadap Penambahan Winglet dan Variasi Aspect Ratio Abidin, Muhammad Farhan; Suhendra, Bobie; ., Aripin
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7020

Abstract

AbstrakSayap merupakan komponen vital dalam sebuah pesawat terbang karena berperan dalam terbentuknya gaya angkat pesawat. Sayap pesawat juga memiliki beragam parameter yang bertujuan menunjang performa gaya angkat pesawat, seperti aspect ratio, tapper ratio, sudut sibak dan sudut twist. Dalam penelitian ini parameter aspect ratio dianalisis lebih dalam untuk melihat pengaruhnya terhadap lift performance sayap seperti Cl dan Cd. Selain itu, efek penambahan winglet akan ikut dikaji dalam penelitian ini karena komponen ini umum ditemui pada sayap pesawat saat ini yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi aerodinamis sayap. Sebagai bahan analisis, sayap pesawat CN-235 dipilih dalam analisis ini. Analisis dilakukan dengan metode simulasi menggunakan Ansys Fluent untuk memeroleh karakteristik Cl dan Cd. Metode ini menghasilkan geometri, perilaku aliran, serta karakteristik aerodinamika sayap dengan menggunakan persamaan RANS (Reynolds Averaged Navier-Stokes) dengan model turbulen. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggabungkan variasi aspect ratio dan penambahan winglet pada planform sayap maka menghasilkan sayap yang mampu meraih sudut serang maksimum yang lebih rendah dari variasi sayap yang lain dan koefisien lift yang lebih tinggi. Selain itu, sayap juga mampu menghasilkan efisiensi yang lebih tinggi pada jenis sayap dengan winglet.Kata Kunci: aspect ratio; efisiensi; koefisien drag; koefisien lift; winglet.AbstractWings are a vital component in an airplane because they play a role in the formation of the aircraft's lift force. Airplane wings also have various parameters that aim to support the performance of aircraft lift, such as aspect ratio, tapper ratio, offset angle and twist angle. In this study the aspect ratio parameter was analyzed more deeply to see its effect on wing lift performance such as Cl and Cd. In addition, the effect of adding winglets will also be studied in this study because these components are commonly found on current aircraft wings which are intended to increase wing aerodynamic efficiency. As an analysis material, the CN-235 aircraft wing was chosen in this analysis. The analysis was carried out using a simulation method using Ansys Fluent to obtain the characteristics of Cl and Cd. This method produces geometry, flow behavior, and aerodynamic characteristics of the wing using the RANS (Reynolds Averaged Navier-Stokes) equation with the turbulent model. The results of the analysis show that combining aspect ratio variations and adding winglets to the wing planform results in a wing capable of achieving a lower maximum angle of attack than other wing variations and a higher lift coefficient. In addition, the wings are also able to produce higher efficiency on the types of wings with winglets.Keywords: aspect ratio; efficiency; drag coefficient; lift coefficient; winglets.
STUDI KELAYAKAN DAN DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN SUMBU VERTIKAL DI PANTAI MARUNDA JAKARTA UTARA Arnold, Arnold; Saidah, Andi
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2024): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v9i1.7685

Abstract

Tenaga angin PTB merupakan sumber energi bersih dan terbarukan yang mempunyai nilai potensial besar bagi industri ketenagalistrikan dalam konteks masyarakat rendah karbon. Perkembangan pesat energi angin PLTB bergantung pada pemahaman yang baik tentang permasalahan teknis terkait turbin angin PLTB, yang mendorong program penelitian dan pengembangan yang sedang berlangsung. Fondasi turbin angin PLTB menghadirkan salah satu tantangan utama dalam desain turbin angin PLTB. Makalah ini mengkaji pengetahuan terkini mengenai isu-isu geoteknik dan struktural yang mempengaruhi jenis pondasi yang sedang dipertimbangkan untuk struktur pendukung turbin angin PLTB, dan memberikan rekomendasi ulang untuk penelitian dan pengembangan di masa depan. Penelitian dikakukan di Jakarta Utara Marunda dengan hasil 4 m/s dan desain turbin angin Savonius
Simulasi Faktor Keamanan Dan Pembebanan Frame Pada Turbin Angin Type Darrieus Firdaus, Muhammad Rifqi; ., Kardiman; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i2.7072

Abstract

AbstrakAnalisis terhadap kerangka turbin angin jenis Darrieus menunjukkan bahwa kerangka tersebut telah memenuhi standar keamanan baik dalam perhitungan teoritis maupun melalui simulasi. Beban yang diterapkan pada kerangka meliputi beban pada lengan sudu, sudu, poros, pulley, V-belt, dan generator sebesar 14 Kg. Hasil dari perhitungan teoritis menunjukkan bahwa tegangan maksimal yang terjadi pada kerangka adalah 1,653 x 107 N/
ANALISIS PENGARUH PROSES VARIASI TEMPERATUR PACK CARBURIZING ARANG SEKAM PADI TERHADAP KEKERASAN, STRUKTUR MIKRO & KOMPOSISI KIMIA BAJA ASTM A36 Fauzan, Farras Noor; Anjani, Ratna Dewi; Hanifi, Rizal
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 8, No 1 (2023): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jktm.v8i1.7000

Abstract

AbstrakPada proses perlakuan panas, terdapat beberapa metode perlakuan panas pada baja karbon yaitu pack carburizing, carbonitriding, cyaniding, dan nitriding. pack carburizing merupakan proses perlakuan panas (heat treatment) yang dilakukan dengan cara mendifusikan unsur karbon pada permukaan logam yang kemudian dipanaskan pada suhu austenitnya. Tujuan pack carburizing yaitu untuk menaikkan kadar karbon pada lapisan permukaan baja sehingga didapatkan material baja yang memiliki permukaan keras dan sifat mekanik lain-nya. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif eksperimental, yaitu metode uji coba dan analisis terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro pada proses pack carburizing dengan variasi temperatur yang berbeda. Pada pengujian komposisi kimia terhadap sampel baja karbon rendah ASTM A36 sebelum dan sesudah proses pack carburizing terjadi kenaikan kadar karbon sebesar 94,4%. 2. Pada pengujian kekerasan Rockwell setelah proses pack carburizing 870°C dengan arang sekam padi 90% dan BaCO3 10% didapat nilai kekerasan rata-rata sebesar 22,41 HRC dan case depth 179.64 µm. 3. Pada pengujian kekerasan Rockwell t setelah proses pack carburizing 910°C dengan arang sekam padi 90% dan BaCO3 10% didapat nilai kekerasan rata-rata sebesar 41,93 HRC dan case depth186,54 µm. 4. Berdasarkan perbandingan variasi temperatur 870°C dan 910°C terhadap nilai persentase kenaikan karbon terjadi kenaikan sebesar 87,10%. 5. Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 870°C didapatkan struktur fasa 6. Berdasarkan struktur mikro pada temperatur 910°C didapatkan struktur fasa.Kata kunci: carburizing, struktur mikro, kekerasan, rockwellAbstractIn the heat treatment process, there are several heat treatment methods for carbon steel, namely pack carburizing, carbonitriding, cyaniding, and nitriding. pack carburizing is a heat treatment process that is carried out by diffusing carbon elements on a metal surface which is then heated to its austenite temperature. The purpose of pack carburizing is to increase the carbon content in the steel surface layer so that a steel material that has a hard surface and other mechanical properties is obtained. In this study the method used was quantitative experimental research method, namely the method of testing and analysis of hardness values and microstructures in the pack carburizing process with different temperature variations. In testing the chemical composition of ASTM A36 low carbon steel samples before and after the pack carburizing process, there was an increase in carbon content of 94.4%. 2. In the Rockwell hardness test after the pack carburizing process at 870°C with 90% rice husk charcoal and 10% BaCO3, the average hardness value was 22.41 HRC and a case depth of 179.64 µm. 3. In the Rockwell t hardness test after the pack carburizing process at 910°C with 90% rice husk charcoal and 10% BaCO3, the average hardness value was 41.93 HRC and a case depth of 186.54 µm. 4. Based on a comparison of temperature variations of 870°C and 910°C to the percentage increase in carbon, there was an increase of 87.10%. 5. Based on the microstructure at 870°C, the phase structure is obtained. 6. Based on the microstructure, at 910°C, the phase structure is obtained.Keywords: carburizing, microstructure, hardness, rockwell