cover
Contact Name
Dian Kresnadipayana
Contact Email
Dian Kresnadipayana
Phone
-
Journal Mail Official
dian.kresnadipayana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Biomedika
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 20892136     EISSN : 23021306     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
JURNAL BIOMEDIKA (p-ISSN:1979-035X, e-ISSN: 2302-1306) is a scientific publication media that accommodates the scientific creativity of lecturers and researchers as outlined in scientific writing, both for academics in Setia Budi University and observers of medical biology and health. Articles published are the results of research in the field or in laboratories, scientific studies and studies of books that have never been published in other media. Information on scientific works can range from biotechnology, health, pharmacology, microbiology, biochemistry, and food analysis and health management.
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
EFEK PERLAKUAN EKSTRAK MENIRAN MERAH (Phyllanthus urinaria) TERHADAP JUMLAH LIMFOSIT PADA ORGAN LIMPA MENCIT BALB/C YANG DIINFEKSI BAKTERI Salmonella thypi Ifandari Ifandari; Suranto Suranto; Y. Nining Sri Wuryaningsih
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.731 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.247

Abstract

Meniran merah (Phyllanthus urinaria) merupakan salah atu jenis tanaman obat. Meniran merah telah diteliti sebagai diuretik, hipoglikemik, antihepatitis-B dan anti kanker. Akan tetapi manfaat tanaman ini dalam meningkatkan sistem imun belum digali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian meniran merah terhadap jumlah limfosit pada organ Limpa Mencit Balb/C yang diinfeksi bakteri Salmonella thypi serta mengetahui pengaruh variasi dosis ekstrak meniran merah terhadap jumlah limfositnya. Penelitian ini menggunakan rancangan the post test-only control group terhadap 38 ekor mencit Balb/C yang terbagi dalam 6 kelompok dan dilakukan selama 10 hari. Kelompok kontrol negatif, kontrol positif, kelompok perlakuan ekstrak meniran merah dengan variasi dosis masing-masing 3x 0,065 mg/hr, 3x 0,130 mg/hr dan 3x 0,260 mg/hr. Mencit diinfeksi S. typhi kemudian pada hari ke-4 dan hari ke-11 limfosit diisolasi dari organ limpa, kemudian dihitung jumlahnya. Sebagai data pendukung dilakukan uji kualitatif senyawa yang terdapat pada ekstrak meniran dengan metode Kromarografi lapis tipis (KLT). Data jumlah limfosit dianalisis dengan T test untuk melihat perbedaanya dan adanya variasi dosis dalam perlakuan meniran merah dilakukan uji Anava. Pemberian ekstrak meniran merah pada dosis 3 x 0,130 mg/hr dan 3x 0,260 mg/hr mampu meningkatkan jumlah limfosit di atas keadaan normal. Variasi dosis ekstrak meniran merah mempengaruhi peningkatan jumlah limfosit. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam ekstrak meiran merah adalah fenol, flavanoid dan saponin.
OPTIMASI FORMULA GEL EKSTRAK BUAH APEL (Pyrus malus L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN DENGAN KOMBINASI BASIS METIL SELULOSA DAN GLISERIN SECARA SIMPLEX LATTICE DESIGN Ignatius Yuli Yudhianto; Endang Sri Rejeki; Dewi Ekowati
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.648 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.248

Abstract

Ekstrak buah apel berpotensi mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung flavonoid, tannin, vitamin C, dll. Penggunaan ekstrak buah apel langsung dinilai kurang praktis, sehingga dibuat sediaan gel. Kemudian dilakukan optimasi dengan metode Simplex Lattice Design supaya bisa ditentukan formula optimum sehingga dihasilkan gel antioksidan yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat gel optimum buah apel sebagai antioksidan. Ekstrak buah apel diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70 % kemudian diuapkan untuk memperoleh ekstrak kental. Sediaan gel menggunakan basis metil selulosa (M) dan gliserin (G) sehingga dibuat 3 formula, yaitu F1 (100%M), F2 (50%M:50%G), F3(100%G) dioptimasi berdasarkan sifat fisik viskositas, daya sebar, daya lekat dengan metode optimasi Simplex Lattice Design menggunakan softwere Design Expert versi 8.0.6.1. trial. Gel optimum diuji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH pembanding vitamin C. Formula optimum gel buah apel diperoleh proporsi metil selulosa sebesar 2,717% dan gliserin 2,283% respon sifat fisik formula optimum dari hasil prediksi dan percobaan menunjukkan ada beda signifikan sedangkan daya lekat ada beda signifikan. Hasil yang diperoleh menunjukkan gel optimum mempunyai aktivitas antioksidan sebesar 163,25 ppm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK MASERASI DAUN KELOR (Moringa oleifera, Lamk) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Agida Widya Die Agustie; Ratno Agung Samsumaharto
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.632 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.249

Abstract

Penggunaan bahan-bahan alami asal tumbuhan (herbal) untuk mengobati berbagai penyakit kembali menjadi trend di kalangan masyarakat Indonesia. Kelor (Moringa oleifera, Lamk) adalah salah satu tanaman memiliki manfaat sebagai antibakteri. Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri yang menyebabkan berbagai infeksi piogenik dan infeksi kulit, suporasi, pembentukan abses serta septikemia yang fatal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri daun Kelor terhadap Staphylococcus aureus. Metode yang digunakan dalam ekstraksi daun Kelor ini yaitu maserasi dengan menggunakan pelarut etanol. Sedangkan untuk pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi. Ekstrak dibuat dalam berbagai konsentrasi 25%, 50%, 75%. Kontrol positif yang digunakan adalah kotrimoksazol. Hasil dari penelitian ini yaitu rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun Kelor terhadap bakteri Staphylococcus aureus adalah 15,5 mm pada konsentrasi 25%, 18,5 mm pada konsentrasi 50%, 23 mm pada konsentrasi 75%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun Kelor mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Pada konsentrasi ekstrak daun Kelor 75% mempunyai daya hambat paling besar terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus daripada konsentrasi 25% dan 50% dimana semakin besar konsentrasi ekstrak daun Kelor maka bertambah besar pula aktivitas hambatannya.
PEMANFAATAN MIKROBA JAMUR UNTUK MENGATASI PENCEMARAN LOGAM BERAT NIKEL PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM Nony Puspawati; Mardiyono Mardiyono; Argoto Mahayana
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.041 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan menurunkan kadar logam berat berbahaya yang dihasilkan oleh outlet limbah cair industri pelapisan logam yang volume limbahnya relatif sedikit tetapi sangat beracun, menggunakan mikroba jamur sebelum dibuang keperairan bebas. Penelitian ini mengolah outlet limbah cair industri pelapisan logam dengan memanfaatkan variasi mikroba jamur dan variasi volume sediaan mikroba jamur. Mikroba jamur yang digunakan pada penelitian ini adalah Saccharomyces cereviceae, Rhizopus oryzae, Aspergillus niger dan Monilia sitophila. Uji laboratorium yang dilakukan adalah uji kualitatif dan kuantitatifdengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan mikroba jamur dapat digunakan untuk menurunkan kadar logam berat berbahaya Ni. Prosentase penurunan kadar logam berat Ni oleh mikroba jamur berturut-turut dari penurunan tertinggi sampai terendah adalah pada penambahan mikroba Rhizopus oryzae volume (konsentrasi) 15 mL dengan penurunan sebesar 29,664 %; seterusnya pada jamur Monilia sitophila dengan volume 20 ml menurunkan sebesar 24,167 %; Aspergillus niger dengan volume 20 ml yaitu sebesar 24,050 % serta Saccharomyces cereviceae menurunkan kadar Ni sebesar 22,857 % pada volume 20 ml. Analisis statistik Anova dua jalan menggambarkan ada perbedaan yang signifikan jika dilihat dari jenis mikroba dan volume (konsentrasi) terhadap penurunan kadar Ni.
PENANGANAN LOGAM-LOGAM BERAT LIMBAH CAIR INDUSTRI PELAPISAN LOGAM DENGAN MIKROBA Mardiyono Mardiyono; Rosleini Ria Putri Zendrato; Edy Prasetya
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.528 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.251

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah cair industri pelapisan logam yang dihasilkan oleh industri pelapisan logam Bina Crome di Mojosongo, Jebres, Surakarta dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang dirancang sedemikian rupa. Hasil penelitian ini, untuk Cr penurunan paling tinggi, yakni sebesar 54,84 % dengan perlakuan penambahan 200 mL Bacillus subtilis, yang tidak berbeda nyata dengan penambahan 150 mL Bacillus subtilis dengan penurunan 54,82 % diikuti oleh penambahan Pseudomonas aeruginosa 150 mL dengan penurunan 48,93 % yang tidak berbeda nyata dengan penambahan Pseudomonas aeruginosa 200 mL dengan penurunan kadar sebesar 48,76 %.Untuk Ni penurunan paling tinggi, yakni sebesar 33,24 % dengan perlakuan penambahan 150 mL Bacillus subtilis, yang tidak berbeda nyata dengan penambahan 200 mL Bacillus subtilis dengan penurunan sebesar 33,12 % diikuti oleh penambahan Pseudomonas aeruginosa 200 mL dengan penurunan 32,89 % yang tidak berbeda nyata dengan penambahan Pseudomonas aeruginosa 150 mL dengan penurunan kadar sebesar 32,79 %.
APLIKASI TEKNOLOGI PENGASINAN TELUR DENGAN LIMBAH SERBUK GERGAJI DAN SUMBER DAYA ALAM LAIN DITINJAU DARI KADAR NACL DAN KOLESTEROL Nur Hidayati; Dewi Sulistyawati
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.378 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.252

Abstract

Penelitian inovasi baru pembuatan telur asin menggunakan formulasi media pengasinan dan waktu yang efektif dan efisien dan aman bagi kesehatan, selain kadar garam NaCl, kadar kolesterol pada kuning telur juga perlu dilakukan penanganan mengingat kuning telur mengandung kolesterol yang tinggi disamping bahan lain seperti : mentega, cumi-cumi, kerang, jeroan, dan lain-lain. Bahan alami yang dapat menurunkan kadar kolesterol salah satunya adalah teh hijau. Penelitian dilakukan dengan membuat media pengasinan campuran bata merah + pasir serta campuran, bata merah + pasir + serbuk gergaji, ke dalam campuran media tersebut ditambahkan larutan teh hijau dengan tujuan dapat menurunkan kadar kolesterol pada kuning telur. Waktu pengasinan yang digunakan adalah 12 hari. Analisis telur asin hasil olahan meliputi penentuan kadar NaCl dengan metode Argentometri Mohr dan kadar kolesterol pada kuning telur asin secara spektrofotometri. Untuk mengukur tingkat kesukaan konsumen maka dilakukan uji organoleptis. Hasil penelitian menunjukkan kadar NaCl telur asin hasil olahan memenuhi kriteria untuk makanan berasa asin yaitu 2 – 4 %. Ada 8 variasi perlakuan dari variasi media pengasinan yang digunakan untuk pembuatan telur asin, sebagai kontrol adalah telur sebelum diasinkan dan telur yang dijual di pasaran. Pembuatan dengan media bata merah + pasir + serbuk gergaji + pelarut teh hijau kemudian dicelup teh hijau 6 jam menunjukkan kadar kolesterol yang paling rendah yaitu 209 mg/100g. Angka ini menggambarkan prosentase penurunan yang paling tinggi jika dilihat dari kadar kolesterol telur mentah sebesar 613,4 mg/100g, penurunan kadar kolesterol adalah 63,93%. Kadar kolesterol telur asin di pasaran 525 mg/100g, penurunan kadar kolesterol 60,19%. Hasil uji organoleptis menunjukkan tingkat kesukaan konsumen paling tinggi dengan skor rata-rata paling tinggi 4,34 pada media pengasinan bata merah + pasir + serbuk gergaji + pelarut teh hijau kemudian dicelup teh hijau 6 jam.Analisis Statistik Anova satu jalan menunjukkan ada perbedaan kadar kolesterol secara nyatapada semua media pengasinan dan dapat diketahui bahwa media ke-8 yaitu campuran Bata Merah + Pasir + serbuk Gergaji + Pelarut Teh hijau kemudian dicelup teh hijau 6 jam berperan paling besar dalam menurunkan kadar kolesterol pada telur asin. Aplikasi pembuatan telur dengan larutan teh hijau ini memberikan wacana baru dalam teknologi pengasinan telur kepada masyarakat pengrajin telur asin.
PENGARUH PENGETAHUAN, SIKAP DAN MOTIVASI TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA MAHASISWA TINGKAT I D-III ANALIS KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS SETIA BUDI SURAKARTA Renjistian Viga Vidariatma; Y. Kristanto
Biomedika Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.6 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v6i2.253

Abstract

Kompleksitas pekerjaan di laboratorium kesehatan memiliki resiko kecelakaan kerja atau tertularnya penyakit bagi tenaga kesehatan khususnya mahasiswa dan petugas laboratoriumnya. Untuk dapat menanggulanginya perlu ditanamkan budaya keselamatan kerja yaitu dengan penggunaan Alat pelindung Diri (APD) secara tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap dan motivasi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada mahasiswa tingkat I D-III Analis Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif agar proses belajar mengajar berjalan baik. Penelitian ini adalah deskriptif assosiatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data dengan cara kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan Uji F dan Uji t untuk melihat apakah ada pengaruh yang signifikan antara ketiga variabel independen tersebut terhadap variabel dependen dengan bantuan program SPSS versi 17.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan (t = 2,162), sikap (t = -2.070), dan motivasi (t = 4,253) terhadap penggunaan alat pelindung x1 x2 x3 diri di Laboratorium Universitas Setia Budi Surakarta.
Patogenitas Kombinasi Jenis Cendawan Entomopatogen dan Kerapatan Konidia terhadap Mortalitas Larva Ulat Grayak Durroh Humairoh; M. Thamrin Hidayat; Isnawati Isnawati; Yusmani Prayogo
Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.999 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.254

Abstract

Ulat grayak bersifat polifag atau dapat menyerang berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, dan buah-buahan. Kerugian-kerugian yang ditimbulkan oleh insektisida sintetik dapat mencemari lingkungan. Oleh sebab itu, penggunaan cendawan entomopatogen dapat digunakan sebagai agen hayati untuk pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan jenis cendawan entomo patogen serta kerapatan konidia terhadap mortalitas larva ulat grayak.Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor. Terdapat 12 perlakuan dengan 3 jenis cendawan meliputi Metarhizium anisopliae, Beauveria bassiana dan Lecanicillium lecanii menggunakan 4 macam kerapatan konidia yakni 106, 107, 108 dan 109 konidia/ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data berupa persentase mortalitas larva pada 7 hari setelah aplikasi dianalisis menggunakan analisis varian dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi cendawan Metarhizium anisopliae dengan kerapatan konidia 108 efektif dalam mengendalikan mortalitas larva ulat grayak hingga 61,85%.
Aktivitas Antibakteri Perasan Umbi Bawang Putih (Allium sativum Linn.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi secara in vitro Fitri Nadifah; Yuliana Prasetyaningsih; Reni Aqwil Masithah
Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.148 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.255

Abstract

Demam tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi merupakan salah satu infeksi global diseluruh dunia dan merupakan masalah kesehatan yang serius di negara-negara berkembang seperti di Asia dan Afrika, termasuk di Indonesia. Tingkat resistensi bakteri Salmonella typhi merupakan salah satu permasalahan serius dibidang kesehatan. Bawang putih (Allium sativum Linn.) yang mengandung senyawa allisin dapat berfungsi sebagai antibakteri dengan spektrum yang luas. Maka dari itu, bawang putih diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan resistensi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perasan umbi bawang putih (Allium sativum Linn.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi. Penelitian ini menggunakan bakteri Salmonella typhi yang diberi perlakuan perasan umbi bawang putih dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Metode yang digunakan adalah difusi dengan sumuran pada media agar Mueller-Hinton. Masing-masing konsentrasi perasan bawang putih dimasukkan dalam sumuran agar dan dihitung diameter zona hambat pertumbuhan bakteri. Data yang didapat dianalisis secara deskriptif menggunakan Analisis Varians (ANOVA). Rata-rata diameter zona hambat yang paling tinggi yaitu 45,3 mm pada konsentrasi perasan 100% sedangkan pada konsentrasi 20% diperoleh rata-rata diameterzona hambat paling rendah 27,0 mm. Dengan nilai signifikansi 0,000 yang kurang dari á=0,05 pada hasil uji Anova menunjukkan adanya pengaruh antibakteri dari perasan bawang putih dalam menghambat pertumbuhan Salmonella typhi. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perasan bawang putih memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan terhadap infeksi bakteri Salmonella typhi. Melihat adanya potensi tersebut, maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui daya hambat perasan bawang putih terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi secara in vivo.
Efektifitas Senam Vitalisasi Otak terhadap Fungsi Kognitif Lansia dengan Demensia Tahap Awal Yulisna Mutia Sari; Estri Yuliniarsi; Roisatun Nisa' Failsaufah Tiara
Biomedika Vol 9 No 1 (2016): Jurnal Biomedika
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Setia Budi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.712 KB) | DOI: 10.31001/biomedika.v9i1.256

Abstract

Penuaan merupakan proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif. Penurunan fungsi kognitif akan mempengaruhi kesehatan dan kualitas hidup seseorang serta peran sertanya di masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan fungsi kognitif adalah dengan melakukan senam vitalisasi otak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan vitalisasi otak terhadap fungsi kognitif pada lansia dengan demensia tahap awal.Metode penelitian menggunakan Quasi eksperimental dengan pendekatan pre and post test design with control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia di Panti Wreda Aisyiyah dan Dharma Bakti Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yaitu 11 lansia untuk kelompok perlakuan dan 11 lansia untuk kelompok kontrol. Status demensia ditandai dengan Clock Drawing Test dan alat ukur untuk menentukan perubahan fungsi kognitif menggunakan Pemeriksaan Status Mental Mini. Kelompok perlakuan diberi latihan vitalisasi otak 3 kali seminggu dalam waktu 6 minggu. Dari hasil uji Paired T-Test didapatkan hasil kelompok perlakuan menunjukkan nilai p = 0,03 yang menunjukkan pengaruh signifikan latihan vitalisasi otak terhadap perbaikan fungsi kognitif. Sedangkan hasil uji Independent Samples T-test didapatkan nilai p = 0,06, menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan senam vitalisasi otak terhadap fungsi kognitif antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa latihan vitalisasi otak efektif untuk meningkatkan dan mempertahankan fungsi kognitif pada lansia dengan demensia tahap awal.

Page 7 of 20 | Total Record : 199