cover
Contact Name
Augusta Adha
Contact Email
augusta.adha@eng.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
saintis@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
JURNAL SAINTIS
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 14107783     EISSN : 25807110     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Saintis is devoted to research on civil engineering related fields including geotechnics, transports, structures, water resources and others related with civil engineering topics.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
Pengaruh Posisi Dinding Geser Terhadap Kinerja Struktur Pada Gedung Tidak Beraturan Dengan Menggunakan Metode Response Spectrum: Effect of Shear Wall Position on Structural Performance in Irregular Buildings Using the Response Spectrum Method Kurnia, Arif; Dewi, Sri Hartati; Kurniawan, Mahadi
JURNAL SAINTIS Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1599.086 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).2809

Abstract

[ID] Dinding geser adalah slab beton bertulang yang dipasang dalam posisi vertikal pada sisi gedung. Dinding geser merupakan salah satu sistem yang berfungsi menjaga kekakuan struktur, maka posisi dinding geser ditempatkan pada lokasi-lokasi tertentu, dengan itu penggunaan dinding geser dapat digunakan secara efektif dalam menahan beban yang diterimanya. Pemodelan struktur gedung dilakukan dengan bantuan software ETABS. Analisis beban gempa menggunakan metode respons spektrum. Pemodelan struktur dibuat untuk gedung tanpa menggunakan dinding geser dan 3 model gedung menggunakan dinding geser dengan posisi yang berbeda. Penentuan posisi dinding geser dilakukan dengan cara uji coba sehingga didapat posisi yang paling efektif. Perhitungan beban gempa mengacu pada pedoman SNI 1726-2012, beban mati berpedoman pada PPURG-1987 dan untuk beban hidup berpedoman pada SNI 1727-2013. Dari hasil perhitungan pada gedung tidak beraturan dengan metode respons spektrum didapat nilai untuk kinerja simpangan maksimum dari 4 model gedung. Simpangan maksimum arah sumbu x pada Gedung tanpa dinding geser sebesar 157,57 mm, pada gedung dengan dinding geser model 1 sebesar 123,41 mm, pada gedung dengan dinding geser model 2 sebesar 125,30 mm, pada gedung dengan dinding geser model 3 sebesar 94,46 mm. Simpangan maksimum arah sumbu y pada gedung tanpa dinding geser sebesar 193,13 mm, pada gedung dengan dinding geser model 1 sebesar 143,79 mm, pada gedung dengan dinding geser model 2 sebesar 141,16 mm, pada gedung dengan dinding geser model 3 sebesar 119,24 mm. Dari hasil kinerja simpangan maksimum pada Gedung tidak beraturan dengan metode respons spektrum didapat posisi dinding geser yang paling efektif adalah pada Gedung dengan dinding geser model 3 [EN] The Shear walls are reinforced concrete slabs that are installed vertically on the side of the building. Shear wall is one system that serves to maintain the rigidity of the structure, then the position of the shear wall is placed at certain locations, with the use of the shear wall can be used effectively in holding the load it receives. Building structure modeling is done with the help of ETABS software. Earthquake load analysis using the spectrum response method. Structural modeling is made for buildings without the use of shear walls and 3 building models use shear walls in different positions. Determination of the position of the shear wall is done by testing so that the most effective position is obtained. Calculation of earthquake load refers to the guideline of SNI 1726-2012, dead load is guided by PPURG-1987 and for live load is guided by SNI 1727-2013. From the results of calculations on irregular buildings with the spectrum response method obtained values ​​for maximum deviation performance from 4 building models. The maximum deviation of the x-axis direction in Buildings without shear walls is 157.57 mm, in buildings with model 1 shear walls is 123.41 mm, in buildings with model 2 shear walls is 125.30 mm, in buildings with model 3 shear walls is 94.46 mm. The maximum deviation of the y axis direction in buildings without shear walls is 193.13 mm, in buildings with model 1 shear walls of 143.79 mm, in buildings with model 2 shear walls of 141.16 mm, in buildings with shear walls of model 3 of 119.24 mm. From the results of the maximum deviation performance in the irregular building with the spectrum response method obtained the most effective position of the shear wall is the Building with the shear wall model 3
Analisis Simpang Bersinyal Pada Bundaran Kantor Gubernur Pekanbaru: Analysis of Signalized Intersections at the Pekanbaru Governor's Office Roundabout Banter, Bagus; Zaini, Abdul Kudus; Boer, Astuti
JURNAL SAINTIS Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1643.607 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2019.vol19(1).2811

Abstract

[ID] Permasalahan transportasi seperti kemacetan, polusi udara, kecelakaan, antrian maupun tundaan bisa di jumpai dengan tingkat kualitas yang rendah maupun besar. Permasalahan tersebut sering kita jumpai di beberapa kota di Indonesia termasuk di Pekanbaru. Beberapa titik kemacetan yang terjadi di Kota Pekanbaru saat pagi dan sore atau jam sibuk khususnya pada simpang bersinyal di jalan Sudirman – jalan Gajah Mada yang merupakan intesitas yang besar selalu dilewati lalu lalangnya kendaraan yang melewati dilokasi tersebut. Metode perhitungan analisis dan perencanaan yang di gunakan adalah metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) agar dapat mengetahui seberapa besar fungsi dari sistem kendali waktu tetap dalam menghindari kemacetan serta mengurangi resiko kecelakaan pada simpang akibat konflik lalu lintas. Dari hasil analisis menggunakan perhitungan MKJI 1997 di dapat kapasitas terbesar adalah 2375,94 smp/jam pada ruas jalan arah selatan. Panjang antrian maksimum adalah 171,171 m pada ruas jalan arah utara terjadi antrian panjang pada kondisi lalu lintas dan Tunda an rata-rata sebesar 1440,159 det/smp. Sehingga tingkat pelayanan simpang pada kondisi jam puncak masuk dalam katagori F/buruk sekali (>60 detik/smp). Pada kondisi eksisting ketiga simpang sudah mendekati kinerja yang jenuh, dengan hasil derajat kejenuhan 1,00 (DS > 0.85) arah ruas jalan utara. Waktu Siklus Sinyal pada persimpangan tersebut adalah 95 detik, ini termasuk kedalam tipe pengaturan 4 fase 80-130 (MKJI,1997). Dari hasil analisis tersebut peneliti menyarankan perlu mengidupkan kembali countdown timer pengendara dapat memulai start berangkat lebih awal, hal ini dapat ini dapat mengurangi waktu hilang dan mengurangi kemacetan. [EN] Transportation problems such as congestion, air pollution, accidents, queues and delays can be found with low or large quality levels. We often experience this problem in several cities in Indonesia, including in Pekanbaru. Some congestion points that occur in the city of Pekanbaru in the morning and evening or rush hour, especially at the signal intersection on Sudirman street – Gajah Mada street which is a large intensity always passing the negligence of vehicles passing through the location. The method of calculation of analysis and planning used is the method of the Indonesian Road Capacity Manual 1997 (MKJI 1997) in order to find out how much the function of the fixed time control system is to avoid congestion and reduce the risk of accidents due to traffic conflicts. From the results of the analysis using the MKJI 1997 calculation, the largest capacity is 2375.94 smp/hour on the southern road segment. The maximum queue length is 171,171 m on the northern road segment, there is a long queue in traffic conditions and the delay is an average of 1440,159 det /smp. So that the level of service intersection at peak hour conditions is in the category F / very bad (> 60 seconds / junior). In the existing conditions the three intersections are close to saturated performance, with the result of a degree of saturation of 1.00 (DS> 0.85) in the direction of the north road segment. The Signal Cycle time at the junction is 95 seconds, this is included in the 4 phase 80-130 setting type (MKJI, 1997). From the results of the analysis, the researchers suggest that it is necessary to revive the driver's countdown timer to start the start early, this can reduce the lost time and reduce congestion.
Pengembangan Kawasan Pecinan Menjadi Kawasan Wisata di Kecamatan Senapelan Kota Pekanbaru Chandra, Denni; Asteriani, Febby; Zaim, Zaflis
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.981 KB)

Abstract

Di Kota Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Senapelan terdapat banyak potensi obyek wisata. Fenomena dilapangan menunjukkan bahwa potensi obyek wisata ini belum dikelola secara maksimal. Potensi-potensi obyek wisata yang dimiliki Kecamatan Senapelan ini, hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak positif serta hasil yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi dalam pengembangan potensi obyek wisata Kecamatan Senapelan agar dijadikan sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dilapangan, kuisioner dan wawancara. Kuisioner dilakukan terhadap para wisatawan yang berkunjung, sedangkan wawancara dilakukan terhadap pejabat pemerintah terkait dan juga para tokoh masyarakat di Kecamatan Senapelan, untuk merumuskan strategi pengembangan wisata tersebut dilakukan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Senapelan merupakan kawasan wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan, terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan obyek wisata tersebut. Dari faktor-faktor tersebut dapat dirumuskan beberapa strategi untuk mengembangkan potensi wisata ini, diantaranya adalah peningkatan sarana dan prasarana di kawasan wisata Pecinan dan pembangunan sarana prasarana obyek wisata.
Analisis Stabilitas Lereng Sungai Kampar Terhadap Gelincir di Desa Simpang Kubu dengan Metode Simplified Bishop Zainuri, Zainuri; Megasari, Shanti Wahyuni; Yanti, Gusneli
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.033 KB)

Abstract

Desa Simpang Kubu merupakan salah satu desa yang berada di daerah kawasan bantaran sungai Kampar yang secara administratif berada dalam wilayah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Kondisi tebing sungai, ada yang sudah diberi perkuatan dan ada yang masih alami. Kondisi tebing sungai yang masih alami mengalami pengikisan secara terus-menerus, sehingga makin lama jarak tebing sungai dengan daerah permukiman dan fasilitas umum semakin dekat. Jika hal ini tidak menjadi perhatian dan dibiarkan terus-menerus oleh pengambil kebijakan maka daerah permukiman masyarakat dan fasilitas umum tersebut akan hilang, ikut terkikis dan terbawa oleh longsor. Karena itu perlu dipertimbangkan untuk membangun pengaman tebing. Masalah penelitian adalah analisis stabilitas lereng sungai Kampar di desa Simpang Kubu dengan metode Simplified Bishop sehingga bidang gelincir dapat ditentukan secara akurat. Tempat penelitian adalah bantaran sungai Kampar yang berada di desa Simpang Kubu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Waktu penelitian dimulai dari bulan Agustus 2015, berakhir pada bulan Januari 2016. Berdasarkan data-data yang diperoleh dan kemudian dianalisis dengan memakai formulasi yang digunakan pada metode Simplified Bishop maka diperoleh kesimpulan bahwa bidang gelincir untuk lereng sungai Kampar yang berada di Desa Simpang Kubu berberntuk busur dengan jari-jari (R) 10 meter dan nilai faktor keamanan (Fs) sebesar 1,78 mendekati nilai yang diisyaratkan.
Crash Program Proyek Revitalisasi SDN 107 Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Retno, Deddy Purnomo
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.001 KB)

Abstract

Revitalisasi SDN 107 Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru bertujuan agar sekolah tersebut menjadi lebih baik dari segi bangunannya. Dengan dilakukannya revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih nyaman di sekolah baik bagi para guru maupun murid. Dalam setiap revitalisasi suatu bangunan, adakalanya pekerjaan menghadapi kendala-kendala. Salah satunya jika terjadi keterlambatan dalam suatu pelaksanaan pekerjaan. Padahal waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan salah unsur penting yang sangat terkait dengan biaya pelaksanaan, apabila terjadi keterlambatan pekerjaan akan terjadi pula penambahan anggaran biaya pekerjaan. Jika dalam suatu pelaksanaan pekerjaan terjadi keterlambatan, maka perlu dilakukan percepatan (Crash) pada beberapa aktivitas proyek. Hal ini dilakukan agar hasil yang diinginkan dapat terwujud dengan baik pada batas waktu yang telah ditetapkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai berapa besar waktu dan biaya yang diperlukan jika dilakukan Crash Program, serta alternatif yang digunakan pada Revitalisasi SDN 107 kecamatan Rumbai kota Pekanbaru, agar mencapai efisiensi dan optimalisasi pada pekerjaan tersebut. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa waktu dan biaya yang digunakan. Dalam penelitian ini digunakan dua alternatif, yaitu dengan menggunakan metode kerja lembur dan metode penambahan tenaga kerja baru. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil pemendekkan durasi dilakukan selama 24 hari kerja pada 7 kegiatan pekerjaan yang terdapat pada lintasan kritis. Penambahan anggaran dengan metode kerja lembur sebesar Rp. 255.242.500,00 (19,48% dari total anggaran proyek) dengan metode penambahan tenaga kerja baru sebesar Rp. 167.370.000,00 (12,28% dari total anggaran proyek) Dari kedua metode yang ditinjau didapat bahwa metode penambahan tenaga kerja lebih efisien dalam hal pembiayaan.
Pengaruh Bentuk Penampang Terhadap Kapasitas Dukung Fondasi Tiang Pancang Berdasarkan Data Uji Penetrasi Standar Yoga, Asri Sepri; Harmiyati, Harmiyati
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.347 KB)

Abstract

Fondasi tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari kayu, beton, dan baja, yang digunakan untuk meneruskan beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah didalam massa tanah. Fondasi tiang pancang lazimnya dikerjakan dalam bentuk penampang persegi, segitiga, dan cincin (spoon pile). Sedangkan kita ketahui bahwa masih banyak bentuk penampang lain yang bisa digunakan untuk pekerjaan fondasi tiang pancang. Apakah penampang persegi, segitiga dan cincin (spoon pile) memiliki kapasitas dukung ultimit yang lebih besar atau lebih efisien dibanding dengan berbagai bentuk yang belum diterapkan sebagai penampang fondasi tiang pancang. Untuk membuktikan hipotesa ini maka peneliti melakukan penelitian kapasitas dukung tiang pancang terhadap bentuk penampang. Penelitian ini menggunakan metode statis dengan data SPT (standar penetration test) pada proyek pembangunan Rumah Sakit EKA HOSPITAL Jln Soekarno Hatta - Pekanbaru Riau, yaitu dengan formula Mayerhoff. Pemilihan bentuk penampang pada penelitian ini dilakukan berdasarkan teori sampling yaitu Non Probability Sampling. Bentuk penampang yang diteliti adalah persegi, lingkaran, persegi delapan, cincin, dan segitiga, dengan kedalaman pemancangan adalah 18 m untuk masing-masing penampang dengan luasan yang sama. Dari hasil penelitian yang dilakukan, jika diurutkan bentuk penampang tiang pancang yang memiliki kapasitas dukung ultimit yang paling besar adalah penampang cincin, segitiga, persegi, persegi delapan dan yang terakhir adalah penampang lingkaran. Dan untuk hasil analisis penurunan tiang tunggal yang terjadi pada masing – masing penampang keseluruhannya aman terhadap penurunan izin tiang tunggal dimana penurunan yang terjadi lebih kecil dari penurunan yang diizinkan.
Studi Pengembangan Kawasan Perkotaan di Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai Astuti, Puji
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.305 KB)

Abstract

Kecamatan Dumai Barat berdasarkan letak administrasi, sistem pergerakan transportasi serta kegiatan sosial, memiliki potensi yang besar dan signifikan untuk berkembang. Perkembangan yang diperkirakan berjalan baik diantaranya pada sektor ekonomi (perdagangan dan jasa) dan sektor pertanian. Secara geografis Kecamatan Dumai Barat terletak pada pusat Kota Dumai. Kecamatan Dumai Barat juga menghubungkan pergerakan transportasi yang menguhubungkan Kota Dumai dengan pusat industri, pusat pemerintahan, kawasan perkantoran, kawasan pergudangan, serta perusahaan-perusahan besar berskala nasional yang terletak di kecamatan lainnya. Secara langsung maupun tidak langsung kecamatan ini akan mendapatkan keuntungan dari segi kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan kondisi eksisting, kebijakan dan isu pengembangan, kondisi fisik dasar, guna lahan, serta sarana dan prasana, dan pengunaan lahan serta memberikan arahan bagi pengembangan kawasan perkotaannya. Berdasarkan penelitian, Kecamatan Dumai Barat mempunyai suatu keunggulan komparatif yang tidak dimiliki oleh wilayah lain untuk pengembangan wilayahnya. Kondisi topografi, hidrologi dan geologi Kecamatan Dumai Barat sangat signifikan untuk pengembangan bagi kegiatan permukiman dan pertanian. Pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Dumai Barat tetap mengacu pada kecenderungan perkembangan saat ini, dan gejala pertumbuhan kawasan permukiman pada kawasan-kawasan potensial sebagai akibat terstimulasi oleh program pembangunan pemerintah kota. Pengembangan kawasan perkantoran dan pemerintahan, kawasan perdagangan dan jasa di Kecamatan Dumai Barat dilakuan dengan mempertimbangkan fungsi Kecamatan Dumai Barat didalam rencana tata ruang wilayah.
Kajian Pusat-Pusat Pelayanan Di Kabupaten Kampar: Study of Service Centers in Kampar District Muliana, Rona; Astuti, Puji; Fadli, Akmal
JURNAL SAINTIS Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1627.531 KB) | DOI: 10.25299/saintis.2018.vol18(1).2846

Abstract

[ID] Pusat-pusat pelayanan merupakan suatu aglomerasi dari berbagai kegiatan atau aktivitas serta aglomerasi dari berbagai prasarana dan sarana yang dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan wilayah. Pembangunan pusat-pusat pelayanan selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga diharapkan mampu mendukung pengembangan wilayah. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) mengidentifikasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar berdasarkan RTRW Kabupaten Kampar; (2) mengidentifikasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar berdasarkan analisis skalogram dan indeks sentralitas; (3) menyusun rekomendasi struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar. Metode penelitian adalah deduktif kuantitatif dengan menggunakan analisis skalogram dan indeks sentralitas. Hasil penelitian menunjukkan Dari draft RTRW Kabupaten Kampar dengan hasil analisis skalogram dan indeks sentralitas terdapat perbedaan struktur pusat-pusat pelayanan. Dari analisis skalogram dan indeks sentralitas tidak terdapat hirarki II dan hirarki III sehingga terjadi pemusatan fasilitas pada hirarki 1 yakni Kota Bangkinang sebagai ibukota Kabupaten. Setelah dibandingkan struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar berdasarkan draft RTRW dengan analisis skalogram dan indeks sentralitas, maka direkomendasikan struktur pusat-pusat pelayanan di Kabupaten Kampar terdiri dari 5 hirarki yaitu hirarki I berada di Kecamatan Bangkinang Kota, hirarki II berada di Kecamatan Tapung, Kampar Kiri, Siak Hulu, dan Tapung Hulu, hirarki III berada di Kecamatan Tapung Hilir, Kampar Kiri Hilir, dan XIII Koto Kampar, hirarki IV berada di Kecamatan Bangkinang, Gunung Sahilan, Perhentian Raja, Salo, dan Kampar, hirarki V berada di Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Rumbio Jaya, Kuok, Kampar Timur, Koto Kampar Hulu, Tambang, Kampar Utara, dan Kampar Kiri Hulu. [EN] Service centers are an agglomeration of various activities or activities as well as agglomeration of various infrastructure and facilities that can support the growth and development of the region. The development of service centers in addition to meeting the needs of the community is also expected to be able to support regional development. The objectives of this study are: (1) to identify the structure of service centers in Kampar Regency based on the Kampar Regency RTRW; (2) identifying the structure of service centers in Kampar District based on a scalogram analysis and centrality index; (3) prepare recommendations for the structure of service centers in Kampar District. The research method is quantitative deductive using scalogram analysis and centrality index. The results showed that from the draft of the Kampar District RTRW with the results of the scalogram analysis and the centrality index there were differences in the structure of the service centers. From the scalogram analysis and the centrality index there is no hierarchy II and hierarchy III so that there is a centralization of facilities in hierarchy 1 namely the City of Bangkinang as the capital of the Regency. After comparing the structure of the service centers in Kampar Regency based on the draft RTRW with a scalogram analysis and centrality index, it is recommended that the structure of the service centers in Kampar Regency consist of 5 hierarchies namely hierarchy I is in Bangkinang Kota District, hierarchy II is in Tapung District, Kampar Kiri, Siak Hulu, and Tapung Hulu, hierarchy III is in Tapung Hilir District, Kampar Kiri Hilir, and XIII Koto Kampar, hierarchy IV is in Bangkinang District, Mount Sahilan, Perhentian Raja, Salo, and Kampar, hierarchy V is in Kecamatan Subdistrict Kampar Kiri Tengah, Rumbio Jaya, Kuok, Kampar Timur, Koto Kampar Hulu, Tambang, Kampar Utara, and Kampar Kiri Hulu.
Perbandingan Analisis Struktur dan Efisiensi Biaya Struktur Slab on Pile Menggunakan Metode Precast Half-Slab dan Metode Monolite, Serta Kombinasi Mutu Beton Slab on Pile (Studi Kasus Jembatan Perawang) Kurniawan, Mahadi
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.163 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisa struktur Slab on Pile jembatan bentang panjang dengan menggunakan metode Precast Half-Slab baik dari segi teknis maupun efisiensi struktur pekerjaannya. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk memperkenalkan perkembangan teknologi bidang Teknik Sipil yang berorientasi pada metode kemudahan pekerjaan dilapangan sehingga pekerjaan Slab on Pile jembatan bentang panjang dapat berjalan efektif dan efisien. Studi kasus pada penelitian ini adalah proyek pembangunan Jembatan Perawang, Kabupaten Siak Sri Indrapura Provinsi Riau. Diharapkan penelitian ini akan memberikan manfaat sebagai bahan referensi untuk penggunaan metode Precast Half-Slab pada pekerjaan Slab on Pile atau plat lantai jembatan bentang panjang. Penelitian ini dilakukan pada Slab on Pile dengan panjang 40 m. Tiap satu segmen plat berukuran panjang 4,44 m, lebar 3 m dan tebal 0,25 m. Mutu beton yang digunakan adalah K-500 dan K-400. Selanjutnya metode Precast Half-Slab ini dibandingkan dengan pekerjaan Slab on Pile dengan menggunakan metode Monolite pada proyek pembangunan Jembatan Perawang. Analisa teknis struktur dilakukan terhadap plat dan balok. Pada metode Precast Half-Slab ini diperhitungkan mekanisme tulangan angkat dan mekanisme sambungan plat yaitu shear connector. Sedangkan analisa efisiensi struktur dilakukan terhadap waktu dan biaya. Hasil analisa menunjukkan bahwa pekerjaan Slab on Pile dengan menggunakan metode Precast Half-Slab ini ditinjau dari aspek teknis jauh lebih efektif dibandingkan dengan metode Monolite karena dalam pekerjaannya tidak membutuhkan shoring sebagai perancah dan bekisting untuk mencetak plat betonnya. Efisiensi waktu pekerjaan metode Precast Half-Slab adalah sebesar 175% dibandingkan dengan metode Monolite. Sedangkan efisiensi biaya pekerjaan metode Precast Half-Slab adalah sebesar 18,80 %. Namun untuk lebih ekonomis lagi dikombinasi mutu beton pada plat yaitu mutu beton K-500 untuk plat precast dan mutu beton K-400 untuk plat cast-in-situ dengan efisiensi biaya sebesar 22,80 %.
Analisa Perbandingan Biaya Konstruksi Jalan Perkerasan Lentur dan Perkerasan Kaku Pada Jalan Maredan Provinsi Riau Ramdhani, Fitra
JURNAL SAINTIS Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.032 KB)

Abstract

Jalan Maredan merupakan jalan lintas yang menghubungkan Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Siak Sri Indrapura di Provinsi Riau. Jalan Maredan ini dimulai dari ruas jalan Simpang Beringin Km. 25+100 sampai Simpang Jembatan Sultan Syarif Hasim Km. 55+100 (Maredan) yang merupakan akses jalan yang dapat mempercepat jarak tempuh antara kota Pekanbaru dengan kota kabupaten Siak Sri Indrapura. Biaya konstruksi perkerasan Jalan Maredan untuk ruas dari Simpang Beringin Km. 25+100 sampai dengan Km. 37+650 sepanjang 12.45 Km, dibiayai dengan sumber dana APBD Provinsi Riau melalui Dinas PU Provinsi Riau dengan sistem pelaksanaan kontrak tahun jamak (Multi Years) dan menggunakan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement). Sementara itu, dari Simpang Jembatan SSH Km. 52+650 sampai dengan Simpang Pos Maredan Km. 45+600 sepanjang 7 Km, dibiayai dengan sumber dana APBD Kabupaten Siak Sri Indrapura Tahun Anggaran 2013 dengan menggunakan konstruksi perkerasan lentur (Flexible Pavement). Berdasarkan analisa biaya pada awal konstruksi, bahwa Jalan Maredan dengan panjang jalan 7.000 meter dan lebar 7 meter diperoleh biaya konstruksi perkerasan lentur sebesar Rp. 24.549.455.527,00 dan konstruksi perkerasan kaku sebesar 39.009.602.650,57. Jadi, biaya konstruksi perkerasan lentur lebih hemat sebesar Rp. 14.460.147.123,57 atau sebesar 37,07%. Sedangkan untuk biaya pemeliharaan rutin dan berkala untuk kedua jenis konstruksi perkerasan sampai dengan umur 20 tahun, diperoleh untuk perkerasan lentur sebesar Rp. 111.840.000.356,80 dan perkerasan kaku sebesar Rp. 70.526.795.327,58. Jadi pada umur konstruksi jalan 20 tahun, biaya konstruksi jalan perkerasan kaku lebih hemat sebesar Rp. 41.313.205.029,21 atau 36,94% dari perkerasan lentur.