cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
PERAN CITRA DIRI DAN KOMPARASI SOSIAL TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI REMAJA YANG BERPROFESI SEBAGAI MODEL DI KOTA DENPASAR Ni Komang Avelia Mahendra Putri; Ni Luh Indah Desira Swandi
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48103

Abstract

Seorang remaja dengan profesinya sebagai model dituntut untuk memiliki kepercayaan diri guna memenuhi segala tuntutan dalam profesinya sebagai model dan proses melewati fase perkembangan remaja. Kepercayaan diri adalah keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan suatu hal sesuai dengan kebutuhannya dan memperoleh apapun yang telah diharapkan. Kepercayaan diri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya citra diri dan komparasi sosial. Penilaian yang diberikan remaja model kepada dirinya dan seberapa sering remaja model melakukan perbandingan dengan orang lain akan memengaruhi taraf kepercayaan dirinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui  peran citra diri dan komparasi sosial terhadap kepercayaan diri remaja yang berprofesi sebagai model di Kota Denpasar. Subjek pada penelitian ini adalah 111 remaja berprofesi sebagai model di Kota Denpasar. Uji regresi berganda didapatkan hasil nilai koefisien regresi sebesar 0,842, nilai koefisien determinasi sebesar 0,708. Hal ini berarti citra diri dan komparasi sosial secara bersama-sama berperan terhadap kepercayaan diri. Koefisien beta terstandarisasi variabel  citra diri sebesar  0,572 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel komparasi sosial sebesar -0,334, menunjukkan bahwa citra diri berperan meningkatkan kepercayaan diri dan komparasi sosial berperan menurunkan kepercayaan diri remaja berprofesi sebagai model di Kota Denpasar. Hasil tersebut juga menunjukkan bahwa citra diri berperan lebih besar terhadap kepercayaan diri dibanding dengan peran komparasi sosial.
BAGAIMANA PERFECTIONISM DAN SELF EFFICACY MEMPREDIKSI PROKRASTINASI PADA SISWA DI MASA REMAJA Zirlia Anggraini; Tarmidi Tarmidi; Rr. Lita Hadiati Wulandari
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.50205

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tipe perfeksionisme yang ditinjau dari self-oriented perfectionism dan socially prescribe perfectionism terhadap prokrastinasi akademik dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling pada siswa SMA di Kabupaten Bireuen dengan jumlah 336 siswa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik, children and adolescent perfectionism scale-short form, dan general self-efficacy scale. Analisis data menggunakan uji analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) self-oriented perfectionism dan socially prescribe perfectionism berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik, (2) self-efficacy berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik, (3) tidak adanya pengaruh self-oriented perfectionism dan socially prescribe perfectionism terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA yang dimediasi oleh self-efficacy. Hal tersebut berarti bahwa semakin tinggi self-oriented perfectionism ataupun socially prescribe perfectionism seorang individu maka semakin rendah prokrastinasi akademik siswa begitupula sebaliknya. Selain itu juga semakin tinggi self-efficacy seorang individu maka semakin rendah prokrastinasi akademik siswa begitupula sebaliknya. Namun, self-efficacy tidak memediasi pengaruh antara self-oriented perfectionism ataupun socially prescribe perfectionism terhadap prokrastinasi akademik siswa
Gambaran Parenting Stress dan Cooping Stress Pada saat Pertama Kali Orangtua Mengetahui Anaknya merupakan Anak Berkebutuhan Khusus Paputungan, Nur Asra
PSIKOLOGI KONSELING Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.44240

Abstract

Penelitian mengenai anak berkebutuhan khusus sampai dengan saat ini masih menjadi isu yang menarik untuk dikaji, banyak penelitian mengenai anak berkebutuhan khusus yang telah dipublikasikan di berbagai negara. Pada umumnya penelitian tersebut berfokus pada faktor personal anak berkebutuhan khusus itu sendiri, dan juga pada faktor keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dari orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus ketika pertama kali mereka mengetahui kondisi anaknya, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai penanganan awal yang akan dilakukan oleh seorang psikolog atau human service lainnya ketika memberikan konseling atau terapi dalam kasus orang tua yang serupa. Penelitian ini dilakukan berfokus pada gambaran parenting stress dan cooping stress yang dilakukan orangtua pada saat pertama kali mengetahui anaknya merupakan anak berkebutuhan khusus, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berupa wawancara. Partisipan yang menjadi subjek penelitian ini merupakan orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus 4-6 tahun. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, disimpulkan bahwa orang tua saat pertama kali mengetahui anaknya merupakan anak berkebutuhan khusus mengalami parenting stress, tetapi dalam hal ini mereka akan menyelesaikan dengan cooping stress yang berfokus pada masalah.
Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Berpikir Kritis Dengan Kemandirian Belajar Siswa Kur'ani, Nur
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60621

Abstract

Perkembangan kemandirian siswa sangat mempengaruhi perilaku siswa dalam belajar. Namun dalam perkembangan kemandirian belajar siswa dipengaruhi oleh Kesehatan mental siswa dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa. hipotesis yang diajukan ialah: 1) ada hubungan antara Kesehatan mental dengan kemandirian belajar siswa; 2) ada hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa; 3) ada hubungan antara Kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Pontianak. Jumlah subjek yang diteliti sebanyak 48 siswa diambil dengan menggunakan proporsional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) ada hubungan Kesehatan mental dengan kemandirian belajar siswa sebesar 48,8%; 2) ada hubungan kemampuan berpikir kritis dengan kemandirian belajar siswa sebesar 29,4%; 3) ada hubungan antara Kesehatan mental dan kemampuan berpikir kritis secara bersama-sama dengan kemandirian belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 48,9%. Selanjutnya kontribusi variable x1 (Kesehatan mental) dan variable x2 (kemampuan berpikir kritis) terhadap variable Y (kemandirian belajar siswa) sebesar 23,9% sisanya 76,1% dipengaruhi oleh factor lain.
Gambaran Grit Mahasiswa MSIB 6.docx Novian, Kayla Amanda
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60155

Abstract

[Indonesia]Dalam mendukung SDM yang berkualitas dan terus berkembang dan berevolusi, pemerintah menyelenggarakan program Kampus Merdeka, MSIB sebagai salah satu upaya peningkatan skill mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja. MSIB diharapkan efektif meningkatkan keterampilan profesional mahasiswa di tempat kerja. Salah satu yang mendukung kesiapan mahasiswa dalam bekerja adalah grit. Aspek dalam grit saling berkorelasi untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk melihat grit pada mahasiswa magang MSIB Batch 6 Kampus Merdeka. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan survei yang melibatkan 112 partisipan mahasiswa yang sedang magang pada MSIB Batch 6. Alat ukur yang digunakan adalah Grit Scale (Duckworth et al, 2007). Reliabilitas pada penelitian ini α = 0.847. Pengujian validitas menunjukkan 0.220 – 0.821 > 0.195, P = 0.00 < 0.05 serta Pearson Correlation bernilai positif sehingga penelitian ini valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji normalitas dilakukan dengan metode one sample Kolmogorov-Smirnov test (P = 0.000 < 0.05) sehingga data pada penelitian dikatakan tidak berdistribusi normal. Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan grit antara perempuan dan laki-laki menggunakan metode Mann-Whitney U (0.001 < 0.05), tidak ada perbedaan berdasarkan perguruan tinggi (0.849 > 0.05), tidak ada perbedaan berdasarkan fakultas (0.134 > 0.05) , dan ada perbedaan grit berdasarkan perusahaan (0.000 < 0.05).Kata Kunci: Grit, Mahasiswa, Program Magang[English]Increasing the quality of human resources that always continues to develop and evolved, the government organizes the Merdeka Campus program, MSIB as a programs to improve skills for students to face the world of work. MSIB program is expected to ef ectively improve student skills professionally in workplace. One of the things that correlates and supports students readiness to work is grit. There are aspects of grit that correlate with each other to achieve success. Therefore, this study aims to look at grit in internship students in the MSIB Batch 6 program at Merdeka Campus. This research was conducted with a quantitative method using a survey involving 112 student participants who were interning in the MSIB Batch 6 program. This study used the Grit Scale (Duckworth et al, 2007). Reliability in this study was α = 0.847. Then for validity testing shows 0.220 - 0.821 > 0.195, P = 0.00 < 0.05 and Pearson Correlation is positive so this study is valid. The results of this study indicate that the normality test was carried out using the one sample Kolmogorov-Smirnov test method (P = 0.000 <0.05) so that the data in the study were said to be not normally distributed. This study shows that there are dif erences in grit between women and men using the Mann-Whitney U method (P = 0.000 <0.05) so that the data in the study are said to be not normally distributed. Keywords: Grit, College student, Internship Program
Hubungan Character Strengths Dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Resiliensi Pecandu Narkoba Pada Pascarehabilitasi Apriliani, Fitri
PSIKOLOGI KONSELING Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.50279

Abstract

Kondisi Indonesia saat ini telah sampai pada titik yang mengkhawatirkan atas kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Angka prevalensi penyalahguna narkoba tahun 2021 meningkat yaitu sebesar 1,95%. Kemampuan beradaptasi secara positif adalah arti lain resiliensi dalam mencegah kekambuhan dan menjadi tangguh dalam menghadapi keterpurukan. Oleh karena itu, melakukan suatu penelitian tentang resiliensi merupakan sesuatu yang penting untuk mengetahui faktor - faktor yang kemungkinan memiliki hubungan terhadap resiliensi sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba kembali. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor individu (character strengths) dan faktor keluarga (dukungan sosial keluarga) terhadap resiliensi pecandu narkoba pada pascarehabilitasi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pengguna narkoba yang telah pulih selama 1 tahun dari masa selesai rehabilitasi dari Klinik Bina Sehat BNNK Magelang. Penelitian ini adalah studi populasi dimana subjeknya adalah pengguna narkoba yang berjumlah 35 orang. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala resiliensi, skala character strengths dan skala dukungan sosial keluarga. Teknik analisis pengolahan data menggunakan program SPSS 25.0 dengan metode Stepwise Linear Regression. Hasil kajian yang telah dilakukan menunjukan perolehan R = 0.709, nilai F=16,210 dan p=0.000 (p<0.01) sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya variabel Character Strengths dan Dukungan Sosial Keluarga secara simultan mampu memprediksi/mempengaruhi Resiliensi dengan sumbangan efektif/kontribusi sebesar 50,3%.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF (COMPULSIVE BUYING) PADA MAHASISWA UKSW ETNIS MINAHASA Sangian, Syeren Christi Lanes
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60187

Abstract

Mahasiswa perantau memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi walaupun masih dalam tanggung jawab orang tua masing-masing. Pola gaya hidup yang tercipta pada mahasiswa perantau salah satunya yaitu perilaku konsumtif (compulsive buying). Pengembangan gaya hidup pada mahasiswa perantau ini termasuk pada pengembangan identitas diri dan penilaian diri yang merupakan aspek dari konsep diri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara konsep diri dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa etnis Minahasa yang berkuliah di UKSW. Partisipan penelitian adalah mahasiswa UKSW Etnis Minahasa berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan skala Konsep Diri yang terdiri dari 11 aitem dan skala Perilaku Konsumtif (Compulsive Buying) yang terdiri dari 22 aitem yang keduanya telah memenuhi syarat reliabilitas yang baik. Analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konsep Diri dan Perilaku Konsumtif (Compulsive Buying) memiliki hubungan positif yang tidak signifikan dengan hasil r = 0,019 dengan nilai sig 0,459 (p < 0,05). Melalui penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan konsep diri yang positif sehingga dapat meminimalisir munculnya perilaku konsumtif (compulsive buying).
KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS KONSUMEN PADA REMAJA PUTRI YANG AKTIF MENGGUNAKAN SKINCARE Putri, Alicia Hendrayani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60070

Abstract

Remaja putri yang sedang berada di masa mencari jati dirinya seringkali berganti-ganti skincare yang mereka gunakan agar mendapatkan penampilan yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara loyalitas konsumen dan kepuasan pelanggan pada remaja putri yang menggunakan skincare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan analisis korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah 141 remaja putri yang aktif menggunakan skincare, dengan teknik sampling quota sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kepuasan Konsumen dan Skala Loyalitas Konsumen. Penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen pada remaja pengguna skincare (r = 0,489 dengan sig. = 0,000). Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai acuan bagi perusahaan skincare dalam strategi bisnis yang mengarah kepada pelanggan remaja.
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL DENGAN SIKAP MENCARI BANTUAN PROFESIONAL PSIKOLOGI PADA MAHASISWA FKM UIN SUMATERA UTARA Hayati, Sera Br; Indriani, Fatma
PSIKOLOGI KONSELING Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55278

Abstract

Seseorang dapat menyadari potensi sebenarnya dari dirinya, mengatasi stres, bekerja dengan hasil berdaya guna, dan berkontribusi terhadap lingkungannya ketika berada dalam kondisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan kecenderungan mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara mencari bantuan profesional psikologi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan metodologi cross sectional. Sebanyak 154 responden dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner dan analisis data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Literasi kesehatan mental mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara berada pada kategori tinggi sebanyak 117 responden atau 76,0%. Sikap mencari bantuan professional mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara berada pada kategori baik yaitu sebanyak 95 responden atau 61,7%. Hasil penelitian bivariat pada penelitian ini menunjukkan angka signifikansi (α) yakni 0,516. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini tidak menemukan adanya korelasi antara literasi kesehatan mental dengan sikap mencari bantuan profesional pada mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara.Kata Kunci: Literasi Kesehatan Mental, Sikap Mencari Bantuan Profesional
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DEWASA MUDA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA PADA MASA KECIL Ahmadi, Qaylila Humaira; Basaria, Debora
PSIKOLOGI KONSELING Vol 15, No 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.53696

Abstract

Perceraian di Indonesia mengalami peningkatan yang terus menerus dan mayoritas perceraian terjadi saat individu masih pada masa kecil (BPS, 2023). Jika perceraian terjadi lebih dini dalam kehidupan seorang anak, hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan pada masa dewasa muda. Perceraian orang tua dapat menghambat tugas perkembangan dewasa muda yang dapat mempengaruhi Subjective Well-Being (SWB). SWB adalah istilah untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dialami individu menurut evaluasi subjektif mengenai kepuasan kehidupan dan kebahagiaan mereka (Diener & Ryan, 2009). Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran detail mengenai SWB dewasa muda yang mengalami perceraian orang tua pada masa kanak-kanak. Partisipan penelitian adalah 5 wanita dewasa muda yang berusia 20-25 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif, proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara in-depth interview. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.Penelitian menganalisis data dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua partisipan yang memiliki SWB tinggi, sedangkan tiga partisipan memiliki SWB rendah. Partisipan dengan SWB tinggi mengalami kepuasan hidup, afek positif tinggi, dan afek negatif rendah. SWB yang tinggi dikaitkan dengan kedekatan hubungan spiritual, pandangan positif dalam hidup, tujuan karir, dan hubungan baik dengan teman dan sosok ayah setelah perceraian. Perceraian orang tua juga menghambat perkembangan masa dewasa muda sehingga menyebabkan rendahnya SWB.