cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
HUBUNGAN WAKTU TUNGGU (WAITING TIME) DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI ERA PANDEMIK COVID 19 DI IGD RS PERTAMINA BINTANG AMIN BANDAR LAMPUNG Woro Pramesti; Asri Mutiara Putri; Jordy Oktobiannobel; Hasri Ainun M. Syukur
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan waktu tunggu (waiting time) dengan tingkat kecemasan keluarga pasien dalam waktu tunggu yang lama pada masa pandemik covid 19. Metode Penelitian adalah Analitik dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional dan menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 81 sampel mana sampel ini semuanya sudah dipilih sesuai dengan kriteria inklusi. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2021. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin di Bandar Lampung.  Hasil Penelitian Didapatkan responden penelitian berjumlah 81 sampel berdasarkan tingkat kecemasan dengan tidak cemas didapatkan berjumlah 15 responden (18,5%), kecemasan ringan berjumlah 35 responden (43,2%), kecemasan sedang 15 responden (18,5%), dan kecemasan berat berjumlah 16 (19,8%). Sedangkan berdasarkan waktu tunggu didapatkan data waktu tunggu yang sesuai dengan jumlah 65 responden (80,2%) dan waktu tunggu tidak sesuai dengan jumlah 16 (19,8%). Pada penelitian ini diperoleh nilai T = 2,252, df= 79, dan value sebesar 0,0036. Dapat disimpulkan: Ada hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan tingkat kecemasan pada keluarga pasien, dimana keluarga pasien dengan waktu tunggu yang tidak sesuai lebih mengalami kecemasan dibandingkan keluarga pasien dengan waktu tunggu yang sesuai.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Nur Kur'ani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48100

Abstract

Perkembangan kemandirian siswa sangat mempengaruhi perilaku siswa dalam belajar. Namun dalam perkembangan kemandirian belajar siswa membutuhkan konsep diri yang positif dalam belajar dan motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan konsep diri dengan kemandirian belajar. Hipotesis yang diajukan adalah: 1) Ada hubungan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar siswa; 2) Ada hubungan antara konsep diri dengan kemandirian belajar; 3) Ada hubungan antara motivasi belajar dan konsep diri dengan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas XI di SMK N 4 Kota Pontianak. Jumlah subjek yang diteliti sebanyak 90 siswa diambil dengan menggunakan proporsional random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada hubungan antara motivasi belajar dengan kemandirian belajar siswa sebesar 50,6%; 2) Ada hubungan antara konsep diri dengan kemandirian belajar siswa sebesar 48,9%; 3) Ada hubungan antara motivasi belajar dan konsep diri secara Bersama-sama dengan kemandirian belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 56,8%. Selanjutnya kontribusi variable X1 (motivasi belajar) dan variabel X2 (konsep diri) terhadap variable Y (kemandirian belajar) sebesar 32,2% sisanya 67,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama motivasi belajar dan konsep diri secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kemandirian belajar siswa sehingga kemandirian belajar siswa dapat ditingkatkan dengan meningkatkan motivasi belajar dan konsep diri siswa.
MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DAVID KOLB SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA Putu Eka Widyawati; Ni Luh Indah Desira Swandi
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48105

Abstract

Pada masa Pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan proses pembelajaran secara daring diakibatkan adanya pembatasan berskala besar yang disebut sebagai Study From Home. Salah satu fenomena yang terjadi selama pembatasan adalah permasalahan psikologis yaitu motivasi belajar. Salah satu faktor yang memengaruhi motivasi belajar adalah gaya belajar. Gaya belajar merupakan cara mahasiswa dapat memahami informasi yang diterima, ketika informasi dapat diterima dengan baik maka akan memunculkan dorongan atau motivasi untuk terus belajar. Tetapi selama masa pandemi terdapat gaya belajar yang tidak dapat dipenuhi sehingga memunculkan kecenderungan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut perbedaan motivasi belajar selama Pandemi Covid-19 pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang ditinjau dari gaya belajar David Kolb (Diverger, Konverger, Asimilator, serta Akomodator). Teknik pengambilan sampel yang sesuai untuk penelitian ini adalah Simple Random Sampling dengan jumlah subjek sebanyak 134 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Gaya Belajar David Kolb dan Skala Motivasi Belajar. Hasil uji dengan menggunakan One Way Anova menunjukkan nilai sig.< 0.05 yaitu 0.000 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan pada motivasi belajar di masing-masing dimensi Gaya belajar David Kolb. Motivasi tertinggi ada pada mahasiswa dengan gaya belajar dimensi Konverger. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi untuk mengakomodasi proses adaptasi gaya belajar mahasiswa pada dimensi Diverger dikarenakan memiliki rata-rata motivasi yang rendah selama proses belajar di masa pandemi.
PERAN INNOVATIVE CULTURE DAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR PADA PELAKU EKONOMI KREATIF DI DENPASAR Happy Indah Sari; Komang Rahayu Indrawati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48096

Abstract

Inovasi erat kaitannya dengan pekerja karena setiap tahapan inovasi memerlukan berbagai macam perilaku dari pekerja secara individual. Innovative work behavior pada pelaku ekonomi kreatif tentu menjadi penting untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pekerja yang kreatif dan inovatif, mengingat pelaku ekonomi kreatif didorong untuk terus berinovasi. Innovative work behavior dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu psychological capital dan faktor eksternal yaitu innovative culture. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran psychological capital dan innovative culture terhadap innovative work behavior. Subjek dalam penelitian ini adalah 71 pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor ekonomi kreatif di Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala innovative work behavior, skala psychological capital, dan skala innovative culture. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,813, nilai koefisien determinasi sebesar 0,661, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel innovative culture sebesar 0,399 dan psychological capital sebesar 0,497. Hasil ini menunjukkan innovative culture dan psychological capital secara bersama-sama berperan meningkatkan innovative work behavior, sehingga innovative culture perlu diterapkan pada usaha ekonomi kreatif dan psychological capital perlu digunakan sebagai sumber daya untuk meningkatkan innovative work behavior pada pelaku ekonomi kreatif di Denpasar
PERAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DAN PENERIMAAN DIRI TERHADAP CITRA TUBUH NEGATIF REMAJA AWAL PEREMPUAN DI KOTA DENPASAR Ni Putu Ratih Cahya Pratiwi; Ni Made Ari Wilani
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48101

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dalam rentang kehidupan manusia, yang menimbulkan beberapa masalah. Salah satu masalah yang terjadi pada masa remaja merupakan citra tubuh negatif. Kepedulian terhadap tubuh di kalangan remaja sangat kuat, terlebih pada kelompok remaja awal perempuan yang sedang mengalami masa pubertas. Dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri diduga berpengaruh terhadap citra tubuh negatif remaja awal perempuan di Kota Denpasar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri terhadap citra tubuh negatif remaja awal perempuan di Kota Denpasar. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode skala, yaitu skala dukungan sosial teman sebaya, skala penerimaan diri, dan skala citra tubuh negatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 remaja awal perempuan di Kota Denpasar yang diambil dengan two stage cluster sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien sebesar 0,290. Hal tersebut mengungkapkan bahwa dukungan sosial teman sebaya dan penerimaan diri berperan sebesar 29% terhadap citra tubuh negatif
DETERMINAN KEJADIAN STRES KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL Tonny Hermawan; Fibria Indriati
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48108

Abstract

Identifikasi terhadap sumber daya manusia atau pekerja yang dimiliki oleh organisasi diketahui sebagai bagian penting untuk menganalisis faktor-faktor pendorong maupun penghambat performa pekerja sebagai bahan evaluasi dan intervensi untuk peningkatan performa organisasi. Stres kerja merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam performa kerja dan produktivitas, baik pada pekerja atau organisasi. Artikel bertujuan untuk mengidentifikasi determinan stres kerja pada Pegawai Negeri Sipil di Indonesia yang ditulis melalui telaah pustaka sistematis (systematic literature review) dengan pendekatan kuantitatif. Hasil telaah sistematis yang dilakukan menjelaskan bahwa determinan stres kerja secara garis besar dapat dikategorikan menurut faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal sebagai determinan stres kerja PNS di Indonesia diantaranya adalah usia, masa kerja, tipe kepribadian, konflik peran, penilaian diri, kontrol kerja, dan peran individu dalam organisasi, sedangkan faktor eksternal diantaranya adalah beban kerja, tekanan pekerjaan, pencahayaan, lingkungan kerja, dukungan sosial, hubungan dan konflik interpersonal, pengembangan karir, gaya kepemimpinan, perubahan organisasi, dan jam kerja. Temuan pada penelitian menunjukkan bahwa PNS memiliki peluang untuk mengalami stres kerja berkaitan dengan determinan yang dipicu oleh kondisi internal maupun eksternal yang cenderung mengacu pada kondisi lingkungan fisik dan sosial. Instansi pemerintah sebagai organisasi tempat PNS bekerja diharapkan mampu melakukan pengukuran, monitoring dan evaluasi stres kerja secara berkala, sehingga PNS dapat memiliki tingkat stres kerja yang rendah dan tercapai produktivitas dengan maksimal, dan upaya pemberian pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai dengan optimal.
PENERAPAN PSIKOEDUKASI DENGAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR UNTUK MEMINIMALISIR DAMPAK URBANISASI PADA WARGA PEMUKIMAN PINGGIRAN DI KOTA SURABAYA Andini Saputri; Tesya Kirana
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48097

Abstract

Urbanisasi memberikan berbagai dampak yang mempengaruhi kehidupan warga pemukiman di pinggiran kota Surabaya. Kebersihan lingkungan menjadi salah satu aspek yang terdampak dari adanya pemukiman padat penduduk di pinggiran kota. Bijak dalam mengelola sampah menjadi penting untuk diperhatikan guna meminimalisir dampak buruk pada lingkungan di kemudian hari. Psikoedukasi dengan Theory of Planned Behavior diberikan kepada warga pemukiman di pinggiran kota Surabaya untuk meminimalisir dampak dari urbanisasi. Partisipan pada penelitian ini adalah ibu PKK dan perangkat desa. Terdapat perubahan pada level knowledge, skill, dan attitude pada partisipan
PERAN KETANGGUHAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP BURNOUT PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA BADUNG Ni Komang Triska Pebiyanthi; Nicholas Simarmata
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48102

Abstract

Tugas dan tanggung jawab perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan dihadapkan dengan berbagai tuntutan yang dapat menyebabkan perawat mengalami situasi yang menekan. Situasi tersebut tidak jarang membuat perawat mengalami kejadian burnout. Burnout diartikan sebagai kondisi kehilangan energi, antusias, dan kepercayaan diri yang terjadi dalam diri individu sehingga mempengaruhi pencapaiannya. Kejadian tersebut dapat diatasi dengan baik apabila terdapat faktor pendukung dari internal yaitu ketangguhan dan faktor eksternal yaitu dukungan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ketangguhan dan dukungan sosial terhadap burnout pada perawat di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 150 orang yang merupakan perawat di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung dengan menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linear ganda. Hasil uji hipotesis mayor menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketangguhan dan dukungan sosial berperan terhadap burnout pada perawat di Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung. Koefisien beta terstandarisasi ketangguhan sebesar -0,481 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), sehingga ketangguhan berperan terhadap burnout. Koefisien beta terstandarisasi dukungan sosial sebesar -0,030 dan nilai signifikansi 0,672 (p > 0,05), sehingga dukungan sosial tidak berperan terhadap burnout. Penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan ketangguhan perawat dan pemberian dukungan sosial.
HUBUNGAN ANTARA PETER PAN SYNDROME DAN PERSEPSI TERHADAP INNER CHILD PADA DEWASA MUDA Sandy Kartasasmita; Vincent Christopher; Lakeisha Chienara; Anastasia Stefanie; Marlyn Pribadi
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48109

Abstract

Peter Pan syndrome menggambarkan pola perilaku di mana individu tidak mau untuk tumbuh dewasa secara emosional dan menghindari tanggung jawab dewasa, sedangkan konsep inner child mencerminkan aspek dalam diri individu yang terkait dengan pengalaman, perasaan, dan kebutuhan masa kanak-kanak. Penelitian memiliki tujuan melihat suatu hubungan positif antara Inner Child dengan Peter Pan Syndrome melalui pendekatan kuantitatif. Peter Pan Syndrome berdasarkan pada teori Kiley (1997), konsep Peter Pan Syndrome digunakan untuk mengidentifikasi seorang yang tidak memenuhi karakteristik orang dewasa pada umumnya.dan Inner Child berdasarkan teori Bradshaw (1992), Inner Child terbentuk dari pengalaman atau kejadian di masa lalu seseorang yang belum tertangani dengan baik. Data akan dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dirancang khusus untuk mengukur kebutuhan Inner Child dan gejala Peter Pan syndrome. Partisipan penelitian akan terdiri dari laki – laki dewasa berusia 25 – 30 tahun di daerah Jabodetabek. Hasil analisa korelasi akan digunakan untuk menguji hubungan antara kebutuhan Inner Child dan Peter Pan syndrome. Analisis data menggunakan program IBM SPSS versi 25 dan melakukan uji korelasi Pearson yang hasilnya terdapat hubungan positif antara Inner Child dengan Peterpan Syndrome (r = 0.728, p = 0.000) Berdasarkan hasil uji korelasi, antara Inner Child dan Peterpan Syndrome berhubungan. Implikasi penelitian ini dapat membantu pengembangan intervensi yang lebih terarah dan efektif untuk mendukung individu dengan Peter Pan syndrome dalam mengembangkan kedewasaan emosional dan mengatasi tantangan kehidupan dewasa.
HUBUNGAN TIME MANAGEMENT DENGAN WORK LIFE BALANCE PADA PASANGAN SUAMI ISTRI BEKERJA YANG TIDAK MEMILIKI ASISTEN RUMAH TANGGA Dinda Agustin; Feline Carlene; Hanna Sonia Merieta; Nadine Febrina; Jessica Jessica
PSIKOLOGI KONSELING Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v14i1.48098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Time Management dengan Work Life Balance pada pasangan suami istri bekerja yang tidak memiliki asisten rumah tangga (ART). Pada masa ini tentunya sulit bagi pasangan yang tidak memiliki ART membagi waktu antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi serta keluarganya. Oleh karena itu  penelitian ini ingin diteliti lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana cara pasangan suami istri membagi waktu (Time Management) terhadap pekerjaan dan keluarga nya (Work Life Balance) dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hubungan suami istri. Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan produktivitas waktu (Ginting & Azis, 2014). Work-life balance didefinisikan sebagai keseimbangan pekerjaan seseorang dengan kehidupan pribadinya (Ramya,2014). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala time management (TM) oleh Britton & Tesser (1991), skala Work Life Balance (WLB) oleh Fisher, Bulger dan Smith (2009) diberikan kepada 60 Partisipan yang memiliki suami atau istri yang sama - sama pekerja dan tidak mempunyai ART. Hasil uji linearitas antara variabel work life balance dengan time management diperoleh hasil F deviation of linearity sebesar 1.001 (F tabel<1,8494128)  dengan p = 0,495 (p>0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel Work Life Balance dengan Time Management memiliki korelasi yang linear. Hasil dari uji korelasi antara Time Management dengan Work Life Balance menunjukkan bahwa ada nilai r=0,152 dan nilai p=0,125 (p>0,05) sehingga time management tidak berpengaruh pada work-life balance pada suami istri yang bekerja yang tidak memiliki ART.