Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles
315 Documents
PERAN DUKUNGAN SOSIAL BAGI SUBJECTIVE WELL BEING LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI SOSIAL
Setyaningrum, Dyah Titi
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.53547
Elderly people who receive social support are be able to have subjective well being so that they predicted to live a more productive and happier. This research aims to test which form of Social Support, sourced from the family or social institutions, who have a greater role in the Subjective Well-Being of elderly people who living in the social institutions. This research uses Social Support theory (Sarafino, 2019) and Subjective Well-Being (Diener, 2003), with quantitative research. The research subjects were 32 elderly people. The sampling technique used is simple random sampling. The validity test was measured using Jamovi with CFA (Confirmatory Factor Analysis) criteria, and the reliability test used the McDonald's Omega value with a score of 0.815 for the Social support measuring tool and a Cronbach alpha score of 0.783 for the Subjective well being measuring tool. Data collection was carried out by reading the questionnaire items one by one to the elderly. Then a statistical test was carried out using JASP version 17 and the results showed that there was a significant influence between social support and subjective well-being with a greater contribution from the social institutions than the family. Of the four types of social support and the two sources of social support, it shows that the type of companionship support that comes from the social institutions and instrumental support that comes from the family have a higher influence. Suggestions from researchers are that the social institutions continues to maintain positive support for the elderly and makes itself available to facilitate religious/spiritual activities and the family remains willing to attend and provide instrumental support to facilitate the physical activity of the elderly in the institutions.
GAMBARAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DEWASA MUDA YANG MENGALAMI PERCERAIAN ORANG TUA PADA MASA KECIL
Ahmadi, Qaylila Humaira;
Basaria, Debora
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.53696
Perceraian di Indonesia mengalami peningkatan yang terus menerus dan mayoritas perceraian terjadi saat individu masih pada masa kecil (BPS, 2023). Jika perceraian terjadi lebih dini dalam kehidupan seorang anak, hal tersebut dapat mempengaruhi kehidupan pada masa dewasa muda. Perceraian orang tua dapat menghambat tugas perkembangan dewasa muda yang dapat mempengaruhi Subjective Well-Being (SWB). SWB adalah istilah untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan yang dialami individu menurut evaluasi subjektif mengenai kepuasan kehidupan dan kebahagiaan mereka (Diener & Ryan, 2009). Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran detail mengenai SWB dewasa muda yang mengalami perceraian orang tua pada masa kanak-kanak. Partisipan penelitian adalah 5 wanita dewasa muda yang berusia 20-25 tahun. Penelitian menggunakan metode kualitatif, proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara in-depth interview. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling.Penelitian menganalisis data dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua partisipan yang memiliki SWB tinggi, sedangkan tiga partisipan memiliki SWB rendah. Partisipan dengan SWB tinggi mengalami kepuasan hidup, afek positif tinggi, dan afek negatif rendah. SWB yang tinggi dikaitkan dengan kedekatan hubungan spiritual, pandangan positif dalam hidup, tujuan karir, dan hubungan baik dengan teman dan sosok ayah setelah perceraian. Perceraian orang tua juga menghambat perkembangan masa dewasa muda sehingga menyebabkan rendahnya SWB.
GAMBARAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA YANG MENGIKUTI PROGRAM MAGANG MBKM DI JAKARTA
Hasim, Viona Clara;
Susanto, Priscilla Viona;
Zamralita, Zamralita;
Venesia, Venesia
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55127
Salah satu faktor meningkatnya angka pengangguran yang ada di Jakarta dikarenakan kurangnya kesiapan kerja pada setiap individu. Selain banyaknya perusahaan yang lebih membutuhkan tenaga kerja profesional, seseorang yang baru menyelesaikan pendidikannya pun sulit mendapatkan pekerjaan sehingga membuat tingkat pengangguran semakin meningkat. Hal ini disikapi oleh pemerintah dengan mengadakan program Merdeka Belajar “ Kampus Merdeka (MBKM). Salah satu jenis program MBKM adalah magang. Dengan adanya program magang MBKM, diharapkan dapat membantu mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja yang lebih tinggi karena mahasiswa dapat mengalami secara langsung bagaimana berada di dalam dunia kerja yang memiliki perbedaan dengan dunia perkuliahan. Selain itu, lewat program magang, mahasiswa mendapatkan pengalaman baru bagaimana bekerja dengan profesional. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan alat ukur Employability Appraisal Scale (Llinares et al., 2008). Melalui penelitian ini dapat dilihat bahwa kesiapan kerja mahasiswa yang mengikuti program magang MBKM memiliki hasil sedang dengan skor M =2.6. Meskipun tergolong sedang, mahasiswa yang telah mengikuti program magang masih kurang memiliki kepercayaan diri dan keterampilan, optimisme, dan kurang memiliki pengendalian emosi yang baik.
GAMBARAN WORKPLACE WELL-BEING PADA KARYAWAN GENERASI MILENIAL DI JAKARTA
Nurramadhania, Khairuzahra Putri;
Denata, Medelin;
Radiani, Danya;
Zamralita, Zamralita;
Venesia, Venesia
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55128
Daerah Khusus Ibukota Jakarta memiliki populasi terbesar di Indonesia. Jumlah penduduknya terus bertambah setiap tahun karena urbanisasi dan banyaknya peluang pekerjaan. Angkatan kerja di Jakarta juga meningkat setiap tahunnya. Generasi milenial adalah generasi pertama yang tumbuh dengan perkembangan digital dan memiliki preferensi dalam penggunaan teknologi. Mereka menginginkan keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi, pengakuan, keadilan, dan peluang pengembangan. Workplace well-being, termasuk kepuasan kerja, penghargaan organisasi terhadap karyawan, perhatian dari perusahaan, dan pengaruh pekerjaan terhadap kehidupan pribadi merupakan faktor kunci dalam mencapai kesejahteraan karyawan. Penelitian ini berlangsung pada bulan Maret 2023, menggunakan metode survei cross-sectional dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data melibatkan 106 partisipan. Kuesioner yang digunakan adalah Workplace Well-Being Questionnaire (Parker & Hyet, 2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa workplace well-being karyawan generasi milenial di Jakarta berada di tingkat sedang dengan mean 2.86 dan dimensi intrusion of work into private life dengan nilai rata-rata rendah M = 2.33
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN PERNIKAHAN DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA INDIVIDU DEWASA AWAL YANG TIDAK MEMILIKI KETURUNAN
Agustin, Dinda;
Subroto, Untung
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55130
Komitmen pernikahan adalah proses komunikasi interpersonal untuk mencapai tujuan bersama, menyatukan kepentingan semua, akibatnya adalah mengorbankan banyak individu, meski tidak pantas, untuk menerima kesepakatan bersama meski bukan keinginan pribadi (Reber & Reber, 2010). Komitmen pernikahan merupakan hal penting yang dapat memengaruhi kepuasan pernikahan. Kepuasan pernikahan merupakan pengalaman subyektif, perasaan dominan, dan sikap yang didasarkan pada faktor internal individu yang memengaruhi persepsi kualitas interaksi dalam pernikahan termasuk didalamnya adalah kehadiran anak (Pinsof & Lebow, 2005). Ketidakhadiran anak dalam suatu pernikahan dapat memengaruhi kepuasan dan komitmen dalam pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan. Komitmen pernikahan diukur menggunakan Marital Commitment Inventory yang membagi komitmen menjadi komitmen personal, komitmen moral, dan komitmen struktural. Sementara kepuasan pernikahan diukur menggunakan Couple Satisfaction Index 16 untuk mengukur kepuasan pernikahan pasangan. Penelitian ini melibatkan 121 partisipan yang dengan karakteristik individu sedang dalam pernikahan dengan minimal usia pernikahan 5 tahun dan tidak memiliki keturunan karena masalah kesehatan dan salah satu pasangan tidak ingin memiliki keturunan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara komitmen pernikahan dan kepuasan pernikahan pada dewasa awal yang tidak memiliki keturunan dengan besaran korelasi sebesar 0.562, yang berarti jika komitmen pernikahan tinggi maka kepuasan pernikahan pada partisipan tinggi.
PENGARUH KONTROL DIRI TERHADAP KEBIASAAN BELAJAR SISWA SMK PANCASILA 8 SLOGOHIMO KECAMATAN SLOGOHIMO KABUPATEN WONOGIRI
Ambarwati, Fajar Putri;
Danny S, Tritjahjo;
Setyorini, Setyorini
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55131
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh kontrol diri terhadap kebiasaan belajar siswa SMK Pancasila 8 slogohimo di Slogohimo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 118 orang, sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sempling sebanyak 35 siswa. Teknik pengumulan data menggunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner kontrol diri berdasarkan teori Averil (Thalib, 2010) dan kuesioner kebiasaan belajar berdasarkan teori Nana Sudjana (Maulidya Nina Rakhmanti, 2014). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS for Windows Release 20.0. Hasil analisis pengaruh kontrol diri terhadap kebiasaan belajar siswa SMK Pancasila 8 Slogohimo di Slogohimo Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri memperoleh hasil Fhitung sebesar 51.077 dengan sig. = 0,000. Oleh karena itu nilai nilai sig. < 0,05 maka Ho (Ï = 0) ditolak yang artinya kontrol diri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kebiasaan belajar. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kontrol diri siswa SMK Pacasila 8 Slogohimo sebesar 57,8 % dipengaruhi oleh variabel kebiasaan belajar dan sisanya 42,2 % dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PRODUK FASHION PADA INDIVIDU DEWASA AWAL
Sumantri, Paramitha Mudita;
Kurniawati, Meike
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55132
Gaya hidup hedonis merupakan fenomena yang banyak terjadi di masyarakat, dimana individu berusaha untuk berpenampilan menarik dengan mengejar kepuasan materi sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumtif. Perilaku konsumtif merupakan sikap individu yang didasari oleh kesenangan semata tanpa mementingkan fungsi atau kegunaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu merupakan metode kuantitatif dengan jumlah 227 partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala gaya hidup hedonis, skala perilaku konsumtif individu dewasa awal yang berusia 20 sampai 30 tahun dan pernah berbelanja produk fashion. Hasil data yang diperoleh akan diuji menggunakan teknik analisis data regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan gaya hidup hedonis terhadap perilaku konsumtif, dengan memperoleh nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0.291 atau sebanyak 29.1%.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN DISIPLIN BELAJAR DENGAN EFIKASI DIRI
Kur’ani, Nur
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55133
Efikasi diri berperan penting terhadap perilaku siswa dalam belajar. Efikasi diri yang rendah akan berdampak pada prestasi belajar siswa sehingga diperlukan motivasi belajar dan disiplin belajar yang baik. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara motivasi belajar dan disiplin belajar dengan efikasi diri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda. Adapun jumlah populasi dari penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XII di MAN 2 Kota Pontianak yang berjumlah 287 siswa dan sampel sebanyak 72 siswa. Pengambilan sampel menggunakan Teknik proportional random sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan efikasi diri dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,690; 2) Ada hubungan positif antara disiplin belajar dengan efikasi diri dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,635; 3) Ada hubungan positif antara motivasi belajar dan disiplin belajar dengan efikasi diri dengan nilai koefesien korelasi sebesar 0,723. Berdasarkan hasil pengamatan semakin tinggi motivasi belajar dan disiplin belajar maka semakin tinggi efikasi diri siswa begitu juga sebaliknya semakin rendah motivasi belajar dan disiplin belajar maka semakin rendah pula efikasi diri siswa.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN PEMBELIAN KOMPULSIF DARING PADA MAHASISWA
Fransiska, Laurent;
Renanita, Theda
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55136
Pembelian menjadi cara mengatasi perasaan negatif kerap yang disebabkan rendahnya harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dengan kecenderungan pembelian kompulsif daring pada mahasiswa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara harga diri dan kecenderungan pembelian kompulsif daring. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 384 partisipan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Online Compulsive Buying Scale yang dikembangkan dari Valence et al., (1988) dan Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) yang dikembangkan oleh Rosenberg (dalam Boduszek et al., 2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara harga diri dan kecenderungan pembelian kompulsif daring (p = 0.00; p <0.05). Hal ini berarti semakin tinggi harga diri yang dimiliki individu, maka semakin rendah tingkat kecenderungan pembelian kompulsif daring dan begitu pula sebaliknya. Penelitian ini memberikan manfaat bagi para peneliti bidang psikologi konsumen dan perguruan tinggi dalam mengurangi kecenderungan pembelian kompulsif daring mahasiswa
HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN MENTAL DENGAN SIKAP MENCARI BANTUAN PROFESIONAL PSIKOLOGI PADA MAHASISWA FKM UIN SUMATERA UTARA
Hayati, Sera Br;
Indriani, Fatma
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/konseling.v15i2.55278
Seseorang dapat menyadari potensi sebenarnya dari dirinya, mengatasi stres, bekerja dengan hasil berdaya guna, dan berkontribusi terhadap lingkungannya ketika berada dalam kondisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan literasi kesehatan mental dengan kecenderungan mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara mencari bantuan profesional psikologi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan menggunakan metodologi cross sectional. Sebanyak 154 responden dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui penggunaan kuesioner dan analisis data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji univariat dan bivariat. Literasi kesehatan mental mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara berada pada kategori tinggi sebanyak 117 responden atau 76,0%. Sikap mencari bantuan professional mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara berada pada kategori baik yaitu sebanyak 95 responden atau 61,7%. Hasil penelitian bivariat pada penelitian ini menunjukkan angka signifikansi (α) yakni 0,516. Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini tidak menemukan adanya korelasi antara literasi kesehatan mental dengan sikap mencari bantuan profesional pada mahasiswa FKM UIN Sumatera Utara.Kata Kunci: Literasi Kesehatan Mental, Sikap Mencari Bantuan Profesional