cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
MAKNA HIDUP LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA: SEBUAH LITERATURE REVIEW Suarti, Ni Komang Ayu Dana
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.56327

Abstract

Lansia merupakan tahapan perkembangan saat individu berusia 60 tahun keatas yang ditandai dengan perubahan ke arah kemunduran baik pada aspek kognitif, fisik, psikis, dan sosial ekonomi. Cara beradaptasi yang berbeda antar lansia menyebabkan lansia membangun makna hidup dengan cara tertentu. Kebermaknaan hidup merupakan kualitas penghayatan seseorang terhadap seberapa besar dirinya mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi yang dimiliki serta seberapa jauh dirinya telah mencapai tujuan-tujuan hidup. Tulisan ini bertujuan untuk melakukaan kajian literatur terhadap penelitian-penelitian yang meneliti gambaran makna hidup lansia yang tinggal di panti werdha. Metode yang digunakan adalah kajian literatur deskriptif pada 8 penelitian. Hasil yang diperoleh menunjukkan lansia yang tinggal di panti werdha memiliki makna hidup yang positif dilihat dari aspek-aspek persepsi tentang kualitas hidup meliputi kesejahteraan psikologis, hubungan sosial dengan individu lain, kesehatan fisik, serta aktivitas sosial. Selain itu, kajian ini memperoleh gambaran bahwa kebermaknaan hidup lansia yang tinggal di panti meliputi perasaan bahagia tinggal di panti, kehidupan yang aman dan terjamin dengan tersedianya berbagai fasilitas di panti, teman sesama lansia yang saling mendukung, serta berbagai aktivitas yang berdampak positif bagi lansia dalam memaknai hidupnya. Pihak panti dapat mendukung lansia membangun makna hidupnya dengan menyediakan berbagai program pelayanan yang tujuannya adalah meningkatkan keberfungsian sosial lansia.Kata Kunci: makna hidup; lansia; panti werdha; kebahagiaan; kepuasan; dukungan sosial
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA PADA LANSIA DI MASA PANDEMI COVID 19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANJANG BANDAR LAMPUNG Dewi, Ruspa; Romayati, Umi; Gunawan, Ricko
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v15i2.56328

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku merokok dengan kejadian ispa pada lansia dimasa pandemi covid di wilayah kerja puskesmas panjang bandar lampung tahun 2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Panjang sejumlah 279 orang. Sampel 164 responden. Dengan menggunakan teknik non probability sampling dengan jenis sampling insidental. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan  menggunakan quesioner dan data rekam medis puskesmas. Analisa data yang digunakan adalah Uji Chi Square. Berdasarkan data frekuensi dari 164 responden didapatkan 101 responden (61.6%) terkena ISPA dan 63 responden (38.4%) tidak terkena ISPA. 12 responden (7.3%) berperilaku merokok ringan, 103 responden (62.8%) berperilaku merokok sedang, dan 49 responden (29.9%) berperilaku merokok berat. hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value .001 (<0.05). Kesimpulannya dalaha ada hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian ISPA pada lansia ( p value 0.001) di wilayah kerja Puskesmas Panjang Bandar Lampung.
PENGARUH BULLYING TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK Permatasari, Wiharti Intan
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.56634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak bullying terhadap kesehatan mental anak-anak. Bullying merupakan fenomena sosial yang dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk sekolah dan dunia maya. Faktor-faktor seperti intensitas bullying, durasi, dan jenis bullying dapat berperan dalam menentukan sejauh mana dampaknya terhadap kesehatan mental anak. Melalui pendekatan campuran, penelitian ini akan menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif untuk memahami secara mendalam pengalaman dan dampak bullying pada anak-anak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana bullying memengaruhi aspek-aspek kesehatan mental, dan bagaimana faktor-faktor tertentu dapat memperparah atau mengurangi dampak tersebut.Penelitian ini juga akan menjelajahi hubungan antara bullying dan masalah kesehatan mental, seperti kecemasan, depresi, dan penurunan kemampuan belajar. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas fenomena ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan dasar bagi pengembangan program pencegahan bullying yang lebih efektif di lingkungan sekolah dan sosial. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi peran faktor-faktor pendukung dan resiliensi dalam meredam dampak negatif bullying pada kesehatan mental anak-anak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman kita tentang dampak bullying pada kesehatan mental anak-anak, dan pada gilirannya, memberikan landasan untuk perancangan intervensi yang lebih efektif dan mendalam. Dengan menangkap kompleksitas hubungan antara bullying dan kesehatan mental anak, penelitian ini dapat menjadi panduan penting dalam upaya melindungi anak-anak dari dampak negatif fenomena ini.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS PERSAHABATAN DENGAN PENGAMPUNAN PADA REMAJA Andhika, Andien Puteri; Sandjaja, Stefanus Soejanto
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.59291

Abstract

Pada usia remaja 13-18 tahun biasanya individu memerlukan orang lain atau teman sebaya untuk membentuk persahabatan. Dalam persahabatan terkadang sering terdapat konflik yang memicu perselisihan antar individu yang bersahabat. Cara mengatasi konflik tersebut memerlukan motivasi pengampunan untuk menjaga hubungan kualitas persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengampunan dengan kualitas persahabatan pada remaja. Partisipan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 381 partisipan remaja yang berusia 13-18 tahun. Skala yang digunakan untuk mengukur pengampunan adalah Transgression scale-Related Interpersonal Motivation (TRIM-18) yang berdasar pada teori McCullough. Skala yang digunakan untuk mengukur kualitas persahabatan adalah Friendship Qualities Scale yang dikembangkan oleh Bukowski, Hoza, dan Boivin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan koefisien Spearman™s Rank. Hasil uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengampunan dengan dimensi-dimensi dari kualitas persahabatan. Motivasi pengampunan memiliki hubungan dalam suatu kualitas persahabatan pada remaja yang berkonflik.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA SMAIT BAITUL MUSLIM DI LAMPUNG TIMUR Shofia Suhartono, Nabila A.; Proborini, Renyep; Adzlan Syah, Tansri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.59699

Abstract

Efikasi diri memiliki peran penting dalam penyesuaian diri siswa. Efikasi diri yang rendah dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk menyesuaikan diri, sehingga penyesuaian diri yang baik memerlukan tingkat efikasi diri yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara efikasi diri dengan penyesuaian diri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi utama penelitian adalah seluruh siswa Kelas X SMAIT Baitul Muslim yang berjumlah 120 siswa, dengan sampel sebanyak 79 siswa yang dipilih melalui teknik Probability Random Sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Spearman™s Rank Correlation. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dengan tingkat sedang antara efikasi diri dan penyesuaian diri, dengan koefisien korelasi sebesar 0,579. Ini berarti semakin tinggi tingkat efikasi diri siswa, semakin baik penyesuaian diri, dan sebaliknya, semakin rendah tingkat efikasi diri siswa, semakin buruk penyesuaian diri.
STRES AKADEMIK MAHASISWA ILMU KEOLAHRAGAAN DALAM MENYELESAIKAN STUDI Ravsamjani, Faridz
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.59774

Abstract

AbstrakStres adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara situasi yang diinginkan dengan sistem biologis, psikologis, atau sosial individu. Stres akademik dapat menurunkan motivasi, menghambat prestasi akademik, dan menyebabkan peningkatan angka putus sekolah. Stres akademik adalah tekanan-tekanan yang terjadi di dalam diri siswa yang disebabkan oleh persaingan maupun tuntutan akademik, salah satunya adalah tepat waktu dalam menyelesaikan studi. Tujuan penelitian adalah untuk melihat faktor penyebab stress akademik pada mahasiswa jurusan ilmu keolahragaan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengeksplorasi faktor penyebab stres akademik mahasiswa jurusan ilmu keolahragaan. Dalam analisis data, 36 mahasiswa diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan gambaran umum stres akademis partisipan diketahui bahwa mayoritas partisipan dalam penelitian ini memiliki skor stres akademis yang tergolong ke dalam kelompok moderate (68%). Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas partisipan memiliki stres akademis yang sedang. Dimensi stresor konflik dan reaksi stres emosi pada alat ukur stres akademis merupakan dimensi dengan mean skor tertinggi pada partisipan, sedangkan dimensi stresor perubahan dan dimensi reaksi stres perilaku merupakan dimensi dengan mean skor terendah Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas mahasiswa menyelesaikan studi melebihi batas waktu dikarenakan tidak dapat membagi waktu dengan baik antara perkuliahan dan aktivitas lain, serta banyak mahasiswa yang harus mengulang mata kuliah dikarenakan tidak bisa memenuhi kontrak perkuliahan. 
KEPUASAN KONSUMEN DAN LOYALITAS KONSUMEN PADA REMAJA PUTRI YANG AKTIF MENGGUNAKAN SKINCARE Putri, Alicia Hendrayani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60070

Abstract

Remaja putri yang sedang berada di masa mencari jati dirinya seringkali berganti-ganti skincare yang mereka gunakan agar mendapatkan penampilan yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara loyalitas konsumen dan kepuasan pelanggan pada remaja putri yang menggunakan skincare. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan analisis korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah 141 remaja putri yang aktif menggunakan skincare, dengan teknik sampling quota sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kepuasan Konsumen dan Skala Loyalitas Konsumen. Penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara kepuasan konsumen dan loyalitas konsumen pada remaja pengguna skincare (r = 0,489 dengan sig. = 0,000). Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai acuan bagi perusahaan skincare dalam strategi bisnis yang mengarah kepada pelanggan remaja.
Hardiness dan Adaptabilitas Karier pada Dewasa Awal di DKI Jakarta Christian, Natalia; Gunawan, William
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60080

Abstract

Dalam era dinamis dunia kerja saat ini, fenomena job hopping di mana individu beralih pekerjaan secara berulang dalam rentang waktu yang relatif singkat, menjadi semakin umum terutama di kalangan dewasa awal. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dan adaptabilitas karier pada dewasa awal. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 407 orang dalam rentang usia 25-40 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah Career Adapt-Abilities Scale Short-Form (CAAS-SF) dan Dispositional Resilience Scale (DRS-15) yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat korelasi hardiness dan adaptabilitas karier. Hasil analisis korelasi spearman™s rho menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan adaptabilitas karier (r= 0.233, p<.001), menunjukkan bahwa individu dengan tingkat hardiness yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat career adaptability yang lebih baik.
Gambaran Grit Mahasiswa MSIB 6.docx Novian, Kayla Amanda
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60155

Abstract

[Indonesia]Dalam mendukung SDM yang berkualitas dan terus berkembang dan berevolusi, pemerintah menyelenggarakan program Kampus Merdeka, MSIB sebagai salah satu upaya peningkatan skill mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja. MSIB diharapkan efektif meningkatkan keterampilan profesional mahasiswa di tempat kerja. Salah satu yang mendukung kesiapan mahasiswa dalam bekerja adalah grit. Aspek dalam grit saling berkorelasi untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja. Penelitian ini dibuat bertujuan untuk melihat grit pada mahasiswa magang MSIB Batch 6 Kampus Merdeka. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan menggunakan survei yang melibatkan 112 partisipan mahasiswa yang sedang magang pada MSIB Batch 6. Alat ukur yang digunakan adalah Grit Scale (Duckworth et al, 2007). Reliabilitas pada penelitian ini α = 0.847. Pengujian validitas menunjukkan 0.220 “ 0.821 > 0.195, P = 0.00 < 0.05 serta Pearson Correlation bernilai positif sehingga penelitian ini valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji normalitas dilakukan dengan metode one sample Kolmogorov-Smirnov test (P = 0.000 < 0.05) sehingga data pada penelitian dikatakan tidak berdistribusi normal. Penelitian ini menunjukkan ada perbedaan grit antara perempuan dan laki-laki menggunakan metode Mann-Whitney U (0.001 < 0.05), tidak ada perbedaan berdasarkan perguruan tinggi (0.849 > 0.05), tidak ada perbedaan berdasarkan fakultas (0.134 > 0.05) , dan ada perbedaan grit berdasarkan perusahaan (0.000 < 0.05).Kata Kunci: Grit, Mahasiswa, Program Magang[English]Increasing the quality of human resources that always continues to develop and evolved, the government organizes the Merdeka Campus program, MSIB as a programs to improve skills for students to face the world of work. MSIB program is expected to ef ectively improve student skills professionally in workplace. One of the things that correlates and supports students readiness to work is grit. There are aspects of grit that correlate with each other to achieve success. Therefore, this study aims to look at grit in internship students in the MSIB Batch 6 program at Merdeka Campus. This research was conducted with a quantitative method using a survey involving 112 student participants who were interning in the MSIB Batch 6 program. This study used the Grit Scale (Duckworth et al, 2007). Reliability in this study was α = 0.847. Then for validity testing shows 0.220 - 0.821 > 0.195, P = 0.00 < 0.05 and Pearson Correlation is positive so this study is valid. The results of this study indicate that the normality test was carried out using the one sample Kolmogorov-Smirnov test method (P = 0.000 <0.05) so that the data in the study were said to be not normally distributed. This study shows that there are dif erences in grit between women and men using the Mann-Whitney U method (P = 0.000 <0.05) so that the data in the study are said to be not normally distributed. Keywords: Grit, College student, Internship Program
PENGARUH WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KINERJA PADA KARYAWAN PT X Widyastuti, Dea Putri; Fahlevi, Reza; Basaria, Debora
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.60177

Abstract

High productivity is expected to produce efficient and effective work. High productivity is needed for companies whose focus is producing goods, PT X is one of the companies whose focus is producing SIM Card and vouchers. In measuring success, human resources are the main factor that ensures the sustainability of the organization. One of the most important issues related to human resources is performance, performance is a reference for every company or organization to evaluate the continuity in achieving the goals of the company or organization. So that the easier it is for the company to achieve its goals, the better the performance of the employees there and vice versa. Work-life balance is one of the factors that can affect employee performance. This research approach uses quantitative methods as a research method with participants totaling 205 employees. The Work-life Balance Scale and Individual Work Performance Questionnaire (IPWQ) measuring instruments were used in this study. The data analysis process uses the IBM SPSS Statistic 25.0 application to test descriptive statistics of respondents and descriptive variables, validity test (R), reliability test (α), and linear regression test/hypothesis test (T). The results obtained work-life balance has an effect of 6.8% on employee performance, with a sig value of 0.000 <0.05.