cover
Contact Name
Rafael Lisinus Ginting
Contact Email
rafaelginting@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikologikonseling23@unimed.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Psikologi Konseling: Jurnal Kajian Psikologi dan Konseling
ISSN : 20858086     EISSN : 25027190     DOI : https://doi.org/10.24114/konseling.v21i2
Core Subject : Education,
Jurnal PSIKOLOGI KONSELING diterbitkan oleh Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. Jurnal PSIKOLOGI KONSELING merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun artikel yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 315 Documents
PERAN GENDER TERHADAP RESILIENSI SISWA SMA DI KOTA PONTIANAK Rahmadhani, Zulfa; Kur’ani, Nur; Hayati , Risna
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis perbedaan peran gender dalam membentuk resiliensi siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Pontianak. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana gender memengaruhi kemampuan siswa dalam menghadapi serta mengatasi berbagai tantangan. Subjek penelitian ini mencakup siswa dari dua sekolah, yaitu SMA Negeri 2 Pontianak dan SMA Negeri 10 Pontianak. Sampel penelitian melibatkan total 56 siswa, yang terdiri dari 31 siswa dari kelas XII MIPA dan 25 siswa kelas XII IPA. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode cluster random sampling untuk memastikan keterwakilan yang optimal dari populasi penelitian. Data dikumpulkan melalui kuensioner berbasis skala Likert yang dirancang untuk mengukur dua aspek utama, yakni tingkat resiliensi siswa dan peran gender. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantittatif dalam analisis data. Untuk mengindentifikasi perbedaan signifikan terkait resiliensi berdasarkan gender, digunakan metode statistik berupa Uji Independent Samples t-Test. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara siswa laki-laki dan perempuan dalam cara mereka menghadapi tantangan. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran gender dalam mempengaruhi tingkat ketahanan siswa terhadap tekanan dan kesulitan yang mereka alami. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi untuk memenuhi kebutuhan spesifik siswa berdasarkan gender guna meningkatkan resiliensi mereka.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN MAHASISWA TINGKAT AKHIR DI JAKARTA MENGENAI PEKERJAAN MASA DEPAN Taqi Riyanto, Muhammad Ardell; Astuti, Niken Widi; Anggraini, Astri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69422

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kecemasan mahasiswa tingkat akhir dengan dukungan sosial di Jakarta. Sulitnya mendapat pekerjaan setelah lulus merupakan salah satu hal yang dapat memunculkan rasa kecemasan pada mahasiswa tingkat akhir di Jakarta. Rasa kurang percaya diri dengan kemampuan dan pengalaman mereka, semakin menipisnya lowongan kerja, meningkatnya angka pengguran, dan kurangnya koneksi menjadi hal yang membuat mahasiswa tingkat akhir merasa cemas. Setiap manusia membutuhkan dorongan dan bantuan untuk keluar dari yang mereka miliki, sehingga dukungan dari lingkungan sosial merupakan hal yang dapat membantu masalah kecemasan yang mereka hadapi. Penelitian ini dilakukan pada 250 mahasiswa tingkat akhir di Jakarta menggunakan metode survey. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat ukur yang dikembangkan oleh Rahman (2023) yang diadaptasi dari teori Greenberger dan Padesky (2004). Alat ukur lainnya yang digunakan adalah alat ukur yang dikembangkan oleh Sulistiana (2018) yang diadaptasi dari teori Sarafino dan Smith (2014). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah korelasi Spearman Two-tailed. Hasil analisis data menunjukan koefisien korelasi sebesar -0,511 yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecemasan menghadapi masa depan dengan dukungan sosial. Dapat juga diartikan jika dukungan sosial yang diterima oleh individu tinggi maka kecemasan mengenai pekerjaan masa depan yang dirasakan individu akan turun, dan juga sebaliknya
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA DENGAN BURNOUT AKADEMIK PADA MAHASISWA SKRIPSI Chairul, Nabila; Astuti , Niken Widi; Anggraini, Astri
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan sosial orang tua dan burnout akademik pada mahasiswa yang tengah menyelesaikan skripsi. burnout akademik biasanya muncul akibat tekanan dan stres yang tinggi, yang sering dialami oleh mahasiswa saat mengerjakan tugas akhir. Stres ini dapat mempengaruhi mahasiswa dalam bentuk kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan prestasi pribadi. Dukungan sosial dari orang tua memiliki peran krusial dalam mengurangi dampak stres dan membantu mahasiswa mengelola burnout yang mereka alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu, yaitu mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari dua instrumen utama, kuesioner untuk mengukur dukungan sosial orang tua, yang diadaptasi dari teori Sarafino dan Smith, dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS) untuk mengukur burnout akademik. Hasil analisis data dengan uji korelasi menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dan burnout akademik (r = -0,447; p = 0,000). Hal ini berarti semakin besar dukungan sosial yang diberikan oleh orang tua, semakin rendah burnout yang dirasakan oleh mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa dukungan orang tua berfungsi sebagai faktor pelindung terhadap dampak buruk dari tekanan akademik.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN LEARNED HELPLESSNESS PADA DEBITUR GAGAL BAYAR PINJAMAN ONLINE Byanca, Zayra Alana; Soetikno, Naomi
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69425

Abstract

Salah satu bentuk kemudahan dari perkembangan teknologi digital yaitu, pinjaman online. Pinjaman online digunakan karena kemudahan syarat yang diberikan dan pencairan dana yang instan. Fenomena pinjaman online juga diiringi dengan kasus gagal bayar. Salah satu kondisi psikologis yang muncul dari gagal bayar pinjaman online yaitu, learned helplessness. Learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari merupakan suatu kondisi di mana seseorang cenderung pasif dan merasa tidak mampu melakukan apa-apa. Faktor penting dalam mengelola pinjaman adalah debitur harus merasa percaya diri dan mampu mengendalikan keuangan pribadi mereka selama proses peminjaman dan pelunasan pinjaman. Rasa percaya diri dan kendali tersebut dapat diartikan sebagai efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara efikasi diri dengan learned helplessness pada debitur gagal bayar pinjaman online. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Learned Helplessness Scale (LHS). Kedua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini telah diadaptasi ke bahasa Indonesia dan dimodifikasi sesuai konteks penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif efikasi diri dengan learned helplessness pada debitur gagal bayar pinjaman online.
HUBUNGAN SELF ESTEEM DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA SMA MUHAMMADIYAH 2 BANDAR LAMPUNG Salsabilla, Adelia; Proborini, Renyep; Setriani, Setriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69426

Abstract

Self esteem berperan penting dalam regulasi emosi siswa. Self esteem yang rendah dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk mengelola dan mengatur emosi, regulasi emosi yang efektif memerlukan Tingkat self esteem yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self esteem dengan regulasi emosi siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung sebanyak 795 siswa, dengan jumlah sampel 90 siswa yang dipilih menggunakan teknik Probability Random Sampling. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Self esteem diukur menggunakan skala CSEI (The Coopersmith Self Esteem Inventory) yang telah dimodifikasi oleh Ryden, dan regulasi menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire dari Gross. Analisis data dilakukan menggunakan Spearman’s rank correlation. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif dengan tingkat korelasi kuat antara self esteem dengan regulasi emosi, dengan standar koefisien korelasi sebesar 0,445. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi tingkat self esteem siswa, semakin baik regulasi emosi, sebaliknya, semakin rendah tingkat self esteem siswa, semakin buruk regulasi emosi.
KARYAWAN OUTSOURCING PROPERTI DI PT. X LAMPUNG: ADAKAH HUBUNGAN ANTARA JOB INSECURITY DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS? Hutari, Ujang; Syah, Tansri Adzlan; Setriani, Setriani
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69427

Abstract

Kemampuan seseorang untuk menerima segala kelemahan dan kelebihannya, menjadi mandiri, menjalin suatu hubungan dengan sifat positif dengan orang yang lain, menguasai lingkungannya, memiliki tujuan dari hidup, dan berkembang lebih baik dikenal sebagai kesejahteraan psikologis. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk bisa mengetahui hubungan antara job insecurity dengan kesejahteraan psikologis dari karyawan outsourcing property di PT. X Lampung. Alat ukur yang digunakan mencakup skala Ryff Scale of Psychology Well-Being (RSPWB), yang diciptakan oleh Ryff dan terdiri dari 45 item, serta skala job insecurity, yang didasarkan dengan beragam aspek yang dikemukakan oleh (Greenhalgh & Rosenblatt, 2010) . Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif. Hipotesis dan korelasi diuji dengan menggunakan program pengolahan data SPSS versi 25. Hasil penelitian ini memberi suatu petunjuk suatu hubungan yang secara nilai signifikan antara dua hal yakni pertama berupa job insecurity dan kedua berupa kesejahteraan di cakupan psikologis dari karyawan outsourcing property di PT. X Lampung. Dengan koefisien korelasi (r) sebesar -0,338, hubungan tersebut bersifat negatif, yang berarti bahwa semakin tinggi job insecurity semakin rendah kesejahteraan psikologis karyawan. Sebaliknya, semakin rendah job insecurity semakin tinggi dan baik kesejahteraan psikologis karyawan.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PRIA TRANSGENDER (WARIA): DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL & SELF-EFFICACY Dewi, Andrea Puspita; Dimala, Cempaka Putrie; Pertiwi, Anggun
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69429

Abstract

Pria transgender adalah pria yang mengidentifikasi diri sebagai wanita, tetapi ditetapkan sebagai pria saat lahir. Pria transgender atau wanita pria (yang selanjutnya disebut waria) juga dikenal sebagai pria trans, transmaskulin atau pria dengan pengalaman transgender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being. Partisipan dalam penelitian ini adalah pria transgender berusia 25 – diatas 45 tahun yang berdomisili di Kabupaten Bekasi dengan jumlah 105 partisipan. Pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala multidimensional scale of perceived social support (MSPSS), general self-efficacy scale (GSES), dan psychological well-being scales (RPWBS) dengan metode kuantitatif dan desain penelitian kausalitas. Analisis data menggunakan teknik regresi berganda, dengan bantuan program SPSS versi 25.0 for windows 64-bit. Hipotesis dalam penelitian ini ada Hasil dari analisis data diperoleh nilai signifikansi regresi dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being sebesar 0,000 (P= 0,000<0,05) yang artinya hipotesis diterima, yaitu adanya pengaruh dukungan sosial dan self-efficacy terhadap psychological well-being pada pria transgender di Kabupaten Bekasi. Nilai Koefiensi determinasi dukungan sosial dan self- efficacy terhadap psychological well-being adalah (R Square) 0.696 atau 69,6%, yang di mana dukungan sosial berkontribusi 48,6% sedangkan self-efficacy 21.0% artinya dukungan sosial memiliki pengaruh lebih besar dari pada self-efficacy terhadap psychological well-being pada pria transgender di Kabupaten Bekasi.
BIMBINGAN KELOMPOK PENDEKATAN TRAIT AND FAKTOR SEBAGAI INTERVENSI EFEKTIF MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIR Saputri, Endang; Fitriani, Wahidah
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69431

Abstract

Penulis mencoba mendeskripsikan pendekatan trait and factor dalam mengambil keputusan karir siswa.Pendekatan ini sebuah konsep dalam psikologi yang berfokus pada pemahaman individu melalui pengukuran berbagai ciri atau sifat kepribadian yang dimilikinya,ciri-ciri ini kemudian dicocokkan dengan persyaratan yang dibutuhkan dalam berbagai jenis pekerjaan yang bertujuan membantu individu untuk memilih karir sesuai minat, kemampuan dan kepribadian.Penelitian ini menggunakan studi literature dengan mengumpulkan data dan informasi tentang efektifitas bimbingan kelompok melalui pendekatan trait and factor dalam mengambil keputusan karir siswa.. Hasil penelitian yang relevan menunjukkan bahwa bimbingan kelompok pendekatan traid and factor secara signifikan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengambil keputusan karir.Namun keberhasilan intervensi ini dipengaruhi oleh factor-faktor seperti durasi program, kualifikasi konselor dan karakteristik peserta.Kajian ini menyimpulkan bahwa bimbingan kelompok pendekatan trait and factor merupakan intervensi yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi factor-faktor yang dapat memaksimalkan efektifitas intervensi tersebut.
CONTRIBUTION OF HARDINESS IN REDUCING ACADEMIC BURNOUT IN STUDENTS Liana, Auzidni Ifftah; Syah, Tansri Adzlan; Ishar, Meilia
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout academic dengan hardiness pada santri di Pondok Pesantren X. Terdapat fenomena bahwa para santri menghadapi tantangan dalam bentuk beban kerja dan tugas yang berlebih, yang dapat menghambat dan mengganggu pencapaian tujuan pendidikan di pesantren. Kondisi ini sering disebut sebagai burnout academic, yaitu kondisi fisik, emosional, dan mental yang dialami pelajar akibat stres kronis terkait tuntutan academic. Penelitian ini melibatkan 180 santri MA Pondok Pesantren X sebagai responden, dengan kriteria: (1) santri berdomisili di Pondok Pesantren X, (2) santri aktif mengikuti pendidikan formal di Madrasah Aliyah X, dan (3) pernah menjabat sebagai ketua kamar. Penelitian menggunakan skala burnout academic yang diadaptasi dari Fatimah (2022) dan skala hardiness yang diadaptasi dari Rahmi (2019). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi non-parametrik Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dengan burnout academic pada santri, dengan koefisien korelasi sebesar -0,387. Hal ini berarti semakin tinggi hardiness yang dimiliki santri, maka semakin rendah burnout academic yang dialami. Penelitian ini memperkaya literatur mengenai burnout academic dan hardiness dalam konteks pendidikan pesantren, yang masih terbatas. Temuan ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan program intervensi untuk meningkatkan hardiness dan mencegah burnout academic pada santri.
STUDI EKSPLORASI KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ANAK SULUNG PEREMPUAN FASE DEWASA AWAL Anegayuda, Yugen Ghifari; Basaria, Debora; Uranus, Hanna Christina
PSIKOLOGI KONSELING Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/psikologikonseling.v17i2.69433

Abstract

Kesejahteraan psikologis pada anak sulung perempuan di fase dewasa awal menjadi topik penting karena anak sulung perempuan sering menghadapi beban tambahan, seperti memenuhi ekspektasi orang tua dan tanggung jawab pengasuhan adik. Fenomena ini semakin relevan untuk dikaji karena dampaknya sering kali baru disadari di masa dewasa, di mana mereka menghadapi tantangan identitas dan kesejahteraan pribadi. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bagaimana pengalaman mereka membentuk kesejahteraan psikologis di masa dewasa awal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis pada anak perempuan sulung di tahap awal masa dewasa, dengan menyoroti dampak tanggung jawab dan peran dalam keluarga, berlandaskan teori kesejahteraan psikologis dari Ryff (1989) dan konsep urutan kelahiran menurut Adler (1927). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), dengan melakukan wawancara mendalam kepada perempuan berusia 19-25 tahun. Hasil studi mengungkapkan bahwa pengalaman yang bervariasi secara internal, termasuk peran dalam keluarga mempengaruhi keseimbangan psikologis mereka, dan turut menentukan sejauh mana mereka merasakan tekanan. Hal tersebut di pengaruhi oleh faktor internal yang terjadi dalam keluarga, sehingga individu yang tidak memiliki kesejahteraan psikologis secara positif, akan rentan mengalami kesulitan dalam menghadapi setiap proses yang dialami dalam kehidupan.