cover
Contact Name
Ns. Susi Nurhayai, M.Kep
Contact Email
susinurhayati74@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
susinurhayati74@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Smart Keperawatan
ISSN : 23016221     EISSN : 25025236     DOI : -
Core Subject : Health,
The focus of this journal is the dissemination of information related to all nursing area including basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing, family nursing education nursing, complementary and alternative medicine in nursing. Letters and commentaries of our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a peer-review process according to standardized criteria.
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
Pengetahuan Masyarakat Tentang Prosedur Bantuan Hidup Dasar Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Rudi Kurniawan
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.277 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.205

Abstract

Latar belakang: angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ciamismengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir,pada tahun 2015 sebanyak 324 kejadian yang menyebabkan 117 orang meninggal. Pada tahun 2016 sebanyak 340 kejadian, yang mengakibatkan 154 orang meninggal dunia.Kejadian ini bisa dicegah dengan bantuan hidup dasar. Hasil studi pendahuluan melalui wawancara terhadap warga menunjukkanbeberapa orang tidak mengetahui prosedur bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas.Bantuan hidup dasar kepada korban berupa pertolongan pertama seharusnya juga dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat, karena yang terlebih dahulu ada di tempat kejadian ketika terjadi kecelakaan adalah masyarakat umum. Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan masyarakat umum tentang prosedur bantuan hidup dasar  pada korban kecelakaan lalu lintas. Metode: penelitian ini menggunakan deksriptif dengan jumlah populasi sebanyak 296 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Proporsional Random Sampling sebanyak 75 orang. Hasil:penelitian didapat bahwa pengetahuan masyarakat tentang pengetahuan bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas dikategorikan kurang yaitu pengetahuannya baik sebanyak 3 responden (4,0%), pengetahuannya cukup sebanyak 18 responden (24,0%), dan yang pengetahuannya kurang sebanyak 54 responden (72%). Simpulan:bahwa pengetahuan  masyarakat tentang prosedur  bantuan hidup dasar pada korban kecelakaan lalu lintas sebagian besar menunjukkan pengetahuan kurang (72%).Kata kunci: Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Pertama
Aloe Verae efektif sebagai Terapi Pendamping Nyeri Gastritis eni kusyati; Ni'matul Fauzi'ah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.699 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i1.158

Abstract

Latar Belakang: Profil kesehatan Indonesia tahun 2011, gastritis merupakan salah satu penyakit dari 10 penyakit terbanyak pada pasien inap di rumah sakit di Indonesia dengan jumlah 30.154 kasus (4,9%). Data dari dinas kesehatan kota Semarang tahun 2015 gastritis menempati 10 besar penyakit rawat inap sebanyak 1950. Penyakit  gastritis (maag) ditimbulkan karena adanya peningkatan asam lambung yang berlebihan. Nyeri pada gastritis timbul karena pengikisan mukosa yang dapat menyebabkan kenaikan mediator kimia seperti prostaglandin dan histamine pada lambung yang ikut berperan dalam merangsang reseptor nyeri Lidah buaya memiliki peran dalam proses penyembuhan gastritis, dapat membantu proses metabolisme, mengurangi mikroorganisme dalam perut, menetralkan keasaman perut. Tujuan: efektifitas penggunaan terapi pendamping Aloe Vera terhadap nyeri lambung pada pasien gastritis. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan quasy eksperiment design. Rancangan penelitian ini menggunakan one group pretest postest,.Jumlah sampel 20 pasien gastritis di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang.Hasil Penelitian: nilai rata-rata tingkat nyeri 1,24. Hasil uji Pairet t test dengan p-value sebesar 0,00< 0,05. Kesimpulan :aloe vera efektif sebagai terapi pendamping nyeri gastritis.Kata kunci : aloe vera; gastritis; nyeri
Persepsi Perawat Tentang Jenjang Karir di RSUD Tugurejo Semarang Mona saparwati; Mutinik Mutinik
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.224 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.131

Abstract

Pengembangan karir perawat merupakan suatu perencanaan dan  penerapan rencana karir yang dapat digunakan untuk penempatan perawat pada jenjang yang sesuai dengan keahliannya. Departemen kesehatan Republik Indonesia bersama PPNI telah mengeluarkan pedoman jenjang karir perawat. RSUD Tugurejo menerapkan sistem jenjang karir mulai tahun 2014. Perawat mempersepsikan bahwa jenjang karir adalah level dari pekerjaan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran persepsi perawat tentang jenjang karir di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini 79 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisa data mengunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi perawat tentang jenjang karir di RSUD Tugurejo Semarang baik dengan hasil 75% baik. Hasil penelitian dari tingkatan jenjang karir perawat sebagian besar baik sebanyak 48 responden (60,8%), manfaat jenjang karir perawat sebagian besar baik sebanyak 55 responden (69,6%), standar kompetensi jenjang karir perawat sebagian besar baik sebanyak 40 responden (50,6%), mekanisme kenaikan jenjang perawat sebagian besar kurang baik sebanyak 46 responden (41,8%). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka saran kepada rumah sakit untuk memberikan dorongan kepada perawat untuk semangat dalam mengikuti mekanisme kenaikan jenjang karir.
Analisis Dokumentasi Keperawatan dengan Instrumen A di Ruang Arafah Rumah Sakit Habibullah Gabus Grobogan Tahun 2016 muhammad purnomo
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.272 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.92

Abstract

Rasio jumlah perawat Arrafah belum mencukupi dibandingkan dengan beban kerja, luas lokasi kerja serta jumlah peralatan yang tersedia, tetapi pelaksanaan dokumentasi proses keperawatan tidak berjalan sesuai konsep dokumentasi keperawatan. Uraian tugas perawat yang dibuat berdasarkan latar belakang pendidikan namun pelaksanaannya masih melebihi tugas seharusnya, jabatan dan masa kerja. Metode Penugasan Praktik Perawatan menggunakan metode tim (sesuai ketentuan yang ditetapkan).Belum tersedianya form asuhan keperawatan terintegrasi secara lengkap yang mampu untuk mencatat pendokumentasian secara baik dan benar atau belum sesuai keputusan direktur nomor: 009/Kep/RM/IX/2013 tentang Panduan Rekam Medik. Panduan/ pedoman dan SPO pelayanan sudah lengkap namun kurang dukungan sarana prasarana sehingga kurang maksimal pelaksanaanya. Staf kurang mempunyai kesempatan mengikuti pendidikan berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui bimbingan, pendidikan tambahan, kursus, seminar dan pendidikan formal di kampus belum sesuai dengan SK Direktur No: 001/ Per/ HBL/I/2013 tentang Peraturan Kepegawaian pasal 12. Nilai Instrumen pengkajian 69%, Diagnosa Keperawatan 72%, Perencanaan 74%, Tindakan Keperawatan 90%, Evaluasi 86% dan Catatan Keperawatan 40% dari seharusnya 100%. Ruang Arrafah masih perlu mengembangkan metode komunikasi yang baik terkait komunikasi SBAR, perlu penyediaan kartu pencatatan asuhan keperawatan, Sosialisasi kebijakan, pedoman/ panduan dan SPO yang terkait dokumetasi keperawatan, Pelatihan Inhause Training tentang dokumentasi dan administrasi keperawatan. 
Studi Fenomenologi Perilaku Homoseksual Di Kota Semarang Sri Puji Lestari; Indah Wulaningsih; Lailatul Fitriyah
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.545 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.213

Abstract

Homoseksual merupakan masalah global dan modern sekarang ini, gaya hidup atau lifestyle merupakan hal yang sangat penting dan kerap menjadi ajang untuk menunjukkan identitas diri. Saat ini cukup banyak komunitas dan organisasi homoseksual baik formal maupun informal. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan fenomena perilaku homoseksual di Kota Semarang.Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian fenomenologi kualitatif. Partispisan dalam penelitian ini adalah 4 orang homoseksual yang berada dalam sebuah komunitas homoseksual di kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan partisipan berteman baik dengan siapapapun, partisipan melakukan hubungan seksual dengan berbagai  cara, baik oral , bodycontact dan anal. Diharapkan untuk para homoseksual agar dapat berperilaku secara baik dalam perilaku sesksual maupaun perilaku secara umum sesuai kaidah di masyarakat agar kehadirannya dapat diterima dalam lingkungan.Kata Kunci:  homoseksual; perilaku
Hubungan Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Kecerdasan Emosional Remaja Putri di Smk Katolik St. Louis Randublatung Kabupaten Blora prihatin, tutwuri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.76

Abstract

Data  komisi  Perlindungan  Anak  Indonesia  (KPAI)  sampai  2015  mencatat  6.006  kasus kekerasan  pada  anak  yang  teridentifikasi  sebanyak  3160  kasus  kekerasan  terhadap  anak terkait pengasuhan orang tua, 1764 kasus pendidikan, 1366 kasus kesehatan dan narkoba, dan1032-nya  kasus  disebabkan  cyber  crime  dan pronografi.  Salah satu kekerasan  yang kerap terjadi  adalah  kekerasan  verbal  orang  tua  sebanyak  2062.  Untuk  mengetahui  hubungan kekerasan verbal orang tua dengan kecerdasan emosional remaja putri. Jenis penelitian adalah korelasi dengan desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XI SMK Katolik St. Louis Randublatung yang berjumlah 42 siswi. Sampel sebanyak  38  siswi  dengan  teknik  pengambilan  sampel  adalah  simple  random  sampling. Analisis data menggunakan  analisis univariat dan analisis bivariat. Kekerasan verbal orang tua  pada  remaja   putri  yang  kekerasan   verbal  ringan   sebanyak   19  responden   (50%). Kecerdasan emosional pada remaja putri sebagian besar adalah kecerdasan emosional tinggi sebanyak   20  responden   (52,6%).   Ada  hubungan   kekerasan   verbal   orang   tua  dengan kecerdasan emosional remaja putri P-value = 0,000). Diharapkan pada masyarakat khususnya orangtua untuk memahami  dampak tindak kekerasan verbal orang tua terhadap kecerdasan emosional, sehingga diharapkan tindak kekerasan orangtua terhadap anak dapat dicegah. Kata kunci       :  Kekerasan verbal orang tua, kecerdasan emosional, remaja putri  ABSTRACT THE CORRELATION  VERBAL ABUSE PARENTS WITH EMOTIONAL INTELLIGENCE ADOLESCENT IN SMK CATHOLIC ST. LOUIS RANDUBLATUNG  DISTRICT BLORA  Data commissions Indonesian Child Protection (KPAI) to 2015 recorded 6,006 cases of child abuse were identified as many as 3160 cases of violence against children related to parenting,1764 case study, 1366 cases of health and drugs, and in 1032 his case due to cyber crime andpornography. One of the ongoing violence is verbal abuse parents as much as in 2062. To determine the correlation  of verbal abuse older people with emotional intelligence  teenage daughter.  This  type  of  research  is  a  correlation  study  using  cross  sectional  design.  The population  in  this  study  is  a  class  XI  student  of  SMK  Catholic  St.  Louis  Randublatung totaling  42 students.  A sample of 38 female students  at the sampling  technique  is simple random  sampling.   Analyzed   using  univariate   and  bivariate   analysis.   Verbal  abuse  in adolescent girls parents that mild verbal abuse as much as 19 respondents (50%). Emotional intelligence  in  young  women  are  mostly  high  emotional  intelligence  as  much  as  20 respondents  (52.6%).  There  is a relationship  of verbal  abuse  older people with emotional intelligence teenage P-value = 0.000). Expected in the community, especially parents to understand the impact of parental verbal violence against emotional intelligence, so expect parental violence against children can be prevented. Keywords        :  Parental verbal abuse, emotional intelligence, adolescent girls 
Pengalaman Seksualitas Pasien Dengan Hemodialisa di RSUD Batang Dwi Kustriyanti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.008 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i2.132

Abstract

Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan  yang meningkat setiap tahun. Berbagai metode pengobatan dapat meningkatkan harapan hisup pasien, namun juga memunculkan masalah baru yang mempengaruhi kualitas hidupnya. Pasien dengan ginjal kronik menjalani pengobatan hemodialisa secara rutin yang dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia, osteodistrofi ginjal, gagal jantung dan disfungsi seksual atau impotensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman seksualitas pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Batang. Penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi pada lima pasien laki-laki di ruang Hemodialisa. Pengambilan partisipan dilakukan hingga mengalami saturasi data dengan in-depth interview yang direkam menggunakan audio recorder. Pengambilan data menggunakan bahasa Jawa yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan dilakukan analisis data. Hasil penelitian memiliki 4 tema yaitu perubahan pola hubungan seksual sebelum dan sesudah menjalani hemodialisa, perubahan kepuasan seksual sebelum dan sesudah menjalani hemodialisa, masalah seksual yang dialami setelah hemodialisa dan mekanisme koping dalam menghadapi masalah seksual. Kata Kunci: seksualitas; hemodilisa; ginjal kronik
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Kehilangan pada Pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang Rini Sari
Jurnal Smart Keperawatan Vol 4, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.211 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v4i1.97

Abstract

Data statistik kasus HIV/AIDS  di Indonesia sampai bulan September 2014 orang yang meninggal akibat HIV/AIDS sebanyak 9.796 orang. HIV/AIDS tidak hanya memberikan dampak psikologis yang besar bagi penderitanya. Pasien HIV/AIDS perubahan karakter psikososial yaitu : hidup dalam stres,  depresi,  merasa  kurangnya  dukungan  sosial,  dan perubahan  perilaku.  Tujuan  penelitia  ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di  Poliklinik  Care  Support  and  Treatment  (CST)  RSUD  Kabupaten  Batang.  Metode  :  desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah  pasien  HIV/IDS  di  poliklinik  CST     RSUD  Kabupaten  Batang  sebanyak  50  orang. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data  menggunakan  uji  chi  square.  Hasil  penelitian  dengan    analisa  univariat  diperoleh  86% responden  mendapatkan  dukungan  keluarga  yang  cukup  dan  60%  responden  melalui  tingkat kehilangan  yang  cukup.  Analisa  bivariat  dengan  chi  square  diperoleh  ρ  value  0,006  <  0,05. Kesimpulan penelitian ini  ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kehilangan pada pasien HIV/AIDS di Poliklinik Care Support and Treatment (CST) RSUD Kabupaten Batang. Saran untuk perawat adalah dapat memberikan asuhan keperawatan pada pasien HIV/AIDS dengan melibatkan keluarga dalam pemberian konseling pada pasien HIV/AIDS sehingga keluarga dapat mengetahui pentingnya manfaat dukungan keluarga pada pasien HIV/AIDS. 
Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Penyakit Rematik Pada Lansia di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang Muhammad Jamaluddin; Alfian Haris Nugroho
Jurnal Smart Keperawatan Vol 3, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.944 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v3i2.107

Abstract

Angka kejadian rematik pada tahun 2008 yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia WHO adalah mencapai 20% dari penduduk dunia yang telah terserang rematik, dimana 5-10% adalah mereka yang berusia 5-20 tahun dan 20% adalah mereka yang berusia 55 tahun. Dari hasil studi tentang kondisi sosial ekonomi dan kesehatan lanjut usia (Lansia) yang dilaksanakan Komnas Lansia di 10 propinsi tahun 2006, diketahui bahwa penyakit terbanyak yang diderita lansia adalah penyakit sendi (52,3%), hipertensi (38,8%), anemia (30,7%) dan katarak (23%). Untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik pada lansia. Jenis penelitian deskriptif dengan desain penelitian menggunakan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia penderita rematik di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang sebanyak 75 lansia. Sampel sebanyak 63 lansia dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik. Analisis data adalah analisis univariat. Umur pada lansia rata-rata adalah 64,67 tahun, jenis kelamin pada lansia mayoritas laki-laki sebanyak 43 responden (68,3%), pendidikan terakhir pada lansia mayoritas SMP sebanyak 32 responden (50,8%) dan lama  menderita rematik rata-rata adalah 9,89 tahun. Tingkat pengetahuan tentang penyakit rematik pada lansia di Puskesmas Gayamsari Kota Semarang sebagian adalah pengetahuan baik sebanyak 28 responden (44,4%). Pengetahuan cukup sebanyak 27 responden (27%) dan pengetahuan kurang sebanyak 18 responden (28,6%). Kata Kunci           :               Tingkat pengetahuan, rematik, lansia
Gambaran Kecerdasan Emosional Perawat Dalam Berkomunikasi Interpersonal Pada Pasien di Ruang Rawat Inap Interne RSUP M. Djamil Padang Reska Handayani; Irayani Irayani
Jurnal Smart Keperawatan Vol 5, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.993 KB) | DOI: 10.34310/jskp.v5i2.188

Abstract

kecerdasan emosi seseorang menyumbang pengaruh besar terhadap komunikasi interpersonal seseorang. Orang yang cerdas emosi akan mampu mengenali emosi, mengendalikan emosi, memotivasi diri, empati dan hubungan sosial. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosional perawat dalam berkomunikasi interpersonal pada pasien. Penelitian dilaksanakan diruangan Interne RSUP Dr M. Djamil Padang. Pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner yang disebarkan kepada seluruh perawat di ruang rawat inap Interne dengan jumlah responden 70 orang perawat.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2018. Hasil penelitian didapatkan karakteristi responden bahwa rerata umur perawat pelaksana 34 tahun dengan umur terendah 25 tahun dan umur tertinggi 56 tahun, rerata masa kerja perawat pelaksana 8 tahun jenis kelamin perempuan sebanyak 92,9% sedangkan tingkat pendidikan perawat pelaksana sebanyak 77,1% D III Kep. Sebanyak 65,7% perawat memiliki komunikasi interpersonal yang tinggi kepada pasien. hasil penelitian Kecerdasan emosional yang meliputi kesadaran emosi yang tinggi sebanyak 68,6%, pengendalian emosi yang tinggi sebanyak 65,7% , motivasi diri yang rendah sebanyak 57,1%, empati yang tinggi 75,7% dan perawat yang membina hubungan yang rendah sebanyak 52,9%. Diharapkan manajemen RSUP Dr M. Djamil Padang untuk meningkatkan sosialisasi standar prosedur komunikasi interpersonal kepada pasien agar dapat meningkatkan pelayanan keperawatan yang optimal. Kata kunci : Kecerdasan Emosional; Komunikasi Interpersonal; Perawat

Page 2 of 16 | Total Record : 154