cover
Contact Name
Sapta
Contact Email
ftuiba@iba.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sapta303@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
TEKNIKA
ISSN : 23553553     EISSN : 26865416     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TEKNIKA: Jurnal Teknik is a peer-reviewed scientific journal managed by Department of Engineering and published by the Faculty of Engineering Universitas IBA. TEKNIKA: Jurnal Teknik is published in two editions a year, the April and October editions. Contributors to Jurnal TEKNIKA: Jurnal Teknik come from researchers, academics (lecturers and students) in the field of informatics.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2025)" : 7 Documents clear
PENGARUH MODIFIKASI ASPAL DENGAN LATEKS PRAVULKANISASI TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL, KINERJA RENDAMAN, DAN KELELAHAN PADA CAMPURAN BERASPAL PANAS AC-WC Jimmyanto, Hendrik; Ramadhani, Ramadhani; Lubis, Lega Reskita; Bethary, Rindu Twidi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.376

Abstract

Roads are the primary means of transportation that are essential to support mobility and the distribution of goods and people. As urbanization develops, the increasing vehicle load results in road damage. To address this issue, one potential solution is to modify asphalt using polymer materials such as natural rubber with vulcanized latex. Vulcanized latex, an Indonesian local product, can be used as an additive in asphalt mixtures; however, its use as a main substitute is still limited and primarily supported by empirical and mechanical testing.. The results indicate that mixtures with 7% and 9% vulcanized latex show adequate resistance to soaking, with stability values meeting standards. The inclusion of vulcanized latex at these levels makes the asphalt harder and less elastic, leading to faster fatigue failure, although still within acceptable limits. The use of this material can enhance water resistance but has a negative impact on fatigue life. Therefore, field application must consider a balance between these two aspects to ensure the material's performance remains optimal.
PENGARUH PENAMBAHAN TULANGAN BAJA HALUS (BENDRAT) TERHADAP KUAT TEKAN, POLA RETAK, DAN KUAT LENTUR BETON SERAT Asmawi, Bazar; Fuad, Indra Syahrul; Wijaya, Muhammad Meidy; Aminuddin, Kiagus Muhammad
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.375

Abstract

In Indonesia, infrastructure development such as bridges and buildings is rapidly advancing, with concrete serving as the primary material due to its compressive strength. However, concrete is susceptible to cracking caused by stresses and temperature variations, which can compromise the strength and safety of structures. These cracks can appear both before and after construction completion and are influenced by environmental factors as well as the inherent properties of the concrete itself. To address these weaknesses, various studies have shown that adding fibers, particularly steel wire fibers with high tensile strength, can help inhibit crack propagation. Therefore, research was conducted on the use of steel wire fibers with a content of 0.5–1.5% to investigate their effects on the mechanical strength and crack patterns of concrete with a compressive strength of 25 MPa. The compressive strength tests indicated that all samples experienced strength increases over time, with the addition of 1% and 1.5% steel fibers providing the most significant and stable improvements, accelerating hardening and enhancing the load-bearing capacity of the concrete. Crack patterns varied based on age and fiber concentration, with parallel crack patterns being more dominant at higher fiber contents, while cone-shaped and shear cracks were more common in concrete without fibers or with lower fiber contents. Keywords: Steel Wire Fiber; Concrete Compressive Strength; Concrete Crack Pattern; Concrete Flexural Strength.
KARAKTERISASI TERMOGRAVIMETRI DAN METRIK MUTU BAHAN BAKAR BRIKET BATOK KELAPA–KAYU TEMBESU Adi, Wily Priya; Intang, Ambo; Ilmi, Bahrul; Junita, Boni; Rusnadi, Rusnadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.390

Abstract

Briket bioenergi dari batok kelapa dan kayu tembesu dikarakterisasi untuk memandu pemilihan komposisi pada aplikasi konversi termokimia. Analisis proksimat (kadar air, zat terbang, abu, fixed carbon) dan ultimat (C–H–N) dilakukan mengikuti ASTM D7582 dan ASTM D5373. Termogravimetri (TGA) melengkapi dengan memetakan tahapan kehilangan massa dan residu abu. Pada lima komposisi (90:10 hingga 10:90, batok:tembesu, interval antar komposisi adalah perubahan 20% untuk setiap komponen), kenaikan tembesu secara sistematis menurunkan kadar karbon (68 - 57 wt%) dan fixed carbon (60 - 49 wt%) serta sedikit menaikkan hidrogen (4,2 - 5,5 wt%). Kurva TGA menunjukkan pengeringan awal di bawah ~400 K, devolatilisasi dan reaksi arang dominan pada ~600–1000 K, serta residu stabil yang setara 3 – 3,5 wt% abu. Campuran 90:10 memberikan metrik mutu paling unggul, mengindikasikan densitas energi dan hasil arang yang lebih baik dibanding campuran dengan tembesu lebih tinggi. Hasil ini memberi dasar empiris untuk pemilihan bahan bakar dan penetapan set-point reaktor (jendela pengeringan/devolatilisasi) pada gasifier skala kecil dan combustor unggun tetap. Kata kunci : briket, batok kelapa, kayu tembesu, karakterisasi, mutu bahan bakar.
BINDER‑DRIVEN TRADE‑OFFS PADA BRIKET ARANG TEMPURUNG KELAPA: KERANGKA ISOKONVERSI TERMOGRAVIMETRI DENGAN PATI TAPIOKA (15–20 WT%) Hasyemi, A. Ghalib; Intang, Ambo; Ilmi, Bahrul; Junita, Boni; Rusnadi, Rusnadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.392

Abstract

Pemilihan perekat pada briket arang mengendalikan integritas mekanik sekaligus perilaku termokimia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh variasi perekat pati tapioka (15 dan 20 wt%) terhadap perilaku dekomposisi termokimia briket arang tempurung kelapa. Briket dievaluasi menggunakan pencatatan kehilangan massa terhadap waktu serta analisis turunan sesuai praktik termogravimetri (TG/DTG). Profil pemanasan non‑linier menuntut perbandingan berbasis waktu dan derajat konversi: metrik yang dihitung mencakup α(t), laju incremental dα/dt, metrik waktu menuju konversi tα​ (α=0,10–0,90), serta residu akhir. Hasil menunjukkan konversi lebih dini dan lebih cepat pada beberapa tahap untuk perekat 20% (mis., t0.1​: 62,05 menit vs 101,35 menit; t0.9​: 220,10 vs 245,57 menit), dengan puncak DTG sekitar t≈200 menit. Namun, residu meningkat tajam dari ~5,85% (15%) menjadi ~17,80% (20%), yang mengindikasikan pembentukan arang dan/atau re‑polimerisasi tar yang lebih kuat. Studi ini turut mengartikulasikan kerangka pelaporan agar dataset multi‑β (≥3 laju pemanasan linier) berikutnya dapat menghasilkan energi aktivasi isokonversi Ea​(α) melalui FWO/KAS. Secara praktis, kisaran perekat menengah (≈10–15%) tampil sebagai titik awal rasional untuk menyeimbangkan kekuatan, kinetika konversi, dan residu. Studi ini memperkaya sains formulasi briket dengan metrik reprodusibel berdimensi‑nol dan translasi rekayasa yang jelas ke desain reaktor dan kendali mutu. Kata kunci : arang tempurung kelapa, pati tapioca, briket, termogravimetri, energi aktivasi
PENGARUH VARIASI METODE PERAWATAN TERHADAP NILAI KUAT TEKAN BETON Fallisco Otsinar, Raymondus Jordy; Tethool, Yoga Charol Vincenthius; Birawaputra, Indra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.393

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kekuatan dan durabilitas tinggi. Salah satu faktor penting untuk mencapai mutu beton sesuai perencanaan adalah penerapan metode perawatan (curing) yang tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai metode curing terhadap nilai kuat tekan beton pada umur 28 hari. Empat metode perawatan diterapkan, yaitu: (1) perendaman di laboratorium, (2) penyiraman berkala di lapangan, (3) pembungkusan dengan plastik, dan (4) tanpa perawatan khusus. Pengujian kuat tekan dilakukan terhadap tiga sampel pada setiap metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode perendaman di laboratorium menghasilkan kuat tekan rata-rata tertinggi, yaitu 28,67 MPa. Metode pembungkusan dengan plastik menghasilkan kuat tekan 27,07 MPa (selisih 6%), penyiraman berkala sebesar 24,90 MPa (selisih 15%), sedangkan beton tanpa perawatan hanya mencapai 22,35 MPa atau 28% lebih rendah dari kondisi ideal. Temuan ini menegaskan bahwa proses curing memiliki pengaruh signifikan terhadap mutu beton. Pembungkusan dengan plastik merupakan metode paling efektif diterapkan di lapangan karena menghasilkan kualitas beton yang mendekati hasil metode perendaman di laboratorium. Kata kunci : beton, kuat tekan beton, curing, metode perawatan beton, mutu beton
Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Dan Aspal Berdasarkan Analisis Beban Lalu Lintas: Studi Kasus Jalan Raya Buduran Sidoarjo- Nur, Nursaid; Lokajaya, I Nyoman; Witono, Hadi
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.394

Abstract

Infrastruktur jalan merupakan elemen kritikal dalam mendukung mobilitas, distribusi ekonomi, dan konektivitas sosial masyarakat. Jalan Raya Buduran di Sidoarjo telah mengalami kerusakan struktural yang signifikan akibat volume lalu lintas tinggi dan pemeliharaan yang tidak memadai, sehingga memerlukan rekonstruksi perkerasan. Penelitian ini menganalisis desain perkerasan kaku (beton) dan lentur (aspal) menggunakan metode Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2017 dan Pedoman Perencanaan Pd T-14-2003. Data lapangan dikumpulkan melalui survei lalu lintas (LHR—Lalu Lintas Harian Rata-Rata) dan penyelidikan tanah (uji Dynamic Cone Penetrometer). Analisis mencakup perhitungan beban sumbu kumulatif (JSKN), penentuan nilai CBR desain menggunakan metode persentil 10, dan evaluasi ketebalan perkerasan melalui analisis kelelahan dan erosi. Hasil menunjukkan bahwa untuk umur rencana 40 tahun dan beban sumbu standar kumulatif (CESA₅) sebesar 42.206.965,54, ketebalan perkerasan kaku 20 cm dengan lapis pondasi kelas A setebal 150 mm memberikan kapasitas struktural yang memadai. Desain yang diusulkan menggabungkan dowel beton (Ø25 mm, panjang 450 mm, jarak 300 mm) dan tie bar (D16 mm, panjang 700 mm, jarak 600 mm) untuk mengelola tegangan termal dan transfer beban. Analisis biaya-manfaat menunjukkan bahwa perkerasan kaku menawarkan daya tahan jangka panjang yang lebih baik dan biaya siklus hidup yang lebih rendah meskipun biaya konstruksi awal lebih tinggi. Penelitian ini memberikan panduan praktis untuk keputusan desain perkerasan di koridor lalu lintas tinggi dalam kondisi tropis Indonesia. Kata kunci: Perkerasan jalan, rekonstruksi perkerasan, LHR, CBR
ANALISIS TEKNOLOGI COAL PRE-DRYING SYSTEM UNTUK PEMANFAATAN BATUBARA PERINGKAT RENDAH DI SUMATERA SELATAN Komala, Ria; Yuliansyah, Feri
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i2.388

Abstract

Penetapan Provinsi Sumatera Selatan sebagai Daerah Lumbung Energi Nasional (November 2004) merupakan landasan untuk dilakukannya optimalisasi pemanfaatan seluruh potensi sumber daya batubara di propinsi Sumatera Selatan, termasuk batubara peringkat rendah, terutama untuk PLTU, mengingat besarnya sumber daya batubara yang dimiliki (47.085,08 juta ton atau sebesar 44,87% dari total sumber daya batubara nasional ), dimana sekitar 60% adalah batubara peringkat rendah dengan kadar kelembaban yang tinggi. Hal ini menjadi salah satu kendala yang menghambat optimalisasi pemanfaatan batubara disumatera selatan, karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan oleh PLTU. Untuk itulah penelitian dan analisis teknologi untuk pemanfaatan batubara peringkat rendah di Sumatera Selatan perlu dilakukan, salah satunya adalah teknologi Coal Pre-Drying System. Pada penelitian ini, spesifikasi batubara dari PLTU Bukit Asam menjadi landasan dalam analisa variabel-variabel yang ditentukan. Dari variabel-variabel tersebut, kandungan total moisture menjadi variable utama pada penelitian ini, karena secara umum spesifikasi batubara di sumatera selatan memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan tersebut, termasuk di wilayah yang menjadi sampel penelitian. Analisis teknologi Coal Pre-Drying System terhadap batubara peringkat rendah di Sumatera Selatan, memberikan hasil bahwa secara teknis batubara peringkat rendah tersebut dapat memenuhi spesifikasi PLTU dan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebutuhan PLTU, dan secara ekonomis, penggunaan teknologi ini dapat memberikan keuntungan finansial. Kata Kunci : Optimalisasi, batubara, total moisture, PLTU, Pengeringan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7