cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM Universitas Perjuangan Tasikmalaya Jalan Peta No. 177 Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Hexagro
ISSN : 25492691     EISSN : 26863316     DOI : -
HEXAGRO is scientific periodical publication on agribusiness and rural development issue as a media for information dissemination of research result for lecturer, researcher, and practitioner. The journal publishes several topics, such as Agricultural Marketing and Trade, Agricultural Policy and Development, Agricultural Financing, and Agricultural Business and Entrepreneurship. HEXAGRO is published by LPPM Perjuangan University of Tasikmalaya associated with department agribusiness of Perjuangan University of Tasikmalaya.
Articles 90 Documents
ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN KOPERASI: (Studi Kasus Pada Kud Pesat Tani Desa Puteran Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Periode 2015-2019) Asep Saeful Falah; Lati Sari Dewi
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i1.825

Abstract

Analisis rasio keuangan merupakan dasar untuk menilai kinerja koperasi dalam mengelola sumber dananya pada periode tertentu. Analisis kinerja keuangan KUD Pesat Tani dilakukan berkaitan dengan terjadinya penurunan kinerja keuangan beberapa tahun terakhir, padahal KUD Pesat Tani adalah satu dari dua KUD yang masih aktif di kecamatan Pagerageung dan dengan jumlah anggota yang paling banyak. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan format deskriptif. Hasil dari perhitungan rasio kemudian dibandingkan dengan standar Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI No.06/Per/M.KUKM/IV/2016 tentang Pedoman Penilaian kesehatan koperasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kinerja keuangan pada KUD Pesat Tani desa Puteran kecamatan Pagerageung kabupaten Tasikmalaya periode 2015-2019 ditinjau dari tingkat Rentabilitas, Likuiditas dan Solvabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan KUD Pesat Tani desa Puteran kecamatan Pagerageung kabupaten Tasikmalaya periode 2015-2019 yang dilihat dari aspek rentabilitas, likuiditas dan solvabilitas secara umum masih dibawah standar Peraturan Menteri Koperasi dan UKM RI No.06/Per/M.KUKM/IV/2016. KUD Pesat Tani sebaiknya melakukan pembenahan terhadap aktiva agar dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam menghasilkan SHU, dan diharapkan untuk meningkatkan modal dengan cara melakukan pembenahan dalam penarikan piutang di nasabah yang jumlahnya cukup banyak agar perputaran keuangan menghasilkan kinerja yang baik.
ANALISIS PEMASARAN KENTANG DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA JAWA TENGAH Dwi Putriana Kinding; Suwali Suwali
Jurnal Hexagro Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v5i2.837

Abstract

Hambatan dalam pemasaran produk pertanian masih sering dialami oleh petani disebabkan yang masih sulitnya mengontrol harga jual produknya. Kecamatan Karangreja terletak pada dataran tinggi yang merupakan daerah sentra produksi kentang dengan jumlah petani kentang dan produksi kentang yang terbesar di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis saluran pemasaran serta efisiensi pemasaran kentang di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga yang dipilih secara sengaja (purposive sampling) sebagi daerah sentra produksi kentang. Pengambilan data dilakukan melalui observasi dan wawancara langsung kepada petani serta lembaga pemasaran yang terlibat sebagai reponden. Penentuan responden pada petani dilakukan menggunakan metode stratified random sampling sedangkan pada lembaga pemasaran dengan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 saluran pemasaran kentang yang setara Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, yaitu: Saluran I: Petani Kentang → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer → Konsumen, Saluran II: Petani Kentang → Pedagang Pengumpul → Pedagang Pengecer → Konsumen. Perolehan nilai margin pemasaran yang lebih kecil yaitu sebesar Rp 1.512/kg pada saluran 2 dan saluran 1 sebesar Rp 2.017/kg. sedangkan persentase farmer’s share saluran 2 sebesar 98,6% lebih besar dari saluran 1 yaitu 83,3%, menjadikan saluran pemasaran 2 dianggap lebih efisien dibandingan saluran pemasaran 1.
STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA LOKAL DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA BARAT Muhammad Nursan; Johan Wahyudi; Akhmad Syafruddin; Anas Pattaray
Jurnal Hexagro Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v5i2.853

Abstract

Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) merupakan salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam melimpah terutama pada sektor pertambangan. Hal ini menyebabkan tingginya arus masuk tenaga kerja pendatang sehingga berdampak pada penyerapan jumlah tenaga kerja lokal dan adanya persaingan mendapatkan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kondisi internal dan eksternal tenaga kerja lokal dan merumuskanstrategi pengembangan tenaga kerja lokal dalam meningkatkan perekonomian daerah KSB. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Penentuan responden dilakukan secara purposive sampling sebanyak 40 responden. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi internal tenaga kerja lokal KSB masih lebih besar faktor kelemahan dibandingkan dengan faktor kekuatan, sedangkan untuk kondisi faktor eksternal masih lebih besar faktor peluang dibandingkan faktor ancaman. Strategi pengembangan tenaga kerja lokal dalam meningkatkan perekonomian daerah KSB adalah strategi WO atau Turn Around yang meliputi; meningkatkan keterampilan tenaga kerja pada sektor formal maupun informal terutama bagi tenaga kerja lokal, meningkatkan sarana dan prasarana serta SDM penunjang BLK untuk pelatihan dan peningkatan keterampilan usaha tenaga kerja lokal pada berbagai sektor, mempercepat pelayanan dan aturan investasi usaha di KSB sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal lebih banyak. Kata kunci: Analisis SWOT, Strategi pengembangan, Kabupaten Sumbawa Barat, Tenaga Kerja Lokal
MANAJEMEN, TANTANGAN DAN HAMBATAN BADAN USAHA MILIK DAESA (BUM Desa) Luh Putu Parendra Indra Devi; I Ketut Suamba; Gede Mekse Korri Arisena
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i1.854

Abstract

BUM Desa merupakan badan usaha yang dikelola oleh desa sebagai strategi pembangunan perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat. Dengan begitu besarnya harapan pada BUM Desa maka pengelolaannya harus berjalan dengan baik. Kecamatan Selemadeg Timur terdiri dari sepuluh desa dan seluruhnya telah mendirikan BUM Desa. Namun, tingkat penggunaan jasa dan unit usaha yang ada tidak seluruhnya dapat berjalan sesuai harapan. Penelitian in bertujuan : 1) mengidentifikasi karakteristik, 2) menganalisis manajemen,, 3) menganalisis tantangan dan hambatan BUM Desa di Kecamatan Selemadeg Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan ditentukan dengan metode sensus, data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) BUM Desa di Kecamatan Selemadeg Timur sebagian besar telah menjalankan usahanya selama 3-5 tahun. Dari seluruh unit usaha yang ada, 90% merupakan jenis BUM Desa Brokering dan dikategorikan dalam BUM Desa rintisan, 2) Dalam proses pendirian hingga pengelolaannya, BUM Desa di Kecamatan Selemadeg Timur telah menerapkan fungsi manajemen POAC (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan), 3) Tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh BUM Desa di Kecamatan Selemadeg Timur yaitu pada aspek manajemen adalah fungsi pengawasan, aspek SDM, aspek modal, aspek perubahan perilaku pasar, dan aspek lingkungan sosial.
TINGKAT RISIKO HARGA CABAI MERAH BESAR DI PROVINSI JAWA BARAT Nesa Volantina; Budhi Wahyu Fitriadi; Reny Hidayati
Jurnal Hexagro Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v5i2.855

Abstract

Fluktuasi harga yang terjadi pada komoditas cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat selalu terjadi. Dengan adanya fluktuasi harga tersebut maka selalu dihadapkan dengan adanya risiko harga yang diterima. Sewaktu-waktu harga sangat tinggi tetapi dalam waktu dekat harga dapat turun secara drastis. Sepanjang tahun 2017-2021 cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat harga terendah sebesar 25.900/kg sedangkan harga tertinggi Rp. 73.800/kg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko harga dan factor-faktor yang mempengaruhi tingkat risiko harga cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa harga bulanan cabai merah besar periode Januari 2017-Juni 2021. Analisis data yang digunakan yaitu menghitung koefisien variasi serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat risiko harga cabai merah besar di Provinsi Jawa Barat cenderung tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi risiko harga cabai yaitu faktor harga cabai merah kriting substitusi, pendapatan, dan permintaan konsumen berpengaruh positif, sedangkan faktor jumlah produksi dan harga cabai sebelumnya berpengaruh negatif
DO NOT JUDGE THESE POTATOES BY IT PEEL:: Urban Consumers’ Perceptions of Imperfect Produce Whisnu Febry Afrianto; Budiyoko Budiyoko
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i1.859

Abstract

Even though these products have the same nutritional content, imperfect vegetable and fruit products are often ignored and discarded by consumers. This condition has resulted in an increasing problem of food loss and food waste, from the producer to the consumer level. This paper aimed to investigate consumer perceptions of imperfect vegetable products. The research design used two approaches, such as (1) hedonic test experiments and (2) group discussion forums (FGD). The participants were urban people who were living in Jakarta. Participants assessed the level of preference (hedonic) on color, aroma, texture, and taste. Potatoes used in this study were (Sample 1) potatoes grade A and (Sample 2) potatoes grade B. Potatoes sample 1 has a good shape, size, and only a minor blemish level. In contrast, potatoes sample 2 has a smaller size, not good condition, and blemish level. Investigation through the Mann-Whitney test showed that all parameters were not significantly different (p<0.05) for all variables. This indicated that consumers could accept imperfect produce. However, in terms of consumer behavior, cosmetics and appearance products are considered in choosing potatoes.  
DAMPAK DANA DESA TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI DAN PEMBERDAYAAN PETANI DI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA : (Studi Kasus Desa Haumeni'ana) Yumina Naat; Agustinus Nubatonis; Umbu Joka; Boanerges P. Sipayung
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i1.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis multiplier effect dana desa dan pemberdayaan masyarakat tani setelah adanya dana desa di desa Haumeni’Ana. Penelitian ini akan dilaksanakan di Desa Haumeni’Ana Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tengara Timur. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat desa Haumeni’Ana. Sampel penelitian sebanyak 70 KK,menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menunjukan bahwa angka multiplierdana desa di Desa Haumeni’Ana sebesar 1.12. hal ini menunjukan bahwa aktifitas ekonomi di Desa Haumeni’Ana masih rendah.Modal fisik berpengaruh signifikan terhadap pemberdayaan, tetapi tidak memiliki pengaruh langsung terhadap keberdayaan. Pemberdayaan berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan. Modal fisik direflesikan dengan status kepemilikan lahan dan komunikasi. Pemberdayaan direfleksikan dengan peningkatan kapasitas dan tingkat kesadaran. Keberdayaandirefleksikan dengan kemudahan.
COMMUNITY-BASED ACTIVITY OF NURSERY RAISING FOR IMPROVING THE LIVELIHOOD OF SMALL SCALE’ FARMER in District Kurram Farhan Ahmad; Iftikhar Khan; Muhammad Nasib; Ali Sher
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i1.871

Abstract

Income generation through community-based Nursery raising technique, Nursery raising, and maintenance in the area is a new Intervention being carried out in the villages of Kurram. In selected villages, poor and deserving farmers were selected to execute the activity to improve the livelihoods of the deserving and needy beneficiaries selected in the Broad-Based Community Meeting (BBCM) for Nursery Raising activity. A total of 124 beneficiaries in Kirman Mamuzai, Kirman Mata, Shakh, and Shaikh Dawlat Khel villages were identified for 24 different nurseries as simple randomized sampling. The data were analyzed descriptively in a one-sample t-test in different training sessions to manage the nurseries accordingly. The result showed that nurseries activity could be sustained for developing entrepreneurship. There has been an increasing demand for fruit plants plantation more. Nursery product is no longer restricted to large parks and gardens. It has entered into a high rise. Walnut, Pomegranate, Peach and Apricot plantation, etcetera. Heavy demand is observed during the assessment phase of the project. Whether local or introduced species, Nursery Seedlings have better survival than seeds sown directly in the Kurram district. So, nursery seedling becomes the planting material for plantations is a high source of Income.
THE PROFILE OF LOCAL TOFU INDUSTRY IN TRENGGALEK REGENCY, EAST JAVA PROVINCE, INDONESIA Nina Lisanty; Eko Yuliarsha Sidhi; Agustia Dwi Pamujiati
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i1.874

Abstract

A study was aimed to determine the costs, revenues, and profits of the tofu industry in Nglongsor Village, Karangan District, Trenggalek Regency in one production period. The location was determined intentionally. The sampling method used was saturated sampling or census. The reason for choosing the area was because it is a well-known and distinctive tofu-producing area in Trenggalek. The results showed that the average value of soybean raw materials was 42 kilograms at the price of soybeans of IDR 8,500 per kilogram, producing 400 packs of tofu. The selling price of tofu per pack of 2 (or four pieces) of IDR 2,000. In one production period, the revenue earned was IDR800,000. With an average total production cost of IDR518,786, the profit earned was IDR 218.822. The value of the R/C Ratio was 1.38, which means that the tofu home industry business was declared feasible to be developed. The statistical tests for the profit and business feasibility variables stated that the research hypothesis was accepted.
MODEL CPRV (COST, PRODUCTIVITY, RISK DAN VALUE-ADDED) DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI INDONESIA: A REVIEW Wahid Muhammad Shodiq
Jurnal Hexagro Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Hexagro
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/hexagro.v6i2.657

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia mendukung kegiatan ekonomi masyarakatnya. Fenomena yang dihadapi adalah pertanian merupakan sektor dengan pendapatan per kapita terendah sehingga petani masih jauh dari sejahtera. Tujuan penelitian menentukan strategi meminimalkan biaya produksi, memaksimalkan produktivitas, meminimalkan risiko produksi, dan memberikan nilai tambah pada hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan pendapatan petani. Literatur yang direview dalam 10 tahun terakhir melalui google scholar, Garuda, Doaj, dan Neliti dengan 32 literatur digunakan dalam artikel review. Hasil kajian menunjukkan bahwa meminimalkan biaya produksi dapat dilakukan melalui modernisasi pertanian, kebijakan subsidi, bantuan input (benih, pupuk, dan obat-obatan), infrastruktur dan aksesibilitas pertanian yang memadai, serta diversifikasi pertanian. Maksimalisasi produksi dapat dilakukan melalui penggunaan sarana produksi yang berkualitas, antisipasi hama dan penyakit, optimalisasi lahan pertanian, peningkatan indeks pertanaman, dan penerapan sistem pertanian terpadu. Meminimalkan resiko produksi dapat dilakukan melalui adanya jaminan pertanian, keberadaan kartu petani, dan adanya penyuluhan. Pengembangan agroindustri (pengolahan hasil pertanian), efisiensi saluran pertanian, dan pembentukan usaha pertanian merupakan kegiatan yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani.