cover
Contact Name
EKSPOSE
Contact Email
jurnalekspose@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalekspose@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bone,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan
ISSN : 14122715     EISSN : 26154412     DOI : -
EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan, a scientific journal for disseminating results of conceptual research or studies on law and education, is published two times (June and December) a year. The EKSPOSE: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan is managed by the Institute for Research and Community Service (LPPM) at Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 18 No. 2 (2019)" : 11 Documents clear
Menguji Kekuatan Hubungan Gaya Belajar dengan Hasil Belajar Mahasiwa Munawarah, Munawarah
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.486

Abstract

This study aims to determine the learning styles of students at the IAIN Bone Sharia Economics Study Program and to determine the relationship between learning styles with student learning outcomes at the IAIN Bone Sharia Economics Study Program. This research is a field research using a quantitative approach. The sample in this study was 2017 students of Islamic Economics Study Program totaling 144 students, the sampling technique used was the total sampling method that is all subjects who were students of 2017 Islamic Economics Study Program Faculty of Economics and Islamic Business IAIN BONE. The instrument used was a scale of learning styles, the data collected were analyzed using quantitative descriptive analysis techniques with percentages, and Product Moment Correlation. The results of research on the relationship between learning styles with student learning outcomes in the IAIN Bone Sharia Economics Study Program, namely students of the fourth semester of Islamic Economics Study Program have different learning styles, namely Visual learning styles of 83 students or 57.6%, audio learning styles of 21 students or 14.6%, while kinesthetic learning styles are 40 students or 27.8%, and there is a positive and significant relationship between learning styles with student learning outcomes in the IAIN Bone Sharia Economics Study Program, the correlation coefficient of learning styles to learning outcomes is 0 , 43 and in the medium category.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar mahasiswa pada Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Bone dan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar Mahasiswa pada Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Bone. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi ekonomi syariah angkatan 2017 yang berjumlah 144 mahasiswa, Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode total sampling yaitu semua subyek yang merupakan mahasiswa prodi ekonomi syariah angkatan 2017 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN BONE. Instrumen yang digunakan adalah skala gaya belajar, data yang dikumpulkan dianalisisi menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan persentase, dan Korelasi Product Moment. Hasil penelitian mengenai hubungan antara gaya belajar dengan hasil belajar mahasiswa pada Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Bone, yaitu mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah semester IV memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, yaitu Gaya belajar Visual sebanyak 83  mahasiswa atau 57.6%, gaya belajar audio sebanyak 21 mahasiswa atau 14,6%, sedangkan gaya belajar kinestetik sebanyak 40 mahasiswa atau 27,8%, dan terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dengan hasil belajar mahasiswa pada Program Studi Ekonomi Syariah IAIN Bone, koefisien korelasi gaya belajar terhadap hasil belajar sebesar 0,43 dan masuk dalam kategori sedang.
Validitas Instrumen Kompetensi Profesional pada Penilaian Prestasi Kerja Guru Prihono, Eko Wahyunanto
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.529

Abstract

The purpose of this research is to examine professional competency instrument validity on the assessment of teacher work performance based on the analysis of Aiken's V and confirmatory factor analysis (CFA). The assessment of teacher work performance is the assessment of work result achieved by a teacher in organizational units in accordance with work goals and teacher work attitude. The type of this research is a quantitative descriptive where the researcher collect the data/information as much as possible about teacher work performance through teacher professional competency. The data that have been collected are used to set the assessment of teacher work performance instrument in terms of professional competency. Data collection techniques in this research used test instrument. Data analysis techniques in this research through:1) the research of expert judgment that is considered capable by paying attention to material, construction, language used in the item and then continued using the Aiken's V formula; 2) factor analysis that serves to summarize or reduce observation variables become new dimensions that present the main variable (factor). The conclusions in this research, namely: 1) the results of testing the validity of Aiken's V content of 0.75 in the professional competence instrument, this indicates that the instrument can be used because it has been fulfilled substantially, construction, and language aspects; 2) the validity test result by confirmatory factor analysis shows that the 16 items on professional competency can be used to assess teacher work performance.Tujuan penelitian ini untuk menguji validitas instrumen kompetensi profesional pada penilaian prestasi kerja guru berdasarkan analisis Aiken’s V dan confirmatory factor analysis (CFA). Penilaian prestasi kerja guru merupakan penilaian hasil kerja yang dicapai oleh seorang guru pada satuan organisasi sesuai dengan sasaran kerja dan perilaku kerja guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuntitatif dimana peneliti menggali dan mengumpulkan data/informasi sebanyak-banyaknya tentang prestasi kerja guru melalui kompetensi profesional guru. Data yang telah terkumpul selanjutnya digunakan untuk menyusun instrumen penilaian prestasi kerja guru ditinjau dari kompetensi profesional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data pada penelitian ini melalui: 1) telaah expert judgment yang dianggap mampu dengan memperhatikan: materi, konstruksi, dan bahasa yang digunakan dalam butir soal dan selanjunya diteruskan menggunakan formula Aiken’s V dan 2) analisis faktor yang berfungsi untuk meringkas atau mereduksi variabel-variabel pengamatan menjadi bentuk dimensi baru yang mempresentasikan variabel utama (faktor). Kesimpulan dalam penelitian ini, yaitu: 1) hasil pengujian validitas isi Aiken’s V sebesar 0.75 pada intrumen kompetensi profesional, hal ini menunjukkan instrumen dapat digunakan karena telah terpenuhi secara subtansial, kontruksi, dan aspek bahasanya dan 2) hasil pengujian validitas secara analisis confirmatory factor analysis menunjukkan bahwa ke 16 butir pada kompetensi profesional dapat digunakan untuk menilai prestasi kerja guru.
Aktualisasi Nalar Zari’ah dalam Mengantisipasi Kejahatan melalui Financial Technology arif, firman muhammad
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.470

Abstract

Technology-based financial services are an age-old innovation that simplifies processes and makes it easy. The new development is in line with the emergence of new crimes which actually disturb society. The formula of Islamic law sourced from revelation both textually, meaningfully and spirit is used as a media to mitigate the rampant damage. Normalization of bad conditions can only be realized by ensuring the actualization of zari'ah reason which is loaded with optimizing benefits or maximizing benefits. This paper intends to make zar'iah reasoning as a scalpel and initially normative analysis becomes actual in the public sphere because with the existence of zari'ah reasoning so that several cases including the rise of illegal fintechs are dissected, analyzed, reconstructed and minimized so that conditions can be conducive or crime can be minimized. The ideality of zari'ah in the formula for extracting Islamic law which has been formulated by the salaf cleric is considered still relevant to the times that are always laden with dynamics and change. Reason zari'ah with its two variants, sadd (closing, blocking) and fathu al zariah (opening the media, be careful) in this paper gives an assessment that sadd al zari'ah is prioritized over fathu al zari'ah. New developments always lead to new crime so that other supporting media are needed to eliminate or minimize crime from the rise of illegal finteches which ensnare victims and boost unilateral profits rather than encouraging community independence.Jasa keuangan berbasis teknologi adalah inovasi zaman yang menyederhanakan proses dan memudahkan. Perkembangan yang baru seiring dengan munculnya kejahatan baru yang justru meresahkan masyarakat. Formula hukum Islam yang bersumber dari wahyu baik secara tekstual, maknawiyah dan spirit dijadikan media untuk memitigasi maraknya kerusakan. Normalisasi keadaan buruk hanya bisa direalisasikan dengan memasifkan aktualisasi nalar zari’ah yang sarat dengan mengoptimalkan maslahat atau memaksimalkan maslahat. Tulisan ini bermaksud menjadikan nalar zar’iah sebagai pisau bedah dan analisis yang awalnya normatif menjadi aktual di ranah publik sebab dengan adanya nalar zari’ah inilah sehingga beberapa perkara termasuk maraknya fintech ilegal dibedah, ditelaah, direkonstruksi dan diminimalisir supaya keadaan menjadi kondusif atau kejahatan dapat terminimalisir. Idealitas nalar zari’ah dalam formula penggalian hukum Islam yang telah dirumuskan ulama salaf dinilai masih relevan dengan perkembangan zaman yang selalu sarat dengan dinamika dan perubahan. Nalar zari’ah dengan dua variannya, sadd (menutup, menghalangi) dan fathu al zariah (membuka media, wasilah) dalam tulisan ini memberikan penilaian bahwa sadd al zari’ah lebih diprioritaskan daripada fathu al zari’ah. Perkembangan baru selalu memunculkan aksi kejahatan baru sehingga diperlukan media pendukung lainnya untuk menghilangkan atau meminimalisir tindakan kejahatan dari maraknya fintech ilegal yang menjerat banyaknya korban dan mendongkrak keuntungan sepihak daripada mendorong kemandirian masyarakat.
Statistical Literacy Siswa SMP dalam Pembelajaran Matematika Hariyanti, Firda
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.564

Abstract

Information literacy is a student's need to keep pace with the increasingly rapid and dynamic development of science and technology. The ability of statistical literacy becomes a benchmark to find out information literacy students. Statistical literacy is the ability of understanding, interpreting, and evaluating information critically. The ability of statistical literacy is a benchmark in order to know students’ awareness about information. Therefore, it is important to identify students' statistical literacy abilities and how far students are able to use the information in a better way. The aim of this study is to reveal the students’ statistical literacy ability of junior high school students in mathematics class, based on four indicators, (1) understanding the basic terminology of statistics and the probability to understand information; (2) interpreting statistical messages; (3) making conclusion and a decision; (4) evaluating information critically. The research method is descriptive. The subjects of this research are 7th grade students of  SMPN 2 Bangkalan. The results show that, students have good understanding of statistics and probability terminology, students were able to interpret statistical messages in graphical form, but most of the students are weak to interpret data that is presented in the form of pie charts. The ability to evaluate and make a conclusion that is made by most students is not based on mathematical calculations, so that the effect in making decisions is not efficient. The conclusion is the subjects have statistical literacy ability in understanding, interpreting, and making conclusions, but have not reached the stage of evaluating information critically.Melek terhadap informasi merupakan kebutuhan siswa untuk mengimbangi perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan dinamis. Kemampuan statistical literacy menjadi tolak ukur untuk mengetahui siswa melek informasi. Adapun statistical literacy merupakan kemampuan memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi informasi kontesktual secara kritis. Oleh karena itu, pentingnya mengindentifikasi statistical literacy siswa dan sejauh mana siswa dapat menggunakan informasi secara cerdas. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan kemampuan statistical literacy siswa SMP pada pembelajaran matematika berdasarkan empat indikator, yaitu (1) pemahaman terminologi dasar statistika dan peluang untuk memahami informasi; (2) menafsirkan pesan statistik; (3) menyimpulkan dan membuat keputusan; (4) mengevaluasi informasi secara kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan siswa memiliki pemahaman terminologi dasar statistika dan peluang yang baik, siswa mampu menginterpretasikan pesan statistik dalam bentuk grafik, namun sebagian besar siswa lemah untuk menafsirkan data yang disajikan dalam bentuk diagram lingkaran. Cara mengevaluasi dan penarikan kesimpulan yang dibuat sebagian besar siswa kurang didasari perhitungan secara matematis, sehingga berdampak dalam membuat keputusan yang kurang efisien. Kesimpulannya siswa SMP memiliki kemampuan statistical literacy dalam memahami, menginterpretasikan, dan menarik kesimpulan, namun belum sampai pada tahap mengevaluasi informasi secara kritis. 
Kebijakan Tata Kelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Di Indonesia Diba, Nabilah Farah; Disemadi, Hari Sutra; Prananingtyas, Paramita
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.485

Abstract

A large number of cross-cutting issues in the financial services sector, such as measures of ethical risk, adequate protection of consumers of financial services, and financial stability of the financial services sector, make financial service sector oversight authorities increasingly needed. Therefore, this study aims to describe the regulatory arrangements for the presence of the Financial Services Authority (FSA) which has a regulatory and supervisory function for financial services, then this study aims to describe the FSA's work governance policies in Indonesia. The method used in this study is a normative legal research method with a conceptual approach and legislation approach. This study shows the presence of FSA is one of Indonesia's needs in terms of the formation of regulators for the financial services sector, including banks, insurance companies, pension funds, securities, venture capital and finance companies, and other public companies and their supervision. The legal basis for the implementation of the FSA is Law Number 21 of 2011 concerning the Financial Services Authority which was promulgated on November 22, 2011. FSA as a public sector institution must implement Good Corporate Governance (GCG) which is a fundamental component of FSA's ability to run its function in the long run. GCG is a measure of OJK's performance, which includes 4 parts namely Governance Principles, Governance Structure, Governance Process, and Governance Outcome. Then the Governance Principles are transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness.Banyaknya masalah lintas sektoral di sektor jasa keuangan, seperti ukuran risiko etika, perlindungan yang memadai terhadap konsumen jasa keuangan, dan stabilitas keuangan sektor jasa keuangan, membuat otoritas pengawasan sektor jasa keuangan semakin dibutuhkan. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kabijakan pengaturan hadirnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memiliki fungsi pengaturan serta pengawasan terhdap jasa keuangan, kemudian penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kebijakan tata kelola kerja OJK di Indonesia.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian hukum normative dengan pendekatan konseptual serta pendekatan perundang-undangan. Penelitian ini menunjukan hadirnya OJK merupakan salah satu kebutuhan Indonesia dalamhal pembentukan regulator untuk sektor jasa keuangan, termasuk bank, perusahaan asuransi, dana pensiun, sekuritas, modal ventura dan perusahaan pembiayaan, dan perusahaan publik lainnya serta pengawasannya. Dasar hukum penyelenggaraan OJK adalah Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan yang diundangkan pada tanggal 22 November 2011. OJK sebagai lembaga sektor publik, dalam tata kelolanya harus menerapkan Good Corporate Governance (GCG) yang merupakan komponen mendasar dari kemampuan OJK untuk menjalankan fungsinya dalam jangka panjang. GCG adalah ukuran kinerja OJK, yang mencakup 4 bagian yaitu Governanve Principles, Governance Structure, Governance Process, dan Governance Outcome. Kemudain Governanve Principles transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kesetaraan atau kewajaran.
Diseminasi (Promulgation) atau Penyebarluasan Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Asmar, Abdul Rais
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.565

Abstract

The draft local regulation (ranperda) compiled at the planning stage needs to be disseminated as a form of openness so as to open the door for community participation, especially strategic regional regulations such as APBD. This paper tries to describe qualitatively through a statutory approach to the problem of spreading the regional budget. Based on a number of samples of the practice of disseminating local regulations and regional regulations in several provices/regencies/cities in Indonesia, there are differences in meditations but are still relatively in accordance with statutory provisions. However, the spread was more when the local regulation was stipulated. As for the planning stage there is no clear picture. This is cause by the indecisiveness of the laws and regulations related to the dissemination of draft regulations, especially strategic regulations such as the regional budget.Rancangan peraturan daerah (ranperda) yang disusun pada tahap perencanaan perlu untuk disebarluaskan sebagai bentuk keterbukaan sehingga membuka pintu partisipasi masyarakat utamanya perda strategis seperti APBD. Tulisan ini mencoba mendeskripsikan secara kualitatif melalui pendekatan perundang-undangan (statutory approach) terhadap permasalahan penyebarluasan ranperda APBD. Berdasarkan beberapa sampel praktik penyebarluasan perda dan ranperda di beberapa daerah provinsi/kabupaten/kota di Indonesia terdapat perbedaan medote tetapi relatif masih sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Akan tetapi, penyebarluasaannya lebih pada saat perda telah ditetapkan. Adapun pada tahap perencanaan tidak terdapat gambaran yang jelas. Hal ini disebabkan oleh ketidaktegasan aturan perundang-undangan terkait penyebarluasan rancangan perda khususnya perda strategis seperti APBD.
Subjek Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an (Suatu Kajian dari Surah al-Najem Ayat 5 – 11) HM, H. M. Amir
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.482

Abstract

The study of the Koran surah An-Najm verses 5-11 suggests that the Angel Gabriel functions as the subject of the hearing, because he delivered and taught revelations to Muhammad. As an educational subject, he has excellent physical and spiritual strength and brilliant intelligence, broad scientific insight and strong memorization, so there is no doubt that what was conveyed from Allah to Muhammad there were changes, errors or mistakes. In addition to Gabriel has qualified scientific integrity, also has a strong personality, so anyone who functions as an educational subject should set an example in carrying out this noble task. One of them is humble attitude or tawadhu '. This can be seen when Gabriel is in a distant position that is the place where the sun rises, but Muhammad was able to see it, meaning that in such a position communication can occur between the two, but with his attitude of devotion, he approached Muhammad. as an object of education at that time, until the distance between the two was limited to two arrows, then Gabriel delivered or taught revelations to the Muhmmad. as it should be said or taught.Kajian al-Qur’an surah An-Najm ayat 5 – 11 mengisyaratkan bahwa Malaikat Jibril berfungsi sebagai subjek pendidilan, karena beliau yang menyampaikan dan mengajarkan wahyu kepada Muhammad saw. Sebagai subjek pendidikan beliau memiliki kekuatan fisik dan rohani yang prima dan kecerdasan akal yang cemerlang, wawasan keilmuan yang luas serta kuat hapalannya, sehingga tidak ada keraguang bahwa apa yang disampaikan dari Allah kepada Muhammad terdapat perubahan, kekeliruan atau kesalahan. Selain Jibril memiliki integritas keilmuan yang mumpuni, juga memiliki kepribadian yang mantap, sehingga siapapun yang berfungsi sebagai subjek pendidikan seharusnya menjadikan contoh dalam melaksankan tugas yang mulia itu. Salah satu dianta adalah sikap rendah hati atau tawadhu’. Hal ini terlihat ketika Jibril berada pada posisi yang jauh yakni tempat terbitnya matahari, namun Muhammad sudah bisa melihatnya, dalam arti pada posisi seperti itu sudah bisa terjadi komunikasi antara keduanya, tetapi dengan sikap ketawadhuannya, beliau mendekati Muhammad saw. sebagai objek pendidikan ketika itu, sampai jarak antara keduanya hanya sebatas dua busur anak panah, baru Jibril menyampaikan atau megajarkan wahyu kepada Muhmmad saw. sebagaimana yang seharusnya disampaikan atau diajarkan.
Menghilangkan Alat Bukti oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi Sebagai Upaya Obstruction Of Justice Mansyah, Muh Sutri; Ali, La Ode Bunga
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.487

Abstract

Abstract: This article aims to find out and analyze the elimination of evidence by corruption investigators as an attempt to obstruction of justice, here the author uses normative juridical research with a legal approach and a case approach, this is motivated by every case of corruption from the process of investigation, investigation, prosecution, examination in the court, to the verdict and implementation of the verdict. as it is a process in the criminal justice system, a case can be followed up based on at least 2 (two) evidence, but problems arise if it turns out that the evidence is allegedly removed by the investigator, the question will arise whether by removing the evidence by the investigator as an obstruction effort of justice, the results of the study that removing evidence could include efforts to obstruction of justice which are acts of crime and investigators must be criminally responsible according to Article 21 of Act No. 20 of 2001 amendment to Law No. 31 of 1999 concerning Eradication of Criminal Acts Corruption.Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis mengenai menghilangkan alat bukti oleh penyidik tindak pidana korupsi sebagai upaya obstruction of justice, disini penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, hal ini dilatar belakangi setiap kasus tindak pidana korupsi tentunya akan dimulai dari proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, pemeriksaan di pengadilan, sampai penjatuhan vonis dan pelaksanaan putusan. sebagaimana hal tersebut merupakan proses dalam sistem peradilan pidana, suatu kasus dapat ditindak lanjuti berdasarkan minimal 2 (dua) alat bukti, namun muncul permasalahan jika ternyata alat bukti diduga dihilangkan oleh penyidik, maka akan timbul pertanyaan apakah dengan menghilangkan alat bukti oleh penyidik sebagai upaya obstruction of justice, maka hasil penelitian bahwa menghilangkan  alat bukti dapat termasuk upaya obstruction of justice yang merupakan perbuatan tindak pidana dan penyidik harus bertangungjawab secara pidana menurut pasal 21 Undang-Undang No 20 Tahun 2001 perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian Novianty, Rina
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.483

Abstract

This study aims to determine: The Effect of Learning Discipline on Student Learning Outcomes of IAIN Bone on research methodology courses. This research is a field research using a quantitative approach. The population in this study was 212 students. Samples taken as many as 43 people using random sampling techniques. Data collection instruments in the form of questionnaires and documentation. The data analysis technique used in this study is simple linear regression. The results showed that there was a positive and significant effect between learning disciplines on the learning outcomes of IAIN Bone Students in the Research Methodology Course.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Hasil Belajar Mahasiswa IAIN Bone pada mata kuliah metodologi penelitian. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 212 mahasiswa. Sampel yang diambil sebanyak 43 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak. Instrumen pengmpulan data berupa angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara disiplin belajar terhadap hasil belajar Mahasiswa IAIN Bone pada Mata Kuliah Metodologi Penelitian.
Rekonstruksi Paradigma Filsafat Ilmu: Studi Kritis terhadap Ilmu Hukum sebagai Ilmu salam, safrin
Ekspose: Jurnal Penelitian Hukum dan Pendidikan Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/ekspose.v18i2.511

Abstract

The philosophy of science presents a fundamental reason why knowledge is necessary for regularity in human life. In its relationship with the philosophy of science and legal sciences is very closely related. The purpose of this research is a) to analyze, explain and understand the philosophy of the scientific paradigm to the existence of legal sciences and b) to analyze, explain and understand the nature of the purpose of the establishment of legal sciences as a science. This type of research used in research is normative legal research using the source of legal material in the form of primary legal material and secondary law. The results showed that on the ontology aspect of the study object in the legal sciences are the norms, such as the norms of behavior and norms of authority, including the norms that have lived hereditary in society, the epistemological aspect is the science The law of collecting, interpreting, exposing and systematizing the legal material consisting of the principles, rules and ruling decisions of the law to present it as a system and from the axiology of the legal sciences in Its development has benefits in the form of solutions to all the problems of concrete law (problem solving) that occur in the society while the nature of the purpose of forming the law as science can be studied from the essence of the birth of the science Own His presence to seek truth. Truth in the science of law is attributed to the theories of truth in the law of science seeking pragmatic truths which are the science to bring benefits (peace) in the midst of community life.Filsafat ilmu mengemukakan alasan yang mendasar mengapa pengetahuan diperlukan bagi keteraturan dalam hidup manusia. Dalam hubungannnya dengan antara filsafat ilmu dan ilmu hukum sangat berhubungan erat. Tujuan penelitian ini adalah a) untuk menganalisis, menjelaskan dan memahami paradigma filsafat ilmu terhadap eksistensi ilmu hukum dan b) untuk menganalisis, menjelaskan dan memahami hakekat tujuan dari pembentukan ilmu hukum sebagai ilmu. Jenis penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan sumber bahan hukum berupa bahan hukum primer dan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada Aspek Ontologi obyek kajian dalam ilmu hukum adalah norma-norma, seperti, norma perilaku dan norma kewenangan, termasuk norma-norma yang telah hidup secara turun temurun dalam masyarakat, aspek epistemologi adalah ilmu hukum menghimpun, menginterpretasi, memaparkan dan mensistematisasi bahan hukum yang terdiri aas asas-asas, aturan-aturan dan putusan-putusan hukum suatu tatatanan hukum untuk menghadirkannya sebagai suatu sistem dan dari aspek Aksiologi ilmu hukum dalam pengembangannya memiliki manfaat berupa penyelesaian terhadap semua masalah hukum konkret (problem solving) yang terjadi dalam masyarakat sedangkan hakekat dari Tujuan Pembentukan Ilmu Hukum Sebagai Ilmu dapat ditelaah dari hakekat dari lahirnya ilmu itu sendiri yakni kehadirannya untuk mencari kebenaran. Kebenaran dalam Ilmu hukum dihubungkan dengan Teori-Teori Kebenaran sejatinya ilmu hukum mencari kebenaran pragmatis yang mana keberadaannya sebagai ilmu untuk membawa manfaat (kedamaian) di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 11