cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
Pengaruh konsentrasi inisiator kalium persulfat dan monomer asam akrilat terhadap persen grafting karet alam/starch Tuti Indah Sari; Fitri Hadiah; David Bahrin; Tri Julieta Putri; Rizka Amanda
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i1.1450

Abstract

Modifikasi karet alam menggunakan pati (starch) dilakukan untuk meningkatkan kualitas karet alam serta meningkatkan kekuatan mekanis. Pati termasuk polimer yang sering dikembangkan dengan monomer atau beberapa polimer, karena memiliki sifat kekuatan tarik yang tinggi. Modifikasi karet alam menggunakan pati dilakukan dengan menambahkan kalium persulfat sebagai inisiator dan asam akrilat sebagai monomer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi inisiator dan monomer terhadap persen grafting karet alam/starch, spektrum karet alam/pati dengan asam akrilat, dan morfologi hasil grafting karet alam dengan membandingkan pati termodifikasi dan tak termodifikasi. Variasi konsentrasi inisiator kalium persulfat yang digunakan berkisar 1 – 3%, sedangkan variasi jumlah monomer asam akrilat berkisar 22 – 30%. Hasil penelitian menunjukkan nilai persen grafting tertinggi yaitu pada konsentrasi inisiator 3% yaitu sebesar 58,28%, sedangkan variasi monomer menunjukkan hasil optimum pada penambahan monomer 28% dari pati yaitu 45,94%. Hasil Fourier Transform Infrared (FTIR) pada sampel menunjukkan munculnya peak pada panjang gelombang sekitar 1244,78 cm-1 yaitu gugus C-O-C yang menandakan adanya senyawa pati serta panjang gelombang sekitar 1739,62 cm-1 yaitu gugus C=O yang menandakan adanya asam akrilat. Morfologi sampel grafting karet alam dengan pati termodifikasi menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pati tak termodifikasi.
Pengembangan metode pemurnian bioetanol dari berbagai jenis bahan baku: Kajian Pustaka Erwan A. Saputro; Aiman A. Bobsaid; Meisy C. Hutabarat; Dessy Ariyanti; Renova Panjaitan
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i1.1088

Abstract

Urgensi pemanfaatan sumber energi terbarukan pada saat ini semakin digaungkan mengingat penipisan bahan bakar fosil, serta kondisi alam yang semakin kritis akibat emisi yang dihasilkan dari aktivitas pembakaran bahan bakar minyak bumi tersebut. Salah satu senyawa yang telah lama dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif adalah bioetanol. Penerapan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif masih terkendala karena kualitas yang dihasilkan masih rendah. Proses pemurnian merupakan salah satu kunci dalam mendapatkan bioetanol dengan kualitas fuel grade. Sebagaimana diketahui, bioetanol hasil fermentasi umumnya memiliki kadar sebesar 5-10% (v/v), sementara untuk dapat digunakan sebagai bahan bakar, bioetanol harus memiliki tingkat kemurnian minimal 99,5%. Sehubungan dengan hal tersebut, berbagai penelitian terkait metode pemurnian bioetanol telah dilakukan. Penulisan artikel ini dimaksudkan untuk mengkaji teknologi pemurnian yang dapat diaplikasikan dalam produksi bioetanol. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan diketahui beberapa metode pemurnian yang dapat dilakukan dalam proses produksi bioetanol adalah destilasi sederhana, destilasi refluks, destilasi vakum, adsorpsi dan metode gabungan destilasi dengan adsorpsi. Teknik yang dapat memberikan hasil dengan kemurnian paling tinggi, berdasarkan beberapa metode yang telah disebutkan tersebut adalah metode gabungan distilasi dengan adsorpsi yaitu dapat menghasilkan bioetanol dengan kemurnian 99,7%.
Kemampuan cangkang telur sebagai adsorben untuk meningkatkan baku mutu air limbah laundry (air deterjen) Siti Salamah; Ilham Mufandi; Arida Ayu Krismawati; Saniyah Humairrah
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i1.1294

Abstract

Limbah laundry banyak mengandung zat surfactant yang dihasilkan dari sabun, detergen dan zat kimia lain. limbah laundry perlu dilakukan penanganan terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan untuk mengurangi kadar surfactant. Salah satu teknologi yang efektif digunakan adalah proses adsorpsi. Fokus penelitian ini adalah menguji kemampuan adsorben yang diperoleh dari cangkang telur untuk meningkatkan mutu baku air limbah laundry (air deterjen). Metode penelitian yang dilakukan adalah membuat karbon aktif dari cangkang telur sebagai adsorben dengan mencuci bersih cangkang telur kemudian dikeringkan dalam oven selama 1 jam pada suhu 110 °C. Cangkang telur kemudian dihaluskan dan dimasukan kedalam furnace dalam waktu 2 jam pada suhu 600 °C. Karbon aktif diaktivasi menggunakan H3PO4 4N. Tahapan akhir adalah melakukan uji karakteristik meliputi luas permukaan spesifik, volume pori, dan diameter pori. Hasil penelitian diketahui bahwa adsorben memiliki luas permukaan spesifik 11,037 m2/g, diameter pori 6,550 nm dan volume pori 0,049 cc/g. Limbah laundry yang telah diadsorpsi menggunakan variabel berat dan waktu menghasilkan limbah laundry dengan penurunan kadar TDS) sebesar 7,79 %, TSS sebesar 67,82 %, COD sebesar 59,69 %, BOD sebesar 44,16 %, deterjen sebesar 84,6 %. Pengujian mutu baku air laundry dan kemampuan daya serap adsorben telah dijelaskan pada penelitian ini.
Pengaruh pre-treatment pada ekstraksi silika sebagai studi awal pada pemanfaatan pozzolan di sumatera barat Erda R. Desfitri; Reni Desmiarti; Ellyta Sari; Putri N. Silaban; Suci R. Dhani; Ainun YA. Dalimunthe
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i1.1429

Abstract

Sumatera Barat dikenal dengan alam yang sangat kaya oleh sumber daya mineral, salah satunya pozzolan (trass). Pozzolan adalah bahan yang mengandung senyawa silika dan alumina yang tidak mempunyai sifat mengikat seperti semen. Kandungan silika yang tinggi pada pozzolan merupakan potensi untuk menjadikannya sebagai sumber silika yang bisa dimanfaatkan di berbagai industri. Untuk mendapatkan silika dengan tingkat kemurnian yang tinggi diperlukan proses ekstraksi. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi dengan memperhatikan pengaruh kondisi operasi pada pada proses pre-treatment sebagai studi awal pada pemanfaatan pozzolan di Sumatera Barat. Tujuannya adalah untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimum. Kondisi yang divariasikan pada penelitian ini adalah waktu, suhu dan jenis pelarut yang digunakan pada proses preparasi. Terhadap hasil ekstraksi dilakukan perhitungan jumlah yield dan analisis kandungan dengan menggunakan X-Ray Fluorescence (XRF). Dari penelitian ini diperoleh kondisi terbaik pada proses pre-treatment adalah menggunakan aquadest bersuhu 100oC sebagai larutan pencuci dengan waktu perendaman 180 menit. Kondisi ini dapat menaikkan kadar silika dari 73,92% menjadi 82,06%.
Potensi dan karakteristik abu tandan kosong kelapa sawit sebagai katalis heterogen untuk produksi biodiesel R.A Dwi Putri Ananda; Leily Nurul Komariah; Novy Pralisa Putri; Susila Arita
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i1.1551

Abstract

Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah padat dengan volume yang cukup besar dari produksi kelapa sawit. Dari total 24,25% TKKS yang dihasilkan, saat ini pemanfaatan limbahnya masih jauh dari potensinya sekitar 95,45 ton/ tahun yang dihasilkan tidak dimanfaatkan dengan baik. Tandan kosong kelapa sawit dapat dikonversi menjadi abu yang siap dipakai untuk proses produksi biodisel melalui reaksi transesterifikasi. Hasil Uji karakteristik menunjukkan bahwa abu TKKS dapat menjadi katalis yang potensial karena menunjukkan kadar kalium mencapai 48,25% . Partikel katalis memiliki cross section area 16.2 A2/mol dengan luas permukaan 0,012 m2/g dan total volume pori katalis 0,007674 cc/g. Dalam kajian ini juga dilakukan proyeksi ketersediaan TKKS dari perkebunan sawit dan dikorelasikan dengan proyeksi kebutuhan katalis untuk industri biodiesel. Setiap tahun diperkirakan sedikitnya terdapat 15,5 juta ton TKKS yang dapat dikonversi menjadi abu sawit melalui proses torefaksi dan sejenisnya. Kebijakan penggunaan biodisel B35 di tahun 2023 diperkirakan akan meningkatkan volume produksi biodisel sampai 13,5 juta kL. Dengan demikian diperkirakan kebutuhan katalis komersial mencapai 120-140 ribu ton per tahun. Melalui neraca massa TKKS menjadi katalis abu TKKS, dimungkinkan tersedia 2,33 juta ton abu TKKS untuk dimanfaatkan sebagai katalis produksi biodiesel. Neraca massa konversi TKKS menjadi abu menunjukkan bahwa 15%-b abu yang siap dipakai menjadi katalis dapat dihasilkan dari setiap ton TKKS.
Pengaruh konsentrasi aktivator NaOH terhadap kinerja karbon aktif kulit kacang tanah sebagai adsorben fosfat dalam limbah laundry Nindhytia Anandy Berliany; Nurunnisa Alfi Hidayat; Herawati Budiastuti; Endang Widiastuti
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i2.1148

Abstract

Salah satu pencemar pada air limbah laundry yaitu fosfat dari detergen, senyawa tersebut dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan eutrofikasi. Kinerja karbon aktif kulit kacang tanah diteliti untuk digunakan sebagai adsorben untuk menyerap senyawa fosfat air limbah artifisial dan air limbah laundry. Kandungan selulosa yang tinggi dalam kulit kacang tanah berpotensi untuk diolah menjadi adsorben. Aktivator yang digunakan adalah NaOH 0,3; 0,5; dan 0,7 M. Dosis adsorben divariasikan 4, 8, 12, dan 16 g/L. Waktu karbonisasi 1 jam dengan suhu 450 oC. Ukuran karbon aktif ±100 mesh dan waktu aktivasi 24 jam. Karakterisasi dilakukan melalui analisis kadar air, abu, zat menguap, karbon aktif murni, daya serap iod, dan uji SEM-EDX. Diperoleh karbon dengan karakteristik terbaik, yaitu karbon teraktivasi NaOH 0,3 M. Karakteristik yang diperoleh yaitu kadar air 0,8 %, abu 18,2 %, zat menguap 42,1 %, karbon aktif murni 38,8 %, dan daya serap iod 361,33 mg/g. Adsorpsi fosfat karbon teraktivasi 0,3 M dalam air limbah artifisial sodium tripolyphosphate (STPP) menghasilkan efisiensi penyisihan 60 % dengan dosis terbaik 16 g/L. Adsorpsi fosfat karbon teraktivasi 0,3 M dalam limbah laundry diperoleh efisiensi penyisihan 37 % dengan dosis terbaik 16 g/L.
Perancangan Pirolisis Kayu Karet (Hevea brasiliensis) dan Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Menggunakan Rancangan Alat Berbasis Electric Furnace Bazlina D. Afrah; Muhammad I. Riady; Juliet P. Arsadha; R. Rimadhina; E. Oktarinasari
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i2.1496

Abstract

Proses pirolisis merupakan proses dekomposisi termokimia bahan organik melalui pemanasan tanpa atau dengan oksigen dari bahan-bahan yang mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Produk dari proses pirolisis antara lain bio-oil dan bio-char, dimana bio-oil merupakan cairan yang dihasilkan setelah melalui proses kondensasi sedangkan bio-char merupakan padatan sisa pembakaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengontrol suhu dalam proses pirolisis, sehingga dibutuhkan rangkaian alat pirolisis agar menghasilkan produk pada masing-masing range suhu yang diinginkan. Alat pirolisis ini terdiri dari komponen utama yaitu electric furnace dan reaktor, serta komponen-kompenen pendukungnya yaitu thermocouple, solid state relay, temperature controller, coil, terminal block, dan miniature circuit breaker (MCB). Perakitan alat pirolisis selanjutnya disambungkan dengan pipa menuju kondensor untuk terjadinya proses kondensasi. Electric furnace memiliki diameter 40 cm dan tinggi 50 cm. Setelah rangkaian selesai, diperlukan pengujian alat untuk memastikan rangkaian sudah bisa digunakan dan dapat mencapai target suhu. Bahan baku digunakan dengan basis 5 kg yaitu dengan variasi 60% kayu karet dan 40% tempurung kelapa. Hasil yang diperoleh pada proses pirolisis dengan tiga range suhu antara lain >100oC, >200oC, dan 300-350oC, adalah 140 mL, 1390 mL, 530 mL yang dilakukan selama 1 jam 44 menit. Produk bio-char sebanyak 1,4 kg didapatkan dari pirolisis 5 kg bahan baku. Uji bakar pada bio-char didapatkan adalah massa awal sebanyak 60 g, massa akhir sebanyak 6 g dengan waktu 23 menit serta laju pembakaran 2,3478 g/menit.
Pengaruh Penambahan Serbuk Alumina (Al2O3) pada Komposit Serat Kayu Jati Bermatriks Polipropilena Ella Melyna; Khadijah Sayyidatun Nisa; Anggi Aurel Lorensa Fitri
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i2.1529

Abstract

Limbah serbuk kayu jati hasil penggergajian kayu merupakan salah satu bahan alami yang belum termanfaatkan dengan baik. Penanganan limbah serbuk kayu jati yang tidak tepat dapat merusak lingkungan. Pemanfaatan serat atau partikel alami merupakan upaya alternatif bahan ramah lingkungan untuk menggantikan serat sintetis. Dalam aplikasi komponen otomotif membutuhkan bahan yang ringan seperti polipropilena tetapi dengan sifat mekanik yang lebih tinggi, sehingga pengembangan polipropilena sebagai matriks dalam komposit perlu dilakukan. Komposit pada umumnya terdiri atas matriks dari bahan polimer dan pengisi berupa serat atau partikel. Penggunaan serbuk kayu jati dapat menjadi partikel pengisi komposit. Penambahan filler dalam komposit diharapkan dapat meningkatkan sifat dari komposit dan mengurangi biaya produksi. Aluminium oksida (Al2O3) dapat dimanfaatkan sebagai filler karena memiliki sifat kekerasan dan stabilitas termal yang baik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi penambahan aluminium oksida terhadap kuat tarik, stabilitas termal, kekerasan, dan morfologi komposit polipropilena/serbuk kayu jati. Variabel penelitian ini adalah variasi komposisi aluminium oksida sebesar 1, 3, 5, dan 10 %berat dengan komposisi polipropilena/serbuk kayu jati sebesar 80:20 %berat. Metode pembuatan komposit yang digunakan adalah metode compression molding dengan mesin manual forming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi komposisi aluminium oksida pada komposit polipropilena/serbuk kayu jati 80:20 %berat tidak mempengaruhi kekuatan tarik, tetapi meningkatkan nilai temperatur transisi kaca (Tg) dengan nilai tertinggi 43,2 °C dan meningkatkan kekerasan dengan nilai kekerasan tertinggi 88 Shore D pada komposisi Al2O3 10 %berat.
Pemurnian minyak jelantah menggunakan adsorben cangkang telur Avicha Azizanie; Irna Dwi Destiana; Nurul Mukminah
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i2.1417

Abstract

Salah satu cara memperbaiki kualitas minyak jelantah adalah dengan pemurnian menggunakan adsorben. Cangkang telur mengandung kalsium karbonat yang dapat digunakan sebagai adsorben. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan antara cangkang telur ayam, telur bebek, dan telur puyuh sebagai adsorben terhadap karakteristik kimia, warna dan kekeruhan, serta menentukan jenis cangkang telur sebagai adsorben terbaik. Pelaksanaan penelitian terdiri dari pembuatan adsorben, pemurnian minyak jelantah dan pengujian mutu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 1 faktor (jenis cangkang telur yang berbeda) yaitu, P1 (cangkang telur ayam), P2 (cangkang telur bebek), dan P3 (cangkang telur puyuh) dengan 3 kali pengulangan. Data yang diperoleh diolah menggunakan Metode One way ANOVA, dilanjut dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan adsorben cangkang telur berpengaruh nyata terhadap karakteristik kimia pada bilangan iodin dan bilangan peroksida serta karakteristik warna. Karakteristik kimia terbaik adalah P1 (cangkang telur ayam) dengan bilangan peroksida (20,29 mek O2/kg), bilangan iodin (51), dan pH (7,87). P3 (cangkang telur puyuh) memiliki perubahan warna paling baik yaitu lebih terang dibandingkan P0 (minyak kontrol). Perbedaan jenis cangkang telur tidak memberikan pengaruh signifikan pada bilangan asam, kadar asam lemak bebas, dan kekeruhan.
Produksi glukosa dari mikroalga chlorella, sp. melalui hidrolisis oleh enzim cellulase Pilandari Lembono; Mei-Jywann Syu
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 2 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya in collaboration with Asosiasi Pendidikan Tinggi Teknik Kimia Indonesia (APTEKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i2.1421

Abstract

Bioetanol sebagai renewable energy dapat diproduksi dari glukosa. Glukosa untuk bioetanol dapat diproduksi dari beberapa sumber, generasi pertama adalah dari bahan pangan berupa pati, gula tebu hanya saja menyebabkan kenaikan harga bahan mentah karena bersaing dengan produk pangan. Generasi kedua adalah dari biomassa lignoselulosa seperti serbuk gergaji, pupuk, rumput yang sulit untuk diproses karena kandungan lignin yang tinggi sehingga menyebabkan biaya proses yang tinggi. Alternatif sumber glukosa adalah dari mikroalga yang memiliki produktivitas biomassa yang tinggi dan kandungan selulosa yang potensial untuk dikonversi menjadi glukosa. Selulosa dalam biomassa dapat dikonversi menjadi glukosa dengan reaksi hidrolisis enzimatik menggunakan enzim cellulase. Penelitian ini bertujuan menentukan parameter-parameter optimal dalam mengkonversi selulosa menjadi glukosa, antara lain konsentrasi enzim, temperatur, dan waktu reaksi. Biomassa diperoleh dari kultivasi mikroalga Chlorella, sp. dalam media bernutrisi, dengan aliran gas karbon dioksida dan radiasi sinar UV. Reaksi hidrolisis dilakukan dengan variasi konsentrasi enzim cellulase 1,25 – 5 mg/ml, temperatur reaksi 40-70 °C, dan waktu reaksi 8 – 60 jam. Uji kandungan glukosa dilakukan menggunakan reagen DNS dan pembacaan absorbansi oleh Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi glukosa yang tertinggi sebesar 3,07 g/L diperoleh pada reaksi hidrolisis dengan konsentrasi enzim cellulase 5 mg/ml, temperatur reaksi 55 °C, dan waktu reaksi 58 jam.