cover
Contact Name
Lia Cundari
Contact Email
liacundari@ft.unsri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_tekim@unsri.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Kimia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 08530963     EISSN : 27214885     DOI : -
Jurnal Teknik Kimia merupakan publikasi tulisan ilmiah hasil riset dan pengalaman lapangan di bidang Teknik Kimia, mulai dari prinsip dasar atau fundamental sampai pada penerapan/aplikasinya di industri. Jurnal Teknik Kimia dalam versi cetak telah diterbitkan sejak tahun 1996. Jurnal Teknik Kimia juga diterbitkan dalam versi on line mulai tahun 2013. Pada versi on line dapat diakses publikasi di Jurnal Teknik Kimia sejak tahun 2008 sampai sekarang.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
Pemanfaatan jerami padi (Oryza sativa) sebagai bahan pembuatan pulp dengan proses soda diawali ekstraksi pektin Shinta N Vania; Prasetyo B. Nugroho; Ahmad M. Fuadi
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 2 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i2.974

Abstract

Industri pulp dan kertas di Indonesia semakin bertambah dan berkembang. Jerami padi merupakan bahan baku non-wood yang berharga untuk produksi pulp dan kertas sehinga dapat menjadi pendekatan ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah. Pembuatan pulp Jerami padi menggunakan proses soda dengan menggunakan bahan kimia Natrium Hidroksida (NaOH). Pelepasan pektin bertujuan untuk melepas pektin yang berfungsi sebagai perekat pada dinding sel agar terdegradasi, sehingga lebih mudah menguraikan lignin pada proses pulping. Jerami padi mengandung 35- 50 % selulosa, 20-35 % hemiselulosa, dan 10- 25 % lignin. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui besar kadar lignin dan perolehan pulp yang dihasilkan dalam pembuatan pulp dari Jerami padi menggunakan proses soda dengan diawali ekstraksi pektin. Variasi konsentrasi NaOH yang digunakan adalah 0,5 % ; 1 % ; 1,5 % ; 2 % ; 2,5 % dan variasi waktu yang digunakan adalah 30, 60, 90, 120, 150 menit. Kondisi optimum diperoleh pada konsentrasi NaOH 0,5 % dengan waktu pemasakan 90 menit dan diawali ekstraksi pektin. Perolehan pulp optimum sebesar 70,25 % yang termasuk dalam kategori high yield, sedangkan kadar lignin optimum diperoleh sebesar 1,35 %. Kadar lignin terambil sebanyak 9-24% dari kandungan awal. Ekstraksi pektin tersebut menggunakan HCl 37 % dengan rasio bahan:pelarut (b/v) 1:2,7. Pembuatan pulp tanpa diawali dengan pretreatment ekstraksi pektin, kadar lignin yang dihasilkan pada konsentrasi NaOH 0,5 % dan waktu pemasakan 90 menit adalah 4,75 % dan perolehan padatan pulp sebesar 80,95 %.
Pengaruh karbon aktif terhadap fouling membran reverse osmosis pada pengolahan air terproduksi Mayang Bidari; Merlinda Ariesty Putri; Subriyer Nasir
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.991

Abstract

Air terproduksi dari industri minyak dan gas memerlukan pengolahan untuk menurunkan parameter pencemarnya sebelum dibuang ke lingkungan atau digunakan kembali. Proses filtrasi dengan membran sebagai salah satu pilihan paling handal untuk proses pengolahan air dan air limbah dapat mengalami masalah fouling yang dapat mengurangi efisiensinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembentukan fouling pada membran Reverse Osmosis (RO) dengan mengintegrasikan filtrasi membran dengan proses adsorpsi menggunakan karbon aktif batok kelapa. Sistem membran RO menggunakan kondisi tekanan operasi yang berbeda (10, 11 12 bar) dan waktu filtrasi (15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120 menit). Modified Fouling Index (MFI) digunakan untuk menggambarkan fouling pada proses dan penelitian difokuskan pada penurunan zat padat terlarut (TDS). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tekanan operasi terbaik terjadi pada tekanan 12 bar dengan nilai fluks permeate tertinggi yaitu 0,75 L/m2h dan rejeksi TDS tertinggi sebesar 95,90%. Sistem terintegrasi antara karbon aktif adsorpsi dan membran RO menghasilkan nilai MFI tertinggi sebesar 65,64 s/L2 pada tekanan 10 bar.
Pengolahan limbah Palm Oil Mill Effluent (POME) menggunakan proses aerasi dalam kolom aerator plat berlubang Sisnayati Sisnayati; Dian S Dewi; R Komala; M Meilianti; Muhammad Faizal
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.996

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil terbesar Crude Palm Oil (CPO) di dunia. Namun industri ini menghasilkan limbah cair yang disebut Palm Oil Mill Effluent (POME) yang dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup. Teknologi yang digunakan untuk mengolah POME pada penelitian ini adalah Kolom Aerasi Plat Berlubang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh waktu aerasi terhadap kualitas POME ditinjau dari penurunan kandungan Chemical Oxygen Demand (COD), Nitrogen Total (N-Total) dan pH dalam POME. Rangkaian alat penelitian terdiri dari Kolom Aerator dengan tinggi 100 cm dan diameter 10 cm serta di dalam kolom aerator dipasang plat berlubang dengan diameter lubang 0,5 cm dengan jarak masing-masing plat 10 cm. Pengambilan sampel dilakukan setiap 24 jam selama rentang waktu 6 hari, untuk diukur nilai pH menggunakan metode elektrometri, pengukuran nilai COD menggunakan metode reflux dan nilai N-Total diukur berdasarkan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik limbah POME sebelum proses aerasi memiliki nilai pH 5,73 dan mengandung COD dan N-Total yang sangat tinggi, yaitu berturut-turut 1.475,14 mg/L dan 91,12 mg/L yang melebihi ambang batas baku mutu lingkungan yang diizinkan. Kenaikan pH seiring dengan berjalannya waktu aerasi. Nilai pH tertinggi terjadi pada sampel POME I pada hari ke-5, yaitu 7,47. Semakin lama proses aerasi, maka kandungan COD dan N-Total akan semakin menurun, yaitu penurunan COD terbesar pada sampel POME II pada hari ke-6, sebesar 37,58 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 97,45%. Penurunan kandungan N-Total terbesar terjadi pada sampel POME I di hari ke-6, yaitu sebesar 0,42 mg/L dengan persentase penurunan sebesar 99,54%.
Optimalisasi jaringan penukar panas untuk sistem energi yang efisien pada pabrik pengolahan LPG Muhammad Rizky Zen; Khoirun Naimah
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 2 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i2.1011

Abstract

Krisis energi yang terjadi saat ini menunjukkan semakin tingginya tingkat konsumsi energi yang semakin lama semakin tidak sebanding dengan ketersediaan energi yang ada. Permasalahan ini menuntut setiap industri di dunia untuk dapat mengoptimalkan dan mengefisienkan penggunaan energi untuk keperluan proses produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain jaringan penukar panas yang optimal sehingga dapat menurunkan tingkat konsumsi energi serta meningkatkan efisiensi dan efektifitas penggunaan energi pada pabrik pengolahan LPG. Pinch analysis merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mengoptimalisasi jaringan penukar panas dengan memanfaatkan prinsip heat recovery. Pengambilan data operasi pabrik pengolahan LPG yang memuat informasi laju alir, tekanan, dan suhu dari setiap aliran proses dilakukan untuk pembuatan simulasi proses dengan menggunakan aspen hysys dan kemudian dilanjutkan dengan ekstraksi data ke aspen energy analyzer. Setelah jaringan penukar panas dioptimasi dengan cara menambahkan satu buah alat penukar panas yang baru yaitu E-105, terjadi penurunan konsumsi energi pada aftercooler sebesar 51,52 %, chiller sebesar 55,68 %, dan juga penggunaan heater dapat dihilangkan sehingga terjadi pengurangan energi sebesar 2.455 kW. Dari hasil studi ini, maka dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan optimasi jaringan penukar panas dengan menggunakan pinch analysis, terjadi penghematan energi total sebesar 31,41 % atau 4.908 kW dan juga penghematan biaya signifikan pada proses pengolahan LPG.
Sintesis poliol sebagai senyawa intermediate pada pembuatan biolubricant dari minyak kelapa sawit Juni Prianto; Muhammad Said; Muhammad Faizal; R. Arie Hartawan; Miratna Juwita; Fitri Rosdiana
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 2 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i2.1067

Abstract

Sintesis senyawa poliol sebagai bahan intermediate pada pembuatan pelumas dari minyak kelapa sawit (CPO) telah dilakukan untuk mensubstitusi pelumas dari minyak bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu, waktu reaksi dan katalis terhadap konversi senyawa poliol yang dihasilkan dengan variabel suhu 45, 50, 55, dan 60 °C dan waktu reaksi 30, 60, 90, 120 menit serta katalis bentonit 1 %. Senyawa poliol mengandung lebih dari satu gugus hidroksil yang terbentuk dari reaksi hidroksilasi senyawa epoksi CPO dan alkohol (metanol). Senyawa epoksida CPO diperoleh dari hasil reaksi epoksidasi antara asam peroksida dengan senyawa asam asetat dengan CPO. Kualitas senyawa poliol ditentukan dari analisis densitas, bilangan asam, indeks viskositas, bilangan hidroksil, dan bilangan oksiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi senyawa poliol tertinggi adalah 51,985 % pada 55 °C selama 120 menit. Konstanta kinetika reaksi hidroksilasi pada 55 °C adalah 0,197 mol/L menit. Senyawa poliol dari hasil sintesis dari minyak kelapa sawit telah berhasil diproduksi dan memenuhi standar SNI untuk digunakan sebagai bahan baku produksi biolubricant.
Pengaruh jenis koagulan alami terhadap karakteristik karet pada klon IRR 118 Feerzet Achmad; Damayanti Damayanti; Enjel Saputri; Widiyanti Aprilia; Suhartono Suhartono; Suharto Suharto
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.1221

Abstract

Pohon karet (Hevea Braziliensis) merupakan komoditas penting dalam perekonomian Indonesia dan sebagai salah satu tanaman penghasil lateks. Untuk menghasilkan produk karet SIR 3L, lateks perlu dilakukan koagulasi dengan menggunakan koagulan. Koagulan yang biasa digunakan oleh industri pengolahan karet yaitu koagulan kimia asam formiat namun koagulan kimia ini tidak ramah lingkungan dan pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis koagulan alami terhadap karakteristik karet pada klon IRR 118 (Indonesian Research Rubber). Analisa karakteristik karet yang dilakukan adalah DRC (Dry Rubber Content), Po (Plastisitas awal), dan PRI (Plasticity Retention Index). Penelitian dilakukan di PT. Perkebunan Nusantara VII Afedeling 3, Unit Way Berulu Pesawaran, Lampung. Koagulan alami dengan konsentrasi 100% digunakan sebanyak 50 mL pada 100 mL sampel lateks. Penelitian ini dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu: preparasi koagulan, pengambilan lateks, koagulasi lateks, dan karakterisasi karet. Koagulan alami yang digunakan yaitu nanas muda (NM), jeruk nipis (JN), cermai (C), belimbing wuluh (BW), dan belimbing buah (BB). Hasil dari penelitian ini dengan koagulan alami BB dimana pH koagulasi lateks tidak mengalami penurunan secara signifikan dan penurunan pH lateks terendah yaitu 4pada koagulan alami BW. Proses koagulasi tercepat yaitu selama 4,1 menit dengan koagulan alami BW, sedangkan proses koagulasi terlama terjadi pada koagulan alami BB yaitu selama 9,6 menit. Nilai DRC tertinggi diperoleh BW sebesar 33,37% sedangkan nilai DRC terendah pada BB sebesar 30,68%. Nilai TSC (Total Solid Content) yang diperoleh pada penelitian ini yaitu sebesar 35,8%. Nilai Po tertinggi dari jenis koagulan BW sebesar 36,33% dan nilai Po terendah pada belimbing buah sebesar 33%. Nilai PRI tertinggi diperoleh koagulan alami dari BW sebesar 81,04% sedangkan nilai PRI terendah pada BB sebesar 75,41%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mutu karet terbaik diperoleh dari penambahan jenis koagulan alami BW. Karakteritik karet yang dihasilkan dengan menggunakan koagulan alami lebih baik jika dibandingkan dengan koagulan kimia dan memenuhi standar SNI 06-1903-2011 untuk produk karet SIR 3L.
Degradasi remazol yellow FG dengan katalis oksida besi/karbon aktif dengan metode fotokatalis Aster Rahayu; Lindi Juliantri; Rahma Yunita Amalia
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.1222

Abstract

Di Indonesia, industri tekstil dan produk tekstil adalah salah satu penyumbang terbesar dalam peningkatan perekonomian. Namun perkembangan industri yang pesat ini berbanding terbalik dengan keseimbangan lingkungan hidup. Salah satu yang menjadi masalah utama dari limbah cair yang dihasilkan industri tekstil yaitu berupa zat warna. Umumnya limbah cair yang dibuang industri tekstil termasuk senyawa organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme dengan cepat sehingga dapat menyebabkan polutan bagi lingkungan terutama ekosistem perairan. Beberapa metode yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kandungan zat warna dalam limbah industri tekstil antara lain metode biologi, koagulasi, elektrokoagulasi, adsorpsi, ozonisasi, klorinasi. Namun, dari beberapa metode tersebut kurang efektif dalam mengatasi limbah zat warna tekstil bahkan seringkali menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan. Salah satu metode pengolahan yang saat ini sedang dikembangkan untuk mendegradasi warna pada limbah cair yakni metode fotokatalis lampu UV-sinar matahari. Metode fotokatalis lampu UV-sinar matahari ini menggunakan oksidasi besi/karbon aktif sebagai katalis. Pengolahan sample warna dilakukan dengan memvariasikan waktu penyinaran, konsentrasi katalis dan memvariasikan jenis sinar yang di aplikasikan ke larutan sampel 200 ml dengan penambahan katalis sebesar 0,1 gram terhadap waktu penyinaran selama 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, dan 5 jam penyinaran lampu UV dan sinar matahari sehingga didapat persentase penurunan absorbansi tertinggi pada konsentrasi katalis 4% FE dalam katalis karbon aktif dan lama penyinaran matahari selama 5 jam dengan penurunan sebesar 97,06% pada sampel limbah tenun.
Analisa eksperimental terhadap distribusi produk co-pyrolysis limbah sarung tangan medis dan limbah biomassa Azzalya Putri Athala; Yulia Fitri; Wahyu Meka; Abrar Ridwan; Rain A Mahendra; Tri N Rezeki; Laras S Widara; Munawir Hamzah
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.1283

Abstract

Tingginya angka penyebaran covid-19 menimbulkan dampak bagi peningkatan limbah medis secara global. Limbah medis merupakan limbah infeksius yang tergolong limbah fosil, sifatnya yang non-biodegradable dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu metode pengelolaan limbah yang tepat saat ini adalah pirolisis. Pada penelitian ini dilakukan co-pirolisis sarung tangan medis yang digabungkan dengan limbah biologis (limbah makanan, limbah kebun dan limbah kertas) dengan persentase massa 100:0, 25:75, 50:50, 75:25, 0:100 (%). Hasil co-pirolisis sarung tangan medis dan limbah biologis berupa produk minyak, arang dan gas. Minyak dengan kadar tertinggi dihasilkan dari co-pirolisis sarung tangan medis dan limbah kertas pada persentase massa 75:25 (%) (40%). Hasil maksimum (55%) produk arang dihasilkan dari co-pirolisis sarung tangan medis dan limbah kebun pada persentase massa 75:25 (%). Kadar tertinggi (45%) dari gas diperoleh pada penggabungan sarung tangan medis dengan limbah makanan (persentase massa 75:25 (%). Secara keseluruhan, uji co-pirolisis sarung tangan medis dan limbah biomassa dengan persentase massa sampel yang divariasikan menghasilkan produk yang diharapkan dapat membantu pengembangan energi masa mendatang
Biosintesis dan karakterisasi nanopartikel tembaga oksida (CuO) menggunakan ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) Efrilia R Rahmawati; Nazriati Nazriati
Jurnal Teknik Kimia Vol 28 No 3 (2022): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v28i3.1232

Abstract

Penggunaan nanopartikel telah berkembang pesat dalam berbagai bidang menyebabkan kebutuhan nanopartikel meningkat. Nanopartikel menjadi material yang banyak diminati karena memiliki banyak keunggulan jika dibandingkan dengan material jenis lain seperti raw material dan material yang berukuran lebih besar dari nanopartikel. Salah satu nanopartikel yang dikembangkan adalah nanopartikel CuO. Nanopartikel CuO umumnya disintesis dengan metode kimia dan fisika. Metode kimia dan fisika memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Alternatif metode yang dapat digunakan adalah biosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan biosintesis nanopartikel CuO menggunakan ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.). Ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) berperan sebagai agen capping dan penstabil dalam pembentukan nanopartikel CuO. Biosintesis nanopartikel CuO berhasil dilakukan dengan ditunjukkannya puncak-puncak pada difraktogram XRD pada sudut 2θ: 32,5°; 35,5°; 38,77°; 46,3°; 48,77°; 53,48°; 58,28°; 61,55°; 66,28°; 66,28°; 68,04°; 72,44°; 75,08°; dan 82,77° dan diperoleh pita serapan FTIR pada bilangan gelombang 594 dan 469 cm-1. Hasil Penelitian menunjukkan nanopartikel CuO memiliki ukuran partikel pada pH 10, 11, dan 12 secara berturut-turut sebesar 24,04; 23,84; dan 22,68 nm dengan morfologi berbentuk lempengan serta nilai energi celah pita nanopartikel CuO yang diperoleh sebesar 5,25 eV.
Pemanfaatan sekam padi untuk produksi biobriket dengan variasi binder tepung tapioka dan tepung biji durian Rizka Wulandari Putri; Rahmatullah .; Budi Santoso; Selpiana .; Mutiara Aiko Habsyari; Shafira T Aliyah; Alek Al Hadi; Alieftiyani P Gobel
Jurnal Teknik Kimia Vol 29 No 1 (2023): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v29i1.1240

Abstract

Keterbatasan pasokan bahan bakar untuk kebutuhan domestik seperti LPG saat ini mendorong banyak peneliti mencari sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar, salah satunya adalah bahan bakar padat biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perekat (binder) dan rasio bahan baku pada pembuatan biobriket dari sekam padi. Limbah pertanian berupa sekam padi dikumpulkan dan dipreparasi untuk penghilangan pengotor dan air sebelum dilakukan karbonisasi. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 300 ºC selama 30 menit. Penelitian ini menggunakan variasi perekat (binder) tepung tapioka dan tepung biji durian, dengan rasio bahan baku: binder yaitu 1 : 3; 1 : 1; dan 3 : 1. Biobriket yang dihasilkan diujji sifat fisika dan kimianya dengan analisa proksimat kemudian dilanjutkan dengan perendaman briket didalam minyak jelantah selama 10 menit . Hasil briket dianalisa dengan uji proksimat dan mendapatkan hasil kadar air (4,63% - 11,86%), kadar abu (21,05% - 41,03%), kadar zat mudah menguap (39, 08% - 53,88%), kadar karbon terikat (9,46% - 19,90%), untuk nilai kalor biobriket tanpa perendaman (2633 – 3502 kal/g) dan meningkat signifikan menjadi (3500 – 5671 kal/g) setelah perendaman minyak jelantah. Dari hasil tersebut, beberapa parameter telah memenuhi standar briket Jepang, Eropa dan Indonesia