cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Analisis Kebijakan Sistem Pelepasan Informasi Medis Pasien Kepada Pihak Ketiga Di RSUD X Dimas Aulia Savitri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.453

Abstract

Pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga merupakan tanggung jawab fasilitas kesehatan untuk melindungi informasi kesehatan yang terdapat didalamnya dari rusak, hilang, pemalsuan data dan akses illegal. Oleh karena itu fasilitas kesehatan harus memiliki kebijakan yang mengatur sistem pelepasan informasi medis pasien kepada pihak ketiga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga di RSUD X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, melalui teknik wawancara mendalam dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang, yaitu pimpinan RSUD, manajer pelayanan medik, kepala bagian rekam medis, dan DPJP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RSUD X sudah memiliki kebijakan terkait sistem pelepasan informasi medis kepada pihak ketiga namun di kegiatan pelepasan di lapangan belum sesuai kebijakan. Hal tersebut dikarenakan karena komunikasi seperti sosialisasi dari pimpinan masih kurang sehingga pelaku kebijakan masih belum mengetahui tentang kebijakan tersebut. Pimpinan juga belum pernah melakukan monitoring dan evaluasi terkait kegiatan pelepasan tersebut sehingga pimpinan tidak mengetahui ada faktor-faktor lain yang menyebabkan kebijakan tersebut tidak berjalan.
Kesiapan Puskesmas Samigaluh I Dalam Peralihan Rekam Medis Konvensional Ke Rekam Medis Elektronik Emi Widayanti; Della Hani Septiana; Makhrum Irmaningsih; Vina Annisa Putri; Savitri Citra Budi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.555

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik di Indonesia sudah mulai diimplementasikan atas dasar keputusan yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan untuk mulai mentransformasikan rekam medis konvensional menjadi rekam medis berbasis komputer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesiapan Puskesmas Samigaluh I dalam masa peralihan dokumen rekam medis berbasis kertas (paper based) ke rekam medis berbasis komputer atau Rekam Medis Elektronik (RME). Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara diperoleh hasil bahwa di Puskesmas Samigaluh I ditemui beberapa kelebihan dan kekurangan dalam mengimplementasikan RME. Aspek Money dan Method menjadi hambatan utama untuk menyukseskan penyelenggaraan RME di Puskesmas Samigaluh I untuk melengkapi kekurangan baik dari sarana prasarana maupun SDM.
Efektivitas Kobotoolbox sebagai Media Pengolahan Data Surveilans Terpadu Penyakit Puskesmas Guntung Manggis Rifaldi Rifaldi; Anisa Sujarwati; Kamilia Quamila Andriani; Dian Rosadi; Hadrianti HD Lasari; Noor Ahda Fadillah; Rudi Fakhriadi
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.559

Abstract

Program Surveilans Terpadu Penyakit (STP) di Puskesmas Guntung Manggis memiliki permasalahan yaitu tahapan pengolahan data hanya beruba tabulasi. Pengolahan data tidak dilanjutkan ke bentuk diagram, grafik dan pemetaan sehingga akan kurang menggambarkan tren penyakit berdasarkan karakteristik epidemiologis. Hal ini akan menyulitkan tahapan selanjutnya yaitu analisis data sehingga menghasilkan rekomendasi tindak lanjut yang kurang tepat sasaran. Permasalahan ini dipecahkan dengan menggunakan aplikasi kobotoolbox dalam pengolahan data STP. Hasil evaluasi menggunakan model TAM menyatakan bahwa kobotoolbox sebagai media pengolahan data STP dinyatakan sangat efektif (>76%). Aplikasi tergolong sangat efektif dengan skor tertinggi 100% pada komponen perceived usefulness, perceived ease of use, dan actual system to use. Sementara komponen behavioral intention to use mendapatkan skor 80%. Unit Surveilans Puskesmas Guntung Manggis diharapkan terus menggunakan aplikasi kobotoolbox dalam mengolah data STP sehingga rekomendasi yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
ANALISA PENERIMAAN PENGGUNA SISTEM MANAJEMEN PUSKESMAS DI KABUPATEN CIREBON TAHUN 2022 Robiatul Adawiyah; Lina Khasanah; Laila Nur Rokhmah, SKM, MKM; Chairina Rizqiyah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.560

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berkembang pesat masuk ke dalam aspek kehidupan, tidak terkecuali sebagai pendukung pembangunan kesehatan. Tuntutan kualitas pelayanan kesehatan dapat dipenuhi maksimal oleh petugas dengan bantuan TIK. Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan perseorangan dan masyarakat tingkat pertama. Puskesmas wajib menyelenggarakan sistem informasi puskesmas. Ketersediaan informasi tersebut diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). SIMPUS adalah suatu aplikasi manajemen yang fungsi utamanya untuk mengolah data pasien, serta laporan-laporan yang dibutuhkan dalam manajemen puskesmas. Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon dalam penerapan SIMPUS menggunakan Aplikasi SIKDA Generik. Penggunaan SIMPUS di puskesmas Kabupaten Cirebon belum maksimal. Desain penelitian ini menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM) dengan jenis penelitian analitik kuantitatif pendekatan deskriptif. Sampel dihitung menggunakan teknik slovin dan nilai tingkat penerimaan pengguna menggunakan kuesioner. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana penerimaan pengguna SIMPUS di Kabupaten Cirebon Tahun 2022. Hasil penelitian ini yaitu 77% setuju dengan kemudahan penggunaan SIKDA Generik dan 75% menyatakan setuju dengan kebermanfaatan SIKDA Generik. Hasil uji spearman rank diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.001, yang mempunyai arti ada hubungan yang signifikan antara variabel persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kebermanfaatan. Serta diperoleh angka kosfisien korelasi sebesar 0.625. Hal ini menunjukkan makna serta bersifat positif dan tingkat hubungan yang kuat.
Kelengkapan Hasil Laboratorium Berdasarkan Kodifikasi LOINC (Studi Kasus: Cerebral Infarction) Laisa Nanda Alifia; Sugiarti, Ida
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.562

Abstract

Pasca disahkannya Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis, rumah sakit di Indonesia menghadapi tantangan untuk melakukan interoperabilitas data serta potensi pelaksanaan pengkodean rekam medis pada pemeriksaan penunjang dengan menggunakan Logical Observation Identifiers Names and Codes (LOINC). Negara Indonesia saat ini belum menerapkan LOINC, maka perlu dilihat kelengkapan hasil laboratorium dalam menunjang kodifikasi LOINC guna mendukung interoperabilitas di era RME. Banyak hal yang harus disiapkan, termasuk belum adanya pedoman pendokumentasian hasil laboratorium. Penelitian ini pada kasus Cerebral Infarction yang merupakan kasus terbanyak rawat inap di RSUD S wilayah Kabupaten Tasikmalaya Bulan Desember 2022. Tujuan penelitian untuk menganalisis kelengkapan hasil laboratorium Cerebral Infarction guna menunjang kodifikasi LOINC. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil kelengkapan laboratorium berdasarkan struktur LOINC dari 72 pasien diperoleh data lengkap 488 pemeriksaan (43%), tidak lengkap 475 pemeriksaan (33%), tidak ada 477 pemeriksaan (33%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketidaklengkapan pada hasil laboratorium Cerebral Infarction disebabkan oleh tidak adanya struktur LOINC yaitu system dan method, sehingga konsep dasar susunan laboratorium menggunakan standar data LOINC perlu ditingkatkan agar menghasilkan data yang berkualitas.
Implementation of Hypertension Patient Identification Based on Patient Safety Goals (PSG) : Pelaksanaan Identifikasi Pasien Hipertensi Berdasarkan Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) Ferlita Nazielia Putri; Sugiarti, Ida
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.568

Abstract

Salah satu prosedur keselamatan pasien yang paling penting di rumah sakit dimulai dengan identifikasi pasien yang tepat. Identifikasi pasien yang benar, layanan atau tindakan yang tepat untuk individu dapat diberikan berdasarkan identitas pasien yang benar. Tujuan identifikasi pasien adalah untuk mengidentifikasi secara tepat siapa yang akan mendapatkan layanan atau aktivitas dan memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Pentingnya identifikasi pasien dalam upaya pencegahan kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan identifikasi pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah mix methode kuantitatif kualitatif dengan sampel 67 pasien hipertensi rawat inap menggunakan insidental sampling dengan informan 3 orang perawat dan 11 orang keluarga pasien. Penggunaan gelang identitas dan pemasangan tanda pengenal di tempat tidur tidak dijelaskan dengan baik kepada pasien dan keluarganya. Pelaksanaan identifikasi pasien yang benar dengan memperhatikan keselamatan pasien agar tujuan utama dari identifikasi yang benar dalam menghindari kejadian yang tidak diinginkan dapat tercapai.
Analisis Tingkat Kesiapan Penerapan Rekam Medis Elektronik Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Boyolali Eka Siti Hastuti; Sri Sugiarsi; Sri Mulyono
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.570

Abstract

Puskesmas wilayah Kabupaten Boyolali, merencanakan persiapan penerapan rekam medis elektronik sebagai langkah responsive dalam menghadapi PMK RI Nomor 24 Tahun 2022. Dalam pelaksanaannya, rencana penerapan RME pada puskesmas masih ditemukan beberapa kendala yaitu minimnya sarana fasilitas seperti komputer dan perangkat keras lainnya, pengaruh budaya kerja dan SDM yang masih nyaman dengan sistem rekam medis manual. Karena itu perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis tingkat kesiapan penerapan RME menggunakan metode DOQ-IT (Doctor's Office Quality-Information Technology). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesiapan penerapan RME di Puskesmas Kabupaten Boyolali dari faktor sumber daya manusia, budaya kerja organisasi, tata kelola kepemimpinan dan infrastruktur. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional analitik. Populasi pada penelitian ini seluruh pengguna RME di 25 Puskesmas Kabupaten Boyolali, pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling diperoleh sebanyak 8 puskesmas dengan total 208 responden. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner google form. Hasil uji validitas pearson product moment dinyatakan valid. Hasil uji reliabilitas kuesioner dinyatakan reliabel. Hal ini berarti instrument (Sumber Daya Manusia, Budaya Kerja Organisasi, Tata Kelola Kepemimpinan dan Infrastruktur) sebagai faktor yang dapat mengukur kesiapan RME. Kesiapan penerapan RME di puskesmas wilayah Kabupaten Boyolali berada pada range I dengan total skor 101,03 dan termasuk pada kategori sangat siap.
Evaluasi Penerapan Rekam Medis Elektronik Rawat Inap di RS X Bengkulu Utara: Sistem dan Pengguna Yunita Fenilho; Jaslis Ilyas
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.583

Abstract

Penerapan rekam medis elektonik (RME) menawarkan fasilitas yang menjanjikan, seperti meminimalisasi kesalahan medis, meningkatkan kualitas berkas klaim asuransi, dan mengurangi biaya operasional rumah sakit. Tujuan penelitian: Penelitian ini untuk melihat keberhasilan penerapan RME rawat inap dari aspek kelengkapan isi dan menemukan kendalanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 21 orang staf rumah sakit dan IT dari beberapa level. Hasil penelitian menunjukkan implementasi RME rawat inap tidak memperbaiki kualitas rekam medis dari sisi kelengkapan karena keterbatasan template, sistem yang belum terintegrasi, dan resistansi pada dokter. Kesimpulan RME rawat inap yang diimplementasikan saat ini masih memerlukan pengembangan untuk mencapai pengumpulan, penyimpanan, dan tampilan informasi yang komprehensif.
Hambatan Implementasi Rekam Medis Elektronik dari Perspektif Perekam Medis Dengan Metode PIECES Tika Sari Dewi; Aicia Anatha Silva
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.597

Abstract

Implentasi Rekam medis elektronik (RME) meskipun sudah di implentasikan secara luas akan tetapi masih banyak kendala yang ditemukan. Dalam pelaksanaan RME di RST dr. Soedjono Magelang masih belum berjalan maksimal dengan ditemukan berbagai kendala. Tujuan dari penelitian ini adalah mengeksplorasi hambatan implementasi RME dari perspektif petugas rekam medis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dengan pendekatan semi terstruktur pada 6 informan petugas rekam medis yang bertugas di unit pendaftaran, coding, analisa, dan pelaporan. Peneliti menggunakan analisis induktif untuk menentukan koding, kategori dan tema dari hambatan implementasi RME. Hasil penelitian ini dtemukan 12 tema terkait hambatan implementasi RME di RST dr. Soedjono Magelang yaitu kinerja RME, kecepatan sistem, modul dan fitur, akurasi informasi, kualitas keluaran, integritas data, kendala teknis, biaya, keamanan data, kendala non teknis, efisiensi RME dan kualitas layanan RME. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditemukan beberapa masalah yang pada implementasi RME di RST dr. Soedjono Magelang yaitu dari aspek kecepatan sistem, modul dan fitur, akurasi informasi, kualitas keluaran, integritas data, kendala teknis, biaya, keamanan data, kendala non teknis, efisiensi RME dan kualitas layanan RME. Kata Kunci: Rekam Medis Elektronik, Hambatan, PIECES
Perancangan Aplikasi Re-Tuberis (Remember Tuberculosis) Dalam Pelayanan Informasi Dan Kepatuhan Penggunaan Obat Riki Afriansyah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i2.612

Abstract

Aplikasi Re-Tuberis sangat diperlukan untuk memberikan pelayanan tuberkulosis sesuai dengan standar di Kepulauan Bangka Belitung. Aplikasi Re-Tuberis dibangun dengan menggunakan metode FAST karena proses dalam pembuatan aplikasi yang lebih cepat. Aplikasi Re-Tuberis dapat membantu PMO dan pasien dalam hal kepatuhan penggunaan obat karena PMO dapat memonitoring secara realtime. PMO dapat mengecek kebenaran pasien dalam melakukan aktivitas minum obat serta pada Aplikasi ini terdapat suara notifikasi untuk mengingat pasien agar segera minum obat sesuai jadwal yang telah diberikan oleh PMO. Dari hasil pengujian sistem diperoleh hasil bahwa fungsionalitas sistem dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna