cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 6 (2024)" : 25 Documents clear
Analisis kesulitan belajar pembagian pada peserta didik kelas IV SDN 3 Tugu Al Warid, Muhammad Habib
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20454

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu oleh adanya peserta didik kelas IV SDN 3 Tugu yang mengalami kesulitan dalam belajar pembagian. Permasalahan ini menjadi motivasi bagi peneliti untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap kesulitan belajar pembagian yang dihadapi oleh peserta didik. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian melibatkan 27 peserta didik yang mengalami kesulitan dalam belajar pembagian dan seorang guru sebagai narasumber. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, langkah analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar pembagian disebabkan oleh: 1) pemahaman yang kurang terhadap konsep pembagian; 2) kesulitan dalam memahami nilai tempat; 3) kesulitan dalam menerapkan prinsip-prinsip pembagian dan 4) kurangnya pemahaman terhadap prosedur penyelesaian pembagian.
Pembelajaran daring untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Sukamukti melalui model PQ4R Andi, Andi; Ronny Mugara
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20573

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil skenario dan implementasi, serta kesulitan-kesulitan yang dialami siswa pada pembelajaran daring untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN 1 sukamukti melalui metode PQ4R. Melalui model PQ4R ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada siswa agar mereka dapat mengetahui, menjelaskan dan belajar dari apa yang telah mereka ketahui. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif., sedangkan alat yang digunakan adalah lembar observasi guru dan siswa, lembar survei guru dan siswa, lembar survei guru dan siswa, wawancara guru dan siswa, dan lembar tes soal. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di salah satu sekolah dasar negeri di SDN 1 Sukamukti dengan 20 siswa sebagai sempel yang terdiri 9 siswa laki-laki dan 11 siswi perempuan. Instrument yang digunakan dalam peneltian ini yaitu lembar observasi guru dan siswa, wawancara guru dan siswa, angket guru dan siswa serta soal uraian pemahaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat adanya pengaruh pembelajaran menggunakan model PQ4R. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan presentase dari nilai hasil lebar soal tes sebesar 91%.
Analisis miskonsepsi operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui tes essay tertulis disertai CRI di kelas V sekolah dasar Febrianti Rahmawati, Syifa; Karlimah, Karlimah; Putri, Agnestasia Ramadhani
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.20843

Abstract

Pemahaman suatu konsep perlu diperhatikan dengan benar sebab apabila salah dalam penerapan konsep maka dapat menyebabkan miskonsepsi seperti yang sempat ditemui permasalahan tersebut dalam suatu tes di SDN Sukahurip. Miksonsepi yang terlihat yaitu dalam konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan berpenyebut berbeda. Maka diadakan penelitian lebih lanjut mengenai materi matematika pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan pecahan melalui tes essay tertulis agar dapat terlihat jelas bagaimana pengerjaan peserta didik dalam menerapkan konsep tersebut. Agar mendukung dalam penelitian ini juga menggunakan CRI sebagai tolak ukur dalam menganalisis miskonsepsi peserta didik. Analisis ini juga dibagi kedalam 3 kategori yaitu peserta didik peringkat tinggi, sedang, dan rendah sebagai pembeda dari penelitian-penelitian yang sudah ada. Sehingga dengan pengkategorian tersebut dapat memudahkan penulis untuk mengetahui miskonsepsi antar ketiga kategori itu terdapat persamaan atau tidaknya
Peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas V sekolah dasar pada pembelajaran IPS materi masalah sosial dengan menggunakan model problem based learning Devani Rahayu Putri; Muhammad Ghiyats Ristiana; Sofyan Nur Mahardika
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22810

Abstract

Penelitian ini dimotivasi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang disebabkan karena kurangnya pengalaman mereka dalam kegiatan pembelajaran pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah dengan menerapkan model problem based learning dalam pelajaran ilmu pengetahuan sosial yang membahas masalah sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Partisipan penelitian terdiri dari 28 siswa kelas V di SDN Solokan Jeruk 02. Data dikumpulkan melalui tes uraian pretest-posttest yang menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah sosial dengan mengacu pada empat indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pretest adalah 50,78 dan posttest adalah 75,07, dengan persentase rata-rata pretest sebesar 60% dan posttest sebesar 89%, menunjukkan peningkatan persentase skor rata-rata sebesar 29%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas V dalam menyelesaikan masalah pada pembelajaran ilmu pengetahuan sosial materi masalah sosial.
Analisis problematika pelaksanaan gerakan literasi sekolah pada tahap pembiasaan di sekolah dasar Tita Kusmaya; Seni Apriliya; Dwi Alia
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22866

Abstract

Pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah sudah mulai meredup semenjak adanya Covid-19. Dari 14 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya yang telah di observasi, terdapat 3 Sekolah Dasar yang masih menerapkan kembali program Gerakan Literasi Sekolah, walaupun dalam pelaksanaannya belum sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala yang dirasakan 3 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya dalam melaksanakan kembali program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengambilan data wawancara dilakukan ke beberapa narasumber diantaranya yaitu 3 kepala sekolah, 18 guru kelas, dan 90 peserta didik dari 3 Sekolah Dasar di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kendala yang sama-sama dirasakan oleh ketiga Sekolah Dasar tersebut dalam melaksanakan kembali program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan diantaranya yakni keterbatasan dana sekolah, terkendala waktu, buku bacaan cerita kurang up to date, pelaksanaan pembiasaan Gerakan Literasi Sekolah belum konsisten, dan guru kesulitan memotivasi peserta didik untuk membaca. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk menggalakkan maupun mendukung kembali program Gerakan Literasi Sekolah. Kata Kunci: Kendala, Sekolah Dasar, Tahap Pembiasaan.
Penerapan media pembelajaran wordwall untuk meningkatkan berpikir kritis matematis siswa kelas V SD Muhammadiyah 22 Sruni Ningrum, Alfika Ardi; Wibowo, Yunus Aris; Rahayu, Widyaningrum Yudi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22880

Abstract

Untuk menumbuhkan pemikiran kritis matematis siswa, diperlukan motivasi guru. Motivasi guru salah satunya bisa dari penerapan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi seperti wordwall. Masalah yang dialami wali kelas yaitu kesulitan dalam meningkatkan pemahaman dan berpikir kritis siswa ketika mengerjakan soal matematika. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 1) Mempertannyakan permasalahan; 2) Menguji kebenaran permasalahan; 3) Menilai (membandingkan hasil dengan kriteria); 4) Membuat kesimpulan dari solusi permasalahan. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian tindakan kelas (PTK) dan dilaksanakan selama 3 bulan di kelas V SD Muhammadiyah 22 Sruni Surakarta yang terdiri dari 32 siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media wordwall dapat meningkatkan berpikir kritis siswa kelas V SD Muhammadiyah 22 Sruni Surakarta. Hasil penelitian ini yaitu 1) kemampuan berpikir kritis peserta didik mengalami peningkatan, dengan selisih skor rerata tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik dari Siklus I ke Siklus II sebesar 13,75 poin; 2) Peningkatan yang terjadi pada persentase untuk masing-masing indikator kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I 58% dengan ketegori sedang, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan mencapai 13% yaitu kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus II sebanyak 71% dengan kategori tinggi.
Peningkatan kreativitas siswa sekolah dasar dalam pelatihan pembuatan motif batik ecoprint Sabiela, Royana Nafisa; Wijayanto, Wasis
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22891

Abstract

Abstract Art learning in elementary schools is part of the process of developing students' creativity. One form of traditional art that arouses interest and creativity is making Ecoprint batik motifs. Ecoprint is a natural batik technique that uses organic materials such as leaves and flowers to create motifs on fabric. The aim is to increase student creativity through making Ecoprint batik motifs. This activity method uses a descriptive qualitative method with preparation, socialization and training at SD 3 Ngembalrejo involving 12 class V students. Results: The implementation of ecoprint training at SD 3 Ngembalrejo has been carried out optimally and students have gained an understanding of ecosystems and natural resources. used in making Ecoprints to increase environmental awareness, provide students with real experience in exploring their creativity, introduce students to various traditional batik techniques and motifs and broaden their insight into Indonesian art and culture. Keywords: Ecoprint, Children's Creativity, Training Abstrak Pembelajaran seni di sekolah dasar merupakan bagian proses dari perkembangan kreativitas siswa. Salah satu bentuk seni tradisional yang membangkitkan minat dan kreativitas adalah pembuatan motif batik Ecoprint. Ecoprint merupakan teknik batik alami yang memakai bahan organik seperti daun dan bunga untuk menciptakan motif pada kain. Tujuan upaya meningkatkan kreativitas siswa melalui pembuatan motif batik Ecoprint. Metode kegiatan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan persiapan, sosialisasi, dan pelatihan di SD 3 Ngembalrejo melibatkan siswa kelas V sejumlah 12 siswa.Hasil : Pelaksanaan pelatihan ecoprint di SD 3 Ngembalrejo telah terlaksana dengan maksimal dan siswa dapat pemahaman tentang ekosistem dan sumber daya alam yang digunakan dalam pembuatan Ecoprint untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam menggali kreativitas mereka, memperkenalkan siswa pada berbagai teknik dan motif tradisional batik dapat memperluas wawasan mereka tentang seni budaya Indonesia.
Penerapan quizizz dalam bentuk QR-Code pada siswa kelas IV untuk meningkatkan motivasi belajar IPAS Asni Widyastuti, Sabrina; Syahputra, Henry Januar
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.22997

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu karena rendahnya motivasi belajar peserta didik dan pembelajaran IPAS yang masih kurangnya dipahami oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan quizizz dalam bentuk paper mode (QR-Code) untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pelajaran IPAS materi Gaya dikelas IVA SD Islam Al Madina Semarang pada semester ganjil tahunpelajaran 2023/2024. Penelitian ini berjenis Penelitian Tindakan Kelas. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskripstif kuantitaitf dan deskriptif kualitatif. Hasil observasi pada proses pembelajaran di jelaskan bahwa sebagian data kualitatif sedangkan hasil angket dan tes evakuasi peserta didik dibahas sebagai data kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar peserta didik kelas IVA SD Islam Al Madina Semarang pada mata pelajaran IPAS materi Gaya. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata motivasi belajar peserta didik dengan kondisi awal sebesar 56% termasuk dalam kategori kurang. Pada siklus I meningkat menjadi 73% dalam kategori cukup, sedangkan pada siklus II rata-rata motivasi belajar peserta didik menjadi 79% dalam kategori baik. Hal tersebut juga didukung dengan hasil evaluasi pada siklus I terdapat 18 peserta didik yang tuntas dan meningkat pada siklus II menjadi 26 peserta didik.
Implementasi model problem based learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada peserta didik kelas V SDN Tlogosari Kulon 01 Ismohandoyo, Adiar; Wijayanti, Arfilia; Suyari, Suyari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.23022

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi pembelajaran terpusat dimana siswa bersama-sama memecahkan masalah dan merefleksikan pengalamannya, serta berdiskusi untuk memecahkan masalah (Hotimah, 2020). Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran di sekolah dasar dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan yang akan mempengaruhi kualitas penulisan informasi hasil teknologi pangan yang ditulis siswa. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran yang telah dilakukan di kelas V SDN Tlogosari Kulon 01, hasil belajar siswa mengalami penurunan yang terlihat pada ulangan harian yang masih dibawah KKM (75). Selain itu diketahui penyebab menurunnya hasil belajar siswa antara lain guru masih sering menggunakan metode konvensional atau ceramah. Hal ini menyebabkan proses pembelajaran menjadi monoton dan siswa menjadi kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran sehingga hasil belajar dan aktivitas siswa menjadi rendah. Berdasarkan uraian yang ada, peneliti ingin melakukan penelitian eksperimen dengan judul “Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SDN Tlogosari Kulon 01. Berdasarkan hasil penelitian Observasi, Pertemuan I, dan Pertemuan II dapat dibuktikan adanya peningkatan hasil belajar dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SDN Tlogosari Kulon 01 .
Analisis kebutuhan pengembangan aplikasi untuk mobile learning bermuatan SDGs tema air bersih dan sanitasi layak di sekolah dasar Risyani, Nina; Hamdu, Ghullam; Nuryadin, Asep
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 6 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i6.23036

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan pengembangan aplikasi untuk mobile learning bermuatan SDGs tema air bersih dan sanitasi layak di sekolah dasar. Penelitian ini memakai metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 5 orang guru sekolah dasar dan 4 orang siswa dasar yang berasal dari sekolah berbeda di Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Model Miles dan Huberman digunakan untuk analisis data. Model ini terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data mencakup analisis studi dokumentasi terhadap aplikasi bermuatan SDGs, analisis wawancara kepada siswa sekolah dasar, dan analisis wawancara kepada guru sekolah dasar. Analisis ini menunjukkan bahwa pemanfaatan smartphone dalam pembelajaran di sekolah dasar belum dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan siswa akan belajar mandiri dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki siswa. Maka dari itu, dibutuhkan adanya perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara mandiri. Salah satunya yaitu berupa aplikasi untuk mobile learning bermuatan SDGs. Kata Kunci: Analisis kebutuhan, aplikasi, SDGs.

Page 2 of 3 | Total Record : 25