cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2025)" : 25 Documents clear
Respon peserta didik dalam menyelesaikan soal tes literasi sains bermuatan SDG’s tema zero hunger di sekolah dasar Dini, Asri Akmaly; Hamdu, Ghullam; Setiadi, Pidi Mohamad
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.24657

Abstract

Literasi sains mempunyai peran yang sangat penting dalam membantu peserta didik memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dapat diimplementasikan dengan menerapkan sains dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat respon peserta didik setelah selesai mengerakan soal tes yang memerlukan literasi sains. Respon peserta didik merupakan jawaban atas pertanyaan yang berkaitan dengan sikap dan perasaan mereka setelah menyelesaikan soal tes literasi sains bermuatan Sustainable Development Goal’s (SDG’s) yang bertemakan zero hunger di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar kuesioner atau angket. Subjek yang terdapat dalam penelitian ini melibatkan 20 orang peserta didik yang berada di bangku kelas IV pada salah satu sekolah dasar di Kota Tasikmalaya. Data hasil kuesioner (angket) dianalisis menggunakan skala likert yang dideskripsikan. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase respon peserta didik setelah diberikan soal tes literasi sains bermuatan Sustainable Development Goal’s (SDG’s) tema zero hunger mencapai 85% dengan kategori sangat praktis. Siswa sangat antusia dan tertarik untuk mengerjakan soal tes literasi sains, kemudian bentuk soal tes literasi sains yang diberikan berbeda dengan soal yang biasa mereka kerjakan, soal tes yang dikembangkan berkaitan dengan E-Modul dan E-LKPD zero hunger dan soal tes literasi sains yang dikembangkan melibatkan kegiatan literasi dengan baik, sehingga soal tes literasi sains ini layak digunakan oleh peserta didik kelas tinggi di sekolah dasar.
Analisis kebutuhan modul digital bermuatan SDG’s tema zero hunger di sekolah dasar Aprida, Marsheila; Hamdu, Ghullam; Setiadi, Pidi Mohamad
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.24662

Abstract

Pendidikan menjadi salah satu peranan penting dalam mewujudkan Pembangunan di suatu negara termasuk dalam pembangunan berkelanjutan yang termuat dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan yang Berkelanjutan. Terdapat 17 poin tujuan berkelanjutan. Salah satu elemen tujuan SDG’s yang berkaitan dengan peningkatan standar hidup manusia ialah poin 2 SDG’s ialah Zero Hunger (Tanpa kelaparan) yang berisi mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mendukung pertanian berkelanjutan. Tujuan ini bisa diintegrasikan melalui proses pembelajaran yang dikenal dengan Education for Sustainable Development (ESD) atau Pendidikan Berkelanjutan. Di dalamnya memuat tiga perspektif utama yaitu perspektif ekonomi, sosial dan lingkungan. Penerapan pembelajaran berbasis ESD (Education for Sustainable Development) di Sekolah Dasar dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan perlu memperhatikan beberapa hal salah satunya bahan ajar yang digunakan. Salah satu upaya guru dalam menyediakan bahan ajar adalah pengembangan bahan ajar, seperti modul yang direalisasikan dalam bentuk digital (e-modul atau modul elektronik). Maka dari itu, muatan SDG’s dalam bahan ajar sangat penting ungtuk mencapai tujuan pendidika berkelanjutan khususnya di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan elektronik modul bermuatan Sustainable Development Goals tema Zero Hunger di Sekolah Dasar. Adapun metode penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 4 orang guru kelas IV dan 4 orang siswa kelas IV dari sekolah yang berbeda di daerah Kota Tasikmalaya dan kabupaten Ciamis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan studi dokumen yang digunakan di sekolah. Analisis data menggunakan Teknik Miles-Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis ini meliputi analisis bahan ajar yang digunakan, analisis siswa, analisis modul sebagai bahan ajar digital di sekolah dan analisis pembelajaran bermuatan SDG’s di sekolah. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan bahan ajar di kelas IV sekolah dasar kebanyakan menggunakan buku terbitan dari Kemendikbud namun masih ada beberapa yang belum memenuhi kebutuhan peserta didik, salah satunya belum adanya yang memuat SDGs. Sehingga guru membutuhkan pengembangan bahan ajar sebagai tambahan untuk menunjang proses pembelajaran dan membantu peserta didik belajar secara mandiri berupa E-Modul bermuatan SDGs untuk siswa kelas IV di sekolah dasar.
Pengembangan bahan ajar interaktif e-modul letak geografis Indonesia berbasis android pada kelas V Maulidia Sari, Lisna; Setiadi, Pidi Mohamad; Respati, Resa
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.24676

Abstract

Kurikulum merdeka telah diterapkan sejak tahun 2022, Pembelajaran IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) menjadi salah satu pembaharuan dalam kurikulum merdeka. Bahan ajar merupakan komponen pembelajaran yang penting, begitupun dengan teknologi pendidikan. Salah satu kolaborasi bahan ajar dan teknologi adalah e- modul, namun dibeberapa Sekolah Dasar belum terdapat bahan ajar e-modul interaktif berbasis android. Sehingga perlu dikembangkan bahan ajar e-modul interaktif berbasis android. Pada penelitian ini, dilakukan pengembagan bahan ajar e-modul interaktif berbasis android pada pembelajaran IPS mengenai Letak Geografis Indonesia di kelas V SD. Metode yang digunakan adalah metode ADDIE, responden sebanyak 34 siswa kelas V SD. Menggunakan teknik wawancara, observasi, analisis dokumen dan angket beserta instrumennya, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penerapan bahan ajar e-modul mendapat respon sangat praktis dari guru dan siswa. Respon guru mendapat nilai sebesar 88,52941% dan hasil kepraktisan dari respon siswa adalah sebesar 84,16955% dengan persetase sangat praktis.
Analisis instrumen penilaian keterampilan menulis teks narasi peserta didik sekolah dasar Yulianti, Intan; Indihadi, Dian; Saputra, Erwin Rahayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.24829

Abstract

Abstract This research aims to describe a literature review regarding instruments for assessing the narrative text writing skills of elementary school students. This research method uses a qualitative method with a literature review approach. The research data source uses theses and scientific articles published in 2022. The results of the literature study research show 2 assessment instruments that can be used by educators to assess the writing skills of elementary school students. This assessment instrument is quite complete and can make it easier for educators to assess the results of elementary school students' writing skills. Keywords: Writing skills, Narrative Text, Assessment Instrument. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian literatur tentang instrumen penilaian keterampilan menulis teks narasi peserta didik Sekolah Dasar. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur. Sumber data penelitian menggunakan skripsi dan artikel ilmiahyang terbit pada tahun 2022. Hasil penelitian studi literatur terdapat 2 instrumen penilaian yang dapat digunakan oleh pendidik untuk menilai hasil keterampilan menulis peserta didik Sekolah Dasar. Instrumen penilaian tersebut sudah cukup lengkap dan dapat memudahkan pendidik dalam menilai hasil keterampilan menulis peserta didik Sekolah Dasar. Kata Kunci: Keterampilan menulis, Teks Narasi, Instrumen Penilaian.
Analisis kesulitan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar kelas 1 di SDN Kalicari 01 Kota Semarang Fionisa, Dyah Ratri; Sumarno, Sumarno; Rofiatun, Nur; Untari, Mei Fita Asri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.25117

Abstract

Kesulitan belajar membaca pada anak-anak berdampak pada hasil akademik mereka secara keseluruhan (Fauzi, 2018; Tarigan, 2008). Membaca adalah proses menerima pesan dari penulis melalui bahasa tulis. Stimulasi yang diterima anak-anak memengaruhi kemampuan membaca mereka. Penelitian kualitatif menggambarkan fenomena seperti perilaku, observasi, motivasi, dan tindakan. Penelitian ini dilakukan dengan metode ilmiah yang berbeda (Moleong, 2013) pada bulan Feb 2024 di Kelas I SDN Kalicai 01 Kota Semarang dengan 25 siswa kelas IA sebagai subjek. Penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara. Faktor kesulitan membaca awal adalah minim minat belajar membaca, kurang pelajaran tambahan di sekolah, dan kurangnya bimbingan orang tua di rumah. Keluarga sebagai pusat pendidikan penting untuk keberhasilan belajar siswa, termasuk siswa dengan kemampuan membaca yang kurang baik. Kesulitan membaca siswa dapat dilihat dari sulitnya mengenali huruf diftong, melewatkan huruf, berhenti mengeja, bicara cadel, dan pemahaman yang buruk terhadap isi bacaan. Faktor-faktor penyebabnya antara lain kesehatan buruk, gangguan pengucapan, dan kurangnya dukungan orang tua. Pengelolaan sekolah yang baik membantu dengan adanya pojok baca dan penerapan model pendidikan membaca oleh guru-guru. Siswa sulit membaca karena kurangnya keterampilan dasar. Kata Kunci: Kesulitan membaca, Membaca permulaan, Sekolah dasar
Penggunaan model pembelajaran two stay two stray (TS TS) dalam meningkatkan kemampuan pemecehan masalah IPAS kelas IV sekolah dasar Maulina, Siti Alifia; Wulandari, Medita Ayu; Kuswendi, Uus
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.25275

Abstract

This research was motivated by the low problem-solving skills of students in the subject of cultural diversity in Indonesia. This is due to teachers still using conventional and teacher-centered learning models in teaching. The objectives of this study were: (a) To improve students' problem-solving skills in learning about cultural diversity in Indonesia after implementing the Two Stay Two Stray (TS TS) learning model, (b) To determine students' responses to learning using the Two Stay Two Stray (TS TS) learning model to improve problem-solving skills, and (c) To identify the challenges faced by teachers in implementing the Two Stay Two Stray (TS TS) learning model to improve problem-solving skills. This research was conducted in one elementary school located in West Bandung Regency with 25 students and 1 homeroom teacher. The research method used was a mixed methods design with an explanatory sequential design. The data collection techniques in this study were pre-test and post-test, student responses using questionnaires, and interviews with the homeroom teacher. The results of the pre-test obtained an average final score of 49.16, while the post-test obtained an average final score of 81.46. Based on the research results through statistical calculations using the Normality Test, T-Test, and N-Gain, there was an increase in students' problem-solving abilities in the subject of cultural diversity in Indonesia with an N-Gain value of 62.45, categorized as fairly effective. This indicates that the Two Stay Two Stray (TS TS) learning model can improve problem-solving skills in the subject of cultural diversity in Indonesia.
Analisis kebutuhan pengembangan aplikasi mobile learning bermuatan SDG’s tema zero hunger di sekolah dasar Ramdaniyah, Fitri Nur; Hamdu, Ghullam; Nuryadin, Asep
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.25737

Abstract

Indonesia menghadapi masalah kelaparan yang signifikan, menempati urutan ketiga tertinggi di Asia Tenggara pada tahun 2021. SDG’s oleh PBB menargetkan untuk mengakhiri kelaparan meningkatkan ketahanan pangan serta gizi yang seimbang. Pembelajaran yang bermuatan SDG’s perlu diterapkan sejak dini ,terutama sejak anak menginjak di Sekolah Dasar. Dalam mengajarkan suatu hal terutama pada anak sekolah dasar perlu menggunakan media sebagai alat komunikasi Aplikasi Mobile Learning berbasis SDG’s dianggap efektif dalam mengajarkan nilai-nilai ini secara menarik dan interaktif. Maka dari itu, penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan terhadap pengembangan aplikasi Mobile Learning yang bermuatan Sustainable Development Goals (SDG’s) tema Zero Hunger untuk siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui teknik wawancara dengan pendidik di Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya. Hasil wawancara menunjukkan bahwa penggunaan media digital berupa aplikasi Mobile Learning dalam pembelajaran disambut baik oleh pendidik dan peserta didik, terutama media visual dan audio-visual. Namun, pengetahuan tentang SDG’s dan tema Zero Hunger masih kurang mendalam di kalangan pendidik dan peserta didik. Pada pengembangan suatu aplikasi diharapkan mampu menjelaskan konsep SDG’s dan tema Zero Hunger secara mendetail dan mudah dipahami, dengan konten yang mencakup E-Modul, E-LKPD, asesmen, dan fitur tambahan seperti game untuk menarik minat peserta didik. Aplikasi yang dirancang juga harus memperhatikan desain yang menarik dan mudah digunakan oleh anak-anak. Penelitian ini memberikan panduan bagi pengembang media pembelajaran serta mendorong adanya inovasi dalam metode pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diterapkan secara luas. Kata Kunci: Sustainable Development Goals, Aplikasi Mobile Learning, Siswa Sekolah Dasar
Implementasi P5 kurikulum merdeka sebagai pembentukan karakter beriman siswa di SMPN Satu Atap Cibitung Bekasi Rosfiani, Okta; Ramadhanti, Elsa; Lutfiyanti, Azizah; Heryawan, Zaidan Nur; Manal, Muhammad Sahlul; Hermawan, Cecep Maman
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.26388

Abstract

This research discusses the implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the Merdeka Curriculum at SMPN Satu Atap Cibitung Bekasi with a focus on building students' faith-based character. The introduction emphasizes the importance of P5 as a means to strengthen religious values in education, creating a generation of students who not only excel academically but also have faith-based character. The purpose of the study is to evaluate the effectiveness of P5 in developing students' religious character as well as identifying challenges and supporting factors in its implementation. The case study was conducted at SMPN Satu Atap Cibitung with a qualitative method, combining observation, and document study with the school. The results show that P5 contributes significantly to the formation of students' religious character, although there are obstacles such as limited facilities and teachers' understanding. The main recommendation is to improve teacher competence and support adequate facilities to achieve optimal results.
Penggunaan metode SAS (struktural analitik sintetik) guna meningkatkan kemampuan membaca Oktavia, Shela; Sukmanasa, Elly; Saeful Zen, Dendy
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.26409

Abstract

Abstrak Metode penelitian yang digunakan memanfaatkan metode kualitatif dengan jenis studi kasus, adapun subjek penelitian dikenakan pada siswa KRB yang memiliki kasus tentang kemampuan membaca. Pemilihan subjek KRB dengan pertimbangan bahwa siswa KRB memiliki permasalahan terkait dengan membaca walapun sudah duduk di bangku kelas VI Sekolah Dasar. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara, observasi dan tes kemampuan membaca setelah menggunakan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VI Perwira kota Bogor. Kata Kunci: Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik), Kemampuan Membaca
Pembelajaran kooperatif jigsaw: sebuah peningkatan hasil belajar siswa kelas V untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika Rosfiani, Okta; Saiidah, Rihlah; Atmaja, Julia Vikri Dwi; Komala, Vivi; Hakim, Muhammad Roby; Ridho, Muhammad
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v8i3.26449

Abstract

Learning is an effort to teach students to understand how students want to learn and gain experience. The effectiveness of the learning model affects student learning outcomes. In small groups, you have the opportunity to exchange ideas, express opinions, and contribute to the development of shared understanding. The case study was conducted at SDS Islam An Nuriyah school using mixed methods. The author hopes to contribute to the development of a more effective learning model for fraction material, especially for elementary school students, and can improve student learning outcomes in mathematics learning. At the pre-cycle stage, the data showed that out of 35 students, only 17 students (48.6%) reached the Minimum Completion Criteria (KKM) of 70, while 18 students (51.4%) had not reached the KKM. This shows that there are problems in the learning process that need to be improved so that students are more active and learning outcomes improve. It can be concluded that the jigsaw cooperative learning model can improve student learning outcomes on fraction material in class V of SDS Islam An Nuriyah Jagakarsa in the 2017-2018 school year.

Page 2 of 3 | Total Record : 25