cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENERAPAN KARTU ANGKA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK PADA KELOMPOK A DI PAUD BANI SHALEH Winarti, Ani; Sumitra, Agus; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan kognitif anak pada kelompok A di PAUD Bani Shaleh yang belum berkembang sesuai harapan. Anak-anak belum mampu mengenal dan mengurutkan angka 1-10. Dengan demikian, penerapan kartu angka sangat tepat diterapkan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak pada kelompok A di PAUD Bani Shaleh. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak melalui penerapan kartu angka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalametode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 8 orang anak, terdiri dari empat laki-laki dan empat perempuan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengumpulan data, reduksi data, display data, verifikasi dan penegasan kesimpulan digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan kartu angka dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak pada kelompok A di PAUD Bani Shaleh. Hal tersebut ditunjukan pada pertemuan pertama dengan hasil rata-rata kemampuan kognitif anak Mulai Berkembang (MB), pertemuan kedua setelah dilakukan penerapan kartu angka peningkatan kemampuan kognitif anak meningkat menjadi Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan dipertemuan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan yaitu Berkembang Sangat Baik (BSB). This research is motivated by the cognitive abilities of children in group A in PAUD Bani Shaleh, which have not developed as expected. Children have not been able to recognize and sort numbers 1–10. Thus, the application of number cards is very appropriate to be applied to improve the cognitive abilities of children in group A at PAUD Bani Shaleh. This study aims to improve children's cognitive abilities through the application of number cards. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The research subjects were 8 children, consisting of four boys and four girls. The techniques used in data collection are observation, interviews, and documentation. Data collection, data reduction, data display, verification, and confirmation of conclusions are used in analyzing the data. The results showed that the application of number cards can improve the cognitive abilities of children in group A in PAUD Bani Salih. This was shown in the first meeting with the average result of the child's cognitive ability Starting to Develop (MB), the second meeting after the implementation of the score card for increasing the child's cognitive ability increased to Developing as Expected (BSH), and at the last meeting, there was a significant increase, namely Very Developed Good (BSB).
Maze Angka: Lembar Kerja Anak untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Kelompok B Cahyani, Dina; Lestari, Ririn Hunafa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berpikir kritis pada anak usia dini kelompok B di TK Biidznillah yang cenderung rendah, sehingga diperlukan upaya untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan menerapkan lembar kerja anak dengan bentuk maze angka. Maze angka dalam penelitian ini dibuat dan disusun dengan menggunakan canva sebagai aplikasi dan halaman website untuk merancang desain maze dengan berbantuan angka. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA) maze angka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian anak kelompok B TK Biidznillah yang  berjumlah 10 anak yang terdiri dari delapan anak lai-laki dan dua anak perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen wawancara, lembar obeservasi dan dokumentasi yang dianalisis dengan mereduksi data, display data kemudian menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis anak dapat berkembang sangat baik setelah mengimplementasikan LKA maze dalam kegiatan pembelajaran selama delapan kali pertemuan dengan kondisi pembelajaran yang menyenangkan tanpa adanya paksaan. This research is motivated by the ability to think critically in early childhood group B in Biidznillah Kindergarten, which tends to be low, so efforts are needed to develop critical thinking skills by applying children's worksheets in the form of a numerical maze. The numerical maze in this study was created and compiled using Canva as an application and website page to design a numerical-assisted maze. Therefore, this study aims to develop critical thinking skills using the numerical maze Children's Worksheet (LKA). This study uses a qualitative descriptive method, with the research subjects being ten children in group B of Biidznillah Kindergarten, consisting of eight boys and two girls. Data were collected using interview instruments, observation sheets, and documentation, which were analyzed by reducing data, displaying data, and then drawing conclusions. The results showed that children's critical thinking skills could develop very well after implementing the LKA maze in learning activities for eight meetings with pleasant learning conditions without any coercion.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa pada Anak Kelompok B melalui Media Big Book dengan Menggunakan Loose Part Yeni, Engken; Nafiqoh, Heni; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan berbahasa pada anak kelompok B di Kober Al-Ihsan. Melalui media big book dengan menggunakan loose part diharapkan kemampuan berbahasa pada anak meningkat karena guru merasa kesulitan dalam menerapkan metode pembelajaran yang tepat selama proses pembelajaran. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa melalui media big book dengan menggunakan loose part pada anak kelompok B di Kober Al-Ihsan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah anak kelompok B sebanyak 10 anak. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam enam kali pertemuan melalui media big book dengan menggunakan loose part terbukti efektif dan hasilnya lima anak menunjukkan berkembang sangat baik (BSB), tiga anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan meningkat kemampuan bahasanya serta hanya dua anak saja yang masih membutuhkan arahan dari guru dalam kegiatan tersebut dengan kategori penilaian mulai berkembang (MB) serta dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dengan anak mampu menghubungkan gambar benda dengan kata-kata serta anak mampu mengenal suku kata  awal nama benda di sekitarnya.   This research began with the low language skills of group B children in Kober Al-Ihsan. Through big book media using loose parts, it is hoped that children's language skills will increase because teachers find it difficult to apply appropriate learning methods during the learning process. This research aims to find out and describe how to improve language skills through big book media using loose parts for group B children in Kober Al-Ihsan. This research method uses descriptive research with a qualitative approach. The subjects in the research were 10 group B children. Interviews, observations, and documentation were used as data collection tools. The data analysis technique in this research uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusions, or verification. The results of research in six meetings via big book media using loose parts proved to be effective and the results showed that five children showed very good development (BSB), three children developed according to expectations (BSH) and improved their language skills and only two children still needed guidance from the teacher in this activity is in the beginning to develop (MB) assessment category and can improve language skills with children being able to connect pictures of objects with words and children being able to recognize the initial syllables of the names of objects around them.
MICROSOFT POWERPOINT: IMPLEMENTASI BAHAN AJAR TERHADAP RASA PERCAYA DIRI ANAK USIA DINI MELALUI BERCERITA Fatimah, Fitriyanti; Zahro, Ifat Fatimah; Wulansuci, Ghina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya rasa percaya diri membuat anak kesulitan untuk melakukan aktivitas dan bersosialisasi dengan teman sebaya atau masyarakat sekitar. Rasa percaya diri penting bagi anak karena dapat membantu anak untuk melangkah ke jenjang selanjutnya, oleh karena itu perlu adanya stimulus peningkatan rasa percaya diri dengan menggunakan bahan ajar bercerita. Bercerita menjadi salah satu bahan ajar yang banyak digunakan untuk mengasah dan menstimulasi berbagai kemampuan termasuk peningkatan rasa percaya diri anak, dengan cara penyampaian bahan ajar yang memanfaatkan teknologi Microsoft PowerPoint. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi dan respon dari bahan ajar bercerita dengan menggunakan Microsoft PowerPoint untuk meningkatkan rasa percaya diri. Metode penelitian menggunakan deksriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 9 orang anak berusia 4-5 tahun. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, pada pengimplementasian dan proses anak mulai berani dan beratusias karena memiliki rasa tertarik yang sangat tinggi, lebih memberikan kesan karna pengimplementasian yang menarik, cerita lebih mudah dipahami dengan animasi, suara, dan video. The lack of self-confidence makes it difficult for children to carry out activities and socialize with peers or the surrounding community. Self-confidence is important for children because it can help children to move to the next level, therefore there is a need for a stimulus to increase self-confidence by using storytelling teaching materials. Storytelling is one of the teaching materials that are widely used to hone and stimulate various abilities including increasing children's self-confidence, by delivering teaching materials that utilize Microsoft PowerPoint technology. The purpose of this study is to determine the implementation and response of storytelling teaching materials using Microsoft PowerPoint to increase self-confidence. The research method uses qualitative description. The subjects in this study were nine children aged 4-5 years. Data collection techniques include conducting observations, interviews, and documentation studies. Data analysis is carried out through data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study, in the implementation and process of children starting to be brave and mature, because they have a very high sense of interest, give the impression that because of the implementation of interesting, the story is easier to understand with animation, sound, and video.
KEMAMPUAN LITERASI SAINS MELALUI PENERAPAN PERMAINAN PENCAMPURAN WARNA UNTUK ANAK USIA DINI Nurida, Siti; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sains sangat erat dengan kehidupan sekitar anak, karena anak memiliki rasa ingin tahu yang besar. Melalui literasi sains anak mendapatkan informasi mengenai alam sekitar. Temuan yang didapat peneliti pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini lebih ditekankan pada buku-buku atau lembar kerja anak. Sehingga pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan literasi sains anak sangat sedikit diberikan kepada anak. Untuk itu dalam upaya peningkatan kemampuan literasi sains ini dapat dikembangkan melalui permainan pencampuran warna.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana permainan pencampuran warna dapat meningkatkan kemampuan literasi sains pada anak. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu guru dan anak kelompok A yang berjumlah 12 anak yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian selama dilapangan dapat disimpulkan bahwa permainan pencampuran warna dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan literasi sains anak pada kelompok A di TK Plus Al-Hikmah dan menjadi rekomendasi bagi guru dalam memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Science is very closely related to the lives of children because children have a great deal of curiosity. Through scientific literacy, children get information about the natural environment. The findings obtained by researchers in early childhood education are more emphasized in children's books or worksheets. So learning to improve children's scientific literacy skills is very little given to children. For this reason, to improve scientific literacy skills, they can be developed through color-mixing games. This study aims to determine the extent to which color-mixing games can improve scientific literacy skills in children. This study uses a qualitative descriptive method with research subjects, namely teachers and children in group A, totaling 12 children, consisting of 6 boys and 6 girls. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis used is data collection, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of the research in the field, it can be concluded that the color mixing game can be a solution for improving children's scientific literacy skills in group A in TK Plus Al-Hikmah and become a recommendation for teachers in providing fun learning for children.
Busy Book Tiga Dimensi sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatakan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Rantika, Tanti; Fatimah Zahro, Ifat; Rissa Atika, Ayu
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kober Kasih Ibu masih rendah, dengan solusi guru memberikan pembelajaran melalui media busy book tiga dimensi membuat pembelajaran menjadi menarik dan memiliki pengalaman belajar baru serta dapat meningkatkan aspek fisik motorik anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus melalui busy book tiga dimensi. Metode penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah anak usia 4-5 tahun sebanyak 10 anak. Wawancara, observasi dan dokumentasi dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian dalam delapan kali pertemuan melalui media busy book tiga dimensi terbukti efektif dan hasilnya lima anak sudah menunjukkan berkembang sangat baik (BSB), tiga anak sudah berkembang sesuai harapan (BSH) serta hanya dua anak saja yang masih membutuhkan arahan dari guru dalam kegiatan tersebut dengan kategori penilaian mulai berkembang (MB) dengan anak mampu membuat garis lurus dan miring, anak dapat mengenal macam-macam bentuk, anak mampu mengkoordianasikan antara mata dengan tangan menciptakan gerakan komplek, anak mampu berekspresi dan berkarya menggunakan media busy book tiga dimensi. Selain itu dapat menimbulkan ketertarikan anak untuk berpikir. Fine motor skills in children aged 4-5 years at Kober Kasih Ibu are still low, with the solution of the teacher providing learning through three-dimensional busy book media to make learning interesting, have new learning experiences, and improve children's physical motoric aspects. The purpose of the study was to determine the improvement of fine motor skills through a three-dimensional busy book. This research method uses descriptive research with a qualitative approach. Subjects in the study were children aged 4-5 years, as many as 10 children. Interviews, observations, and documentation were used as data collection tools. The data analysis technique in this study uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusion, or verification. The results of the study in eight meetings through three-dimensional busy book media proved to be effective, and the results showed that five children had shown very good development (BSB), three children had developed as expected (BSH), and only two children still needed guidance from the teacher in these activities. with the assessment category starting to develop (MB), with children being able to make straight and slanted lines, children being able to recognize various shapes, children being able to coordinate between eyes and hands, creating complex movements, and children being able to express and create using three-dimensional busy book media. In addition, it can stimulate children's interest in thinking.
Tujuh Balok Montessori dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritia Anak Usia Dini Marlina, Mega; Fatimah Zahro, Ifat; Hunafa Lestari, Ririn
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguasaan perkembangan kognitif anak usia dini diantaranya kemampuan berpikir kritis, akan tetapi tidak semua anak mempunyai kematangan yang sama, sebab dipengaruhi faktor eksternal yaitu lingkungan. Melalui pembelajaran Montessori yang diadakan oleh sekolah Prime Smart Islamic Montessori School menyediakan lingkungan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak yaitu kemampuan berpikir kritis. Penelitian bertujuan mengetahui implementasi tujuh balok Montessori yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak. Penelitian menggunakan metode penelitian studi kasus. Studi kasus adalah penelitian mengenai status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas. Data penelitian bersumber dari observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian satu tenaga pendidik dan lima anak didik. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Tujuh balok Montessori yaitu Knobbed Cylinders, Knobbles Cylinder, Pink Tower, Brown Stairs , Color Box 1 & 2, 2D Geometry Shapes, 3D Geometry dijadikan media belajar yang dapat menstimulasi anak berpendapat, membandingkan konsep besar-kecil, tinggi-rendah, lebar-sempit, banyak-sedikit, menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, serta mengaitkan bentuk, warna pada lingkungan sekitar atau pemahamannya. Sehingga, tujuh balok Montessori ini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak usia 4-5 tahun Mastery of early childhood cognitive development includes critical thinking skills, but not all children have the same maturity because it is influenced by external factors, namely the environment. Through Montessori learning held by the Prime Smart Islamic School, the Montessori School provides a learning environment that is appropriate to the child’s developmental stage, namely the ability to think critically. This study aims to determine the implementation of the seven Montessori blocks that can develop children’s critical thinking skills. The research uses case-study research methods. A case study is a study of the status of the research subject concerning a specific or distinctive phase of the whole personality. Research data was sourced from observations, interviews, and documentation with research subjects, including one educator and five students. In analyzing the data, the researcher uses the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing and verification. Seven Montessori blocks, namely Knobbed Cylinders, Knobbles Cylinder, Pink Tower, Brown Stairs, Color Box 1 and 2, 2D Geometry Shapes, and 3D Geometry Shapes, are used as learning media that can stimulate children to think, compare the concepts of big, small, high, wide, narrow, many, and little, answer questions, solve problems, and relate shapes and colors to the surrounding environment or understanding. Thus, these seven Montessori blocks can develop critical thinking skills for children aged 4–5 years.
PENDIDIKAN INKLUSIF: PERAN GURU PENDAMPING DI TAMAN KANAK-KANAK MARHAMAH KIDUCITION Hidayat, Adinda Elvia; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi yang tepat sangat diperlukan untuk pembelajaran pada pendidikan inklusi. Tentu saja disesuaikan dengan kebutahan anak berkebutuhan khusus. Salah satu yang harus dimiliki lembaga yang bersikap inklusif adalah adanya guru pendamping. Kemahiran guru diperlukan dalam menggelola kelas di pendidikan inklusi, seorang guru diminta mempunyai kompetensi dan kemampuan dalam mengelola pembelajaran dan menguasai aspek perkembangan anak. Dengan adanya guru pendamping disekolah maka anak berkebutuhan kusus berasa terbantu dalam setiap kegiatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran guru pendamping khusus pada pendidikan inklusi di TK Al Marhamah kiducation. Dalam penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan analisis data yang digunakan analisis data kualitatif. Subjek penelitiannya adalah guru dengan teknik menggumpulan data yang digunakan observasi dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh peran guru pendamping di TK Al Marhamah Kiducation sudah berjalan dengan baik Pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan anak berkebutuhan khusus, sarana dan prasarana harus memadai untuk sekolah yang bersifat inklusif, selain itu guru pendamping khusus harus berperan sebagai fasilitator anak dalam melakukaj pembelajaran di sekolah inklusif. Proper strategy is indispensable for learning in inclusive education. Of course, it is adjusted to the needs of children with special needs. One of the things that inclusive institutions must have is the presence of accompanying teachers. Teacher proficiency is needed in managing classes in inclusive education, a teacher is asked to have competence and ability in managing learning and mastering aspects of child development. With the presence of an accompanying teacher in school, children with special needs feel helped in every activity. The purpose of this study is to determine the role of special accompanying teachers in inclusion education in Al Marhamah Kiducation Kindergarten. This study uses the case study method with data analysis qualitative data analysis. The subject of his research was a teacher with a data collection technique used for observation and interviews. The results of the research obtained on the role of accompanying teachers in Al Marhamah Kiducation Kindergarten have been running well Learning is tailored to the needs of children with special needs, facilities, and infrastructure must be adequate for inclusive schools, besides that special accompanying teachers must act as child facilitators in carrying out learning in inclusive schools.
PANDANGAN AL-GHAZALI TERHADAP PENDIDIKAN MORAL BAGI ANAK USIA DINI Hanifah, Siti; Ulfadilah, Nida; Siti Zulaeha, Vita; Agustin, Mubiar
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sistematik terhadap pandangan Imam Al-Ghazali terhadap pendidikan moral bagi anak usia dini, dengan tujuan untuk memahami konsep-konsep kunci yang ditekankan oleh Al-Ghazali dalam konteks pendidikan moral anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review. Penelitian ini melibatkan pencarian, seleksi, dan analisis kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan yang mengulas pandangan Al-Ghazali tentang pendidikan moral anak usia dini. Berdasarkan hasil penelitian, pandangan Imam Al-Ghazali tentang pendidikan moral bagi anak usia dini dapat dirangkum dalam beberapa konsep kunci. Pertama, Al-Ghazali menekankan pentingnya pembentukan akhlak yang baik sejak usia dini sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pendidikan. Kedua, ia menggarisbawahi peran orang tua dan guru dalam memberikan contoh teladan yang baik dan mendidik anak-anak tentang nilai-nilai moral. Kesimpulannya bahwa pandangan Imam Al-Ghazali terhadap pendidikan moral bagi anak usia dini menawarkan landasan teoritis yang kuat untuk pendidikan moral dalam Islam. Konsep-konsep seperti pembentukan akhlak, peran orang tua dan guru, hubungan antara niat dan tindakan moral, serta dasar-dasar agama, semuanya relevan dalam pendidikan anak usia dini. Pemahaman yang lebih mendalam tentang pandangan Al-Ghazali dapat menjadi pedoman berharga bagi pendidik dan peneliti dalam upaya memperkuat pendidikan moral anak-anak dalam masyarakat Muslim.
Wordwall: Permainan Edukatif dalam Meningkatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia 5-6 Tahun Astuti, Dian; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya media pembelajaran dalam upaya meningkatkan kecerdasan logika matematika anak. Kecerdasan logika matematika sendiri merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting dikuasai untuk memudahkan anak melakukan problem solvingdi kehidupannya sehari-hari. Pada saat anak tidak mendapatkan stimulus yang maksimal tentu hal ini menimbulkan permasalahan begitu rendahnya angka pencapaian keberhasilan anak dalam mengembangkan kecerdasan logika matematika, sehingga peneliti memberikan solusi untuk memperkenalkan permainan edukasi wordawall kepada anak dan guru sebagai referensi media pembelajaran yang dapat dipergunakan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meningkatkan kecerdasan logika matematika melalui permainan edukasi wordwall yang menyenangkan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan kelas pada anak usia 5-6 tahun di Kober Binakarya. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif yang mana data yang diperoleh akan diolah menggunakan teknik persentase. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti selama penelitian berlangsung. Subjek penelitian ini terdiri dari enam anak perempuan dan empat anak laki-laki. Hasil penelitian memperoleh data pada siklus II dengan nilai rata-rata kelas sebesar 79,5 dan persentase keberhasilan anak sebesar 80% yang mana hasil ini menunjukkan bahwa penelitian mengenai permainan edukasi wordwall mampu meningkatkan kecerdasan logika matematika anak usia 5-6 tahun.   This research is motivated by the lack of learning media to improve children's mathematical logic and intelligence. Mathematical logic intelligence itself is one of the most important skills to be mastered to make it easier for children to solve problems in their daily lives. When children do not get the maximum stimulus, of course, this causes problems, such as the low achievement rate of children's success in developing mathematical logic intelligence. Therefore, researchers provide solutions to introduce word wall educational games to children and teachers as a reference for learning media that can be used. The purpose of this study is to improve mathematical logic intelligence through fun wordwall educational games. This study uses the Classroom Action Research method for children aged 5–6 years in Kober Binakarya. This study uses quantitative data analysis, in which the data obtained will be processed using the percentage technique. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation conducted by researchers during the research. The subjects of this study consisted of six girls and four boys. The results of the study obtained data in the second cycle with an average class value of 79.5 and a percentage of children's success of 80%. These results indicate that research on wordwall educational games can improve the mathematical logic intelligence of children aged 5–6 years.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue