CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely:
-Teacher of Early Childhood Education Programs.
-Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs.
-Educational decisions maker on regional and national level.
Articles
598 Documents
Penerapan Modifikasi Permainan Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Tajriyah Muthmainnah Anwari;
Ririn Hunafa Lestari;
Ratna Dwi Nurcahyani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30752
Perkembangan motorik merupakan perkembangan dimana seseorang mulai mempunyai kendali gerak dari pengalaman yang ia rasakan. Akat tetapi, kondisi awal kemampuan motorik kasar anak kelompok B di RA As-Sa’aadah sebagian besar kemampuan motorik kasarnya masih rendah. Oleh karena itu, Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada masa kanak-kanak yaitu dengan melakukan permainan tradisional yaitu modifikasi permainan engklek. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data ini meliputi observasi dan wawancara kepada guru guna untuk memperoleh data kemampuan motorik kasar peserta didik kelompok di RA As-Sa’aadah sebelum memanfaatkan modifikasi permainan engklek dengan melibatkan satu orang guru dan anak-anak kelompok B sebanyak 15 orang. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ialah melakukan pengumpulan data berupa hasil wawancara, catatan lapangan, dan hasil studi dokumentasi Berdasarkan hasil analisis kemampuan motorik kasar anak meningkat yang dilakukan selama enam kali pertemuan bahwa 15 peserta didik ada pada kategori berkembang sesuai harapan. Motor development entails an individual's burgeoning control over physical movement derived from sensory experiences. This study was prompted by the suboptimal gross motor skills observed among Group B children at RA As-Sa'aadah. To address this issue, the research explores the implementation of modified hopscotch as a traditional game to enhance physical development. Utilizing a descriptive qualitative method, data were gathered through observations and interviews involving one teacher and 15 students. The analysis encompassed interview transcripts, field notes, and documentation studies. The findings indicate a significant improvement in the children's gross motor skills over six sessions, with all 15 students reaching the developing as expected category. These results suggest that modified traditional games are effective tools for stimulating physical growth in early childhood education, as evidenced by the observed improvement in gross motor skills among the students.
Analisis Kemandirian Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bertanam Hidroponik
Siti Aulia Paujiah Aziz;
Ifat Fatimah Zahro;
Regita Musfita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30772
Dalam pendidikan anak usia dini, konsep bermain sambil belajar menjadi landasan yang dapat membimbing anak agar bisa mengembangkan keterampilan yang lebih serba guna, agar anak bisa tetap kuat dan terus berkembang menjadi seseorang yang berkarakter baik di masa depan. Salah satu karakter yang perlu dimiliki anak adalah kemandirian. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan akan menjadi bekal bagi anak usia dini di masa yang akan datang, kegitan yang berinovasi dan kreatif akan mempengaruhi perkembangan bagi anak. Membekali anak usia dini dengan teknologi budidaya sayuran secara hidroponik tentu akan menjadi salah satu bekal yang penting bagi anak. Kegiatan menanam hidroponik adalah kegiatan menanam dengan menggunakan bahan yang mengandung unsur air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan menanam hidroponik terhadap kemampuan kemandirian anak sekaligus mengenalkan budidaya tanaman hidroponik. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 15 orang anak kelompok B. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi observasi dan wawancara dengan guru pembimbing untuk memperoleh data kemampuan kemandirian anak sebelum menggunakan kegiatan menanam hidroponik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga langkah diantaranya reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tujuh kali pertemuan empat orang anak masuk kategori (MB) dan 11 orang anak masuk kategori (BSH). In early childhood education, the concept of learning through play serves as a fundamental approach that supports children in developing various skills and fostering positive character for their future. One important character that needs to be developed in early childhood is independence. Learning activities implemented at this stage provide essential foundations for children’s future development, and innovative and creative activities can significantly influence this process. Introducing hydroponic vegetable cultivation to early childhood can serve as a valuable learning experience. Hydroponic planting is a method of growing plants using water-based media. Therefore, this study aims to examine the implementation of hydroponic planting activities in improving children’s independence while introducing hydroponic cultivation. This study employed a qualitative descriptive method, with 15 Group B children as research subjects. Data were collected through observation and interviews with supervising teachers to obtain information on children’s independence before and after the implementation of hydroponic planting activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that after seven meetings, children’s independence improved, with 11 children categorized as developing very well and four children categorized as developing as expected. These findings indicate that hydroponic planting activities can effectively enhance children’s independence in early childhood education.
Pemanfaatan Aplikasi Wheel Of Names dalam Pengembangan Karakter Disiplin Anak Usia Dini
Aulia Dwi Rahmah;
Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31113
Kedisiplinan merupakan karakter yang perlu ditanamkan sejak dini. Permasalahan kedisiplinan di lingkungan sekolah salah satunya adalah anak terlambat masuk sekolah atau tidak mendengarkan petunjuk dan petunjuk guru karena media yang digunakan tidak menarik bagi mereka.Salah satu media yang dapat digunakan adalah media aplikasi wheel of names yang menarik perhatian anak-anak karena dapat dilengkapi gambar dan warna. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi aplikasi wheel of names dalam pengembangan nilai karakter disiplin anak usia dini di Kober Istiqomah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dengan menggunakan rumus nilai rata-rata dalam bentuk persentase. Hasil penelitian yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dapat disimpukan bahwa implementasi aplikasi wheel of namesdapat mengembangkan kedisiplinan anak. Hal ini terlihat dari perubahan persentase kedisiplinan anak yang meningkat sesuai dengan tujuan ketuntasan yang telah ditetapkan. Hal ini terbukti dengan persentase kedisplinan anak dari siklus I pada pertemuan pertama dengan nilai rata-rata 65,7% meningkat di siklus II pada pertemuan ketiga dengan nilai rata-rata 92,7%, dengan indikator datang ke sekolah tepat waktu, anak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dan anak mampu menaati perintah dan arahan guru. Discipline is a fundamental character trait that must be instilled during early childhood. In many school environments, disciplinary issues—such as tardiness and non-compliance with instructions—often arise because the instructional media fails to engage the students. To address this, the "Wheel of Names" application was implemented as an interactive tool, utilizing visual elements and colors to capture children's attention. This study aims to evaluate the implementation of the Wheel of Names application in developing disciplinary values among early childhood students at Kober Istiqomah. The research employed Classroom Action Research (CAR), with data collected through observation and analyzed using descriptive statistics to determine average percentage scores. Findings indicate a significant improvement in student discipline from Cycle I to Cycle II. Specifically, the average discipline score rose from 65.7% in the first meeting of Cycle I to 92.7% by the third meeting of Cycle II. This progress was reflected in key indicators, including punctuality, task completion, and adherence to teacher instructions. Consequently, the Wheel of Names application is proven to be an effective medium for fostering discipline in early childhood education.
Hafalan Qur’an Surat Al-Lahab Pada Anak Usia Dini melalui Metode Body Language
Siti Aisyah;
Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30756
Hafalan Al-Qur’an sangat penting dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini, karena usia anak usia dini adalah usia emas yang cepat tanggap dalam menghafal surat. Surat Al-Lahab menjadi salah satu surat yang dijadikan praktik dari metode body language karena jumlah ayat yang tidak terlalu panjang. Penggunaan metode body language ini dikarenakan gerak motorik dan ingatan dilakukan secara bersamaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan metode menghafal surat Al-Lahab dengan metode body language. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Observasi dan wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan subjek guru dan peserta didik kelompok B. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan memulai penelitian enam kali pertemuan, dimana pada setiap pertemuan dilakukan penilaian dengan tiga tahap, yaitu (1) mengklasifikasikan kemampuan hafalan anak, (2) Mengklasifikasi kategori anak yang sudah menghafal selama enam kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Metode Body Language yang diterapkan kepada peserta didik Kelompok B Kober di Al-Fatah/ Al-Hasan dapat meningkatkan kemampuan hafalan Qur’an pada anak usia dini semakin meningkat, karena metode body language ini memudahkan memori anak usia dini untuk mengingat hafalan al-qur’an dibarengin oleh hafalan motorik. Memorizing the Qur'an is a vital component of early childhood education, as the "golden age" provides children with a rapid capacity for memorizing short surahs. Surah Al-Lahab was selected for the implementation of the body language method due to its concise verse length. This method is utilized because it allows motor movements and memory retention to occur simultaneously. This study aims to determine the effectiveness of the body language method in memorizing Surah Al-Lahab. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. The methods used to collect data were observations and interviews with teachers and students from Group B, who were the subjects of the research. Data analysis was conducted over six sessions, featuring assessment stages that involved (1) classifying the children's memorization abilities and (2) categorizing their memorization progress throughout the meetings. The findings indicate that the body language technique utilized with Group B students at Kober Al-Fatah/Al-Hasan significantly enhances Qur'anic memorization in early childhood by harmonizing cognitive memory with motor movements.
Media Talking Stick Animals untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini
Rysca Selawati Rahayu;
Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31116
Penelitian mengenai anak usia dini pada sebagian anak yang fasih dalam berbahasa merupakan kebanggan tersendiri, karena melalui bahasa anak akan lebih mudah dalam berkomunikasi. Penguasaan peningkatan anak pada aspek bahasa diantaranya kemampuan pada bahasa ekspresif. Bahasa cenderung dapat berkembang dengan cepat sejak anak usia dini. Akan tetapi tidak semua anak mempunyai kematangan dalam pengucapan berbahasa yang sama. Maka dari itu dengan menggunakan media pembelajaran Talking stick animals yang dilakukan di TK Kartika VIII-42 dapat membantu dan melatih mengungkapkan bahasa ekspresif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan terhadap kemampuan bahasa ekspresif melalui media Talking stick animals pada anak usia dini. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu satu tenaga pendidik dan sepuluh anak didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan Miles dan Huberman. Hasil riset menunjukan bahwa kemampuan bahasa ekspresif dapat meningkat terlihat pada pertemuan awal memperlihatkan tujuh anak belum berkembang dan tiga anak mulai berkembang menjadi dua anak berkembang sesuai harapan dan delapan anak tercatat berkembang sangat baik. Terlihat ketika anak mampu berkomunikasi dengan baik, bercerita dan mengekspresikan idenya kepada orang lain. Research in early childhood education indicates that language fluency is a crucial achievement, as language serves as the primary tool for communication. Expressive language skills are an important part of mastering a language. Although language development tends to progress rapidly during the early years, the level of pronunciation maturity varies among children. Consequently, the use of "Talking Stick Animals" learning media at Kartika VIII-42 Kindergarten was implemented to train and stimulate children's expressive language abilities. The objective of this study is to assess the enhancement of expressive language skills via the "Talking Stick Animals" media. The method employed is a qualitative descriptive approach, with research subjects consisting of one educator and ten students. Data collection techniques included observation and interviews, while data analysis followed the Miles and Huberman model. The results indicate an improvement in children's expressive language skills. In the initial meeting, seven children were categorized as "not yet developed," and three children were "starting to develop." Following the intervention, two children reached the "developed as expected" category, and eight children were recorded as "developing very well." This progress is evident in the children's ability to communicate fluently, tell stories, and express their ideas to others.
Kolase sebagai Media Pembelajaran dengan Kulit Telur dalam Meningkatkan Kemampuan Emosional Anak Usia Dini
Nyi Mastatin;
Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i3.22713
Anak usia di bawah 7 tahun akan dengan mudah menerima berbagai macam stimulus salah satunya stimulus kemampuan emosional. Dalam penelitian ini terdapat permasalahan bahwa di PAUD Nurul Jihad terdapat kemampuan emosional anak khususnya pada kelompok B terlihat masih perlu untuk ditingkatkan karena kurangnya stimulus, ini disebabkan kegiatan yang ada di PAUD Nurul jihad kurang menstimulus kemampuan emosioanal anak, untuk itu dalam penelitin ini akan melakukan kegiatan meningkatkan kemampuan emosional dengan kegiatan kolase. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan emosional anak melalui media kolase dengan kulit telur pada kelompok B PAUD Nurul Jihad. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan observasi. Subjek dalam peneitian ini adalah lima anak kelompok B di PAUD Nurul Jihad. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil akhir menunjukan penilaian indikator dan penilaian berkembang sesuai harapan pada semua indikator dicapai lima anak Berdasarkan penelitian, wawancara dan observasi terbukti bahwa kegiatan tersebut dapat meningkatkan emosioanal anak dengan media kolase kulit telur pada kelompok B. Children under the age of seven are highly receptive to various types of stimulation, including emotional development. Based on observations conducted at PAUD Nurul Jihad, the emotional abilities of children, especially those in Group B, still needed improvement due to the lack of learning activities that stimulated emotional development. Therefore, this study implemented eggshell collage activities to improve children's emotional abilities. The purpose of this study was to improve the emotional abilities of children in Group B at PAUD Nurul Jihad through eggshell collage activities. This study employed a descriptive qualitative research method. Data were collected through observations. The participants were five children from Group B at PAUD Nurul Jihad. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that all five children achieved the "Developing as Expected" category across all assessment indicators. Based on the observations and interviews, eggshell collage activities were found to be effective in improving the emotional abilities of children in Group B at PAUD Nurul Jihad.
Persepsi Orang Tua dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini
Salamah Safitri Mariyam;
Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i3.30757
Persepsi orang tua pada program kurikulum merdeka belajar diharapkan dapat merubah paradigma berpikir bahwa peran orang tua pada pendidikan anak usia dini sangat diperlukan dalam meningkatkan kecerdasan dan kebahagiaan pada peserta didik serta akan membantu lingkungan keluarga untuk menyalurkan sikap positif. Oleh karena itu, tujuan riset ini adalah untuk mengetahui persepsi orang tua dalam implementasi kurikulum merdeka belajar sehingga dapat membangun komunikasi yang baik antara anak, guru dan orang tua dan anak mencapai kebahagiaan dalam belajar dengan menentukan pembelajaran atau permainan yang disukai maka anak akan menjadi bahagia karena dapat bermain dengan mainan kesukaannya, sehingga anak bercendikia dan juga berbudi pekerti sesuai dengan azas Pancasila atau sebagai wujud Profil Pelajar Pancasila. Riset ini menggunakan statistik deskriftif nalisis data menggunakan deskriptif dengan rumus presentase sebagai alat untuk memperoleh data. Subjek penelitian adalah 30 orang orang tua peserta didik di Paud Plus Ar-Rasyada Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan 46,6% orang tua paham tentang konsep merdeka belajar serta hanya 36,7 % orang tua paham tentang konsep merdeka belajar yaitu kembali ke alam. Parents' perceptions of the Independent Learning Curriculum (Kurikulum Merdeka) program are expected to shift the paradigm, emphasizing that the role of parents in early childhood education is essential for enhancing students' intelligence and happiness, as well as fostering positive attitudes within the family environment. Therefore, this study aims to determine parents' perceptions regarding the implementation of the Independent Learning Curriculum in building effective communication between children, teachers, and parents to ensure children achieve happiness in learning by choosing their preferred activities or games. This approach enables children to learn joyfully through their favorite toys, thereby developing both intellectual capacity and positive character aligned with the principles of Pancasila as a manifestation of the Pancasila Student Profile. This study utilizes a descriptive statistical data analysis method with a percentage formula for data processing. The research subjects were the parents of 30 students at PAUD Plus Ar-Rasyada, Bandung City. The results indicated that while 46.6% of parents understood the general concept of the Independent Learning Curriculum, only 36.7% understood its specific core concept of returning to nature.
Pengaruh Sport Fun Activity terhadap Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini
Dhea Nur Oktaviana;
Nurhenti Dorlina Simatupang;
Sri Widayati;
Yes Matheos Lasarus Malaikosa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i3.30992
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik kasar anak di TK Dharma Wanita Kauman dikarenakan kurangnya stimulasi motorik yang diberikan. Maka dari itu, peneliti memberikan stimulasi untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar melalui kegiatan yang aktif dan menyenangkan, yaitu Sport Fun Activity. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sport Fun Activity terhadap keterampilan motorik kasar anak kelompok B di TK Dharma Wanita Kauman. Metode penelitian yang digunakan ialah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian meliputi 38 anak yang terbagi dalam dua kelompok. Sebanyak 18 anak sebagai kelompok eksperimen serta 20 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dengan instrumen rubrik penilaian keterampilan motorik kasar, meliputi kemampuan melompat dengan dua kaki serta menjaga keseimbangan tubuh. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara hasil pretest dengan hasil posttest pada kelompok eksperimen, dengan nilai signifikansi adalah 0,000 (< 0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Sport Fun Activityberpengaruh signifikan terhadap keterampilan motorik kasar anak kelompok B di TK Dharma Wanita Kauman.
Penggunaan Media Video Animasi Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini
Nur Hikmah;
Andrisyah Andrisyah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31117
Latar belakang penelitian ini yaitu pentingnya meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Mengingat bahasa reseptif merupakan modal awal untuk anak dapat mengembangkan perkembangan bahasa lainnya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di TK Budi Luhur, ternyata belum menggunakan media pembelajaran digital untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak. Untuk meningkatkan kemampuan reseptif tentunya saja harus menggunakan media relevan, salah satunya media video animasi berbasis digital yang bisa digunakan dimana dan kapan saja. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan media video animasi dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan deskritif kualitatif. Subjek penelitian sepuluh anak kelompok B. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data melibatkan pengurangan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Menurut temuan penelitian, dari delapan pertemuan, video animasi terbukti efektif karena tiga anak berkembang sesuai harapan dan tujuh anak berkembang sangat baik. The background of this study is the importance of improving receptive language skills in early childhood. Receptive language serves as the foundation for children to develop other language skills. Based on observations and interviews conducted at Budi Luhur Kindergarten, digital learning media had not been utilized to improve children's receptive language skills. To enhance these skills, appropriate learning media are needed, one of which is digital-based animated video media that can be accessed anytime and anywhere. The purpose of this study was to determine the effectiveness of animated video media in improving receptive language skills in early childhood. This study employed a descriptive qualitative research method. The participants were ten children from Group B. Data were collected through observations, interviews, and documentation. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings showed that, after eight learning sessions, the animated video media was effective in improving children's receptive language skills. Three children achieved the "Developing as Expected" category, while seven children achieved the "Developing Very Well" category.
Dampak Penggunaan Gadget terhadap Kemampuan Regulasi Diri Anak Usia Dini
Aisyah Nur;
Adharina Dian Pertiwi;
Tri Wahyuningsih;
Malpaleni Satriana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 3 (2026): Volume 9, Number 3, May 2026
Publisher : IKIP Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22460/ceria.v9i3.31181
PAUD merupakan salah satu fase yang sangat krusial dalam proses pembentukan karakter anak dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia yang berkualitas di masa mendatang. Mengacu pada Permendikbud Nomor 147 Tahun 2014, PAUD berfokus pada anak sejak lahir hingga usia 6 tahun yang dapat membantu proses pertumbuhan maupun perkembangan jasmani dan Rohani anak. Perkembangan teknologi masa kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, sehingga penggunaan gadget tidak hanya pada orang dewasa melainkan ke anak usia dini. Adanya penggunaan perangkat digital yang berlebihan pada anak menjadi suatu hal yang perlu diberikan perhatian khusus dalam ranah pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari adanya penggunaan gadget terhadap kemampuan regulasi diri anak usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Sungai Pinang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif melalui kuesioner yang diisi oleh orang tua murid lalu dilakukan analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis data menunjukan 57% penggunaan gadget berdampak negatif terhadap kemampuan regulasi diri anak. Meningkatnya penggunaan gadget, maka berdampak dengan menurunya kemampuan anak dalam mengendalikan emosi, perilaku, dan menjalin hubungan sosial di lingkungan sekitarnya. Dari penelitian ini, maka penting adanya pendampingan dari orang tua serta pembatasan penggunaan gadget untuk dapat mendukung aspek perkembangan pada anak, khususnya aspek perkembangan sosial emosional.