cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 575 Documents
Penerapan Modifikasi Permainan Engklek dalam Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Tajriyah Muthmainnah Anwari; Ririn Hunafa Lestari; Ratna Dwi Nurcahyani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30752

Abstract

Perkembangan motorik merupakan perkembangan dimana seseorang mulai mempunyai kendali gerak dari pengalaman yang ia rasakan. Akat tetapi, kondisi awal kemampuan motorik kasar anak kelompok B di RA As-Sa’aadah sebagian besar kemampuan motorik kasarnya masih rendah. Oleh karena itu, Salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada masa kanak-kanak yaitu dengan melakukan permainan tradisional yaitu modifikasi permainan engklek. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data ini meliputi observasi dan wawancara kepada guru guna untuk memperoleh data kemampuan motorik kasar peserta didik kelompok di RA As-Sa’aadah sebelum memanfaatkan modifikasi permainan engklek dengan melibatkan satu orang guru dan anak-anak kelompok B sebanyak 15 orang. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini ialah melakukan pengumpulan data berupa hasil wawancara, catatan lapangan, dan hasil studi dokumentasi Berdasarkan hasil analisis kemampuan motorik kasar anak meningkat yang dilakukan selama enam kali pertemuan bahwa 15 peserta didik ada pada kategori berkembang sesuai harapan.   Motor development entails an individual's burgeoning control over physical movement derived from sensory experiences. This study was prompted by the suboptimal gross motor skills observed among Group B children at RA As-Sa'aadah. To address this issue, the research explores the implementation of modified hopscotch as a traditional game to enhance physical development. Utilizing a descriptive qualitative method, data were gathered through observations and interviews involving one teacher and 15 students. The analysis encompassed interview transcripts, field notes, and documentation studies. The findings indicate a significant improvement in the children's gross motor skills over six sessions, with all 15 students reaching the developing as expected category. These results suggest that modified traditional games are effective tools for stimulating physical growth in early childhood education, as evidenced by the observed improvement in gross motor skills among the students.
Analisis Kemandirian Anak Usia Dini melalui Kegiatan Bertanam Hidroponik Siti Aulia Paujiah Aziz; Ifat Fatimah Zahro; Regita Musfita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30772

Abstract

Dalam pendidikan anak usia dini, konsep bermain sambil belajar menjadi landasan yang dapat membimbing anak agar bisa mengembangkan keterampilan yang lebih serba guna, agar anak bisa tetap kuat dan terus berkembang menjadi seseorang yang berkarakter baik di masa depan. Salah satu karakter yang perlu dimiliki anak adalah kemandirian. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan akan menjadi bekal bagi anak usia dini di masa yang akan datang, kegitan yang berinovasi dan kreatif akan mempengaruhi perkembangan bagi anak. Membekali anak usia dini dengan teknologi budidaya sayuran secara hidroponik tentu akan menjadi salah satu bekal yang penting bagi anak. Kegiatan menanam hidroponik adalah kegiatan menanam dengan menggunakan bahan yang mengandung unsur air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kegiatan menanam hidroponik terhadap kemampuan kemandirian anak sekaligus mengenalkan budidaya tanaman hidroponik. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian 15 orang anak kelompok B. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi observasi dan wawancara dengan guru pembimbing untuk memperoleh data kemampuan kemandirian anak sebelum menggunakan kegiatan menanam hidroponik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga langkah diantaranya reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tujuh kali pertemuan empat orang anak masuk kategori (MB) dan 11 orang anak masuk kategori (BSH).   In early childhood education, the concept of learning through play serves as a fundamental approach that supports children in developing various skills and fostering positive character for their future. One important character that needs to be developed in early childhood is independence. Learning activities implemented at this stage provide essential foundations for children’s future development, and innovative and creative activities can significantly influence this process. Introducing hydroponic vegetable cultivation to early childhood can serve as a valuable learning experience. Hydroponic planting is a method of growing plants using water-based media. Therefore, this study aims to examine the implementation of hydroponic planting activities in improving children’s independence while introducing hydroponic cultivation. This study employed a qualitative descriptive method, with 15 Group B children as research subjects. Data were collected through observation and interviews with supervising teachers to obtain information on children’s independence before and after the implementation of hydroponic planting activities. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed that after seven meetings, children’s independence improved, with 11 children categorized as developing very well and four children categorized as developing as expected. These findings indicate that hydroponic planting activities can effectively enhance children’s independence in early childhood education.
Pemanfaatan Aplikasi Wheel Of Names dalam Pengembangan Karakter Disiplin Anak Usia Dini Aulia Dwi Rahmah; Sharina Munggaraning Westhisi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31113

Abstract

Kedisiplinan merupakan karakter yang perlu ditanamkan sejak dini. Permasalahan kedisiplinan  di lingkungan sekolah salah satunya adalah anak terlambat masuk sekolah atau tidak mendengarkan petunjuk dan petunjuk guru karena media yang digunakan tidak menarik bagi mereka.Salah satu media yang dapat digunakan adalah media aplikasi wheel of names yang  menarik perhatian anak-anak karena dapat dilengkapi gambar dan warna. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi aplikasi wheel of names dalam pengembangan nilai karakter disiplin anak usia dini di Kober Istiqomah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dengan menggunakan rumus nilai rata-rata dalam bentuk persentase. Hasil penelitian yang dilakukan dari siklus I sampai siklus II dapat disimpukan bahwa implementasi aplikasi wheel of namesdapat mengembangkan kedisiplinan anak. Hal ini terlihat dari perubahan persentase kedisiplinan anak yang meningkat sesuai dengan tujuan ketuntasan yang telah ditetapkan. Hal ini terbukti dengan persentase kedisplinan anak dari siklus I  pada pertemuan pertama dengan nilai rata-rata 65,7% meningkat di siklus II pada pertemuan ketiga dengan nilai rata-rata 92,7%, dengan indikator datang ke sekolah tepat waktu, anak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dan anak mampu menaati perintah dan arahan guru.   Discipline is a fundamental character trait that must be instilled during early childhood. In many school environments, disciplinary issues—such as tardiness and non-compliance with instructions—often arise because the instructional media fails to engage the students. To address this, the "Wheel of Names" application was implemented as an interactive tool, utilizing visual elements and colors to capture children's attention. This study aims to evaluate the implementation of the Wheel of Names application in developing disciplinary values among early childhood students at Kober Istiqomah. The research employed Classroom Action Research (CAR), with data collected through observation and analyzed using descriptive statistics to determine average percentage scores. Findings indicate a significant improvement in student discipline from Cycle I to Cycle II. Specifically, the average discipline score rose from 65.7% in the first meeting of Cycle I to 92.7% by the third meeting of Cycle II. This progress was reflected in key indicators, including punctuality, task completion, and adherence to teacher instructions. Consequently, the Wheel of Names application is proven to be an effective medium for fostering discipline in early childhood education.
Hafalan Qur’an Surat Al-Lahab Pada Anak Usia Dini melalui Metode Body Language Siti Aisyah; Syah Khalif Alam
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30756

Abstract

Hafalan Al-Qur’an sangat penting dalam dunia Pendidikan Anak Usia Dini, karena usia anak usia dini adalah usia emas yang cepat tanggap dalam menghafal surat. Surat Al-Lahab menjadi salah satu surat yang dijadikan praktik dari metode body language karena jumlah ayat yang tidak terlalu panjang. Penggunaan metode body language ini dikarenakan gerak motorik dan ingatan dilakukan secara bersamaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keefektifan metode menghafal surat Al-Lahab dengan metode body language. Metode penelitian yang  digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Observasi dan wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan subjek guru dan peserta didik kelompok B. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan memulai penelitian enam kali pertemuan, dimana pada setiap pertemuan dilakukan penilaian dengan tiga tahap, yaitu (1) mengklasifikasikan kemampuan hafalan anak, (2) Mengklasifikasi kategori anak yang sudah menghafal selama enam kali pertemuan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Metode Body Language yang diterapkan kepada peserta didik Kelompok B Kober di Al-Fatah/ Al-Hasan dapat meningkatkan kemampuan hafalan Qur’an pada anak usia dini semakin meningkat, karena metode body language ini memudahkan memori anak usia dini untuk mengingat hafalan al-qur’an dibarengin oleh hafalan motorik.   Memorizing the Qur'an is a vital component of early childhood education, as the "golden age" provides children with a rapid capacity for memorizing short surahs. Surah Al-Lahab was selected for the implementation of the body language method due to its concise verse length. This method is utilized because it allows motor movements and memory retention to occur simultaneously. This study aims to determine the effectiveness of the body language method in memorizing Surah Al-Lahab. The research employs a descriptive method with a qualitative approach. The methods used to collect data were observations and interviews with teachers and students from Group B, who were the subjects of the research. Data analysis was conducted over six sessions, featuring assessment stages that involved (1) classifying the children's memorization abilities and (2) categorizing their memorization progress throughout the meetings. The findings indicate that the body language technique utilized with Group B students at Kober Al-Fatah/Al-Hasan significantly enhances Qur'anic memorization in early childhood by harmonizing cognitive memory with motor movements.
Media Talking Stick Animals untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Usia Dini Rysca Selawati Rahayu; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31116

Abstract

Penelitian mengenai anak usia dini pada sebagian anak yang fasih dalam berbahasa merupakan kebanggan tersendiri, karena melalui bahasa anak akan lebih mudah dalam berkomunikasi. Penguasaan peningkatan anak pada aspek bahasa diantaranya kemampuan pada bahasa ekspresif. Bahasa cenderung dapat berkembang dengan cepat sejak anak usia dini. Akan tetapi tidak semua anak mempunyai kematangan dalam pengucapan berbahasa yang sama. Maka dari itu dengan menggunakan media pembelajaran Talking stick animals yang dilakukan di TK Kartika VIII-42 dapat membantu dan melatih mengungkapkan bahasa ekspresif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan terhadap kemampuan bahasa ekspresif melalui media Talking stick animals pada anak usia dini. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu satu tenaga pendidik dan sepuluh anak didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan Miles dan Huberman. Hasil riset menunjukan bahwa kemampuan bahasa ekspresif dapat meningkat terlihat pada pertemuan awal memperlihatkan tujuh anak belum berkembang dan tiga anak mulai berkembang menjadi dua anak berkembang sesuai harapan dan delapan anak tercatat berkembang sangat baik. Terlihat ketika anak mampu berkomunikasi dengan baik, bercerita dan mengekspresikan idenya kepada orang lain.   Research in early childhood education indicates that language fluency is a crucial achievement, as language serves as the primary tool for communication. Expressive language skills are an important part of mastering a language. Although language development tends to progress rapidly during the early years, the level of pronunciation maturity varies among children. Consequently, the use of "Talking Stick Animals" learning media at Kartika VIII-42 Kindergarten was implemented to train and stimulate children's expressive language abilities. The objective of this study is to assess the enhancement of expressive language skills via the "Talking Stick Animals" media. The method employed is a qualitative descriptive approach, with research subjects consisting of one educator and ten students. Data collection techniques included observation and interviews, while data analysis followed the Miles and Huberman model. The results indicate an improvement in children's expressive language skills. In the initial meeting, seven children were categorized as "not yet developed," and three children were "starting to develop." Following the intervention, two children reached the "developed as expected" category, and eight children were recorded as "developing very well." This progress is evident in the children's ability to communicate fluently, tell stories, and express their ideas to others.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026 Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026 Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue