cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Penerapan Pembelajaran Sains melalui Percobaan Sederhana untuk Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah Anak Usia Dini Fitria, Resa Nurul; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.26500

Abstract

Pembelajaran sains sangat penting diterapkan pada anak usia dini untuk mengenal dan mengembangkan ruang lingkup sains serta menstimulasi aspek perkembangannya, termasuk kemampuan pemecahan masalah. Diperlukan cara agar anak mampu menggunakan aspek mendasar dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Penerapan metode pembelajaran yang tepat berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kemampuan pemecahan masalah anak. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah anak kelompok usia 5-6 tahun di SPS Mukhtarul Huda disebabkan karena kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru, media yang digunakan kurang variatif. Pemilihan metode pembelajaran harus menarik dan menyenangkan agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan baik, seperti kegiatan percobaan sederhana. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah anak dengan penerapan pembelajaran sains agar anak mendapatkan informasi serta pengetahuan yang lebih dipercaya melalui percobaan sederhana. Subjek penelitian adalah 12 orang anak usia 5-6 tahun, tujuh anak perempuan dan lima anak laki-laki. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan setiap siklusnya. Pengumpulan data berupa observasi dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah anak pratindakan sebesar 41%, pada siklus I pertemuan pertama meningkat sebesar 45%, pertemuan kedua 48% dan pertemuan ketiga sebesar 57%. Siklus II pertemuan pertama meningkat sebesar 63%, pertemuan kedua 71% dan pertemuan ketiga sebesar 82%.   Science learning plays an important role in early childhood education, as it helps children recognize and develop scientific concepts while stimulating various aspects of development, including problem-solving skills. To support the development of these skills, appropriate learning methods are required to enable children to utilize fundamental cognitive processes in solving the problems they encounter. The effectiveness of learning methods significantly influences the level of children’s problem-solving abilities. At SPS Mukhtarul Huda, the low problem-solving skills of children aged 5–6 years were attributed to teacher-centered learning activities and the limited use of varied learning media. Therefore, learning methods need to be engaging and enjoyable to ensure effective learning, such as through simple experimental activities. This study aims to improve children’s problem-solving abilities through the implementation of science learning, allowing children to gain more meaningful knowledge and experiences through simple experiments. The research subjects consisted of 12 children aged 5–6 years, including seven girls and five boys. The study employed a classroom action research design conducted in two cycles, with three meetings in each cycle. Data were collected through observation and analyzed using quantitative descriptive methods. The results showed that children’s problem-solving abilities in the pre-action stage reached 41%. In Cycle I, the abilities increased to 45% in the first meeting, 48% in the second meeting, and 57% in the third meeting. In Cycle II, further improvements were observed, with 63% in the first meeting, 71% in the second meeting, and 82% in the third meeting. These findings indicate that science learning through simple experimental activities effectively improved children’s problem-solving abilities.
Power Point: Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia Dini Permatasari, Damaris Mega; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.29374

Abstract

Kemampuan yang penting untuk anak usia dini pada masa ini yaitu berpikir logis. Dari pengamatan awal peneliti memahami jika kemampuan berpikir logis sangatlah penting, maka dari itu penelitian akan meneliti kemampuan berpikir logis karena kemampuan berpikir logis akan mendukung perkembangan anak di masa depan agar bisa mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan masalah yang akan di hadapi ke depannya. Dalam menstimulus kemampuan berpikir logis dibutuhkan media pembelajaran yang menarik, salah satunya dengan media pembelajaran berbasis komputer seperti power point interaktif. Pemilihan power point interaktif melalui tema yang membahas mengenai diri anak, seperti tema diriku; perasaanku; keluargaku; dengan begitu anak akan mengenal tentang dirinya. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis pada anak  usia 4-5 tahun (K1-A)  melalui media power point interaktif sedangkan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif, yang melibatkan proses analisis data yang mencakup reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan data. Subjek penelitian terdiri dari 13 anak yang termasuk dalam kelompok A (K1-A) di TKK Guntur BPK Penabur, Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir logis pada anak-anak kelompok A (K1-A) ketika mereka menggunakan media pembelajaran power point interaktif. Dari total 13 subjek penelitian, tiga anak menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berpikir logis, sementara sepuluh anak lainnya telah mencapai perkembangan yang sangat positif dalam kemampuan berpikir logis.   Logical thinking is a fundamental ability in early childhood development, as it supports children’s capacity to process information and solve problems independently. Initial observations indicated that logical thinking skills play a crucial role in supporting children’s future development; therefore, this study focuses on examining and enhancing logical thinking skills in early childhood. To stimulate logical thinking abilities, engaging learning media are required. One such medium is computer-based learning media, specifically interactive PowerPoint. The selection of interactive PowerPoint media was based on the use of themes closely related to children’s personal experiences, such as my feelings and my family, which help children develop self-understanding and logical reasoning. This study aims to improve the logical thinking skills of children aged 4–5 years (K1-A) through the use of interactive PowerPoint media. Data were collected through observation and documentation. A qualitative descriptive approach was employed, with data analysis involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The research subjects consisted of 13 children in Group A (K1-A) at TKK Guntur BPK Penabur, Bandung City. The findings revealed a significant improvement in children’s logical thinking skills following the implementation of interactive PowerPoint learning media. Of the 13 participants, three children demonstrated a substantial increase in logical thinking abilities. In contrast, the remaining ten children showed very positive development in this area. These results indicate that interactive PowerPoint media effectively support the development of logical thinking skills in early childhood.
Pada PENINGKATAN KEMAMPUAN SELF AWARENESS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN PERILAKU HIPERAKTIF MENGGUNAKAN PERMAINAN KARTU “FEELSA CARD” DENGAN METODE SINGLE SUBJECT RESEARCH : Analisis peningkatan Self-awareness pada anak usia 6 tahun dengan perilaku hiperaktif Widyasari, Fellindha Eka; Yafie , Evania; Twinsari , Rosyi Damayani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.29512

Abstract

Pada era ini masih ditemui rendahnya kemampuan self-awareness pada anak. Self-awareness merupakan kemampuan untuk mengenali dan memahami diri sendiri. Penelitian dengan variabel terikat ini dilakukan karena kasus ini jarang ditemui sehingga menarik untuk dibahas, terlebih lagi fokus penelitian mengenai self-awareness pada anak hiperaktif. Kemampuan self-awareness adalah kemampuan yang penting untuk dimiliki anak usia dini, selain itu alasan peneliti memilih Feelsa Card sebagai variabel bebas karena permainan dengan jenis flash card adalah permainan yang biasanya cukup diminati anak dan membuat lebih fokus saat permainan dilakukan. Permainan ini melibatkan pendamping dan satu anak supaya lebih fokus terhadap satu anak sesuai dengan metode penelitian yang digunakan sehingga peneliti memilih variabel ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan self-awareness pada anak hiperaktif usia 6 tahun menggunakan permainan Feelsa Card. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan ceklist. Data kemudian dianalisis dengan model A-B-A yang umumnya digunakan pada metode Single Subject Research (SSR). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan self-awareness dari fase baseline 1 dengan mean level 49.3 naik pada fase intervensi menjadi 64.2 dan naik pada fase ketiga 83.3, yang menunjukkan peningkatan kemampuan self-awareness pada fase pertama sampai ketiga naik sebesar 71%. Disimpulkan bahwa Feelsa Card sebagai permainan, efektif dalam membantu peningkatkan kemampuan self-awareness pada anak.   Children still exhibit low levels of self-awareness in the current era. Self-awareness refers to the ability to recognize and understand oneself. This study was conducted because research focusing on self-awareness, particularly in hyperactive children, remains limited, making the topic important and relevant to explore. Self-awareness is a crucial ability that should be developed in early childhood. The researchers selected the Feelsa Card as the independent variable because flashcard-based games are generally engaging for children and can help increase their focus during activities. This game involves one child accompanied by an adult, allowing for more individualized attention in accordance with the research method used. Therefore, the Feelsa Card was considered an appropriate medium for this study. This study aimed to improve self-awareness in hyperactive children aged six years through the use of the Feelsa Card game. Data were collected using observation and checklist techniques and were analyzed using the A–B–A design, which is commonly applied in Single Subject Research (SSR). The results showed an increase in self-awareness from a mean level of 49.3 during the first baseline phase to 64.2 in the intervention phase and 83.3 in the second baseline phase, indicating a 71% improvement from the first to the final phase. These findings suggest that the Feelsa Card game is effective in enhancing self-awareness in children.
Boneka Tangan sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Komalasari, Deuis; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30753

Abstract

Rendahnya kemampuan berbicara pada anak usia dini menjadi latarbelakang dilakukannya pnelitian ini. Hal ini terlihat ketika anak diminta untuk mengekspresikan pikirannya secara lisan, anak cenderung terlihat bingung, malu-malu dan tidak mau mencoba sama sekali. Selain itu, analisis data penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa pembelajaran yang cenderung pasif dan membosankan menjadi penyebab rendahnya kemampuan berbicara, karena kurangnya media yang menarik, anak jarang didorong untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan media yang dapat mendorong kemampuan bicara anak, salah satunya adalah media boneka tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan berbicara anak. Metodologi studi literatur yang digunakan dalam penelitian ini didasarkan pada membaca temuan penelitian, buku, dan artikel yang dipublikasikan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tunjauan literature, yaitu pengumpulan beberapa bahan bacaan dari berbagai artikel tentang penerapan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan berbicara sebanyak 10 artikel yang dianalisis. Untuk mendapat kesimpulan, data yang diperoleh diperiksa dengan menggunakan metodologi deskriptif. Hasil penelitian terhadap media boneka tangan menunjukkan bahwa media boneka tangan meningkatkan keterampilan berbicara anak, anak menjadi lebih percaya diri, ekspresif dan lebih bersemangat saat berbicara.   Low speaking ability in early childhood forms the background of this study. This condition is evident when children are asked to express their thoughts verbally; they often appear confused, shy, and reluctant to try. In addition, an analysis of previous research indicates that passive and monotonous learning activities contribute to low speaking ability. Children are rarely encouraged to actively participate in learning activities due to the dearth of interesting educational media. Therefore, learning media that can stimulate children’s speaking ability are needed, one of which is hand puppets. This study aims to describe the application of hand puppets in improving children’s speaking ability. The methodology used in this study is a literature review, based on an analysis of research findings, books, and published journal articles. Data were collected through a literature study by reviewing and analyzing ten articles that discuss the use of hand puppets to enhance children’s speaking ability. The data were analyzed using a descriptive approach to draw conclusions. The findings indicate that the use of hand puppets can improve children’s speaking skills, as children become more confident, more expressive, and more enthusiastic when speaking.
Implementasi Media Permainan Srabble untuk Meningkatkan Ke-mampuan Membaca Anak Usia Dini Amalia, Rima; Andrisyah, Andrisyah; Nurcahyani, Ratna Dwi
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30754

Abstract

Permainan Scrabble yaitu aktivitas yang melibatkan pengenalan kata seperti papan huruf. Permainan scrabble sangat membantu anak dalam mengenal huruf. Oleh karena itu permasalahan penelitian ini berawal dari salah satu anak usia dini yang belum bisa mengenal huruf yang ibu guru arahkan, peneliti memilih permainan Scrabble agar anak mampu menyebutkan huruf ketika ibu guru arahkan. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Taggart yang langkah penelitiannya meliputi rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitiannya yaitu kelompok B di KOBER Nurul Falah sebanyak 10 anak, dilakukan dengan dua siklus setiap siklus terdapat tiga kali pertemuan, sehingga menjadi enam kali pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan dianalisis menggunakan metode statistika deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Bahasa melalui media scrabble pada anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sangat baik. Terlihat pada kondisi awal/ prasiklus belum terdapat anak dengan kategori nilai bekembang sangat baik. Siklus ke-1 pada pertemuan ketiga sudah terdapat anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik dengan persentase 23%. Dan siklus ke-II setiap pertemuan terdapat anak dengan ketegori nilai berkembang sangat baik (BSB) dengan persentase 70%, pertemuan ke dua 77% dan pertemun ketiga 83%.   Scrabble is a learning activity that facilitates letter and word recognition through the use of letter boards and structured play. This medium is effective in supporting early childhood language development, particularly in letter recognition skills. This study was conducted in response to the observation that some children were unable to recognize letters as directed by the teacher. Therefore, Scrabble was selected as a learning medium to assist children in identifying and naming letters accurately. This study employed the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart model, which consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects consisted of 10 Group B children at KOBER Nurul Falah. The research was conducted in two cycles, with three meetings in each cycle, resulting in a total of six meetings. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques in the form of percentages. The results demonstrated a significant improvement in children’s letter recognition abilities through the use of Scrabble media. In the pre-cycle stage, none of the children achieved the developing very well category. By the third meeting of Cycle I, 23% of the children reached this category. In Cycle II, the improvement continued, with 70% of children achieving the developing very well category in the first meeting, 77% in the second meeting, and 83% in the third meeting. These findings indicate that Scrabble media are effective in enhancing letter recognition skills in early childhood education.
Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Anak Kelompok B Oktavia, Diva Fadhilah; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30755

Abstract

Kemampuan kolaborasi merupakan kemampuan abad 21st learning and innovation skills yang penting untuk distimulasi sejak anak usia dini, namun kemampuan kolaborasi anak kelompok B pada salah satu PAUD yang peneliti temukan masih rendah, dikarenakan pembelajaran dominan menggunakan Lembar Kerja Anak (LKA) dan secara individu, sehingga dirasa perlu penggunaan pembelajaran yang lebih interaktif salah satunya pembelajaran berbasis proyek, karena dapat memberikan pengalaman belajar langsung melalui eksplorasi, bertukar pikiran dan kerjasama kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi anak kelompok B menggunakan pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus meliputi perencanaan (plan), pelaksanaan (act), pengamatan atau pengumpulan data (observe) dan refleksi (reflect). Penelitian ini dilakukan dengan subjek penelitian yaitu 14 anak kelompok B. Adapun Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan format penilaian kemampuan kolaborasi berupa lembar observasi/checklist dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan rumus persentase. Berdasarkan penelitian selama dua siklus, kemampuan kolaborasi anak meningkat melalui pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan bahan alam dan loose parts. Pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan kemampuan kolaborasi, dilihat dari peningkatan persentase keberhasilan kemampuan kolaborasi: Pra-siklus sebesar 16.6% kategori “Cukup”, Siklus I sebesar 49.9% kategori “Baik”, dan Siklus II meningkat menjadi 71.4% kategori “Sangat Baik”.   Collaboration skills are 21st century learning and inno-vation skills that are important to stimulate since early childhood, but the collaboration skills of group B children in one PAUD that researchers found were still low, because learning was dominant using Children's Worksheets (LKA) and individually, so it was deemed necessary to use more interactive learning, one of which was project-based learning, because it could provide direct learning experiences through exploration, exchanging ideas and group cooperation. This study aims to improve the collaboration skills of group B children using project-based learning. This research uses a Classroom Action Research (PTK) model conducted in two cycles, each cycle includes planning (plan), implementation (act), observation or data collection (observe) and reflection (reflect). This research was conducted with the research subjects, namely 14 children of group B. The data collection technique is to use a format for assessing the ability to collaborate in the form of an observation sheet / checklist and data analysis using descriptive statistics with a percentage formula. Based on two cycles of research, children's collaboration skills improved through project-based learning using natural materials and loose parts. Project-based learning can improve collaboration skills, seen from the increase in the percentage of success of collaboration skills: Pre-cycle was 16.6% in the "Fair" category, Cycle I was 49.9% in the "Good" category, and Cycle II increased to 71.4% in the "Very Good" category.
Peningkatan Kemampuan Berhitung melalui Metode Jarimatika Pada Anak Usia Dini Munawaroh, Asri; Wikanengsih, Wikanengsih; Westhisi, Sharina Munggaraning
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30758

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya kemampuan berhitung di RA Bakti Pertiwi. Sebagian anak kelompok B, masih kesulitan memahami konsep berhitung. Hal ini disebabkan karena hanya sebatas metode yang masih menggunakan ceramah dan permainan berhitung yang kurang bervariasi, sebagian anak terkesan bosan dan kurang tertarik pada bidang aritmatika, sehingga sekolah menyediakan metode jarimatika sebagai solusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung pada kelompok B di RA Bakti Pertiwi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Dengan desain penelitian PTK model Kemmis dan Taggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan/pelaksanaan, observasi/pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif jenis distribusi frekuensi, dengan mengukur tingkat keberhasilan dari setiap indikator dalam bentuk angka dan persentase, sesuai jumlah frekuensi yang diperoleh. Data kuantitatif dihitung menggunakan rumus persentase dan disajikan dalam bentuk angka dan grafik persentase. Subjek penelitian ini adalah 10 anak yang terdiri dari lima anak perempuan dan lima anak laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus ke-I mencapai 40% pada kategori berkembang sesuai harapan dan siklus ke-II pada pertemuan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 80% atau delapan anak berkembang sangat baik.   This study was motivated by the low numeracy skills observed among children at RA Bakti Pertiwi. Several Group B children still experienced difficulties in understanding basic numeracy concepts. This condition was attributed to learning methods that relied primarily on lectures and limited variations of counting games, which caused some children to appear bored and less interested in numeracy learning. Therefore, the school implemented the jarimatika method as a learning solution. This study aims to examine the improvement in numeracy skills of Group B children at RA Bakti Pertiwi. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and Taggart model, which consists of the stages of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation. Data analysis was conducted using descriptive statistical techniques in the form of frequency distributions by measuring the achievement level of each indicator in numerical values and percentages based on the observed frequencies. Quantitative data were calculated using percentage formulas and presented in numerical form and percentage graphs. The research subjects consisted of 10 children, including five girls and five boys. The results indicated that in Cycle I, 40% of the children were categorized as developing as expected. In Cycle II, particularly at the final meeting, a significant improvement was observed, with 80% of the children (eight children) achieving the developing very well category. These findings demonstrate that the jarimatika method effectively improves numeracy skills in early childhood.
Implementasi Kegiatan Adiwiyata untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Nurdiana, Rani; Lestari, Ririn Hunafa; Musfita, Regita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30763

Abstract

Adiwiyata adalah salah satu program yang terdapat di PAUD Al-Muhabbah tentang penanaman kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Pada kegiatan Adiwiyata ini anak usia dini diajak untuk merawat lingkungan seperti merawat tanaman dengan cara mencabut rumput, merapihkan tanah, dan memetik daun yang sudah kuning, hal tersebut dapat melatih kemampuan motorik halus anak. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan motorik halus anak di PAUD Al-Muhabbah melalui kegiatan adiwiyata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian pada 10 anak kelompok A. Pendekatan studi kasus menjelaskan suatu program secara menyeluruh sesuai keadaan. Pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif yaitu pengumpulan data, redaksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menggambarkan implementasi kegiatan adiwiyata di lingkungan sekolah mendapatkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kemampuan motorik halus anak, terlihat dari indikator koordinasi mata dan tangan yang semula anak belum bisa mengkoordinasikan mata dan tangannya saat berkegiatan, setelah melakukan kegiatan adiwiyata anak sudah dapat mengkoordinasikan mata dan tangannya dan pada indikator anak memiliki kekuatan jari jemari yang sebelumnya kekuatan jari jemari anak terlihat lemah namun setelah melakukan kegiatan adiwiyata ini anak menjadi memiliki kekuatan pada otot jari jemarinya.   Adiwiyata is one of the programs implemented at PAUD Al-Muhabbah to instill environmental awareness from an early age. Through Adiwiyata activities, early childhood learners are encouraged to care for the environment by engaging in activities such as removing weeds, tidying soil, and collecting yellow leaves. These activities can also support the development of children’s fine motor skills. Therefore, this study aims to examine the improvement of children’s fine motor skills at PAUD Al-Muhabbah through the implementation of Adiwiyata activities. This study employed a qualitative research method with a case study approach. The research subjects consisted of 10 Group A children. The case study approach was used to provide a comprehensive description of the program as implemented in its actual context. Data were collected through observation and interviews. Data analysis was conducted using qualitative analysis procedures, including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the implementation of Adiwiyata activities in the school environment produced significant improvements in children’s fine motor skills. This improvement was evident in indicators of hand–eye coordination, where initially children were unable to coordinate their eyes and hands effectively during activities. After participating in Adiwiyata activities, children demonstrated improved hand–eye coordination. In addition, improvements were observed in finger strength; previously, children’s finger muscles appeared weak, but following the activities, children showed increased finger muscle strength.
Peningkatan Karakter Disiplin Anak Usia Dini melalui Pembiasaan Salat Duha Berjamaah Suryamah, Suryamah; Nafiqoh, Heni; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30768

Abstract

Menanamkan nilai-nilai disiplin pada anak sejak dini sangat penting, karena hal ini akan membantu anak mengurangi ketergantungan terhadap orang lain. Dengan begitu terlihat dari sifat disiplin anak kelompok A di RA Ar-Rahmi yang belum matang sesuai harapan yang diinginkan menjadi landasan penelitian ini, dikarenakan anak belum mampu membentuk kebiasaan disiplin, terutama dalam kegiatan beribadah. Dengan melakukan pembiasaan salat duha berjamaah yang diterapkan untuk meningkatkan karakter disiplin anak, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter disiplin anak melalui pembiasaan salat duha berjamaah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara, dokumentasi dan observasi secara langsung. Penelitian ini dilakukan selama enam kali pertemuan, dengan jumlah anak sebanyak 10 orang anak yang terdiri dari lima anak laki-laki dan lima anak perempuan. Analisis data melalui reduksi data, display data, kemudian menarik kesimpulan. Pada pertemuan awal terlihat bahwasannya anak mulai berkembang, beda hal nya setelah dilakukannya pertemuan sebanyak enam kali pertemuan, hasilnya sangat baik dan menujukkan adanya peningkatan karakter disiplin sebanyak sembilan anak berkembang sangat baik dan satu anak berkembang sesuai harapan dengan indikator: 1) mentaati aturan salat; 2) Merapihkan Saf Salat; 3) Melakukan gerakan salat dari awal sampai akhir; dan yang ke 4) Merapihkan kembali alat salat.   Instilling discipline values in children from an early age is essential, as it helps children develop independence and reduce their dependence on others. However, observations at RA Ar-Rahmi revealed that the discipline of Group A children had not yet reached the expected level of maturity. This condition forms the basis of the present study, as children had not fully developed disciplined habits, particularly in worship activities. By implementing the habit of performing congregational Duha prayer, this study aims to improve children’s disciplined character. The research employed a qualitative descriptive method, with data collected through interviews, documentation, and direct observation. The study was conducted over six meetings and involved 10 children, consisting of five boys and five girls. Data analysis was carried out through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicated that at the initial meeting, children’s disciplined character was categorized as beginning to develop. After six meetings, the results showed a significant improvement, with nine children categorized as developing very well and one child developing as expected. The indicators of disciplined character included (1) obeying prayer rules, (2) arranging prayer rows neatly, (3) performing prayer movements from beginning to end, and (4) tidying up prayer equipment.
Flashcard Berbasis Canva sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kosakata Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini Hendrayani, Annisa Fitri; Windarsih, Chandra Asri; Komala, Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30769

Abstract

Pendidikan masa kini melibatkan penggunaan teknologi digital dalam kegiatan pembelajarannya, oleh karena itu dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini sudah dikenalkan teknologi digital untuk menyampaikan materi oleh guru. Salah satu dampak teknologi dalam pembelajaran yaitu pada perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak, sehingga termasuk aspek penting yang harus menjadi perhatian bagi para pendidik. Media flashcard berbasis aplikasi canva adalah media kartu bergambar berbasis digital yang didalamnya berisi huruf, kata dan gambar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kosakata Bahasa Inggris anak melalui penerapan media flashcard berbasis aplikasi canva. Memakai pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara yang diperoleh dari 10 anak pada kelompok B di TK Plus Al – Karomah. Di analisis menggunakan analisis tematik. Setelah dilakukan penelitian, hasil yang diperoleh menunjukan bahwa selama observasi berlangsung dari pertemuan awal hingga akhir terjadi peningkatan pemerolehan kosakata Bahasa Inggrisnya yang terlihat pada pertemuan awal masih banyak anak yang belum berkembang hingga pada pertemuan akhir anak mengalami pencapaian berkembang sangat baik dalam pemerolehan kosakata Bahasa Inggris melalui media flashcard berbasis aplikasi canva, tidak hanya itu kemampuan anak dalam mengenal aplikasi canva serta menggunakan teknologi sudah optimal.   Contemporary education increasingly integrates digital technology into learning activities; therefore, digital tools have been introduced starting at the early childhood education level to support instructional delivery by teachers. One significant impact of technology on learning is on the development of children’s language and communication skills, which are essential aspects that require attention from educators. Canva-based flashcard media are digital picture cards that include letters, words, and images. This study aims to improve children’s English vocabulary through the implementation of Canva-based flashcard media. The study employed a case study approach, with data collected through observations and interviews involving 10 Group B children at TK Plus Al-Karomah. The data were analyzed using thematic analysis. The findings revealed that from the initial to the final observation, there was a noticeable improvement in children’s English vocabulary acquisition. At the initial meeting, many children had not yet demonstrated adequate development; however, by the final meeting, children achieved very good levels of development in English vocabulary through the use of Canva-based flashcard media. In addition, children demonstrated improved ability to recognize and use the Canva application, indicating optimal engagement with digital technology.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026 Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026 Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue