cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Penggunaan Metode Gerak Dan Lagu Untuk Meningkatkan Kemam-puan Mengenal Angka Pada Anak Kelompok B Yuliani, Lia; Zahro, Ifat Fatimah; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30771

Abstract

This research is motivated by the fact that the ability to recognize the numbers of group B children in Kober Bina Bangsa has not been achieved. Researchers used movement and song methods to solve the problem of recognizing numbers in group B children at the institution. The aim of this research is to determine the increase in the number recognition ability of group B children in Kober Bina Bangsa by using movement and song methods. The research method used is classroom action research (PTK). Classroom action research is research used by teachers in their own classes through self-reflection with the aim of improving their performance as teachers so that children's learning outcomes improve. The subjects of this research were eight children from group B in Kober Bina Bangsa, consisting of three girls and five boys. The data collection technique in this research is observation. Data analysis used qualitative analysis. The steps in this research are planning, acting, observing and reflecting. The conclusion of this research is that, at the pre-cycle stage, children's ability to recognize numbers had not yet reached the very well developed (BSB) category, whereas after the actions in cycle 1 and cycle 2, children's ability to recognize numbers increased and 7 children reached the very well developed (BSB) category.
Kolaborasi Shadow Teacher dan Guru Kelas dalam Mewujudkan Lingkungan Inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Rusdiyani , Isty; Aprilyanti, Dian Surya; Wardhani, Rr. Dina Kusuma
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i1.30895

Abstract

Lingkungan sekolah inklusi pada Pendidikan anak usia dini merupakan praktik Pendidikan yang memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus. Penyelenggaraan pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus akan berjalan dengan lancar dengan adanya dukungan yang diperoleh anak terutama dengan adanya kolaborasi antara guru kelas dan shadow teacher yang mendampingi kegiatan belajar di lingkungan sekolah inklusi. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian yang berkaitan dengan kolaborasi shadow teacher dan gusu kelas yang mendukung pembelajaran di sekolah inklusi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa jauh kolaborasi shadow teacher dan guru kelas dalam mewujudkan lingkungan inklusi di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian ini adalah Lembaga Inklusi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini yang memiliki shadow teacher di Kota Serang. Teknik pengumpulan data yag digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari data yang diperoleh dilakukan proses analisis data melalui triangulasi data.  Hasil dari penelitian ini kolaborasi guru dan shadow teacher dapat menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif, menyenangkan dan secara holistic mengembangkan perkembangan anak. Selain itu dalam pelaksanaannya guru dan shadow teacher melakukan kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran yang berkesinambungan. Melalui komunikasi yang menghargai pendapat dan terbuka dapat mencapai tujuan pembelajaran bersama.   An inclusive school environment in early childhood education is an educational practice that facilitates for children with special needs. The implementation of learning for children with special needs will run smoothly with the support obtained by children, especially with the collaboration between classroom teachers and shadow teachers who assist learning activities in an inclusive school environment. Therefore, the researcher conducted research related to the collaboration between shadow teachers and classroom teachers that supports learning in inclusive schools. The purpose of this study is to see the extent to which the collaboration between shadow teachers and classroom teachers in realizing an inclusive environment in Early Childhood Education Institutions. This study uses a descriptive qualitative research method, and the subject of this study is Inclusive Institutions at the Early Childhood Education level that have shadow teachers in Serang City. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data obtained was analyzed through data triangulation. The results of this study show that the collaboration between teachers and shadow teachers can create conducive and enjoyable teaching and learning activities and holistically develop children's development. In addition, teachers and shadow teachers carry out continuous learning planning, implementation, and evaluation activities. Through respectful and open communication, they can achieve learning goals together.
Pengaruh Media Wordwall Terhadap Penguasaan Kosakata Bahasa Inggris pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK Wahyu Kabupaten Gowa Magfirah, Magfirah; Syamsuardi, Syamsuardi; Dzulfadhilah, Fitriani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.30851

Abstract

Berdasarkan permasalahan terkait penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu yang belum optimal, di mana masih terdapat anak yang mengalami kesulitan dalam mengenal, menyebutkan dan memahami makna kata. Hal tersebut dapat disebabkan karena penggunaan metode dan media yang kurang efektif. Maka dibutuhkan solusi alternatif yaitu media wordwall. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen dengan rancangan penelitian nonequivalent control group design untuk mengkaji pengaruh media wordwall terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu. Sebanyak 20 anak dipilih sebagai sampel peneltian melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, serta dokumentasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diuji menggunakan wilcoxon signed rank. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,005 (<0,05). Hal tersebut mengindikasikan bahwa wordwall memberikan pengaruh terhadap penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun di TK Wahyu.
Penggunaan Model Project Based Learning Dengan Berbantuan Me-dia Mobis Untuk Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Anak Usia Dini Maryani, Eka; Windarsih, Chandra Asri; Wulansuci, Ghina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31073

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kerja sama anak di RA Asy Syakur yang disebabkan dalam pembelajaran lebih memilih metode yang mudah, yang tidak memerlukan persiapan banyak, selain itu keterbatasan media pendukung dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan model Project based learning dengan berbantuan media mobis untuk meningkatkan kemampuan kerja sama anak usia dini. penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas pada anak usia 4-5 tahun di RA Asy Syakur Kabupaten Bandung dengan subjek 12 anak yang terdiri dari empat anak laki-laki dan delapan anak perempuan. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dimana data yang diperoleh akan diolah menggunakan teknik presentase. Teknik penumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan peneliti selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian memperoleh data hasil pra siklus anak hanya memperoleh nilai rata-rata 31,1 dengan presentase keberhasilan anak 0%, selanjutnya pada data hasil penelitian siklus I dapat diperoleh nilai rat-rata kelas sebesar 54,8 dengan presentase keberhasilan 25%, adapun hasil refleksi pada siklus 1 yaitu masih banyak anak yang memiliki sifat individual, sebagian besar anak memiliki rasa empati yang kurang, belum memahami peraturan permaian. Selanjutnya pada data hasil penelitian siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas 80,5 dengan presentase keberhasilan sebesar 75%. Hasil ini menunjukan bahwa penelitian mengenai penggunaan model Project based learning dengan berbantuan media mobis mampu meningkatkan kemampuan kerja sama anak usia dini.   This study was motivated by the low level of cooperation among children at RA Asy Syakur. This condition was caused by the use of simple learning methods that require minimal preparation, as well as limited supporting media in the learning process. Therefore, this study aims to determine the use of the Project-Based Learning model assisted by mobile media to improve early childhood cooperation skills. This research employed a Classroom Action Research (CAR) method involving children aged 4–5 years at RA Asy Syakur, Bandung Regency. The research subjects consisted of 12 children, including four boys and eight girls. Data were collected through interviews, observations, and documentation during the research process. The data were analyzed using quantitative descriptive analysis with percentage techniques. The results showed that in the pre-cycle stage, children achieved an average score of 31.1, with a success rate of 0%. In Cycle I, the average class score increased to 54.8, with a success rate of 25%. The reflection results in Cycle I indicated that many children still displayed individualistic characteristics, lacked empathy, and had difficulty understanding the rules of the game. In Cycle II, the average class score increased significantly to 80.5, with a success rate of 75%. These findings indicate that the implementation of the Project-Based Learning model assisted by mobile media can effectively improve early childhood cooperation skills.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP STIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK A DI TKQ AL-IKHLAS MUTIARA Herawati, Herawati; Nafiqoh, Heni; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31074

Abstract

Salah satu perkembangan yang dimiliki oleh anak adalah perkembangan kognitif. Oleh sebab itu perkembangan kognitif harus distimulasi dengan optimal karena memiliki peran yang sangat kuat terhadap potensi pada masa mendatang. Tetapi stimulasi perkembangan kognitif di TKQ Al-Ikhlas Mutiara Karawang masih rendah karena seringkali pembelajaran hanya menggunakan lembar kerja anak. Maka diperlukan stimulasi yang tepat agar perkembangan kognitif anak kelompok A dapat terstimulasi dengan baik, salah satunya menggunakan alat permainan edukatif. Salah satu alat permainan edukatif ialah balok. Riset ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan alat permainan balok terhadap stimulasi perkembangan kognitif anak kelompok A di TKQ Al-Ikhlas.  Metode penelitian ini menggunakan ekperimen dengan jenis pra-eksperimental, dengan subjek sepuluh anak kelompok A usia 4-5 tahun. Pengumpulan data menggunakan observasi kemudian dikaji menggunakan statistik parametik dengan uji hipotesis menggunakan Uji-t menggunakan aplikasi SPPS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan thitung sebesar 6,790 dan ttabel 1,753, artinya thitung > ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima, serta berdasrkan nilai Sig 0,000 < probabilitas 0,05 sehingga terdapat perbedaan signifikan antara peningkatan hasil belajar anak pada kegiatan pretest dan posttest,  sehingga pada variabel bebas (alat permainan balok) mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (stimulasi perkembangan kognitif anak kelompok A).   Cognitive development is one of the essential aspects of early childhood development that must be optimally stimulated, as it plays an important role in supporting children’s future potential. However, the stimulation of cognitive development at TKQ Al-Ikhlas Mutiara Karawang has not been optimal because learning activities often rely solely on children’s worksheets. Therefore, appropriate stimulation is needed to support the cognitive development of Group A children, one of which is through the use of educational play tools. One example of such tools is block play. This study aims to determine the effect of using block play tools on stimulating the cognitive development of Group A children at TKQ Al-Ikhlas. The study employed an experimental method with a pre-experimental design. The research subjects consisted of ten Group A children aged 4–5 years. Data were collected through observation and analyzed using parametric statistical techniques, with hypothesis testing conducted through a t-test using SPSS version 25. The results showed a t-value of 6.790 and a t-table value of 1.753, indicating that t-count > t-table; therefore, H₀ was rejected and Hₐ was accepted. In addition, the significance value of 0.000 < 0.05 indicates a significant difference between children’s learning outcomes in the pretest and posttest activities. These findings demonstrate that the independent variable (block play tools) has a significant effect on the dependent variable, namely the stimulation of cognitive development in Group A children.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus melalui Kegiatan Meronce Berbasis Bahan Alam Pada Anak Usia Dini Laelasari, Laelasari; Rohmalina, Rohmalina; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31114

Abstract

Latar belakang penelitian ini karena masih rendahnya kemampuan motorik halus anak dan media pembelajaran yang disajikan oleh guru kurang menarik, maka diperlukan media yang tepat dalam menstimulus kemampuan motorik halus anak, yaitu menggunakan media meronce bahan alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui metode pembelajaran meronce bahan alam dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian tindakan kelas (PTK) dengan referensi model yang digunakan dari kemmis dan MC Taggrat. Alur penelitian yaitu tahap rancangan, penentuan tindakan, observasi dan evaluasi. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dari TK Melati yang berjumlah 16 anak yang terdiri dari enam perempuan dan sepuluh laki-laki. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif jenis statistika deskriptif, disajikan dengan nilai persentase. Hasil peningkatan kemampuan motorik halus anak pada siklus berada 15% anak yang mencapai kategori berkembang sesuai harapan (BSH0. Setelah adanya tindakanpada siklus 1 mengalami peningkatan sebesar 21% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada Siklus II terjadi peningkatan signifikan yaitu 81% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 19% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan 0% Kategori Mulai Berembag (MB).   The low fine motor skills observed in children and the lack of engaging learning media provided by teachers motivate this research. To address these issues, appropriate media are required to stimulate fine motor development, specifically through the use of natural material stringing activities. This study aims to evaluate the effectiveness of stringing natural materials as a learning method to improve fine motor skills in early childhood. The methodology employed is Classroom Action Research (CAR), following the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects included 16 children aged 5–6 years at Melati Kindergarten, comprising six girls and ten boys. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as percentages. Preliminary results showed that only 15% of the children reached the "Developing as Expected" category. After the intervention in Cycle I, this figure increased to 21%. By Cycle II, a significant improvement was observed: 81% of the children reached the "Developing Very Well" category, 19% achieved the "Developing as Expected" category, and 0% remained in the "Starting to Develop" category. It is concluded that the use of natural material stringing media effectively enhances the fine motor skills of children at Melati Kindergarten.
Metode Bercerita Berbantuan Media PowerPoint untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Fauziah, Rizki; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31115

Abstract

Kemampuan bahasa reseptif merupakan kemampuan anak dalam memahami bahasa. Kemampuan bahasa reseptif memungkinkan anak berkomunikasi secara efektif, namun beberapa anak memiliki hambatan dalam pemahaman bahasa karena kesulitan berkonsentrasi dalam belajar. Melalui metode bercerita berbantuan PowerPoint dapat memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif melalui metode bercerita pada anak kelompok A di RA AT-Tamimy. Dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart, penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan alur penelitian berupa perencanaan, pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian merupakan anak kelompok A di RA AT-Tamimy yang berjumlah 11 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik persentase melalui analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang dapat dilihat dari hasil tindakan pada siklus I dan siklus II yaitu pada siklus I kemampuan bahasa reseptif anak yang berkembang sesuai harapan mencapai 36,36% sedangkan pada siklus II kemampuan bahasa reseptif anak yang berkembang sesuai harapan mencapai 77,27%. Dengan ini disimpulkan bahwa melalui metode bercerita berbantuan media PowerPoint dapat meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak kelompok A di RA AT-Tamimy.   Receptive language skill refers to a child's ability to comprehend language, which is essential for effective communication. However, some children face challenges in language comprehension due to difficulties in maintaining focus during learning. This study aims to enhance receptive language skills among Group A children at RA AT-Tamimy through a PowerPoint-assisted storytelling method designed to provide an engaging learning experience. Following the Kemmis and McTaggart model, this Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 11 children in Group A. Data were collected through structured observations and analyzed using descriptive statistics, presented in tables and percentage graphs. The results demonstrated a significant improvement: in Cycle I, only 36.36% of children achieved the expected developmental level in receptive language, whereas in Cycle II, this figure rose to 77.27%. The study concludes that the PowerPoint-assisted storytelling method effectively improves the receptive language skills of Group A children at RA AT-Tamimy
Efektivitas Penggunaan Media Busy Book untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Lestari, Ayu Bunga; Komala, Komala; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.31119

Abstract

Kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun belum sepenuhnya berkembang. Hal ini terlihat dari sebagian anak mengalami kesulitan untuk mengkoordinasikan mata dan tangan dalam menyelesaikan kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh guru. Melalui media busy book dapat memberikan pembelajaran yang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui media busy book pada anak kelompok. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Kemmis and MC Taggart. Alur penelitian yaitu tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek Penelitian merupakan anak kelompok A di RA Nurul Ansor yang berjumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan gerafik persentase melalui analisis statistik deskriptif jenis distribusi frekuensi. Hasil Penelitian terlihat adanya peningkatan kemampuan motorik halus melalui media busy book, pada pra siklus berada pada 14% anak mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Setelah adanya tindakan pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 20% dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 70% dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), 30% mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 0% untuk kategori Mulai Berkembang (MB).   The fine motor skills of children aged 4–5 years have not yet developed optimally. This can be observed in children’s difficulty in coordinating hand–eye movements when completing learning tasks assigned by the teacher. The use of busy book media can provide engaging and interactive learning experiences for children. Therefore, this study aims to improve the fine motor skills of children through the use of busy book media. This study employed a Classroom Action Research (CAR) method, utilizing the Kemmis and McTaggart model, which comprises the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 10 children in Group A at RA Nurul Ansor. Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistical techniques in the form of frequency distributions, presented through tables and percentage graphs. The results showed an improvement in children’s fine motor skills through the use of busy book media. In the pre-cycle stage, 14% of children reached the Developing as Expected (BSH) category. After the implementation of Cycle I, there was an increase to 20% in the same category. In Cycle II, a significant improvement was observed, with 70% of children reaching the Developing Very Well (BSB) category, 30% in the Developing as Expected (BSH) category, and no children remaining in the Starting to Develop (MB) category.
Congklak: Media Permainan Anak Usia Dini untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Sinta Rohimah; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.27426

Abstract

Penelitian ini bermula dari situasi pembelajaran yang terjadi di PAUD Cemerlang, khususnya dalam aspek kemampuan berpikir simbolik. Saat ini proses pembelajaran masih mengandalkan metode konvensional dengan penggunaan media trsdisional seperti jari tangan, majalaj dan batu kerikil, setra lebih cenderung berpusat pada peran guru untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik, penting adanya stimulus yang dapat merangsang kemampuan ini. kemampuan berpikir simbolik adalah tahap dalam pembelajaran yang berkaitan dengan pengalaman symbol atau lambang. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik adalah melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan menghibur, seperti permainan congklak. Tahap dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi proses dan peningkatan kemampuan berpikir simbolik anak-anak setelah mereka menggunakan media permainan congklak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model desain yang di kembangkan oleh Kemmis dan Mctaggar. Subjek penelitian yaitu kelompok B di PAUD Cemerlang sebanyak 19 orang anak. Teknik penumpulan data petelitian menggunkan observasi dan analisis mengunakan deskriftif kuantitatif dan bentuk persentase. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil persentase pada siklus I pertemuan satu dengan hasil persentase 41,8% dengan kategori (MB), dan hasil akhir pada nilai persentase siklus II pertemuan tiga dengn hasil persentase 81,8% dengan kategori (BSB).   This research was initiated by the current learning conditions at PAUD Cemerlang, specifically regarding the development of symbolic thinking skills. The existing learning process heavily relies on conventional methods and traditional media such as textbooks, magazines, and physical objects—while remaining predominantly teacher-centered. Given the importance of effective stimuli for cognitive development, innovative and engaging media are required to enhance children's symbolic thinking, which involves the ability to recognize and relate to symbols. This study investigates the implementation of the "Congklak" game as an alternative learning medium. Utilizing Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, the study involved 19 children from Group B at PAUD Cemerlang. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques and percentage calculations. The findings indicate a significant improvement in children's symbolic thinking skills; the initial percentage of 41.8% in the first meeting of Cycle I increased to 81.8% by the third meeting of Cycle II. These results demonstrate that the use of Congklak effectively stimulates symbolic thinking abilities in early childhood education.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Sains untuk Mengembangkan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini Nani Sumarni; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v9i2.29273

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan awal yang merupakan dasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sumber daya manusia bisa ditingkatkan dengan kecerdasan. Salah satu kecerdasan yang bisa ditanamkan adalah kecerdasan Naturalis. Kecerdasan Naturalis adalah kemampuan merasakan bentuk serta menghubungkan benda yang ada di alam. Untuk menstimulus kecerdasan naturalis bisa menerapkan berbagai metode pembelajaran, salah satunya pembelajaran Sains. Untuk merespons hal itu maka peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan naturalis melalui pembelajaran sains. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang relevan, Adapun subjek penelitian sebanyak 12 anak kelompok B. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan naturalis anak mengalami peningkatan  ketika disampaikan melalui pembelajaran sains, dari 12 anak terdapat lima anak  yang mencapai perkembangan sangat baik (BSB), tiga anak masih berkembang sesuai harapan (BSH) dan empat anak mulai berkembang (MB). Dengan demikian perkembangan kecerdasan naturalis anak melalui pembelajaran sains dapat dikatakan berkembang sangat baik (BSB).   Early Childhood Education (ECE) serves as a foundational pillar for enhancing the quality of human resources, primarily through the cultivation of various intelligences. Among these, naturalist intelligence—the ability to identify, categorize, and relate to elements in the natural environment—is crucial. This study aims to investigate the enhancement of naturalist intelligence through science-based learning. Utilizing a descriptive qualitative approach, data were collected via observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of 12 children in Group B. Data analysis was conducted through reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal a significant improvement in children’s naturalist intelligence when science learning is integrated with naturalist intelligence. Specifically, five children achieved the Developing Very Well criteria, three reached Developing as Expected, and four were at the Starting to Develop stage. Consequently, the study concludes that science learning is an effective method for fostering robust naturalist intelligence in early childhood.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9, Number 2, March 2026 Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Number 1, January 2026 Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue