cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia Dini melalui Kegiatan Meronce Mariah, Siti; Andrisyah, Andrisyah; Musfita, Regita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28360

Abstract

Perkembangan sosial emosional merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting bagi setiap anak karena salah satu faktor penentu kesuksesannya di masa depan. Penelitian ini dilatarbelakangi dari kegiatan pembelajaran anak kelompok B yang hanya sebatas pada lembar kerja anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial emosional melalui kegiatan meronce pada anak usia dini POS PAUD KENARI. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), tahapan kegiatan penelitian ini yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Keempat tahapan tersebut dilaksanakan dua siklus. Dimana masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 10 anak di kelompok B. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan statistika deskriptif dengan rumus persentase. Hasil dari tindakan kelas terdapat peningkatan dalam sosial emosional diantaranya anak bermain dengan teman sebaya, mau berbagi dengan orang lain, menghargai karya orang lain, mau bekerjasama dan menunjukkan sikap toleran. Peningkatan sosial emosional yang diamati dari pra siklus dan pasca siklus. Skor rata-rata pra siklus yaitu 32,05% meningkat 67,25 % siklusI. Skor tersebut terus mengalami peningkatan yang baik hingga 79,25 % siklus II. Hasil penelitian sudah dianggap berhasil. Dengan demikian, kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional pada anak usia dini di POS PAUD Kenari. Social-emotional development is a crucial aspect of early childhood growth, as it significantly contributes to future success and overall well-being. The limited learning activities for Group B children, primarily restricted to worksheets, motivated this study. This research aimed to improve the social-emotional skills of early childhood learners at POS PAUD Kenari through beading (stringing) activities. The research employed a Classroom Action Research (CAR) method, consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection, conducted over two cycles. Each cycle comprised three sessions. The subjects of this study were 10 children in Group B. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using descriptive statistical techniques with percentage calculations. The results indicated improvements in children's social-emotional skills, including playing cooperatively with peers, willingness to share, appreciation of others' work, cooperation, and tolerance. The average pre-cycle score was 32.05%, which increased to 67.25% in Cycle I and further rose to 79.25% in Cycle II. These results indicate that the beading activity effectively enhanced the social-emotional skills of early childhood learners at POS PAUD Kenari.
Kegiatan Meronce Menggunakan Barang Bekas untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial-Emosional Anak Usia Dini Senjaya, Fitria Aprilia; Nafiqoh, Heni; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28618

Abstract

Teaching materials are a crucial component of the learning process. With appropriate teaching materials, learning activities can be conducted more effectively, particularly in supporting the development of children's social-emotional skills. To enhance these aspects, teachers often rely on classical approaches, which may not optimally stimulate children's social-emotional development. The purpose of this study was to improve children's social-emotional aspects, including patience, independence, responsibility, perseverance, and self-confidence. This study employed a qualitative descriptive method, with data collected through direct observation. The sample consisted of 15 children aged 4–5 years at Koner Siti Masitoh, observed over seven sessions. Data processing involved data reduction, data display, and conclusion. The results of the study showed an improvement in children's social-emotional development. In the initial condition, most children had not yet developed the targeted social-emotional skills. By the seventh session, their social-emotional development had progressed to the levels of “Developing as Expected” and “Developing Very Well.” This was evident in their behavior: initially, children were unwilling to follow rules, were impatient, and refused to complete their string-threading activities. However, by the seventh meeting, they were able to follow rules, showed greater patience during the string-threading tasks, and were willing to complete them independently. Bahan ajar adalah bagian terpenting dalam proses pembelajaran.dengan bahan ajar yang tepat, kegiatan pembelajaran akan berjalan efektif, khususnya untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak. Untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak, guru biasanya hanya menstimulasi dengan cara klasikal saja, sehingga aspek sosial emosional anak kurang terstimulus dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aspek sosial emosional anak, diantaranya yaitu sabar, mandiri, tanggung jawab, pantang menyerah dan percaya diri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, dengan sampel data anak usia 4-5 Tahun di Koner Siti Masitoh dengan jumlah 15 anak yang dilaksanakan selama tujuh kali pertemuan. Pengolahan data menggunakan reduksi data, penyaian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aspek sosial emosional pada anak yaitu pada kondsi awal, aspek sosial emosional rata-rata anak belum berkembang. Pada pertemuan ketujuh aspek sosial emosional anak meningkat menjadi berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik. Hal ini dapat dilihat pada prilaku anak ketika kondisi awal anak tidak mau mengikuti aturan, tidak sabar dan tidak mau mengerjakan ronceannya sampai selesai, sedangkan pada pertemuan ketujuh anak menjadi mampu mengikuti aturan, lebih sabar saat membuat roncean dan mau mengerjakan ronceannya sampai selesai.
Pengaruh Media Audio Visual terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Yulianti, Eti; Nurunnisa, Rita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.28741

Abstract

Receptive language ability refers to the capacity to understand or receive messages conveyed by others. It is a critical aspect of language development, as it significantly influences a person’s overall language skills. Based on observations conducted at Karunia Jaya Kindergarten, the receptive language skills of children aged 5–6 years were found to be suboptimal. This was evident in their difficulty understanding lessons delivered by the teacher. Therefore, appropriate stimulation through learning media is necessary, one of which is the use of audio-visual media. However, this type of media had not previously been utilized due to limited school facilities. The purpose of this study was to examine the effect of audio-visual media on the receptive language skills of children aged 5–6 years. The research employed a pre-experimental design. The subjects were 15 children aged 5–6 years. Data were collected through observation over the course of eight meetings. Data were analyzed using parametric statistical methods, with hypothesis testing conducted via a t-test using the SPSS version 25 application. The analysis results showed a calculated t-value of 6.790 and a t-table value of 1.753, meaning that t<sub>count</sub> > t<sub>table; thus, the alternative hypothesis (Ha) was accepted. This indicates that the use of audio-visual media has a significant effect on the receptive language skills of children aged 5–6 years. Kemampuan bahasa reseptif adalah kemampuan menerima pesan yang disampaikan orang lain. Bahasa reseptif sangat penting karena akan mempengaruhi kemampuan berbahasa seseorang. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan di TK Karunia Jaya bahwa kemampuan bahasa anak usia 5-6 tahun belum tercapai dengan baik, ditunjukan dengan kesulitan anak untuk memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga diperlukan stimulasi melalui media pembelajaran, salah satunya adalah penggunaan media audio visual. Media audio visual ini termasuk media yang belum digunakan untuk pembelajaran karena kurangnya sarana yang ada di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media audio visual visual terhadap kemampuan bahasa reseptif pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan ekperimen dengan jenis pra eksperimental. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5-6. Pengumpulan data menggunakan observasi selama delapan kali pertemuan. Analisis data menggunakan statistic parametik dengan uji hipotesis menggunakan Uji-t menggunakan bantuan aplikasi SPPS versi 25. Hasil analisis pada penelitian menunjukkan thitung sebesar 6,790 dan ttabel 1,753, artinya thitung > ttabel atau sama dengan Ha diterima yaitu adanya pengaruh penggunaan media audio visual terhadap kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun.
Urgensi Kemampuan Computional Thinking melalui Pembelajaran Coding di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Aminiati, Maria; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.24660

Abstract

Bonus demografi Indonesia dapat menjadi masalah serius jika tidak diimbangi dengan kesiapan kompetensi dan cara berpikir. Hal ini merupakan suatu tantangan yang harus dipersiapkan sejak dini. Computational thinking sebagai salah satu cara berpikir merupakan salah satu jawaban untuk menjawab tantangan tersebut. Penerapan computational thinking dapat dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini, yaitu melalui pembelajaran coding. Melalui pembelajaran coding diharapkan anak-anak memiliki kemampuan berpikir komputasi atau computational thinking yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kehidupan anak.  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai urgensi computational thinkingmelalui pembelajaran coding di lembaga PAUD. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku, modul dan artikel ilmiah mengenai urgensi computational thinking. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa  computational thinking sangat penting untuk diterapkan karena memiliki banyak manfaat.  Salah satu cara menerapkan computational thinking adalah melalui pembelajaran coding di satuan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini.   Indonesia’s demographic bonus could become a serious challenge if not balanced with adequate competencies and a ready mindset. Therefore, early preparation is essential. Computational thinking, as a way of problem-solving, offers one potential solution to this challenge. The introduction of computational thinking can begin in early childhood education through coding lessons. Such lessons are expected to foster computational thinking skills in children, which provide numerous benefits for their future lives. The purpose of this study is to describe the urgency of developing computational thinking through coding lessons in early childhood education institutions. This research employed a literature study with a qualitative analysis approach. The data consisted of secondary sources such as books, modules, and scientific articles related to computational thinking. The results of the analysis indicate that computational thinking is highly important to implement due to its wide-ranging benefits. One effective way to introduce computational thinking is through coding lessons in early childhood education institutions.
Anjang-anjangan: Permainan Tradisional untuk Mengembangkan Literasi Bahasa Lisan Anak Usia Dini Linawati, Lilis; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26025

Abstract

Bermain adalah aktivitas yang menyenangkan bagi anak usia dini, diantaranya adalah bermain permainan tradisional anjang-anjangan, dimana permainan ini bisa untuk melatih perkembangan bahasa lisan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan menggunakan tutur kata bahasa lisan yang sopan, benar dan baik. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Cibeber Cimahi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, partisipan dan wawancara, dengan subjek penelitian adalah peserta didik usia 5-6 tahun dan guru. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan data. Penelitian menunjukkan  peserta didik yang mampu berkomunikasi dengan tutur kata bahasa lisan yang sopan, benar dan baik, terlihat hasil selama enam kali pertemuan dalam kegiatan pembelajaran permainan tradisional anjang-anjangan, terdapat peningkatan pada perkembangan bahasa lisan peserta didik, yaitu dari 11 peserta didik, terdapat empat peserta didik yang berkembang sesuai harapan, dan tujuh peserta didik berkembang sangat baik. Diharapkan penalitian ini dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru dalam mengimplementasikan literasi bahasa lisan  bagi peserta didik anak usia dini secara menyenangkan.   Indonesia’s low performance in mathematical literacy, as reported in the 2018 Programme for International Student Assessment (PISA) by the Ministry of Education and Culture, highlights the need to strengthen students’ understanding of mathematical literacy from an early age. Early introduction of mathematical concepts prepares children for future learning. One approach is to use a contextual learning model to introduce number concepts through illustrated number cards. This article aims to examine how number concepts can be introduced to children aged 4–5 years through contextual learning with illustrated number cards. The study employed a literature review method to establish the groundwork for a research framework, applying a heuristic approach by gathering relevant sources and data. Data were collected from journals, theses, and books, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of a contextual learning model with illustrated number cards is effective in introducing number concepts to young children, as it provides concrete visual representations, enhances observation, and creates an engaging and enjoyable learning experience.
Permainan Bola sebagai Aktivitas Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Priatna, Diana Rahmawati; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26453

Abstract

Perkembangan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini merupakan aspek yang signifikan dalam pertumbuhan mereka. Oleh karena itu, diperlukan rangsangan yang efektif dalam aspek ini. Salah satu cara untuk merangsang perkembangan motorik kasar adalah melalui bermain bola, sebagai salah satu bentuk olahraga yang melibatkan penggunaan bola sebagai objek permainan, memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar anak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana permainan bola dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan melibatkan delapan peserta didik dari kelompok A yang berusia 4-5 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode observasi, perkembangan motorik kasar pada anak usia dini mengalami peningkatan secara signifikan. Pada awal pertemuan, beberapa anak belum menunjukkan perkembangan yang mencolok, namun pada pertemuan terakhir, mereka telah mengalami peningkatan yang berarti dan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa permainan bola memiliki peran positif dalam perkembangan motorik kasar anak usia dini. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa permainan bola dapat dijadikan strategi yang efektif untuk merangsang perkembangan motorik kasar pada anak usia dini.   The development of gross motor skills is a vital aspect of early childhood growth, requiring effective stimulation to ensure optimal progress. One way to enhance gross motor development is through ball games, which serve as engaging activities that support children’s physical abilities. This study aimed to examine the role of ball games in improving gross motor development in early childhood. A descriptive qualitative method was employed with eight children from Group A, aged 4–5 years, as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that children’s gross motor skills showed noticeable improvements over the course of the intervention. While some children demonstrated limited progress at the beginning, by the final session, their development had improved significantly and met the expected standards. These results indicate that ball games play a positive role in enhancing gross motor development and can be considered an effective strategy for stimulating physical growth in early childhood.
Meningkatkan Kecerdasan Moral Agama Anak Usia Dini melalui Kisah Nabi Halimatussya’diah, Nurhabibah; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini masih banyak anak yang berperilaku buruk, belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk sehingga kurangnya sopan santun terhadap orang lain. Begitu juga di RA As-Sa’aadah seperti berkata kasar, tidak menghargai teman, maka peneliti memilih kisah nabi yang memiliki pesan moral serta menarik untuk diterapkan pada pembelajaran untuk mencapai tujuan meningkatkan moral agama anak, adapaun  tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan moral agama anak kelompok B di RA As-Sa’aadah melalui kisah nabi menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B RA As-Sa’aadah. Data di kumpukan melalui observasi, kemudian di kaji untuk data deskriptif kuantitatif dalam bentuk rumus persentase. Hasil peneltian menunjukan  bahwa adanya peningkatkan kecerdasan agama dan moral anak, dimana sebelum tindakan (pra siklus) yakni 41% dengan kriteria mulai berkembang, meningkat pada siklus I menjadi 56,52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, dan meningkat kembali pada siklus II sebesar 73,66% dengan kriteria berkembang sesuai harapan mendekati kriteria berkembang sangat baik. Maka dapat disimpukan bahwa melalui kisah nabi dapat meningkatkan kecerdasan moral agama kelompok B di RA As-Sa’aadah.   Many children continue to face difficulties in distinguishing between appropriate and inappropriate behavior, often resulting in a lack of manners toward others. A similar condition was observed at RA As-Sa’aadah, where some children spoke rudely and showed limited respect for their peers. To address this issue, Prophet stories containing moral values were used as engaging learning media to foster children’s religious and moral intelligence. This study aimed to improve the moral intelligence of Group B children at RA As-Sa’aadah through the use of Prophet stories, applying Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart design. The participants were Group B students, with data collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques with percentage formulas. The results indicated notable improvements in children’s religious and moral intelligence. Before the intervention (pre-cycle), the percentage was 41% with the criterion “beginning to develop.” In Cycle I, it increased to 56.52% with the criterion “developing as expected.” In Cycle II, it rose to 73.66%, approaching the criterion “developing very well.” These findings demonstrate that Prophet stories can serve as an effective strategy to enhance young children’s religious and moral intelligence at RA As-Sa’aadah.
Kahoot! sebagai Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia Dini Sintiawati, Sintiawati; Zahro, Ifat Fatimah; Santana, Fifiet Dwi Tresna
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26972

Abstract

Minat belajar seorang anak tidak dapat berkembang dengan baik jika tidak didukung dengan rangsangan yang dapat memicu minatnya. Untuk meningkatkan minat belajar anak perlu adanya media pembelajaran digital yang menarik salah satunya dengan media games Kahoot!. Faktor penyebab kurangnya minat belajar ini dikarenakan media pembelajaran yang digunakan di sekolah kurang berinovasi dan tidak adanya media pembelajaran digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan proses dan peningkatan minat belajar anak sesudah diterapkannya pembelajaran menggunakan media aplikasi Kahoot!. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas  dengan model Kemmis dan Mac Tanggart dengan langkah penelitiannya menggunakan rencana, tindakan, observasi dan refleksi.  Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelompok B yang berjumlah 13 orang anak yang terdiri dari tujuh perempuan dan enam laki-laki. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan analisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian ini adalah meningkatnya minat belajar pada anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sangat baik. Pada kondisi siklus kedua terjadi peningkatan jumlah anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik, pada siklus pertama tidak terdapat anak dengan kategori berkembang sangat baik, namun pada siklus kedua terjadi peningkatan jumlah dengan kategori berkembang sangat baik.   A child’s interest in learning cannot develop optimally without appropriate stimuli to encourage engagement. To foster children’s interest, innovative and engaging digital learning media are required, one of which is Kahoot! Game application. The lack of innovation in learning media and the absence of digital platforms in schools have been identified as factors contributing to children’s low interest in learning. This study aimed to examine the process and improvement of children’s learning interest through the implementation of Kahoot! Application. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which includes planning, action, observation, and reflection. The subjects consisted of 13 Group B students, comprising seven girls and six boys. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative methods in the form of percentages. The results indicated an increase in children’s interest in learning, with improvements reaching the category of “developing very well.” In the first cycle, no students achieved this category; however, in the second cycle, the number of students categorized as “developing very well” increased significantly. These findings suggest that the use of Kahoot! as a digital learning medium can effectively enhance early childhood learning interest.
Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual untuk Mengenalkan Konsep Bilangan Anak Usia Dini melalui Kartu Angka Bergambar Akbar, Utami Nur; Zahro, Ifat Fatimah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.27238

Abstract

Rendahnya poin Indonesia pada kompentensi literasi matematika di Programme for International Student Assesment (PISA) yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2018 menjadi sebuah evaluasi untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam kemampuan literasi matematika. Kemampuan tersebut mesti diajarkan sejak anak usia dini agar siap untuk jenjang pendidikan yang selanjutnya. Salah satu caranya yaitu dengan merepkan model pembelajaran kontekstual untuk pengenalan konsep bilangan menggunakan media kartu angka bergambar. Tujuan dari artikel studi literatur ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengenalan konsep bilangan pada anak usia 4-5 tahun dengan penerapan metode pembelajaran kontekstual menggunakan kartu angka bergambar. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu studi literatur, untuk mempersiapkan langkah awal dalam menyusun kerangka penelitian dengan metode heuristik, yaitu mengumpulkan sumber dan data yang diperlukan yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian yang diangkat. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa sumber jurnal, skripsi dan buku yang terkait dengan penelitian. Hasil penelitian ini yang dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual untuk pengenalan konsep nilangan menggunakan media kartu angka bergambar merupan cara yang efektif karena memberikan gambaran yang konkret untuk pengamatan yang dilakukan anak. Media kartu angka bergambar juga memberikan pengalaman pembelajaran yang menarik dan menyenangkan untuk anak.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Media Mini Ball Rainbow Tutinawati, Elis; Windarsih, Chandra Asri; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.27319

Abstract

Kemampuan motorik kasar anak kelompok A di TK Islam Asy-Syifa yang belum begitu berkembang terlihat rendahnya perkembangan fisik motorik kasar anak yang disebabkan karna kurangnya guru menstimulus dalam motorik, sebagian besar anak belum dapat terkoordinasi motorik kasar, karena yang diutamakan nya yaitu motorik halusnya seperti menulis, menggunting, menempel sehingga kurang menstimulus anak dalam motorik kasar. Maka dari itu media mini ball rainbow merupakan media yang dapat melatih motorik kasar anak dan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.Tujuan peneliti ini adalah untuk menemukan proses dan peningkatan motorik kasar anak sesudah diterapkannya pembelajaran menggunakan media mini ball rainbow. Jenis penelitian ini adalah penelitian Tindakan kelas (PTK) dengan model desain Kemmis dan Mc Tanggarat yang Langkah penelitiannya menggunakan rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelompok A yang berjumlah10 orang anak yang terdiri lima orang anak laki-laki dan lima orang perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi. Dan analisis datanya menggunakan stastika deskriftif dalam bentuk prasantase. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya motorik kasar anak dengan kategori nilai paling baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada kondisi siklus kedua terjadi peningkatandengan kategori nilai baik yaitu berkembang sesuai harapan. Pada prasiklus mencapai 63%, lalu pada sikus I mencapai 82% dan pada siklus ke-2 mencapai 85%. The gross motor skills of Group A children at Asy-Syifa Islamic Kindergarten were found to be underdeveloped, as indicated by their limited physical abilities and lack of stimulation from teachers. Most children had not yet demonstrated proper coordination in gross motor skills, as classroom activities tended to prioritize fine motor skills such as writing, cutting, and pasting. To address this issue, the Mini Ball Rainbow media was introduced as a learning tool to enhance children’s gross motor development. This study aimed to examine the process and improvement of children’s gross motor skills through the implementation of the Mini Ball Rainbow media. The research employed Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model, which involved planning, action, observation, and reflection. The subjects consisted of 10 Group A students (five boys and five girls). Data were collected through observation and analyzed using descriptive statistics. The findings showed significant improvement in children’s gross motor skills, categorized as "developing as expected" (BSH). In the pre-cycle, the achievement rate was 63%, which increased to 82% in the first cycle and 85% in the second cycle. These results indicate that the use of the Mini Ball Rainbow media effectively strengthened the gross motor skills of young children.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue