cover
Contact Name
Stefani Chandra
Contact Email
stefanichandra_28@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
kurs@pelitaindonesia.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
ISSN : 25278223     EISSN : 25278215     DOI : -
Core Subject : Economy,
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis (p-issn: 2527-8223; e-issn: 2527-8215) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia Pekanbaru. Jurnal ini mempublikasikan artikel - artikel di bidang Akuntansi, Kewirausahaan, Manajemen dan Bisnis serta penelitian – penelitian lain yang terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
IMPACT ON DIVIDEND POLICY AND DEBT POLICY ON COMPANY VALUE WITH PROFITABILITY AS AN INTERVENING VARIABLE IN THE INDUSTRIAL SECTOR Evelyn Wijaya; Benny Eben Situmeang; David David; Stefani Chandra
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 10 No. 2 (2025): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v10i2.5757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kebijakan dividen dan kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel intervening pada sektor industri. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sektor industri yang terdaftar di BEI sebanyak 43 perusahaan. Pemilihan sampel data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 34 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan analisis kuantitatif dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) PLS. Hasil penelitian menginformasikan bahwa kebijakan dividen dan kebijakan hutang berpengaruh tidak signifikan terhadap profitabilitas, kebijakan dividen dan kebijakan hutang secara langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan secara tidak langsung kebijakan dividen dan kebijakan hutang yang dimediasi profitabilitas berpengaruh tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. This research aims to determine impact on dividend policy and debt policy on company value with profitability as an intervening variable in the industrial sector. The population used in this research is the industrial sector listed on the IDX with totaling 43 companies. The selection of data samples was carried out using the purposive sampling method so that 34 companies were obtained. The data analysis technique used is quantitative analysis using Structural Equation Modeling (SEM) PLS. Research results inform that dividend policy and debt policy do not have a significant impact on profitability, dividend policy and debt policy directly have a positive and significant impact on company value, profitability does not have a significant impact on company value, while indirectly dividend policy and debt policy mediated by profitability do not have a significant impact on company value.
PERAN MEDIASI PROFITABILITAS PADA PENGARUH STRUKTUR MODAL DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA SEKTOR MANUFAKTUR Sagita Charolina Sihombing; Dina Agnesia Sihombing; Fitri Yani
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5910

Abstract

This study aims to analyze the influence of capital structure and firm size on firm value, with profitability as a mediating variable, in the manufacturing sector. The study population comprised manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2018-2023 period, with a sample of 125 companies selected using purposive sampling. Data were analyzed using a Structural Equation Model (SEM) based on Partial Least Squares (PLS). The results of the study show that capital structure and company size have a direct positive and significant effect on firm value. In addition, profitability has been shown to have a positive and significant impact on firm value. The key findings of the study revealed that profitability plays a full mediation role in the relationship between firm size and firm value, as well as a partial mediation role in the relationship between capital structure and firm value. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi pada sektor manufaktur. Populasi penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2023, dengan sampel sebanyak 125 perusahaan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan Structural Equation Model (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap nilai perusahaan. Selain itu, profitabilitas terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Temuan kunci penelitian mengungkap bahwa profitabilitas berperan sebagai mediasi parsial (partial mediation) dalam pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan, begitu juga dalam pengaruh struktur modal terhadap nilai perusahaan.
PENGARUH KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DENGAN KUALITAS AUDIT SEBAGAI MODERASI Rona Naula Oktaviani; Khairunnisa Khairunnisa; Salzabela Ushabina Caramoy
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5914

Abstract

This study aims to analyze the effect of institutional ownership and independent commissioners on financial reporting quality with audit quality as a moderating variable in energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2022–2024. This study uses a quantitative approach with secondary data obtained from annual reports and financial statements. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 73 companies with 219 observations. Data analysis was conducted using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM) and Moderated Regression Analysis (MRA) using EViews 13. The results show that institutional ownership has a significant negative effect on financial reporting quality, while independent commissioners have no significant effect. Audit quality, proxied by audit firm size, has a significant positive effect, while audit delay has no significant effect. The moderating results indicate that audit firm size does not moderate the effect of institutional ownership but weakens the effect of independent commissioners. Meanwhile, audit delay strengthens the effect of institutional ownership but does not moderate the effect of independent commissioners. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional dan komisaris independen terhadap kualitas laporan keuangan dengan kualitas audit sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan. Sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 73 perusahaan dan total 219 observasi. Teknik analisis data menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, sedangkan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan. Kualitas audit yang diproksikan dengan ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) berpengaruh positif signifikan, sedangkan audit delay tidak berpengaruh signifikan. Variabel moderasi menunjukkan bahwa ukuran KAP tidak memoderasi pengaruh kepemilikan institusional, tetapi memperlemah pengaruh komisaris independen. Sementara itu, audit delay memperkuat pengaruh kepemilikan institusional, namun tidak memoderasi pengaruh komisaris independen.
4P MARKETING MIX AND PURCHASE INTENTION OF HIMALAYA SKINCARE: THE ROLE OF BRAND IMAGE Elsa Febriananta; Btari Mariska Purwaamijaya; Muhammad Rizki Nugraha
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran atau marketing mix 4P (product, price, place, dan promotion) terhadap purchase intention dengan brand image sebagai variabel mediasi pada produk skincare Himalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 264 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel product (? = 0,187; p < 0,05), price (? = 0,258; p < 0,001), dan promotion (? = 0,172; p < 0,05) berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sedangkan place tidak berpengaruh signifikan (? = 0,062; p > 0,05). Terhadap brand image, variabel price (? = 0,356; p < 0,001), place (? = 0,226; p < 0,001), dan promotion (? = 0,322; p < 0,001) berpengaruh signifikan, sementara product tidak. Namun demikian, brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap purchase intention (? = 0,077; p > 0,05) serta tidak mampu memediasi hubungan antar variabel. Model mampu menjelaskan sebesar 51,3% variasi brand image dan 30,8% variasi purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa purchase intention konsumen dalam konteks skincare berbasis alami lebih dipengaruhi oleh faktor fungsional dan nilai dibandingkan faktor simbolik seperti brand image. This study aims to analyze the influence of the 4P marketing mix (product, price, place, and promotion) on purchase intention, with brand image as a mediating variable in the context of Himalaya skincare products. This research adopts a quantitative approach using a survey method, with data collected from 264 respondents. The data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results show that product (? = 0.187; p < 0.05), price (? = 0.258; p < 0.001), and promotion (? = 0.172; p < 0.05) have a significant positive effect on purchase intention, while place does not show a significant effect (? = 0.062; p > 0.05). Furthermore, price (? = 0.356; p < 0.001), place (? = 0.226; p < 0.001), and promotion (? = 0.322; p < 0.001) significantly influence brand image, whereas product does not. However, brand image does not significantly affect purchase intention (? = 0.077; p > 0.05) and fails to mediate the relationship between marketing mix variables and purchase intention. The model explains 51.3% of the variance in brand image and 30.8% in purchase intention. These findings indicate that consumer purchase intention in the natural skincare context is primarily driven by functional and value-based factors rather than symbolic perceptions such as brand image.
THE INFLUENCE OF ASSET GROWTH, LDR, CAR, NPL, AND BOPO ON INDONESIAN BANKING ROA 2020-2024 Febdwi Suryani; Nicholas Renaldo; Jennie Dea Cheria; Arfah Piliang
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5937

Abstract

Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh Pertumbuhan Aset, Rasio Pinjaman terhadap Simpanan (LDR), Rasio Kecukupan Modal (CAR), Kredit Macet (NPL), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return on Asset (ROA) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan dan menerapkan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR, CAR, dan BOPO memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan Pertumbuhan Aset dan NPL tidak berpengaruh. BOPO merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi ROA. Temuan ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan manajemen modal memainkan peran penting dalam meningkatkan profitabilitas perbankan. This study aims to examine the effect of Asset Growth, Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Loan (NPL), and Operating Expenses to Operating Income (BOPO) on Return on Asset (ROA) in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2020-2024 period. The research uses a quantitative approach with secondary data obtained from the annual financial reports and applies purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression. The result show that LDR, CAR, and BOPO have a significant effect on ROA, while Asset Growth and NPL do not. BOPO is the most dominant variable affecting ROA. These findings indicate that operational efficiency and capital management play an important role in improving banking profitability.
THE MEDIATING ROLE OF BRAND SWITCHING INTENTION IN THE RELATIONSHIP BETWEEN SERVICE QUALITY AND PURCHASE DECISION: EVIDENCE FROM INDIHOME CUSTOMERS IN PEKANBARU Bord Nandre Aprila; Sarli Rahman; Siti Salwa Kurnia; Dedy Novrizal; Fery Martias
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5957

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian serta menguji peran mediasi brand switching intention pada pelanggan IndiHome di Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 151 pelanggan yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap brand switching intention serta berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, brand switching intention berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa brand switching intention tidak memediasi pengaruh kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor penting dalam meningkatkan keputusan pembelian dan menurunkan kecenderungan pelanggan untuk beralih ke penyedia layanan lain. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan perlu menjadi prioritas perusahaan untuk mempertahankan daya saing di industri layanan internet broadband. This study aims to examine the effect of service quality on purchase decisions and investigate the mediating role of brand switching intention among IndiHome customers in Pekanbaru, Indonesia. A quantitative research approach was employed, involving 151 respondents selected through an accidental sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. The findings reveal that service quality has a negative and significant effect on brand switching intention, indicating that higher service quality reduces customers' tendency to switch to competing service providers. In addition, service quality has a positive and significant effect on purchase decisions, suggesting that improved service quality enhances customers’ willingness to choose and continue using IndiHome services. Meanwhile, brand switching intention has a negative but insignificant effect on purchase decisions. Furthermore, the mediation analysis demonstrates that brand switching intention does not significantly mediate the relationship between service quality and purchase decisions. These findings highlight the critical role of service quality in enhancing purchase decisions and reducing customers’ propensity to switch to alternative service providers. Therefore, improving service quality should be prioritized as a strategic initiative to strengthen competitiveness and sustain customer retention in the increasingly competitive broadband internet service industry.
THE EFFECT OF COMPANY GROWTH, LIQUIDITY, PROFITABILITY, LEVERAGE, AND FIRM SIZE ON COMPANY VALUE Suharti Suharti; Elisabet Nofriauani Saragih; Harry Patuan Panjaitan; Ika Wulandari; Yumniati Agustina
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pertumbuhan Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas, Leverage dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Sub Sektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Jenis data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder. Teknik sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 46 perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik analisis regresi berganda menggunakan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan Perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Profitabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan, Leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Nilai Perusahaan. This study aims to determine the effect of Company Growth, Liquidity, Profitability, Leverage, and Firm Size on Company Values in the Food and Beverage Sub-Sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020-2024 period. The type of research data used in this study is quantitative data. The data source in this study uses secondary data. The sampling technique in this study uses purposive sampling with a sample size of 46 companies obtained. The research method used is multiple regression analysis technique using SmartPLS 4 software. The results show that Company Growth has a negative and insignificant effect on Company Value, Liquidity has a positive and insignificant effect on Company Value, Profitability has a positive and insignificant effect on Company Value, Leverage has a negative and insignificant effect on Company Value, and Firm Size has a negative and insignificant effect on Company Value.
ANALISIS PENERAPAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI ALAT PENGUKURAN KINERJA PADA PERUSAHAAN WISATA PETUALANGAN SONGA ADVENTURE Maharani Allegra Paramitha; Muhammad Rafif Baihaqi; Intan Ayu Prameswari; Hanny Ananda Al Ansori; Diki Fa'iq Abyantara; Darlin Aulia
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5992

Abstract

This study aims to analyze the application of the Balanced Scorecard (BSC) as a performance measurement tool at Songa Adventure, an adventure tourism company that has been operating since 1999 with white-water rafting as its main service in East Java. The BSC approach covers four perspectives: financial, customer, internal business process, and learning and growth. The results show that Songa Adventure's actual performance consistently exceeded its targets across all perspectives. In the financial perspective, visitor growth reached 13% against a 10% target, while revenue efficiency through cost management reached 17% against a 15% target. From the customer side, satisfaction scores increased by 12%, repeat orders by 32%, and customer referrals by 22%. The internal business process perspective recorded 100% accident-free operations and 96% SOP compliance. Meanwhile, the learning and growth perspective showed 92% of guides holding valid certifications, an employee satisfaction score of 82%, and an employee retention rate of 87%. These findings suggest that BSC is a relevant and effective strategic management tool for adventure tourism companies in linking day-to-day operations to long-term organizational goals. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Balanced Scorecard (BSC) sebagai alat pengukuran kinerja pada Songa Adventure, perusahaan wisata petualangan yang telah beroperasi sejak tahun 1999 dengan layanan utama arung jeram di Jawa Timur. Pendekatan BSC yang digunakan mencakup empat perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja aktual Songa Adventure secara keseluruhan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pada semua perspektif. Pada perspektif keuangan, pertumbuhan jumlah pengunjung mencapai 13% dari target 10%, sedangkan efisiensi pendapatan melalui pengelolaan biaya mencapai 17% dari target 15%. Dari sisi pelanggan, skor kepuasan meningkat 12%, repeat order 32%, dan rekomendasi pelanggan 22%. Perspektif proses bisnis internal mencatat 100% kegiatan bebas kecelakaan dan kepatuhan SOP sebesar 96%. Sementara itu, perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan 92% guide bersertifikasi, kepuasan karyawan 82%, dan retensi karyawan 87%. Temuan ini menunjukkan bahwa BSC merupakan alat manajemen strategis yang relevan dan efektif bagi perusahaan wisata petualangan dalam menghubungkan aktivitas operasional sehari-hari dengan tujuan organisasi jangka panjang.
COMPARATIVE ANALYSIS OF FINANCIAL PERFORMANCE BETWEEN ISLAMIC AND CONVENTIONAL BANKS LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE: AN RGEC (RISK, GOOD CORPORATE GOVERNANCE, EARNING, CAPITAL) APPROACH Mimelientesa Irman; Jessica Arvilia Randika; Ria Darmasari; Isma Dewita
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.5999

Abstract

Kinerja keuangan merupakan indikator penting yang mencerminkan kemampuan bank dalam mengelola risiko, kualitas tata kelola, profitabilitas, dan kekuatan modal dalam menjalankan fungsi intermediasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan antara bank syariah dan bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (IDX) untuk periode 2020–2024 menggunakan pendekatan RGEC (Profil Risiko, Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Laba, dan Modal). Populasi terdiri dari bank syariah dan bank konvensional yang terdaftar di IDX, dengan sampel yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan ketersediaan laporan keuangan lengkap selama periode penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah uji non-parametrik Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Risiko (NPL/NPF), Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), dan Modal (CAR) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara bank syariah dan bank konvensional. Namun, variabel Laba (ROA) menunjukkan perbedaan yang signifikan, yang mengindikasikan bahwa bank syariah memiliki profitabilitas yang lebih tinggi dibandingkan bank konvensional selama periode penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas adalah satu-satunya aspek pembeda kinerja keuangan antara kedua kelompok perbankan, sedangkan risiko, tata kelola, dan kecukupan modal tetap relatif serupa. Financial performance is an essential indicator that reflects a bank’s ability to manage risk, governance quality, profitability, and capital strength in carrying out its intermediation functions. This study aims to analyze the differences in financial performance between Islamic banks and conventional banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020–2024 period using the RGEC approach (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, and Capital). The population consists of Islamic and conventional banks listed on the IDX, with samples selected using purposive sampling based on the availability of complete financial reports during the research period. The analytical method employed is the non-parametric Mann–Whitney U Test. The results show that the variables Risk (NPL/NPF), Good Corporate Governance (GCG), and Capital (CAR) do not exhibit significant differences between Islamic and conventional banks. However, the Earnings (ROA) variable shows a significant difference, indicating that Islamic banks have higher profitability compared to conventional banks during the study period. These findings suggest that profitability is the only distinguishing aspect of financial performance between the two banking groups, while risk, governance, and capital adequacy remain relatively similar.
EARLY SUSTAINABLE FINANCE PRACTICES IN A REGIONAL DEVELOPMENT BANK BRANCH IN MAROS Ambarwati Akib; Adriansyah Adriansyah; Nurkholifah Burhanuddin
Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Kurs : Jurnal Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35145/kurs.v11i1.6001

Abstract

Penelitian ini menganalisis praktik awal keuangan berkelanjutan pada Bank Sulselbar Cabang Maros sebagai cabang bank pembangunan daerah yang beroperasi dalam ekosistem ekonomi lokal. Isu ini penting karena praktik keberlanjutan pada tingkat cabang sering tidak terlihat dalam pelaporan keberlanjutan formal, padahal cabang menjadi penghubung langsung bank dengan pemerintah daerah, aparatur sipil negara, UMKM, dan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data utama diperoleh dari laporan wawancara lapangan tahun 2025, sedangkan data sekunder berasal dari regulasi keuangan dan literatur ilmiah tentang green banking, ESG, inklusi keuangan digital, dan tata kelola risiko perbankan. Data dianalisis secara tematik melalui empat dimensi, yaitu produk keuangan hijau, digitalisasi layanan, pembiayaan sektor produktif, dan tata kelola risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuangan berkelanjutan pada cabang masih berada pada tahap inisiasi, yang tercermin pada pengembangan tabungan hijau, pembiayaan ramah lingkungan percontohan, mobile banking, integrasi QRIS dan e-wallet, kredit UMKM, serta penilaian risiko berbasis KYC, AML, SLIK, dan 5C. Penelitian menyimpulkan bahwa praktik cabang dapat mendukung keuangan berkelanjutan apabila diperkuat melalui dokumentasi, pemetaan portofolio, dan indikator risiko lingkungan-sosial. This study examines early sustainable finance practices at Bank Sulselbar Maros Branch as a regional development bank branch embedded in a local economic ecosystem. The issue is important because branch-level sustainable finance practices are often less visible in formal sustainability reporting, even though branches connect banks directly with local governments, civil servants, MSMEs, and communities. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Primary data were obtained from a 2025 field interview report, while secondary data came from financial regulations and scholarly literature on green banking, ESG, digital financial inclusion, and banking risk governance. The data were analysed thematically through four dimensions: green financial products, service digitalisation, productive-sector financing, and risk governance. The findings show that sustainable finance at the branch remains at an initiation stage, reflected in green savings development, pilot environmentally friendly financing, mobile banking, QRIS and e-wallet integration, credit provision for MSMEs, and KYC, AML, SLIK, and 5C-based risk assessment. The study concludes that branch practices can support sustainable finance when strengthened through documentation, portfolio mapping, and environmental-social risk indicators.