cover
Contact Name
Elfan Fanhas Fatwa Khomaeny
Contact Email
elfan.fanhas@umtas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.earlychildhood@umtas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN
ISSN : -     EISSN : 25797190     DOI : -
EARLY CHILDHOOD EARLY CHILDHOOD is a scientific journal containing research results and community service related to Early Childhood, published by PG-PAUD, Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Tasikmalaya. Published 2 times in 1 year in the field of Early Childhood Education.
Arjuna Subject : -
Articles 128 Documents
PRESCHOOL POLA ASUH OTORITER DALAM PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK 4-5 TAHUN DI RA AL-ISHLAH: Pola Asuh Otoriter dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak 4-5 Tahun di RA AL-ISHLAH Endang Hadiati; Sumardi Sumardi; Sima Mulyadi
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1326

Abstract

Tujuan penelitian ini yaituuuntuk mendeskripsikan pola asuh otoriter dalam perkembangan sosial emosional anak di RA AL-ISHLAH. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Alat untuk pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh otoriter dalam perkembangan sosial emosional anak di RA AL-ISHLAH memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Pola asuh otoriter ini cenderung memaksa dan menuntut apa yang diperintahkan olehnya tanpa mendengarkan keinginan anak. oleh karena itu, perkembangan sosial emosional dengan pola asuh otoriter ini cenderung memiliki dampak negatif, yaitu anak memiliki sikap pemalu, takut ketika melihat dunia baru, cemas dan tidak mampu mengontrol emosinya dengan baik. Namun, dalam hal akademik anak yang gaya pengasuhannya otoriter cenderung pintar karena aturan ketat yang diberikan oleh orang tuanya. Kata Kunci: Pola asuh otoriter, anak usia dini, perkembangan sosial emosional anak 4-5 tahun
Pengembangan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Menggambar Bebas syifa neneng syifaurrahmah; Dewi Siti Aisyah; Lilis Karyawati
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1346

Abstract

Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi kreatif dalam dirinya. Potensi itu dapat berkembang apabila didukung dengan berbagai aktivitas atau kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu, agar kreativitasnya dapat berkembang dengan optimal, maka anak perlu diberikan stimulus sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anak pada usia 5-6 tahun melalui kegiatan menggambar bebas di RA Darussalam Tirtajaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data diambil yaitu melalui metode observasi/pengamatan langsung dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan triangulasi data, yaitu dengan cara membandingkan tiga sumber data kemudian akan diambil kesimpulan dari informasi yang telah diperoleh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas anak khususnya di kelas B RA Darussalam dapat dikembangkan melalui kegiatan menggambar bebas. Kegiatan menggambar bebas memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada anak untuk dapat mengembangkan imajinasinya, berupa perasaan, keinginannya yang dituangkan ke dalam bentuk gambar. Kegiatan menggambar bebas menjadi salah satu media untuk bercerita, menuangkan perasaan anak melalui sebuah gambar. Kegiatan tersebut juga menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi anak usia dini.
ANALISIS PROGRAM REBO NYUNDA UNTUK MENGENALKAN BUDAYA SUNDA PADA ANAK USIA DINI Maudhy Julia; Dewi Siti Aisyah; Lilis Karyawati
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1350

Abstract

program rebo nyunda dalam upaya mengenalkan budaya sunda pada anak usia dini merupakan salah satu upaya dalam melestarikan salah stu budaya yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses pengenalan budaya sunda kepada anak usia dini melalui kegiatan rebo nyunda. Pendekata penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program rebo nyunda mampu menjadi salah satu program untuk mengenalkan dan melestarikan budaya sunda kepada anak usia dini, dengan menggunakan pakaian adat kebaya untuk perempuan dan pangsi untuk laki-laki serta ikat kepala yang terbuat dari kain batik yag ditempelkan pin berbentuk kujang sebagai hiasan dari ikat kepala tersebut, dan menggunakan bahasa sunda selama berkomunikasi dengan teman sebaya ataupun dengan orang disekitar. Penanaman nilai dan norma yang terkandung dalam budaya sunda juga dikenalkan kepada anak usia dini karena pada usia dini adalah usia dimana anak-anak harus diberikan stimulus yang terbaik, dan usia dini adalah usia emas atau usia dimana usia ini merupakan masa tumbuh kembang anak yang paling penting, dimana sel-sel dalam otak tumbuh secara maksimal.
PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN KOLASE Saniyya Putri; Debibik Nabilatul Fauziah; Rina Syafrida
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1351

Abstract

Perkembangan motorik halus adalah gerak yang melibatkan otot syaraf, urat syaraf dan otot yang terkoordinasi. Motorik halus termasuk ke dalam enam aspek perkembangan anak usia dini yaitu nilai agama moral, kognitif, bahasa, fisik motorik, sosial emosional dan seni. Dalam mengembangkan keenam aspek perkembangan anak tersebut, terutama motorik halus, banyak cara yang bisa dilakukan, dimana salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kegiatan kolase. Kolase adalah kegiatan-kegiatan yang membentuk sebuah gambar menjadi hasil karya indah, kegiatan kolase ini bisa menggunakan bahan dari sedotan, tali, kardus, serbuk kertas warna-warni, stik es krim, dedaunan dan kapas, penyelenggaraan kegiatan kolase ini diduga dapat mengembangkan kemampuan motorik halus anak, namun berdasarkan hasil observasi penulis, ditemukan suatu persoalan, yaitu belum berkembangnya perkembangan motorik halus pada anak secara optimal, hal ini terjadi karena media yang digunakan guru dalam kegiatan kolase hanya berupa origami, gunting dan lem saja, sehingga diduga anak belum bisa mengeksplorasi benda menjadi berbagai bentuk dan anak belum bisa menggambar sesuai gagasannya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan perkembangan motorik halus anak melalui kegiatan kolase dengan berbagai alat dan bahan yang lebih variatif, seperti kapas, sedotan, tali, kardus, serbuk kertas warna-warni, stik es krim dan dedaunan, agar anak dapat mengeksplorasi benda menjadi beberapa bentuk hingga anak menjadi lebih kreatif dan inovatif. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang diambil melalui observasi dan wawancara. Adapun hasil penelitian ini menggambarkan bahwa perkembangan motorik halus melalui kegiatan kolase yang dilakukan oleh peneliti kepada sepuluh anak memperoleh hasil 100 % dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) pada kisaran 52,5 - 72,5 % dan tidak ada masalah dalam perkembangannya.
MEDIA GAME EDUKASI BERUPA APLIKASI UNTUK PENGENALAN HURUF HIJAIYAH PADA ANAK USIA DINI Riva Rifiyah Sayidah; Ibnu Hurri; Leonita Siwiyanti
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1363

Abstract

Al-Qur’an merupakan petunjuk hidup manusia, dalam mempelajari Al-Qur’an terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui, tahapan pertama yakni mengenal huruf hijaiyah karena huruf hijaiyah merupakan akar pengetahuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Pengenalan huruf hijaiyah yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif tentu memudahkan proses pembelajaran agar menarik dan menyenangkan untuk anak. Tujuan dari penelitian ini yakni menghasilkan suatu produk untuk memudahkan anak dalam mengenal huruf hijaiyah dengan bantuan teknologi berupa gadget. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tujuan menghasilkan produk yang telah diuji kelayakannya. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa aplikasi game edukasi dengan langkah penelitian yang mengacu pada desain pengembangan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa pengembangan aplikasi game edukasi untuk pengenalan huruf hijaiyah pada anak TK Negeri Pembina Lembursitu Kota Sukabumi dikategorikan “Sangat Layak” dengan nilai rata-rata kelayakan sebesar 4,7 dari range 1-5 dan memberikan pengaruh terhadap pengenalan huruf hijaiyah pada anak sebesar 94,5% dihasilkan dari kuisioner yang diolah melalui SPSS 24. Jika penggunaan aplikasi game edukasi digunakan secara berkala akan memberikan kemudahan dan pengetahuan pada anak terhadap pengenalan huruf hijaiyah dengan baik dan signifikan.
MODEL PEMBELAJARAN LURING PADA SAAT MASA PANDEMI COVID-19 DI TAMAN KANAK-KANAK AN-NUR KECAMATAN GUNUNG TULEH Atika Wulandari; Sri Hartati
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1368

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang model pembelajaran luring pada masa pandemi covid-19di Taman Kanak- Kanak AN- NUR Kecamatan Gunung Tuleh. Karena sekarang pada masa pandemi ini pola adaptasi pembelajaran sangat berbeda dengan masa pembelajaran normal. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini dilaksanakan pada bulan April tahun 2021. Hasil dari penelitian ini adalahguru menggunakan 2 model pembelajaran. Pertama model pembelajaran door to door (pembelajaran tatap muka dengan cara kunjungan ke rumah anak secara berkelompok minimal 5 orang anak dalam setiap kelompok dengan mematuhi protokol kesehatan) dan menggunakan model pembelajaran system rolling (sistem belajar tatap muka di sekolah dengan sistem shiftanak masuk ke sekolah secara bergilir yaitu 3 kali dalam seminggu). Adapun dalam pelaksanaan metode yang di gunakan guru pada pembelajaran door to doorkurang efektif, karena metode dan media yang di gunakan guru sangat terbatas. Guru hanya menggunakan satu metode saja yaitu metode pemberian tugas berupa media lembar kerja.
PENGARUH POLA ASUH BERDASARKAN PEKERJAAN ORANG TUA TERHADAP KARAKTER MANDIRI ANAK Ridha Yulihasri; Nenny Mahyuddin
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1385

Abstract

Perkembangannya seorang anak sangatlah dipengaruhinya oleh model atau pola asuh yang diberikannya orang tua dari anak tersebut. Pola atau model asuh ialah sebuah cara dalam mendidik seorang anak yang ialah sebuah keharusan dari tiap-tiap orang tua perihal usaha guna mewujudkan kepribadian anak yang disesuaikannya pada masyarakat umumnya. Penelitian atau riset ini memiliki tujuan guna diketahuinya apakah adanya efek ataupun pengaruh dari pola asuh orang tua yang memiliki latar belakang pekerjaan yang berbeda terhadap karakter mandiri anak yang berusia 6 sampai dengan 8 tahun. Riset ini mempergunakan metodologi penelitian survey. Subjek penelitian terdiri dari orang tua yang mempunyai anak berumur rentang 6 sampai dengan 8 tahun dengan pendidikan S1 yang bertempat di Nagari Bunga Pasang Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil dari pada riset dianalisis secara deskriptif dengan bentuk persentase. Riset ini menemukannya bahwasanya orang tua yang memiliki pekerjaan menjadi seorang PNS, petani, serta karyawan swasta rata-rata lebih menerapkannya pola asuh permisif ataupun otoriter, namun untuk karakter kemandirian anak yang terbentuk berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh atau efek pola asuh berdasarkan pekerjaan orang tua pada karakter mandiri anak.
Artikel PENGARUH PERMAINAN FINGER PAINTING TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DI RADHATUL ATHFAL ISLAM BAKTI 99 NAIRATUL JANNAH PADANG: Indonesia Wesri Susanti Wesri; Yul Syofriend
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1404

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi dengan perkembangan motorik halus anak yang belum berkembang secara optimal. Hal ini terlihat melalui kegiatan yang sering dilakukan anak seperti, anak belum mampu membuat pola, belum mampu mencampurkan beberapa cat warna, anak belum mampu mengambil cat, belum mampu mencap dengan tangannya, belum terampil dalam menggunakan kedua tangan dalam melakukan kegiatan, anak masih belum mampu membuat bentuk garis, belum mampu membuat bentuk lingkaran dan juga dalam kegiatan anak masih meminta bantuan guru untuk melakukan kegiatan sesuai dengan arahan yang diberikan. Hal ini terjadi karena kurang bervariasinya kegiatan dan media yang digunakan untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak kelompok di Raudhatul Athfal Islam Bakti 99 Nairatul Jannah Padang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk quasy exprimental. Teknik pengumpulan data menggunakan tes perbuatan, dan alat pengumpulan data menggunakan lembaran pernyataan berupa pernyataan sebanyak 7 butir item. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis.Berdasarkan analisis data, diperoleh selisih rata-rata pre-test dan post-test kelompok eksperimen adalah 8,93 sedangkan pada kelompok kontrol adalah 6,4. Data yang dihasilkan berdistribusi normal dan juga homogen. Dimana didapatkan nilai asyp. Sig. (2-tailed) 0,364 lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa finger painting dapat meningkatkan perkembangan motorik halus di Raudhatul Athfal Islam Bakti 99 Nairatul Jannah Padang. Kata Kunci: permainan finger painting; perkembangan motorik halus.
PENGGUNAAN MEDIA PASIR UNTUK KEMAMPUAN MENULIS PERMULAAN PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Ropikoh A; Dewi Siti Aisyah; Lilis Karyawati
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1445

Abstract

Pondasi utama anak untuk bisa menulis dapat ditunjukkan dari prilaku anak ketika mencoret-coret didinding atau buku. Karena itu agar fungsi sel-sel otak berfungsi secara optimal maka dibutuhkan rangsangan sehingga dapat berkembang dengan baik. maka anak perlu diberikan stimulus sedini mungkin.Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah penggunaan media pasir dapat membantu anak dalam mengoptimalkan menulis permulaan di PAUD Arropi Pangkalan. metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Pengumpulan data diambil yaitu melalui metode pengamatan/observasi langsung dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan trigulasi data, yaitu dengan cara membandingkan dengan tiga sumber data kemudian akan diambil kesimpulan dari informasi yang telah diperoleh sumber data lain. Hasil yang didapat ialah ketika anak-anak sedang bermain dengan media pasir didalam kelas ataupun diluar kelas bersama guru khususnya di kelompok A PAUD Arropi dapat dikembangkan melalui media pasir. Karena Media Pasir merupakan salah satu permainan yang mengasah kemampuan kognitif anak, sosial emosiaonal, bahasa, psikomotorik dan sensoris. sehingga dengan bermain anak juga belajar. Selain itu sangat efisien, ekonomis dan efektif bagi pengembangan kemampuan anak.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Mhd Habibu Rahman
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v5i2.1546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran discovery pada pembelajaran anak usia dini, dan langkah-langkah yang dapat digunakan seorang guru dalam menerapkan model pembelajaran discovery pada anak usia dini. Model pembelajaran discovery merupakan suatu model pembelajaran yang dapat mengkonstruksi pengetahuan anak didik. Penelitian ini dilakukan dengan metode library research. Sumber data dalam penelitian ini adalah koleksi buku-buku perpustakaan terdiri dari sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari data berupa catatan, transkrip buku, surat kabar dalam perpustakaan. Analisis data menggunakan teknik induktif dan content analysis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery dapat dilaksanakan dengan langkah persiapan, stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, dan penarikan kesimpulan. Guru dapat menerapkan model pembelajaran discovery dengan baik, jika anak didik matang secara psikis, model pembelajaran ini mampu membangkitkan cuorisity anak usia dini. Implementasi model pembelajaran discovery pada anak usia dini yaitu dengan pembelajaran berbasis lingkungan, pembelajaran percobaan, dan pembelajaran pemecahan masalah.

Page 9 of 13 | Total Record : 128