cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 462 Documents
Kesejahteraan Psikologis Ditinjau Dari Ketidakamanan Kerja Pada Karyawan Kontrak PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Cabang Medan Thamrin Rama Lisa; Winda Marpaung; Yulinda Manurung
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.3590

Abstract

Kesejahteraan psikologis adalah bagian utama dalam perusahaan karena ini merupakan kemampuan induvidu untuk mengoptimalkan fungsi psikologisnya yang dapat dilihat dari penerimaan diri, mampu mengembangkan potensi diri, memiliki kemandirian, memiliki target dalam hidup, cakap dalam mengatur area sosial dan membangun interaksi yang sehat dengan orang lain. Selain itu, karyawan juga membutuhkan rasa aman untuk dapat bekerja dengan optimal. Penelitian ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa terdapat ketidakpastian pada kesejahteraan psikologis karyawan kontrak. Sampel penelitian berjumlah 100 orang karyawan kontrak Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Medan Thamrin. Pengumpulan bahan dalam riset ini menggunakan skala ketidakamanan kerja dan skala kesejahteraan psikologis. Hasilnya menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = -0,858. Dapat disimpulkan, perusahaan perlu mengurangi munculnya ketidakamanan kerja guna untuk mewujudkan kesejahteraan psikologis yang lebih baik pada karyawan kontrak.
Pengaruh Restrukturisasi Birokrasi Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Muslimin Nulipata; Alimatus Sahrah; Reny Yuniasanti
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.2751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh restrukturisasi birokrasi organisasi terhadap kepuasan kerja pegawai. Jenis penelitian yang digunakan adalah Eksperimen dengan jenis rancangan “Nonequivalent control group design”. Subjek Penelitian ini berjumlah 15 pegawai yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dengan jumlah 8 pegawai dan kelompok kontrol dengan jumlah 7 pegawai dengan pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket kepuasan kerja pegawai yang diadaptasi dari Job Descriptive Index menurut Gibson et.al. (2009). Teknik analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan program SPSS versi 22 for windows. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa restrukturisasi birokrasi organisasi dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai menjadi lebih tinggi., dengan nilai Z = -2,524 dan nilai p = 0,012 (< 0,05). Semakin proporsional struktur birokrasi organisasi akan semakin meningkatkan kepuasan kerja pegawai.
Efektivitas Social Skills Training (SST) untuk Mereduksi Intensitas Bullying Pada Remaja Rizky Septia Hardhiyanti; Lena N Pandjaitan; Lutfi Arya
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.3586

Abstract

Salah satu tindak kekerasan yang sering terjadi di sekolah adalah bullying. Permasalahan bullying tidak hanya dialami oleh siswa di sekolah regular, melainkan banyak pula yang terjadi pada siswa di sekolah inklusi khususnya terhadap siswa berkebutuhan khusus. Bullying merupakan salah satu bentuk permasalahan hubungan sosial, yang disebabkan oleh rendahnya keterampilan sosial yang dimiliki oleh pelaku. Maka salah satu cara yang diprediksi dapat mereduksi yakni dengan meningkatkan fungsi sosial melalui program intervensi berupa social skills training. Tujuan dari penelitian adalah untuk melihat efektivitas social skills training dalam mereduksi intensitas bullying pada remaja. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang berada pada rentang usia remaja. Partisipan merupakan pelaku bullying pada jenjang sekolah menengah pertama di salah satu sekolah inklusi. Partisipan akan mengikuti social skills training selama enam sesi yang berdurasi sekitar 90-120 menit tiap sesinya. Penelitian ini menggunakan single case experiment design, dengan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan juga self-report melalui pengisian skala perilaku bullying dan skala keterampilan sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa social skills training memiliki pengaruh pada penurunan intensitas bullying, hanya saja penurunan tidak terjadi secara signifikan. Penanganan permasalahan bullying sebaiknya tidak hanya ditujukan kepada pelaku ataupun korban, melainkan dengan whole-school approach, sehingga pihak sekolah dan orang tua dapat turut serta dalam penanggulangan masalah bullying yang terjadi.
Meta-Analisis Data Efektivitas Pelatihan Asertif Sebagai Pendidikan Karakter untuk Menurunkan Perilaku Merokok Siswa Di Era Revolusi Industri 4.0 Dina Mariana Siregar
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.3591

Abstract

Di awal masa remaja, seseorang banyak mengalami masalah-masalah dalam kehidupannya, hal ini merupakan faktor yang mengakibatkan remaja cenderung melakukan hal-hal yang mengarah ke kenakalan remaja. Pada masa transisi ini memungkinkan remaja mengalami masa krisis yang ditandai dengan munculnya perilaku menyimpang. Salah satu tugas perkembangan remaja sebagai siswa adalah memiliki tanggung jawab untuk  menyesuaikan dirinya terhadap nilai-nilai yang ada di lingkungan sekolah, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak siswa melakukan tindakan yang bertentangan dengan aturan di sekolah. Salah satu bentuk kenakalan siswa di sekolah adalah merokok. Merokok merupakan bentuk kenakalan pada taraf sedang, namun dapat memberikan kecenderungan bagi remaja untuk mengarahkan pada kenakalan yang lebih berat. Menurut Global Youth Tobacco Survey (GYTS) tahun 2014 proporsi umur pertama kali mencoba merokok pada laki-laki usia 10-11 tahun 26.7%, usia 12-13 tahun 43.4%, usia 14-15 tahun 7.3%. Data tersebut menujukan sebagian besar laki-laki pertama kali merokok pada usia 12-13 tahun. Pada perempuan proporsi pertama kali mencoba merokok usia 10-11 tahun 18%, usia 12-13 tahun 4%, usia 14-15 tahun 21.5%. Terjadinya perilaku merokok pada subjek disebabkan oleh adanya proses modelling dari lingkungan sosialnya, yaitu dengan melihat dan mengamati perilaku merokok teman-temannya kemudian subjek mencoba untuk mencontoh dan mengikuti perilaku merokok teman-temannya. Dengan  adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu bentuk intervensi psikologis untuk membentuk karakter siswa di era revolusi industri 4.0 yang mampu menurunkan perilaku merokok pada siswa sebagai bentuk dari langkah preventif melalui pelatihan asertif. Pelatihan asertif bertujuan untuk membentuk kepribadian siswa agar lebih mampu untuk menolak ajakan teman atau orang lain untuk melakukan tindakan yang mengacu pada perilaku merokok. Pelatihan ini diharapkan mampu untuk mengubah pola pikir siswa yang cenderung meniru dan mengcopy perilaku teman sebayanya. Pelatihan asertif juga berpengaruh pada kepribadian siswa yang masih kurang berani untuk menolak dengan sopan dan tanpa merugikan orang lain.
Strategi Regulasi Emosi Kognitif Dan Stres Kerja Petugas Kebersihan Jalan Raya Wanita Dian Dwi Nur Rahmah; Arief Fahmie
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.3047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi regulasi emosi kognitif dan stres kerja pada petugas kebersihan jalan raya wanita. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi antara 9 jenis strategi regulasi emosi kognitif yaitu self-blame, acceptance, focus on thought or rumination, positive reappraisal, refocus on planning, positive refocusing, putting into perspective, catastrophizing, dan blaming others terhadap stres kerja. Subjek dalam penelitian ini adalah 40 wanita petugas kebersihan jalan raya di kota Sangatta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik korelasional. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner stres kerja oleh Robbins & Judge (2008) dan kuesioner strategi regulasi emosi (CERQ) yang diadaptasi dari Garnefksi, Kraiij & Spinhofen (2001). Analisis korelasional menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat 5 hubungan yang berkorelasi signifikan dan positif dengan stres kerja yaitu strategi rumination dengan (koefisien korelasi r=0,511, p=0,001), positive refocusing (r = 0,545, p = 0,004), putting into perspective (r = 0,376, p = 0,017), catastrophizing (r = 0,314, p = 0,049) dan blaming others (r = 0,38, p = 0,015) sehingga ada hubungan antara 5 strategi regulasi emosi kognitif yang masing-masing dengan stres pada petugas kebersihan jalan raya wanita. Oleh karena itu, hipotesis Ha-3, Ha-6, Ha-7, Ha-8, dan Ha-9 diterima, sementara yang lain ditolak.
Meta-Analisis: Hubungan Antara Kepuasan Kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) Ni Made Ari Rosmelina Pratiwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.3587

Abstract

Penelitian ini menyajikan sebuah meta analisis yang bersumber dari 14 literatur empiris terkait hubungan antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior (OCB). Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan inisiatif karyawan untuk melakukan hal-hal yang memberikan pengaruh positif bagi organisasi tanpa mendapatkan reward formal secara langsung, di samping job description yang diberikan. Kepuasan kerja merupakan hasil penilaian karyawan terhadap hasil pekerjaan, lingkungan kerja, serta kehidupan kerja, Hasil penelitian dengan jumlah sampel gabungan sebesar 3.576 responden menunjukkan bahwa kepuasan kerja dengan OCB berkorelasi secara positif dan signifikan dengan koefisien korelasi sebesar 0,384 (medium correlation) dan nilai signifikansi p< 0,0001. Selain itu diketahui pula bahwa data dari 14 studi bersifat heterogen dan tidak terdapat bias publikasi.
Gambaran Hubungan Interpersonal Wanita Bercadar Sujoko Sujoko; Mohammad Khasan
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.2979

Abstract

Fenomena cadar di Indonesia sudah ada sejak dahulu bahkan sebelum Indonesia merdeka. Namun pembahasan tentang wanita bercadar masih sangat menarik untuk dikaji. Eksistensi mereka sering dikaitkan dengan Islam radikal dan aksi-aksi terorisme yang sering terjadi di Indonesia. Sehingga keberadaan wanita bercadar ini banyak menimbulkan aksi pro dan kontra dilingkungan masyarakat. Dalam pergaulan sosial, wanita bercadar akan menghadapi berbagai kendala salah satunya adalah dalam hal hubungan interpersonal. Hal ini karena keterbatasan mereka untuk lebih mudah dikenali, salah satunya karena wajah mereka tertutup. Sehingga dalam pergaulan sehari-hari juga akan mengalami kendala dikarenakan penampilan mereka  lain dari pada yang lain. Eksklusivitas dan ketertutupan wanita bercadar inilah yang kemungkinan besar dapat menghambat proses sosialisasi mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran hubungan interpesonal wanita bercadar. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini adalah ada persepsi yang salah terhadap wanita bercadar, bahwa mereka eksklusif dan tidak mau bergaul dengan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua informan dalam penelitian ini justru bersikap proaktif, terbuka dan mau bersosialisasi dengan siapapun.
Efektivitas Pelatihan Regulasi Diri Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Elda Trialisa Putri; Mentari Nadia Widyanta; Khofifah Wahyuningdias; Azisyah Rizky Azrul Daeng Rannu
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.2541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas pelatihan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman. Penelitian ini  menggunakan metode kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan one group pre test - post test. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 86 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman yang dipilih dengan mengunakan teknik cluster sampling. Teknik analisa yang digunakan adalah paired t-test dengan Statistical Package for Social Sciences (SPSS) 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perununan tingkat perilaku prokrastinasi akademik setelah diberikan pelatihan regulasi diri dengan t hitung = = 6.968 (> t tabel = 1.66298) nilai p = 0.000 (p < 0.05).
Persepsi Terhadap Pola Asuh Demokratis Dan Konsep Diri Terhadap Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Dewi Candrawati
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v8i2.3048

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui hubungan antara persepsi pola asuh demokratis dengan penyesuaian diri; (2) Untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan penyesuaian diri dan (3) Untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap pola asuh demokratis dan konsep diri dengan penyesuaian diri. Populasi penelitian mahasiswa kabupaten Malinau jurusan keperawatan, kesehatan lingkungan, gizi, keperawatan gigi, analis kesehatan, di Poltekes KEMENKES Yogyakarta.  Sampel penelitian diambil dengan metode purpose sampling, dengan sampel berjumlah 63 orang. Alat ukur yang digunakan, yaitu skala persepsi pola asuh demokratis, skala konsep diri dan skala penyesuaian diri. Tehnik analisis data dengan menggunakan uji statistik korelasi product moment dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) ada hubungan positif antara persepsi pola asuh demokratis dengan penyesuaian diri pada mahasiswa;(2) ada hubungan positif antara konsep diri dengan penyesuaian diri pada mahasiswa;(3) ada hubungan positif antara  persepsi pola asuh demokratis konsep diri dengan penyesuaian diri secara bersama-sama dengan penyesuaian diri pada mahasiswa mahasiswa kabupaten Malinau jurusan keperawatan, kesehatan lingkungan, gizi, keperawatan gigi, analis kesehatan, di Poltekes KEMENKES Yogyakarta.
Alat Ukur Quality Of Working Life Indonesia Komang Agus Jayanegara
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v9i1.3588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur psikologi yang mengukur quality of working life karyawan, dengan menggunakan lima dimensi quality of working life yaitu health & well being, job security, job satisfaction, competency development, dan work & non-work life balance. Penelitian ini penting untuk dilakukan, dikarenakan alat ukur quality of working life dengan kelima dimensi tersebut masih tergolong baru, dan quality of working life juga merupakan hal penting untuk diperhatikan oleh suatu organisasi. Paritisipan yang terlibat dalam pengambilan data utama adalah sebanyak 109 orang partisipan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan desain non-experimental, dan bersifat deskriptif. Berdasarkan pada hasil penelitian ini, alat ukur yang peneliti kembangkan telah memenuhi standar psikometri. Terdapat beberapa rangkaian analisis yang peneliti lakukan, yaitu menguji keterbacaan aitem kepada lima orang, yang mana menghasilkan 69 aitem pernyataan, dan kemudian melakukan uji coba alat ukur kepada 36 orang partisipan, dan menganalisis aitem alat ukur tersebut, dan menghasilkan 40 aitem setelah terdapat beberapa aitem yang digugurkan. Kemudian peneliti melakukan pengambilan data utama alat ukur dengan melibatkan 109 orang partisipan, dan menghasilkan alpha cronbach sebesar 0,959 dan dapat dinyatakan alat ukur tersebut reliabel, sedangkan r hitung lebih dari 0,300 yang dapat diartikan bahwa 40 aitem pernyataan dinyatakan valid.

Page 10 of 47 | Total Record : 462


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 More Issue