cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 308 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STRES KERJA PADA TERAPIS ANAK AUTISME DI KLINIK KEANNA CENTER TAHUN 2013 Mahesa Dhirny Mirnawati; Suwarto .
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.164 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.119

Abstract

Dewasa ini, konsep tentang stres kerja telah menarik dan mengguncang perhatian nasional. Hal tersebut karena peningkatan klaim ketidak mampuan berdasarkan pada faktor-faktor terkait dengan stres. Seiring perjalanan waktu, kemajuan teknologi tampaknya memperlambat kemampuan kita untuk mempertahankan produktifitas, dan kita merasa hanya memiliki sedikit kendali bahkan tidak memiliki kendali sama sekali,Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada terapis anak autisme di klinik Keanna Center tahun 2013.Jenis penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan cross sectional, yaitu mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan variabel dependen (stress kerja) yang diteliti dalam waktu bersamaan. Pengambilan data dependen dan independen dengan skala ordinal dengan menggunakan kuesioner.Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu tidak semua terapis mengalami stres kerja. Sebanyak 7 terapis (35%) mengalami stres kerja dan  13 terapis (65%) tidak mengalami stres kerja. Dari kelima faktor yang mempengaruhi stress kerja, hanya terdapat 2 faktor yang berhubungan yaitu beban kerja (P value = 0,005) dan rutinitas (P value = 0,015).Pihak manajemen disarankan untuk memberikan fasilitas jamsostek kepada setiap karyawan klinik agar karyawan merasa nyaman selama bekerja. Kemudian mengadakan pelatihan untuk para terapis agar meningkatkan kinerja terapis dan menambah pendapatan klinik. Daftar Bacaan       : 27 (1994 – 2012)Kata Kunci             : Stres Kerja, Terapis Anak Autisme
Hubungan Personal Hygine dengan Kejadian Keputihan pada Remaja Putri Kelas VIII di MTsN Ngemplak, Sleman, Yogyakarta Tahun 2016 Mei Munawaroh; Cicilia Windiyaningsih; Sutanto Priyo Hastomo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.173 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i1.167

Abstract

Keputihan adalah keluarnya cairan selain darah dari liang vagina diluar kebiasaan, baik berbau ataupun tidak, disertai dengan rasa gatal setempat. Di Indonesia sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan pada perempuan Indonesia. Tujuan penelitian mempelajari dan menjelaskan Hubungan Personal Hygine, pengetahuan, sikap, status gizi, tingkat stress, dukungan guru, dukungan keluarga dan dukungan teman dengan Kejadian Keputihan pada remaja putri kelas VIII di MTsN Ngemplak, Sleman, Yogyakarta tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kasus kontrol (case control). Sampelnya 40 untuk kelompok kasus (remaja putri yang mengalami keputihan) dan 40 untuk kelompok kontrol (remaja putri yang mengalami keputihan). Analisisnya univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji interaksi dan uji Confounding. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal hygine tidak ada hubungan yang bermakna dengan kejadian keputihan. Faktor yang berhubungan dengan dengan kejadian keputihan meliputi tingkat stress, pengetahuan, dukungan guru, dan dukungan guru. faktor yang tidak berhubungan dengan personal hygine yaitu dukungan keluarga, dukungan teman dan status gizi. Probabilitas terjadinya keputihan sebesar 33,5%. Saran untuk MTsN Ngemplak Sleman Yogyakarta diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan pengetahuan siswi dengan mata pelajaran Biologi atau penyuluhan langsung yang dilakukan oleh guru-guru kepada siswi dan sekolah hendaknya membuat leaflet untuk meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci           : Keputihan, Personal hygine
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN OSTEOARTHRITIS LANJUT USIA WANITA DI PUSKESMAS CAKRANEGARA KOTA MATARAM TAHUN 2016 Gumangsari Gita Ni Made Gita Ni Made Ni Made
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.676 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.92

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Jumlah kasus Osteoarthritis di puskesmas Cakranegara Kota Mataram  mencapai 46,1 % arthritis pada Lanjut usia wanita. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan Osteoarthritis lanjut usia wanita di Puskesmas Cakranegara Kota Mataram tahun 2016. penelitian ini menggunakan survey analitik dengan rancangan cross sectional, dengan Populasi adalah seluruh lansia wanita yang mengalami arthritis di wilayah kerja Puskesmas Cakranegara kota Mataram sebanyak 380 orang. Teknik pengambilan sampel accidental sampling dengan  sampel sebanyak 77 orang, menggunakan Analisis univariat, bivariat (chi square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil akhir penelitian menunjukkan faktor olahraga nilai p 0,000, OR 14,507, pekerjaan  p 0,000, OR 13,0950, umur p 0,081, OR 3,484, istirahat p 0,098, OR 3,034.  Kesimpulan penelitian ini faktor yang dominan berhubungan dengan kejadian osteoarthritis adalah olahraga, dan sebagai faktor perancu istirahat dan umur. Saran diperlukan upaya memberi pelayanan kesehatan untuk pelatihan  olah raga yang baik dan memberikan pekerjaan yang sesuai agar lansia dapat tercegah dari osteo atrhitis dan mengurangi kesakitan karena OA.                                                                                                                         Kata Kunci:  olah raga, pekerjaan, Osteoarthritis Wanita lanjut usia
HUBUNGAN KUALITAS DAN KARAKTERISTIK PELAYANAN KEPERAWATAN TERHADAP KLIEN DI KAMAR BEDAH RUMAH SAKIT UMUM JATI SAMPURNA BEKASI Herawani .; Tri Dian Ferdiansyah; Suhardi .
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.499 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.110

Abstract

Kualitas Pelayanan Keperawatan mencerminkan keberhasilan suatu rumah sakit dalam pelayanan kesehatan terhadap klien, terlebih lagi kualitas pelayanan di kamar bedah sangat menentukan bagi costumer dalam pelayanan kesehatan.kualitas pelayanan keperawatan kamar bedah terhadap tingkat kepuasan klien (pelanggan)  sebaiknya melihat beberapa aspek yang antara lain ketanggapan (responsiveness), kehandalan ( relibility), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan penampilan (tangible). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan terhadap tingkat kepuasan klien di kamar bedah RSU Jati Sampurna dengan jenis penelitian deskriptif korelasi rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden yaitu klien sendiri kecuali anak- anak, klien dengan keadaan kritis dan klien yang mengalami gangguan mental. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Analisis data dengan bivariat dan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan terhadap tingkat kepuasan klien ada hubungan yang bermakna dengan P value = 0,000. Yang mempengaruhi dalam kualitas pelayanan keperawatan terhadap tingkat kepuasan klien (pelanggan) yang diberikan oleh perawat di kamar bedah Rumkit Polpus RS Sukanto, jakarta. Oleh karena itu disarankan agar perawat di Kamar Bedah RSU Jati Sampurna lebih meningkatkan lagi kemampuannya dalam memberikan pelayanan keperawatan.Kata kunci: Konsep Kamar Bedah. Kualitas pelayanan keperawatan, tingkat kepuasan klien ( pelanggan).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tanggap Pasien Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit “X” Tahun 2016 Ines Marianne Santoso
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.121 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i2.26

Abstract

Instalasi gawat darurat merupakan unit terdepan dari bagian pelayanan rumah sakit yang memberikan pelayanan pada pasien gawat darurat (emergency) sehingga harus memberikan waktu tanggap ≤ 5 menit. Waktu tanggap adalah jumlah waktu dari pasien datang ke IGD sampai ditangani oleh dokter. Namun di beberapa rumah sakit di Indonesia waktu tanggap pasien IGD > 5 menit termasuk di RS “X”. Tujuan penelitain ini mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu tanggap pasien di IGD RS “X” tahun 2016. Metode penelitian kuantitatif dengan design cross sectional,  dengan jumlah sampel 100 pasien yang datang ke IGD RS “X”, dengan cara accindental. Analisis data deskriptif, analitik dengan chi square dan regresi logistik ganda  dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan 58% pasien dengan waktu tanggap tidak sesuai standart >5 menit. Faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan waktu tanggap adalah pengantar pasien, sarana prasarana, kehadiran dokter, kebijakan surat rujukan. Faktor yang dominan mempengaruhi waktu tanggap pasien IGD adalah kondisi pasien berdasarkan kegawat daruratannya dengan nilai p value 0,004,  Odds Ratio 4,863. 95%CI 1,665-14,204. R Square 13%. Kesimpulan: Kondisi pasien yang gawat darurat mempunyai peluang 5 kali lebih besar untuk waktu tanggap sesuai dengan stadart dibandingkan dengan yang tidak gawat darurat. Kondisi pasien gawat darurat berkontribusi dalam waktu tanggap sebesar 13%. Saran: Perlu dilakukan pemantauan mutu, peninjauan standart waktu tanggap, penambahan sumber daya manusia untuk peyananan di IGD, membuat ruang triase dan menjalankan sistem triase sesuai kondisi pasien.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA KLIEN GAGAL JANTUNG DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK I RADEN SAID SUKANTO Erlin Ifadah; Agustina Randungan; Boys Rusinar
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.857 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.101

Abstract

Gagal jantung adalah kerusakan pompa jantung yang dimanifestasikan dengan  pernafasan yang cepat, sesak pada saat beraktivitas, paroxysmal nocturnal dyspnea, orthopnea dan adanya edema perifer atau edema paru. Hal ini menyebabkan tingginya mortalitas dan morbiditas serta seringnya klien gagal jantung berulangkali keluar masuk rumah sakit. Pemenuhan kebutuhan pada klien gagal jantung bukan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisik atau psikologik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan spiritualnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual klien gagal jantung di rawat inap yang meliputi faktor fungsi keluarga, kegiatan keagamaan, derajat gagal jantung, kecemasan dan depresi. Desain penelitian  Cross Sectional dengan uji statistik Chi Square  dilakukan untuk melihat hubungan  tersebut. Pemodelan regresi logistik ganda digunakan untuk menentukan faktor yang paling berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara fungsi keluarga (OR=5,700 dan nilai p =0,001), kegiatan keagamaan (OR=5,750 dan nilai p=0,001), derajat gagal jantung (OR 4,167 dan nilai p= 0,016) dan depresi (OR=3,692 dan nilai p= 0,011) dengan pemenuhan kebutuhan spiritual klien gagal jantung. Fungsi keluarga merupakan faktor dominan yang paling berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual (OR=0,229). Hasil penelitian  menunjukkan fungsi keluarga mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien gagal jantung, oleh sebab itu keluarga harus dilibatkan pada setiap asuhan keperawatan yang akan diberikan pada klien gagal jantung.Kata kunci : gagal jantung, klien gagal jantung, kebutuhan spiritual, rawat inap, fungsi keluarga.Gagal jantung adalah kerusakan pompa jantung yang dimanifestasikan dengan  
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN DAN MOTIVASI DENGAN MINAT BELAJAR MAHASISWA SEMESTER IV DI PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN STIKES “BS” BEKASI 2014 Fardiani Fajri; Tri Suratmi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.02 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i1.157

Abstract

Minat belajar adalah  satu keinginan  untuk mendapatkan suatu perubahan yang terjadi melalu ilatihan atau pengalaman-pengalaman tertentu. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya mahasiswa semester IV di program studi kebidanan Stikes “BS” yang tidak hadir perkuliahan tanpa surat pemberitahuan. Walaupun sudah mendapat hukuman, namun demikian masih banyak juga mahasiswa yang tidak mengikuti perkuliahan. Oleh karena itu tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui Hubungan antara lingkungan dan motivasi dengan Minat Belajar Mahasiswa Semester IV di Program Studi DIII Kebidanan Stikes “BS” Bekasi 2014Desain penelitian ini adalah cross sectional  denganpedekatan kuantitatif dengan sampel total populasi sebanyak 43 orang mahasiswa semester IV di program studi DIII kebidanan Stikes “BS”. Penelitian ini dilakukan pada  bulan februari sampai maret 2014. Instrument penelitian ini berupa kuesioner. Analisa data dilakukan dengan bantuan komputerisasi dengan rumuschi square (x2).Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 mahasiswa terdapat sebagian besarminat belajar tinggi sebanyak 31 mahasiswa (72,1%) dan sebanyak 12 mahasiswa (27,9%) menyatakan minat belajar rendah.Berdasarkan hasil dan  pembahasan dalam penelitian yang dilaksanakan di Stikes “BS” Bekasi pada mahasiswa tentang Hubungan antara lingkungan dan motivasi dengan minat belajar mahasiswa semester IV di program studi kebidanan maka dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa dari 2 variabel independen seluruhnya memiliki hubungan yang signifikan yaitu ada hubungan antara minat belajar  mahasiswa dengan lingkungan belajar dan motivasi belajar. Kata Kunci                    : Minat belajar, lingkungan dan motivasi
ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN OLEH PARAMEDIS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X JAKARTA Jatu Sarasanti; Soedarto Soepangat; Fresley Hutapea
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.219 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i2.286

Abstract

Nilai dalam menjamin berlangsungnya pelayanan yang paripurna dalam rumah sakit adalah keselamatan pasien. Keselamatan pasien meliputi penilaian resiko, identifikasi, pelaporan dan analisis insiden untuk meminimalkan timbulnya resiko. Meskipun RS X memiliki KKP-RS sejak tahun 2014, insiden keselamatan pasien cukup banyak. Jumlah insiden keselamatan pasien yang terjadi di RS X sejak 2014 sampai 2017 sebanyak 32 orang, terjadi peningkatan dari tahun 2016 sebanyak 5 insiden dan tahun 2017 sebanyak 14 insiden. Hal ini membuat peneliti menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penerapan sasaran keselamatan pasien oleh paramedis di instalasi rawat inap RS X yang mempengaruhi insiden keselamatan pasien. Riset ini adalah riset non eksperimental, data kuantitatif, dan cross sectional pendekatan analisisnya. Sampel adalah total populasi petugas paramedis di ruang rawat inap, dengan kriteria inklusi masa kerjanya lebih dari 3 bulan, dan eksklusi sedang tidak melakukan asuhan keperawatan. Sampel berjumlah 48 orang. Variabel supervisi (p=0.033), fasilitas (p=0.000), dan budaya organisasi (p=0.000) berpengaruh signifikan terhadap sasaran keselamatan pasien sedangkan faktor karakteristik responden, berupa usia (p=0.220) dan  lama kerja (p=0.200) berpengaruh tidak signifikan. Meningkatkan penerapan sasaran keselamatan pasien dengan memotivasi paramedis melalui supervisi, perbaikan fasilitas, mensosialisasikan kembali pentingnya keselamatan pasien, upaya, resiko, pelaporan dan analisis insiden keselamatan pasien. Kata kunci: Karakteristik Paramedis, Fasilitas, Supervisi, Budaya Organisasi, Penerapan Sasaran Keselamatan Pasien.
PERBANDINGAN KEEFEKTIVITASAN JAHE DAN VITAMIN B6 DALAM MENGURANGI RASA MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS KARAWANG, KEC. KARAWANG BARAT, JAWA BARAT Imani Bintoro Putri; Santi Agustina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.508 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i2.124

Abstract

Mual muntah pada ibu hamil sangat mengganggu, apabila tidak ditangani dengan baik maka dikuatirkan bisa mengganggu asupan gizi ke janin yang dikandung. Selama ini yang digunakan untuk mengurangi rasa mual muntah pada ibu hamil yaitu dengan vitamin B6 atau obat-obatan kimia. Indonesia sebagai negara Agraris dengan kekayaan tumbuhan herbalnya salah satunya yaitu Jahe (zingiber officinale), patut dioptimalkan penggunaannya sebagai obat herbal untuk menurunkan rasa mual muntah pada ibu hamil yang terbukti aman bagi ibu dan janin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan keefektivitasan jahe dan vitamin B6 dalam mengurangi rasa mual muntah pada ibu hamil di Puskesmas Karawang, Kec. Karawang Barat, Kab. Karawang, Jawa Barat.Desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental One Group Pretest-Posttest. Jumlah sampel yaitu 30 responden perlakuan jahe, dan 30 responden perlakuan vitamin B6. Analisis data yang digunakan yaitu Comparemean Uji Beda Independent Sampel T One Tailed.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe lebih efektif dalam menurunkan rasa mual muntah pada ibu hamil dibanding vitamin B6, dengan nilai <0,005  =0,05). Bagi ibu hamil yang mengalami mual muntah pada kehamilannya bisa menggunakan jahe(obat herbal) yang lebih efektif dan aman untuk mengurangi rasa mual muntahnya.                                                                                                                                                  Kata Kunci : jahe (zingiber officinale), mual muntah, vitamin B6
ANALISIS HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA TERHADAP KINERJA KEPERAWATAN DI INSTALASI RAWAT INAP RUANG INTERNIS RSUD BANTEN Iis Mulyasih; Wahyu Sulistiadi; Syafiul A Sjaaf
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.587 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.346

Abstract

Instalasi rawat inap internis RSUD Banten adalah ruang rawat inap yang digunakan oleh pasien dengan gangguan penyakit dalam.Jumlah kunjungan pasien di instalasi rawat inap internis ini rata-rata tiap hari adalah kurang lebih 27 pasien yang membutuhkan kinerja keperawatan yang baik.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Hubungan Kinerja Keperawatan di Instalasi Rawat Inap Ruang Internis RSUD Banten; serta Hubungan beban kerja dan produktivitas kerja tenaga perawat pelaksana secara bersama-sama terhadap Kinerja Keperawatan di Instalasi Rawat Inap Ruang Internis RSUD Banten.Penelitian dilakukan di Instalasi Rawat Inap Ruang Internis RSUD Banten dengan metode Cross Sectional. Dengan populasi dan sampel berjumlah 33 orang.Instrumen pengumpul data menggunakan kuesioner dengan skala likert, Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan beban kerja memiliki hubungan positif, signifikan terhadap kinerja keperawatan, dengan korelasi sebesar 0.862, besar pengaruh 74.3%. Produktivitas kerja memiliki hubungan positif dan signifikan dibuktikan dengan korelasi sebesar 0.975, besar pengaruh 95.1%.Kemudian beban kerja dan produktivitas kerja secara bersama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kinerja keperawatan, dibuktikan dengan korelasi sebesar 0.975, besar pengaruh sebesar 95.1%.Hal ini berarti baik secara parsial maupun secara simultan beban kerja dan produktivitas kerja memiliki hubungan sangat kuat yang positif dan signifikan terhadap kinerja keperawatan. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa baik variabel beban kerja maupun produktivitas kerja adalah faktor yang memiliki hubungan dengan kinerja keperawatan, jika faktor tersebut meningkat akan meningkat pula kinerja keperawatan tetapi jika menurun maka akan menurun pula kinerja keperawatan.Kata Kunci : Beban Kerja, Produktivitas Kerja, Kinerja Keperawatan

Page 9 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

2015 2025