cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 333 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Luka Tusuk Jarum Suntik Pada Perawat Di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Tahun 2018 Indri Meilawati; Yuli Prapancha; Teguh Wiyono
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.324 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.343

Abstract

Background:Syringe injuries are the most frequent workplace accidents in hospitals. The data showed that the incidence of needle stick injuries in Nurses at Bhayangkara Brimob Hospital in 2018 contained 11 cases of syringe injuries. The purpose of this study was to determine what factors related to the incidence of syringe injuries to nurses in 2018.Method: This type of quantitative research uses a cross-sectional approach. This study was conducted in May 2018 until July 2018. The study sample used total sampling, with the number of respondents obtained by 53 people. Data collection using a questionnaire. The statistical test used is the regression coefficient test.Result and Discussion: Based on the results of statistical tests showed that age was associated with the incidence of needle stick injuries (t = 0.004), the period of service had no relationship with the incidence of syringe injuries (t = -1.939> -2.013), the use of PPE was not related to the incidence of NSI (t = 0.711 <2.013), the participation of nurses in K3 / PPI RS training is related to the incidence of NSI (t = 2.468> 2.013).Conclusions and Suggestion: Age factor influences the incidence of syringe, working period has no effect on the incidence of syringe injury, tioak APD use factor has an effect on the incidence of syringe injury, the factor of nurses' participation in K3 / PPIRS training affects the incidence of syringe injury in bhayangkara brimob hospital. The advice that can be done is to conduct training and deepening the material for safe injecting practice to all nurses on a regular basis.Keywords: Needle Stick Injurie, Work incident
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESIKO LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI KECAMATAN CIPAYUNG JAKARTA TIMUR PADA TAHUN 2015 Fajar Susanti; Apri Sunadi; Ali Fendi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.943 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i2.122

Abstract

Luka diabetik merupakan luka pada kaki penderita diabetes mellitus yang berwarna merah kehitam-hitaman, berbau busuk dan sulit sembuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan resiko luka kaki diabetik pada penderita diabetes melitus. Penelitian ini menggunakan desain non-experiment (cross sectional) pada 34 responden dengan menggunakan teknik aksidental sampel dalam kurun waktu 2 bulan dari  Februari – Maret, data diambil dengan lembar observasi dan kuesioner. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% tidak ada hubungan lama menderita DM ≥ 10 tahun, nilai gula darah sewaktu, perawatan kaki dan pemakaian alas kaki dengan risiko luka kaki diabetik. Ada hubungan antara neuropati dengan risiko luka kaki diabetik (p value = 0,049 dan OR = 7,000). Saran dari penelitian ini, diharapkan berhati-hati jika terdapat gejala neuropati yang dapat beresiko luka kaki diabetik apabila terjadi luka. Kata kunci : Faktor risiko luka, luka kaki diabetik, diabetes melitus.
PENGETAHUAN IBU TENTANG ISPA DI UPTD PUSKESMAS PONDOK GEDE Fitria Sari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.732 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.113

Abstract

Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kematian pada anak di negara sedang berkembang. ISPA ini menyebabkan 4 dari 15 juta kematian pada anak berusia di bawah 5 tahun. setiap anak balita diperkirakan 3 – 6 episode ISPA setiap tahunnya dan proporsi kematian yang disebabkan ISPA mencakup 20 – 30%. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan faktor lingkungan dan perilaku dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Pondok Gede Bekasi Tahun 2013.Penelitian ini menggunakan studi kuantitatif  rancangan Cross Sectional dengan variabel independen kepadatan penghuni rumah, ventilasi, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, umur ibu, merokok, menggunakan obat anti nyamuk bakar, memberikan ASI eksklusif, menggunakan masker apabila terkena ISPA dan menidurkan balita bersama anggota keluarga yang terkena ISPA. Populasi dan sampel penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita usia 7 bulan sampai 5 tahun dan tinggal di Kelurahan Jatiwaringin dan Jati Cempaka berjumlah 100 orang yang diambil secara proporsional. Analisis data yang dilakukan adalah univariat, bivariat dan multivariate.Hasil analisis membuktikan bahwa, balita yang menderita ISPA sebanyak 43%. Variabel yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah kepadatan penghuni rumah, ventilasi dan memberikan ASI eksklusif. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian ISPA adalah ventilasi (OR = 5,388). Saran penulis dalam penelitian ini adalah bagi Instansi terkait, diharapkan agar meningkatkan sistem kewaspadaan dini terhadap kejadian ISPA melalui peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku hidup sehat. Daftar Pustaka : 52 (1983-2012)Kata Kunci : Lingkungan, perilaku, ISPA, balita
ANALISIS PERILAKU PASIEN RAWAT JALAN DALAM MEMBELI OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT PGI CIKINI Sanny Prisca; Prapancha Prapancha; Tri Suratmi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.201 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.325

Abstract

Pembelian obat merupakan salah satu pendapatan terbesar di rumah sakit. Pasien rawat jalan yang mendapat resep dan tidak membeli obat di Instalasi Farmasi RS PGI Cikini mencapai 39,95%, sehingga mengakibatkan opportunity lost sebesar 289 juta rupiah. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pasien rawat jalan untuk membeli obat di Instalasi Farmasi RS PGI Cikini. Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 102 diambil dengan teknik simple random sampling dari populasi pasien rawat jalan pada bulan Mei – Juli 2018. Data dikumpulkan dengan pengisian kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian diolah dan dilakukan analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan metode regresi logistik. Penghasilan pasien/penanggung jawab pasien, ketersediaan obat, kecepatan pelayanan obat, informasi tempat pembelian obat dan keberadaan farmasi rumah sakit, serta kebiasaan membeli obat merupakan variabel yang berhubungan dengan perilaku pasien rawat jalan untuk membeli obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PGI Cikini. Kebiasaan membeli obat (OR = 352,268; 95% CI: 30,923 - 4021,951) dan ketersediaan obat (OR = 83,660; 95% CI; 8,907 - 785,821) merupakan variabel yang dominan berhubungan dengan perilaku pasien rawat jalan untuk membeli obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit PGI Cikini. Hendaknya RS PGI Cikini membuat kebijakan terkait pelaksanaan electronic prescribing dari poliklinik rawat jalan untuk mencegah pembelian obat di luar RS PGI Cikini. Selain itu, perlu diadakan evaluasi berkala terkait ketersediaan obat, pelayanan farmasi, dan pelaksanaan edukasi/informasi pasien rawat jalan agar merubah kebiasaan dan persepsi pasien, sehingga membeli obat di Instalasi Farmasi RS PGI Cikini. Kata kunci: Marketing stimuli, environment stimuli, karakteristik konsumen, ketersediaan obat, kecepatan pelayanan, kebiasaan, perilaku membeli obat
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA GAY DI KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2016 Ayu Endang; Budiharto .
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.632 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.45

Abstract

ABSTRAKInfeksi menular seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan masyarakat, dan yang cukup menonjol terjadi pada Gay. Di kabupaten Ciamis kasus baru penyakit IMS berjumlah 1691, terjadi pada laki laki 243 (15%) kasus dan pada perempuan sebanyak 1448 (85%) kasus. Terdapat 1693 orang kelompok gay, dan sebanyak 762 (45%) orang merupakan kelompok yang melakukan pencegahanan penyakit IMS pada Gay di Kabupaten ciamis tahun 2016.Penelitian kualitatif dengan menggunakan studi fenomologi, subjek penelitian dan teknik pengambilan sampel snawball sampling pada Gay yang terdatadi LSM WISMA dengan cara wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian diolah dan di analisis dengan melewati proses reduksi data dan triangulars. Hasil penelitian menunjukan bahwa umur Gay termasuk dalam kategori remaja akhir dan dewasa awal, sebagian besar gay bekerja, sebagian gay berpendidikan tinggi, belum menikah,berpengetahuan baik tentang IMS walau pernah mengalami penyakit IMS, menggunakann kondom , sebgaian Gay merasa malu meminta kondom kepada petugas media. Simpulan bahwa rasa malu merupakan kendala bagi Gay dalam mendapatkan kondom. Saran Gay yang terkena IMS dapat melakukan pengobatan secara benar di pelayanan kesehatan dan lebih pro aktif dalam mencari tahu tentang program pemerintah yang berhubungan dengan pencegahan dan penanggulangan penyakit IMS. Kata kunci : Gay, Pencegahan Penyakit IMS
Determinan yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan Pap Smear Pada Ibu Yang Berkunjung di RSIA Andhika Warung Sila Jakarta Selatan Tahun 2015 Cicilia Windiyaningsih; Yunita .
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.394 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.118

Abstract

Di Indonesia diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meninggal dunia karena kanker serviks. Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining dalam mendeteksi dini kanker serviks yang sederhana, praktis dan mudah, tingkat akurasi mencapai 50-98 % dan spesifitas yang mencapai 93% sehingga Pap smear terbukti mampu sebagi alat diagnosis dini kanker serviks.Tujuan penelitian untuk menjelaskan determinan pemeriksaan pap smear pada ibu yang berkunjung di RSIA Andhika tahun 2014.Metode penelitian  deskriptif analitik, dengan pendekatan potong lintang. Cara pengambilan sampel purposif  pada ibu yang berkunjung ke RSIA Andhika langsung di wawancarai menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square dan Regression Logistic Binary. Dari 310 responden, berpengetahuan baik 60 %, berpendidikan tinggi 87.1 %,  berusia < 35 tahun 73.9 %, tidak bekerja 50.6 %, bersikap positif 62.6 %, paritas < 3 84.8 %,  suku jawa 87.4 %, berpenghasilan tinggi 85.8 %, jarak dekat 77.7 %, ada transportasi 93.2 %, terpapar media 74.2 %, tidak mendapat penyuluhan kader 53.9 %, tidak ada kebijakan pemerintah 63.2 %, dapat dorongan suami 67.4 %, hanya 24.5 % yang melakukan pap smear. Ada hubungan signifikan pemeriksaan pap smear dengan pengetahuan, pendidikan, usia, pekerjaan,  kebijakan pemerintah dan dorongan suami dengan nilai p <0,05. Pemodelan tersebut peluangnya 59.3 %. Variabel yang paling dominan Dorongan Suami dengan OR 32.5 dengan kontribusi 26.7 %. Variabel yang tidak memiliki hubungan dengan pap smear di RSIA Andhika adalah : Paritas, Suku, Sikap, Penyuluhan Kader dan Jarak. Simpulan Dorongan Suami merupakan determinan yang paling dominan dengan peluang 26.7%. Kata kunci : determinan variabel,pemeriksaan pap smear.
Peran Media Internet Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja SMA “X” dan “Y” di Riau Tahun 2016 santi agustina; Cicilia Windiyaningsih
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.815 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i2.25

Abstract

Masih tingginya perilaku seks bebas dikalangan remaja menyebabkan penularan penyakit seksual, kehamilan, aborsi dan tidak sedikit remaja mengalami putus sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran media internet terhadap perilaku seks bebas pada remaja SMA di Riau Tahun 2016, meliputi faktor predisposisi, pemungkin dan penguat. Rancangan penelitian cross sectional. Populasi seluruh remaja yang duduk dibangku sekolah menengah atas di sebanyak 96 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat, dan multivariat. Berdasarkan hasil penelitian, remaja yang perilaku seksualnya beresiko berat, yaitu 49%, pengetahuan yang baik 58.6%, sikap positif 58.3%, norma yang berlaku 66.7%, terpapar media informasi 58.3%, akses internet dekat 53.1%, durasi menggunakan internet 52,1%, frekuensi internet < 3 kali perminggu 53.1%, uang saku < 20.000 rupiah 68,8%, teman sebaya baik 63.5%, peran orang tua yang baik 56,3%, keluarga yang tidak harmonis 57.3%. Variabel yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pengetahuan, sikap, akses, frekuensi, durasi, teman sebaya, peran orang tua, pola asuh, keharmonisan keluarga. Faktor dominan adalah frekuensi internet OR 11.487, 95% CI 2.844 – 46.395 p value 0.001 R2 35.5%, setelah dikontrol oleh sikap OR 9.401, 95% CI 2.536 – 37.509 p value 0.002 R2 28.8%, durasi OR 2.676. 95% CI 0.720 – 9.943 p value 0.142 R2 20%, dan akses OR 0.146 95% CI 0.024 – 0.890 p value 0.037 R2 14.5%. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat empat variabel yang  berkontribusi sebesar 48,5% terhadap perilaku seksual remaja di SMA Kabupaten Bengkalis Tahun 2016.
ANALISA PENGISIAN REKAM MEDIS DALAM RANGKA PROSES KELENGKAPAN KLAIM BPJS DI RSUD dr. CHASBULLAH ABDULMADJID KOTA BEKASI 2018 Librianti Librianti; Grace Rumenengan; Fresley Hutapea
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.936 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.344

Abstract

Masih tingginya angka pengembalian berkas yang dikarenakan tidak lengkap maupun tidak sesuai pada proses pengklaiman BPJS di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Pada tahun 2017  setiap bulannya rata-rata terdapat sebanyak 217 berkas Tidak Lengkap/Tidak Sesuai dari 800 berkas yang diajukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pentingnya Rekam Medis dalam menunjang proses pengklaiman BPJS.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara wawancara yang mendalam.Pemahaman tentang tata cara pengisian dan kelengkapan rekam medis merupakan hal yang mutlak dilaksanakan disetiap Rumah Sakit sesuai aturan yang berlaku. Pengisian rekam medis pada hakekatnya dipengaruhi oleh pengetahuan para petugas Rumah Sakit tentang cara pengisian dan kepatuhan terhadap aturan. Hasil penelitian di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi dapat diketahui berbagai informasi dan data tentang keadaan tersebut. Kelengkapan berkas Rekam Medis sangat penting dan vital didalam proses pengklaiman BPJS. Sesuai dengan yang tertuang dalam panduan praktis administrasi klaim fasilitas kesehatan BPJS. Agar proses pengklaiman BPJS berjalan lancar, sebaiknya dilaporkan feedback rekam medis yang Tidak Lengkap/Tidak Sesuaisetiap 2 minggu ke DPJP dan berkas Tidak Lengkap/Tidak Sesuai tersebut ditembuskan ke Komite Medik. Bila dalam waktu 3-7 hari belum ada perbaikan maka diadakan pendekatan persuasif oleh direktur dengan memanggil DPJP yang belum lancar. Dalam upaya meningkatkan kepatuhan bagi DPJP dan perawat.  Kata kunci : kelengkapan rekam medis, klaim BPJSDaftar Pustaka: 20 (2012-2018)
Analisis Gama – Sitosterol pada Ficus Carica sebagai Prediksi Aktivitas Apoptosis pada Sel HeLa Kusmayra Ambarwati; Miftahul Jannah; Asyifa Robiatul Adawiyah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v9i2.669

Abstract

Telah terbukti secara ilmiah bahwa antioksidan dan herbal menjadi salah satu zat yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Angka kejadian kanker serviks di Indonesia sangat tinggi, dan merupakan penyebab utama kematian wanita di Indonesia. Setiap hari muncul 40-45 kasus baru, yang berarti 20-25 orang meninggal akibat kanker serviks di Indonesia. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan bahwa terdapat tumbuhan, buah – buahan dan biji – bijian yang mengandung antioksidan tinggi dan dipercaya dapat mencegah dan mengurangi kesakitan akibat kanker serviks. Selain itu banyak herbal yang juga ditemukan di Indonesia yang diketahui memiliki efek pada sel kanker.Salah satunya yang dapat ditemukan di Indonesia adalah Buah Tin/ Ara (Ficus Carica)Akan tetapi masyarakat belum banyak yang memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia yangdiduga dapat mencegah kanker serviks ini. Studi ini merupakan penelitian awal untuk membahas mengenai kandungan gama – sitosterol pada buah Tin untuk nantinya dapat digunakan sebagai prediksi apoptosis pada sel HeLa. Kata Kunci : Buah Tin, Sel Hela, Gama - Sitosterol
An Analysis On The Capacity Of ISPA Personnel In Finding Pneumonia Case In Balita At Puskesmas In Medan, In 2018 Atika Arif Siregar; Tarsayad Nugraha; Aisyah Simanjorang
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v9i2.515

Abstract

Abstract            Introduction: There were 7,575 cases of pneumonia suffered by balita (below 5 year-old children) in Medan in 2017, but only 349 cases which were found. Objective: The objective of the study was to find out the capacity of ISPA personnel in finding pneumonia case in balita at the Puskesmas in Medan, in 2018. Method: The study used descriptive quantitative method with cross sectional design. It was dine in September, 2018. The population was 39 ISPA personnel, and the samples were taken by using total population technique. Result: The result of chi square statistic test showed that the intellectual capacity of ISPA personnel was at p-value=0.003, their emotional capacity was at p-value=0.029, and their physical capacity was at p-value=0.001. Conclusion: There was the correlation of intellectual capacity, emotional capacity, and physical capacity of ISPA personnel with the finding of pneumonia cases in balita at the Puskesmas in Medan, in 2018.Keywords: Capacity of ISPA Personnel, Pneumonia

Page 11 of 34 | Total Record : 333


Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2026): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan More Issue