cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 308 Documents
Analisis Hubungan Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Pasien Di Unit Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Kartini Tahun 2018 Enrico Adhitya Rinaldi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.396 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i2.296

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tingkat kepuasan pelayanan terhadap pelanggan adalah upaya pemberian layanan sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan serta ketepatan penyampainnya untuk mensinergikannya dengan keinginan pelanggan.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan penelitian ini merupakan metode penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Sampel penelitian ini adalah pasien di Poli Rawat Jalan RS. Kartini yang berjumlah 100 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korelasi bauran pemasaran Product dengan loyalitas pasien memiliki nilai p 0,002 yang artinya terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Product dan loyalitas pasien. Korelasi antara bauran pemasaran Price dengan loyalitas pasien adalah positif lemah dan bermakna secara statistik. Bauran pemasaran Place dengan loyalitas pasien, didapat nilai p 0.004 menunjukkan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Place dan loyalitas pasien. Korelasi bauran pemasaran Promotion dengan loyalitas pasien melalui analisis statistik diperoleh nilai p 0.003, sehingga terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Promotion dan loyalitas pasien. Bauran pemasaran People dengan nilai p 0.008 menunjukkan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran People dan loyalitas pasien. Physical  Evidence  berkorelasi  positif  sedang  (r=0.477,  p=<0.005).  Analisis bivariat yang dilakukan untuk mengetahui korelasi bauran pemasaran Physical Evidence terhadap loyalitas pasien mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.477 yang artinya korelasi antara bauran pemasaran Physical Evidence dengan loyalitas pasien adalah korelasi positif sedang dan bermakna. Bauran pemasaran Process dengan nilai p < 0.004 menunjukkan bahwa terdapat korelasi secara signifikan antara bauran pemasaran Process dan loyalitas pasien.Saran kepada pihak manajemen Rumah Sakit Kartini agar menambah produk unggulan sehingga dapat menjadi ciri khas bagi Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Kartini seperti melengkapi dokter spesialis yang belum ada sehingga dapat memberikan pelayanan kepada pasien secara lengkap.Kata Kunci      :  Pemasaran, Loyalitas Pasien, Rawat JalanDaftar Pustaka :  29 (1997 - 2014)
HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PENGADAAN OBAT TERHADAP QUALITY ASSURANCE KEFARMASIAN DI RSUD BANTEN Wahyutomo Wahyutomo; Wahyu Sulistiadi; Syafiul A Sjaaf
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.847 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.348

Abstract

Manajemen logistik kefarmasian adalah manajemen dan pengendalian barang-barang, layanan dan perlengkapan mulai dari akuisisi sampai disposisi. Pelayanan Kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Beberapa kegiatan dalam manajemen logistik adalah perencanaan dan pengadaan obat yang terkait dengan quality assurance kefarmasian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  perencanaan dan pengadaan obat dalam manajemen logistik terhadap quality assurance kefarmasian di RSUD Banten. Penelitian dilakukan di Instalasi Farmasi RSUD Banten dengan metode Cross Sectional. Populasi dan sampel berjumlah 32 orang. Instrumen pengumpul data menggunakan kuesioner dengan skala likert, yang diujicobakan untuk mengukur validitas dan reabilitas instrument dengan menggunakan program statistik. Dengan teknik analisis data yaitu menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan memberikan pengaruh sebesar 17.9% terhadap quality assurance kefarmasian, pengadaan memberikan pengaruh sebesar 41.9% terhadap quality assurance kefarmasian, perencanaan dan pengadaan memberikan pengaruh sebesar 43.6% terhadap quality assurance kefarmasian. Hal ini berarti perencanaan dan pengadaan memiliki hubungan yang kuat terhadap quality assurance kefarmasian baik secara parsial maupun secara simultan, sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan quality assurance kefarmasian maka diperlukan peningkatan pengelolaan perencanaan dan pengadaan obat dalam manajemen logistik di Instalasi Farmasi RSUD Banten. Kata Kunci : Perencanaan, Pengadaan, Quality Assurance Kefarmasian
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DI DESA TONJONG KECAMATAN PALABUHAN RATU KABUPATEN SUKABUMI TAHUN 2017 Sherly Aryni; Santi Agustina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.128 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i1.51

Abstract

ABSTRAKSalah satu masalah balita adalah gizi buruk, termasuk balita yang ada di Desa Tonjong. Pengetahuan seorang ibu tentang gizibalita  memiliki peran yang sangat penting untuk menurunkan angka kematian balita. Banyak faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu tentang gizi pada balita diantaranya pendidikan, usia, dan sumber informasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang gizi balita. Metode penelitian kuantitatif, desain crossectional, populasi Ibu yang mmpunyai anak usia 1-5Tahun, besar sampel 99 respondent yang diambil secara accidental. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesiner. Anasis univariat distribusi dan frekuensi, bivariat dengan   uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar ibu yang berada di desa Desa Tonjong Kecamatan Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi umur tidak berisiko 62 responden (62,6%),berpendidikan tinggi  58 responden (58,6%),dan mendapatkan informasi tentang gizi balita dari non petugas kesehatan 54 responden (54,5%). Hasil analisis bivariat ada hubungan signifikan usia ibu dengan pengetahuan ibu p value 0,000,  odds ratio 1,34; hubungan pendidikan ibu dengan pengetahuan ibu p value 0,001, odds ratio 1,27; hubungan sumber informasi ibu dengan pengetahuan ibu p value 0,000, odds ratio 2,36. Kesimpulan  Ada hubungan bermakna usia dan pendidikan ibu serta sumber informasi dengan  tingkat pengetahuan ibu tentang gizi balita. Saran sumber informasi tentang  gizi pada balita lebih ditingkatkan lagi melalui segala media yang ada di desa Tonjong. Kata Kunci :Pengetahuan Gizi Balita, Pendidikan, Usia, Sumber Infomasi
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN INSTRUMEN TENTANG SURVEI PASIEN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU LAYANAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X BEKASI TAHUN 2017 Maggie Juntiven Manik
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.069 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.345

Abstract

Customer satisfaction is the main indicator of the standard of a health facility and is a measure of service quality. Completion of satisfaction survey instruments for the food variables was only 64% who rated it. The purpose of the study is to obtain information and to analyze the incomplete filling of inpatient satisfaction survey in X hospital in Bekasi in giving feedback to the hospital. The informants in the study were 2 people Management, 10 inpatients, 21 nurses inpatients installation. The results of this study provide an illustration that the satisfaction survey instrument didn’t correctly filled and completely filled because the    method used is not implemented according to  the  policy that  has  been  settled.  The conclusion of this research is the survey instrument is only 64.35% filled correctly because the instrument is too many so the patients feel like don’t get the explanation or education about the survey instrument. This research suggest that the survey instrument can be  revised  and  made  more  effective  and  efficient, being an indicator of service quality, and the explanation of the survey instrument get inside the integrated education communication form.Keywords  :  Quality  of  Service,  Inpatient,  Survey Instruments
Pengaruh Mutu Pelayanan Terhadap Loylitas Pelanggan di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Brimob tahun 2018 Yurita Mailintina; Sandra Dewi; Fresley Hutapea
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.61 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.322

Abstract

Background: Outpatient Installation (IRJ) is a functional unit that handles patient admissions in hospitals, both those who are going for outpatient treatment and those who will be hospitalized. Service delivery in the IRJ was first conducted at the ticket window managed by the Outpatient Medical Record. One of the dimensions of the quality of health services is access to services marked by patient waiting time.Method: This study used analytical quantitative research with observational analytic method and cross sectional survey research design. The research subjects were patients who did not visit the Bhayangkara Brimob Hospital outpatient installation in July to August 2018 as many as 100 people. Data collection using a questionnaire.Results: It was found that the therapeutic function partially affected the re-visit at the Bhayangkara Hospital Brimob Outpatient Installation. This is indicated by the value of Sig = 0.023 <0.05 reject Ho means that there is a relationship between the therapeutic function of the re-visit.Conclusions and Suggestions: From further testing found that therapeutic function affects the return visit at the outpatient installation of Bhayangkara Brimob Hospital. For further research it is expected to use more variables.Keywords: Service Quality and Customer Loyalty.Bibliography: 83 (2000-2017)
ANALISA HUBUNGAN ANTARA KUNJUNGAN RAWAT JALAN PASIEN KEBIDANAN DAN KUNJUNGAN PONEK DENGAN PENURUNAN ANGKA BOR DI TAHUN 2017 PADA RUMAH SAKIT ANNA MEDIKA BEKASI Ridwan Meito Tomanyira; R.H Djadjang A; Dicky Dewanto Tjatur Rahardjo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.335 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.347

Abstract

Latar belakang: Jumlah BOR ruang rawat inap kebidanan Rumah Sakit Anna Medika mengalami penurunan sehingga berdampak pula pada penurunan angka BOR Rumah Sakit secara keseluruhan mulai dari tahun 2015 hingga tahun 2017. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan  antara kunjungan rawat jalan pasien kebidanan dan kunjungan pasien di PONEK dengan penurunan angka BOR di Tahun 2017 pada Rumah Sakit Anna Medika. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah analitik  kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitiannya adalah staff medis dan paramedis yang bekerja di unit rawat jalan, rawat inap, dan PONEK pada Rumah Sakit Anna Medika. Jumlah populasi 40 orang. Pengukuran kunjungan rawat jalan pasien kebidanan dan kunjungan PONEK yang diadopsi dari penelitian Benson Nababan (2012). Kuesioner ini terdiri dari tujuh indikator dengan 15 item pertanyaan dan satu pertanyaan hasil observasi. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan perhitungan statistik dengan menggunakan SPSS, dimana menghasilkan  signifikansi > 0,05 yang artinya terima H0 dan tolak H1 atau dengan kata lain tidak ada hubungan antara kunjungan pasien rawat jalan kebidanan dan kunjungan PONEK dengan penurunan angka BOR di Tahun 2017 pada Rumah Sakit Anna Medika Bekasi. Hal ini sesuai Harold Koening HFZ & Kleinsorge IK ( 1994 ), bahwa faktor proses pelayanan yang mempengaruhi BOR meliputi sikap dokter dalam memberikan pelayanan, sikap petugas dalam memberikan pelayanan, dan komunikasi pelayanan. Dan berdasarkan wawancara yang mendalam bahwasannya terdapat faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan penurunan angka BOR di tahun 2017 pada Rumah Sakit Anana Medika Bekasi yaitu: faktor internal disebabkan oleh performa dari dokter kebidanan dan faktor eksternal disebabkan oleh kebijakan BPJS berkenaan pasien thalassemia yang direncanakan transfusi darah serta pasien  rencana pasang alat cimino shunt yang tadinya dapat diklaim rawat inap menjadi rawat jalan. Simpulan dan Saran: Antara kunjungan pasien rawat jalan kebidanan dan kunjungan PONEK dengan penurunan Angka BOR ditahun 2017 pada Rumah Sakit Anna Medika Bekasi tidak memberikan hubungan yang signifikan. Sehingga perlu diadakan penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi penurunan angka BOR pada Rumah Sakit Anna Medika
Kelengkapan dan Keamanan Penggunaan E-Partograf Dalam Pemantauan Pencatatan Persalinan kusmayra Ambarwati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.736 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i2.23

Abstract

Kelengkapan dan keamanan dalam pencatatan partograf sangat penting dalam pemantauan perkembangan dan keamanan persalinan. Selama ini, pencatatan persalinan menggunakan partograf belum dilaporkan dan dievaluasi secara jelas. Menurut WHO. 1994, pengenalan partograf sebagai protokol dalam menolong persalinan terbukti dapat mengurangi persalinan lama dari 6,4% menjadi 3,4%. Pemanfaatan teknologi berbasis web dalam pencatatan merupakan alternatif yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan keamanan dan kelengkapan antara Partograf manual dan Elektronik Partograf (e-Partograph). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah True Experiment  dengan desain Randomized Posttest Only Control Group Design dengan Probability teknik sampling (Sistematic Random Sampling) didukung dengan pendekatan kualitatif melalui Indepth Interview. Jumlah responden adalah 34 bidan terdiri dari 17 kelompok kasus dan 17 kelompok kontrol, dipilih secara random sederhana. Analisis data secara univariat dengan tabel distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan independent sampel t-test. Hasil dari penelitian ini  adalah bahwa secara statistik data yang didapatkan dengan pencatatan e-partograf lebih lengkap dari pada  manual partograf dengan p-value 0, 004, namun memiliki tingkat keamanan yang  tidak berbeda dengan manual partograf dengan p-value 0, 559. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pencatatan dengan e-Partograf  lebih lengakap dibandingkan dengan manual partograf.  Saran yang dapat diberikan  adalah pencatatan pelaporan menggunakan elektronik partograf dapat menjadi alternative dalam pencatatan persalinan  dan pencatatan yang ada selama ini perlu dimonitor secara berkala.
ANALISA BUDAYA KERJA PRIMA DIVISI KEPERAWATAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RS.EVASARI JAKARTA TAHUN 2018 Ferry Aryo Pangarso; Sri Rahayu; Dicky Dewanto Tjatur Raharjo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.739 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.342

Abstract

Latar Belakang: Rancangan budaya kerja PRIMA ( Profesional, Rapi, Ibadah, Mendengarkan, Asertif ) bagi Rumah Sakit Evasari,  sebagai tata nilai yang mendasar dan disepakati bersama melalui komitmen karyawan dan iklim organisasional, dan terkristralisasi dalam organisasi. Diharapkan implementasi budaya kerja PRIMA di Rumah sakit senantiasa memberikan pelayanan yang bermutu, efektif, dan sesuai standar layanan rumah sakit. Mutu pelayanan kesehatan dapat diukur melalui keselamatan pasien, layanan yang berfokus pada pasien, efektivitas, ketepatan waktu dan equity (keadilan).Tujuan Penelitian: Membuat rancangan perbaikan  budaya kerja PRIMA yang dijalankan oleh Divisi Keperawatan dalam upaya meningkatkan Kepuasan Pasien Rawat Inap di RS.Evasari.                                                                                                                           Metode Penelitian:  Pada penelitian ini penulis menggunakan tipe penelitian deskriptif melalui metode kualitatif yaitu memberikan gambaran tentang masalah yang diteliti Analisa budaya kerja PRIMA yang dijalankan  oleh divisi keperawatan dalam upaya meningkatkan kepuasan pasien rawat inap di RS.Evasari dan berlangsung Bulan Mei  sampai Juni 2018.          Hasil: Seiring dengan proses akreditasi yang berlangsung terus menerus, maka para pimpinan sedang merumuskan kebijakan tertulis mengenai standar pelayanan keperawatan, yaitu dengan budaya kerja PRIMA (professional, rapi, ibadah, mendengarkan, asertif). Dari hasil observasi, pihak manajemen sudah membuat kebijakan terkait dengan prosedur administrasi pasien rawat inap yang akan pulang.                                                          Kesimpulan: Melaksanakan budaya PRIMA terhadap perilaku divisi keperawatan merupakan kerangka yang lebih kompleks dan spesifik. Pendidikan keperawatan, sikap dan komitmen divisi keperawatan saat ini telah bersinergis dengan dan berjalan seiring dengan Budaya PRIMA sehingga berdampak nyata pada peningkatan output pelayanan. Disarankan perlunya kebijakan untuk memasukkan unsur Budaya PRIMA  yang tercantum dalam SOP serta penilaian kinerja perawat (KPI).  Kata Kunci     : Budaya kerja PRIMA, divisi keperawatan, mutu pelayanan
PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN RSU X TAHUN 2018 Yenni Tan; Yuli Prapancha Satar; Putri Yoen Aulina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.589 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v9i1.324

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang merupakan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta untuk mengetahui pengembangan pemasaran yang diterapkan oleh RSU X berdasarkan posisi matriks IE. Penelitian ini merupakan penelitian  kualitatif berdasarkan analisis SWOT dan matriks IE dengan metode analisis deskriptif. Data Primer melalui wawancara mendalam. Teknik yang digunakan untuk analisis data dan pengambilan keputusan adalah teknik Consensus Decision Making Group (CDMG).Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis posisi matriks IE, dapat diketahui nilai terbobot lingkungan internal sebesar  +o,15 dan nilai terbobot lingkungan eksternal sebesar  -0,35 . Dengan nilai terbobot tersebut, maka berada pada posisi kuadran  1 : Difertifikasi . Diversifikasi konglomerat  yang artinya bersama-sama dengan suatu pihak atau berberapa pihak dalam melakukan pengembangannya, pihak lain ikut memiliki dan terlibat didalamnya dalam menambah produk baru.Kata Kunci        : Strategi Pemasaran, PengembanganDaftar Pustaka  : 30 (20013 – 2017)
Analisis Partisipasi Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Desa Medangasem Kabupaten Karawang Tahun 2016 Eka Kusmiati; Santi Agustina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.213 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i1.210

Abstract

yang berhubungan dengan partisipasi ibu mengikuti kelas hamil (pvalue< α (0,05)) adalah: Pekerjaan dengan nilai Pvalue = 0,016 dan OR=3,230, Paritas dengan nilai Pvalue = 0,047 dan OR=2,721, Dukungan keluarga dengan nilai Pvalue = 0,005, dengan OR=3,228. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan dengan partisipasi ibu mengikuti kelas hamil dengan nilai Pvalue > α (0,05) adalah: Umur (Pvalue = 0,426), dan Pendidikan (Pvalue = 0,343). Kesimpulan dari  penelitian ini adalah ibu hamil yang berpartisipasi dalam kelas ibu hamil sebanyak 67 orang (58,8%) dan tidak berpartisipasi sebanyak 47 orang (41,2%). Maka peneliti menyarankan petugas  kesehatan  agar  lebih  aktif  menyebarluaskan  informasi  tentang program kelas ibu hamil bukan pada sasaran ibu hamil saja, tetapi juga kepada  suami/pasangan dan keluarga. Kata Kunci                 :   Karakteristik Ibu, Dukungan Suami, dan Partisipasi Kelas  Ibu Hamil 

Page 10 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

2015 2025