cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 308 Documents
PENGARUH BERAT BADAN LAHIR RENDAH TERHADAP KEMATIAN NEONATAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PASAR REBO TAHUN 2012-2013 Neneng Hasanah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.262 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.41

Abstract

ABSTRAKAngka kematian bayi di Indonesia masih tinggi, kematian neonatal 50% terjadi pada bayi berat lahir rendah (BBLR) dan lebih dari 50% kematian bayi adalah kematian neonatal dini. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh BBLR terhadap kematian neonatal di Rumah Sakit  Umum  Daerah Pasar Rebo Tahun 2012-2013 dengan variabel usia ibu, paritas, usia kehamilan, komplikasi kehamilan, jenis persalinan, komplikasi persalinan, asfiksia, dan komplikasi bayi. Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain studi kasus kontrol dan sampel 130 kasus dan 130 kontrol, menggunakan data primer, data sekunder, analisis univariat , bivariat dan multivariat, dengan hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian kematian neonatal di pengaruhi oleh BBLR (nilai p=0,000 OR=9,33), paritas (nilai p=0,000 OR= 10= 2,824),, usia kehamilan (nilai p=0,000 OR=10,354), komplikasi persalinan (nilai p=0,000 OR=354), asfiksia (nilai p=0,000 OR=30,545), komplikasi bayi (nilai p= 0,000 OR=96,000). Pada multivariat dengan uji regresi logistik ganda untuk uji konfounding menghasilkan  bahwa yang termasuk variabel kounfonding adalah BBLR (p=0,020), usia kehamilan (p=0,000), asfiksia (p=0,000), komplikasi bayi  (p=0,000). Variabel yang secara signifikan berhubungan dengan kematian neonatal adalah variabel BBLR, usia kehamilan, komplikasi  persalinan, asfiksia, dan komplikasi bayi dengan pvalue <0,05. Diharapkan agar lebih meningkatkan perhatian pada kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir khususnya terhadap penanganan BBLR, asfiksia, dan komplikasi bayi agar dapat menekan angka kematian neonatal.Kata Kunci : BBLR, Kematian Neonatal
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENDIDIKAN IBU NIFAS TERHADAP KEPUASAN IBU TERHADAP PELAKSANAAN IMD Santi Agustina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.379 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.114

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses alami untuk menyusu, yaitu dengan memberikan kesemapatan pada bayi untuk mencari dan menghisap ASI sendiri. Dalam satu jam pada awal kehidupan bayi. IMD merupakan program yang sedang gencar di anjurkan pemerintah Indonesia. WHO dan UNICEF telah merekomendasikan IMD sebagai tindakan penyelamatan kehidupan, karena IMD ini dapat menyelamatkan 22% nyawa bayi sebelum usia 28 hari. Untuk itu diharapkan semua tenaga kesehatan di semua tingkatan pelayanan kesehatan, baik swasta maupun masyarakat dapat mensosialisasikan dan melaksanakan suksesnya program tersebut . (DEPKES, 2008)          .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan pengetahuan, sikap dan pendidikan terhadap pelaksanaan IMD di RB R Kec. Cipayung Jakarta Timur Tahun 2012. Desain dalam penelitian ini menggunakan cross sectional. Hasil penelitian yang dilakukan di RB R Cipayung Jakarta Timur adalah, responden yang puas terhadap pelaksanaan IMD ada 80.0 % dan responden yang tidak puas ada 20.0 %. Hasil analisis uji bivariat maka diperoleh bahwa variabel yang bermakna secara statistik (p<0,05) adalah Pengetahuan, sikap dan pendidik. Kata kunci                       :  Kepuasan terhadap pelaksanaan IMD,Daftar pustaka                : 28 (1999-2012)
Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Dini Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di BPM N Jakarta Selatan tahun 2016 Lula Winona; Fitria Sari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.421 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i2.30

Abstract

Rendahnya cakupan ASI Ekslusif di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dini. Hasil penelitian menunjukkan pada masyarakat di Indonesia pada umumnya memberikan makanan pendamping dini (57%) kepada bayinya sebelum usia 6 bulan (Litbangkes, 2006 dalam Budianti 2013). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang berhubungan dengan pemberian MP-ASI Dini.  Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah responden 57 orang, wawancara menggunakan kuesiner, tempat penelitian di BPMN Jakarta Selatan,waktu April tahun 2016, analisis secara deskriptif dan analitik dengan chi square. Hasil penelitian dari 57 responden, yang memberikan  MP-ASI Dini 37 orang (64,9%), sedangkan yang tidak memberikan MP-ASI Dini 20 orang (35,1%). Pemberian MP-ASI terlalu dini pada anak dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada bayi seperti diare, konstipasi, muntah, dan alergi. Di samping itu akan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak setelah usia dewasa seperti memicu terjadinya penyakit obesitas, hipertensi, dan penyakit jantung koroner. Ada hubungan antara Paparan Media (p value 0,004) dan Peran Keluarga dalam Pemberian MP-ASI Dini (p value 0,011). Sedangkan tidak ada hubungan antara Sosial Budaya (p value 0,054) dan Peran Tenaga Kesehatan (p value 1,000) dalam Pemberian MP-ASI Dini. Simpulan penelitian didapatkan dari 57 orang, responden yang memberikan MP-ASI Dini sebesar 64,9 %, ada hubungan bermakna antara Paparan Media dan Peran Keluarga dalam Pemberian MP-ASI Dini. Saran penelitian kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan frekuensi penyuluhan dengan praktek tentang pemberian MP-ASI > 6 bulan pada masyarakat sehingga dapat menurunkan pemberian MP-ASI dini dan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di BPM N Jakarta Selatan.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM JAKARTA SUKAPURA Jamiatun J; Krispina Elegia; Miftah Nur Okta Syarif
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.53 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.105

Abstract

Kepatuhan pembatasan asupan cairan merupakan salah satu permasalahan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Ketidakpatuhan dalam pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronis dapat menyebabkan kegagalan terapi sehingga menurunkan kualitas hidup pasien, meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSIJ Sukapura. Desain penelitian ini menggunakan desain survey analitik Cross Sectional study dengan jumlah sampel 57 responden. Metode pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan pada periode pre HD dan post HD. Analisis hasil penelitian menggunakan Chi-Square (bivariat) dengan α=0,05, didapatkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dengan lama hemodialisa (p=0,039), kepatuhan dengan pengetahuan (p=0,028), kepatuhan dengan dukungan keluarga (p=0,013) dan berdasarkan pemodelan akhir analisa multivariat didapatkan hasil variabel yang paling berhubungan secara signifikan adalah dukungan keluarga dengan nilai OR 3,563 yang berarti responden yang mendapat dukungan keluarga baik memiliki peluang untuk patuh sebesar 3,563 kali dibandingkan dengan responden yang mendapat dukungan keluarga kurang baik. Saran untuk pelayanan keperawatan dalam memberikan health education perlu adanya penekanan yang lebih pada pengetahuan dan dukungan keluarga sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam pembatasan asupan cairan. Kata kunci: kepatuhan pembatasan cairan, GGK, hemodialisa
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PNEMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS KECAMATAN PASAR REBO Apia Unmehopa; Sutanto Priyo H
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.598 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i1.161

Abstract

Pneumonia adalah infeksi akut jaringan paru-paru (alveoli) pada balita yang  ditandai dengan gejala batuk dan atau kesukaran bernapas atau napas cepat. Kelompok yang paling beresiko adalah balita usia < 1 tahun. WHO memperkirakan lebih dari 2 juta balita meninggal karena pneumonia di dunia. Selain usia, malnutrisi dan gangguan imunologi juga akan memperbesar resiko anak balita terkena penyakit ini (Riskesdas, 2013). Puskesmas kecamatan Pasar Rebo merupakan pusat pelayanan kesehatan yang berada di wilayah Jakarta Timur. Dari data program P2 ISPA puskesmas kecamatan Pasar Rebo, jumlah penemuan kasus pneumonia (Case Detection Rate) pada kurun 2014 adalah 64 kasus (IR 3.6 %). Sementara dari hasil studi pendahuluan, jumlah balita yang didiagnosis dengan pneumonia sejak Januari s.d April 2015 adalah sebanyak 110 orang. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan  faktor-faktor yang berhubungan dengan pnemonia. Jenis penelitian kuantitatif  dengan rancangan kasus kontrol, jumlah sampel kasus 37 dan kontrol 111  balita 0-59 bulan yang terdaftar dalam register poliklinik MTBS periode Januari-Juni 2015. Hasil analisis bivariat hanya 1 (satu) variabel  yang bermakna yakni status gizi, dimana status gizi kurang mempunyai risiko 4 (empat) kali lebih untuk terjadi pnemonia pada balita (OR 4.180,1.059-16.495, nilai p < 0,04),sedangkan umur, jenis kelamin, vitamin A, tidak ada hubungan bermakna dengan kejadian pnemonia pada balita. Kata Kunci: pnemonia Balita,status gizi.
Kompres Hangat Mempengaruhi Tingkat Nyeri Persalinan Ega Septi Juliani; Yanti Susan
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.544 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i2.21

Abstract

Nyeri dalam proses persalinan merupakan suatu hal yang bersifat fisiologis yang akan dialami oleh semua ibu. Nyeri yang timbul  biasanya semakin dirasakan ibu ketika adanya peningkatan aktivitas rahim pada fase aktif kala I persalinan. Terdapat beberapa metode untuk mengurangi nyeri salah satunya adalah teknik kompres hangat. Pertolongan persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Situraja masih kurang memperhatikan kenyamanan ibu terutama dalam penaggulangan nyeri pada ibu bersalin. Kemudian dilakukan kompres hangat kepada 5 ibu inpartu kala I fase aktif dan diperoleh hasil 100% ibu mengatakan merasa lebih nyaman. Jadi, rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimanakah pengaruh kompres hangat terhadap tingkat nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Situraja Tahun 2015?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap tingkat nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif di Wilayah Kerja Puskesmas Situraja Tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Quasy Eksperimental Design dengan desain penelitian One Group Pre-test Post-test Desain. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling dengan sampel minimal yang berjumlah 30 orang ibu inpartu kala I fase aktif yang bersedia menjadi partisipan. Analisisnya dengan t test. Hasil penelitian analisis uji satsistik dengan rumus uji-t dependent dengan α = 0,05 didapatkan hasil ρ-value sebesar 0,000, jadi ρ-value < α maka terdapat pengaruh kompres hangat terhadap tingkat nyeri pada ibu inpartu kala I fase aktif. Disarankan  kepada tenaga kesehatan khususnya bidan agar menggunakan kompres hangat sebagai alternative metode untuk memberikan rasa nyaman selama persalinan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP DI DESA TUNGGALJAYA SUMUR PANDEGLANG TAHUN 2016 Izattul Azijah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.883 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i1.55

Abstract

ABSTRAKSetiap tahun lebih dari 1,4 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi. Cakupan imunisasi di Desa Tunggaljaya Sumur Pandeglang Tahun 2015 adalah 44,4%, angka tersebut masih sangat rendah karena belum mencapai target nasioanal imunisasi dasar lengkap 86,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan hubungan pengetahuan, dukungan keluarga dan faktor perancu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, desain cross sectional. Populasi penelitian semua ibu yang mempunyai bayi 9-36 bulan di Desa Tunggaljaya Sumur Pandeglang berjumlah 138 ibu. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil bayi imunisasi dasar lengkap 41,3%, ibu pengetahuan tinggi 45,7%, dukungan keluarga yang mendukung 58%, umur responden dengan risiko tinggi 21,7%, pendidikan lanjut 16,7%, ibu bekerja 40,6%, paritas banyak (>2 anak) 26,8%, pendapatan keluarga tinggi 40,6%, Peran tenaga kesehatan yang baik 95,7%, dan responden terpapar media 68,1%. Model akhir faktor yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap dukungan keluarga p 0,000,OR 5,058, 95%CI 2,196-11.649; pengetahuan p 0,014, OR 2,636, 95%CI 1,218-5,708; Media p 0,038,OR 2,500,95%CI 1,050-5,952; pekerjaan p 0,035,OR 0,414 ,95%CI 0,182-0,958. Kesimpulan imunisasi dasar lengkap masih rendah dan faktor yang dominan dukungan keluarga yang berhubungan dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi. Saran perlu peran media ditingkan agar dukungan keluarga, pengetahuan ibu meningkat sehingga cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi meningkat. Kata kunci : dukungan keluarga, media,pengetahuan,pekerjaan, imunisasi dasar lengkap
DETERMINAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS) PADA PENGUNJUNG KLINIK JELIA, JAKARTA TAHUN 2014 Cicilia Windiyaningsih; Endang Ismoyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.715 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i2.128

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS)  sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju (industri) maupun di negara berkembang.  Tingginya prevalensi  maupun insidens infeksi penyakit menular seksual tersebut berkaitan dengan praktek perilaku pencegahan IMS dan HIV/AIDS  yang masih sangat rendah,  seperti rendahnya angka penggunaan kondom pada seks berisiko, cukup tingginya angka berganti pasangan.  WHO  memperkirakan 340 juta kasus baru setiap tahunnya. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan menjelaskan hubungan pemakaian kondom, jumlah pasangan, cucu vagina, umur, stutus perkawinan dengan kejadian IMS.  Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Sampel  adalah seluruh pengunjung Klinik Jelia Tahun 2014 berjumlah 733. Penelitian menggunakan data skunder yang diambil dari catatan medic, data diambil  pada bulan Februari 2015. Hasil diolah dan dianalisis dengan program SPSS.Hasil penelitian didapat proporsi kejadian IMS 19.8%. Ada hubungan yang signifikan  antara pemakaian kondom dan status perkawinan dengan kejadian IMS.  Variabel yang paling dominan adalah pemakaian kondom dengan OR 1.9 setelah dikontrol oleh variabel status perkawinan dan cuci vagina. Cuci vagina merupakan variabel konfonding.Dari hasil penelitian ini disarankan bagi Klinik Jelia agar dilakukan peningkatan pemantauan  kondom untuk mencegah dan menurunkan kejadian IMS. 
PENGARUH JENIS TENAGA, METODE MODIFIKASI DAN HUBUNGAN PROFESIONAL TERHADAP KINERJA PERAWAT Trio Erdiyanto; Sumijatun .; Heru Kusumanto
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.725 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i2.240

Abstract

Rumah Sakit Annisa Tangerang sejak tahun 2016 menerapkan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) yang dilakukan pada Ruang Rawat Inap Utama, Rawat Inap Umum dan Rawat Inap Anak, meskipun demikian sampai saat ini penerapan MPKP belum berjalan sesuai yang diharapkan. Oleh sebab itu, peneliti ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan adanya pengaruh jenis tenaga terhadap kinerja perawat, adanya pengaruh metode modifikasi terhadap kinerja perawat, dan adanya pengaruh hubungan professional terhadap kinerja perawat. Selain itu peneliti ingin membuktikan adanya pengaruh jenis tenaga, metode modifikasi dan hubungan profesional terhadap kinerja perawat.Penelitian ini merupakan metode deskriptif analitik, menggunakan pendekatan Cross-Sectional Design, dengan populasi semua perawat primer dan perawat asosiet yang bertugas di Ruang Rawat Inap Utama, Umum dan Anak, serta sampel diperoleh dengan total populasi sebanyak 53 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen kuesioner sebanyak 40 pertanyaan, pada bulan April – Juni 2018.Karakteristik usia responden terbanyak berusia antara 18 – 25 tahun yaitu sebanyak 49,06%, di dominasi adalah perawat jenis kelamin perempuan sebanyak 77,36%, dengan pendidikan S1 Ners terbanyak sebesar 84,90%, dengan perawat primer sebanyak 9.43% dan perawat asosiet sebanyak 90,57% serta masa kerja kurang dari 2 tahun sebanyak 58,49%. Variabel independen jenis tenaga sebesar 3.22 (80.57%), metode modifikasi sebesar 2.94 (73.54%), dan hubungan profesional sebesar 3.13 (78.25%) serta variabel dependen kinerja perawat sebesar 3.07 (76.84%). Analisis multivariat menggunakan Uji Regresi Linier Berganda dengan hasil Nilai Sig. 0,566 > 0,05 dan Nilai thitung 0,577 < ttabel 2,010 sehingga tidak terdapat pengaruh Jenis Tenaga  terhadap Kinerja Perawat, Nilai Sig. 0,217 > 0,05 dan Nilai thitung 1,251 < ttabel 2,010 sehingga tidak terdapat pengaruh Metode Modifikasi terhadap Kinerja Perawat dan Nilai Sig. 0,000 < 0,05 dan Nilai thitung 5,499 > ttabel 2,010 sehingga terdapat pengaruh Hubungan Profesional terhadap Kinerja Perawat, sedangkan secara simultan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung 27,994 > Ftabel 2,79, sehingga terdapat pengaruh Jenis Tenaga, Metode Modifikasi dan Hubungan Profesional secara simultan terhadap Kinerja Perawat.Disarankan kepada RS. Annisa Tangerang untuk dapat memenuhi perbandingan jenis tenaga antara perawat primer dan asosiet, serta monitoring dan evaluasi oleh tim untuk penerapan MPKP ini. Kata Kunci : Jenis, Metode, Profesional, Kinerja, Perawat 
PENGOBATAN MASTEKTOMI BERPENGARUH TERHADAP KETAHANAN HIDUP PENDERITA KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT KEDIRI TAHUN 2016 Ayuk Naimah; Cicilia Windiyaningsih; Tri Suratmi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.702 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.46

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara(carsinoma mamae) merupakan kanker yang berasal dari kelenjar, saluran dan jaringan penunjang payudara tetapi tidak termasuk kulit. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2015, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk, atau sekitar 330.000 orang. Di Rumah Sakit Tingkat IV Kota Kediri di dapatkan kasus kanker payudara sebanyak 80 pasien.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis pengobatan  yang berpengaruh terhadap ketahanan hidup penderita kanker payudara di rumah sakit Kediri tahun 2016. Jenis Penelitian adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian kohort retrospektif, dan sampel sebanyak 80 responden penderita kanker payudara. menggunakan data pada rekam medik, kuesioner, dengan analisis univariat, bivariat menggunakan Kaplan Meier, Log Rank Test dan multivariate serta Uji Regresi Cox. Hasil penelitian yaitu: ketahanan hidup penderita kanker payudara adalah : pengobatan, riwayat kanker payudara keluarga, pendidikan, asupan gizi, tempat tinggal dekat sutet dan perokok. Pengobatan tidak kombinasi  merupakan faktor yang dominan memiliki risiko 5 kali lipat ketahanan hidupnya di bandingkan dengan pengobatan kombinasi (HR 5.111 ;95% CI 1,693- 15.428; p-value 0.004). Mempunyai probabilitas sebesar 27,4% ketahanan hidup penderita kanker payudara. Kata kunci : pengobatan, kanker payudara, ketahanan hidup, rumah sakit

Page 8 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

2015 2025