cover
Contact Name
Ari Sunandar
Contact Email
arisunandar031@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bioeducation@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL BIOEDUCATION
ISSN : 23564210     EISSN : 25276522     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bioeducation adalah Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Pontianak yang diterbitkan secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun (Februari dan Agustus) sebagai sarana untuk menyebarluaskan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan biologi yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, pemikiran, profesi dan praktik pendidikan biologi.
Arjuna Subject : -
Articles 105 Documents
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI MATERI INVERTEBRATA DI KELAS X MAN 2 PONTIANAK Alawiyah, Henny; Muldayanti, Nuri Dewi; Setiadi, Anandita Eka
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3 No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.815 KB) | DOI: 10.29406/182

Abstract

Berdasarkan  hasil  wawancara  terhadap  guru  biologi  di  kelas  X  MAN  2  Pontianak  pada  tahun  ajaran 2014/2015, diketahui adanya permasalahan kesulitan belajar siswa pada materi invertebrata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam memahami materi invertebrata.Metode yang  digunakan  adalah  metode  deskriptif.Subjek  penelitian  adalah  siswa  kelas  XI  IPA  1  berjumlah  3 3 siswa.Subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling.Kesulitan belajar dianalisis dengan teknik pengukuran, wawancara dan komunikasi tidak langsung.Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda, pedoman wawancara dan angket tertutup bentuk check list berskala Likert. Hasil analisis data tes menunjukkan persentase kesulitan belajar siswa sebesar 39,92%. Hasil wawancara menunjukkan jenis kesulitan belajar siswa antara lain kesulitan dalam memahami penamaan ilmiah (59,74%), kesulitan dalam memahami konsep (40,15%) dan kesulitan dalam memahami istilah (26,66%). Hasil angket menunjukkan faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi aspek minat (67,14%), motivasi (63,36%), kesehatan (70,08%) dan intelegensi (53,23%). Faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi aspek keluarga (72,07%) dan sekolah (67,24%), serta guru (54,74%). Namun, faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa yang berpengaruh cukup adalah faktor internal dari aspek intelegensi dengan indikator pemahaman dan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal materi invertebrata, serta faktor eksternal dari aspek guru dengan indikator penggunaan metode dan media pembelajaran.Kata Kunci: Kesulitan belajar, materi invertebrata
STUDI KOMPARASI STRATEGI PEMBELAJARAN LEARNING START WITH A QUESTION (LSQ) DENGAN QUESTIONS STUDENTS HAVE (QSH) TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATERI JARINGAN TUMBUHAN DI KELAS XI MAN KUBU RAYA Giyanti, Giyanti
JURNAL BIOEDUCATION Vol 4 No 2 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.51 KB) | DOI: 10.29406/662

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa kelas XI MAN KUBU RAYA antara yang diajarkan dengan menggunakan strategi Learning Start With A Question (LSQ) dan strategi Questions Students Have (QSH), 2) untuk melihat strategi yang paling efektif untuk meningkatkan hasil belajar. Hasil uji U-Mann Withney diperoleh nilai signifikasi 0,000< 0,05. Sedangkan hasil perhitungan N-gain di Kelas Learning Start With A Question (LSQ) sebesar 0,81 dan kelas Questions Students Have (QSH) sebesar 0,65. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar yang menggunakan strategi Learning Start With A Question (LSQ) dan strategi Questions Students Have (QSH). Strategi Learning Start With A Question (LSQ) merupakan strategi yang paling efektif dibandingkan strategi Questions Students Have (QSH).Kata kunci: Learning Start With A Question (LSQ), Questions Students Have (QSH) Hasil belajar, Jaringan Tumbuhan
EFEKTIVITAS BUKU SAKU BERBASIS MNEMONIKTERHADAP RETENSI SISWA DENGAN METODE SQ3R PADA SUB MATERI TULANG DI KELAS XIIPA MAN 2 PONTIANAK Saparina, Sepy; Setiadi, Anandita Eka; Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 4 No 1 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.631 KB) | DOI: 10.29406/521

Abstract

ABSTRAK                                                                            Media pembelajaran yang efektif diperlukan untuk mengatasi  rendahnya retensi siswa pada sub materi tulang. Salah satu media yang dapat digunakan adalah buku saku berbasis mnemonik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  perbedaandan besarnya pengaruh Buku saku berbasis mnemonik terhadap retensi siswa serta mengetahui efektivitas buku saku berbasis mnemonik menggunakan metode SQ3R terhadap retensi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Designdengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling, kelas X1 IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol. Perlakuan di kelas eksperimen menggunakan buku saku berbasis mnemonik dan di kelas kontrol menggunakan LKS.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran dan observasi langsung.Alat pengumpul data yang digunakan adalah tes dan lembar observasi.Hasil penelitian menunjukan penggunaan buku saku berbasis mnemonik efektif terhadap retensi siswa yang diajar menggunakan metode SQ3R. Retensi siswa kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan kelas kontrol (nilai U Mann-Withney 0,007) dan dipengaruhi perlakuan sebesar 58,9% (nilai Effect Size 0,11).Kata kunci: Buku saku,  mnemonik, retensi, SQ3R,tulangABSTRACTAn effective learning media is needed to overcome student’s low retention in tulang sub material. One of media can be used is pocket book mnemonic based. This study aimed to find out the difference and the effect of mnemonic towards students’ retention and to find out the effectiveness of using pocket book mnemonic based with SQ3R method towards student’s retention. Metethod used in this study was Quasi Experimental Design with Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique was purposive technique with XI IPA1as the experimental class and XI IPA2as the control class. Treatment done in experimental class was using pocket book mnemonic based and in control class was using students’ workbook (LKS). Data was collected by measurement technique and direct observation sheet. The result of the study showed that the used of pocket book mnemonic based was effective towards students’ retention whuch were taught using SQ3R method. Students’ retention in experimental class differed significantly to students in control class (U Mann Whitney value 0.007) and treatment affected ad 58,9% (with effect size 0,11)Keywords: Pocket book, mnemonic, retention, SQ3R, tulang 
PENGEMBANGAN MODUL TAKSONOMI INVERTEBRATA PADA PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI Muldayanti, Nuri Dewi; Awaliyah, Nurdianti
JURNAL BIOEDUCATION Vol 6 No 1 (2019): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.571 KB) | DOI: 10.29406/bio.v6i1.1414

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembuatan modul berbasis lingkungan untuk materi kuliah Taksonomi Invertebrata yang mana materi pembahasannya adalah hewan invertebrata yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil identifikasi toksonomi invertebrata di Provinsi Kalimantan Barat dan bagaimana proses pembuatan modul taksonomi invertebrata di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Metode yang digunakan pada penelitian pengembangan Modul Taksonomi Invertebrata ini menggunakan metode penelitian R n D (Research and Development) yang mengadopsi model pengembangan Four-D (4D) menurut Thiagarajan (1974) yaitu define, design, develop, disseminate. Proses pembuatan media pembelajaran berbasis lingkungan melalui tahapan analisis karakteristik peserta didik dan materi invertebrata yang berbasis lingkungan, desain pesan dan tampilan modul pembelajaran, produksi modul pembelajaran serta aplikasinya pada mata kuliah taksonomi invertebrata. Terdapat 19 hewan invertebrata yang banyak ditemukan di Provinsi Kalimantan Barat yang akan dijadikan materi pembuatan modul berbasis lingkunganKata kunci : Lingkungan, Modul, R and D, Taksonomi, Invertebrata
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA KELAS XI MIA SMA NEGERI 4 PONTIANAK Aprilanti, Harmita; Qurbaniah, Mahwar; Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 3 No 2 (2016): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.471 KB) | DOI: 10.29406/188

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kesalahan konsep (miskonsepsi) siswa pada materi sistem ekskresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap miskonsepsi siswa kelas XI MIA SMA Negeri 4 Pontianak pada materi sistem ekskresi manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas XI MIA 5 dengan jumlah 38 orang. Teknik pengumpulan data adalah teknik pengukuran dan komunikasi langsung. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Tes Diagnostik Pilihan Ganda Beralasan dan pedoman wawancara. Dari hasil penelitian terdapat kategori “Miskonsepsi” pada materi sistem ekskresi manusia, yaitu sebanyak 15% siswa termasuk kategori Miskonsepsi Utuh (M) dan sebanyak 5% siswa termasuk kategori Paham Sebagian dengan Miskonsepsi (PSM). Siswa yang miskonsepsi lebih sedikit dibandingkan dengan siswa  yang “Tidak Paham Konsep (TPK)” yakni 46%. Untuk kategori “paham”, sebanyak 13% siswa termasuk kategori Paham Konsep (PK) dan sebanyak 21% siswa termasuk kategori Paham Sebagian Konsep (PS). Miskonsepsi terjadi pada subkonsep fungsi dan organ sistem ekskresi, ginjal sebagai alat ekskresi, faktor dan proses  pembentukan urin, hati sebagai alat ekskresi, paru-paru sebagai alat ekskresi, kulit sebagai alat ekskresi, komposisi dan sifat fisik urin, dan kelainan sistem ekskresi. Miskonsepsi yang dialami siswa disebabkan oleh siswa itu sendiri (prakonsepsi awal, minat belajar, tahap perkembangan kognitif siswa dan reasoning yang tidak lengkap), konteks (pengalaman dan teman lain) dan cara mengajar.Kata kunci : Identifikasi, Miskonsepsi, Sistem Ekskresi Manusia
PENGARUH PENGGUNAAN WAHANA EDMODO TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF C1-C3 PADA MATERI KINGDOM ANIMALIA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH 7 YOGYAKARTA Permatasari, Yulita; Aprilia, Nani
JURNAL BIOEDUCATION Vol 5 No 1 (2018): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.541 KB) | DOI: 10.29406/705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edmodo terhadap hasil belajar C1-C3 pada materi Kingdom Animalia kelas X SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta semester genap tahun ajaran 2016/ 2017. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Kuasi Eksperimen (Quasi Eksperimen). Teknik sampel dalam penelitian adalah teknik purposive sample. Sampel penelitian berjumlah 51. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa tes hasil belajar kognitif (pre-test dan post-test), dengan tipe pilihan ganda (multiple choice item test). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif inferensial dengan menggunakan uji prasyarat uji normalitas liliefors dan uji hipotesis uji wilcoxon dengan menggunakan nilai Z.  Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai hasil belajar kognitif C1-C3. Rata-rata hasil belajar kognitif C1-C3 siswa adalah 6,04 kelas kontrol dan 7,59 kelas eksperimenAnalisis data dilakukan menggunakan program penghitung statistik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh │Z│> Zα/2 atau 4,485 > 1,96 dengan α = 0,025 sehingga hipotesis yang diperoleh adalah H0 ditolak dan H1 diterima berarti Penggunaan Edmodo berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif C1-C3 siswa pada materi Kingdom Animalia kelas X di SMA Muhammadiyah 7 Yogyakata 
Pemanfaatan Media Narik Layang Nutrient Agar Ekstrak Daging Ikan Layang (Decapterus russelli) Pada Pembelajaran Biologi Berbasis Praktikum Materi Bakteri Taharu, Fahmil Ikhsan
JURNAL BIOEDUCATION Vol 4 No 2 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.124 KB) | DOI: 10.29406/622

Abstract

Sekolah seringkali tidak dapat melaksanakan praktikum inokulasi pada materi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran berbasis praktikum dengan pemanfaatan media pertumbuhan bakteri “NARIK LAYANG” pada praktikum inokulasi bakteri dalam pembelajaran biologi materi bakteri. Penelitian ini menggunakan rancangan metode campuran dengan menggabungkan data kuantitatif dan data kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017 bertempat di SMA Negeri 2 Baubau Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Subyek penelitian ini adalah sebanyak 60 orang siswa yang duduk di kelas X IPA 5 dan X IPA 6. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu soal tes dan lembar tes unjuk kerja, serta angket respon siswa dan transkrip wawancara. Data kuantitatif dan kualitatif kemudian direduksi, disajikan dan kemudian kesimpulan ditarik untuk memaknai data kuantitatif dan kualitatif tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil tes siswa pada materi bakteri telah memenuhi ketuntasan klasikal dengan persentase sebanyak 81.67% siswa memenuhi KKM; (2)  rerata persentase unjuk kerja siswa secara klasikal sebanyak 95%; dan (3) siswa merespon secara positif terhadap pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis praktikum menggunakan media “NARIK LAYANG” efektif dalam pembelajaran biologi materi bakteri.Kata kunci: Media “NARIK LAYANG”, Media Pertumbuhan Bakteri,  Pembelajaran Berbasis Praktikum
Analisis Tingkat Kecemasan Siswa Menghadapi Ujian Akhir Semester Pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII Mts. Raudlatul Firdaus NURFITRI, .; Muldayanti, Nuri Dewi
JURNAL BIOEDUCATION Vol 5 No 1 (2018): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.988 KB) | DOI: 10.29406/1000

Abstract

Hasil wawancara dengan guru IPA di MTs Raudlatul Firdaus mengindikasikan bahwa siswa mengalami kecemasan saat menghadapi ujian akhir semester, terutama pada mata pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa. Oleh karena itu dilakukan penelitian mengenai analisis tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian akhir semester pada mata pelajaran IPA Kelas VIII MTs. Raudhlatul Firdaus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui faktor penyebab kecemasan siswa dalam menghadapi ujian akhir semester pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel penelitian yaitu siswa kelas VIII Mts. Raudlatul Firdaus. Pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 siswa, 42 siswa mengalami kecemasan ringan dan 14 siswa mengalami kecemasan sedang, dan faktor penyebab tingkat kecemasan siswa yaitu tingkat kesulitan materi, kurangnya kepercayaan diri, tuntutan orang tua, persepsi siswa tentang mata pelajaran IPA yang dianggap sulit dan waktu yang terbatas. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tingkat kecemasan siswa menghadapi ujian akhir semester berada pada tingkat kecemasan ringan dan faktor penyebab tingkat kecemasan siswa yaitu persepsi siswa tentang mata pelajaran IPA yang dianggap sulit dan waktu yang terbatas.Kata kunci: kecemasan siswa,mata pelajaran IPA, UAS 
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MODUL PADA MATERI ANIMALIA KELAS X SMAN 1 PONTIANAK Setiawati, Ety; Rahayu, Hanum Mukti; Setiadi, Anandita Eka
JURNAL BIOEDUCATION Vol 4 No 1 (2017): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.384 KB) | DOI: 10.29406/522

Abstract

ABSTRAKProses pembelajaran memerlukan tambahan referensi selain buku paket dan LKS. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran modul animalia, yang memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan, respon positif siswa dan keefektifan media tersebut. Metode penelitian yang digunakan yaitu pengembangan (R&D) model 4-D, meliputi tahap Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran), tetapi tahap Disseminate (Penyebaran) tidak dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan kevalidan dan kepraktisan pada aspek bahasa sebesar 90% (sangat valid dan sangat praktis), aspek materi sebesar 86,33% (sangat valid dan sangat praktis) dan aspek kegrafikan sebesar 90% (sangat valid dan sangat praktis). Berdasarkan uji coba skala kecil dan uji coba skala besar, respon siswa terhadap media pembelajaran modul positif, sehingga media dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Kefektifan media pembelajaran diperoleh berdasarkan nilai postest. Ketuntasan klasikal kelas eksperimen sebesar 83% dan ketuntasan klasikal kelas kontrol sebesar 61%, yang menunjukkan bahwa media pembelajaran modul animalia dinyatakan efektif. Berdasarkan hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa media pembelajaran modul layak digunakan untuk siswa dalam pembelajaran biologi materi animalia.Kata kunci: Pengembangan, media pembelajaran, modul, animalia ABSTRACT Learning process needs a learning reference such as modul. This study aimed to develop modul which concist of Animal content. Decent Modul if it meets the criteria of validity, practicality, student’s positive response and effectiveness. This study is Research and Development (R&D) method with 4D model (Define, Design, Develop without Disseminate). The result showed that the validity and the practically to language was 90% (very valid and very practical), to material was 86,33% (very valid and very practical), to graphical aspect was 90% (very valid and very practical). Based on the try out with small scale and large scale, student’s response to the media was positive, so modul can be used in the learning process. The effectiveness of the media was obtained from post test, with a percentage of 83% classical completeness in experiment class and a percentage of 61% classical completeness in control class. This result indicate that the modul fit for use as a learning reference in the material of animalia.Keyword: Development, learning reference, modul, animalia
ANALISIS PENGETAHUAN AWAL CALON GURU BIOLOGI TERHADAP POTENSI LOKAL EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN KUBU RAYA Kahar, Adi Pasah; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL BIOEDUCATION Vol 6 No 1 (2019): JURNAL BIOEDUCATION
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.576 KB) | DOI: 10.29406/bio.v6i1.1413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan awal mahasiswa calon guru biologi terhadap potensi lokal ekosistem mangrove. Penelitian ini merupakan penelitian analisis deskriptif. Data uji pengetahuan awal mahasiswa calon guru disajikan dalam bentuk persentase untuk mengetahui tingkat pemahaman konsep secara keseluruhan. Uji pengetahuan awal tentang hutan mangrove berupa soal yang berbentuk pilihan ganda berjumlah 5 soal dengan tiga tingkatan, yaitu pertanyaan dan pilihan, alasan, dan tingkat keyakinan. Sampel penelitian adalah mahasiswa semester 5 Pendidikan Biologi berjumlah 23 Orang. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa mengalami miskonsepsi pada tiap soal dengan persentase yang berbeda-beda, miskonsepsi paling besar terjadi pada pertanyaan terkait unsur paling penting dalam kehidupan mangrove sebesar 39% dan paling kecil pada pertanyaan terkait definisi hutan mangrove sebesar 13%. Dibutuhkan proses pembelajaran terkait potensi lokal untuk meminimalisir miskonsepsi pada mahasiswa calon guru biologi. Kata kunci: Mangove, Pengetahuan Awal, Potensi Lokal

Page 2 of 11 | Total Record : 105