cover
Contact Name
Sonezza Ladyanna
Contact Email
ladyannasonezza@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
puitikaunand@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Puitika
Published by Universitas Andalas
ISSN : 0854817X     EISSN : 25806009     DOI : -
Core Subject : Education,
PUITIKA merupakan jurnal ilmiah humaniora yang menyajikan artikel orisinal tentang penelitian di bidang bahasa, sastra, dan budaya. Artikel yang dimuat telah melalui proses seleksi oleh redaksi, penyuntingan oleh dewan editor, dan penilaian layak muat oleh dewan bestari. Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September) dan sedang dipersiapkan untuk terakreditasi secara nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 259 Documents
Romance Formula in Novel Twilight by Stephenie Mayer: Popular Literature Studies Raharjo, Syifa Dilivia
Puitika Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.194

Abstract

Popular literature is become a growing phenomenon in the world of literature, it’s making popular literature one of the literary studies. There are several types of literary works that can be categorized as popular literature. Novels are one type of literary work that is favored by many people. A novel can be categorized as a popular novel if there are many readers who buy the novel to read it. One of the popular novels is a novel entitled Twilight by Stephenie Mayer which is a romance genre. The Twilight novel is one of the novels that has a world best seller label, this means that the novel is favored by many people. Therefore, this study discusses the romance formula contained in the Twilight novel. Thus, formulaic literary theory was used in the study. The theory used is the theory of John G. Cawelti. According to Cawelti, the conventional patterns play an important role in the popularity of a literary work. Therefore, the analysis of formulas in a literary work can prove why the work is popular. The type of this research used is descriptive and the method used is qualitative method. This research resulted in the Twilight novel having a formulaic type like what Cawelti expressed: the presence of heroes and heroins, the hero is portrayed as perfect, heroin characters are portrayed as ordinary, and have a happy ending. The conclusion obtained from this study is that the romance formulas in the Twilight novels affect the popularity of the novel.
Deiksis Persona Pertama dalam Anime The Journey (Ar Rihlah) Karya Peter Cooper: Tinjauan Pragmatik Oktafia, Dewi Nur; Thoriqussu’ud, Muhammad
Puitika Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.195

Abstract

Persona Deiksis pertama di gunakan sebagai bentuk perwakilan diri. Deiksis memiliki sifat bahwa referensi dapat diubah. Dalam bahasa Arab, kata ganti orang adalah Dhamir.  Damir adalah kata yang merupakan singkatan dari muta'alim (kata ganti orang pertama), mukhatab (kata ganti orang kedua/lawan bicara), gaib (kata ganti orang ketiga), dll. Seperti: aku, kamu, dia. Ini memiliki arti yang sama, di dalam penelitian ini memiliki dua rumusan masalah Seperti apa Deiksis persona pertama dalam film The Journey (ar rihlah)? Bagaimana. Deiksis persona pertama  digunakan dalam film The Journey (ar rihlah)? .Untuk menjawab pertanyaan pertama, pendapat Sudjianto dan Akhmad Saifudin digunakan dan diklasifikasikan menurut pendapat Purwo. The Journey (ar rihlah) dan berisi 255 data dalam format audio, termasuk persona pertama dari film tersebut. Teknik analisis deskriptif kualitatif yang menganalisis dan mendeskripsikan bentuk dan batasan yang mempengaruhi penggunaan deiksis orang pertama dalam The Journey (ar rihlah). 
Pandangan Alam dalam Cerpen Kamisama karya Kawakami Hiromi Ambarastuti, Retno Dewi; Savitri, Laily Amalia; Chotimah, Amalia; Choiro, I’ir Hikmatul
Puitika Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.196

Abstract

This literary research uses a short story entitle Kamisama by Kawakami Hiroshi. Kamisama tells the Watashi’s short journey with Kuma on a spring day. Kuma is a bear who recently moves in a lives next door to Watashi’s apato room. Despite being a bear, Kuma can speak human language and behave like humans. Kamisama not only tells the condition of the natural environment, but also contains a picture of the life of Japanese people related to Japanese culture, in the form of daily habits, view of life, and Japanese people’s thoughts about nature and environment. The research conveys how the natural and cultural views of Japanese society in the Kamisama short story. This study uses qualitative descriptive methods, ecocriticism in Japanese literature and culture. The results this study shows the literary ecocriticism aspect in the interaction between characters in the environment. Ecosystem of the natural environment are not used by humans, but their existence is also respected.
Masalah Sosial dalam Buku Kumpulan Cerpen Ramuan Penangkal Kiamat Karya Zelfeni Wimra: Tinjauan Sosiologi Sastra Alfarizi, Muhammad; Fadlillah, Fadlillah; Sudarmoko, Sudarmoko
Puitika Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v19i1.197

Abstract

Penelitian ini membahas masalah sosial yang ada pada lima cerpen dalam kumpulan cerpen Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra. Penelitian ini mengkaji bagaimana permasalahan sosial dan penyelesaian permasalahan sosial yang terdapat dalam kumpulan cerpen Ramuan Penangkal Kiamat karya Zelfeni Wimra?Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi sastra. Metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah metode kualitatif deskriptif. Terdapat tiga yang digunakan dalam proses penelitian ini, yaitu teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, permasalahan sosial yang ditemukan yaitu 1) masalah kemenakan dari seorang Datuak yang dipenjara karena dituduh membuka praktik menggugurkan kandungan; 2) Masalah Kucing Lapar yang mencuri di Rumah Besar; 3) Masalah Peperangan kaum adat dengan kaum agama; 4) Masalah “Siapa Si Mas yang pendusta?”; 5) Masalah Langang yang sudah meminum air tanah abang.Kata Kunci: cerpen, kumpulan cerpen, masalah sosial, Rumah Berkucing Lapar, Zelfeni Wimra
Perbandingan Konstruksi Kalimat Aktif Verbatif dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Korea: Kajian Linguistik Kontrastif Amri, Ulil; Putri, Aprilia Kartika; Fitriah, Siti; Ramadhani, Syafitri; Husna, Lailatul; zubaidah, Zubaidah
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.860

Abstract

Penguasaan kalimat aktif verbatif merupakan fondasi krusial bagi penutur asli bahasa Indonesia dalam mencapai kemahiran berkomunikasi di kancah global. Namun, perbedaan tipologis antarbahasa sering kali memicu hambatan akuisisi akibat interferensi struktur bahasa ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan fungsional serta struktural pada konstruksi kalimat aktif verbatif dalam bahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan Korea melalui kerangka Systemic Functional Linguistics (SFL). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-komparatif, data penelitian berupa constructed parallel data yang dianalisis menggunakan metode padan translasional dan metode distribusional untuk membedah sistem transitivitas (process, participant, circumstance). Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan fungsi semantis yang universal pada pola actor–process: material–goal pada keempat bahasa. Perbedaan signifikan ditemukan pada tingkat realisasi gramatikal: bahasa Indonesia dan Inggris cenderung mengandalkan strategi linear (SVO), sedangkan bahasa Arab dan Korea bergantung pada strategi morfologis melalui infleksi (VSO/SVO) dan partikel kasus (SOV). Temuan ini menegaskan bahwa fleksibilitas distribusi unsur kalimat sangat dipengaruhi oleh kekuatan penandaan morfologis masing-masing bahasa. Secara praktis, penelitian ini memberikan landasan bagi pendidik bahasa untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis kesadaran kontrastif guna memitigasi kesalahan struktur pada pembelajar bahasa asing.
Memori Kolektif dan Trauma Sejarah dalam Novel Der Vorleser Karya Bernhard Schlink Septriani, Hilda; Gantrisia, Kamelia
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis memori kolektif dan trauma sejarah yang digambarkan dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Novel yang berlatar cerita pada masa Perang Dunia II ini merefleksikan dampak berkelanjutan Holocaust serta pergulatan moral masyarakat Jerman dalam menghadapi warisan sejarahnya. Riset ini menggunakan cara kerja kualitatif dengan teknik analisis terhadap struktur naratif, karakter tokoh, dan kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan kompleksitas moral melalui relasi personal antara Michael Berg dan Hanna Schmitz yang memperlihatkan pertentangan antara cinta, rasa bersalah, dan penilaian benar atau salah secara etis, berdasarkan konsep memori kolektif yang sejalan dengan narasi pengalaman sejarah dalam novel yang kemudian ditransmisikan secara sosial lintas generasi. Selain itu, teori trauma juga membantu mengidentifikasi bahwa trauma sejarah tidak hilang, tetapi muncul kembali secara laten dan memengaruhi kondisi psikologis individu yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung. Temuan lain juga menunjukkan bahwa motif membaca, kebisuan, dan buta huruf dalam novel berfungsi sebagai simbol ketidakmampuan menghadapi masa lalu secara utuh. Dengan demikian, Der Vorleser dapat dipahami sebagai medium memori kultural yang membuka ruang refleksi kritis terhadap tanggung jawab sejarah dan menunjukkan bahwa warisan Holocaust terus membentuk kesadaran moral masyarakat Jerman pascaperang.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis memori kolektif dan trauma sejarah yang digambarkan dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Novel yang berlatar cerita pada masa Perang Dunia II ini merefleksikan dampak berkelanjutan Holocaust serta pergulatan moral masyarakat Jerman dalam menghadapi warisan sejarahnya. Riset ini menggunakan cara kerja kualitatif dengan teknik analisis terhadap struktur naratif, karakter tokoh, dan kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menghadirkan kompleksitas moral melalui relasi personal antara Michael Berg dan Hanna Schmitz yang memperlihatkan pertentangan antara cinta, rasa bersalah, dan penilaian benar atau salah secara etis, berdasarkan konsep memori kolektif yang sejalan dengan narasi pengalaman sejarah dalam novel yang kemudian ditransmisikan secara sosial lintas generasi. Selain itu, teori trauma juga membantu mengidentifikasi bahwa trauma sejarah tidak hilang, tetapi muncul kembali secara laten dan memengaruhi kondisi psikologis individu yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung. Temuan lain juga menunjukkan bahwa motif membaca, kebisuan, dan buta huruf dalam novel berfungsi sebagai simbol ketidakmampuan menghadapi masa lalu secara utuh. Dengan demikian, Der Vorleser dapat dipahami sebagai medium memori kultural yang membuka ruang refleksi kritis terhadap tanggung jawab sejarah dan menunjukkan bahwa warisan Holocaust terus membentuk kesadaran moral masyarakat Jerman pascaperang.
Struktur-Luar (Surface Structure) dan Struktur-Dalam (Deep Structure) pada Bahasa Verbal Penderita Skizofrenia Syafyahya, Leni; Amelya Furqan, Rizky; Novita Sari, Reno
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.865

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur-luar (surface structure) dan struktur-dalam (deep structure) pada bahasa verbal penderita skizofrenia. Struktur-luar merupakan bentuk lahiriah kalimat, sedangkan struktur-dalam berfungsi menentukan makna dasar dari tuturan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode simak dengan teknik sadap dan simak bebas libat cakap (SBLC) untuk mengumpulkan data dari media digital melalui triangulasi. Analisis data dilakukan dengan metode padan dan distribusional melalui tahap penyuntingan, pengodean, dan penafsiran, yang hasilnya disajikan secara formal melalui simbol linguistik dan secara informal melalui uraian deskriptif. Kalimat-kalimat yang diucapkan memiliki pola yang beragam, bahkan ada kalimat yang strukturnya tidak sesuai dengan aturan yang berlaku dalam struktur kalimat bahasa Indonesia. Di samping itu, kalimat yang diucapkan sering kali bermakna rancu. Oleh karena itu, untuk memahami makna sebuah kalimat penderita skizofrenia, dibutuhkan struktur-dalam dari kalimat itu. Dalam bahasa verbal penderita skizofrenia, struktur-dalam sangatlah membantu pemahaman terhadap makna bahasa mereka. Contohnya, makna kalimat “Aku punya rumah sendiri, di Amerika ini.” dan “Itu rumahnya Presiden Amerika, Papahnya aku.” dapat kita lihat melalui struktur-dalamnya. Berdasarkan struktur-dalamnya, kalimat tersebut bermakna (1) ‘aku punya rumah sendiri di Amerika’, (2) ‘itu rumahnya presiden Amerika’, dan (3) ‘presiden Amerika papahnya aku’. Berdasarkan temuan, dapat disimpulkan bahwa makna struktur-luar bahasa verbal penderita skizofrenia dapat ditentukan oleh struktur-dalamnya. Sekalipun begitu, kalimat yang diucapkan memiliki pola yang beragam.
Struktur Sintaksis Kato Pasambahan Minangkabau Islami, Khairunnisa; Delfia, Elly; Subarkah, M.; Islah, Sowatul; Rahmi Gustina , Sri
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.866

Abstract

Kato pasambahan merupakan bentuk sastra lisan Minangkabau yang digunakan dalam berbagai upacara adat resmi dan memiliki karakteristik bahasa yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompleksitas struktur sintaksis dalam kato pasambahan Minangkabau serta mengungkap fungsi linguistik dan sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa teks kato pasambahan Minangkabau yang diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi dari sumber-sumber tertulis yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pembacaan cermat dan pencatatan terhadap satuan sintaksis berupa frasa, klausa, dan kalimat. Analisis data mengacu pada teori sintaksis bahasa Indonesia, khususnya kalimat majemuk, hubungan antarklausa, dan struktur kalimat majemuk bertingkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kato pasambahan didominasi oleh penggunaan kalimat majemuk setara dan bertingkat, struktur paralel, elipsis, inversi, serta konstruksi pasif yang berfungsi memperhalus tuturan dan menunda penyampaian maksud utama. Kompleksitas struktur sintaksis tersebut mencerminkan strategi kesantunan, penghormatan terhadap hierarki sosial, serta penegasan nilai adat dalam masyarakat Minangkabau.
Legitimasi dan Delegitimasi dalam Narasi Digital Sengketa Ijazah Presiden Joko Widodo: Analisis Wacana Kritis Firdaus, Saiyidinal
Puitika Vol. 22 No. 1 (2026):
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v22i1.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik linguistik, diskursif, dan partisipasi publik bekerja dalam membentuk legitimasi melalui narasi digital mengenai sengketa ijazah Presiden Joko Widodo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Analisis Wacana Kritis model Fairclough. Data penelitian terdiri atas video dan komentar pengguna YouTube yang membahas sengketa ijazah Presiden Joko Widodo. Data tersebut dipilih secara purposif berdasarkan tingkat keterlihatan dan intensitas interaksi publik, kemudian dianalisis melalui dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan legitimasi dan delegitimasi berlangsung melalui penggunaan fitur linguistik tertentu, seperti modalitas, nominalisasi, konstruksi pasif, pelabelan evaluatif, dan penghilangan agensi. Pada tingkat praktik diskursif, narasi tidak diproduksi secara linear oleh institusi media, tetapi direproduksi melalui komentar, evaluasi, dan interaksi publik yang memperluas visibilitas isu. Komentar pengguna tidak hanya berfungsi sebagai respons terhadap informasi, tetapi juga menjadi praktik produksi makna yang ikut menentukan orientasi legitimasi dalam ruang digital. Temuan juga menunjukkan bahwa distribusi narasi dipengaruhi oleh intensitas reproduksi dan keterlibatan publik yang memperkuat keberlangsungan isu dalam ruang komunikasi digital. Dengan demikian, legitimasi politik dalam lingkungan digital dipahami sebagai hasil interaksi antara praktik bahasa, sirkulasi narasi, dan partisipasi pengguna.