cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Pengaruh elevasi kepala terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien post operasi kraniotomi Arisma, Alda Nur; Riduansyah, Muhammad; Wijaksono, Muhammad Arief
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1453

Abstract

Pasien pascaoperasi kraniotomi berisiko mengalami hipoksia yang dapat memperburuk kondisi neurologis. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah elevasi kepala 30°. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh elevasi kepala terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien pascaoperasi kraniotomi di ruang bedah RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest pada 10 responden yang dipilih secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan pulse oximetry, serta dianalisis dengan uji Wilcoxon signed-rank. Hasil menunjukkan peningkatan rerata saturasi oksigen dari 93,90 menjadi 97,40 dengan nilai p = 0,002 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa elevasi kepala 30° berpengaruh signifikan terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien pascaoperasi kraniotomi.
Efektivitas penerapan senam kaki terhadap penurunan gula darah pada lansia diabetes melitus Rekke, Priskilia Eklesia; Permatasari, Indah; Sianturi, Sondang Ratnauli
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1457

Abstract

Diabetes Melitus adalah penyakit degeneratif yang terjadi ketika pankreas tidak lagi sanggup memproduksi insulin secara memadai, atau ketika tubuh tidak dapat mengoptimalkan penggunaan hormon tersebut sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan terjadinya peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu menurunkan kadar gula darah serta mencegah komplikasi pada penderita diabetes melitus adalah senam kaki diabetes. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi senam kaki diabetes dalam meningkatkan aliran sirkulasi darah dan menjaga kesehatan kaki pada lansia dengan diabetes melitus. Studi kasus ini dilakukan di wilayah warga binaan Puskesmas X Kecamatan Johar Baru terhadap 12 lansia penderita diabetes melitus. Studi ini dilaksanakan pada periode Desember 2025 hingga januari 2026 dengan metode observasi deskriptif. Intervensi senam kaki diabetes diberikan selama dua hari berturut-turut. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa senam kaki diabetes mampu menurunkan kadar gula darah pada lansia DM, dengan penurunan rata-rata GDS sebesar ±19,5% atau 44 mg/dl. Selain menurunkan kadar gula darah, terapi ini juga meningkatkan sirkulasi darah perifer, serta memperkuat otot-otot kaki. Terapi senam kaki diabetes terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam membantu pengendalian kadar gula darah pada lansia penderita diabetes melitus.
Intervensi akupunktur pada asthenopia di Rumah Sehat Bojathera Holistik Kota Cirebon Rusdiatin, Ivana Eko; Abdullah, Ikhwan; Wulandari, Mayang; Kurniawan, Leny Candra
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1458

Abstract

Asthenopia merupakan kondisi gangguan penglihatan yang prevalensinya meningkat seiring dengan penggunaan perangkat digital dalam durasi yang berkepanjangan. Kondisi ini dapat memicu berbagai keluhan, meliputi gangguan visual, keluhan muskuloskeletal, serta dampak psikososial. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang aman yaitu akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi intervensi akupunktur pada kasus asthenopia di Rumah Sehat Bojathera Holistik, Kota Cirebon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan satu partisipan laki-laki berusia 45 tahun dengan keluhan asthenopia; nyeri periorbita, nyeri kepala, dan kekeringan pada mata. Diagnosis dilakukan melalui metode observasi, auskultasi, wawancara, dan palpasi dengan menggunakan instrumen Lembar Data Klien dan kuesioner Dry Eye Questionnaire-5 (DEQ-5). Intervensi akupunktur sebanyak delapan sesi selama empat pekan dengan frekuensi dua kali per pekan, menggunakan kombinasi titik akupunktur LR3, LI4, GB20, GB37, KI3, KI7, SP6, HT7, Taiyang, Yuyao, Jingming, Zanzhu, dan Tongziliao. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan pada gejala asthenopia, ditandai dengan penurunan intensitas nyeri periorbita dari skala 8 menjadi skala 2, nyeri kepala dari skala 7 menjadi skala 0 pada akhir sesi, serta penurunan skor kekeringan mata dari 9 menjadi 4. Berdasarkan temuan tersebut, akupunktur dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis pada gejala asthenopia, meskipun penelitian lanjutan dengan desain dan jumlah sampel yang lebih besar masih diperlukan.
Deteksi dan identifikasi Candida albicans di bak mandi sekolah Madrasah Aliyah X Ubaidillah, Ubaidillah; Fauzia, Naqiya; Eliana, Lita
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1483

Abstract

Kandidiasis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh Candida albicans, yang biasa ditemukan di air dan berpotensi mencemari fasilitas bersama seperti kamar mandi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dan mengidentifikasi Candida spp. dan Candida albicans pada sampel air yang diambil dari kamar mandi Madrasah Aliyah X. Metode penelitian ini merupakan studi kualitatif deskriptif, dan sampel air dikumpulkan secara aseptik dan dianalisis menggunakan metode isolasi dan pengujian tabung kuman di Laboratorium Biomedis-2 STIKes Surya Global. Dari tujuh sampel yang dikumpulkan, lima positif Candida spp. dan dua dikonfirmasi sebagai Candida albicans. Temuan menunjukkan bahwa air kamar mandi di lokasi yang diteliti terkontaminasi Candida spp., menimbulkan potensi risiko kesehatan bagi pengguna. Ini menyoroti pentingnya pendidikan sanitasi dan kebersihan rutin bagi siswa. Studi lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi langkah-langkah pencegahan dan strategi mitigasi risiko.
Gambaran kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis paru Hikmawati, Anna Nur; Kusumasari, RR. Viantika; Kurniati, Fitri Dian
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1412

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular dimana upaya pengendaliannya menjadi salah satu target dunia yaitu Sustainable Development Goals (SDGs). Kepatuhan minum obat pada pasien TB paru merupakan kendala yang sering dihadapi oleh pasien karena harus minum obat secara terus menerus sampai dengan waktu yang ditentukan, akan tetapi di Indonesia masih banyak kasus drop out dengan berbagai alasan seperti efek samping obat, tingkat pengetahuan, kebiasaan, kurang dukungan keluarga, lingkungan dan sosial ekonomi dalam pengobatan pasien TB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita Tuberkulosis Paru di wilayah kerja Puskesmas Pleret Bantul DIY. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Jumlah sampel pada penelitian ini mengacu kepada non probability sampling jenis total sampling yang berjumlah 32. Instrumen kepatuhan minum obat, diukur dengan menggunakan instrumen yaitu Medication Morisky Adherence Scale (MMAS-8). Hasil: didapatkan prevalensi kepatuhan minum oabat anti tuberkulosis (OAT) dengan hasil responden dengan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 15 responden (46,9%), kepatuhan sedang 12 responden (37,5%) dan kepatuhan rendah 5 responden (15,6%). Kesimpulan: program Puskesmas terkait TB yaitu P2TB ditingkatkan dan ada peningkatan jumlah kader TB di masing-masing desa agar lebih rutin melakukan kunjungan terutama kepada pasien yang tidak patuh, sehingga pasien dapat terhindar dari drop out pengobatan.