cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Analisis kesiapan peralihan rekam medis elektronik di RSUD Tebet Afra, Rara; Putra, Daniel Happy; Widjaja, Lily; Fannya, Puteri
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1305

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi prioritas nasional di Indonesia seiring dengan kewajiban bagi seluruh fasilitas kesehatan untuk beralih dari rekam medis manual ke sistem digital. Kesiapan yang tidak memadai dalam proses ini dapat mengganggu alur kerja klinis, menurunkan akurasi data, serta berdampak negatif pada mutu pelayanan, sehingga menjadikan kesiapan organisasi sebagai isu yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kesiapan RSUD Tebet, Jakarta Selatan, dalam mengimplementasikan sistem RME serta mengidentifikasi potensi kendala yang dapat menghambat proses transformasi digital. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan kerangka DOQ-IT. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2023-Mei 2024 melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap 112 petugas dari berbagai unit klinis dan administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan rumah sakit pada dua domain utama penyelarasan organisasi dan kapasitas organisasi berada pada kategori “cukup siap”. Dimensi yang dinilai meliputi manajemen informasi, sumber daya manusia, pelatihan, alur kerja, akuntabilitas, pembiayaan, keterlibatan pasien, serta dukungan manajemen dan infrastruktur TI. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun RSUD Tebet telah memiliki fondasi awal untuk mendukung implementasi RME, penguatan strategi dan peningkatan terarah tetap diperlukan untuk mencegah hambatan operasional. Kesiapan yang optimal sangat penting guna memastikan transisi digital yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
Tinjauan kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan RS Bhakti Mulia Pangesti, Wulan Aprilia; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy; Yulia, Noor
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1306

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan dan memiliki peran besar dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Pasien BPJS di Indonesia merupakan kelompok terbesar pada layanan rawat jalan, sehingga beban pelayanan di loket pendaftaran menjadi sangat tinggi. Kondisi ini sering menimbulkan berbagai kendala seperti waktu tunggu yang panjang, keterbatasan fasilitas fisik, serta ketidakkonsistenan pelayanan, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kepuasan pasien. Masalah ini menjadi serius karena layanan pendaftaran merupakan titik kontak pertama pasien dengan rumah sakit dan sangat menentukan pengalaman serta persepsi mereka terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 82 pasien BPJS rawat jalan yang dipilih secara acak. Pengukuran kepuasan dilakukan melalui lima dimensi mutu pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan yang bervariasi: tangible (28%), reliability (70,7%), responsiveness (68,3%), assurance (53,7%), dan empathy (52,4%). Secara keseluruhan, hanya 53,7% pasien yang merasa puas, sedangkan 46,3% menyatakan tidak puas. Tingkat kepuasan ini masih jauh di bawah standar pelayanan minimal rumah sakit (?90%) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan kualitas pelayanan yang perlu segera diperbaiki. Berdasarkan temuan tersebut, Rumah Sakit Bhakti Mulia disarankan untuk meningkatkan mutu pelayanan, terutama pada aspek fasilitas fisik di area pendaftaran seperti kebersihan, ketersediaan kursi tunggu, dan kondisi ruang tunggu agar kenyamanan dan kepuasan pasien dapat meningkat.
Efektivitas edukasi menggunakan focus group discussion terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi A’an, Wiliam; Basit, Muhammad; Irawan, Angga
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1395

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian global pada penduduk lanjut usia. Kalimantan Selatan menduduki peringkat kedua dengan lansia hipertensi terbanyak di Indonesia (34,1%) dan Kota Banjarbaru mengalami kenaikan sebanyak 6.265 lansia hipertensi dalam setahun terakhir. Edukasi metode FGD diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas edukasi menggunakan focus group discussion terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera. Penelitian menggunakan metode pretest–posttest control group dilakukan pada 30 lansia hipertensi dengan total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi yang melaksanakan FGD dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner MMAS-8. Pretest dan posttest berjarak 2 minggu. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann whitney u test. Hasil pretest menunjukkan semua responden (100%) memiliki kepatuhan rendah; hasil posttest menunjukkan 8 dari 15 (53,3%) anggota intervensi memiliki kepatuhan sedang dan 14 dari 15 (93.3%) anggota kontrol memiliki kepatuhan rendah. Uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan kepatuhan pretest dan posttest kelompok intervensi (p=0,000) namun tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol (p=0,317). Mann whitney u test menunjukkan ada perbedaan posttest kepatuhan kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Simpulan dari penelitian ini yaitu edukasi menggunakan focus group discussion efektif terhadap kepatuhan minum obat lansia.
Korelasi lingkungan kerja dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik Putri, Sinta Pratiwi; Basit, Mohammad; Irawan, Angga
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1398

Abstract

Penggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit untuk mencatat dan membuat laporan seluruh operasionalnya. Tenaga perawat juga diwajibkan untuk melakukan pendokumentasikan. Lingkungan kerja dapat berpengaruh karena seorang manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik sampai tercapainya suatu hasil yang optimal apabila ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lingkungan kerja dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini adalah jenis kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampelnya terdiri dari 43 orang menggunakan teknik total sampling menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Studi ini menganalisis univariat dan bivariat, dan signifikan diuji dengan uji spearman rank. Hasil analisis bivariat dengan metode spearman rank menunjukkan adanya hubungan antara lingkungan kerja dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Selain itu, nilai koefisien korelasi atau r menunjukkan 0,706 yang berarti hubungan antar variabel kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan kerja
Mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di RSUD Ulin Banjarmasin Gaghauna, Eirene Eunike Meidiana; Puteri, Puteri; Hakim, Lukmanul; Mohtar, M. Sobirin
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1416

Abstract

Pasien kritis mengalami keadaan yang mengancam jiwa akibat disfungsi organ yang disertai gangguan hemodinamik. Mobilisasi progresif adalah pemberian tindakan berupa teknik yang berfungsi sebagai penggerakan bertahap dan dilakukan kepada pasien kritis di Ruangan Intensive Care Unit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di ruang ICU. Metode penelitian ini menggunakan pre-experiment dengan One-grup pretest-posttest design. Pengukuran Tekanan Darah, Mean Arterial Pressure (MAP), dan Heart Rate (HR) sebelum dan sesudah diberikan mobilisasi progresif. Jumlah sampel sebanyak 10 orang dengan teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan SOP mobilisasi progresif level I dan lembar observasi bed monitor Uji statistik menggunakan uji Paired t-test. Berdasarkan hasil uji Paired t-test p-value pada tekanan darah pre-post yaitu 0,000, MAP pre-post yaitu 0,000, nadi pre-post yaitu 0,000, (P-value < 0,005), sehingga disimpulkan ada pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis.
Keterkaitan pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi pada lansia Setyowati, Sri; Supatmi, Supatmi; Suyatno, Suyatno; Purnomo, Parmadi Sigit
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1429

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berkaitan dengan berbagai faktor perilaku maupun kondisi fisiologis, termasuk tingkat pengetahuan, kualitas tidur, serta kemampuan dalam mengendalikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kualitas tidur dengan tingkat pengendalian hipertensi pada lansia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 50 lansia dari Posyandu Lansia Matahari yang kemudian seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner pengetahuan hipertensi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, serta kuesioner pengendalian hipertensi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (94,0%) dan pengendalian hipertensi yang terkendali (90,0%). Namun, lebih dari setengah responden memiliki kualitas tidur yang buruk (54,0%). Untuk hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) untuk pengetahuan dengan pengendalian hipertensi dan p = 0,030 (nilai p<0,05) kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi sehingga diartikan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kualitas tidur dengen pengedalian hipertensi. Dari keseluruhan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengetahuan dan kualitas tidur sama-sama memiliki hubungan yang bermakna dengan pengendalian hipertensi.
Penerapan teori adapatsi Calista Roy dalam asuhan keperawatan pada pasien CKD Mahmudah, Ani Mashunatul; Dinanti, Tirta Okta; Amry, Riza Yulina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1431

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) atau Gagal Ginjal Kronik merupakan penyakit progresif yang menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal dan membutuhkan terapi pengganti seperti hemodialisis. Salah satu masalah yang sering timbul pada pasien CKD adalah gangguan integritas kulit akibat penumpukan toksin dalam tubuh. Teori Adaptasi Calista Roy digunakan sebagai pendekatan untuk membantu pasien beradaptasi terhadap perubahan fisiologis dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teori adaptasi Calista Roy pada pasien CKD dengan masalah gangguan integritas kulit di Unit Hemodialisa. Desain Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap 2 subjek pasien CKD di Unit Hemodialisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model asuhan keperawatan yang dikembangkan berdasarkan Model Adaptasi Roy dapat mengkaji kebutuhan pasien dengan penyakit ginjal kronis dengan pendekatan individual yang holistik, dan memberikan kesempatan kepada klien untuk meningkatkan keterampilan dalam mengatasi masalah dan beradaptasi dengan penyakitnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil simpulan bahwa pendekatan keperawatan dengan teori Calista Roy sangat efektif digunakan sebagai framework dalam asuhan keperawatan pada klien dengan penyakit ginjal kronis.
Evaluasi kelengkapan kodifikasi pneumonia pasien BPJS rawat inap di RSIJ Cempaka Putih Mutiara, Rahma; Iqbal, Muhammad Fuad; Rumana, Nanda Aula; Rezal, Muhammad
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1414

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian tertinggi di dunia dan termasuk dalam sepuluh besar penyakit rawat inap di Indonesia. Ketepatan dan kelengkapan kodifikasi menjadi faktor penting dalam pemrosesan klaim BPJS. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelengkapan persyaratan kodifikasi penyakit pneumonia rawat inap pada pasien BPJS serta mengidentifikasi faktor penyebab pending klaim di RSIJ Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 201 rekam medis pasien rawat inap pneumonia periode Oktober-Desember 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan 169 (84%) rekam medis memenuhi persyaratan kodifikasi, sedangkan 32 (16%) tidak. Kasus yang tidak lengkap disebabkan oleh lebih dari satu aspek yang tidak terpenuhi, yaitu pemeriksaan penunjang pada 29 kasus (14%), syarat klinis pada 12 kasus (6%), dan terapi tidak sesuai pada 6 kasus (3%). Pending klaim BPJS disebabkan oleh adanya perubahan pedoman nasional terkait kewajiban pemeriksaan kultur sputum. RSIJ menyelesaikan masalah dengan menerapkan regulasi internal bahwa pemeriksaan kultur tidak wajib untuk semua kasus pneumonia. Disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar persyaratan kodifikasi sudah lengkap, masih terdapat ketidaklengkapan yang berpotensi menghambat klaim. Diperlukan evaluasi rutin dan pelatihan koder untuk meminimalkan klaim pending.
Manajemen tekanan intrakranial terhadap peningkatan kapasitas adaptif intrakranial pasien Intracerebral Hemorrhage post-op craniotomy Lestari, Lina Rahma; Mohtar, M. Sobirin; Santoso, Bagus Rahmat
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1417

Abstract

Stroke hemoragik merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat penyakit serebrovaskular, dengan komplikasi serius berupa peningkatan tekanan intrakranial (TIK), dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kerusakan otak permanen. Salah satu intervensi nonfarmakologis adalah posisi head-up 30° untuk meningkatkan aliran vena serebral. Penelitian ini menganalisis asuhan keperawatan pada pasien intracerebral hemorrhage (ICH) post kraniotomi melalui manajemen TIK di ruang ICU RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh. Penelitian ini menggunakan studi kasus pendekatan proses keperawatan sesuai standar PPNI, meliputi pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Diagnosa utama adalah penurunan kapasitas adaptif intracranial. Subjek penelitian adalah 1 pasien stroke hemoragik yang terdiagnosa Intracerebral Hemorrhage. Instrumen penelitian yaitu penilaian penilaian B1 (breath), B2 (blood), B3 (brain), B4 (bowel), B5 (bladder), B6 (bone) dan buku standar kualifikasi keperawatan indonesia, buku standar intervensi keperawatan indonesia dan buku standar intervensi keperawatan indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung ke responden dan keluargannya dengan wawancara, lembar observasi dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa intervensi manajemen TIK mampu mempertahankan saturasi oksigen (SpO? 100%), memperbaiki kesadaran, serta menstabilkan kondisi hemodinamik. Meskipun terjadi perbaikan klinis, hasil gas darah masih menunjukkan alkalosis respiratorik. Manajemen TIK berkontribusi terhadap perbaikan kondisi neurologis pasien, namun masih diperlukan intervensi lanjutan untuk mencapai kondisi optimal.
Korelasi lingkar kepala dengan perkembangan balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin Ramadani, Hamsudin; Nito, Paul Joae Brett; Latifah, Latifah
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1422

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dan prevalensi stunting di Puskesmas Alalak Selatan menduduki peringkat pertama di Kota Banjarmasin (243 kasus atau 9,3%). Kondisi stunting pada anak memiliki dampak berupa lingkar kepala kecil sehingga pertumbuhan otak tidak optimal, hal ini diduga berhubungan dengan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan lingkar kepala dengan perkembangan pada balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Metode penelitian kuantitatif ini dengan rancangan analitik korelatif cross-sectional pada 69 balita stunting berusia 24-60 bulan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen berupa metlin, KPSP dan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji korelasi Kolmogorov-Smirnov Z. Hasil didapatkan mayoritas responden memiliki karakteristik umur ibu tidak berisiko sebanyak 50 sampel (72,5%), berusia prasekolah sebanyak 38 sampel (55,1%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 38 sampel (55,1%), memiliki lingkar kepala tidak normal sebanyak 47 sampel (68,1%) dan memiliki perkembangan yang sesuai sebanyak 39 sampel (56,5%), p value 0,001 sehingga Ha diterima. Penelitian disimpulkan ada hubungan lingkar kepala dengan perkembangan pada balita stunting di Puskesmas Alalak Selatan Banjarmasin. Ibu disarankan untuk lebih memperhatikan asupan nutrisi/gizi balita.