cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
Analisis faktor risiko karies gigi anak prasekolah di taman kanak-kanak Adnani, Hariza; Amalia Febbika
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.908

Abstract

Data dari UKGM Puskesmas Banguntapan I Bantul menunjukkan 100% kasus karies gigi ditemukan pada anak usia prasekolah di TK Pertiwi 27 Kretek dan TK PKK III Plakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko karies gigi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan metode penelitian cross sectional. Populasi yang digunakan adalah 20 anak TK A di TK Pertiwi 27 Kretek dan PKK III Plakaran Baturetno. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan Chi Square dan Odd Ratio. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pemberian susu botol dengan karies gigi dengan p = 0,017 dan OR = 1,448 (95% CI 1,448-2,804). Ada hubungan antara usia dini menggosok gigi dengan karies gigi dengan nilai p = 0,011 dan OR = 1,647 (95% CI1,223-2,219). Ada hubungan antara pengawasan dalam menyikat gigi dengan karies gigi dengan nilai p=0,000 dan OR=3,000 (95% CI1,467-6,137). Ada hubungan antara kunjungan ke dokter gigi dengan karies gigi dengan nilai p=0 ,000 dan OR= 11,000 (95% CI 1,697-71,282). Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi kariogenik dengan karies gigi dengan p=0,000 dan OR= 37,800 (95% CI 3,781-377,910). Kesimpulan yang dapat diambil adalah ada hubungan dan peningkatan risiko antara pemberian susu botol, usia dini menggosok gigi, pengawasan dalam menggosok gigi, kunjungan ke dokter gigi atau fasilitas kesehatan gigi, konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies gigi. Faktor risiko yang paling dominan adalah konsumsi makan kariogenik.
Faktor Status Gizi Ibu Hamil di Puskesmas Selayang II Diana, Diana; Ginting, Kalvin
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i1.939

Abstract

Ibu hamil memiliki kebutuhan makanan yang berbeda dengan ibu yang tidak hamil karena ada janin yang tumbuh di rahimnya. Pada Bulan September 2020 di Puskesmas Selayang II jumlah ibu hamil sebanyak 2.032 orang dan 413 orang di antaranya mengalami risiko tinggi atau yang mempunyai komplikasi pada kehamilan. Dari 413 orang ibu hamil yang mengalami risiko tinggi atau komplikasi pada kehamilan tersebut, yang ditangani oleh tenaga kesehatan pada bulan Agustus adalah 30 orang dan pada bulan September adalah 28 orang. Berdasarkan data yang diperoleh tujuan penelitian ini ingin mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Selayang II Kota Medan Tahun 2020. Jenis penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu hamil yang terdata di Puskesmas Selayang II sebanyak 413 orang dan dihitung menggunakan rumus slovin dan teknik random sampling, sehingga didapatkan sampel sebanyak 81 orang. Analisa data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji-chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor umur, pendidikan, paritas, pengetahuan, dan asupan makanan memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 atau < nilai ? = 0,05, sedangkan faktor pendapatan memiliki nilai 0,003 dan anemia memiliki nilai 0,001. Kesimpulan yang didapatkan yakni faktor umur ibu, pendidikan, pendapatan keluarga, paritas, pengetahuan, anemia, dan asupan makanan terdapat hubungan dengan status gizi ibu hamil di Puskesmas Selayang II Kota Medan.
Uji antiinflamasi krim ekstrak daun teratai (Nymphae Pusbescens Willd) terhadap penyembuhan luka Saputri, Aisyah Sari; Husna, Putri Nadhifatul; Maghfiroh, Ilvi; Nurmahmudah, Siti; Endartiwi, Sri Sularsih
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.951

Abstract

Teratai (Nymphaea pubescens L.) adalah tanaman yang belum dimaksimalkan manfaatnya sebagai tanaman obat. Teratai memiliki manfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa konsentrasi ekstrak daun teratai yang paling optimum dalam menyembuhkan hewan uji dengan mengaplikasikan daun teratai sebagai obat krim luka sayat dan luka bakar dengan variasi konsentrasi ekstrak daun teratai. Metode yang digunakan adalah metode uji antiinflamasi in-vivo terhadap 30 ekor tikus putih (Rattus Novergicus) Galur Wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok untuk variasi konsentrasi kontrol positif dan kontrol negatif. Pengolesan dilakukan secara merata 2 kali setiap pagi sore lalu diamati dan diukur panjang luas penutupan luka selama 21 hari, kemudian data diolah secara statistik menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak daun teratai (Nymphaea Pubescens L.) dosis konsentras 6% memiliki respon kesembuhan peradangan paling cepat kelompok hewan uji luka sayat konsentrasi 6% dengan persentase kesembuhan luka sayat sebesar 100% dan luka bakar sebesar 18,98% hingga perlakuan hari ke-21 yang mendekati efek obat antiinflamasi kontrol positif hidrokortison. Hasil uji Friedman luka sayat dan luka bakar menunjukan nilai sigifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti adanya perbedaan signifikansi. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun teratai (Nymphaea pubescens L.) memiliki potensi dalam aktivitas antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi peradangan dan penyembuhan terhadap luka.  Efek antiinflamasi dari daun teratai (Nymphaea pubescens L.) diduga karena adanya senyawa aktif flavonoid dan saponin. Konsentrasi paling aktif dan efektif dalam mengatasi inflamasi adalah konsentrasi 6%. Kemudian diikuti 8%, 4%.
Faktor yang mempengaruhi kecemasan pada santri setelah Covid-19 pandemi di pondok pesantren Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i3.958

Abstract

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan global, termasuk pendidikan dan kesejahteraan mental, termasuk kecemasan, sehingga penanganan masalah kesejahteraan mental santri menjadi semakin penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan pada santri setelah Covid-19 Pandemi di Pondok Pesantren Jawa Timur Indonesia. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional, dan dilakukan di beberapa Pondok Pesantren Jawa Timur yaitu Malang, Jombang, Mojokerto, dan Bojonegoro dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah 425 responden. Instrumen pengukuran ini menggunakan kuesioner DASS-21 untuk menilai kecemasan dan hasil analisis bivariat menggunakan chi-square dan multivariate regression logistic analysis. Hasil menunjukkan bahwa sekitar 92,9% santri mengalami kecemasan, secara keseluruhan, hanya frekuensi kunjungan keluarga yang mempengaruhi kecemasan pada santri setelah Covid-19 Pandemi di Pondok Pesantren dengan nilai odds ratio 4.30 (95% CI: 1.689-10.98). Pentingnya kerja sama dengan staf pondok pesantren dan keluarga santri juga dapat menjadi kunci dalam menjaga kesejahteraan mental para santri, sehingga diharapkan penelitian selanjutnya difokuskan pada layanan
Penerapan telenursing dalam evaluasi pendokumentasian asuhan keperawatan di Institut Kesehatan Sumatera Utara Br Ginting, Dameria
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v6i2.1007

Abstract

Penggunaan internet merupakan media informasi yang sudah membumi diseluruh dunia namun, dikalangan dunia keperawatan, khususnya di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan oleh masyarakat. Dalam dunia keperawatan Penggunaan telenursing akan lebih efektif jika di aplikasikan pada saat pandemi Covid-19 ini, namun pendokumentasian telenursing tidak maksimal jika pelaku pelayanan kesehatan tidak paham akan penggunaannya, hal demikian dapat mengakibatkan menurunnya derajat kesehatan pada masyarakat. Dalam evaluasi asuhan keperawatan menggunakan telenursing sangat diperlukan dalam merawat pasien yang memiliki jarak yang jauh dengan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan telenursing dalam evaluasi asuhan keperawatan oleh mahasiswa program profesi ners di Institut Kesehatan Sumatera Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan 40 sampel penelitian dan dilakukan pada bulan Mei-Agusuts 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 31 responden (77.5%), mayoritas responden melakukan Evaluasi kegiatan dengan kategori sangat baik yaitu 39 orang (97.5%), kategori baik sebanyak orang (2.5%) dan tidak ada responden dengan kategori cukup. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku pelayanan keperawatan, bagi pendidikan keperawatan dan dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya.
Perawatan Luka dengan Modern Dressing Terhadap Diabetes Mellitus Tipe 2: Studi Literatur Br Ginting, Dameria
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v7i1.1012

Abstract

Perawatan kaki diabetes dapat dilakukan dengan manajemen perawatan luka yang tepat. Perawatan luka modern dressing bertujuan menjaga balutan tetap lembab untuk mempertahankan keseimbangan kelembaban pada permukaan luka. Balutan luka modern dapat mempercepat proses penyembuhan luka yaitu dengan mempercepat proses epitelisasi hingga 30%- 50% dan sintesa kolagen sebanyak 50% dan reepitelisasi 2-5 kali lebih cepat, yang diduga mampu mengurangi kehilangan cairan pada permukaan luka. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perawatan luka dengan modern dressing terhadap penyembuhan luka pasien diabetes melitus tipe 2. Jenis penelitian menggunakan studi literatur dengan metode pencarian menggunakan kata kunci berbahasa indonesia dan inggris. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu artikel pengaruh perawatan luka dengan modern dressing terhadap penyembuhan luka pasien diabetes mellitus tipe 2 yang diakses secara full text.ada jurnal sebanyak 31 artikel. Hasil review terdapat 31 artikel dimana mayoritas artikel modern dressing dengan teknik balutan moist berpengaruh terhadap penyembuhan luka pasien diabetes melitus. Modern dressing efektif dan sangat berpengaruh terhadap proses penyembuhan luka. Pengaplikasikan metode modern dressing dapat dijadikan alternative untuk meningkatkan dan mempercepat proses penyembuhan luka. Kata kunci: Modern dressing, luka diabetik, diabetes mellitus
Kelekatan teman sebaya pada pelaku dan korban perundungan di kalangan remaja Ispriantari, Aloysia; Muharestu, Juli Alsa; Fani, Rif'atul
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1243

Abstract

Kelekatan teman sebaya memiliki peran yang penting dalam tindakan perundungan, viktimisasi, dan perilaku agresif. Perundungan adalah penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat dan menganalisis hubungan antara kelekatan teman sebaya terhadap perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban, pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik total sampling dari keseluruhan siswa SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, Kabupaten Malang. Instrumen untuk variabel kelekatan teman sebaya menggunakan skala IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), sedangkan instrumen untuk penelitian perundungan menggunakan APRI (Adolescent Peer Relations Instrument). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelekatan teman sebaya adalah tinggi, sedangkan tingkat perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban, adalah rendah. Analisis juga menunjukkan adanya hubungan antara kelekatan teman sebaya dan perilaku perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa semakin tinggi kelekatan teman sebaya, maka perilaku perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban, cenderung menurun. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk mengurangi perundungan.
Korelasi tingkat stress dengan terjadinya gastritis pada remaja Desa Lumbangsari, Bululawang, Malang Ardy, Joko Novianto; Laksono, Bayu Budi; Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1252

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dianggap ringan, namun dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada remaja di RW 03 Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Malang. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain cross- sectional. Sampel penelitian terdiri dari 54 remaja yang dipilih secara purposive, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner untuk mengidentifikasi gejala gastritis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian gastritis pada remaja dengan p-value 0,002. Remaja dengan stres tinggi memiliki prevalensi gastritis yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya manajemen stres dalam pencegahan gastritis pada remaja. Oleh karena itu, program edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk manajemen stres, perlu diterapkan di kalangan remaja untuk mengurangi risiko gastritis.
Aktivitas antibakteri formulasi obat kumur daun salam dan cengkeh terhadap S. aureus periodontitis Sari, Yuke Pramudita; Amanda, Lyrra Mirna; Maulana, Nabilah Rosdiana; Wijayanti, Cicik; Abraham, Ali; Ngibad, Khoirul
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1287

Abstract

Kesehatan dan kebersihan rongga mulut harus dijaga karena terdapat mikroflora normal, namun akan menjadi patogen sehingga menyebabkan peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses. Staphylococcus aureus merupakan penyebab paling umum. Akumulasi sisa makanan terus menempel dan bertumpuk akan menimbulkan plak yang dapat menyebabkan periodontitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi terbaik campuran ekstrak daun salam dan Minyak Cengkeh sebagai obat kumur herbal dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dengan melakukan maserasi daun salam menggunakan etanol 96%, kemudian dievaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental. Obat kumur diformulasi menjadi tiga: formulasi I (1 g ekstrak daun salam / 5 ml minyak cengkeh, formulasi II (2 g / 7,5 ml), dan formulasi III (3 / 10 ml). Kemudian dilanjut dengan evaluasi sediaan obat kumur, yaitu: uji organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, stabilitas. Terakhir, dilakukan uji antibakteri data di analisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Test (Tukey). Hasil evaluasi sediaan didapatkan rentan nilai yang sesuai standar pada uji organoleptis, homogenitas, stabilitas, dan pH. Hasil uji viskositas didapatkan kekentalan sangat tinggi. Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus (12,9 mm). Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan diantara ketiga formulasi (sig >0,05). Hasil uji Post Hoc Test metode Tukey didapatkan perbedaan secara nyata pada masing-masing bahan dengan formulasi obat kumur (sig < 0,05). Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang dapat digunakan sebagai alternatif obat kumur terhadap penyakit periodontitis.
Evaluasi interaksi obat potensial pada terapi pasien rawat inap di Rumah Sakit UMM Asmiati, Elva; Nisa, Vasda Ikka Choirun; Rohmaturrizqi, Arvil
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1300

Abstract

Peningkatan kompleksitas terapi pada pasien rawat inap meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi interaksi obat berdasarkan jumlah kejadian, mekanisme, tingkat keparahan, dan rekomendasi penyelesaian pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilakukan secara observasional retrospektif menggunakan data rekam medis pasien bulan Desember 2021 dengan total 32 sampel pasien yang menerima minimal lima obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa (65,6%) pasien mengalami lebih dari satu interaksi obat potensial. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakodinamik (62,2%), diikuti farmakokinetik (30,6%). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderat mendominasi (65,3%), sedangkan mayor sebesar (21,4%) dan minor (13,3%). Rekomendasi penyelesaian terbanyak adalah pemantauan ketat (monitoring closely) sebesar 58,2%, disusul dengan penggantian obat dan penyesuaian dosis. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran farmasis klinik dalam mengidentifikasi dan memantau interaksi obat untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas terapi pasien di rumah sakit.