cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 166 Documents
Korelasi tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual pada remaja SMK Hawa, Ika Ismatul; Nito, Paul Joae Brett; Mahmudah, Rifa’atul; Ariani, Malisa
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v8i3.1323

Abstract

Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, baik secara fisik, mental, maupun intelektual. Remaja memiliki karakter khas seperti rasa ingin tahu yang besar, menyukai tantangan, serta cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan yang matang. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada masa ini adalah perilaku seksual pranikah, yang umumnya terjadi pada remaja usia pertengahan (15–18 tahun) dan remaja akhir (19–21 tahun). Pada usia tersebut, remaja mulai mencari jati diri, timbul rasa cinta pada lawan jenis, dan mulai memikirkan berbagai hal yang berkaitan dengan seksualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi tingkat pengetahuan  dengan perilaku seksual remaja di SMK Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Banjarmasin sebanyak 92 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil analisis data dengan uji chi-square menunjukkan bahwa responden dengan pengetahuan baik (31,5%) cenderung tidak berisiko terhadap perilaku seksual, sedangkan responden dengan pengetahuan cukup (68,5%) memiliki risiko ringan dalam perilaku seksual. Berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh nilai p = 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku seksual siswa di SMK Banjarmasin.
Penerapan terapi relaksasi genggam jari pada pasien ansietas preoperasi di bangsal rawat inap Mahmudah, Ani Mashunatul; Walidah, Huyainatul; Amry, Riza Yulina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1328

Abstract

Pasien dengan kondisi preoperasi sering mengalami kecemasan yang berdampak secara fisiologis maupun psikologis. Terapi relaksasi genggam jari merupakan salah satu terapi nonfarmakologi untuk membantu menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan terapi relaksasi genggam jari pada pasien dengan masalah keperawatan ansietas. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu pasien preoperasi yang mengalami ansietas. Intervensi terapi dilakukan selama dua kali dalam rentang waktu 6 jam. Hasil menunjukkan penurunan tingkat kecemasan berdasarkan pengamatan terhadap tanda-tanda vital dan respons verbal pasien. Dalam penelitian ini disimpulkan terapi relaksasi genggam jari efektif dalam menurunkan kecemasan pasien preoperasi.
Evaluasi penerapan implementasi rekam medis elektronik ruang IGD RS Umum Dharma Yadnya Priantari, Ni Made Ayu Suci; Devhy, Ni Luh Putu; Pradnyantara, I Gusti Agung Ngurah Putra
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1160

Abstract

Evaluasi merupakan suatu upaya untuk menilai kondisi penyelenggaraan sistem informasi kesehatan di rumah sakit sehingga target capaian dapat diketahui dan langkah perbaikan dapat direncanakan. Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi salah satu bentuk transformasi digital, namun penerapannya di Indonesia masih menghadapi tantangan. Berdasarkan data Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dari sekitar 3.000 rumah sakit hanya 50% yang telah menggunakan RME, dan hanya 16% yang berfungsi optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemanfaatan RME masih jauh dari harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan RME pada unit Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya dengan meninjau tiga aspek (HOT-Fit), yaitu sumber daya manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan pada Januari-Maret 2024. Subjek penelitian adalah enam orang petugas yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi terhadap SOP serta sarana dan prasarana, serta studi dokumentasi berupa bukti data ceklis RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME di Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya telah memperoleh dukungan dari sisi organisasi, namun masih terdapat hambatan pada aspek SDM dan teknologi. Dengan demikian, dari pihak manajemen harus memberikan dukungan terkait jalannya penerapan rekam medis elektonik serta mempersiapkan fasilitas sarana dan prasarana yang lebih menunjang jalannya RME agar dapat mengoptimalkan kinerja petugas dan mempermudah jalannya penerapan RME.
Pengaruh diaphragma breathing exercise terhadap masalah keperawatan pola napas tidak efektif Kholidah, Wahidatun Sakinatus; Mohtar, Sobirin; Mahmudah, Rifa'atul
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1182

Abstract

Pola napas tidak efektif adalah kondisi inspirasi atau ekspirasi yang tidak memberikan ventilasi adekuat, diantaranya depresi pusat pernapasan dan hambatan upaya napas adapun intervensi keperawatan untuk pola napas tersebut diaphragma breathing exercise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diaphragma breathing exercise terhadap status pernapasan pasien masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Metode yang digunakan kuantitatif one group pretest-posttest dengan sampel 15 reponden, dengan menggunakan SOP DBE, lembar observasi SLKI dan Oksimeter. Hasil uji statistik paired sample t test dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 (< 0,05) yang artinya terdapat perbedaan antara pre test dan post test. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pengaruh pemberian terapi diafraghma breathing exercise terhadap status pernapasan pasien masalah keperawatan pola napas tidak efektif.
Pemberian edukasi pertolongan pertama gigitan ular terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat Victoria, Sheilla Stephanie; Gaghauna, Eirene Eunike Mediana; Riduansyah, M
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1188

Abstract

Pertolongan pertama masyarakat dalam menangani gigitan ular seringkali dilakukan secara tradisional seperti menghisap ataupun membakar luka. Langkah tersebut justru memberikan efek perburukan kondisi pada korban gigitan ular. Penyebab utama dilakukannya intervensi ini karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Melihat masalah yang ada maka tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi pertolongan pertama gigitan ular terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Lok Buntar. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan Pre-eksperiment dengan pendekatan One group pre-post test. Uji analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji wilcoxon karena data berdistribusi tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia anatar 36-45 tahun dengan jenis kelamin perempuan. Mayoritas pendidikan terakhir yang paling banyak adalah SD yang semuanya bekerja sebagai petani. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebelum diberikan edukasi yaitu sebanyak 11 orang (73,3%) dan memiliki keterampilan kategori kurang sebelum diberikan edukasi sebanyak 15 0rang (100%). Setelah diberikan edukasi, seluruh responden memiliki pengetahuan dan keterampilan baik yaitu sebanyak 15 orang (100%). Hasil uji analisa didapatkan nilai p 0,001 < 0,005. Melihat hasil yang ada maka disimpulkan pemberian edukasi pertolongan pertama gigitan ular berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat di Desa Lok Buntar. Melihat hasil yang ada maka diharapkan masyarakat mampu mengimplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
Gambaran tingkat kecemasan pasien preoperasi sectio caesarea Ibrahim, Nawal; Sukmaningtyas, Wilis; Yanti, Linda
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1191

Abstract

Kecemasan praoperasi pada pasien sectio caesarea dapat dipicu oleh stres terkait prosedur pembedahan. Tingkat kecemasan yang berlebihan berpotensi menghambat proses penyembuhan dan memperburuk kondisi pasien selama operasi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kecemasan pasien sectio caesarea praoperasi di RST Wijaya Kusuma Purwokerto. Desain penelitian menggunakan deskriptif observasional kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap Gayatri RST Wijaya Kusuma Purwokerto pada 1–29 November 2023. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Instrumen penelitian berupa kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (48,6%) berusia antara 17 sampai 25 tahun, mereka yang disurvei, 25 (71,6%) belum pernah menjalani operasi, sedangkan 10 (28,4%) sebelumnya pernah menjalani operasi penyelamatan. Dari mereka yang disurvei, 11 (31,4%) memiliki pendidikan SMP dan sebanyak 18 responden (51,4%) menggolongkan kecemasan sebelum operasi sectio caesarea sebagai kecemasan dengan tingkat sedang. Dari. Penelitian ini disimpulkan sebagian besar responden tingkat kecemasan preoperasi pada pasien sectio caesarea berada pada kategori sedang, belum pernah menjalani tindakan pembedahan, meskipun terdapat sebagian kecil yang memiliki riwayat pembedahan. Dari segi latar belakang pendidikan, sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan terakhir setara Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Efektifitas pemanfaatan teknologi wearable dalam pemantauan pasien post Myocardial Infraction (MI) Wahyudi, Joko Tri; Ramadhani, Dhia Ritaj
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1203

Abstract

Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia, dan serangan jantung atau Miocardial Infarction (MI) adalah salah satu manifestasinya yang serius. Perangkat wearable untuk memantau kesehatan adalah inovasi revolusioner dalam dunia perawatan kesehatan modern. Teknologi wearable telah menjadi alat yang berpotensi bermanfaat dalam pemantauan pasien pasca-MI. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan pemanfaatan teknologi wearable dalam pemantauan pasien pasca Miocardial Infarction (MI) serta melihat bagaimana penggunaan teknologi ini memengaruhi manajemen keperawatan. Studi ini melibatkan pasien-pasien yang telah mengalami MI dan yang mengenakan perangkat wearable khusus yang mampu memantau parameter kesehatan penting seperti denyut jantung, tekanan darah, tingkat oksigen dalam darah, aktivitas fisik, dan pola tidur. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan desain comparative study dimana untuk membandingkan hasil pemantauan pasien post Miocardial Infraction (MI) dengan menggunakan cara manual dibandingkan dengan pemantauan menggunakan teknologi wearable. Hasil penelitian terhadap 25 pasien post Miocardial Infarction di RS Muhammadiyah Palembang menunjukkan bahwa pengukuran tanda-tanda vital dengan metode manual dan teknologi wearable memberikan hasil yang tidak berbeda signifikan pada variabel frekuensi nadi, suhu, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, dan SpO? (p>0,05). Namun, terdapat perbedaan signifikan pada pengukuran gula darah sewaktu (GDS) antara kedua metode (p<0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa teknologi wearable dapat menjadi alternatif yang sebanding dengan metode manual untuk sebagian besar parameter vital, kecuali GDS.
Perbandingan pemberian jus nanas dengan jus belimbing terhadap penurunan tekanan darah lansia Hidayah, Nur; Tasalim, Rian; Suwardi, M. Sandi
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1205

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit yang cukup berbahaya di seluruh dunia karena menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler. Menurut kemenkes hipertensi banyak terjadi pada kelompok lansia karena degeneratif. Selain terapi farmakologis terdapat juga terapi komplementer untuk pengobatan hipertensi karena memiliki kelebihan mudah didapat, terjangkau serta tingkat keamanannya tinggi dengan efek samping minimal. Jus nanas merupakan salah satu terapi komplementer untuk menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium dan tinggi antioksidan, jus belimbing pun dapat menjadi anti-hipertensi karena mengandung banyak senyawa flovanoid yang dapat melancarkan aliran darah. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbandingan antara pemberian jus nanas dengan jus belimbing terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperiment dengan pretest- posttest design one group. Teknik sampling purposive sampling, total 30 responden dibagi 15 responden pada kelompok nanas dan 15 responden pada kelompok belimbing. Adapun uji statistik yang digunakan adalah uji paired t-test dan independent t-test. Hasil menunjukkan nilai p value uji paired t-test adalah 0,001 < 0,05 untuk  sistolik dan diastolik. Pada uji independent t-test 0,005 < 0,05 untuk sistolik dan 0,01 < 0,05 pada diastolik. Maka pada penelitian ini disimpulkan jus belimbing memiliki pengaruh dan perbandingan yang signifikan dengan jus nanas terhadap penurunan tekanan darah lansia hipertensi.
Efikasi diri dengan keterampilan pertolongan pertama gigitan ular pada masyarakat Zahratunnisa, Zahratunnisa; Gaghauna, Eirene E.M.; Riduansyah, M
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1212

Abstract

Pertolongan pertama merupakan tindakan segera yang diberikan dalam situasi darurat. Memiliki efikasi diri yang tinggi dapat mendukung proses pemberian pertolongan pertama. Selain itu, keterampilan yang baik dianggap penting untuk meningkatkan efikasi diri dalam menghadapi keadaan darurat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan keterampilan masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama gigitan ular. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan analitik dan pendekatan cross sectional pada 30 responden yang ambil dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji spearman rank dengan nilai signifikan p = <0,05. Hasil uji statistik menggunakan uji spearman rank diperoleh nilai korelasi r=0,536 dengan nilai p= 0,002.  Ini menandakan adanya hubungan yang kuat antara efikasi diri dan keterampilan pertolongan pertama gigitan ular. Simpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan kuat yang signifikan antara efikasi diri dengan keterampilan pertolongan pertama gigitan ular pada masyarakat di Desa Lok Buntar Kec. Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Penerapan pijat refleksi dalam asuhan keperawatan keluarga lansia dengan masalah keperawatan nyeri akut Muwarni, Arita; Musdalifah, Izza Fikriyatul; Amry, Riza Yulina
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i2.1346

Abstract

Tahap keluarga dengan usia lanjut merupakan fase terakhir perkembangan keluarga yang dimulai sejak salah satu pasangan pensiun, berlanjut ketika salah satunya meninggal, hingga keduanya meninggal. Pada tahap ini, pelayanan kesehatan berfokus pada penanganan gangguan akibat penurunan fungsi organ maupun sistem tubuh lansia. Salah satu masalah keperawatan yang umum dialami adalah nyeri akut. Pijat refleksi menjadi salah satu terapi komplementer yang dapat membantu mengurangi keluhan nyeri pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil penerapan pijat refleksi dalam asuhan keperawatan keluarga lansia dengan masalah keperawatan nyeri akut. Jenis penelitian ini merupakan laporan kasus (case report) dengan subjek penelitian terdiri dari dua keluarga pada tahap perkembangan lanjut usia, yaitu Ny. M dan Ny. W, yang mengalami nyeri akut. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan adanya penurunan skala nyeri setelah intervensi pijat refleksi selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 20 menit per sesi. Pada klien pertama (Ny. M), skala nyeri menurun dari 6 menjadi 3, sedangkan pada klien kedua (Ny. W) menurun dari 6 menjadi 4. Temuan ini mengindikasikan bahwa pijat refleksi efektif membantu mengurangi nyeri akut pada keluarga dengan tahap perkembangan lansia.