cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025" : 10 Documents clear
Karakteristik fisikokimia dan organoleptik crackers dengan substitusi tepung umbi talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) dan tepung wortel (Daucus carota L.) Br Sidabutar, Tiarida Maynita; Prabowo, Sulistyo; Agustin, Sukmiyati; Andriyani, Yulian
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.16321.31-42

Abstract

Crackers merupakan salah satu camilan yang digemari oleh kalangan masyarakat yang umumnya terbuat dari bahan dasar tepung terigu. Saat ini impor gandum di Indonesia cukup tinggi, sehingga salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan impor gandum adalah dengan substitusi terigu menggunakan jenis tepung lain. Dalam penelitian ini tepung talas belitung (TB) dan tepung wortel (TW) digunakan sebagai substitusi tepung terigu (TT) dalam pembuatan crackers. Tujuan penelitian ini adalah menentukan formulasi tepung komposit (TT:TB:TW) terhadap sifat kimia, fisik, dan organoleptik crackers. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan formulasi TT:TB:TW adalah 60%:20%:20%, 60%:25%:15%, 60%:30%:10%, dan 60%:35%:5%, masing-masing diulang empat kali. Dibuat juga perlakuan kontrol dengan bahan TT 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula tepung berpengaruh nyata terhadap semua sifat kimia crackers, satu sifat fisik, yaitu kekerasan, dan tiga atribut sifat organoleptik hedonik (warna, aroma, dan tekstur). Berdasarkan respons organoleptik, crackers terbaik dihasilkan dari formula tepung 60%:30%:10%. Crackers tersebut mempunyai nilai warna 0,17, kekerasan 1,75 kgf, kerenyahan 3,38 mm, kadar air 3,32%, kadar abu 3,57%, kadar protein 9,40%, kadar lemak 18,49%, kadar karbohidrat 65,22%, dan kadar β-karoten 26,29 mg/gram.
Potensi sediaan granul effervescent ekstrak daun ulin dan kelopak bunga rosela sebagai alternatif penanganan diabetes melitus Candra, Deni; Sagita, Yupita Veby; Nanisha, Yiyin; Raihansyah, Muhammad Rizky; Saroinsong, Yos Andreas; Utoro, Panggulu Ahmad Ramadhani
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.16909.1-8

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan effervescent yang mengandung ekstrak daun ulin (Eusideroxylon zwageri) dan rosela (Hibiscus sabdariffa) sebagai terapi komplementer untuk diabetes melitus. Penelitian dilakukan dengan percobaan faktor tunggal dalam Rancangan Acak Lengkap, menggunakan sembilan level perlakuan meliputi kombinasi ekstrak daun ulin (2-6%) dan rosela (1-5%), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi sifat fisik dan biokimia (kadar air, waktu larut, pH, dan penghambatan aktivitas enzim α-amilase) serta sifat sensoris hedonik. Formula kombinasi ekstrak daun ulin dan kelopak bunga rosela berpengaruh nyata terhadap respons sensoris hedonik. Formula ekstrak daun ulin 6% dan kelopak bunga rosela 5% menghasilkan sediaan granula effervescent dengan respons terbaik untuk sensoris hedonik keseluruhan. Effervescent yang dihasilkan tersebut memiliki waktu larut terlama (1,47 menit), pH 5,74 dan kadar air 2,49%. Efek penghambatan -amilase dari effervescent ini adalah 60,28%, lebih tinggi dibandingkan acarbose yang hanya 57,67%. Temuan ini menunjukkan bahwa effervescent dari kombinasi daun ulin dan rosela berpotensi sebagai penanganan alternatif untuk diabetes.
Karakteristik fisikokimia dan organoleptik selai dari kombinasi ubi jalar kuning (Ipomoea batatas) dan buah sirsak (Annona muricata L.) Samosir, Chaterina Elsa; Murdianto, Wiwit
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.16785.9-16

Abstract

Selai adalah produk olahan pangan yang berasal dari buah-buahan dan termasuk produk makanan yang semi basah. Selai lebih praktis dan lebih mudah dalam penyajiannya dan dapat menjadi alternatif bersama dengan roti untuk santapan pagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perbandingan kombinasi ubi jalar kuning dan buah sirsak terhadap sifat fisiko-kimia selai dan mengetahui perbandingan yang tepat untuk menghasilkan selai yang terbaik menurut uji organoleptik. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang dimaksud yaitu kombinasi ubi jalar kuning (UB) dan buah sirsak (BS) pada perbandingan p1 (70 g UB : 30 g BS), p2 (60 g UB : 40 g BS), p3 (50 g UB : 50 g BS), p4 (40 g UB : 60 g BS), p5 (30 g : 70 g) untuk setiap 100 g contoh. Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, kadar β-karoten, pH, kadar total padatan terlarut, kadar vitamin C, warna L*, a*, b*, daya oles, dan karakteristik organoleptik hedonik untuk warna, aroma, tekstur, dan rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kadar buah sirsak menghasilkan selai dengan warna yang semakin cerah. Formula kombinasi ubi jalar kuning dan buah sirsak berpengaruh nyata terhadap semua karakteristik kimia yang diamati. Meningkatnya kadar buah sirsak cenderung meningkatkan kadar air dan vitamin C, tetapi menurunkan kadar abu, -karoten, pH, dan TPT. Perlakuan selai terbaik berdasarkan karakteristik organoleptik hedonik adalah p1 (70 g UB : 30 g BS), paling banyak mendapatkan respons disukai.
Pengaruh formula tepung komposit terigu dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L.) terhadap nilai gizi, karakteristik fisik dan organoleptik kue ilat sapi Renti, Paskalia; Prabowo, Sulistyo; Rachmawati, Maulida; Andriyani, Yulian
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.16719.17-24

Abstract

Kue Ilat Sapi merupakan makanan tradisional khas Kalimantan timur, makanan ini berbahan baku utama terigu dan gula merah. Kue Ilat Sapi memiliki tekstur yang menyerupai kue bolu kering atau roti dan memiliki rasa manis. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari nilai gizi, serta karakteristik fisik dan organoleptik kue Ilat Sapi yang diolah dari menggunakan tepung komposit terigu (T) dan tepung kacang hijau (TKH). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan, yaitu formula tepung komposit: 200 g T (p0), 200 g T dan 25 g TKH (p1), 200 g T dan 55 g TKH (p2), serta 200 g T dan 85 g TKH (p3). Data nilai gizi dan karakteristik fisik dianalisis menggunakan Anova dilanjutkan dengan DMRT, sedangkan data organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula tepung komposit terigu dan tepung kacang hijau berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, serta daya kembang dan karakteristik organoleptik (warna, aroma dan tekstur) kue ilat sapi. Berdasarkan karakteristik organoleptik hedonik, kue ilat sapi yang diolah menggunakan formula p1 (200 g T dan 25 g TKH) mendapatkan respons paling baik (disukai). Nilai gizi kue ilat sapi yang diperoleh adalah kadar air 12,45%, kadar abu 0,010%, kadar protein 9,72%, dan kadar lemak 0,126%.
Formulasi tepung komposit daun kelor dan kacang merah pada kue tetu Mandar sebagai cemilan pencegah anemia bagi remaja putri Sari, Swasti Purnama; Utami, Riana Pangestu; Joto, Nur Abri; Naibaho, Netty Maria
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.17216.25-30

Abstract

Kue Tetu Mandar adalah jajanan tradisional Mandar dibuat dengan tepung terigu, gula merah, dan santan. Tujuan penelitian ini untuk menentukan formula tepung daun kelor (Moringa oleifera) dan kacang merah (Phaseolus vulgaris) pada kue Tetu Mandar untuk meningkatkan nilai gizinya sebagai cemilan alternatif untuk mencegah dan menangani anemia pada remaja putri. Penelitian ini adalah percobaan faktor tunggal (formula tepung komposit daun kelor (DK) dan kacang merah (KM)) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Formula tepung komposit yang dicobakan adalah 2,5-7,5 g masing-masing untuk DK dan KM. Parameter yang diamati adalah sifat sensoris hedonik, serta kandungan protein dan zat besi kue Tetu Mandar. Data sifat organoleptik dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, sedangkan data kandungan protein dan besi dianalisis dengan ANOVA. Dilakukan pemilihan formula kue dengan perangkingan, dan perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari kue Tetu Mandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula tepung komposit daun kelor dan kacang merah berpengaruh tidak nyata terhadap sifat organoleptik untuk atribut warna, tekstur dan aroma, serta kandungan protein dan zat besi kue Tetu Mandar, tetapi berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik untuk atribut rasa dan keseluruhannya. Formula 2,5 g DK dan 7,5 KM (F1) menjadi formula terpilih. Panelis memberikan respons organoleptik hedonik keseluruhan suka pada kue Tetu Mandar yang diperoleh dari F1. Kue tersebut mempunyai kandungan protein dan zat besi berturut-turut 4,82% dan 1,12%. Kadar protein ini memenuhi syarat mutu untuk biskuit (SNI 2973:2022). Konsumsi dua potong kue Tetu Mandar (@ 50 g) mencukupi AKG zat besi untuk remaja putri.
Potensi Nila fish finger dengan penambahan puree daun Kelor sebagai makanan tambahan untuk anak stunting berusia dibawah dua tahun (BADUTA) Syadzali, Ahmad Fahmi; Satriani, Satriani; Hadisuyitno, Juin
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.19008.43-51

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang menghambat pertumbuhan anak. Salah satu solusinya adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bergizi tinggi. Penelitian ini mengembangkan fish finger dari ikan nila dengan penambahan daun kelor sebagai alternatif PMT untuk anak di bawah dua tahun (BADUTA) yang mengalami stunting. Penelitian ini adalah percobaan faktor tunggal (penambahan Puree Daun Kelor (PDK): 0, 10, 20, 30%) dalam rancangan acak lengkap dengan ulangan sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati adalah mutu gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, dan seng) dan karakteristik organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula penambahan 10% PDK menghasilkan fish finger dengan penerimaan respons organoleptik terbaik dengan karakteristik mengandung 17,4 g protein, 6,8 g lemak, 21,4 g karbohidrat, 0,9 mg seng, dan mempunyai 219,5 kkal energi per 150 g produk. Fish finger berbasis ikan nila dengan penambahan 10% PDK berpotensi menjadi alternatif PMT bergizi tinggi dengan tingkat penerimaan baik untuk pencegahan stunting pada BADUTA.
Tinjauan karakteristik kimia dan sensoris selai buah Belimbing manis (Averrhoa carambola L.) dengan penambahan natrium alginat Rahayu, Lisa Fitri; Jamalia, Andi; Yuliani, Yuliani
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.19721.77-84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh natrium alginat terhadap karakteristik kimia dan sensoris selai belimbing manis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dengan tujuh taraf perlakuan perlakuan, yaitu konsentrasi natrium alginat 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75%, 1,00%, 1,25%, dan 1,50%, masing-masing dengan tiga kali pengulangan. Data karakteristik kimia dianalisis menggunakan ANOVA, dilanjutkan dengan uji Tukey, sedangkan data yang terdistribusi tidak normal, diuji dengan Kruskal Wallis. Data karakteristik sensoris dianalisis menggunakan uji Friedman, dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi natrium alginat berpengaruh nyata terhadap pH dan total padatan terlarut, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, dan kadar vitamin C. Dilain pihak, konsentrasi natrium alginat berpengaruh nyata terhadap karakteristik sensoris hedonik dan mutu hedonik untuk semua atribut (aroma, rasa, dan tekstur), kecuali warna. Penambahan natrium alginat sampai dengan 0,25% lebih disukai panelis (mendapat respons suka) dari segi aroma, warna, rasa, tekstur, dan daya oles. Selai buah Belimbing manis tersebut mempunyai karakteritik kimia: kadar air 2,99-27,54%, total padatan terlarut 5,7-7,0ºBrix, vitamin C 13,79-23,76 mg/100 g, dan pH 3,2-3,5.
Karakteristik nata de coco dengan penambahan ekstrak buah durian Verawati, Nenengsih; Aida, Nur; Kalsum, Syarifah Umi
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.14941.52-58

Abstract

Nata de coco dihasilkan dari fermentasi air kelapa memiliki penampakan seperti jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Nata de coco biasanya digunakan sebagai hidangan penutup. Nata de coco berasal dari Filipina, produk pangan ini tergolong produk probiotik yang berasal dari Acetobacter xylinum, dan baik untuk kesehatan tubuh karena memiliki kadar serat tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan dan sangat cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang menginginkan makanan rendah kalori. Inovasi nata de coco dengan penambahan ekstrak buah durian (EBD) dicobakan pada penelitian ini untuk menambah variasi produk nata de coco. Penambahan EBD sampai dengan 20% dicobakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah yield, kadar air, dan karakteristik organoleptik hedonik. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EBD sampai dengan 20% secara signifikan (p < 0,05) meningkatkan yield nata de coco, tetapi menurunkan kadar airnya. Sedangkan respons karakteristik organoleptik hedoniknya menunjukkan perubahan yang tidak nyata (p > 0,05), penambahan EBD sampai 20% tetap mendapatkan respons suka untuk setiap atribut (warna, rasa dan tekstur) organoleptik hedonik.
Pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap akarakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan sensori abon nabati bonggol pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) Purba, Nova Solina; Palupi, Pratiwi Jati; Putri, Vinka Adelina; Purbawati, Purbawati; Pratama, Muhamad Doddy; Prasetia, Retno; Fahrizal, Fahrizal
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.19335.59-66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan bubuk kayu manis terhadap karakteristik organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa) abon nabati dari bonggol pisang kepok, serta kadar air, kadar serat kasar, dan mikroba totalnya. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal (penambahan kayu manis) yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Level perlakuan yang dicoba adalah 0,0 g, 0,5 g, dan 1,0 g. Setiap perlakuan diulang tiga kali. Jumlah bonggol pisang kepok yang digunakan adalah 100 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kayu manis pada pembuatan abon nabati bonggol pisang kepok memberikan pengaruh nyata terhadap karakteristik organoleptik untuk semua atribut, kadar air, kadar serat kasar, dan angka lempeng total. Penambahan bubuk kayu manis sebesar 1,0 g menghasilkan abon nabati dengan respons organoleptik terbaik untuk aroma, rasa dan tekstur, sedangkan respons hedonik untuk warna terbaik adalah tanpa penambahan kayu manis.
Pengaruh variasi penambahan filler Mocaf terhadap tekstur dan warna daging analog berbahan dasar tepung tempe edamame (Glycin max L. Merrill) Khairunnisa, Puan Aisyah; Sofyan, Aan
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.19298.67-76

Abstract

Daging analog merupakan daging tiruan yang dibuat dengan menggunakan protein nabati sebagai bahan dasarnya, namun memiliki karakteristik yang mirip dengan daging asli. Edamame berpotensi digunakan sebagai bahan baku daging analog karena kandungan proteinnya yang tinggi. Edamame ini juga dapat diolah menjadi tempe untuk meningkatkan karakteristik sensorisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengolahan daging analog dari tepung tempe edamame dengan penambahan mocaf. Penelitian ini adalah percobaan faktor tunggal yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan dua kali pengulangan. Level perlakuan yang dicobakan adalah penambahan mocaf 0, 5, dan 10%. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan mocaf pada pembuatan daging analog berbasis tepung tempe edamame berpengaruh nyata (p

Page 1 of 1 | Total Record : 10