cover
Contact Name
Arman Rifat Lette
Contact Email
lette.arman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
vinsenmaking@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
ISSN : 26214091     EISSN : 25809784     DOI : -
Core Subject : Health,
CHMK NURSING SCIENTIFIK JOURNAL memuat naskah ilmiah hasil penelitian atau hasil pemikiran dalam bidang keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 75 Documents
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPTOMULYO Anggraini Dwi Kurnia; Nur Melizza; Nurul Hikmah; Nur Lailatul Masruroh; Cici Indah Setyowati; Yoyok Bekti Prasetyo
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 2 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i2.789

Abstract

Angka kejadian hipertensi diprovinsi Jawa Timur presentasinya mencapai 20,43% atau sekitar 1.828.669 orang. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi salah satunya adalah kualitas tidur. Kualitas tidur merupakan proses ketika seseorang dalam menjalani tidur, yang dilakukan untuk mempertahankan keadaan tidur dan untuk mendapatkan tahapan Rapid Eye Movement (REM) dan Non Repid Eye Movement (NREM) yang sesuai. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo. Menggunakan metode korelasi observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional . Metode pengumpulan data kualitas tidur pasien menggunakan kuesioner PSQI, dan pengukuran tekanan darah menggunakan sphymomanometer aneroid dan stetoskop. Sampel penelitian sebanyak 44 pasien hipertensi berusia 20-59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo dengan teknik sampling non-probability pusposive sampling, dan menggunakan analisa data uji spearman rank. Berdasarkan uji spearman didapatkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik (p 0,040 < alpha 0,05) dengan kekuatan hubungan lemah (0,310), namun tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah diastolik (p 0,623 > alpha 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah (0,076). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tekanan darah sistolik pada pasein hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Ciptomulyo.
Hubungan Shift Kerja Dan Masa Kerja Dengan Dengan Stres Kerja Perawat amar Bedah RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu Tahun2019 dian dwiana maydinar; Fernalia Fernalia; Vellyza collin; anggi robiansyah
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 2 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i2.791

Abstract

ABSTRAK Setiap individu memiliki stressor yang berbeda tergantung dari stressor yang dihadapi, stres bisa terjadi karena kondisi pekerjaan, stres karena peran, faktor interpersonal, dan perkembangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan shift kerja dan masa kerja dengan stres kerja perawat kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus bengkulu sebanyak 25 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel secara Accidental Sampling yaitu seluruh perawat yang bertugas di kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sebanyak 25 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara membagikan kuiseoner data primer diolah secara univariat dan bivariat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2019 di Ruang kamar bedah RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu. Hasil penelitian didapatkan: (1) dari 25 responden terdapat 15 (60%) shift pagi, 5 (20%) shift sore, dan 5 (20%) shift malam; (2) masa kerja dari 25 responden ialah 5 (20%) kategori baru dan 20 (80%) kategori lama; (3) stres kerja dari 25 responden ialah 4 orang (16%) stres ringan, 16 orang (64%) stres sedang, 5 orang (20%) stres berat; (4) Hasil analisa bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat shift kerja dengan stres kerja perawat kamar bedah dengan p value = 0.626 ˃ ɑ = 0.05, dan juga; (5) tidak ada hubngan yang bermakna antara masa kerja dengan stres kerja dengan p value = 0.549 ˃ ɑ = 0.05. Kata Kunci :shift kerja dan masa kerja, stres kerja
PENGARUH SENAM OTAK TERHADAP FUNGSI KOGNITIF USIA PRALANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT Laurensia Raditya Masken Kartolo; Jeanny Rantung
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 2 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i2.796

Abstract

Lanjut usia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Rentang usia lansia adalah Pra lansia (45 – 59 tahun), Lansia (60 – 69 tahun), Lansia risti (>70 tahun/ 60 tahun dengan masalah kesehatan). Pada tahap ini kemunduran beberapa kemampuan terjadi baik itu secara fisik, kognitif, maupun mental. Penurunan fungsi kognitif khususnya daya ingat seringkali dialami oleh para lansia sehingga para lansia kebanyakan tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan mandiri melainkan bergantung pada orang lain. Hal ini dapat dicegah dan diperbaiki salah satunya dengan senam otak . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak terhadap fungsi kognitif usia pra lansia di wilayah kerja Puskesmas Parongpong. Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan metode one group pre-test post-test design. Populasi penelitian ini berjumlah 11 orang responden. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pra lansia (usia 45-59 tahun), berjenis kelamin wanita, mampu membaca dan menulis, mampu berkomunikasi dengan baik, tidak mengalami gangguan penglihatan dan pendengaran. Instrumen yang digunakan adalah Mini Mental State Examination (MMSE). Analisis statistik menggunakan uji Paired t-test. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2020. Hasil uji statistik yang diperoleh adalah nilai p 0,001 < 0,05. Dengan tingkatan pengaruh 0,845. Berarti terdapat pengaruh kuat pemberian intervensi senam otak terhadap fungsi kognitif pralansia. Dengan demikian dapat diambil suatu kesimpulan bahwa senam otak dapat membantu meningkatkan tingkat fungsi kognitif pra lansia.
OBESITAS DAN TEKANAN DARAH PADA ORANG DEWASA USIA 18-50 TAHUN DI KAMPUNG MOKLA Agnes Oktavia Hutagaol; Evelin Malinti
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 2 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i2.799

Abstract

ABSTRAK Kegemukan atau obesitas dan hipertensi memberi kontribusi negatif pada peningkatan berbagai masalah kesehatan. Namun demikian angka kejadian obesitas maupun hipertensi semakin meningkat sekarang ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan obesitas dengan tekanan darah dengan melakukan pengukuran IMT, LiPi, RLPP dan tekanan darah pada orang dewasa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan Sebagaian besar orang dewasa mengalami obesitas dan hipertensi. Uji chi square membuktikan adannya hubungan signifikan (p<.05) antara IMT, LiPi, dan RLPP dengan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. Orang dewasa perlu memperhatikan cara-cara mengontrol berat badan dengan tujuan untuk mencapai tekanan darah yang optimal. Kata kunci: Indeks Massa Tubuh, Lingkar Pinggang, Rasio Lingkar Pinggang-panggul, Tekanan darah
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENAGA KESEHATAN TERHADAP KEMATIAN TENTANG KEPERAWATAN PALIATIF Ernawaty Siagian
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i3.814

Abstract

Perawatan paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dengan membantu mengatasi berbagai masalah penderitaan fisik, psikologis, sosial dan spiritual pada pasien yang tidak lagi responsif terhadap tindakan kuratif.Sikap terhadap kematian merupakan salah satu faktor yang paling penting yang mempengaruhi perilaku professional tenaga kesehatan.Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap kematian dalam perawatan paliatif.Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan menggunakan tehnik sampelconvinienceyang berjumlah 120 perawat yang bekerja di rumah sakit swasta di Bandar Lampung.Untuk mengukur tingkat pengetahuan digunakan kuesioner The Palliative Care Quiz for Nursing (PCQN), sedangkan untuk mengukur sikap terhadap kematian digunakan kuesioner Death Attitude Profile-Revised (DAP-R) Score.Hasil menunjukan bahwa tingkat pengetahuan perawat terhadap perawatan paliatif dalam kategori rendah dan sikap perawat terhadap kematiandalam kategori buruk. Hasil uji Spearman rho menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap perawat terhadap kematian dengan nilai p value 0228> 0,05. Nilai korelasi yang didapatkan r = -0,111 berarti ada hubungan yang berlawanan arah dengan tingkat keeratan yang sangat lemah. Mengkaji masalah dan kebutuhan pasien diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pasien paliatif dan pentingnya perawat menganalisis perasaan mereka sendiri mengenai kematian sebelum mereka dapat secara efektif membantu orang lain yang mengalami penyakit terminal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT TERHADAP KELENGKAPAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. W. Z. JOHANNES KUPANG Risal Sinlaeloe
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i3.835

Abstract

Documentation of nursing care is evidence and reporting owned by nurses that are useful for clients and important for nurses as the responsibility and accountability of various problems experienced by clients in receiving nursing services. If something is done that is not written or documented then it is assumed not to have happened and poor nursing documentation can cause information about the client to be interrupted. Nurses' knowledge and attitudes are important in determining the completeness of nursing care documentation. The purpose of this study was to analyze the relationship between nurses' knowledge and attitudes with the completeness of nursing care documentation in the Inpatient Room of. Regional Hospital Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang. The design used in this study is the correlation with cross sectional design. The sampling technique used is total sampling with 41 respondents nurses. Knowledge and attitude data collection was carried out using a questionnaire, and the completeness of documentation of nursing care was carried out using observation sheets. The results of the study indicate that there is a relationship between knowledge and attitude with the completeness of documentation of nursing care, so it is suggested efforts to increase the knowledge and attitudes of nurses to support the implementation of nursing care documentation. Keywords : Knowledge and attitude of nurses, completeness of documentation of nursing care
HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI SPO PEMBERIAN CAIRAN/ELEKTROLIT MELALUI INTRAVENA (IVFD) DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG Maria Yosepha Melania; Florentianus Tat; Sebastianus Kurniadi Tahu
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i3.866

Abstract

ABSTRAK Melania, Maria Yosepha, 2020. HUBUNGAN KEPATUHAN PERAWAT DALAM IMPLEMENTASI SPO PEMBERIAN CAIREN/ELEKTROLIT MELALUI INTRAVENA (IVFD) DENGAN KEJADIAN FLEBITIS DI RSUD S.K. LERIK KOTA KUPANG. *Dr.Florentianus Tat, S.Kp., M.Kes, **Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep, Ns., M.Kep Perawat merupakan salah satu profesi kesehatan yang melakukan asuhan keperawatan kepada pasien. Salah satu asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien adalah pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD). Pelaksanaan tindakan/asuhan keperawatan tersebut sering berdampak pada kejadian flebitis. Tindakan pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dilakukan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang berlaku. Sebagai pemberi asuhan, perawat harus paham dan patuh pada SPO. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kepatuhan perawat daalam implementasi SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadian flebitis di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain analitik korelasi dengan observasi analitik. Tekhnik yang digunakan adalah total sampling dengan total sample adalah 44 responden. Data penelitian dianalisa menggunakan uji bivariat. Hasil uji statistik menggunakan chi square menunjukkan hasil p-value 0,475 (p > α: 0,05). Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan antara kepatuhan perawat dalam implementasi SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadian flebitis. Kesimpulan; sebagian besar responden perawat tidak patuh pada SPO, sebagian besar responden pasien tidak mengalami kejadian flebitis sehingga tidak ada hubungan antara kepatuhan perawat dalam implementasi SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) dengan kejadian flebitis. Penelitian ini merekomendasikan agar meningkatkan sosialisasi tentang SPO yang telah disepakati, membuat protap mengenai waktu penggantian abocath dan set infus setelah 3 hari pemasangan, memperketat observasi terhadap tanda-tanda flebitis, dan diharapkan perawat lebih disiplin menjalankan SPO pemberian cairan/elektrolit melalui intravena (IVFD) karena pada SPO terdapat langkah-langkah yang beresiko terhadap plebitis. Kata Kunci : Kepatuhan Perawat, Cairan Intravena, Flebitis. ABSTRACT Melania, Maria Yosepha, 2020. THE CORRELATIONS OF NURSE SELF –CONTROL WITH THE IMPLEMENTATION OF THE SOP OF ELECTROLYTE SUPPLYING THROUGHT THE INTRAVENA (IVFD) AND THE PHLEBITIS CASE AT THE RUSUD. S.K. LERIK KOTA KUPANG. *Dr.Florentianus Tat, S.Kp., M.Kes , **Sebastianus Kurniadi Tahu, S.Kep, Ns., M.Kep The duty of a nurse is to take care the patients. One of its tasks is to provide for the electrolyte for the patients through the intravena (IVFD). The implementation of the task often results in a situation which is called phlebitis. The electrolyte supplying through intravena has to be conducted according to its Standardized Operational Procedures (SOP). Therefore, when a nurse performing the task, it is essential to follow and to comply with the SOP. The purpose of this study is to identify the correlation between the nurse self-control and the implementation of the Standardized Operational Procedures when supplying the electrolyte through the intravena (IVFD), with the phlebitis case at RSUD S.K. Lerik Kota Kupang. This is a quantitative study which adopts analytical correlative design with analytical observation. The data collection technique is total sampling that consists of 44 of the respondents. The data is analyzed through the bivariate test. The statistical result by using chi square reveals the p-value is 0,475 (p > ɑ: 0,05). This shows that there is no correlation between the nurse self-control and the implementation of the Standardized Operational Procedures when supplying the electrolyte through the intravena (IVFD), with the phlebitis case. The study reveals that most of the nurse-respondents do not comply with the Standardized Operational Procedures (SOP) and most of the patient-respondents do not show the phlebitis symptoms. Therefore, it can be concluded that there is no correlation of both cases with the phlebitis case. This study suggests several points: that the SOP needs to be advocated more according to the agreements, producing fixed-rules about the timing of the abocath exchange and infusion set 3 days after the installation, strict control and observation over the symptoms of the phlebitis, and nurse is expected to be more discipline when performing the electrolyte supplying through intravena which is based on the SOP because it provides cautions of phlebitis. Key words: Nurse self-control, Intravena substance, Phlebitis .
PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA MENGENAI TBC MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE CERAMAH DAN VIDEO Kezia Yunis Hernowo; Imanuel Sri Mei Wulandari
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i3.869

Abstract

Tuberculosis merupakan penyakit infesi yang disebabkan oleh bakteri microtuberculosis dan menular melalui percikan darah. Menurut WHO, TBC merupakan salah satu dari 10 besar penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Angka kejadian TBC paling banyak terjadi pada laki-laki dibanding perempuan, dan banyak terjadi di lingkungan yang lembab. Asrama putra yang merupakan lingkungan dimana banyak orang tinggal bersama menyebabkan tingkat penularan TBC semakin tinggi dan dengan pengetahuan yang kurang maka penduduk asrama perlu diberikan penyuluhan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengukur peningkatan pengetahuan mahasiswa asraa putra Universitas Advent Indonesia mengenai TBC dengan menggunakan metode ceramah dan video. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional (potong lintang). Jumlah pertisipan adalah 139 orang, dibagi menjadi 2 kelompok intervensi yaitu kelompok ceramah dan kelompok video. Pengambilan sampel dengan cara total sampling dan menggunakan instrument berupa kuesioner pre dan post. Data dihitung menggunakan spss versi 20. Hasil uji statistic nilai P value = 0,000 (0,000<0,05). Yang artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberi intervensi dengan metode ceramah dan video. Dapat disimpulkan bahwa kedua metode ceramah dan video sama-sama meningkatkan pengetahuan dengan perbedaan yang tidak signfikan. Dari kedua intervensi pendidikan kesehatan yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa asrama putra Universitas Advent Indonesia adalah metode video. Dengan penelitian ini, diharapkan pihak asrama putra Universitas Advent Indonesia dapat bekerjasama dengan instansi kesehatan lain dalam pengadaan pendidikan kesehatan khususnya dengan menggunakan media video.
P PENGARUH PEMBERIAN MADU LEBAH TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Natar Fitri Napitupulu
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i3.892

Abstract

Abstract Hypertension is defined as persistent blood pressure where the systolic pressure is above 140 mmHg and the diastolic pressure is above 90 mmHg. One of the ingredients of honey to reduce blood pressure is flavonoids. The design used in this study was "Quasi experimental pre-post test" by involving the control group and intervention group. The research subjects were Stage 1 hypertension sufferers and as many as 50 respondents using the convenience sampling method, in which 25 respondents were the experimental group and 25 were the control group respondents. Honey is given 20 cc for 7 days. The results of statistical tests in the experimental group and the control group using the dipendent sample t-test results from the intervention p-value and the control group with the Sig. (2-tailed) of 0,000 <0,05. Comparison of the following MAP in the experimental group and the control group using indipendent sample t-test with the Sig. (2-tailed) of 0,000 <0,05. The conclusion is the effect of giving honey bee to the reduction of blood pressure in elderly people with hypertension. Keywords: Honey Bee, Blood Pressure, Elderly, Hyperte
H HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SKABIES DI PANTI ASUHAN UJUNGGURAP TAHUN 2018 mastiur napitupulu; Sri Darmini Pulungan
CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL Vol 4 No 3 (2020): CHMK NURSING SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Cintra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37792/thenursing.v4i3.893

Abstract

ABSTRACT Scabies is a disease of significant public health significance as it is a substantial contributor to global morbidity and mortality. a factor in the high prevalence of scabies related to personal hygiene.The purpose of this study was to see the relationship between personal hygiene and the incidence of scabies. This type of research is in the form of an observational survey with a case-control approach. The research was conducted In ujung gurap orphanage. The study population was 150 people with a sample of 76 people (38 people in the case group and 38 people in the control group). The sampling technique uses "random sampling". Analysis of the data used is chi-square. The results of the study showing a Relation of significant between personal hygiene and the occurrence of scabies p=0.005 (p < 0,05), OR velue 4,293 times (95% CI : 1,625-11,346). To Recommended for orphanages to follow counseling from the health department and other health workers so that orphanages know how to avoid or prevent scabies.