cover
Contact Name
novri hardian
Contact Email
novri.hardian@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
admin_fdk@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi
ISSN : 26851881     EISSN : -     DOI : -
Al-Hikmah: Jurnal Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang diterbitkan kali pertama pada bulan Apil 2009. Sejarah pemilihan nama Al-Hikmah terinspirasi dari “Bayt al-Hikmah” yang menjadi pusat intelektual dan keilmuan pada masa keemasan Islam. Jurnal Al-Hikmah ini bertujuan membangkitkan kemajuan intelektual Islam terutama dalam bidang Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi melalui publikasi ilmiah. Jurnal Al-Hikmah ini menerima dan menerbitkan artikel hasil penelitian dalam bidang Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi atau yang terkait dengannya. Jurnal Al-Hikmah ini diterbitkan secara berkala setiap bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Upaya Pengurus Dalam Memakmurkan Masjid Raya Nagari Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat Dewi Febriani; Sarwan Sarwan; Fitri Ayu Lestari
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.2032

Abstract

Masjid Raya Nagari Ujung Gading has earned the title as the oldest, largest, grandest mosque and has become a model, but the quality and quantity of congregation do not match the title it carries. In this regard, this study aims to describe the efforts made by the management in prospering Masjid Raya Nagari Ujung Gading. This research is a field research (Field Research), using a qualitative descriptive method, namely a method that describes and describes events in accordance with actual conditions. . The results showed that the efforts made by the management to improve the quality and quantity of congregation at the Nagari Ujung Gading Raya Mosque in the fields of worship, preaching as well as supporting factors and inhibiting factors.
PEMBERDAYAAN BERBASIS MASJID DALAM PERSPEKTIF DAKWAH Mardan Mahmuda; Sarwan Sarwan
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 7 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.2027

Abstract

Speaking of mosque-based empowerment, then in the perspective of da'wah can be ascertained that the empowerment activity in question is Islamic empowerment and makes the mosque the center of its activities to realize the happiness of Islamic society in a secular and ukhrawi. Besides, the activity can restore the function of the mosque which should not only be a place of worship but also serve as a place of social activities such as empowerment activities. This article was compiled using qualitative methods through a literary study approach. Literature studies are conducted by collecting, reading, and analyzing various literature or references such as books, scientific journals, and various other scientific works related to mosque-based empowerment, da'wah-based empowerment, empowerment preaching, and so on. This article is about; definition of empowerment and da'wah, the nature and function of the mosque, the nature of empowerment and da'wah and discuss in detail mosque-based empowerment from the perspective of da'wah. This study is expected to be a contribution to empowerment agencies especially for scientists and da'wah practitioners who want to realize the welfare of the Islamic community of the world and the afterlife. As a reference for empowerment institutions, religious institutions, and other social institutions to empower the Islamic community to the maximum and sustainable.
Peran Da’i dalam Mengatasi Hoax di Indonesia (Studi Kasus Teknik Penyampaian dan Content Dakwah Ustadz Hanan Attaki Mengenai Hoax) Novita Ayu Febriana
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i1.2417

Abstract

Masalah hoax masih menjadi masalah yang kerap kali diperbincangkan di Indonesia, terutama di era berkembangnya era teknologi komunikasi dan social media dari berbagai platform. Hoax atau yang bisa disebut juga berita yang belum jelas kebenarannya menurut survey mengungkapkan bahwa dari 1.146 responden, 44,3% diantaranya menerima berita hoax setiap hari dan 17,2% menerima lebih dari satu kali dalam sehari[1]. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Mastel (2017) menyebutkan bahwa saluran yang banyak digunakan dalam penyebaran hoax adalah situs web, sebesar 34,90%, aplikasi chatting (Whatsapp, Line, Telegram) sebesar 62,80%, dan melalui media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dan Path) yang merupakan media terbanyak digunakan yaitu mencapai 92,40%[2]. Dalam kondisi saat ini saja saat Indonesia  sedang krisis akibat pandemi yang sedang melanda yaitu covid 19, sudah ada sebanyak 474 isu hoaks per 8 April 2020 yang disebarkan di 1.125 platform digital seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube (Kominfo,2020). Ajaran islam sendiri mengajarkan pada umatnya bahwa haruslah berkata jujur, kebenaran dan menyebarkan berita kebohongan merupakan kedosaan besar. Pendakwah sendiri secara umum menjadi perantara atau penyampai pesan islam tersebut agar masyarakat terliterasi dari adanya berita hoax seperti yang dilakukan oleh salah satu pendakwah muda yang mendapat julukan “ustad gaul” yang bahkan menyampaikan materi dakwah khusus mengenai hoax dan berbagai penyikapannya. Dari content – content tersebut yang disampaikan dalam bentuk ceramah, banyak di respon positif dan mendapatkan antusiasme dari kalangan generasi millennial yang sepakat dengan pesan dakwah yang dibawakan oleh Ustadz Hanan Attaki tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tekhnik penyampaian ceramah yang digunakan oleh Ustadz Hanan Attaki.Lc, dan juga apa saja content dakwahnya sehingga ini memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah hoax yang terjadi spesifiknya di kalangan sasaran dakwahnya yaitu generasi milenial. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan tekhnik analisis content dan semiotika dengan hasil bahwa peran da’i sangat membawa pengaruh besar kepada generasi saat ini sebagai pembimbing, pengarah serta contoh dalam mengatasi masalah hoax ini, dan dengan tekhnik penyampaian yang disesuaikan dengan bahasa sasaran dakwahnya, materi ini mampu diterima dan mendapatkan respon positif dari mad’u nya.[1] Jurnal Pekommas, Puslitbang Aplikasi Informatika dan Informasi Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.[2] Ibid
PERAN PENYULUH AGAMA DALAM PENINGKATAN MODERASI BERAGAMA DI KUA NANGGALO Novri Hardian
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Volume 6 No. 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v0i0.3136

Abstract

                                               ABSTRACTPenyuluh agama adalah salah salah gerak juru dakwah, mereka punya peran dalam memberikan pemahaman agama dan juga menyelesaikan masalah ditengah masyarakat. Moderasi beragama adalah program kementerian Agama dalam rangka mengambil jalan solutif di tengah perbedaan pemahaman keberagamaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskrptif. Dari temuan yang diteliti penulis diketahui bahwa KUA Nanggalo telah melaksanakan penyuluhan moderasi beragama, sehingga KUA dapat menciptakan kesejukan ditengah kemajemukan masyarakat, apalagi daerah Nanggalo adalah jalan terdekat menuju pusat kota Padang. Keyword : penyuluh, moderasi
TRANSFORMASI PERAN PEREMPUAN DALAM SERIAL FILM-FILM ANIMASI DISNEY PRINCESS Annisa Anindya; Alna Hanana
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3587

Abstract

Film Animasi Disney Princes memberikan representasi ideal akan peran perempuan yang unik dan menarik. Peran perempuan pada Disney Princess ini mengalami transformasi dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretif. Paradigma konstruktivisme digunakan untuk melihat bagaimana realitas yang ada bukanlah realitas yang natural melainkan hasil konstruksi sosial, dan film menjadi salah satu wadah yang representatif dalam menyajikan peran perempuan. Penelitian ini menggunakan analisis wacana Sara Mills. Model tersebut menitikberatkan pada wacana mengenai gender dan feminisme yang merupakan fokus dari penelitian ini melihat melalui posisi subyek-obyek dan posisi penulis-pembaca. Sehingga memberikan gambaran yang lebih luas terkait konstruksi realitas peran perempuan serta representasi yang dibangun di dalam film-film animasi Disney Princess ini.
Humanism according to Raja Haji Yahya, a Malay Muslim poet from Perak in the early 20th century Khairul Nizam Bin Zainal Badri
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3025

Abstract

Humanism became a central or important point in civilization because it was often associated with the intellectual movement. This study sought to look at the idea of a Malay literary figures of the 19th and early 20th century, a native of Perak, Raja Haji Yahya about aspects of humanism in his literary work. Qualitative methods with a literature approach were used to achieve the objectives of the study. The results of the study found that Raja Haji Yahya has used poetry as a medium to pour out the essence of humanity in the form of cynical metaphors. This is because at that time, the ruling power of the original inhabitants was taken over by the British colonialists. Following the British entry into the state of Perak, the landscape of governance and community life gradually underwent changes. According to Raja Haji Yahya, the society was divided, with one side being a supporter of the colonialists and the other being an opponent.
DIGITALISASI HUMAS PERGURUAN TINGGI MENGGADAPI ERA NEW NORMAL (STUDI KASUS HUMAS UIN IMAM BONJOL PADANG) Ghina Novarisa; Fitriani Ayu Lestari
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3588

Abstract

 Penggunaan media sosial sangat bermanfaat sekali dalam pembangunan citra perusahaan, dan juga bisa menjadi ancaman jika tidak bisa di manajemen secara baik. Hal tersebut pada dasarnya merupakan tugas yang dilakukan humas dimanapun baik diperguruan tinggi terlebih di era new normal ini. Dalam menghadapi era new normal ini, untuk melaksanakan perannya humas UIN Imam Bonjol terutama pada fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi melakukan adaptasi. Salah satu cara beradaptasi ini adalah dengan menjalankan peran seorang humas berbasis digital. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian kualitatif. hasilnya terdapat  dua  poin penting yaitu pertama, kegiatan cyber PR humas UIN imam bonjol dilakukan dengan memanfaatkan website dan media sosial (youtube, instagram, twitter dan facebook ) Kedua kendala dilapangan ; web tidak update, tampilan media cyber yang perlu dikreatifkan, informasi-informasi yang kurang terutama berita.
UJARAN KEBENCIAN: PERSPEKTIF ILMU PSIKOLOGI Gazi Saloom
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3060

Abstract

This article discusses about hate speech with systematic review method. All literatures related to hate speech were reviewed in depth way, then some of them were chosen particularly the most relevant to psychology science. Various concepts and theories were found able to explain the substance and the construct of hate speech. But it could be assisted that the concepts of prejudice and aggression were deemed as the most relevant to psychological matters
A SURVEY ON PROBLEMS CAUSED BY PSYCHOLOGICAL FACTORS AMONG GEN Z Rini Savira
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3351

Abstract

     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi psikologis remaja di era gen z, objek penelitian ini adalah remaja, jumlah partisipan yang terlibat sebanyak 80 responden dan data penelitian berupa kuesioner. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dalam penelitian ini 59 responden merasa psikisnya terganggu akibat pandemi Covid-19 dan 38 responden merasa bahwa dirinya sedang depresi akibat merasakan gangguan kecemasanyang berlebih, pola tidur yang tidak teratur, sulit untuk fokus dalam belajar dan daya minat belajar semakin berkurang; sedangkan dari 80 partisipan, 74 responden menjawab tidak pernah datang ke psikolog atau konselor, hal ini membuktikan bahwa sebanyak 36 remaja mendiagnosa dirinya depresi, Hal inilah yang menimbulkan polemik pada psikologis remaja. Fase remaja adalah fase dimana Pikiran/emosi masih labil,  sedang mencari jati dirinya, dan mudah tersinggung. Oleh karena itu perlu adanya evaluasi dalam hal ini, Karena jika tidak, para remaja sangat rentan terkena depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya, hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian bahwa sebesar 80 partisipan yang terlibat hampir semua mengalami gejala-gejala seperti gangguan kecemasan berlebih, sulit fokus dalam belajar dan pola tidur yang terganggu. Perlu adanya tindakan dan dukungan baik dari diri sendiri, orang tua maupun lingkungan sekitar tentang menjaga kesehatan mental di kalangan remaja khususnya saat pandemi Covid-19 seperti ini.Kata Kunci : Remaja, psikologis,  Generasi Z    The purpose of this study is to know the psychological conditions of adolescents in the age of gen z, the object of this study is adolescent, the number of participants involved as many as 80 respondents and the research data of questionnaires. The methodology used in the study is a descriptive quantitative approach, in this study 59 respondents felt psychologically disturbed by the covid-19 pandemic and 38 respondents felt they were depressed because of experiencing excessive anxiety disorders, irregular sleep patterns, difficulty in focusing on study and growing interest in study; As for 80 participants, 74 respondents who responded never to a psychologist or counselor, this proves that as many as 36 teens diagnosed themselves with depression, this is what gives rise to teen psychology. Adolescence is a phase where the mind/emotions remain unstable, self-seeking, and easily offended. Therefore there needs to be an evaluation in this case, for if not, teenagers are particularly susceptible to depression or other mental disorders, which has been shown by studies that up to 80 participants involved in almost all such symptoms as excessive anxiety disorder, difficulty focusing on study and impaired sleep patterns. Actions and support of both parents and the environment need to be self-sustaining among adolescents especially when such a covid-19 pandemic is.Keywords: Adolescent, Psychological, Z Generation
The Local Thought of Sungaipua About Early Marriage Intan - Julia; Jundi Muhammad Fauzan
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi VOLUME 8 NOMOR 2 TAHUN 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v8i2.3387

Abstract

ABSTRAK  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pandangan masyarakat Sungaipua terhadap pernikahan dini. Objek penelitian ini adalah tokoh masyarakat dan pemuka agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, dengan teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa menurut narasumber,  ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya pernikahan dini, diantaranya ada faktor pendidikan, faktor ekonomi dan faktor agama, serta ada beberapa dampak negatif dari pernikahan dini, diantaranya kehilangan masa remaja dan terjadi kasus  perceraian. Dapat disimpulkan bahwa dengan pernikahan dini tidak menjamin kehidupan rumah tangga seseorang  akan selalu harmonis, karena di usia remaja, para remaja biasanya belum mampu untuk berfikir dengan matang dan belum mampu menahan emosinya, karena setelah menikah pasti ada permasalahan  yang terjadi dalam rumah tangga. Oleh karena itu, banyak persoalan-persoalan yang harus dipersiapkan oleh seseorang untuk melanjutkan ke tahap pernikahan.  ABSTRACT The purpose of this study was to find out how the Sungaipua community views early marriage. The objects of this research are community leaders, religious leaders, and ordinary people. The method used in this research is descriptive-qualitative method, with interview technique. The results of this study indicate that according to the informant, there are several factors that cause early marriage, including educational factors, economic factors and religious factors, and there are several negative impacts of early marriage, including loss of adolescence and divorce cases. It can be concluded that early marriage does not guarantee a person's household life will always be harmonious, because at the age of teenagers, teenagers are usually not able to think carefully and have not been able to contain their emotions, because after marriage there must be problems that occur in the household. Therefore, there are many issues that must be prepared by a person to proceed to the stage of marriage. 

Page 9 of 13 | Total Record : 125