cover
Contact Name
Muhammad Rizal
Contact Email
rizalmuhammad08@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
andisukainah@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian
ISSN : 24768995     EISSN : 26147858     DOI : -
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian adalah publikasi ilmiah hasil penelitian bidang teknologi pertanian dengan No. P-ISSN 2476 -8995 (Print) dan No. E-ISSN 2614-7858 (Online). Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Pertanian Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian diterbitkan dua kali setahun (Februari dan November). Artikel yang dimuat berupa artikel yang merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Ruang lingkupnya mencakup Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Ilmu dan Teknologi Pangan, Mekanisasi Pertanian, Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Hasil Perikanan, Teknologi Hasil Peternakan, Teknologi Hasil Perkebunan, Pasca Panen, Gizi dan Pangan.
Arjuna Subject : -
Articles 316 Documents
Implementasi Program Model Desa Konservasi (MDK) Di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja Fadilah, Fadilah; Nuddin, Andi; Toaha, Sahabuddin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): September Suplemen
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.9933

Abstract

Model Desa Konservasi (MDK) merupakan pilot project pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi yang  dimaksudkan sebagai upaya perlindungan dan pelestarian kawasan konservasi dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif agar tercipta hubungan yang harmonis antara kelestarian kawasan dengan kebutuhan masyarakat sekitar kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai implementasi Program Model Desa Konservasi yang selama ini terlaksana di Taman Wisata Alam Lejja. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptifkualitatif dalam membahas fenomena yang terjadi dalam proses implementasi Program Model Desa Konservasi yang selama ini terlaksana di Taman Wisata Alam Lejja. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa implementasi program pemberdayaanmasyarakat di melalui Program Model Desa Konservasi  secara umum dinilai belum berhasil. Rendahnya tingkat produksi dan pemanfaatan peralatan yang tidak digunakan secara maksimal oleh KTH Anggrek . Oleh karena itu perlu meningkatkankapasitas SDM pendamping sehinggamampu membangun kerja sama dengan berbagai pihak baik instansi terkait maupun antar anggota dalam kelompok itu sendiri.
Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata) dan Lama Fermentasi Dalam Pembuatan Tempe Mahfud, Firda Latifah Rahayu; Sukainah, Andi; Lahming, Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i1.18575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk biji labu kuning dan lama fermentasi terhadap mutu tempe. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu: penambahan serbuk biji labu (Kontrol = 0%, B1 = 5%, B2 = 10%, dan B3 = 15%) dan lama fermentasi (F1 = 28 jam, dan F2 = 32 jam) dengan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati meliputi kadar air, kadar abu, kadar protein, dan aktivitas antioksidan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penambahan serbuk biji labu dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap mutu tempe. Hasil uji penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu perlakuan dengan penambahan 5% serbuk biji labu kuning dan 32 jam variasi lama fermentasi (B1F2). Karakteristik kimia tempe perlakuan ini adalah kadar air 57,67%, kadar abu 0,98%, kadar protein 23,07%, aktivitas antioksidan 79,77% dan memenuhi persyaratan mutu dan keamanan tempe (SNI 01-3144-1992).
Pembuatan Stik Berbahan Dasar Tepung Tulang Ikan Bandeng (Chanos chanos) dan Bubur Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Sampebua, Delfianti; Sukainah, Andi; Yanto, Subari
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i1.12569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung tulang ikan bandeng dan bubur rumput laut terhadap kandungan kalsium, iodium, fosfor serta karakteristik organoleptik pada stik yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, yaitu: K tanpa penambahan konsentrasi tepung tulang ikan bandeng dan konsentrasi bubur rumput laut, konsentrasi tepung tulang ikan bandeng 1.5%, 2% dan 2.5% serta konsentrasi bubur rumput laut 1%, 2% dan 3%. Parameter yang diamati meliputi kadar kalsium, kadar iodium dan kadar fosfor serta organoleptik meliputi warna, aroma dan rasa. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 22.0 dengan menggunakan teknik analisis sidik ragam (ANOVA) yang dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi tepung tulang ikan bandeng dan bubur rumput laut pada uji kadar kalsium, kadar iodium dan kadar fosfor terbaik diperoleh pada perlakuan 2.5% dan 3%, serta pada uji organoleptik secara keseluruhan disukai oleh panelis.Kata Kunci :Stik, tulang ikan, rumput laut
Pengaruh Warna Wadah Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gabus (Channa striata) Risda, Risda; Lahming, Lahming; Mustari, Amira
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5, No 2 (2019): September Suplemen
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v5i2.10096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh warna wadah pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup, bobot dan panjang benih ikan, serta adakah pengaruh terbaik yang diberikan dari padat tebar benih ikan yang diberikan pada pertumbuhan benih ikan gabus air tawar. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 8 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pertama yakni penggunaan wadah pemeliharaan dengan warna beragam diantaranya warna biru, hijau, hitam dan putih. Perlakuan kedua yakni penggunaan padat tebar benih yang berbeda yakni 75 dan 50. Tahap pertama adalah persiapan bahan dan alat penelitian. Tahap kedua adalah pengamatan rutin selama masa pemeliharaan (30 hari). Tahap ketiga adalah pengumpulan data, uji normalitas dan homogenitas, serta dilanjutkan dengan analisis sidik ragam (ANOVA) beserta uji lanjut pengaruh perlakuan. Parameter yang diamati antara lain, kualitas air pemeliharaan yang berupa suhu, pH, dan DO, serta pertumbuhan benih ikan gabus yang berupa kelangsungan hidup (%), pertumbuhan bobot mutlak dan laju pertumbuhan harian (%) benih ikan gabus air tawar. Warna wadah pemeliharaan ternyata berpengaruh secara signifikan terhadap kelangsungan hidup, bobot dan panjang benih ikan gabus. Selain itu, terdapat pula perlakuan terbaik yang diperoleh pada padat tebar 50.
Pengaruh Umur Panen terhadap Produksi Rumput Laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Takalar saat Musim Timur Andi Alamsyah Rivai; Husain Syam; Reski Febyanti Rauf; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 6, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v6i2.14757

Abstract

Dibutuhkan strategi budidaya yang tepat untuk meningkatkan produktifitas rumput laut Eucheuma cottonii di Kabupaten Takalar. Salah satu strategi tersebut adalah umur panen yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh umur panen terhadap produktifitas rumput laut Eucheuma cottonii yang dibudidayakan selama musim timur di perairan Kabupaten Takalar. Rumput laut dibudidayakan pada musim timur (Juli dan Agustus) dan dipanen pada umur yang berbeda, yaitu umur panen 30 hari, 45 hari, dan 60 hari. Metode budidaya rumput laut yang digunakan adalah metode long line. Data yang dikumpulkan berupa data berat rumput laut dan data kualitas air. Data berat yang dikumpulkan dianalisis dengan ANOVA dan Tukey-HSD. Data kualitas air dievaluasi dengan cara membandingkan dengan standar kualitas air untuk budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur panen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap produktifitas rumput laut (p<0.05). Umur panen yang memiliki produktifitas tertinggi adalah 45 hari. Berdasarkan evaluasi kualitas air, perairan Kabupaten Takalar pada musim timur masih mendukung untuk kegiaan budidaya rumput laut Eucheuma cottonii. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi informasi bagi stahekholder untuk menyusun strategi budidaya rumput laut yang tepat dan dapat meningkatkan produktifitas rumput laut di Kabupaten Takalar.
Pemodelan Kinetika Pengeringan Rumput Laut Eucheuma cottonii Menggunakan Pengering Surya Efek Rumah Kaca Reski Febyanti Rauf
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i1.19312

Abstract

Salah satu tahapan penanganan pascapanen yang mempengaruhi kualitas rumput laut adalah proses pengeringan. Pengeringan rumput laut melibatkan parameter-parameter pengeringan yang kompleks sehingga menghasilkan kinetika pengeringan yang khas. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi model matematika pengeringan lapisan tipis yang sesuai untuk menggambarkan kinetika pengeringan rumput laut Eucheuma cottonii dengan menggunakan pengering surya efek rumah kaca. Pengeringan dilakukan dengan menghamparkan rumput laut segar di atas tray dan ditimbang setiap jam selama pengeringan berlangsung. Selanjutnya, dilakukan pengukuran kadar air, laju pengeringan, dan MR. Nilai MR diterapkan pada berbagai model matematika pengeringan lapisan tipis dan dilakukan curve fitting menggunakan analisis regresi nonlinear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pengering surya efek rumah kaca secara efektif dapat menghasilkan rumput laut kering yang baik dalam jangka waktu yang relatif singkat. Adapun model yang paling akurat mendeskripsikan kinetika pengeringan rumput laut yaitu model Midilli dengan persamaan matematika MR = 1,00192 exp (-0,23914t(1,14766)) + 0,00036t. Model tersebut memiliki nilai R2 0,99877 dan nilai χ2 0,0001229. Tingkat kesesuaian hasil prediksi model matematika dengan hasil observasi sangat sesuai dengan nilai R2 = 0.99877, χ2 = 0.000103, RMSE = 0.009914, SSE = 0.001966, dan EF = 0,998767. Nilai effective moisture diffusivity pengeringan rumput laut Eucheuma cottonii yaitu 2,54 x 10-8 m2/s.
Rancang Bangun Prototipe Sistem Kontroling dan Monitoring Akuaponik Menggunakan Mikrokontroler Wemos D1 Mini Abdul Wahab; Muhammad Rais; Fathahillah Fathahillah; Jamaluddin Jamaluddin; Khaidir Rahman
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i2.20276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perancangan sistem kerja yang efektif dan efesien pada prototipe sistem kontroling dan monitoring akuaponik menggunakan mikrokontroler wemos d1 mini. Bentuk penelitian ini adalah rancang bangun dengan model pengembangan prototipe. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian setiap komponen sensor alat dengan cara melakukan uji coba terhadap alat yang telah berhasil dibuat. Sistem kontrol dan monitoring akuaponik ini menggunakan mikrokontroler untuk memonitor dan mengontrol sistem kerja dari alat ini. Dalam pengujian ini prototipe sistem kontrol dan monitoring akuaponik akan menampilkan hasil pembacaan kondisi akuaponik di aplikasi blynk dan secara otpmatis akan mengontrol apabila terdapat kondisi yang tidak sesuai secara realtime. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) prototipe sistem kontroling dan monitoring akuaponik menggunakan mikrokontroler wemos d1 mini dapat memudahkan masyarakat. (2) berdasarkan pada hasil pengujian prototipe sistem monitoring dan kontroling akuaponik ini dapat bekerja dan berjalan dengan baik.
UJI EFISIENSI LAPANG UNMANNED AERIAL VEHICLE (UAV) BERBASIS QUADCOPTER KAPASITAS 10L DALAM PEMUPUKAN TANAMAN PADI Khaidir Rahman; Ervi Novitasari; Nunik Lestari
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i2.23158

Abstract

Perkembangan sistem kontrol dan robotika dalam sektor pertanian sudah menjadi ciri khas dalam era revolusi industri 4.0, termasuk dalam hal ini penerapannya dalam pemupukan tanaman padi. Penyemprotan dengan pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) berbasis drone menjadi salah satu kunci untuk memaksimalkan proses pemupukan tanaman untuk mencapai hasil produksi yang meningkat. Desain UAV memiliki kapasitas penampungan 10L dengan 4 lubang nozzle yang beroperasi secara bersamaan dan otomatis. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk melakukan uji efisiensi lapang pada UAV yang telah dikembangkan dengan membandingkan antara kapasitas lapang efektif (KLE) dan kapasitas lapang teoritis (KLT). Jenis penelitian ini yaitu peneltian rekayasa dan data yang dihasilkan adalah data kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil kapasitas lapang teoritis (KLT) 2,29 ha/jam, waktu kerja 0,15 jam dari luas lahan 3000 m2 kapasitas lapang efektif (KLE) 2,03 ha/jam, dan efisiensi lapang sebesar 88,60%.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Polar Bunga Kecombrang (Etlingera elatior) serta Potensi Aplikasinya Pada Produk Daging dan Ikan Alnadia Yusriya Hibatullah; Tri Yuliana
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i2.18354

Abstract

Bunga kecombrang diekstrasi dan difraksinasi untuk diperoleh fraksi polarnya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi terbaik dari fraksi polar bunga kecombrang untuk menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dan S.aureus serta potensinya sebagai alternatif bahan pengawet alami pada produk daging dan ikan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan empat perlakuan konsentrasi (0%, 10%, 20% dan 30%) dan dilakukan secara triplo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi polar memberikan aktivitas antibakteri terbaik pada konsentrasi 30% terhadap bakteri S. aureus dan E.coli dengan diameter daya hambat masing - masing 18,50 dan 14,96 mm. Fraksi polar bunga kecombrang dengan konsentrasi 30% memiliki potensi untuk menjadi pengawet alami bagi produk daging dan ikan untuk memperpanjang umur simpan produk daging dan ikan serta menjaga kualitasnya.
Modifikasi alat pengayak bubuk kopi (coffea sp.) Tipe silinder Yahyatul Nur; Jamaluddin Jamaluddin; Lahming Lahming
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 7, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jptp.v7i2.19129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dalam melakukan pengayakan dalam menghasilkan produk bubuk kopi yang lebih halus dan juga proses pengayakan yang lebih efektif. Penelitian ini adalah modifikasi alat yang bertujuan untuk melihat berapa kapasitas kerja alat pada saat pengujian. Data penelitian diperoleh dari hasil pengujian dengan melakukan uji coba perbandingan antara pengayak menggunakan mesin dan Arduino nano. Teknik analisis data dilakukan secara kauntitaif dengan statistik deksriptif. Prinsip kerja dari alat ini adalah mengsortasi bubuk kopi. Proses pengujian alat menggunakan masing-masing 300 gram bubuk kopi dengan durasi 5, 10, dan 15 menit yang dilakukan sebanyak 3 kali uji coba.Berdasarkan hasil perbandingan dengan durasi waktu 5 menit, pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 245, 3 dan arduino nano sebesar 127,3 gram, durasi 10 menit pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 259,6 gram dan arduino nano sebesar 137,7 gram, dan durasi 15 menit pengayak bubuk kopi menggunakan mesin menghasilkan rata-rata 266,6 gram dan arduino sebesar 156,3 gram. Sehingga pengayakan bubuk kopi silinder, lebih efektif jika dibandingkan dengan pengayakan sebelumnya dengan menggunakan arduino nano.