cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 836 Documents
Pengaruh Penguatan Strategi Regulasi Emosi Mikro terhadap Kemampuan Guru Raudhatul Athfal dalam Membangun Lingkungan Belajar Responsif Isna Rahma; Edi Waluyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9574

Abstract

Kemampuan guru dalam membangun lingkungan belajar responsif merupakan salah satu kompetensi penting yang mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui interaksi yang hangat, peka, dan suportif. Namun, guru masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola respons emosional secara adaptif pada situasi pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penguatan strategi regulasi emosi mikro terhadap kemampuan guru Raudhatul Athfal (RA) dalam membangun lingkungan belajar responsif di Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui desain one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri atas 30 guru RA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa workshop penguatan strategi regulasi emosi mikro. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-test, dan analisis N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru setelah mengikuti intervensi. Uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa penguatan strategi regulasi emosi mikro berpengaruh signifikan terhadap kemampuan guru dalam membangun lingkungan belajar responsif. Selain itu, hasil analisis N-Gain Score sebesar 0,502 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan guru. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan strategi regulasi emosi mikro dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih responsif, hangat, dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
Praktik SECILO sebagai Strategi Pengembangan Learning Organization di Pondok Pesantren Titi Hendrawati; Mustopa Mustopa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik SECILO (Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization Learning Organization) sebagai strategi pengembangan Learning Organization di Pondok Pesantren Roi’yatul Mujahidin Sukatani Kabupaten Bekasi. Kebutuhan pesantren untuk beradaptasi terhadap perubahan pendidikan menuntut pengelolaan pengetahuan yang mampu mengintegrasikan pengalaman individual menjadi pembelajaran organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SECILO berlangsung melalui siklus berbagi pengetahuan, dokumentasi pengalaman, integrasi pengetahuan ke dalam sistem organisasi, dan penerapan kembali pengetahuan dalam praktik pembelajaran. Praktik tersebut memperkuat kolaborasi, kompetensi guru, budaya reflektif, dan perbaikan mutu berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa SECILO berpotensi menjadi strategi pengembangan organisasi pembelajar yang adaptif sekaligus berakar pada nilai pendidikan Islam.
Peran Workshop dan Pelatihan dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD di Era Digital ravika rizqi haryaning; Edi Waluyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9584

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran krusial sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kognitif anak, yang menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, berbagai permasalahan mutu pendidikan serta keterbatasan penguasaan teknologi digital oleh guru masih sering ditemui di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan efektivitas workshop serta pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD di era digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) sebagai panduan penelusuran literatur. Sumber data diperoleh melalui basis data Google Scholar dengan kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan kerangka kerja PEOS (Population, Exposure, Outcome, Study Design) serta rentang tahun terbit 2016 hingga 2026. Berdasarkan hasil analisis dari 8 artikel terpilih, jenis kegiatan yang paling banyak diangkat adalah workshop dan pelatihan berbasis pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi AI (Artificial Intelligence) dan Canva. Hasil tinjauan menunjukan bahwa penyelenggaraan workshop dan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatan kompetensi guru PAUD terutama dalam literasi digital serta keterampilan merancang pembelajaran berbasis teknologi.
Analisis Miskonsepsi Konseptual dan Prosedural Siswa Kelas XI pada Materi Eksponen di Kepulauan Selayar Saripuddin; Irwan Akib; Haerul Syam
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematika siswa yang berakar pada miskonsepsi persisten, khususnya pada materi eksponen yang merupakan konsep prasyarat bagi matematika lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk miskonsepsi konseptual dan prosedural yang dialami siswa kelas XI di SMAN 2 Selayar beserta faktor penyebabnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 97 siswa dengan 4 subjek yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat keparahan miskonsepsi. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik berbentuk esai dan wawancara klinis berbasis tugas (task-based interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konseptual, siswa mengalami miskonsepsi notasi (mengartikan pangkat nol sebagai nilai basis dan gagal memaknai invers perkalian pada pangkat negatif), namun tidak mengalami miskonsepsi bahasa. Pada aspek prosedural, siswa mengalami spesialisasi berlebihan dengan mencampuradukkan sifat perkalian dan perpangkatan, serta generalisasi berlebihan dengan mendistribusikan pangkat ke dalam operasi penjumlahan polinomial secara ilegal. Miskonsepsi ini disebabkan oleh dominasi pemahaman instrumental, keterbatasan abstraksi aljabar yang memicu asosiasi keliru, serta kuatnya intervensi aturan aritmetika dasar. Kesimpulannya, miskonsepsi eksponen bersifat persisten jika tidak ditangani. Oleh karena itu, penggunaan strategi konflik kognitif berbasis substitusi numerik sangat direkomendasikan untuk membongkar pemahaman instrumental siswa menuju pemahaman relasional secara efektif.
Pengaruh Layanan Penguasaan Konten dan Teknik Self-Management  Dalam Meningkatkan Disiplin Diri Peserta Didik di SMP Negeri 2 Lotu Sebastiana Jeffi Lase; Famahato Lase; Hosianna Rodearni Damanik; Justin Foera-era Lase
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan penguasaan konten dan teknik Self-Management terhadap disiplin diri peserta didik di SMP Negeri 2 Lotu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 peserta didik kelas VIII B yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin diri dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta regresi linear berganda dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata disiplin diri peserta didik meningkat dari 38,21 pada pretest menjadi 84,48 pada posttest. Secara parsial, layanan penguasaan konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin diri dengan nilai = 6,564 dan signifikansi 0,000, sedangkan teknik Self-Management juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai = 3,621 dan signifikansi 0,001. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap disiplin diri dengan nilai  = 21,578 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,615 menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dan teknik Self-Management secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 61,5% terhadap disiplin diri peserta didik. Dengan demikian, layanan penguasaan konten yang dipadukan dengan teknik Self-Management dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam meningkatkan disiplin diri peserta didik.
The Influence of Self-Directed Learning on Teacher Certification Success: Logistic Regression Analysis among Indonesian English Language Teachers Triana Ramdha; Mirfaturiqa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9611

Abstract

This study investigated whether Self-Directed Learning (SDL), as viewed through the lens of Self-Determination Theory (SDT), predicts the chance of teacher professional certification (Pendidikan Profesi Guru, PPG) achievement among Indonesian English language teachers. Using a quantitative cross-sectional methodology, connected survey and certification records for 46 instructors selected purposively from Riau and nearby areas were examined using binary logistic regression. SDL was measured with a 15-item, three-dimensional instrument spanning autonomy, competence, and relatedness, which demonstrated excellent internal consistency in the current sample (α = .93). A confirmatory model tested total SDL score alongside teaching experience, while an exploratory model decomposed SDL into its three subscales. Total SDL score significantly predicted certification success after adjusting for teaching experience (OR = 1.12, 95% CI [1.01, 1.24]), with good model discrimination (AUC = .83) and adequate calibration (Hosmer-Lemeshow p = .49); teaching experience was the strongest single predictor (OR = 3.15). At the subscale level, only autonomy remained an independent, significant predictor (OR = 1.61, p = .036), while competence and relatedness did not reach significance once their shared variance was accounted for. These findings indicate that autonomy-supportive, self-initiated professional learning is the SDL dimension most worth prioritizing in PPG preparation and mentoring, while pointing to the need for larger, more complete datasets to confirm which dimensions matter most. The study contributes quantitative, probability-based evidence to a body of SDL-professional development literature that has so far relied largely on qualitative and continuous-outcome designs.