cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 847 Documents
Pengaruh Penguatan Strategi Regulasi Emosi Mikro terhadap Kemampuan Guru Raudhatul Athfal dalam Membangun Lingkungan Belajar Responsif Isna Rahma; Edi Waluyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9574

Abstract

Kemampuan guru dalam membangun lingkungan belajar responsif merupakan salah satu kompetensi penting yang mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini melalui interaksi yang hangat, peka, dan suportif. Namun, guru masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola respons emosional secara adaptif pada situasi pembelajaran sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penguatan strategi regulasi emosi mikro terhadap kemampuan guru Raudhatul Athfal (RA) dalam membangun lingkungan belajar responsif di Kabupaten Sragen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental melalui desain one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri atas 30 guru RA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi berupa workshop penguatan strategi regulasi emosi mikro. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Paired Sample t-test, dan analisis N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru setelah mengikuti intervensi. Uji Paired Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa penguatan strategi regulasi emosi mikro berpengaruh signifikan terhadap kemampuan guru dalam membangun lingkungan belajar responsif. Selain itu, hasil analisis N-Gain Score sebesar 0,502 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa intervensi yang diberikan cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan guru. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan strategi regulasi emosi mikro dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih responsif, hangat, dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
Praktik SECILO sebagai Strategi Pengembangan Learning Organization di Pondok Pesantren Titi Hendrawati; Mustopa Mustopa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik SECILO (Socialization, Externalization, Combination, dan Internalization Learning Organization) sebagai strategi pengembangan Learning Organization di Pondok Pesantren Roi’yatul Mujahidin Sukatani Kabupaten Bekasi. Kebutuhan pesantren untuk beradaptasi terhadap perubahan pendidikan menuntut pengelolaan pengetahuan yang mampu mengintegrasikan pengalaman individual menjadi pembelajaran organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SECILO berlangsung melalui siklus berbagi pengetahuan, dokumentasi pengalaman, integrasi pengetahuan ke dalam sistem organisasi, dan penerapan kembali pengetahuan dalam praktik pembelajaran. Praktik tersebut memperkuat kolaborasi, kompetensi guru, budaya reflektif, dan perbaikan mutu berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa SECILO berpotensi menjadi strategi pengembangan organisasi pembelajar yang adaptif sekaligus berakar pada nilai pendidikan Islam.
Peran Workshop dan Pelatihan dalam Meningkatkan Kompetensi Guru PAUD di Era Digital ravika rizqi haryaning; Edi Waluyo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9584

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memegang peran krusial sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kognitif anak, yang menuntut guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Namun, berbagai permasalahan mutu pendidikan serta keterbatasan penguasaan teknologi digital oleh guru masih sering ditemui di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan efektivitas workshop serta pelatihan terhadap peningkatan kompetensi guru PAUD di era digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) sebagai panduan penelusuran literatur. Sumber data diperoleh melalui basis data Google Scholar dengan kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan kerangka kerja PEOS (Population, Exposure, Outcome, Study Design) serta rentang tahun terbit 2016 hingga 2026. Berdasarkan hasil analisis dari 8 artikel terpilih, jenis kegiatan yang paling banyak diangkat adalah workshop dan pelatihan berbasis pemanfaatan teknologi digital, seperti aplikasi AI (Artificial Intelligence) dan Canva. Hasil tinjauan menunjukan bahwa penyelenggaraan workshop dan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatan kompetensi guru PAUD terutama dalam literasi digital serta keterampilan merancang pembelajaran berbasis teknologi.
Analisis Miskonsepsi Konseptual dan Prosedural Siswa Kelas XI pada Materi Eksponen di Kepulauan Selayar Saripuddin; Irwan Akib; Haerul Syam
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9596

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi matematika siswa yang berakar pada miskonsepsi persisten, khususnya pada materi eksponen yang merupakan konsep prasyarat bagi matematika lanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk miskonsepsi konseptual dan prosedural yang dialami siswa kelas XI di SMAN 2 Selayar beserta faktor penyebabnya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 97 siswa dengan 4 subjek yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat keparahan miskonsepsi. Data dikumpulkan melalui tes diagnostik berbentuk esai dan wawancara klinis berbasis tugas (task-based interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konseptual, siswa mengalami miskonsepsi notasi (mengartikan pangkat nol sebagai nilai basis dan gagal memaknai invers perkalian pada pangkat negatif), namun tidak mengalami miskonsepsi bahasa. Pada aspek prosedural, siswa mengalami spesialisasi berlebihan dengan mencampuradukkan sifat perkalian dan perpangkatan, serta generalisasi berlebihan dengan mendistribusikan pangkat ke dalam operasi penjumlahan polinomial secara ilegal. Miskonsepsi ini disebabkan oleh dominasi pemahaman instrumental, keterbatasan abstraksi aljabar yang memicu asosiasi keliru, serta kuatnya intervensi aturan aritmetika dasar. Kesimpulannya, miskonsepsi eksponen bersifat persisten jika tidak ditangani. Oleh karena itu, penggunaan strategi konflik kognitif berbasis substitusi numerik sangat direkomendasikan untuk membongkar pemahaman instrumental siswa menuju pemahaman relasional secara efektif.
Pengaruh Layanan Penguasaan Konten dan Teknik Self-Management  Dalam Meningkatkan Disiplin Diri Peserta Didik di SMP Negeri 2 Lotu Sebastiana Jeffi Lase; Famahato Lase; Hosianna Rodearni Damanik; Justin Foera-era Lase
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan penguasaan konten dan teknik Self-Management terhadap disiplin diri peserta didik di SMP Negeri 2 Lotu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 23 peserta didik kelas VIII B yang ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala disiplin diri dan dianalisis melalui statistik deskriptif serta regresi linear berganda dengan uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata disiplin diri peserta didik meningkat dari 38,21 pada pretest menjadi 84,48 pada posttest. Secara parsial, layanan penguasaan konten berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin diri dengan nilai = 6,564 dan signifikansi 0,000, sedangkan teknik Self-Management juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai = 3,621 dan signifikansi 0,001. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap disiplin diri dengan nilai  = 21,578 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,615 menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten dan teknik Self-Management secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 61,5% terhadap disiplin diri peserta didik. Dengan demikian, layanan penguasaan konten yang dipadukan dengan teknik Self-Management dapat menjadi salah satu pendekatan yang relevan dalam meningkatkan disiplin diri peserta didik.
The Influence of Self-Directed Learning on Teacher Certification Success: Logistic Regression Analysis among Indonesian English Language Teachers Triana Ramdha; Mirfaturiqa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9611

Abstract

This study investigated whether Self-Directed Learning (SDL), as viewed through the lens of Self-Determination Theory (SDT), predicts the chance of teacher professional certification (Pendidikan Profesi Guru, PPG) achievement among Indonesian English language teachers. Using a quantitative cross-sectional methodology, connected survey and certification records for 46 instructors selected purposively from Riau and nearby areas were examined using binary logistic regression. SDL was measured with a 15-item, three-dimensional instrument spanning autonomy, competence, and relatedness, which demonstrated excellent internal consistency in the current sample (α = .93). A confirmatory model tested total SDL score alongside teaching experience, while an exploratory model decomposed SDL into its three subscales. Total SDL score significantly predicted certification success after adjusting for teaching experience (OR = 1.12, 95% CI [1.01, 1.24]), with good model discrimination (AUC = .83) and adequate calibration (Hosmer-Lemeshow p = .49); teaching experience was the strongest single predictor (OR = 3.15). At the subscale level, only autonomy remained an independent, significant predictor (OR = 1.61, p = .036), while competence and relatedness did not reach significance once their shared variance was accounted for. These findings indicate that autonomy-supportive, self-initiated professional learning is the SDL dimension most worth prioritizing in PPG preparation and mentoring, while pointing to the need for larger, more complete datasets to confirm which dimensions matter most. The study contributes quantitative, probability-based evidence to a body of SDL-professional development literature that has so far relied largely on qualitative and continuous-outcome designs.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Berdasarkan Tipe Kepribadian Introvert Khaerullah Khaerullah; Ikhbariaty Qadri; Erni Ekafitria Bahar
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9577

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi salah satu masalah dalam pembelajaran matematika, khususnya pada siswa dengan tipe kepribadian introvert yang umumnya dianggap kurang aktif secara verbal, sehingga penting untuk mengkaji apakah karakteristik kepribadian tersebut turut memengaruhi cara mereka mengomunikasikan ide matematis secara visual, lisan, dan tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dengan tipe kepribadian introvert berdasarkan empat indikator komunikasi matematis Sumarmo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek satu siswa kelas VIII SMP Islam Athirah Makassar, yang dipilih dari 13 siswa introvert (dari total 35 siswa: 10 ekstrovert, 13 introvert, dan 12 ambivert) berdasarkan skor angket kepribadian introvert tertinggi serta rekomendasi guru terkait konsistensi karakter introvert subjek dalam pembelajaran sehari-hari. Instrumen yang digunakan berupa angket tipe kepribadian, tes kemampuan komunikasi matematis, dan pedoman wawancara, yang seluruhnya telah divalidasi oleh dua dosen ahli melalui expert judgment serta diuji reliabilitasnya. Validitas data diperoleh melalui triangulasi waktu, yaitu dengan membandingkan hasil tes dan wawancara yang dikumpulkan pada dua waktu berbeda untuk melihat konsistensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tipe kepribadian introvert memiliki kemampuan komunikasi matematis visual dan lisan yang baik, ditandai dengan kemampuan merepresentasikan masalah secara tepat ke dalam bentuk diagram serta menjelaskan strategi penyelesaian secara runtut saat wawancara; namun, kemampuan komunikasi tertulisnya belum sepenuhnya setara, terlihat dari langkah-langkah penyelesaian dan kesimpulan yang dituliskan pada lembar jawaban yang belum lengkap. Temuan ini menunjukkan bahwa karakter introvert tidak menghambat pemahaman dan representasi matematis siswa, tetapi lebih memengaruhi bentuk penyampaiannya, yaitu subjek mengomunikasikan ide lebih optimal secara lisan dibandingkan tertulis.
Pengaruh Layanan Bimbingan Konseling Klasikal Dengan Teknik Mind Mapping Terhadap Pemahaman Perencanaan Karir Siswa di SMP Negeri 2 Lotu Agustia Ningsih Hulu; Hosianna Rodearni Damanik; Famahato Lase; Tiara Aulia Pradina
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9612

Abstract

Rendahnya pemahaman perencanaan karir pada siswa sekolah menengah pertama dapat menyebabkan ketidakjelasan dalam mengenali potensi diri, menentukan pilihan pendidikan lanjutan, dan menetapkan alternatif karir yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan dan konseling klasikal dengan teknik mind mapping terhadap pemahaman perencanaan karir siswa di SMP Negeri 2 Lotu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa kelas VIII-A yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket pemahaman perencanaan karir yang mencakup kesadaran pendidikan, kesadaran karir, eksplorasi karir, pengambilan keputusan karir, perencanaan karir, dan keyakinan diri terhadap karir. Instrumen terdiri atas 30 butir yang dinyatakan valid, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,710 untuk instrumen layanan bimbingan dan konseling klasikal dengan teknik mind mapping dan 0,826 untuk instrumen pemahaman perencanaan karir. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman perencanaan karir meningkat dari 38,83 pada pretest menjadi 52,96 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 14,125 poin. Hasil Paired Samples t-Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t = −9,618; df = 23; p < 0,001). Temuan tersebut menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling klasikal dengan teknik mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman perencanaan karir siswa. Teknik mind mapping membantu siswa mengorganisasi informasi mengenai potensi diri, pilihan pendidikan, alternatif karir, dan langkah perencanaan masa depan secara visual dan terstruktur. Dengan demikian, teknik mind mapping dapat digunakan sebagai alternatif dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling klasikal untuk mendukung pengembangan pemahaman perencanaan karir siswa SMP.
Efektivitas Layanan Informasi dalam Meningkatkan Kemampuan Perencanaan Karir Siswa Kelas VIII di UPTD SMP Negeri 7 Gunungsitoli Clara Annatasya Telaumbanua; Hosianna Rodearni Damanik; Famahato Lase; Justin Foera-era Lase
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9613

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas VIII yang belum memiliki kemampuan yang memadai dalam merencanakan karir, terutama dalam mengenali minat, bakat, kepribadian, serta memahami pilihan pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas layanan informasi dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karir siswa kelas VIII di UPTD SMP Negeri 7 Gunungsitoli. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental dan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 32 siswa kelas VIII-B yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kemampuan perencanaan karir yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan berupa layanan informasi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 25 menggunakan uji paired sample t-test, uji N-Gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan perencanaan karir siswa meningkat dari 107,87 pada pretest menjadi 128,90 pada posttest, dengan peningkatan rata-rata sebesar 21,03 poin. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan perencanaan karir siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan informasi. Hasil uji N-Gain menunjukkan nilai sebesar 0,3215 yang termasuk dalam kategori sedang. Sementara itu, hasil uji effect size menunjukkan nilai Cohen's d sebesar 1,068 yang termasuk dalam kategori efek besar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa layanan informasi efektif dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karir siswa kelas VIII di UPTD SMP Negeri 7 Gunungsitoli. Layanan informasi membantu siswa memperoleh informasi yang relevan mengenai diri, pendidikan lanjutan, dunia kerja, dan perencanaan karir sehingga siswa lebih mampu menyusun rencana karir secara terarah.
Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Pada Materi Bilangan Berpangkat Di Kelas VIII SMP Negeri 1 Mappakasunggu Kabupaten Takalar Riza Eka Putri; Ma`rup; Sumarni Susilawati; Nursakiah
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9616

Abstract

Kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bilangan berpangkat menjadi salah satu permasalahan pembelajaran yang berkaitan dengan pemahaman konsep, penerapan prinsip, dan kemampuan menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mappakasunggu Kabupaten Takalar dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bilangan berpangkat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII C yang berjumlah 28 siswa, kemudian dipilih enam siswa sebagai subjek utama yang terdiri atas dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang, dan dua siswa berkemampuan rendah melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes tertulis, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa ditemukan pada tiga aspek, yaitu kesulitan menggunakan konsep, kesulitan menerapkan prinsip, dan kesulitan menyelesaikan masalah. Kesulitan menggunakan konsep terlihat dari ketidakmampuan sebagian siswa memahami makna simbol perpangkatan, membedakan bilangan pokok dan pangkat, serta menentukan konsep yang sesuai. Kesulitan menerapkan prinsip ditunjukkan melalui kesalahan dalam menggunakan sifat perkalian dan pembagian bilangan berpangkat serta kesalahan operasi hitung. Kesulitan menyelesaikan masalah terlihat ketika siswa menghadapi soal yang memerlukan beberapa tahapan penyelesaian atau menggabungkan beberapa sifat perpangkatan. Faktor penyebab kesulitan meliputi faktor internal berupa kemampuan awal, kemampuan berpikir dan penalaran, motivasi belajar, ketelitian, serta kepercayaan diri, dan faktor eksternal berupa strategi pembelajaran guru, suasana belajar di sekolah, dukungan keluarga, serta kondisi lingkungan belajar di rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan dalam proses pembelajaran.