cover
Contact Name
Muhammad Affan Ramadhana
Contact Email
redaksi.jsgp@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi.jsgp@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, 91921
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran
ISSN : -     EISSN : 26546477     DOI : https://doi.org/10.30605/jsgp
Core Subject : Education,
JSGP (Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, ISSN 2654-6477) is an academic publication media managed by the Faculty of Teacher Training and Education and published by Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Publishing research results and theoretical studies in the field of education, JSGP is a reference source as well as a means of publication for teachers, lecturers, students, school supervisors, policymakers, and education observers.
Articles 836 Documents
Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Student Engagement pada Pembelajaran Akuntansi di SMK Negeri 1 Bantul Arsa Saputri; Dian Normalitasari Purnama; Aprillia Regina Dinda Saputri; Vicky Selvia; Moia Pravayangastha
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2023): September - Desember 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.3.2023.8859

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan program Teaching Factory (TEFA) Bank Mini Sekolah yang belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan standar program yang telah ditetapkan. Beberapa kendala yang ditemukan meliputi keterlibatan siswa yang belum merata, keterbatasan waktu praktik, serta evaluasi program yang belum dilakukan secara optimal sehingga berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran berbasis praktik di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program Teaching Factory (TEFA) Bank Mini Sekolah LMS di SMK Negeri 1 Bantul menggunakan model evaluasi discrepancy. Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif dengan pendekatan kualitatif menggunakan model evaluasi discrepancy yang dikembangkan oleh Provus. Evaluasi dilakukan melalui lima tahap yaitu design, installation, process, product, dan comparison/discrepancy. Subjek penelitian meliputi guru pembimbing, pengelola program, dan siswa yang terlibat dalam pelaksanaan TEFA Bank Mini Sekolah LMS. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program TEFA Bank Mini Sekolah LMS telah dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran praktik dan kebutuhan kompetensi siswa di bidang perbankan. Pada aspek instalasi, program telah memiliki pembagian tugas, fasilitas, dan pembimbingan guru, meskipun masih terdapat keterbatasan sarana dan waktu praktik. Pada aspek proses, pelaksanaan kegiatan praktik telah berjalan sesuai prosedur pelayanan bank mini, namun keterlibatan siswa dan pelaksanaan evaluasi program belum optimal. Pada aspek produk, program memberikan manfaat dalam meningkatkan pengalaman praktik, keterampilan pelayanan, serta kesiapan kerja siswa. Namun demikian, masih ditemukan kesenjangan antara standar program dengan pelaksanaan di lapangan sehingga diperlukan perbaikan pada aspek pengelolaan program, fasilitas praktik, dan monitoring pelaksanaan kegiatan.
Penerapan Problem Based Learning Berbantuan Smart Card untuk Meningkatkan Critical Thinking dan Problem Solving Peserta Didik Nihayahati Alfa Irma; Parmin Parmin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8887

Abstract

Rendahnya critical thinking dan problem solving peserta didik dalam pembelajaran IPA menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model PBL berbantuan smart card untuk meningkatkan critical thinking dan problem solving peserta didik pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Penelitian menerapkan metode quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian terdiri dari 64 peserta didik kelas VII SMP Negeri 02 Gabus Pati yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dihimpun melalui pretest-posttest berbasis HOTS dan dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest critical thinking dan problem solving di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Uji Manova menunjukkan bahwa PBL berbantuan smart card berpengaruh signifikan terhadap critical thinking (<0,05) dan problem solving (<0,05). Dengan demikian, PBL berbantuan smart card efektif meningkatkan critical thinking dan problem solving peserta didik.
Peran Kepala Sekolah terhadap Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Digital di SDN 147 Pekanbaru Samsinar Samsinar; Hendri Marhadi; Erlisnawati Erlisnawati
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8893

Abstract

Implementasi pembelajaran mendalam berbasis digital menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa di era transformasi pendidikan. Keberhasilan implementasi tersebut sangat dipengaruhi oleh peran kepala sekolah dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam berbasis digital di SDN 147 Pekanbaru, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta mengkaji strategi optimalisasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran secara komprehensif melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, kepala sekolah merumuskan visi, menyusun program, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, serta menyediakan sarana pendukung. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas, pengelolaan fasilitas, dan pemberdayaan guru. Pelaksanaan dilakukan melalui pengarahan, fasilitasi, dan pembentukan budaya digital positif. Pengawasan dilakukan melalui supervisi, pemanfaatan data, dan tindak lanjut. Tantangan meliputi aspek teknis, kesiapan sumber daya manusia, manajemen sekolah, dan dukungan lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berperan strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran mendalam berbasis digital yang adaptif dan berkelanjutan.
Studi Komparatif Model Pembelajaran ARIAS dan Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa SMK pada Materi Dasar-Dasar Akuntansi Juliana Cindy Novita Sari; Vivi Pratiwi
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8907

Abstract

Hasil belajar Dasar-Dasar Akuntansi siswa kelas X SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo pada materi siklus akuntansi perusahaan dagang masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan hasil belajar dan efektivitas model pembelajaran ARIAS dibandingkan Problem-Based Learning. Penelitian menggunakan metode quasi experiment dengan desain nonequivalent pre-test post-test control group design pada dua kelas yang masing-masing terdiri atas 36 peserta didik. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pre-test kelas eksperimen sebesar 69,3 dan kelas kontrol 67,0, sedangkan rata-rata post-test berturut-turut sebesar 95,3 dan 86,6. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001. Hasil uji N-Gain menunjukkan kelas eksperimen memperoleh skor 0,8470 dengan kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh skor 0,5963 dengan kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa model ARIAS lebih efektif dibandingkan Problem-Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Dasar-Dasar Akuntansi pada materi siklus akuntansi perusahaan dagang. Implikasinya, ARIAS dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran akuntansi yang mendorong rasa percaya diri, minat, relevansi materi, evaluasi, dan kepuasan belajar peserta didik.
Pengaruh Kepemimpinan Digital Kepala Sekolah dan Literasi Teknologi Guru terhadap Efektivitas Administrasi di Sekolah Dasar Febri Zulkifli; Garianto Garianto; Marzuki Noor
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8910

Abstract

Masalah penelitian berangkat dari masih ditemukannya pekerjaan administrasi yang belum sepenuhnya terdigitalisasi, belum terintegrasinya data sekolah, serta perlunya penguatan kemampuan guru dalam menggunakan perangkat dan aplikasi administrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan digital kepala sekolah dan literasi teknologi guru terhadap efektivitas administrasi sekolah dasar negeri di Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 194 guru dan sampel penelitian berjumlah 50 guru dari 10 sekolah dasar negeri yang ditentukan melalui cluster sampling dan proportional sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital kepala sekolah memiliki koefisien positif, tetapi tidak signifikan secara parsial (B = 0, 026; t = 0, 496; p = 0, 622). Literasi teknologi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas administrasi sekolah (B = 0, 942; t = 15, 08; p < 0, 001). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap efektivitas administrasi sekolah (F = 635, 8; p < 0, 001) dengan R² sebesar 0, 964. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan administrasi sekolah dasar perlu diarahkan pada peningkatan literasi teknologi guru, pendampingan teknis yang berkelanjutan, standardisasi penggunaan aplikasi administrasi, dan kepemimpinan digital kepala sekolah yang lebih operasional berbasis data.
Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament Berbantuan Media Ular Tangga pada Materi Unsur dan Senyawa Adinda Ayu Hudiyana Zamil; Laily Rosdiana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8943

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada rendahnya pemahaman konsep siswa yang menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman konkret dan menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep dan respons siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan game ular tangga pada materi unsur dan senyawa. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental bentuk one group pretest-posttest dan dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Taman dengan sampel 28 siswa kelas VIII E. Data dikumpulkan melalui tes (pretest dan posttest) dan angket, kemudian dianalisis menggunakan menggunakan analisis N-gain, uji normalitas, dan uji t berpasangan untuk pemahaman konsep serta menggunakan persentase untuk angket respons. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran mendapatkan nilai rata-rata pemahaman konsep mengalami kenaikan dari 45,18 menjadi 71,07 dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,47 yang termasuk dalam kategori sedang, serta hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest (Sig. 2-tailed < 0,05). Respons angket siswa mendapatkan rata-rata sebesar 92,3% dengan kategori sangat baik.  Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif TGT dengan permainan ular tangga efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Sebagai rekomendasi, media ular tangga perlu dikembangkan melalui modifikasi mekanisme permainan yang bervariasi atau berbasis digital, peningkatan durabilitas fisik dengan bahan yang kuat, serta penguatan konten soal turnamen yang dikaitkan langsung dengan fenomena konkret di lingkungan siswa.
Keefektifan Playlist Video Microlearning terhadap Keterampilan Berhitung Cepat Siswa SMP Muhamad Arfinsa Arsad Putra; Haryono Haryono
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8944

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah berbagai temuan yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan keterampilan berhitung operasi dasar dengan cepat di kalangan siswa SMP karena berbagai faktor, baik karena kurangnya penerapan di kehidupan sehari-hari, ketergantungan pada alat bantu, maupun kebiasaan belajar pasca pandemi, sehingga perlu adanya upaya untuk mengembangkan keterampilan berhitung melalui langkah inovatif. Salah satu upaya yang lazim dilakukan guru yakni memaparkan materi melalui media video pembelajaran maupun slide presentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keefektifan antara Playlist Video Microlearning dan PowerPoint terhadap keterampilan berhitung cepat siswa SMP Negeri 27 Semarang. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain non-equivalent control group. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VIII SMPN 27 Semarang, dengan sampel purposive berjumlah 50 siswa dari 2 kelas. Instrumen berupa tes pretest-posttest dikotomi. Uji instrumen menunjukkan seluruh butir valid (r hitung > 0,279), reliabel (0,639), daya beda 0,071–0,500 (22 soal memadai dan 8 perlu direvisi), serta tingkat kesukaran 0,06–0,94. Data dianalisis secara deskriptif, uji normalitas, homogenitas, hipotesis, serta analisis peningkatan. Kemampuan awal kelompok setara berdasarkan rata-rata pretest (eksperimen = 61,00; kontrol = 60,08). Pasca perlakuan, rata-rata posttest kelas eksperimen meningkat menjadi 86,08, sedangkan kelas kontrol 75,36. Uji hipotesis Mann-Whitney U test membuktikan perbedaan keefektifan yang signifikan antara kedua kelompok (U = 108,000; Z = -3,990; p < 0,001). Rata-rata N-gain eksperimen mencapai 64,61% (cukup efektif), mengungguli kelompok kontrol sebesar 38,65% (cukup efektif), dengan selisih 25,96%. Analisis ukuran efek menghasilkan r = 0,56 (kategori besar). Dengan demikian, Playlist Video Microlearning terbukti efektif diterapkan sebagai media penunjang keterampilan berhitung cepat, yang berimplikasi pada perlunya intervensi media digital ringkas dan inovatif oleh guru untuk menghadapi krisis numerasi dasar siswa.
Inkuiri Terstruktur Berpendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SMP Salsabilla Abidah Alfina; Laily Rosdiana
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.8984

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep merupakan aspek penting yang perlu dikuasai oleh siswa dalam pembelajaran IPA. Pemahaman konsep menjadi pondasi untuk berpikir ke tingkat kognitif yang lebih tinggi. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep siswa SMP masih tergolong rendah, terutama pada materi campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terstruktur dengan pendekatan CRT (Culturally Responsive Teaching) terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre-experimental dengan bentuk one group pretest-posttestpada 30 siswa kelas VIII-D di SMPN 52 Surabaya. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa yang ditunjukkan oleh nilai N-gain pada indikator mengklasifikasikan sebesar 0,6 dengan kategori sedang, indikator menyimpulkan sebesar 0,4 dengan kategori sedang, dan indikator membandingkan sebesar 0,5 dengan kategori sedang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terstruktur dengan pendekatan CRT mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa pada submateri campuran.
Transformasi Pembelajaran Akuntansi melalui Platform LMS Wordpress pada Materi Jurnal Khusus Kelas XI SMK Akuntansi di Surabaya Devi Nur Aini; Susanti Susanti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9005

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran digital berbasis Learning Management System (LMS) WordPress sebagai upaya mentransformasi pembelajaran akuntansi di SMK agar lebih fleksibel, interaktif, dan mampu meningkatkan keterlibatan serta hasil belajar siswa sesuai dengan tuntutan pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengembangan, tingkat kelayakan, dan respon peserta didik terhadap media pembelajaran berbasis Learning Management System (LMS) WordPress. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 4 Surabaya. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa yang ditentukan melalui metode uji coba kelas kecil. Instrumen pengumpulan data yang digunakan terdiri dari lembar telaah ahli, lembar validasi ahli materi dan media, serta lembar respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan media LMS WordPress memiliki kelayakan sangat tinggi dengan rata-rata persentase ahli sebesar 96,66% dan skor respon peserta didik mencapai 98,2%. Simpulan penelitian menunjukkan media ini sangat layak dan efektif digunakan sebagai sarana transformasi pembelajaran akuntansi digital. Implikasi hasil penelitian ini meliputi: (1) bergesernya paradigma belajar siswa menjadi lebih mandiri dan fleksibel berkat fitur video dan kuis interaktif; (2) menuntut guru mengubah peran dari penyampai informasi menjadi fasilitator pengalaman belajar digital karena tingginya validitas media; serta (3) mendukung perwujudan amanat Kurikulum Merdeka terkait transformasi digital di SMK guna mencetak lulusan yang literat teknologi. Konsekuensi lanjutannya, efektivitas platform ini mengimplikasikan pentingnya komitmen sekolah dalam penyediaan fasilitas internet dan keberlanjutan pemeliharaan sistem secara jangka panjang.
Pengaruh Beban Administrasi Guru dan Kesejahteraan Guru terhadap Efektivitas Pengajaran dalam Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Ita Septia Indrawati; Garianto Garianto; Marzuki Noor
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 2 (2026): May - August 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.2.2026.9031

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran guru dalam menjaga kualitas pengajaran di tengah tuntutan administrasi pembelajaran dan kebutuhan kesejahteraan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban administrasi guru dan kesejahteraan guru terhadap efektivitas pengajaran pada implementasi kebijakan Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan aplikasi JASP melalui uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata skor beban administrasi guru sebesar 55,84, kesejahteraan guru sebesar 47,40, dan efektivitas pengajaran sebesar 91,78. Hasil regresi menunjukkan bahwa beban administrasi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengajaran dengan koefisien regresi B = 0,200, t = 2,191, dan p = 0,033. Kesejahteraan guru juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengajaran dengan koefisien regresi B = 0,401, t = 2,615, dan p = 0,012. Secara simultan, beban administrasi guru dan kesejahteraan guru berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengajaran dengan nilai F = 6,017 dan p = 0,005. Nilai R² = 0,204 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 20,4% variasi efektivitas pengajaran, sedangkan 79,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, meskipun kedua variabel berpengaruh signifikan, kontribusinya masih terbatas. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan administrasi yang efektif dan peningkatan kesejahteraan guru untuk mendukung kualitas pengajaran.