Articles
316 Documents
Gambaran Klinis Pasien CTEV Yang Telah Menjalani Penatalaksanaan Metode Ponseti Berdasarkan Functional Rating System Di RSUD Abdul Sjahranie Samarinda
Noorbaya, Siti;
Irfan, Irfan;
Johan, Herni
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.56 KB)
Congenital Talipes Equinovarus merupakan kelainan bawaan yang paling sering terjadi dalam bidang orthopedi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran klinis pasien CTEV yang telah menjalani penatalaksanaanmetode Ponseti berdasarkan functional rating system di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Periode2013-2016. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional. Data primer diambil dari prosesbertemu langsung dengan orang tua dan pasien serta data sekunder diambil dari catatan rekam medikRSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil penelitian didapatkan 10 pasien CTEV dengan jumlahkaki yang mengalami CTEV sebanyak 13 kaki. Hasil penilaian CTEV berdasarkan FRS menunjukkan sebanyak8 pasien (80%) dengan 10 kaki CTEV (76,92%) mempunyai hasil yang sangat baik dan 2 pasien (20%) dengan3 kaki (23,08%) mempunyai hasil buruk. Usia pertama kali dilakukkan penatalaksaan terdiri dari usia 0-28hari berjumlah 6 pasien (60%) dan usia 1-12 bulan berjumlah 4 pasien (40%) (mean sebesar 30 ± 34 hari danmedian sebesar 28 hari). Unilateral CTEV sebanyak 7 pasien (70%) dengan 5 pasien (71,4%) unilateral dekstradan 2 pasien (28,6%) unilateral sinistra serta 3 (30%) pasien bilateral. Idiopatik CTEV berjumlah 8 pasien(80%) dan sindromik berjumlah 2 pasien (20%) (hidrosefalus, spina bifida, dan polidaktili). Hasilpenatalaksanaan CTEV berdasarkan FRS memiliki hasil sangat bagus pada 8 pasien CTEV dengan 13 kakiCTEV. Usia yang terbanyak adalah usia 0-28 hari dengan defek anatomis yang terbanyak adalah unilateral dandiagnosis klinis terbanyak adalah idiopatik CTEV
Perbedaan Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Video dan Modul Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Perilaku Tentang Praktik Sadari
Supriadi, Supriadi
Husada Mahakam Vol 4 No 1 (2015): November 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.041 KB)
Kanker payudara merupakan masalah kesehatan pada wanita di berbagai negara termasuk Indonesia. Kanker payudara dapat dideteksi secara dini dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). SADARI tidak semua orang mengetahuinya maka diperlukan suatu pendidikan kesehatan dengan menggunakan media video dan modul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan menggunakan media video dan modul terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku tentang praktik SADARI. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperimen bersifat deskriptif analitik dengan desain pre-post test group. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 52 siswa kelas XI SMA 2 Sendawar Kutai Barat. Hasil Analisa univariat menunjukan bahwa pengetahuan dan perilaku sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media video dan modul pengalami perubahan antara 50-70%. Analisa Bivariat menunjukan adanya perbedaan pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video dan modul terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku tentang praktik SADARI pada sisiwi kelas XI SMA 2 Sendawar tahun 2014 yang signifikan dimana diperoleh setelah dilakukan pendidikan kesehatan nilai p=0,000 (<0,05)
Pemanfaatan Buku KIA Untuk Peningkatan Pengetahuan, Keterampilan, dan Cakupan K4 Pada Ibu Hamil
Wahyutri, Endah
Husada Mahakam Vol 2 No 1 (2009): September 2009
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.365 KB)
Pemantaran intensif ibu hamil untuk menjaga kesehatan, persiapan persalinan dan untuk memenuhi hak atas kelangsungan hidup tumbuh kembang serta perlindungan anak oleh sebab itu diperlukan pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak.
Salah satu upaya untuk pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluaraga adalah dengan penggunaan buku kesehatan ibu dan anak (Buku KIA).
Pemanfaatan Buku KIA untuk peningkatan pengetahuan, keterampilan dan cakupan K4 pada ibu hamil. Isi buku KIA merupakan kumpulan materi standar penyuluhan, informasi, catatan gizi kesehatan ibu dan anak.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perawat Dalam Pelaksanaan Manajemen Nyeri Non-Farmakologi Pada Pasien Pasca Operasi
Supriadi, Supriadi
Husada Mahakam Vol 3 No 5 (2013): Mei 2013
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (223.686 KB)
Nyeri merupakan keluhan yang paling sering diungkapkan pasien pasca operasi. Perawat hendaknya mampu mengelola nyeri dengan manajemen dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan manajemen nyeri non-farmakologi pada pasien pasca operasi di ruang Cempaka RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Rancangan penelitian ini adalah descriptive correlation dengan metode pendekatan cross sec-tional. Jumlah sampel sebanyak 36 perawat yang diambil secara total sampling. Hasil uji statistik chi-square dengan a = 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang sig-nifikan antara pengetahuan dan motivasi perawat dengan pelaksanaan manajemen nyeri non-farmakologi pasien pasca operasi (p = 0,024 dan 0,000), sedangan hu-bungan beban kerja perawat dengan pelaksanaan manajemen nyeri non-farmakologi pasien pasca operasi, tidak terdapat hubungan yang signifikan (p = 0,192)
Hubungan Antara Asi Ekslusif Dengan Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Kota Samarinda
Zulaikha, Fatma;
Setya Rizqi, Noor Fajriah
Husada Mahakam Vol 1 No I (2017): Proceeding Book "Mensinergikan GERMAS dengan Penatalaksanaan PENYAKIT TIDAK MENU
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.56 KB)
ASI eksklusif merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi.Pemberian ASI eksklusif berperan dalam perkembangan anak, salah satunya perkembangan bahasa. Penelitianini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan bahasa anak usiapra sekolah di Kota Samarinda. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasional dengan pendekatancross sectional. Cara pengambilan sampling adalah tehnik acak terstratifikasi (stratified random sampling).Jumlah sampel yang digunakan adalah 101 siswa PAUD di Kota Samarinda. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa terdapat hubungan pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan bahasa anak usia pra sekolah.Berdasarkan uji korelasi Chi Square menunjukkan hubungan tersebut signifikan dengan nilai signifikansisebesar 0,007 (p < 0,05), OR =3,4,(CI 95% =1.460-7.919).
Dampak Pemberian Kadmium Terhadap Kadar Progesteron dan Ekspresi Protaglandin F2α Pada Uterus Tikus Wistar
Corniawati, Inda
Husada Mahakam Vol 3 No 9 (2015): Mei 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.968 KB)
Tingkat pencemaran Kadmium pada air sungai Mahakam dilaporkan mencapai 0,06 mg/L., hal ini dapat menyebabkan toksisitas bagi masyarakat sekitar yang menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Perempuan usia 6-18 tahun merupakan kelompok yang beresiko terkena dampak terhadap sistem reproduksi. Tujuan penelitian untuk membuktikan dampak pemberian kadmium terhadap penurunan kadar progesteron dan peningkatan ekspresi PGF2∝ jaringan uterus tikus wistar. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorik post test only with control group pada tikus wistar. Analisa data uji Shapiro-Wilk, Anova One Way, regresi linier sederhana dan korelasi Pearson. Hasil penelitian pemberian Cadmium Acetate Dihydrate konsentrasi 0.03; 0.06; 0.09 ppM menurunkan kadar progesteron p=0.000 namun uji LSD menunjukkan penurunan kadar progesteron tidak tergantung konsentrasi. Adanya peningkatan ekspresi PGF2∝ zona basal p=0.000, stratum vascular p=0.000
Hubungan Asap Rokok Dengan Kejadian Faringitis Di Wilayah Kerja Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan
Septriana, Arumike;
Pramono, Joko Sapto;
Purwanto, Heri
Husada Mahakam Vol 4 No 4 (2017): Mei 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.536 KB)
Faringitis adalah salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang terjadi di seluruh dunia. Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan mencatat peningkatan jumlah pasien faringitis selama 3 tahun terhitung sejak tahun 2012 jumlah pasien faringitis sebanyak 250 orang, tahun 2013 sebanyak 627 orang dan tahun 2014 sebanyak 1024 orang. Asap rokok merupakan salah satu faktor predisposisi terjadinya faringitis. Di Balikpapan jumlah perokok meningkat setiap tahun, tahun 2013 jumlah perokok di Balikpapan mencapai 3,8% dari total keseluruhan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asap rokok dengan kejadian faringitis di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional dengan α = 0,05, jumlah sampel 46 orang yang diambil dengan metode purposive sampling. Variabel bebas adalah asap rokok sedangkan variabel terikat adalah kejadian faringitis. Hasil analisis Fisher exact asap rokok pada perokok pasif diperoleh hasil ρ value = 0,011< α = 0,05.
Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa asap rokok pada perokok pasif berhubungan dengan kejadian faringitis di wilayah kerja Puskesmas Klandasan Ilir Balikpapan. Berdasarkan hasil tersebut maka Puskesmas harus berkoordinasi dengan pemerintah setempat, dalam hal ini Pemerintah Kelurahan Klandasan Ilir dan Klandasan Ulu untuk menyediakan ruang khusus bagi perokok sehingga asapnya tidak menyebar dan tidak merugikan orang lain yang tidak merokok serta memberikan sanksi tegas kepada warganya yang merokok di tempat umum.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Kelelahan Mata Pada Pengrajin Sarung Tenun Kota Samarinda
Yeni Anggriani;
Iwan M Ramdan;
Dina Lusiana
Husada Mahakam Vol 9 No 1 (2019): Mei 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (97.017 KB)
|
DOI: 10.35963/hmjk.v4i8.152
Eyestrain is affected by several factors as follows the factor from the artisan itself, work factor and working environment factor. This research aims to know correlated factors with eyestrain symptom on woven sarong artisan of Samarinda City. Quantitative research with cross-sectional approach is done on September – October 2018 with total samples of 50 artisans (total sampling). Measuring instruments which are used are questionnaire and lux meter type DX-100. Data analysis uses Phi correlation test with a = 0.05. Research result shows woven sarong artisan who experiences eyestrain symptom as many as (64%), and woven sarong artisan who does not experience eyestrain symptom (36%). There are correlation between age (p = 0.000) and work time (p = 0.003). There are no correlation between daily working time (p = 0.090) and lighting intensity (p= 0.486). It is suggested to artisans to use toolkit such as magnifiying glass, to manage working time, and break time to minimize eyestrain occurrence. For artisan who uses lamp as main lighting source to pay attention lighting level which is used, in this case is lux lighting.
Konseling Sebagai Upaya Mengurangi Unmet Need KB
Ernani Setyawati
Husada Mahakam Vol 3 No 4 (2012): November 2012
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.989 KB)
Program keluarga berencana di Indonesia telah menunjukkan hasil yang nyata dengan turunnya angka fertilitas, namun tetap menghadapi tantangan masih tingginya angka unmet need di Indonesia yaitu 9,1%. Unmet need yang tinggi akan mengakibatkan kemungkinan peningkatan kembali TFR sehingga terjadi ledakan peningkatan jumlah penduduk. Selain itu, unmet need dapat meningkatkan kejadian kehamilan tidak diinginkan yang dapat berujung pada aborsi yang tidak aman dan kematian akibat infeksi. BKKBN berupaya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait untuk mendukung program keluarga berencana. Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan memiliki peran yang penting dalam membantu me-nyukseskan program keluarga berencana. Pendekatan yang dapat dilakukan Bidan adalah dengan memberikan konseling. Langkah-langkah konseling yang dianjurkn untuk dilakukan adalah GATHER atau SATUTUJU yaitu singkatan dari salam, tanya, uraikan, bantu klien, jelaskan, dan kunjungan ulang atau rujuk
Hubungan Pengetahuan Ibu Dan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Kunjungan Anak Balita Ke Posyandu
Joko Sapto Pramono
Husada Mahakam Vol 3 No 4 (2012): November 2012
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kalimantan Timur (URL: http://poltekkes-kaltim.ac.id/)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.326 KB)
Posyandu merupakan wadah titik temu antara pelayanan profesional dari tenaga kesehatan dan peran serta masyarakat dalam menanggulangi masalah ke-sehatan masyarakat. Sebagai salah satu sasaran terpenting, balita dapat menjadi in-dikator untuk mengetahui tingkat pemanfaatan posyandu oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang posyandu dan dukungan keluarga dengan perilaku kunjungan balita ke posyandu Suka Damai di Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel 109 responden dengan menggunakan simple random sampling. Uji statistik dengan menggunakan Pearson Chi Square didapatkan P-value 0,181 (α=0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan ibu tentang posyandu de-ngan perilaku kunjungan balita ke posyandu, namun ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku kunjungan balita ke posyandu dengan P-value 0,039 (α=0,05). Disarankan kepada petugas kesehatan, tokok masyarakat, dan instansi terkait hendaknya meningkatkan paparan tentang Posyandu kepada masya-rakat untuk meningkatkan revitalisasi Posyandu